Beranda blog Halaman 162

Lagi-Lagi Kehamilan Anak di Bontang | MEDIA KALTIM

0
dr. Fakhruzzabadi, M.Kes., Sp. OG atau Dokter Badi saat membagikan kisah kehamilan anak yang ditanganinya di Bontang.

BEBERAPA waktu lalu saya menulis cerita Dokter Badi tentang meningkatnya kasus kehamilan anak yang ditemuinya dalam praktik sehari-hari.

Kamis (18/6/2026) sore, saya kembali menerima kiriman link video dari akun Instagramnya melalui WhatsApp.

Kali ini ia bercerita tentang seorang remaja perempuan yang datang bersama ibunya ke ruang praktik.

Awalnya Dokter Badi mengira perempuan tua yang datang itu adalah pasiennya. Namun ternyata bukan.

“Anak saya, Dok,” kata ibu tersebut.

Tak lama kemudian masuklah anak perempuannya ke ruang pemeriksaan.

Remaja itu langsung berbaring untuk menjalani USG.

Di balik stagen yang dililit sangat kencang di bagian perutnya, terlihat ukuran perut yang tidak biasa.

Pemeriksaan kemudian dilakukan.

Remaja tersebut ternyata sedang hamil.

Usia kehamilannya sudah 26 minggu atau lebih dari enam bulan.

Saat pemeriksaan berlangsung, sang ibu ikut melihat monitor USG.

Di layar terlihat janin yang bergerak-gerak di dalam kandungan.

Sang ibu tampak syok.

Ia hanya sempat berkata pelan.

“Ya Allah nak, kamu hamil.”

Tidak lama kemudian ia pingsan.

Pemeriksaan pun dihentikan sementara. Sang ibu dibawa ke IGD untuk mendapatkan pertolongan.

Dokter Badi meminta remaja tersebut kembali lagi bersama anggota keluarga lainnya.

Sekitar setengah jam kemudian ia datang bersama ayahnya.

Ayah itu sudah berusia lanjut. Rambutnya memutih. Matanya merah.

Dokter Badi mengaku semula mengira sang ayah akan marah besar setelah mengetahui kondisi anaknya.

Apalagi usia kehamilan sudah lebih dari enam bulan.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Setelah mendengar penjelasan dokter, ayah itu berdiri dan mendekati anaknya.

Tidak ada bentakan.

Tidak ada makian.

Tidak ada amarah.

Ia hanya mengusap punggung anaknya perlahan.

Kemudian memeluknya erat.

Sambil menangis.

“Nak, bapak salah didik apa ke kamu?”

Kalimat itu diucapkannya berulang kali.

Anaknya menangis.

Orang-orang yang berada di ruangan ikut terdiam.

Bahkan Dokter Badi mengaku nyaris tidak mampu menahan air mata.

Seorang ibu yang pingsan karena syok.

Seorang ayah yang tidak sanggup memarahi anaknya.

Dan seorang anak yang mungkin baru menyadari betapa besar luka yang dirasakan kedua orang tuanya.

Di akhir videonya, Dokter Badi tidak hanya berpesan kepada para orang tua.

Ia juga menyampaikan pesan kepada anak-anak yang masih sekolah.

Menurutnya, kehamilan anak bukan hanya berdampak pada anak itu sendiri. Orang tua juga ikut menanggung akibatnya.

“Kalau kamu hamil, kamu bukan hanya merusak masa depanmu sendiri. Kamu juga menyakiti hati orang tuamu,” ujarnya.

Dokter Badi berharap kasus-kasus kehamilan anak yang masih sering ditemuinya bisa terus berkurang.

Karena tidak ada ayah yang ingin menangis seperti ayah dalam cerita tersebut.

Dan tidak ada ibu yang ingin mengetahui anaknya hamil dari layar USG. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Dewan Dorong Keunggulan Maritim Jadi Magnet Gaet Investor

0
Foto: Anggota DPRD Kota Bontang, Winardi saat ditemui usai Rapat Paripurna. (ist). 

BONTANG – Potensi sektor maritim dan dukungan logistik industri harus didorong jadi fokus utama dalam penyusunan peta potensi investasi daerah, yang tengah dibahas melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanaman Modal. Lantaran 2 sektor itu dinilai menjadi modal utama Kota Bontang dalam menarik investasi.

Winardi, Anggota DPRD Bontang menilai, masuknya sejumlah investasi besar ke Bontang selama ini tidak lepas dari keberadaan pelabuhannya, serta akses logistik laut yang strategis. Kondisi tersebut menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki semua daerah.

Menurutnya, pemerintah perlu memaksimalkan promosi terhadap keunggulan yang memang menjadi kekuatan daerah, agar mampu bersaing dalam menarik minat investor.

“Keunggulan yang memang kita miliki harus dijual. Salah satunya adalah sektor maritim dan dukungan logistik industri yang selama ini, menjadi daya tarik investor masuk ke Bontang,” ujarnya.

Winardi menekankan bahwa, strategi promosi investasi harus berbasis pada potensi riil yang dimiliki daerah. Dengan begitu, investor akan mendapatkan gambaran yang jelas, mengenai peluang usaha dan keuntungan yang bisa diperoleh di Bontang. (Al/Adv)

Editor: Yusva Alam

Nursalam Pertanyakan Anggaran Promosi Investasi, Minta Jangan Hanya Fokus Penyusunan Regulasi Penanaman Modal

0
Foto: Anggota DPRD Bontang, Nursalam saat menghadiri rapat bersama para OPD. (Ist). 

BONTANG – Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam meminta pemerintah daerah tak hanya fokus penyusunan regulasi penanaman modal, tapi juga memperhatikan kesiapan mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan promosi investasi.

Nursalam menjelaskan, berbagai kegiatan promosi investasi membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai, mulai dari penyelenggaraan forum investasi, publikasi potensi daerah, hingga kegiatan promosi yang menyasar investor di tingkat nasional maupun internasional.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penyusunan regulasi, tetapi juga memastikan kesiapan anggaran sebagai instrumen pendukung, agar implementasi perda nantinya dapat berjalan efektif.

“Tanpa dukungan pendanaan yang jelas, berbagai program promosi yang telah dirancang berpotensi sulit direalisasikan. Akibatnya, tujuan utama meningkatkan investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, bisa saja tidak tercapai secara optimal,” jelasnya.

Nursalam berharap, pembahasan regulasi penanaman modal turut dibarengi dengan perencanaan anggaran yang matang. Sehingga ketika perda mulai berlaku, seluruh program pendukung sudah siap dijalankan.

“Jangan sampai regulasinya sudah ada, tetapi pelaksanaannya terkendala karena anggaran belum dipersiapkan. Ini harus dipikirkan sejak sekarang,” tutupnya. (al/Adv)

Editor: Yusva Alam

Tanggapi Aksi Perusakan Fasilitas Umum, Ketua DPRD Bontang Minta Warga Jaga Bersama Sapras Kota

0
Foto: Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat diwawancarai di Ruang Rapat Paripurna. (ist). 

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengajak masyarakat menjaga sarana dan prasarana yang telah dibangun pemerintah demi kenyamanan bersama. Hal itu menanggapi viralnya video perusakan fasilitas publik di Kota Bontang beberapa waktu lalu.

Menurut Andi Faiz, di tengah berbagai tantangan pembangunan, pemerintah tetap berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat dinikmati seluruh warga, termasuk ruang-ruang publik yang dibangun untuk menunjang aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

“Kita lagi di situasi yang sulit tapi kita tetap membangun fasilitas yang seharusnya dinikmati untuk duduk bersantai. Sangat disayangkan apabila ada fasilitas yang dirusak,” ungkapnya, Senin (15/6/2026).

Ia menilai tindakan perusakan fasilitas umum, tidak hanya merugikan pemerintah dari sisi anggaran perbaikan saja, akan tetapi juga mengurangi kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Maka dirinya berharap, masyarakat dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang telah tersedia. Dengan demikian, keberadaan taman, tempat duduk, ruang terbuka, dan berbagai sarana umum lainnya, dapat terus dinikmati dalam kondisi baik oleh seluruh warga. (Al/Adv)

Editor: Yusva Alam

Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Tetap Dilanjutkan

0
Peserta aksi membawa berbagai pesan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Timur menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta pemerintah mengusut tuntas berbagai kasus korupsi.

Koordinator aksi, Edi Marzuki, mengatakan ada dua tuntutan utama yang dibawa massa dalam demonstrasi tersebut.

“Tujuan utamanya adalah lanjutkan MBG (Makan Bergizi Gratis). Yang kedua, tangkap koruptor. Itu tuntutan utama,” kata Edi kepada wartawan.

Di tengah munculnya sejumlah aksi mahasiswa yang menuntut penghentian MBG, massa justru menilai program tersebut harus tetap dijalankan karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurut Edi, MBG telah membuka peluang kerja bagi banyak warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kehadiran program tersebut dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Ada anak-anak yang putus sekolah sudah tiga tahun yang lalu, mau melamar ke PT tidak diterima, tapi dengan datangnya MBG kami bisa bekerja,” ujarnya.

Selain membuka lapangan pekerjaan, manfaat program tersebut juga dinilai dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia.

“Siapa lagi yang memberikan susu untuk lansia? Enggak ada, baru ini,” katanya.

Edi juga menanggapi kritik yang menyebut MBG sebagai bentuk pemborosan anggaran negara. Menurutnya, pemerintah tentu telah melakukan berbagai perhitungan sebelum menjalankan program tersebut.

“Kalau bahasa menghambur-hamburkan uang, ini bahasa orang yang tidak suka. Bukannya sebelumnya Bapak sudah kalkulasikan hal itu? Apakah Bapak kalau memang tidak ada uang mau bikin program seperti ini? Jawabannya tidak. Ini sudah dihitung sedemikian rupa sehingga timbullah program seperti ini,” tuturnya.

Meski mendukung penuh keberlanjutan MBG, massa mengakui pelaksanaan program tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan. Karena itu, mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap sistem maupun pelaksanaannya di lapangan.

“Untuk MBG yang masih kurang, karena tidak ada yang sempurna, kita meminta kepada Bapak untuk menyempurnakan,” kata Edi.

Ia menambahkan, upaya perbaikan tersebut harus dibarengi dengan langkah tegas dalam memberantas praktik korupsi, termasuk dugaan penyimpangan yang terjadi dalam program MBG.

Melalui aksi tersebut, massa berharap pemerintah tetap melanjutkan program MBG sambil memperkuat pengawasan dan tata kelolanya.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas seluruh pelaku korupsi agar manfaat program pemerintah benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S.

Lima Pejabat Polres Paser Berganti dalam Sertijab yang Dipimpin Kapolres

0
Upacara serah terima jabatan lima pejabat utama dan kapolsek di lingkungan Polres Paser yang dipimpin Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo. (Istimewa)

PASER – Kepolisian Resor (Polres) Paser melakukan rotasi lima pejabat utama dan kepala kepolisian sektor sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pengembangan karier, serta peningkatan kinerja personel.

Rotasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo di halaman Markas Komando Polres Paser, Rabu (17/6/2026).

Lima jabatan yang mengalami pergantian yakni Kepala Bagian Logistik (Kabag Log), Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba), Kapolsek Kuaro, Kapolsek Batu Engau, dan Kapolsek Long Kali.

Usai pelaksanaan sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara sertijab, serta pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab antara lain AKP Hermawan yang kini menjabat Kapolsek Kuaro setelah sebelumnya bertugas sebagai Kabag Log Polres Paser.

Selanjutnya, AKP Suradi yang sebelumnya menjabat Kasat Narkoba dipercaya mengemban tugas sebagai Kabag Log Polres Paser.

AKP Hadi Purwanto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Batu Engau kini dipercaya sebagai Kasat Narkoba Polres Paser. Sementara posisi Kapolsek Batu Engau diisi oleh AKP Yudhi Ismanto.

Kemudian, AKP Andi Kasman resmi menjabat sebagai Kapolsek Long Kali menggantikan pejabat sebelumnya sesuai keputusan mutasi yang berlaku.

Dalam amanatnya, Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam tubuh Polri sebagai bentuk penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajar, sebagai bentuk promosi, regenerasi, dan pengembangan organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Kapolres juga berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar senantiasa menjaga konsistensi, loyalitas, dan profesionalisme di manapun bertugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selamat bertugas kepada pejabat yang baru dilantik dalam mengemban amanah di tempat tugas masing-masing,” pungkasnya.

Pewarta: Nash
Editor: Agus S.

Media Kaltim Network Sampaikan Agenda HUT ke-6 kepada Wakil Gubernur

0
Jajaran Media Kaltim Network saat audiensi dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, di Samarinda. (Nuzul/Media Kaltim)

SAMARINDA – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6, jajaran Media Kaltim Network (MKN) melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, manajemen Media Kaltim Network menyampaikan agenda HUT ke-6 yang akan digelar pada 14 Juli 2026 mendatang.

CEO Media Kaltim Network, Agus Susanto, menjelaskan saat ini jaringan Media Kaltim telah hadir di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dengan dukungan lebih dari 50 karyawan.

“Media Kaltim bekerja dengan konsep jaringan. Saat ini kami telah hadir di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Kami terus berupaya menjaga kualitas pemberitaan dan menjalankan tugas jurnalistik sesuai kode etik,” ujarnya.

Agus juga menyampaikan HUT ke-6 tahun ini mengusung tema “CONSIXTEN” yang menggambarkan konsistensi Media Kaltim Network dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

Selain malam puncak perayaan, rangkaian kegiatan juga akan diisi turnamen futsal yang melibatkan sejumlah instansi dan mitra strategis.

Pada kesempatan itu, Agus turut mengundang Wakil Gubernur Kalimantan Timur untuk menghadiri puncak perayaan HUT Media Kaltim Network yang akan digelar di Harris Hotel Samarinda pada 14 Juli 2026.

Menanggapi hal tersebut, Seno Aji mengapresiasi perkembangan Media Kaltim Network yang terus tumbuh dan memperluas jaringan pemberitaannya di Kalimantan Timur.

“Saya mengapresiasi perjalanan Media Kaltim Network yang telah memasuki usia enam tahun. Semoga terus berkembang dan menjadi media yang profesional serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata Seno Aji.

Ia juga menyatakan siap mendukung kelancaran kegiatan tersebut dan berupaya hadir pada malam puncak perayaan.

Audiensi turut dihadiri Direktur Radar Media Adhi Abdian, jurnalis Media Kaltim Hanafi, serta tim multimedia Media Kaltim Nuzul Saputra.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Libur Sekolah Dimanfaatkan Audit Total Dapur MBG, SPPG Tak Layak Akan Ditutup

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn18juni2026/mobile/

Lima Tahun Menunggu, Sengketa Batas Kutim-Berau Masih Menggantung

0
Foto: Ilustrasi sengketa batas wilayah antara Kutai Timur dan Berau yang hingga kini belum memperoleh keputusan final dari pemerintah pusat. (AI)

SANGATTA – Sengketa batas wilayah antara Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kabupaten Berau hingga kini belum memperoleh keputusan final dari pemerintah pusat. Padahal usulan penetapan batas wilayah telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sejak 2021.

Pemerintah Kabupaten Kutim khawatir ketidakjelasan batas administrasi tersebut dapat kembali memicu konflik di kawasan perbatasan. Meski situasi saat ini relatif kondusif, potensi gesekan antarwarga dinilai masih ada.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim, Trisno, mengatakan proses penetapan batas saat ini sepenuhnya berada di tangan Kemendagri.

“Belum ada kejelasan. Bola sekarang ada di Kemendagri. Saya rasa upaya di tingkat bawah tidak akan menyelesaikan persoalan karena perbedaannya sangat mendasar,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Trisno, konflik yang sebelumnya sempat mencuat memang sudah mereda. Namun persoalan di lapangan belum sepenuhnya selesai.

“Konflik antar masyarakat memang reda, tetapi masih seperti api dalam sekam. Karena itu perlu ada tim terpadu untuk mengantisipasi dampaknya,” katanya.

Pemkab Kutim sebelumnya mengusulkan pembentukan tim kolaboratif yang melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemkab Kutim, dan Pemkab Berau. Tim tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas wilayah sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan bagi masyarakat perbatasan.

Namun hingga kini usulan tersebut belum terealisasi. Penanganan persoalan masih mengacu pada mekanisme yang dikoordinasikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Trisno berharap Pemprov Kaltim dapat mendorong percepatan penyelesaian batas wilayah di tingkat Kemendagri. Menurutnya, semakin lama keputusan tertunda, semakin besar pula potensi munculnya persoalan baru di lapangan.

Ia menegaskan ada dua hal yang harus menjadi perhatian selama batas wilayah belum ditetapkan, yakni pelayanan publik dan menjaga ketenteraman masyarakat.

“Yang pertama memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan publik. Yang kedua menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan,” tegasnya.

Menurut Trisno, proses pembahasan batas wilayah sebenarnya sudah berlangsung sangat panjang, mulai 2005 hingga 2020. Berbagai tahapan telah dilakukan di tingkat kabupaten maupun provinsi, namun belum menghasilkan kesepakatan sehingga penyelesaiannya diserahkan kepada pemerintah pusat.

“Kajian yang dilakukan sudah cukup komprehensif. Tidak ada lagi data baru di lapangan yang bisa menjadi dasar kesepakatan di luar mekanisme regulasi yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan yang kerap memicu ketegangan di lapangan umumnya berkaitan dengan penguasaan dan pengelolaan lahan. Masing-masing pihak menggunakan versi batas wilayah yang berbeda sebagai dasar klaim.

Padahal, menurutnya, hak atas tanah tidak ditentukan semata-mata oleh batas administrasi wilayah, tetapi harus dibuktikan melalui dokumen dan dasar hukum yang sah.

Sebagai informasi, ketegangan sempat terjadi di kawasan perbatasan Dusun Melawai, Kutai Timur, dan Desa Biatan Ilir, Kabupaten Berau, pada Maret lalu. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sengketa batas wilayah yang belum tuntas masih menyimpan potensi konflik di tengah masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Defisit Mengintai, Kaltim Diminta Hemat Rp2 Triliun

0
Anggota Banggar DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V. Zahry, usai mengikuti rapat pembahasan anggaran di DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Ancaman defisit APBD Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2026 mendorong pemerintah daerah dan DPRD mencari berbagai langkah penghematan. Salah satu opsi yang kini dibahas adalah efisiensi belanja hingga Rp2 triliun.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry, mengatakan kebutuhan efisiensi tersebut disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat bersama DPRD Kaltim.

“Kita mendapat informasi bahwa pemerintah daerah perlu melakukan efisiensi kurang lebih Rp2 triliun. Saat ini TAPD sedang menggodok langkah-langkahnya,” kata Sarkowi.

Menurutnya, rasionalisasi anggaran menjadi langkah yang tidak bisa dihindari di tengah tekanan fiskal daerah. Namun seluruh proses harus tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“TAPD sedang menyusun skemanya. Kami mengingatkan agar setiap pergeseran anggaran dilakukan sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya.

Selain efisiensi belanja, Banggar DPRD Kaltim juga meminta Pemprov terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait dana transfer yang hingga kini belum memiliki kepastian.

Sarkowi mengatakan informasi yang diterimanya menunjukkan sebagian dana transfer berpotensi tidak direalisasikan tahun ini.

“Kalau itu terjadi tentu akan makin memberatkan kondisi keuangan daerah,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Sarkowi juga mengusulkan pola kerja ASN yang lebih fleksibel untuk menekan biaya operasional kantor.

Ia menilai pengeluaran listrik, bahan bakar, dan penggunaan pendingin ruangan cukup besar sehingga perlu dicari alternatif penghematan.

“Saya mengusulkan agar dihitung kemungkinan ASN bekerja tiga hari di kantor dalam satu minggu. Potensi penghematannya disebut bisa mencapai ratusan miliar rupiah,” ujarnya.

Menurut Sarkowi, usulan tersebut perlu dikaji lebih lanjut agar diketahui dampak dan efektivitasnya terhadap pelayanan publik.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S.