Beranda blog Halaman 160

Residivis Empat Kali Dipenjara Diduga Tembak Tetangganya Sendiri

0
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam saat diwawancarai. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Aksi kekerasan yang diduga dipicu dendam lama terjadi di kawasan Gunung Malang, Jalan Wahid Hasyim, RT 09, Samarinda. Seorang pria berinisial LM diduga menembak tetangganya sendiri pada Sabtu (13/6/2026).

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, peristiwa tersebut diduga berawal dari perselisihan terkait pengelolaan lahan parkir di salah satu usaha kuliner di Jalan Wahid Hasyim.

“Motifnya diduga karena dendam lama. Pelaku sebelumnya mengelola parkir tersebut, namun saat ia menjalani hukuman penjara selama satu tahun, pengelolaan diambil alih oleh korban. Setelah pelaku bebas, muncul perselisihan pembagian hasil yang berujung cekcok,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Dalam kejadian itu, pelaku diduga melepaskan satu kali tembakan menggunakan senapan angin. Proyektil peluru dilaporkan bersarang di paha kiri korban yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi berencana melibatkan laboratorium forensik untuk memastikan jenis dan kaliber proyektil yang digunakan karena luka yang dialami korban tergolong serius.

Saat diamankan, kondisi LM juga mengalami luka cukup parah setelah sempat dikejar dan diamuk warga yang geram atas perbuatannya.

“Pelaku mengalami luka cukup parah, di antaranya luka di kepala, dugaan patah tulang lengan kiri dan kaki kanan, serta cedera rusuk. Warga memang sudah merasa kesal karena LM sering membuat keresahan di lingkungan tersebut,” jelas Kapolsek.

Diketahui, LM merupakan residivis yang telah empat kali menjalani hukuman penjara dalam kasus pengrusakan dan penganiayaan.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, pelaku diketahui datang bersama dua orang rekannya. Meski dugaan penembakan mengarah kepada LM, polisi masih memburu kedua orang tersebut untuk dimintai keterangan.

“Saat ini kedua orang tersebut masih dalam pencarian. Kami ingin mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa serta peran masing-masing,” tambahnya.

Hingga kini polisi belum menetapkan status tersangka terhadap LM. Penyidik masih menunggu kondisi pelaku dan korban membaik agar dapat dimintai keterangan secara resmi.

“Kami belum bisa mengambil keterangan dari pelaku maupun korban. Setelah kondisi keduanya memungkinkan, kami akan segera melanjutkan penyidikan dan menentukan langkah hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Otorita IKN Pangkas Rantai Distribusi Sayuran dari Petani ke Pasar

0
Daeli Otniel bersama istrinya Jenni, salah satu pedagang sekaligus memasok sendiri sayuran hijau untuk didagangkan di Pasar KIPP. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Strategi penguatan rantai pasok hasil pertanian petani lokal diterapkan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam siklus perdagangan di Pasar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Langkah tersebut bertujuan memberikan ruang pemasaran langsung bagi petani lokal di kawasan delineasi IKN maupun wilayah penyangga untuk menjual hasil hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan tanpa melalui rantai distribusi yang panjang. Selain menjaga stabilitas harga pangan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan lokal.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, mengatakan pihaknya berupaya menarik produk pertanian dari kawasan IKN dan daerah penyangga langsung ke pasar-pasar yang berada di wilayah Nusantara, seperti Pasar Segar Sepaku dan Pasar KIPP.

“Petani selama ini hanya fokus pada produksi. Kami ingin mengembangkan mental mereka sebagai petani yang juga menjadi pengusaha. Mereka langsung memasok sendiri produk-produk itu ke pasar dan memperdagangkannya,” ujarnya.

Menurut Lenggono, pola tersebut juga mampu memperpendek jalur logistik sehingga kualitas dan kesegaran produk pertanian tetap terjaga saat sampai ke tangan konsumen.

“Selama ini banyak produk pertanian dari Samboja dan Sepaku dibawa ke Balikpapan terlebih dahulu, lalu kembali lagi ke pasar-pasar di Sepaku. Rantai pasok seperti ini yang sedang kami perbaiki,” jelasnya.

Kebijakan tersebut mulai terlihat di Pasar KIPP. Di area los basah terdapat 15 tenant sayuran yang sebagian besar menjual produk hasil pertanian lokal.

Salah satunya adalah Daeli Otniel yang menjual sayuran hasil budidaya sendiri dari pekarangan rumahnya di RT 3 Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam.

“Kalau daun-daunan dan sayuran itu hasil tanaman sendiri. Kami memang bertani memanfaatkan pekarangan rumah. Sayuran yang dijual juga sudah melalui uji laboratorium,” tutur Otniel.

Karena menjual langsung hasil produksi sendiri, harga sayuran yang ditawarkan relatif lebih terjangkau. Sawi dijual Rp5 ribu per ikat, sawi batang Rp10 ribu per ikat, pakis Rp5 ribu per ikat, sementara tempe dibanderol Rp5 ribu per buah.

Otniel bersama istrinya, Jenni Sriyanti, baru sekitar satu bulan mengisi lapak di Pasar KIPP melalui Toko Gabriel. Untuk memperluas pemasaran, mereka juga membuka layanan pesan antar kepada pelanggan.

“Biar memudahkan sekaligus membentuk jaringan pelanggan los kami,” ujar Jenni.

Jenni berharap Otorita IKN dapat menghadirkan kegiatan atau event khusus yang memberi ruang lebih luas bagi pedagang sayuran segar untuk mempromosikan produknya.

“Minta dibuatkan event supaya dagangan kami bisa lebih dikenal luas dan punya ruang pemasaran yang lebih besar,” katanya.

Keberadaan pedagang lokal di Pasar KIPP juga mendapat respons positif dari pembeli. Salah seorang konsumen, Resti, mengaku terbantu karena kebutuhan sehari-hari kini lebih mudah diperoleh dengan jarak yang dekat.

“Sangat terbantu. Belanja jadi dekat. Tadi kami beli sawi dan jeruk, sawinya segar sekali,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pasar KIPP memiliki 43 tenant los basah, 33 tenant los kering, serta 17 tenant foodcourt dan kios yang melayani kebutuhan masyarakat di kawasan IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Komplotan Spesialis Curi Katalis Mobil Beraksi di Empat Kota

0
Penangkapan empat pelaku sindikat pencurian katalis knalpot mobil yang beraksi di sejumlah kota di Kalimantan Timur. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Polsek Sungai Pinang berhasil membekuk komplotan spesialis pencurian katalis knalpot mobil yang beraksi di sejumlah kota di Kalimantan Timur. Tiga pelaku dan satu orang penadah diamankan dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (17/6/2026) malam.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan pencurian katalis mobil di kawasan Perumahan Alaya pada 14 Juni 2026.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan intensif, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari sana kami berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sindikat ini tergolong rapi dalam menjalankan aksinya. Dalam waktu tiga hingga lima menit, para pelaku mampu melepas katalis dari kendaraan sasaran.

Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari memantau situasi, mengeksekusi pencurian, hingga mengemudikan kendaraan.

Untuk mengelabui warga sekitar, para pelaku kerap berpura-pura parkir, merokok, atau buang air kecil di sekitar lokasi target. Mereka juga menggunakan mobil rental untuk berkeliling mencari sasaran.

“Para pelaku mengaku telah beraksi lebih dari 10 kali di wilayah Kota Samarinda. Tidak hanya itu, mereka juga beroperasi lintas kota mulai dari Sangatta, Bontang hingga Balikpapan,” jelas Kapolsek.

Motif utama para pelaku adalah nilai jual katalis yang cukup tinggi. Satu unit katalis hasil curian dapat dijual dengan harga sekitar Rp4 juta kepada penadah.

Dari hasil penyelidikan sementara, barang curian tersebut diduga dikirim ke Jakarta untuk dipasarkan kembali kepada pihak yang bergerak di bidang pengolahan logam.

“Informasi sementara yang kami peroleh, barang-barang tersebut dikirim ke pihak yang bergerak di bidang pengolahan logam di Jakarta dan diduga akan dilebur. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk menelusuri jalur distribusi dan penerima akhirnya,” tambahnya.

Dalam penangkapan di kawasan Kecamatan Sambutan, Samarinda, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa unit katalis kendaraan hasil curian, satu unit mobil yang digunakan saat beraksi, peralatan yang digunakan pelaku, pakaian yang dikenakan saat melakukan pencurian, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil kejahatan.

Saat ini ketiga pelaku yang diketahui berprofesi sebagai pekerja serabutan telah ditahan di Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa pernah kehilangan komponen katalis kendaraan agar segera melapor guna membantu proses identifikasi barang bukti.

“Sejauh ini sudah ada tiga laporan polisi yang masuk dan semuanya mengarah kepada pelaku yang sama. Kami harap warga yang merasa kehilangan komponen serupa dapat segera melakukan konfirmasi kepada kami,” tutup AKP Aksarudin Adam.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Ketua DPRD Kutim Minta UMKM Jadi Alternatif Ekonomi di Tengah Dominasi Tambang

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi saat menjadi narasumber dalam Talk Show “Saatnya UMKM Naik Kelas” yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kutim. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Melimpahnya sumber daya batu bara di Kutai Timur (Kutim) dinilai belum cukup untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat. Di tengah dominasi sektor pertambangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas peluang ekonomi bagi warga.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kutim, Jimmi, usai menjadi narasumber dalam kegiatan Talk Show Saatnya UMKM Naik Kelas yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kutim.

Menurut Jimmi, potensi batu bara di Kutim masih sangat besar dan tersebar di sejumlah wilayah. Namun, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan bekerja di sektor pertambangan.

“Potensi tambang kita masih banyak. Tidak hanya di wilayah KPC, tetapi juga di daerah-daerah lainnya. Namun tidak semua masyarakat bisa menjadi pekerja tambang, baik sebagai karyawan, operator, maupun tenaga teknis lainnya,” ujarnya kepada Media Kaltim, Kamis (18/6/2026).

Karena itu, ia menilai perlu ada penguatan sektor ekonomi lain yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, salah satunya melalui pengembangan UMKM yang didukung pemerintah daerah dan dunia usaha.

Jimmi berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutim dapat berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM dalam membina pelaku usaha lokal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, hingga kemampuan pemasaran.

Menurutnya, target pengembangan UMKM tidak boleh berhenti di pasar lokal. Pelaku usaha harus mulai diarahkan untuk mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

“Sasarannya tentu ekspor. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM perlu terus memberikan pendampingan, mulai dari pengurusan HAKI, sertifikasi halal, legalitas usaha, hingga peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Ia menilai Kutim memiliki banyak produk yang berpotensi menjadi komoditas unggulan. Namun salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.

“Kita memiliki banyak potensi. Yang perlu didorong sekarang adalah bagaimana UMKM mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun ekspor,” jelasnya.

Jimmi juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada usaha yang bersifat konsumtif dan memenuhi kebutuhan harian. Menurutnya, perlu keberanian untuk mengembangkan usaha yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan berorientasi pada pasar yang lebih luas.

Dengan pendampingan yang tepat, ia optimistis UMKM Kutim mampu berkembang menjadi sektor ekonomi yang kuat sekaligus menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan.

“UMKM harus naik kelas. Kita ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan usaha dan tidak hanya bergantung pada sektor tambang. Jika kualitas produk terus meningkat, peluang untuk masuk ke pasar ekspor sangat terbuka,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Ketua Komisi II DPR RI Soroti Status Tahura sebagai Akar Konflik Lahan

0
Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda. (Ady/Media Kaltim)

TENGGARONG – Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian konflik lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto melalui koordinasi lintas kementerian hingga Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dimulai dari akar masalah, yakni status kawasan yang saat ini berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan.

Ia menjelaskan, selama kawasan tersebut masih berstatus Tahura, berbagai upaya pemanfaatan dan pengelolaan lahan akan terus menghadapi kendala, termasuk dalam pengembangan wilayah yang berkaitan dengan IKN.

“Problem utamanya sebetulnya awalnya di Kementerian Kehutanan, karena ditetapkan menjadi Tahura. Jadi IKN itu faktor ikutannya saja,” kata Rifqinizamy.

Ia menegaskan, selama status kawasan belum terselesaikan, berbagai kebijakan lanjutan akan sulit dijalankan secara optimal.

Karena itu, DPR RI siap menjadi fasilitator komunikasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, dan Otorita IKN untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Dalam skema penyelesaian yang dibahas, Rifqinizamy membuka kemungkinan adanya penyesuaian regulasi untuk melindungi masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

“Kalau itu masuk wilayah hutan, kami akan membantu memfasilitasi dengan Kementerian Kehutanan. Kalau masyarakat sudah lama tinggal, bisa dikeluarkan dari kawasan hutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila kawasan tersebut nantinya masuk dalam delineasi IKN, maka tersedia opsi penataan hak atas tanah bagi masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, negara memiliki instrumen hukum untuk mengatur pemanfaatan lahan melalui berbagai skema hak atas tanah tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat yang telah lama tinggal di kawasan tersebut.

Rifqinizamy bahkan tidak menutup kemungkinan adanya revisi Undang-Undang IKN apabila diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada masyarakat terdampak.

“Kalau nanti harus kita ubah norma itu untuk memproteksi masyarakat, kami sangat terbuka untuk merevisi Undang-Undang IKN,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai dinamika urbanisasi di kawasan IKN merupakan hal yang tidak dapat dihindari seiring rencana perpindahan aparatur sipil negara dalam jumlah besar ke ibu kota baru.

Kondisi tersebut, menurutnya, akan membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan bagi wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara.

Karena itu, masyarakat lokal diminta mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan mengambil manfaat dari perkembangan kawasan.

“Yang penting warga lokal harus menyiapkan diri secara kompetitif untuk menjadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.

Ia memastikan DPR RI juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Otorita IKN untuk merumuskan langkah penataan wilayah yang lebih berkeadilan.

“Agar masuknya IKN itu jangan seperti menggusurnya masyarakat Betawi di Jakarta,” tutupnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Daftar Nama Bertambah, Sony Sonjaya Serahkan Informasi Baru ke Penyidik

0
Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti. (Istimewa)

JAKARTA – Pengembangan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, disebut telah menyerahkan informasi mengenai 41 nama yang diduga terkait permintaan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada penyidik Kejaksaan Agung.

Informasi tersebut disampaikan kuasa hukum Sony, Krisna Murti, usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Kamis (18/6/2026).

Menurut Krisna, jumlah nama yang disampaikan kepada penyidik bertambah dibandingkan data sebelumnya yang berisi 26 nama.

“Jadi totalnya sekarang bertambah jadi totalnya 41 nama,” kata Krisna kepada wartawan.

Ia menjelaskan, penambahan jumlah nama berasal dari pendalaman terhadap salah satu pihak yang sebelumnya telah disebut dalam pemeriksaan. Dari pengembangan tersebut, muncul sejumlah nama lain yang disebut berkaitan dengan permintaan titik dapur SPPG.

“Jadi satu orang itu mempunyai tabel itu, ‘Pak ini punya ini ya, ini punya ini, ini ada punya bupati ini’ gitu loh,” ujarnya.

“Dari pengembangan satu orang itu dia mengatasnamakan ada 14 nama,” sambungnya.

Menurut Krisna, seluruh data tersebut telah diserahkan kepada penyidik untuk didalami lebih lanjut. Namun, Sony mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi setelah titik-titik SPPG tersebut diberikan kepada pihak-pihak yang meminta.

“Apakah titik-titik itu dijual? Tadi ditanyakan oleh penyidik dan Pak Sony menjawab dia tidak tahu lagi. Setelah diberikan titik itu, dia tidak lagi tahu apakah titik-titik itu dijual atau tidak,” tuturnya.

Krisna menegaskan bahwa 26 nama yang sebelumnya beredar telah dikonfirmasi dalam pemeriksaan. Data tersebut kini berkembang menjadi total 41 nama yang disebut terkait permintaan titik SPPG.

“26 nama firm, sekarang telah bertambah jadi 41 totalnya,” katanya.

Ia menambahkan, penyidik juga mengonfirmasi data-data tersebut dengan mencocokkan informasi yang tersimpan dalam telepon genggam milik Sony.

“Jadi tadi penyidik mengonfirmasi data-data daripada permintaan titik yang kemarin nama-nama itu. Diperlihatkan dari handphone klien kami, dari HP-nya, nama-nama itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar daftar berisi 26 nama yang disebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari unsur eksekutif, legislatif, hingga organisasi tertentu. Nama-nama tersebut mencuat setelah Sony mengajukan permohonan justice collaborator kepada Kejaksaan Agung sebagai bagian dari upaya mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara korupsi MBG.

Hingga kini, Kejaksaan Agung masih mendalami keterangan yang disampaikan Sony dan belum memberikan kesimpulan terkait keterlibatan nama-nama yang disebut dalam pemeriksaan tersebut. (Fajri)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S.

Kasat Polairud dan Empat Kapolsek Polres Kutim Resmi Berganti

0
Proses pelantikan Kasat Polairud dan empat kapolsek di lingkungan Polres Kutai Timur. (Istimewa)

SANGATTA – Penyegaran kembali dilakukan di tubuh Polres Kutai Timur (Kutim). Lima jabatan strategis berganti pejabat dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto.

Pergantian tersebut meliputi posisi Kasat Polairud serta empat kapolsek, yakni Kapolsek Bengalon, Kapolsek Rantau Pulung, Kapolsek Kongbeng, dan Kapolsek Teluk Pandan.

Rotasi ini merupakan bagian dari mutasi rutin di lingkungan Polri yang bertujuan memperkuat organisasi sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel.

Pada jajaran Satpolairud, AKP Sudarwanto yang sebelumnya menjabat Kasat Polairud Polres Kutim mendapat penugasan baru sebagai Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Kutim.

Posisinya kini diisi IPTU Herianto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Rantau Pulung.

Di Polsek Bengalon, AKP Asriadi mendapat promosi sebagai Ps Kapolsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda. Jabatan yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada AKP Helmi Septi Saputro yang sebelumnya bertugas di Ditreskrimsus Polda Kaltim.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Rantau Pulung kini diemban IPTU Samuel Tarihoran yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kongbeng.

Posisi Kapolsek Kongbeng selanjutnya dipercayakan kepada IPDA Ardyansa yang sebelumnya bertugas di Ditresnarkoba Polda Kaltim.

Pergantian juga terjadi di Polsek Teluk Pandan. IPDA Joko Feriyanto mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Bontang Barat, Polres Bontang.

Jabatan Kapolsek Teluk Pandan kini diemban IPDA Apriliando Saputra yang sebelumnya menjabat Kapolsubsektor Batu Putih, Polres Berau.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menyegarkan struktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik harus segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah tugas masing-masing.

“Pejabat baru harus cepat menyesuaikan diri dan memahami kondisi wilayah tugasnya. Pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, wilayah hukum Kutai Timur memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, perkebunan, hingga pertambangan. Karena itu, para pejabat baru dituntut mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen di wilayah masing-masing.

Rotasi ini diharapkan semakin memperkuat kinerja Polres Kutim dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Ketua Yayasan Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn19juni2026/mobile/

Ketua DPRD Bontang Ajak Warga Laporkan Indikasi Penyimpangan Distribusi Pertalite

0
Foto: Ilustrasi penyimpangan pembelian pertalite menggunakan drum. (MetaAI)

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada pihak berwenang, apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam distribusi Pertalite.

Menurutnya, pengawasan bersama menjadi langkah penting untuk menjaga hak masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM subsidi.

“Jika ada hak masyarakat yang hilang karena kelangkaan atau penyalahgunaan, tentu itu harus menjadi perhatian bersama,” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa, kuota Pertalite telah dihitung oleh Pertamina berdasarkan jumlah kendaraan dan kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Bontang. Oleh sebab itu, apabila terjadi antrean panjang atau stok cepat habis di luar kebiasaan, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusinya.

“Kalau tiba-tiba Pertalite cepat habis, tentu harus dilihat penyebabnya. Jangan sampai ada penyalahgunaan atau distribusi yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Karenanya ia meminta pengawasan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Aparat penegak hukum, pihak terkait, hingga masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mengawasi penyaluran BBM bersubsidi, agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. (Al/adv)

Editor: Yusva Alam

Andi Faiz Harap Pemerintah Pusat Dapat Jaga Stabilitas Energi, Agar Beban Masyarakat Tak Bertambah

0
Foto: Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat ditemui usai rapat paripurna. (ist). 

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam berharap pemerintah pusat dapat terus menjaga stabilitas harga energi, agar tidak menambah beban masyarakat.

Menurutnya, kepastian dan kestabilan harga BBM sangat penting, untuk mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga daya beli warga.

“Kita inginnya semuanya bisa stabil. Dengan harga yang stabil, masyarakat juga lebih tenang dan dunia usaha bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Ia juga meyakini bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan secara sepihak, karena kebijakan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, dan telah mendapat jaminan dari Presiden.

“Untuk BBM subsidi tidak mungkin dinaikkan begitu saja, karena ada garansi dari bapak presiden. Pemerintah masih memberikan subsidi untuk Pertalite, tetapi Pertamax mengikuti harga global,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).  (Al/Adv)

Editor: Yusva Alam