Beranda blog Halaman 159

Usai Ditetapkan Tersangka, Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Rawat Inap di RS Polri

0
Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo ke mobil ambulans untuk menjalani pemeriksaan usai ditahan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Polda Metro Jaya menahan Roy Suryo sebagai tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Bintang Pamungkas/wsj.)

JAKARTA – Tersangka dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, menjalani rawat inap di RS Polri Kramat Jati setelah pemeriksaan kesehatan, Jumat (19/6/2026) malam.

“Baik Dokter Tifa maupun Mas Roy Suryo, atas rekomendasi dokter, bukan atas permintaan sendiri, dilakukan tindakan rawat inap,” kata kuasa hukum keduanya, Refly Harun, di Jakarta.

Refly mengatakan kondisi Roy dan Tifa secara umum baik, namun pemeriksaan menemukan penyakit bawaan yang memerlukan pemantauan serta penanganan medis lanjutan.

“Kalau dua orang ini sebenarnya kondisinya baik. Tetapi mereka memiliki penyakit bawaan yang ditemukan dalam proses pemeriksaan,” ujar Refly.

Menurut Refly, tim dokter menilai kondisi kesehatan keduanya belum memungkinkan untuk langsung kembali menjalani aktivitas tanpa pengawasan medis.

Karena itu, dokter merekomendasikan perawatan inap guna memastikan kondisi kesehatan Roy dan Tifa tetap stabil selama masa observasi.

Refly mengatakan Roy semula tidak berencana menjalani rawat inap. Namun setelah berdiskusi dengan keluarga dan tim kuasa hukum, ia menerima rekomendasi dokter.

Ia menambahkan durasi perawatan belum dapat dipastikan dan sepenuhnya bergantung pada perkembangan kondisi kesehatan serta keputusan tim dokter.
“Kalau berapa lamanya dirawat kita tidak tahu. Itu tergantung perkembangan kondisi dan keputusan dokter,” kata Refly.

Refly menolak menjelaskan diagnosis Roy secara rinci. Ia hanya menyebut penyakit tersebut tergolong umum dan dialami sebagian besar masyarakat Indonesia.

“Tidak mungkin kita bicara sakit orang. Penyakit Mas Roy tidak spesifik, cukup umum. Sekitar 30 persen masyarakat Indonesia mengidapnya,” ujar Refly.

Hingga Jumat malam, Roy dan Dokter Tifa masih menjalani perawatan di RS Polri sambil menunggu perkembangan kondisi kesehatan mereka.

Keduanya tiba di RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 17.55 WIB dengan pengawalan ketat dari Polda Metro Jaya dan langsung menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat.

Roy mengenakan kaus biru-putih dan celana pendek abu-abu gelap. Saat turun dari mobil tahanan, ia mengepalkan tangan sambil mengucapkan, “Siap.”

Tak lama kemudian, Dokter Tifa turun dari kendaraan tahanan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.
Sebelumnya, beredar informasi dari Tim Advokasi Anti Kriminaliasi Akademisi & Aktivis (TA-AKAA) yang menyebutkan pada Jumat, 19 Juni 2026, sekira pukul 07.00 WIB, Roy Suryo Notodiprojo dikabarkan oleh istrinya telah ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Tim Pembela dokter Tifa (TPDT) menjelaskan dokter Tifa telah ditangkap oleh aparat kepolisian di apartemennya pada Jumat pagi sekitar pukul 06.47 WIB. (ANT/KN)

Rupiah Tertekan Dolar AS Meski BI Naikkan Suku Bunga ke 5,75 Persen

0
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye

JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore melemah 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp17.804 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.794 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan BI-rate sebesar 25 basispoints (bps) menjadi 5,75 persen.

“Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Kenaikan suku bunga acuan tersebut dinilai memberikan sentimen positif bagi rupiah karena berpotensi meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan mendorong masuknya aliran modal asing. Langkah ini juga menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan BI-Rate secara bertahap dengan total kenaikan mencapai 100 basis poin, sehingga membawa suku bunga acuan kembali ke level 5,75 persen, level yang terakhir kali tercapai pada April 2025.

Melihat dari sisi global, sentimen pasar cenderung membaik setelah muncul perkembangan positif di Timur Tengah. Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz disebut berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut turut mendorong harga minyak dunia bergerak lebih rendah.

“Bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak, penurunan harga energi dapat membantu mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan neraca perdagangan, sehingga memberikan dukungan bagi pergerakan rupiah,” ungkap Amru.

Kendati demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Dia menerangkan bahwa AS tetap bertahan kuat seiring sikap Federal Reserve yang masih memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi dipertahankan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Kondisi tersebut menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS dan membuat investor global tetap berhati-hati terhadap aset negara berkembang.

Selain itu, lanjut Amru, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan terbaru di Timur Tengah karena setiap potensi pelanggaran kesepakatan atau meningkatnya kembali ketegangan geopolitik dapat memicu volatilitas harga minyak dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

“Secara keseluruhan, prospek rupiah pasca kenaikan BI-Rate dinilai lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Namun, arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, terutama terkait dinamika geopolitik Timur Tengah dan prospek kebijakan moneter Amerika Serikat,” ungkap dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak datar di level Rp17.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.753 per dolar AS. (ANT/KN)

Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik Terkait Dugaan Korupsi MBG

0
Foto: Kejagung menggelar konferensi pers terkait perkembangan terbaru kasus korupsi BGN. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyegel sedikitnya 17.600 unit sepeda motor listrik yang merupakan bagian dari proyek pengadaan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penyegelan dilakukan di sejumlah lokasi penyimpanan, termasuk kawasan Sentul dan Cikarang.

“Yang sudah disegel di daerah Sentul, Cikarang. Yang besar-besar itu, yang paling banyak,” kata Syarief di Kejagung, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan sekaligus mendata barang-barang yang diduga terkait dengan perkara yang sedang disidik. Ribuan motor listrik itu diketahui masih berada di gudang milik penyedia dan belum disalurkan ke titik-titik yang telah ditentukan oleh BGN.

“Sepeda motor itu belum sampai di titik yang disampaikan oleh BGN. Ini masih di gudang-gudang milik penyedia sehingga kami mengamankan motor-motor tersebut dengan cara menyegel agar pergerakan motor itu kami pantau dari tim penyidik,” ujarnya.

Syarief menambahkan, proses penyegelan masih terus berlangsung karena penyidik masih melakukan pendataan di sejumlah lokasi lainnya.

“Masih berjalan sampai hari ini, belum selesai. Ada beberapa titik,” katanya.

Kasus dugaan korupsi MBG yang tengah diusut Kejagung salah satunya berkaitan dengan pengadaan barang di lingkungan BGN. Penyidik menduga terjadi praktik penggelembungan harga atau mark up dalam sejumlah proyek bernilai besar.

Selain pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan nilai mencapai sekitar Rp1,03 triliun, penyidik juga mendalami pengadaan 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi yang diduga tidak sesuai spesifikasi dan mengandung unsur mark up.

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan enam tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program MBG, terdiri atas mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dua mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung serta tiga pihak swasta yakni Asep Yusuf Somantri, Andri Mulyono, dan Glory Harimas Sihombing.

Penyidik masih terus mengembangkan perkara ini, termasuk menelusuri dugaan penggelembungan harga pengadaan barang, aliran dana, serta keterlibatan pihak lain yang diduga turut menikmati keuntungan dari pelaksanaan program tersebut. (Fajri)

Kejagung Sita Satu Unit Alphard Hitam Milik Orang Kepercayaan Sony Sanjaya

0
Foto: Kejagung menyita satu unit mobil Alphard milik tersangka Asep Yusuf Somantri. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sebuah mobil mewah Toyota Alphard Lombardi milik Asep Yusuf Somantri (AYS), tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026. Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyidik menelusuri aset yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan kendaraan tersebut merupakan milik Asep yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik.

“Mobil itu milik salah satu tersangka yang sudah kami tahan sebelumnya, yaitu saudara AYS,” kata Syarief di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026) malam.

Menurut Syarief, kendaraan itu baru berhasil diamankan pada Kamis dan langsung disita untuk kepentingan penyidikan. Dari pantauan di lokasi, mobil Toyota Alphard Lombardi berwarna hitam dengan nomor polisi B 2135 FGX terparkir di area Kejagung dan telah dipasangi tanda penyitaan dari Kejaksaan RI.

Asep ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Juni 2026. Penyidik menduga ia memiliki peran penting dalam pengaturan mitra Program MBG serta mempunyai kedekatan dengan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

Dalam konstruksi perkara, Sony diduga memberikan akses kepada Asep untuk ikut memengaruhi proses verifikasi calon mitra MBG.

“Bahwa saudara SS secara melawan hukum memberikan akses kepada AYS untuk melakukan intervensi terhadap tim verifikator mitra MBG,” ujar Syarief.

Dengan akses tersebut, Asep diduga dapat mengetahui lokasi dapur MBG yang masih kosong dan mengatur proses penempatan calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyidik menduga sejumlah pendaftar yang sebelumnya telah lolos verifikasi dibatalkan statusnya, sementara pihak lain tetap dapat difasilitasi meski masa pendaftaran sudah berakhir.

Selain itu, penyidik juga menduga adanya aliran dana dari Asep kepada Sony sebagai kompensasi atas pengaturan titik SPPG tersebut.

“Setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut, saudara AYS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang kepada tersangka SS,” ungkap Syarief.

Atas dugaan perbuatannya, Asep dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 605 ayat (2) atau Pasal 606 KUHP. Saat ini ia menjalani penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. (Fajri)

Mahasiswa Tantang Wamentan Sudaryono Debat Terbuka di Hadapan Publik

0
Foto: Ketua BEM Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana Sai. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Aksi yang digelar Aliansi BEM Persatuan Indonesia di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, juga diwarnai tantangan terbuka kepada Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk berdiskusi langsung dengan mahasiswa.

Ketua BEM Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana Sai’d, menyatakan pihaknya menyambut pernyataan Sudaryono yang sebelumnya mengaku siap berdialog dan berdebat dengan mahasiswa dalam forum terbuka.

“Saya juga ingin mengundang para pemerintah-pemerintah yang memang ingin berdiskusi oleh mahasiswa, berdiskusi secara terbuka,” kata Hikmah di lokasi aksi, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, ruang dialog yang sehat perlu dibangun agar berbagai kritik dan masukan dari mahasiswa dapat didengar langsung oleh pemerintah. Karena itu, mahasiswa tidak hanya turun ke jalan, tetapi juga membuka ruang diskusi bagi para pejabat negara.

Hikmah kemudian secara khusus menyinggung pernyataan Sudaryono yang disebut bersedia berdiskusi dengan mahasiswa di ruang publik.

“Saya mengangkat statement dari Wamentan Sudaryono, dia mengatakan untuk bersedia berdebat oleh mahasiswa di forum terbuka,” ujarnya.

Atas dasar itu, Aliansi BEM Persatuan Indonesia secara resmi menantang Sudaryono untuk hadir dalam forum terbuka bersama mahasiswa.

“Maka dari itu kami tegaskan, menantang Pak Wamentan Sudaryono untuk hadir di forum terbuka bersama mahasiswa,” tegas Hikmah.

Selain mengundang Sudaryono, aliansi mahasiswa juga berencana menggelar konsolidasi lanjutan yang akan melibatkan lebih banyak kampus. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara mahasiswa dan pemerintah mengenai berbagai persoalan nasional yang tengah menjadi sorotan publik. (Fajri)

Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di DPR, Sampaikan Tiga Tuntutan untuk Pemerintah

0
Foto: Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi di depan gedung DPR RI. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan tiga tuntutan utama yang menyoroti kondisi ekonomi nasional, kualitas pejabat publik, hingga penguatan supremasi sipil.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Muhammad Putra, menyebut kondisi ekonomi dan politik nasional saat ini menjadi perhatian utama mahasiswa. Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah dinilai turut memengaruhi penurunan daya beli masyarakat.

“Kami gaungkan untuk memulihkan ekonomi dan politik nasional. Kenapa kami sampaikan seperti itu? Karena kami melihat kondisi ekonomi sekarang sangat jatuh, yang dipengaruhi oleh beberapa kebijakan pemerintah dan berdampak pada ekonomi masyarakat,” ujar Putra.

Ia mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan dan komunikasi dengan warga serta pedagang, harga sejumlah komoditas disebut terus mengalami peningkatan.

“Kami melihat sekarang banyak bahan pokok yang naik, mulai dari beras dan kebutuhan lainnya. Kami juga melakukan survei kepada masyarakat dan para pedagang, mereka mengaku terpaksa menaikkan harga,” katanya.

Mahasiswa juga menyoroti kebijakan anggaran pemerintah yang dinilai belum berfokus pada kebutuhan prioritas masyarakat. Kondisi itu, menurut mereka, turut berdampak pada kenaikan harga energi.

“Kami melihat bagaimana kebijakan pemerintah tidak memberikan APBN pada skala yang prioritas, yang kemudian berdampak, misalnya, pada kenaikan harga Pertamax,” ucap Putra.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi, lanjutnya, membuat sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi sehingga memicu persoalan distribusi di lapangan.

“Yang dituntut masyarakat adalah ketika Pertamax non-subsidi naik, masyarakat beralih ke Pertalite. Terbukti di beberapa SPBU Pertalite sudah habis,” tuturnya.

Selain persoalan ekonomi, mahasiswa juga mendesak evaluasi terhadap penempatan sejumlah pejabat negara yang dianggap tidak sesuai dengan kompetensi dan latar belakang keilmuan yang dimiliki.

“Kami melihat, misalnya, dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), kepala badan ditunjuk tidak sesuai dengan keahliannya. Dia merupakan ahli serangga, tetapi ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Putra.

Pada tuntutan ketiga, mahasiswa meminta pemerintah mengembalikan prinsip supremasi sipil dalam tata kelola pemerintahan. Mereka menilai keterlibatan aparat dalam sejumlah posisi sipil semakin meningkat, sementara proses pembentukan kebijakan belum sepenuhnya melibatkan partisipasi publik.

“Beberapa pejabat penting diisi oleh polisi dan tentara. Kemudian revisi undang-undang juga tidak melibatkan rapat dengar pendapat dengan para ahli,” ujarnya.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah dan DPR dapat memberikan respons terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai semakin dirasakan masyarakat, mulai dari ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga kualitas demokrasi di Indonesia. (Fajri)

Otorita IKN Jadikan Lahan Eks Tambang Sebagai Model Rehabilitasi Lingkungan

0
Areal bekas tambang ilegal di kawasan Tahura Bukit Soeharto direvegetasi dengan sekitar seribu bibit pohon sebagai bagian dari pemulihan lingkungan. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama sejumlah mitra dan tokoh masyarakat melakukan revegetasi lahan bekas tambang ilegal seluas sekitar 1,6 hektare di RT 12 Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dengan menanam sekitar seribu bibit pohon dari tiga jenis tanaman, yakni Balangeran, Trembesi, dan Tanjung.

Mewakili Kepala Otorita IKN, Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan kegiatan ini menjadi model pemulihan atau rehabilitasi lahan bekas tambang di kawasan konservasi.

Menurutnya, revegetasi dilakukan menggunakan media biochar atau arang hayati yang kaya karbon untuk membantu mempercepat pemulihan lahan.

“Nantinya akan menjadi acuan dalam pemulihan kawasan-kawasan bekas tambang lainnya,” ujarnya.

Selain mengembalikan fungsi kawasan hutan, lokasi tersebut juga akan dijadikan demplot untuk mengamati efektivitas metode revegetasi yang diterapkan.

Myrna menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berbagai pihak dalam menjaga Tahura Bukit Soeharto dari aktivitas ilegal, khususnya pertambangan.

“Tidak ada negosiasi lagi. Tahura adalah kawasan konservasi yang harus dijaga bersama. Penegakan hukum dilakukan, pemulihan lingkungan dilakukan, dan penyelesaian persoalan penguasaan lahan juga mulai kami identifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik sekaligus Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN, Irjen Pol Edgar Diponegoro, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan dan identifikasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan di kawasan Tahura.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas yang berpotensi melanggar aturan di kawasan konservasi sebelum tindakan penegakan hukum dilakukan.

“Dan ini harus dipatuhi. Kami sudah beberapa kali mengeluarkan imbauan,” katanya.

Mantan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Otorita IKN dalam memulihkan kawasan Tahura Bukit Soeharto yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal.

“Sebagai orang yang pernah tinggal di Samboja, tentu upaya seperti ini harus terus digelorakan. Tahura ini sudah banyak mengalami kerusakan, terutama akibat tambang,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat didorong untuk beralih dari aktivitas pertambangan menuju sektor ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, menjelaskan revegetasi ini sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang telah berlangsung sejak 5 Juni 2026.

“Kami melakukan sejumlah kegiatan sejak 5 Juni lalu, mulai dari korve di area Masjid Negara, bersih pantai Tanah Merah dan penanaman mangrove, Envi Walk, hingga revegetasi eks lahan tambang hari ini,” pungkasnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Pelarian DPO Narkotika Berakhir di Bengkel Kawasan Tanjung Laut

0
Personel Satpolairud Polres Bontang mengamankan seorang DPO kasus narkotika di wilayah Bontang Selatan. (Ilustrasi/AI)

BONTANG – Upaya pelarian seorang pria yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkotika akhirnya berakhir. Tim Satpolairud Polres Bontang menangkap MI (31) saat berada di sebuah bengkel di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (17/6/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai keberadaan tersangka dan melakukan pengembangan penyelidikan.

Saat itu, MI diketahui sedang memperbaiki sepeda motornya di bengkel. Personel Satpolairud kemudian bergerak menuju lokasi dan langsung mengamankan tersangka tanpa perlawanan.

Dari hasil penggeledahan badan, petugas mengamankan satu unit telepon genggam merek Vivo V40 Lite berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan penyidikan.

Polisi kemudian melanjutkan penggeledahan ke rumah tersangka di wilayah Tanjung Laut Indah. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan satu alat hisap sabu berupa pipet kaca serta satu korek api warna biru merek Tokai.

“Seluruh barang bukti bersama tersangka kemudian kami bawa ke Polres Bontang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Kasat Polairud Polres Bontang, AKP Fahrudi, Kamis (18/6/2026).

Dalam perkara ini, tersangka diduga melanggar ketentuan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika yang berkaitan dengan tersangka.

“Kami masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika yang berkaitan dengan tersangka,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S.
Editor: Agus S.

Kontingen Perumdam TTB Kutim Targetkan 19 Medali di PORDA PERPAMSI

0
Kontingen Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutai Timur siap berlaga pada PORDA PERPAMSI Kaltim VII di Kutai Barat. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Kontingen Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutai Timur resmi diberangkatkan menuju ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) PERPAMSI Kalimantan Timur VII Tahun 2026 di Kabupaten Kutai Barat.

Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di halaman Kantor Pusat Perumdam TTB Kutim, Kamis (18/6/2026).

Dalam arahannya, Ardiansyah menantang para atlet untuk melampaui prestasi yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya dan menjadikan capaian terdahulu sebagai motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik.

“Prestasi yang pernah diraih harus menjadi pemacu semangat. Kalau sebelumnya sudah baik, sekarang harus lebih baik lagi. Tunjukkan bahwa Kutai Timur mampu bersaing dan berprestasi,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, keikutsertaan dalam PORDA PERPAMSI tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kekompakan, disiplin, dan semangat kerja pegawai Perumdam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi perkembangan kinerja Perumdam TTB yang terus menunjukkan kemajuan serta berharap berbagai potensi sumber air baku di Kutim dapat terus dioptimalkan untuk memperluas layanan air bersih.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengungkapkan pihaknya mengirimkan 53 personel ke Kutai Barat yang terdiri dari 44 atlet dan ofisial, yakni 38 putra dan enam putri.

Menurutnya, kontingen Perumdam TTB menargetkan total 19 medali yang terdiri dari 10 emas, empat perak, dan lima perunggu.

“Kami menargetkan total 19 medali. Target ini disusun berdasarkan potensi masing-masing cabang olahraga serta hasil evaluasi dari keikutsertaan sebelumnya,” ujarnya.

Cabang tenis meja menjadi salah satu andalan dengan target tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Tenis lapangan ditargetkan meraih dua emas dan satu perak, sedangkan bulu tangkis diproyeksikan menyumbang satu emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Selain itu, futsal putra dan bola voli putra masing-masing ditargetkan meraih satu medali emas. Cabang catur dibebani target satu emas dan satu perunggu, sementara Song Festival ditargetkan menyumbang satu medali perunggu.

Ketua Kontingen Perumdam TTB, Agus Sugiharto, menegaskan target utama kontingen bukan hanya meraih medali, tetapi juga membawa Kutai Timur masuk jajaran tiga besar PORDA PERPAMSI Kaltim VII.

“Harapan kami di Kutai Barat nanti bisa masuk kategori tiga besar. Kami tidak muluk-muluk karena personel yang kami siapkan murni pegawai Perumdam TTB Kutai Timur, tanpa pemain luar,” tegasnya.

Ia menyebut cabang bola voli, bulu tangkis, dan tenis meja menjadi sektor yang paling diandalkan untuk mendulang medali bagi Kutai Timur.

Dengan persiapan yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir, Perumdam TTB Kutim optimistis mampu membawa pulang prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah pada ajang PORDA PERPAMSI Kaltim VII di Kabupaten Kutai Barat.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Perumdam Kutim Perkuat Sistem Intake Hadapi Ancaman Banjir Ekstrem

0
Ilustrasi intake tipe ponton (floating) milik Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim di Sungai Sangatta. (AI)

SANGATTA – Pengalaman terganggunya layanan air bersih akibat banjir ekstrem pada 2022 menjadi pelajaran penting bagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur.

Saat itu, dua unit intake atau fasilitas pengambilan air baku terdampak luapan sungai hingga harus menghentikan operasional selama 42 hingga 72 jam. Akibatnya, distribusi air bersih ke pelanggan sempat terganggu dan sebagian wilayah mengalami penghentian layanan hampir tiga hari.

Direktur Teknik Perumdam TTB Kutim, Galuh Boyo Munanto, mengatakan perusahaan kini memperkuat sistem pengambilan air baku dengan mengandalkan 24 intake yang dirancang lebih adaptif terhadap perubahan debit air dan potensi banjir.

“Model intake yang kita gunakan saat ini sudah menyesuaikan dengan kondisi sungai, terutama untuk menghadapi fluktuasi debit air saat musim hujan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Saat ini Perumdam TTB memiliki 24 unit intake yang tersebar di berbagai wilayah pelayanan. Fasilitas tersebut terdiri atas 12 unit ponton (floating), lima unit jembatan, enam unit sumuran, dan satu unit bronkaptering.

Khusus di wilayah Kudungga, model ponton atau floating menjadi pilihan utama karena dinilai paling sesuai dengan karakter Sungai Sangatta yang kerap mengalami perubahan muka air secara signifikan.

“Model ponton atau floating ini relatif aman terhadap naik turunnya muka air baku yang fluktuatif. Jadi lebih fleksibel dibandingkan tipe lainnya,” jelas Galuh.

Sementara itu, intake tipe tetap seperti sumuran dibangun berdasarkan perhitungan elevasi dan data historis ketinggian muka air agar tetap dapat berfungsi dalam berbagai kondisi.

Galuh mengungkapkan, banjir besar pada 2022 menjadi salah satu evaluasi terbesar bagi perusahaan. Saat itu dua intake terdampak langsung sehingga harus dihentikan sementara untuk menjaga keamanan instalasi.

“Waktu itu dua intake terdampak banjir ekstrem dan harus shutdown selama 42 sampai 72 jam untuk menjaga keamanan,” ungkapnya.

Selain mengganggu distribusi air bersih, banjir juga menyebabkan masuknya sampah dan endapan lumpur ke area intake yang membutuhkan penanganan tambahan. Kondisi tersebut turut berdampak pada potensi kehilangan pendapatan karena distribusi air tidak dapat berjalan normal.

Sebagai langkah mitigasi, Perumdam kini menyiapkan berbagai antisipasi, mulai dari penyampaian informasi lebih awal kepada pelanggan hingga penyediaan distribusi air menggunakan mobil tangki apabila terjadi gangguan layanan.

Dengan berbagai pembenahan yang telah dilakukan, Perumdam TTB optimistis sistem intake yang dimiliki saat ini lebih siap menghadapi banjir maupun cuaca ekstrem di masa mendatang.

“Kita terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar layanan air bersih tetap bisa berjalan meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem,” pungkas Galuh.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.