Beranda blog Halaman 999

Distransnaker Kukar Dorong Pengusaha Segera Berikan THR kepada Pekerja

0
Foto : Muhammad Hata, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar.

TENGGARONG – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong para pengusaha untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja lebih awal. Hal ini sejalan dengan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Muhammad Hata, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, menegaskan komitmennya untuk mengawasi proses penyaluran THR Keagamaan. Dalam upaya tersebut, pihaknya bahkan akan mendirikan posko pengaduan THR bagi karyawan yang haknya tidak terpenuhi.

“Kami bertekad meningkatkan aspek kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja. THR merupakan hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan secara penuh,” ujarnya pada Senin (24/3/2024).

Hatta mengacu pada surat edaran Menteri Tenaga Kerja yang menetapkan pembayaran THR paling lambat H-7 Lebaran. Meskipun demikian, ia berharap para pengusaha dapat memberikan THR lebih awal agar para pekerja dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka saat hari raya.

“Kami akan berkoordinasi dengan kabupaten dan kota lain untuk memastikan bahwa perusahaan membayarkan THR kepada karyawannya paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran, tanpa penundaan,” tambahnya. (adv)

Penulis : Hanafi

Distanak Kukar dan Kodim 0906/KKR Sepakat Bangun 89 Sumur Bor Tahun Ini

0
FOTO : kiri : Kasdim 0906/KKR Mayor Infantri Mahfud dan Muhamad Taufik, Kepala Distanak Kukar.

TENGGARONG – Dalam upaya meningkatkan ketersediaan air untuk sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkolaborasi dengan Kodim 0906/KKR untuk membangun 89 sumur bor pada tahun ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengatasi masalah kekeringan yang kerap melanda sebagian besar kawasan persawahan di Kukar.

Menurut Muhamad Taufik, Kepala Distanak Kukar, lebih dari 70 persen sawah di Kukar bergantung pada air hujan, sehingga ketersediaan air menjadi kendala utama. “Kami berharap dengan adanya sumur bor ini, masalah kekeringan dapat teratasi dan produktivitas pertanian bisa meningkat,” ujarnya.

Program ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan direncanakan akan melibatkan pengeboran di 89 titik yang tersebar di 5 kecamatan lokus pengembangan kawasan pertanian di Kukar. Mayor Inf. Mahfudz dari Kodim 0906/KKR menjelaskan bahwa sumur bor akan menggunakan tenaga surya untuk mengoperasikan pompa air, sehingga tidak membebani masyarakat dengan biaya operasional.

Saat ini, sudah ada 5 titik sumur bor yang berhasil dibangun, dengan progres pemasangan instalasi solar panel mencapai 70 persen. “Sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada saat musim kemarau apabila debit air kurang seperti saat ini,” tambah Mahfudz.

Dengan kolaborasi antara Distanak Kukar dan Kodim 0906/KKR, diharapkan sektor pertanian di Kutai Kartanegara semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan di daerah tersebut. (adv)

Penulis : Hanafi

Roadshow Kelembagaan SKK Migas dan PT PHKT, Pj Bupati PPU Ingatkan Pemanfaatan SDM Lokal

0
Foto: Pj Bupati PPU Makmur Marbun bersama dengan penerima manfaat dalam Roadshow Kelembagaan SKK Migas dan PT PHKT, Selasa (26/3/2024). (Prokopim PPU for MKN)

PPU – SKK Migas Perwakilan Kalimantan Timur dan Sulawesi, Kontraktor Kontrak Kerja Sama PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) menggelar kegiatan roadshow kelembagaan bersama Pemkab Penajam Paser Utara (PPU). Sekaligus penyerahan bahan pokok dan penting (bapokting) pada masyarakat sekitar wilayah operasi.

Paket yang diserahkan sejumlah 200 paket untuk masyarakat sekitar dan 21 paket untuk jurnalis di PPU. Pj Bupati PPU Makmur Marbun dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Semoga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dari kegiatan ini, ia berharap PHKT untuk dapat memberdayakan sumber daya manusia (SDM) di PPU agar dapat lebih mandiri. Karena sudah saatnya masyarakat PPU menjadi pelaku sehingga kemandirian menjadi sangat penting.

“Tetapi yang perlu dilakukan yakni bagaimana meningkatkan sumber daya manusia,” imbuh Makmur.

Sementara itu, Kepala PHKT site Lawe-Lawe Hendra Murdani menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang tiap tahun diadakan. Hal ini merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat Benuo Taka.

“Karena Kita tahu bahwa PHKT itu bertetangga dengan masyarakat. Kami ingin agar kami menjadi tetangga yang baik kepada masyarakat,” ungkapnya

Ia menyebut distribusi akan dilakukan ke beberapa kelurahan. Seperti Gunung Seteleng, Penajam, Pejala, Waru, Sesulu, Saloloang, dan Kampung Baru.

“Mudah-mudahan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Penajam Paser Utara,” tutup Hendra. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Dua Penghafal Al Quran Asal Kota Bangun Diberangkatkan Rendi Solihin ke Tanah Suci

0
Istimewa

TENGGARONG – Dua masyarakat di Kecamatan Kota Bangun berkesempatan Umroh ke Tanah Suci usai menghadiri Safari Ramadhan 1445 Hijriah, yang dihadiri Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin.

Dalam Safari Ramadhan bertajuk “Ramadhan Keren”, ribuan masyarakat memadati Halaman Masjid Al Ukhuwah, Desa Liang Ulu, Minggu (24/3/2024).

Tampak masyarakat antusias dengan hadirnya sejumlah ulama kondang Tanah Air.

Sejumlah ulama yang hadir, di antaranya Gus Azmi, Habib Abdurrahman bin Syihab dan Gus Hafidz.

Seperti biasa, di akhir sambutannya, Rendi Solihin selalu bagi-bagi hadiah untuk masyarakat yang beruntung.

Jika biasanya hadiah yang diberikan barang ataupun uang, kali ini Rendi Solihin memberikan hadiah berupa Umroh.

Terdapat dua masyarakat yang beruntung diberangkatkan Rendi Solihin ke Tanah Suci.

Dua masyarakat yang berhak berangkat Umroh, yakni penghafal Al Quran atau Hafiz.

Rendi pun sempat menguji keduanya dengan memabaca beberapa ayat Al Quran.

Walaupun terbata-bata, namun keduanya mampu membaca ayat Al Quran sesuai dengan permintaan.

“Insya Allah dua-duanya berangkat Umroh,” ucap Rendi disambut tepuk tangan dan ucapan syukur dari jemaah yang hadir.

“Semoga pulang dari sana (Tanah Suci), langsung lancar hafal Al Quran,” sambungnya.

Rendi merasa terharu dan bangga, pasalnya baru di Kecamatan Kota Bangun ada masyarakat penghafal Al Quran yang berani tampil.

“Ini malam pertama, langsung ada penghafal Al Quran 30 Juz,” imbuhnya.

Tidak lupa, Rendi juga memberikan hadiah berupa bingkisan kepada masyarakat yang telah melakukan tadarus Al Quran.

Hadiah diberikan kepada masyarakat yang telah tadarus Al Quran 10 dan 20 Juz.

“Bagi yang sudah membaca sampai 10 dan 20 Juz langsung dapat hadiah, teman-teman panitia bisa diberikan langsung yang telah berdiri tadi,” pungkasnya. (adv)

Entaskan Pengangguran, BLK Berau Harus Jadi Kenyataan, Bukan Sekadar Wacana

0
Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong.

TANJUNG REDEB – Perencanaan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menjadi sorotan legislatif. Pasalnya hingga kini belum terealisasi.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mengungkapkan, perencanaan pembangunan BLK sudah sejak beberapa tahun terakhir diwacanakan namun belum dieksekusi oleh eksekutif.

“Padahal, pembangunan BLK merupakan salah satu dari 18 program prioritas pemerintah daerah. Tapi sekarang belum ada realisasinya,” bebernya, Senin (25/3/2024).

Menurutnya, dengan berdirinya BLK dapat mengentaskan angka pengangguran di Bumi Batiwakkal. Dirinya pun meminta keseriusan Pemkab Berau untuk segera melaksanakan program yang sudah ditetapkan. “Karena kita harus mempersiapkan tenaga kerja supaya bisa mengakomodasi para pengangguran,” tegasnya.

Meski dalam hal ini merupakan tugas dari pemerintah, lanjut dia, tidak lepas pula dari peran pihak ketiga dalam menunjang persiapan tenaga kerja lokal. “Harusnya perusahaan-perusahaan aktif ikut membantu mempersiapkan pencari kerja dengan cara membekali keahlian. Supaya sumber daya manusia lokal bisa lebih diberdayakan,” tuturnya.

Ia berharap, pembangunan BLK tidak sekadar bahasa, melainkan ada aksi dari pemerintah untuk merealisasikan. “Diharapkan bisa segera terlaksana, mengingat banyak lulusan SMA yang belum memiliki keahlian khusus untuk bekerja. Sehingga mereka nantinya siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar,” tutupnya. (adv)

Kasus Difteri Muncul di Berau: Madri Pani Tekankan Pentingnya Sosialisasi

0
Ketua DPRD Berau, Madri Pani.

TANJUNG REDEB – Kasus difteri terdeteksi masuk di Kabupaten Berau. Ada 4 kasus yang tersebar di 4 kecamatan dan penderitanya ada yang meninggal dunia. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Garna Sudarsono menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan efektif dan efisien di 4 kecamatan yang terjangkit kasus difteri.

“Kami dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Berau akan terus melakukan evaluasi serta mengamati perkembangan kasus difteri di 4 kecamatan tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Dipaparkannya, 4 kecamatan yang terdeteksi ada kasus difteri yakni Teluk Bayur, Pulau Derawan, Kelay dan Gunung Tabur. “Ketika nanti ada kasus difteri baru, kami akan lakukan peningkatan penanganan Imunisasi ORI (Outbreak Response Immunization) intensif di kecamatan yang terdampak,” bebernya.

Lebih lanjut pihaknya bakal terus memaksimalkan pelayanan di 4 kecamatan terdampak dengan pemberian logistik vaksin ke Puskesmas daerah tersebut. “Logistik vaksin ini juga menjadi pertimbangan kami untuk melaksanakan Imunisasi ORI di empat kecamatan,” imbuhnya.

Menurut Garna, jika Dinkes Berau melakukan distribusi vaksin ORI difteri secara menyeluruh ke setiap puskesmas yang ada di 13 kecamatan, maka vaksin ORI tidak cukup dan gagal menciptakan kekebalan imunitas tubuh anak-anak.

“Karena kalau menyasar ke semua kecamatan, tetapi vaksin tidak mencukupi justru nanti tidak terwujud menciptakan Herd Immunity kepada masyarakat kita,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, terakhir vaksin ORI difteri tiba di Kabupaten Berau pada Februari 2024 dan langsung dilakukan kegiatan pelayanan ke setiap Puskesmas. “Bulan Februari lalu ORI difteri datang ke Berau yang untuk vaksin DPT mencapai 1.400 vial atau 14.000 dosis. Karena 1 vial itu sekitar 8 sampai 10 dosis,” ucapnya.

“Kemudian DT usia 5-7 tahun itu kita dapat 175 vial atau sekitar 1.750 dosis kemudian TD ada 1.246 vial atau sekitar dua belasan ribu dosis dengan takaran 0,5 ml dengan merk jenis Pentavalen,” sambungnya.

Terkait gejala terserang difteri, Garna menyebutkan antara lain sakit tenggorokan, demam dan terbentuknya selaput abu-abu yang melapisi amandel. “Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae,” sebutnya.

Sementara Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengingatkan Dinkes untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Sosialisasinya berupa tata cara pencegahan atau antisipasi. Karena hal ini harus disosialisasikan supaya masyarakat yang awalnya tidak tahu mengenai penyakit difteri ini menjadi tahu,” tuturnya, Senin (25/3/2024).

Dirinya menerangkan, sosialisasi perlu dimaksimalkan agar masyarakat dapat mengetahui gejala awal penyakit tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan. “Dinkes bisa menginstruksikan puskesmas-puskesmas untuk ikut mensosialisasikan tata cara pencegahan penyebaran difteri ini,” katanya.

Politikus Nasional Demokrat (NasDem) ini mengatakan, dengan adanya bukti masyarakat yang terjangkit kasus difteri, bahkan terjadi kematian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau seharusnya mendorong seluruh tenaga kesehatan atau puskesmas untuk gencar melakukan sosialisasi.

“Supaya masyarakat lebih berhati-hati terhadap penyakit tersebut. Kalau pemerintah sudah mensosialisasikan, tetapi ada oknum masyarakat yang tidak percaya, itu risiko mereka sendiri,” tegasnya.

Madri mengaku baru mendengar adanya kasus difteri di kabupaten paling utara Kaltim ini, sehingga sebagai wakil rakyat, dirinya mengingatkan agar ada respons cepat dari pemerintah daerah.

“Kalau cinta dan sayang dengan masyarakat, harusnya permasalahan ini menjadi perhatian khusus, karena menyangkut kesehatan dan nyawa masyarakat. Bagaimana kita mau sayang dengan masyarakat, kalau persoalan penyakit saja tidak ada sosialisasi yang maksimal,” ucapnya.

Kendati demikian, dirinya mengingatkan Pemkab untuk maksimal dalam memberi support kepada tenaga kesehatan agar bisa melayani masyarakat secara profesional. “Yang paling penting juga adalah siapkan seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penanganan,” tandasnya. (adv)

Feri Kombong Dorong Dinkes Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Menular

0
Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong.

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong menyoroti penyebaran difteri di Kabupaten Berau yang menyebabkan tiga penderita dari 4 kecamatan meninggal dunia. Dia mewanti-wanti Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau untuk segera mengambil langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

“Khususnya kepada anak-anak, jangan sampai terjangkit. Kita perlu mengambil langkah antisipatif lebih dini sebelum mengancam nyawa masyarakat,” ucapnya, Senin (25/3/2024).

Dia mendesak, Dinkes Berau mensosialisasikan dan mengedukasi tentang penyakit menular difteri yang belakangan menghantui masyarakat Berau. Dengan masifnya sosialisasi, maka masyarakat akan semakin waspada dan secara tidak langsung warga juga akan melakukan upaya pencegahan agar tidak tertular.

“Edukasi di masyarakat juga penting, Dinkes harus rutin menggelar sosialisasi ke masyarakat langsung agar muncul kesadaran masyarakat supaya lebih berhati-hati, khususnya terhadap penyakit menular,” katanya menyarankan. (adv)

Sambut Libur Lebaran, DPRD Berau Ingatkan Disbudpar Persiapkan Destinasi

0
Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo.

TANJUNG REDEB – Menjelang libur Idulfitri, Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo mengingatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk melakukan persiapan di seluruh destinasi wisata.

Dia menuturkan, kesiapan yang harus dilakukan di tempat wisata adalah pelayanan kesehatan. Agar ketika ada kejadian yang tidak diinginkan dapat ditangani secara cepat.

“Kasus kecelakaan di lokasi wisata cukup menghawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Tentu kita tidak menginginkan ini terjadi di Berau,” ungkapnya, Senin (25/3/2024).

Persiapan itu katanya, juga tidak serta merta menjadi tugas Disbudpar saja. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga harus ikut terlibat. “Koordinasi dan sinergi yang baik akan membuat suasana aman di lokasi wisata,” tuturnya.

Dirinya menyebut sebagai calon penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Berau memiliki tanggungjawab untuk memberikan kesan aman dan menyenangkan saat wisatawan yang berlibur di destinasi pariwisata yang beragam di Bumi Batiwakkal.

“Persiapan harus matang apalagi kita kan sebagai penyangga IKN nantinya,” ujarnya. “Dengan persiapan yang matang niscaya wisatawan akan senang dan pulang dengan membawa kesan yang baik,” sambungnya.

Falen berharap, dengan sarpras penunjang dan kesiapan fasilitas lainnya di lokasi wisata bisa memberikan dampak baik untuk jangka panjang. Hal ini katanya, bisa menjadi momen pertumbuhan ekonomi masyarakat Berau keseluruhan, disamping Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ikut terdampak.

“Banyak yang akan terdampak, tidak hanya PAD saja tapi ekonomi masyarakat di segala sektor juga akan meningkat,” pungkasnya. (adv)

Bupati Kukar Resmikan Festival Ramadan IV di Maluhu: Memperkuat Kebersamaan dan Ekonomi Lokal

0
Foto : Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah secara resmi membuka Festival Ramadhan IV tingkat Kelurahan Maluhu pada Jumat (22/3/2024) malam yang lalu (ist)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah secara resmi membuka Festival Ramadhan IV tingkat Kelurahan Maluhu 1445 Hijriah/2024 Masehi. Acara megah tersebut digelar di halaman Masjid Al Musyawaroh Maluhu pada Jumat (22/3/2024) malam yang lalu.

Dalam suasana penuh khidmat, pembukaan festival ini ditandai dengan pemukulan beduk dan penyalaan kembang api, disaksikan oleh para tamu undangan yang turut hadir memeriahkan acara. Kegiatan dimulai dengan peninjauan Gerobak Berkah UMKM binaan BAZNAS Kukar serta penyerahan paket sembako dari Pemerintah Kabupaten Kukar dan BAZNAS Kukar kepada masyarakat.

Festival Ramadan kali ini menampilkan sejumlah perlombaan yang menarik, seperti Hafalan Surah Pendek, Adzan, Qiroah, Kaligrafi, dan Gerebek Sahur, yang akan berlangsung dari tanggal 22 hingga 28 Maret mendatang.

Bupati Edi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kebersamaan selama bulan Ramadan, dengan harapan dapat memberikan motivasi, khususnya bagi generasi muda. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk mendorong pengembangan syiar Islam di kalangan generasi muda, yang diharapkan dapat mencintai festival-festival bernuansa islami. “Karena itu, nuansanya harus berbasis islami, sehingga esensinya dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Edi menegaskan bahwa kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluhu, dengan tujuan meningkatkan perekonomian lokal dan memberikan mereka kesempatan serta waktu untuk berjualan. Beliau mengungkapkan bahwa kolaborasi semacam ini harus terus diperkuat dan dipertahankan, tidak hanya dari segi keagamaan, tetapi juga dari sisi ekonomi kerakyatan.

“Dengan kerja sama antara pembinaan keagamaan dan ekonomi kerakyatan, saya berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, terutama di Kelurahan Maluhu,” harap Bupati Edi. Dengan semangat yang menggelora, Festival Ramadan IV di Maluhu diharapkan akan menjadi momentum yang berarti bagi masyarakat setempat dalam mempererat jalinan kebersamaan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. (Han/adv)

Penulis : Hanafi

Tinggal Tunggu Safaruddin

0
Ketua PDIP Kaltim Safaruddin

Catatan Rizal Effendi

RASANYA sudah 3 tokoh yang menyatakan siap bertarung di pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim, 27 November nanti. Yang paling pertama adalah Isran Noor, menyusul kemudian Mahyudin dan selanjutnya Rudy Mas’ud.

Isran adalah gubernur Kaltim 2018-2023. Dia kelahiran Sangkulirang, Kutim, 20 September 1957. Sedang Mahyudin, kelahiran Tanjung, Kalsel, 8 Juni 1970. Dia saat ini wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Sedang  Rudy Mas’ud, kelahiran Balikpapan berdarah Sulbar, 7 Desember 1981  adalah anggota DPR RI, yang juga ketua DPD Golkar Kaltim.

Ketiganya tidak diragukan lagi kapasitasnya. Bobotnya mumpuni. Daya dukung logistiknya juga oke. Sebab, ongkos politik Pilgub cukup mahal. Kajian Litbang Kementerian Dalam Negeri pernah mengungkapkan, biaya politik untuk menjadi seorang gubernur bisa mencapai Rp100 miliar.

Yang menarik, Isran dan Mahyudin boleh dibilang “satu almamater.” Mereka sama-sama pernah menjadi bupati Kutai Timur (Kutim). Mahyudin bupati ke-2 (2003-2006), sedang Isran bupati ke-3 (2009-2011/2011-2015).

Sebelum mereka ada Awang Faroek sebagai bupati pertama. Tapi Awang setelah gagal di Pilgub pertama kembali menjadi bupati Kutim. Lalu ikut lagi Pilgub dan menang. Jadi Kutim meski usianya baru berusia 25 tahun,  sudah mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang hebat.

Isran dan Mahyudin saat ini sama-sama tidak berpartai. Isran tahun lalu mengundurkan diri sebagai ketua DPW Nasdem Kaltim, sedang Mahyudin pernah menjadi wakil ketua umum DPP Golkar. Setelah itu dia mengundurkan diri dan mengambil jalan lain melalui jalur DPD RI.

Lalu kanal mana yang mereka tempuh dalam pencalonan gubernur? Sepertinya sama juga. Sama-sama melalui jalur perseorangan atau independen, akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga menjajaki dukungan partai.

Saya dengar Isran sudah pernah bertemu Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto, yang juga sudah ditetapkan KPU sebagai calon presiden terpilih. Prabowo memberi kesan membuka kemungkinan Isran menjadi menteri, tapi Isran memilih tetap menjadi gubernur dan meminta dukungan Gerindra.

Kalaulah Gerindra memberi dukungan kepada Isran, sebenarnya Isran tidak perlu susah-susah lagi. Kalau tidak salah dalam Pileg 2024 ini, Gerindra mendapat 11 kursi di DPRD Kaltim. Itu persis sama dengan persyarakatan pencalonan, minimal 11 kursi atau 10 persen dari 55 kursi di DPRD Kaltim.

Saya belum mendapat kabar lebih jauh tentang langkah Mahyudin jika menggunakan jalur partai. Dia terakhir sempat menjadi ketua Dewan Pertimbangan Perindo, partainya Hary Tanoesoedibjo. Pernah mengajak saya gabung ke sana.  Tapi tak lama dia mengundurkan diri lagi. Dan Perindo tak punya wakil di DPRD Kaltim.

Kesempatan menggunakan tangan partai dalam Pilgub Kaltim sangat terbuka lebar. Dengan jumlah kursi 55, maka sangat dimungkinkan ada 5 pasangan calon yang maju. Dalam Pilgub 2018, Pilgub Kaltim diikuti 4 pasangan calon. Semuanya dari partai atau gabungan partai.

Dalam sejarah Pilgub Kaltim, rasanya belum ada calon yang menggunakan jalur perseorangan. Jika ada calon menggunakan jalur ini pada Pilgub 2024, maka dibutuhkan hampir 236 ribu dukungan warga melalui pengumpulan KTP. Itu angka yang dipersyaratkan, 8,5 persen dari 2,7 juta daftar pemilih tetap (DPT) Kaltim.

Dari pemantauan saya, Relawan Isran sudah mulai bergerak. Formulir dukungan kepada petahana ini mulai mengalir kencang. Di antaranya melalui media sosial. Hampir di-10 kabupaten/kota sudah terbentuk. Isran sendiri cukup aktif bergerak dan menghadiri berbagai pertemuan. Mahyudin kabarnya juga mulai melakukan pembentukan tim.

Sementara itu, Rudy Mas’ud sudah pasti “naik perahunya” sendiri, yaitu Golkar yang kursinya melebihi persyaratan. Dalam Pileg 2024 ini, Golkar meraup 15 kursi di DPRD Kaltim. Tapi ada kemungkinan dia juga akan mengajak sejumlah partai lain untuk memperkuat pencalonannya.

Rudy Mas’ud (Harum) adalah bagian dari keluarga besar Bani Mas’ud yang saat ini “menguasai” peta politik di daerah ini. Saudaranya, Hasanuddin Mas’ud (Hamas) sekarang adalah ketua Golkar Kukar yang menduduki kursi ketua DPRD Kaltim. Lalu Rahmad Mas’ud (RM), wali Kota Balikpapan yang juga ketua Golkar Balikpapan. Satu lagi adiknya, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) sempat menjadi bupati PPU sebelum tersandung kasus hukum.

Yang belum terdengar suara dari PDIP Kaltim. Tempo hari PDIP akan menyodorkan kembali ketua DPD-nya Safaruddin sebagai cagub Kaltim 2024. Pada Pilgub 2018, Safaruddin berpasangan dengan Rusmadi Wongso tampil sebagai salah satu dari 4 pasangan cagub. Hasilnya mereka di urutan kedua, kalah dari Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Safaruddin adalah mantan kapolda Kaltim, yang sekarang duduk sebagai anggota DPR RI. Sama dengan Rudy Mas’ud, dia terpilih kembali ke Senayan pada Pileg 2024 ini. Mereka sama-sama duduk di Komisi 3 yang membidangi hukum, hak asasi manusia (HAM) dan keamanan.

Tokoh kelahiran Kampiri, Wajo, Sulsel, 10 Februari 1960 ini pernah berujar, secara pribadi dia lebih nyaman menjadi anggota DPR RI. “Tapi kalau partai memberikan penugasan yang lain, tentunya saya harus patuh,” begitu kata Safaruddin.

Ada yang bilang PDIP punya cadangan. Jika Safaruddin tidak jadi, ada kemungkinan Edi Damansyah yang disorong. Edi saat  ini bupati Kukar, yang juga ketua DPC PDIP. Pada Pileg  2024 ini, PDIP Kukar meraup suara terbanyak dengan memperoleh 18 kursi. Saya sering lihat baliho Edi sebagai bupati Kukar terpasang sampai ke Balikpapan. Mungkin mulai sosialisasi.

Cuma dalam Pilgub 2024, PDIP tidak bisa lagi mengusung sendiri seperti Golkar dan Gerindra. Hasil Pileg Kaltim 2024, PDIP hanya meraih 8 kursi, jadi kurang dari batas persyaratan. Kalaulah akhirnya memutuskan maju, maka harus berkoalisi dengan partai lain. Karena harus mencari 3 kursi lagi.

Apakah masih ada kemungkinan nama cagub yang lain? Rasanya sudah kecil nama baru akan  muncul. Ketua Gerindra Kaltim Andi Harun, yang saat ini menjadi wali Kota Samarinda mengisyaratkan tidak akan maju.  Dia lebih fokus untuk kembali berkompetisi di Pilwali Samarinda sebagai petahana.

PKB yang membuat kejutan dengan menggaet 6 kursi di DPRD Kaltim kabarnya ingin ikut berkompetisi. Menurut Ketua PKB Kaltim, Syafruddin, ada 3 kader PKB yang mereka gadang-gadang. Yaitu Wali Kota Bontang Basri Rase, Bupati Paser Fahmi Fadli, dan legislator Kaltim Sutomo Jabir.

BURSA CAWAGUB

Sementara itu bursa calon wakil gubernur (cawagub) juga mulai ramai dibicarakan. Baru Isran yang sudah jelas calon wakilnya. Isran mengisyaratkan tetap berpasangan dengan Hadi Mulyadi, yang sekarang menjadi ketua DPD Partai Gelora Kaltim.

Mahyudin belum pernah bicara soal wakilnya. Mungkin lihat perkembangan.  Begitu juga Rudy Mas’ud. Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Kaltim, H Hendra mengatakan, pihaknya masih melakukan seleksi dan pemantauan untuk mencari figur cawagub yang tepat. “Tentunya yang bisa menambah kekuatan untuk memenangi Pilgub,” jelasnya.

Dari partai dan DPRD, sepertinya ada beberapa nama yang bisa diusung. Gerindra punya dua nama yang mungkin diajukan, yaitu Seno Aji yang sekarang wakil ketua DPRD Kaltim dan Makmur HAPK, yang pernah menjadi ketua DPRD Kaltim melalui Golkar.

Ketua DPD PKB Kaltim Syafruddin juga perlu diperhitungkan. Dia anggota DPRD Kaltim, yang pada Pileg 2024 membuat kejutan karena berhasil lolos ke DPR RI. Jika tidak Syafruddin, bisa jadi ketiga nama tadi juga bisa disodorkan ke kursi wagub. Ketua DPW PAN Kaltim Sigit Wibowo, yang bertahan di DPRD Kaltim ada juga disebut-sebut.

Di luar nama itu, juga beredar beberapa nama lain. Di antaranya mantan rektor Unmul Prof Masjaya. Tempo hari juga mencuat nama mantan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi. Tapi Dendi sekarang sepertinya fokus pada Pilbup Kukar.

Menarik juga nama saya disebut-sebut. Dalam beberapa kali poling nama saya dicantumkan sebagai salah satu kandidat, baik sebagai cagub atau cawagub. Saya berada di papan tengah. Ketika ditanya wartawan, saya bilang saya tahu diri karena tak punya logistik yang cukup. Jadi ikut air mengalir dan suratan nasib saja. (*)