Beranda blog Halaman 161

Legislatif Ini Usulkan Pemkot Dilibatkan Dalam Penetapan Pangkalan Elpiji, Begini Alasannya

0
Foto: Anggota DPRD Bontang, Winardi saat ditemui usai pertemuan rapat bersama. (ist). 

BONTANG – Pemerintah daerah perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembentukan dan penetapan pangkalan LPG, agar pengawasan terhadap distribusi gas melon dapat berjalan lebih efektif.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Bontang, Winardi menanggapi persoalan distribusi elpiji di Kota Bontang yang kerap mengalami kelangkaan.

Menurut Winardi, selama ini ruang pemerintah daerah dalam mengawasi pangkalan LPG masih sangat terbatas, karena mekanisme pembentukannya lebih banyak ditentukan oleh agen dan Pertamina. Akibatnya, pemerintah kesulitan melakukan pembinaan maupun evaluasi, terhadap pangkalan yang beroperasi di lapangan.

Ia menilai kondisi tersebut perlu dibenahi, agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam melakukan pengawasan terhadap penyaluran LPG bersubsidi kepada masyarakat. Terlebih lagi, pemerintah daerah seharusnya ikut memberikan pertimbangan, sebelum sebuah pangkalan ditetapkan.

“Dengan begitu ada dasar yang jelas, untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas distribusi di lapangan itu ada dan nyata,” ujar Winardi, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah sejak awal proses penetapan pangkalan, akan membantu menciptakan sistem distribusi yang lebih tertata dan akuntabel. Selain itu, pemerintah dapat lebih mudah melakukan evaluasi, apabila ditemukan pelanggaran atau penyimpangan dalam penyaluran LPG. (al/Adv).

Editor: Yusva Alam

Groundbreaking SCCC, Otorita-Korea Selatan Bangun Pusat Kota Cerdas Rp115,94 Miliar di IKN

0
Senilai 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp115,94 miliar, Pemerintah Korea Selatan jalin kerja sama dengan Otorita IKN melalui proyek hibah dalam groundbreaking SCCC di KIPP Nusantara, pada Kamis (18/6/2026).

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan melaksanakan groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC) dengan total nilai hibah kerja sama mencapai 9,9 miliar KRW atau sekitar Rp115,94 miliar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026), di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Delegasi Korea Selatan yang hadir terdiri atas unsur Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), International Contractors Association of Korea (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium, Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), serta Site Planning.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut delegasi dari Pemerintah Korea Selatan itu sekaligus menyampaikan kondisi lokasi yang strategis bagi pembangunan SCCC ini sebagai penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas di Nusantara.

“Selamat datang delegasi dari Korea Selatan, Di lokasi ini (pembangunan SCCC) nantinya sangat strategis dan semoga dengan ini, kita akan terus melanjutkan kerja sama ke depan. Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dari Bapak Ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan,” ujarnya.

Dari total nilai kerja sama tersebut, komponen pembangunan gedung SCCC memiliki nilai 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar. Bangunan seluas sekitar 1.098 meter persegi ini direncanakan terdiri atas dua lantai, dengan lantai pertama untuk control room dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua untuk area pameran serta AI &  Robotics Lab. Area luar bangunan akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas.

Selain pembangunan gedung, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT, serta Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul. Komponen tersebut diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, jejaring akademik, dan kerja sama Indonesia–Korea di bidang smart city.

Senada dengan hal tersebut, Director MoLIT, Choi Jung-won, menyampaikan, SCCC diharapkan menjadi ruang kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas.

“NCCC ini adalah awal mula dari perwujudan perusahaan untuk mewujudkan smart city dari hasil kolaborasi antara Indonesia dan Korea. Seperti halnya di Korea, Korea juga membangun sebuah kota baru yang menjadikannya sebagai sebuah kota pintar, yaitu Sejong. Maka dari itu, Nusantara dapat memiliki kesempatan tersebut juga, melalui kolaborasi teknologi smart city yang kita miliki. Saya berharap NCCC ini dapat berjalan serta menjadi momentum perkembangan kerja sama ke depan antara Korea dan Indonesia,” ujar Choi Jung-won.

Otorita IKN berharap SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, laboratorium digital dan lingkungan, termasuk bagi ekosistem pendidikan di delineasi IKN, ruang demonstrasi solusi kota cerdas, serta wadah pengembangan ekosistem teknologi di Nusantara. Pembangunan gedung SCCC ini berlangsung selama sepuluh bulan serta ditargetkan selesai pada akhir 2027. (ADV)

Penulis: Humas Otorita IKN

KDM Siapkan Modal dan Lapangan Kerja bagi Pedagang Terdampak Penertiban Puncak

0
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Ricky Prayoga

JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pedagang yang terdampak penertiban di Rest Area Seger Alam, Puncak Pass, Cipanas, Kabupaten Cianjur menyiapkan skema kompensasi berupa bantuan modal usaha sampai Rp10 juta, hingga peluang kerja baru di sektor formal dan kebersihan.

Sebagai langkah awal, Pemprov Jabar menyalurkan bantuan modal usaha dan biaya sehari-hari agar para pedagang dapat langsung memutar kembali roda perekonomian mereka pasca-penertiban.

“Ya tahap pertama kita hari ini kan selesaikan dulu aja memberikan kompensasi untuk mereka untuk biaya hidup. Dan untuk modal usaha baru,” ujar Dedi di Gedung Pakuan, Bandung, Kamis (18/6/2026).

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menilai, stimulus permodalan yang diberikan sudah sangat memadai untuk merintis bisnis baru dari nol, asalkan dikelola dengan manajemen yang tepat.

“Jadi kalau ngomong Rp10 juta, kecil. Bagi mereka yang pintar usaha, itu bisa berkembang menjadi besar,” kata Dedi.

Lebih lanjut, Pemprov Jabar juga merancang solusi jangka panjang agar warga terdampak memiliki penghasilan tetap.

Salah satu opsi konkret yang ditawarkan adalah penyerapan tenaga kerja di bidang kebersihan jalan, mengingat kebutuhan sektor ini masih sangat tinggi di berbagai ruas jalan strategis.

“Kita yang jelas, kita memerlukan tenaga kerja kebersihan, jalan. Karena di ruas jalan itu diperlukan dan nanti yang bersedia bisa menjadi tenaga kerja kebersihan jalan,” ujarnya.

Guna memastikan efektivitas program, Pemprov Jabar akan melakukan pemetaan berkala terhadap kondisi dan profil para pedagang untuk disesuaikan dengan lowongan kerja yang tersedia.

Khusus bagi para pedagang atau keluarganya yang berusia produktif di bawah 30 tahun, Dedi menyebut telah menyiapkan jembatan karir ke industri manufaktur melalui program pelatihan intensif.

“Nanti kita juga banyak ruang-ruang pekerjaan yang bisa kita latih. Kita arahkan kalau usianya di bawah 30, sektor garmen masih terbuka. Nanti kita bisa latih mereka,” tutur Dedi. (ANT/KN)

Dasco Pastikan DPR Akan Temui Mahasiswa yang Berunjuk Rasa

0
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memberi keterangan di kompleks parlemen, Jakarta. ANTARA/HO-DPR/aa.

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut pimpinan DPR berencana untuk menerima mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat (19/6).

“ Besok (hari ini, red) memang ada rencana diterima oleh pimpinan DPR, kok,” katanya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kendati demikian, Dasco tidak memerinci rencana itu lebih lanjut. “Besok ada rencana begitu,” ucapnya singkat.

Diketahui, mahasiswa dari berbagai kampus melakukan aksi unjuk rasa dalam sepekan terakhir. Aliansi mahasiswa menyampaikan pendapat mereka atas kondisi ekonomi belakangan ini.

Adapun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menemui perwakilan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta dan menerimanya di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (15/6) sore.

Sebanyak 15 orang perwakilan beranjak dari lokasi unjuk rasa menuju Istana Wapres di Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sekitar pukul 17.00 WIB.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menyampaikan pertemuan Wapres Gibran dengan mahasiswa membahas isu-isu di daerah hingga nasional dan akan menjadi bahan pertimbangan.

“Tentu pada batas-batas kewenangan sesuai peraturan perundang-undangan. Pada prinsipnya karena kita adalah negara yang basisnya demokrasi, kemudian landasan hukum, maka hal-hal seperti itu beliau sangat menghargai,” kata Al saat memberikan keterangan pers. (ANT/KN)

Eksekusi Eks Hotel Sultan Ricuh, Polisi Semprot Massa dengan Water Canon

0
Petugas mengerahkan mobil water canon untuk menghalau pendemo yang menolak eksekusi eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (ANTARA/Fathur Rochman).

JAKARTA – Pelaksanaan eksekusi pengosongan bangunan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026) sempat berlangsung ricuh sehingga petugas mengerahkan mobil penyemprot air bertekanan tinggi (water canon) untuk membubarkan pendemo yang menolak proses eksekusi.

Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi, kericuhan terjadi setelah panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan putusan eksekusi pengosongan.

Sejumlah pendemo yang mengatasnamakan karyawan eks Hotel Sultan dan masyarakat pribumi melakukan aksi penolakan terhadap pelaksanaan eksekusi tersebut.

Situasi mulai memanas ketika sejumlah massa yang berada di dalam area bangunan eks Hotel Sultan mulai melempari petugas dengan botol dan batu.

Aksi tersebut memicu ketegangan antara pendemo dan aparat yang berjaga di lokasi. Sejumlah massa dan petugas saling dorong di tengah upaya pengamanan pelaksanaan eksekusi.

Ketika kondisi semakin tidak kondusif, petugas kemudian mengerahkan mobil water canon untuk menghalau massa yang bertahan di lokasi.

Massa akhirnya dipukul mundur setelah penyemprotan air dilakukan oleh petugas.

Hingga berita ini ditulis, situasi di sekitar lokasi mulai berangsur kondusif. Sejumlah pendemo tampak diamankan oleh petugas keamanan dan dimasukkan ke dalam kendaraan tahanan polisi.

Eksekusi Blok 15 eks Hotel Sultan pada Kamis merupakan pelaksanaan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst dan Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 1/Pdt.Eks/2026/PN.Jkt.Pst atas tanah dan bangunan eks Hotel Sultan yang berada di kawasan HPL. Nomor 4/Gelora, aset negara di bawah Kementerian Sekretariat Negara cq PPKGBK.

Tanah tersebut telah dibebaskan dan diganti rugi pemerintah sejak 1959-1962 untuk pelaksanaan Asian Games IV, dan pemerintah disebut tidak pernah menjual, melepaskan, atau mengalihkan hak atas tanah tersebut kepada PT Indobuildco.
PT Indobuildco pernah memegang HGB di atas tanah HPL negara, namun HGB tersebut bukan hak milik dan jangka waktunya telah berakhir.

Sementara itu, pelaksanaan eksekusi di lapangan dipimpin oleh panitera/jurusita pengadilan, dengan dukungan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), unsur pemerintah, kuasa hukum, dan aparat keamanan.

Situasi di lokasi terpantau memanas lantaran adanya demonstrasi penolakan eksekusi eks Hotel Sultan yang mengatasnamakan karyawan dan rakyat pribumi.

Pihak kepolisian dan keamanan kawasan GBK nampak terus berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.  (ANT/KN)

Kemdiktisaintek Catat 3.128 Mahasiswa Disabilitas, Kampus Didorong Perkuat ULD

0
Para narasumber dalam kegiatan diskusi Ngopi Bareng Media bertajuk “Pendidikan Inklusif: Memperkuat Unit Layanan Disabilitas Perguruan Tinggi untuk Kampus Berdampak” di Gedung Kemdiktisaintek, Kamis (18/6/2026). (Foto: Nicha/ Media Kaltim)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan pendidikan tinggi inklusif dengan memperluas akses dan layanan bagi penyandang disabilitas di perguruan tinggi.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, mengatakan pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menjamin setiap individu memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, mental, maupun sensorik.

“Pendidikan inklusif memberi kesempatan kepada semua pihak, termasuk penyandang disabilitas, untuk mendapatkan akses pendidikan yang sama dan setara,” ujar Beny dalam kegiatan Ngopi Bareng Media di Gedung Kemdiktisaintek , Kamis (18/6/2026).

Menurut Beny, penyandang disabilitas membutuhkan pengakuan, kesempatan yang setara, serta dukungan sistem dan lingkungan agar dapat berkembang secara mandiri. Karena itu, perguruan tinggi didorong tidak hanya membuka akses penerimaan mahasiswa disabilitas, tetapi juga menyediakan sarana dan layanan yang mendukung proses belajar mereka.

Kemdiktisaintek mencatat hingga Juni 2025 terdapat 3.128 mahasiswa disabilitas yang terdata di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan tersebar di 282 perguruan tinggi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, mahasiswa dengan disabilitas netra menjadi kelompok terbesar, disusul disabilitas rungu, fisik, gangguan emosi dan perilaku, kesulitan belajar spesifik, serta disabilitas intelektual.

Untuk mendukung layanan yang lebih baik, pemerintah mendorong pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di setiap perguruan tinggi. Melalui program bantuan yang disiapkan Kemdiktisaintek, kampus dapat memperoleh dana hingga Rp30 juta untuk pembentukan ULD dan Rp40 juta untuk penguatan layanan yang sudah ada.

“Kami ingin memberikan stimulus agar perguruan tinggi membentuk dan memperkuat Unit Layanan Disabilitas secara mandiri,” kata Beny.

Sementara itu, Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Asep Supena yang juga turut hadir di dalam acara ini menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki fondasi regulasi yang kuat untuk mendukung pendidikan inklusif, mulai dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Penyandang Disabilitas, hingga berbagai peraturan turunan yang mengatur hak dan layanan bagi penyandang disabilitas.

Meski demikian, menurutnya implementasi di lapangan masih perlu terus diperkuat.

“Secara regulasi kita sudah cukup kuat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana implementasi dan kualitas layanan itu benar-benar dirasakan oleh mahasiswa disabilitas,” ujarnya.

Asep yang pernah menjadi Koordinator Unit Layanan Disabilitas UNJ menjelaskan kampusnya telah merintis layanan bagi mahasiswa disabilitas sejak 2014, bahkan sebelum konsep ULD dikenal luas secara nasional.

UNJ juga menerapkan kebijakan kuota penerimaan mahasiswa disabilitas dengan menerima sekitar 15 hingga 30 mahasiswa setiap tahun melalui berbagai jalur seleksi.

Saat ini jumlah mahasiswa disabilitas di UNJ telah mencapai lebih dari 100 orang.

“Ketika kuota belum terpenuhi melalui jalur umum, kami buka seleksi khusus. Yang dinilai tidak hanya hasil akademik, tetapi juga motivasi dan kesiapan mereka untuk mengikuti perkuliahan,” jelasnya.

Namun, hasil penelitian yang dilakukan Asep terhadap 52 mahasiswa tunanetra dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan masih banyak kendala yang dihadapi mahasiswa disabilitas.

Hambatan tersebut meliputi keterbatasan akses bahan ajar, metode pembelajaran yang terlalu berorientasi visual, minimnya teknologi pendukung, tantangan interaksi sosial, hingga infrastruktur kampus yang belum sepenuhnya ramah disabilitas.

Karena itu, ia menegaskan keberadaan ULD tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu menghadirkan layanan yang benar-benar membantu mahasiswa disabilitas belajar secara nyaman dan setara.

 

*Dukungan Kampus Jadi Kunci*

Pentingnya layanan pendampingan juga dirasakan langsung oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana, Irzam, yang pernah mengalami gangguan kecemasan dan depresi mayor saat menjalani perkuliahan.

Ia mengaku sempat menghentikan aktivitas akademik pada semester lima. Namun dukungan dari fakultas dan program studi membuatnya tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Pihak kampus terus berkomunikasi dengan keluarga dan memberikan ruang bagi Irzam untuk menjalani pemulihan melalui cuti akademik sebelum kembali aktif kuliah.

“Dari jurusan dan dosen sangat mendukung. Mereka memberi saya waktu untuk pulih dan tetap boleh melanjutkan kuliah sesuai kemampuan saya,” tuturnya.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi Irzam untuk melakukan penelitian mengenai desain interior rumah sakit jiwa yang berhasil dipublikasikan dalam jurnal terindeks Sinta 3.

Pengalaman UNJ dan Universitas Mercu Buana menunjukkan bahwa kampus inklusif tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan penerimaan mahasiswa disabilitas semata, tetapi juga melalui layanan pendampingan yang berkelanjutan.

Pewarta/ Editor : Nicha R

China Dukung Penerbitan Panda Bond Indonesia, Menkeu Minta Perizinan Dipercepat

0
rangkaian pertemuan strategis Menkeu dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor selama kunjungan kerja di Beijing pada 17–18 Juni 2026. (Foto: Dok. Kemenkeu)

BEIJING – Menteri Keuangan (Menkeu) mengamankan dukungan kuat dari People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China terkait rencana penerbitan Panda Bond Indonesia di pasar keuangan domestik Negeri Tirai Bambu.

Dukungan tersebut diperoleh dalam rangkaian pertemuan strategis Menkeu dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor selama kunjungan kerja di Beijing pada 17–18 Juni 2026.

Menkeu mengatakan, hasil pertemuan menunjukkan tingginya kepercayaan pemerintah dan pelaku pasar China terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Menkeu di Beijing, Kamis (18/6/2026).

Salah satu hasil utama kunjungan tersebut adalah dukungan penuh Pemerintah China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia. Instrumen surat utang berdenominasi yuan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan nasional.

Menurut Menkeu, pihak Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan komitmen untuk mendukung proses penerbitan tersebut, termasuk percepatan proses perizinan.

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” katanya.

Diversifikasi Sumber Pendanaan

Menkeu menjelaskan, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan agar Indonesia tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu.

Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan penguatan kerja sama transaksi mata uang lokal antara Indonesia dan China yang selama ini terus berkembang.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan yang diberikan China mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,” kata Menkeu.

Fundamental Ekonomi Dinilai Kuat

Dalam berbagai pertemuan dengan investor dan otoritas keuangan China, Menkeu juga memaparkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid.

Menurutnya, berbagai persoalan yang sempat menjadi perhatian investor terus dibenahi pemerintah guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” ujarnya.

Menkeu menegaskan, strategi pembiayaan pemerintah tetap berlandaskan prinsip non-alignment atau tidak berpihak pada blok geopolitik tertentu. Karena itu, Indonesia terus membuka peluang kerja sama investasi dan pembiayaan dari berbagai negara.

“Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkasnya. (*/rls)

Pewarta/ Editor : Nicha R

Ajukan Justice Collaborator, Sony Sonjaya Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Kejagung

0
Foto: Sony Sanjaya saat tiba di Kejagung. (Istimewa)

JAKARTA – Kejaksaan Agung kembali memeriksa mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (18/6/2026).

Sony dibawa ke Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Jakarta, menggunakan kendaraan tahanan. Setibanya di lokasi, ia langsung memasuki ruang pemeriksaan tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Dalam kedatangannya, Sony terlihat membawa sebuah buku catatan dan pulpen. Sementara itu, kuasa hukumnya, Krisna Murti, telah lebih dahulu hadir di kompleks Kejagung untuk mendampingi proses pemeriksaan.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi menegaskan penyidik tidak semata-mata menggali informasi terkait pengajuan status justice collaborator yang diajukan Sony Sonjaya. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mengurai keseluruhan konstruksi perkara dugaan korupsi dalam tata kelola Program MBG.

“Semua materi termasuk itu (pengajuan justice collaborator),” kata Syarief.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Sony diketahui telah mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejagung melalui tim kuasa hukumnya. Permohonan itu disampaikan pada awal Juni 2026 sebagai bentuk kerja sama dalam mengungkap perkara yang sedang ditangani penyidik.

Dalam sistem peradilan pidana, justice collaborator merupakan pelaku yang bersedia bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk membantu mengungkap tindak pidana dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus yang sama.

Kuasa hukum Sony sebelumnya menyatakan pengajuan status JC dilakukan untuk mendukung pengungkapan perkara secara menyeluruh. Penyidik kini masih mendalami berbagai keterangan yang diberikan Sony, termasuk informasi yang berpotensi membuka keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi program MBG.

Kasus MBG sendiri telah menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta sebagai tersangka. Kejagung terus mengembangkan penyidikan guna menelusuri dugaan penyimpangan tata kelola program, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan dalam perkara tersebut. (Fajri/MK/KN)

Ketua Yayasan Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG

0
Foto: Kejagung tetapkan Glory Harimas Sihombing sebagai tersangka baru kasus MBG. (Foto: Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka yakni Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing yang berasal dari unsur swasta.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penetapan tersangka dilakukan usai tim penyidik memeriksa GHS sebagai saksi dalam perkara tersebut.

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi saudara GHS dan berdasarkan dua alat bukti yang ada, maka tim penyidik menetapkan saudara GHS selaku pihak swasta sebagai tersangka dalam perkara dimaksud,” kata Syarief dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Syarief menjelaskan perkara ini berawal dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas nasional pemerintah sejak Januari 2025. Program tersebut dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) dengan anggaran mencapai Rp85,27 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp268 triliun pada 2026.

Menurut penyidik, pengelolaan program seharusnya dilakukan oleh yayasan yang memenuhi persyaratan sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun dalam praktiknya, sejumlah yayasan yang memperoleh penunjukan diduga memiliki keterkaitan dengan pejabat maupun pegawai BGN.

“Yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG merupakan yayasan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN. Yayasan-yayasan tersebut tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG, namun tetap ditunjuk dengan cara melakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN,” ujar Syarief.

Dalam konstruksi perkara yang diungkap penyidik, GHS disebut diminta oleh mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana (DH), untuk mencari mitra dalam pelaksanaan program MBG. GHS kemudian diduga memperoleh akses khusus untuk mendapatkan titik-titik dapur SPPG melalui yayasan yang berada di bawah kendalinya.

Setelah memperoleh titik dapur tersebut, yayasan yang dikelola GHS diduga memperjualbelikan titik SPPG kepada pihak lain yang ingin mendirikan dapur MBG di lokasi tertentu.

“Selanjutnya setelah yayasan saudara GHS memiliki titik dapur, yayasan tersebut menjual titik dapur SPPG kepada pihak-pihak yang berkeinginan untuk mendirikan dapur di daerah lokasi titik dapur tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya itu, GHS juga disebut memperoleh akses untuk berkomunikasi langsung dengan tim verifikator yang ditunjuk oleh DH. Akses tersebut diduga digunakan untuk mengurus pengembalian status sejumlah SPPG yang sebelumnya dibatalkan agar dapat kembali aktif dalam sistem.

Penyidik juga menduga GHS memberikan sejumlah uang kepada DH dalam bentuk rupiah maupun mata uang asing. Dana tersebut diduga berasal dari mitra-mitra MBG yang meminta bantuan agar dapat lolos dan menjadi bagian dari program tersebut.

“Setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut, saudara GHS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang baik mata uang asing maupun rupiah kepada saudara DH yang diberikan secara tunai yang bersumber dari mitra-mitra MBG yang meminta bantuan kepada saudara GHS dan saudara DH agar menjadi mitra MBG,” kata Syarief.

Atas perbuatannya, GHS disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, huruf b, dan huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 20 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Saat ini GHS telah ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Dengan penetapan tersebut, jumlah tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis terus bertambah seiring pengembangan penyidikan yang dilakukan Kejagung.

Pewarta: M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Roadshow HUT Ke-6 Dimulai dari Ruang Wakil Gubernur | MEDIA KALTIM

0
Pertemuan jajaran Media Kaltim Network bersama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di ruang kerja Wakil Gubernur Kaltim. (Foto: Nuzul/Media Kaltim)

SENIN (15/6) sore saya masuk ke ruang kerja Wakil Gubernur Kaltim.

Sudah cukup lama saya tidak berada di ruangan tersebut. Sejak masih aktif menjadi wartawan lapangan, saya cukup sering datang ke Kantor Gubernur Kaltim untuk berbagai keperluan liputan. Banyak gubernur, wakil gubernur, kepala dinas, hingga pejabat yang datang dan pergi selama rentang waktu itu.

Karena itu, ketika kembali masuk ke ruang kerja Wakil Gubernur Kaltim sore itu, saya langsung melihat banyak perubahan.

Ruangan terlihat lebih terang dan tertata rapi. Di dinding utama terpajang foto Presiden Prabowo Subianto. Beberapa penghargaan dan cendera mata tersusun di rak-rak yang berada di sisi ruangan.

Sore itu saya datang bersama Direktur Radar Media Adhi Abdian, Hanafi yang bertugas meliput di lingkungan Pemprov Kaltim, serta videografer Media Kaltim Nuzul Saputra.

Kami diterima langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.

Kedatangan kami untuk menyampaikan agenda HUT ke-6 Media Kaltim Network sekaligus menyerahkan undangan kegiatan yang akan dilaksanakan pada Juli mendatang.

Juli nanti usia Media Kaltim Network genap enam tahun.

Rasanya baru kemarin Media Kaltim berdiri. Saat itu jumlah personel masih terbatas. Cakupan pemberitaan juga belum seluas sekarang. Sedikit demi sedikit jaringan dibangun hingga akhirnya hadir di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

Dalam pertemuan tersebut saya menyampaikan perkembangan Media Kaltim Network yang saat ini telah memiliki jaringan media di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim dengan dukungan lebih dari 50 karyawan.

Kami juga menyampaikan rangkaian kegiatan HUT ke-6 Media Kaltim Network.

WhatsApp Image 2026 06 19 at 07.02.44

Puncaknya adalah Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 yang akan dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di Samarinda. Kegiatan tersebut akan dihadiri kepala daerah, pimpinan perusahaan, lembaga, organisasi, dan berbagai mitra Media Kaltim Network.

Selain itu, akan digelar pula Media Kaltim Corporate Mini Soccer Invitational 2026 yang melibatkan unsur pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan komunitas.

Dalam kesempatan itu kami juga mengundang Wakil Gubernur Kaltim untuk hadir pada puncak perayaan HUT ke-6 Media Kaltim Network.

Perbincangan berlangsung santai. Saya dan Pak Seno sebenarnya lebih sering bertemu di luar kantor. Kadang saat kegiatan pemerintahan, kadang pula saat turnamen golf. Karena itu suasana diskusi sore itu terasa cukup akrab.

Obrolan kami juga menyinggung perkembangan media.

Enam tahun terakhir bukan masa yang mudah bagi industri media. Persaingan semakin ketat dan perubahan berlangsung sangat cepat. Namun bagi kami, kepercayaan pembaca tetap menjadi hal yang paling penting.

Pak Seno menyambut baik rencana kegiatan yang kami sampaikan. Ia juga mengapresiasi perkembangan Media Kaltim Network yang terus tumbuh selama enam tahun terakhir.

Dari ruang Wakil Gubernur Kaltim inilah rangkaian roadshow HUT ke-6 Media Kaltim Network kami mulai.

Masih ada sejumlah kunjungan yang akan dilakukan dalam beberapa pekan ke depan kepada kepala daerah, perusahaan, organisasi, dan berbagai mitra yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Media Kaltim Network.

Selain menyampaikan undangan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dan menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini mendukung perjalanan Media Kaltim Network.

Dan langkah pertama itu kami awali dari ruang Wakil Gubernur Kaltim.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.