Beranda blog Halaman 158

DPRD Kubar Nilai Kehadiran Lapas Sendiri Sudah Sangat Mendesak

0
Ketua Komisi I DPRD Kutai Barat Ellyson. (Dok. Istimewa)

SENDAWAR – Ketua Komisi I DPRD Kutai Barat, Ellyson, menegaskan keberadaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mandiri di Kabupaten Kutai Barat sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Karena itu, gabungan Komisi I dan Komisi III DPRD Kutai Barat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur di Samarinda pada 10 Juni 2026 lalu.

Menurut Ellyson, selama ini para tahanan maupun warga binaan asal Kutai Barat masih harus dikirim dan dititipkan ke Lapas Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, karena belum tersedianya fasilitas pemasyarakatan di daerah sendiri.

“Selama ini warga binaan asal Kutai Barat harus dititipkan ke Lapas Tenggarong karena kita belum memiliki lapas sendiri,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan proses pembinaan, tetapi juga menjadi beban bagi keluarga warga binaan yang ingin menjenguk kerabat mereka.

Menurutnya, apabila Lapas Mandiri Kutai Barat telah terbangun, maka para tahanan tidak perlu lagi dipindahkan ke daerah lain untuk menjalani masa pembinaan.

“Dampak positifnya, pihak keluarga warga binaan bisa menjenguk atau membesuk dengan intensitas lebih sering tanpa terbebani jarak dan biaya perjalanan yang besar,” ungkapnya.

Ellyson berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan pembangunan lapas di Kutai Barat.

Selain meningkatkan pelayanan pemasyarakatan, keberadaan lapas juga dinilai akan memberikan kemudahan bagi keluarga warga binaan sekaligus mendukung efektivitas pembinaan dan pengawasan di daerah.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Muscablub PBVSI Paser Berlangsung Mulus, Burhanuddin Raih Dukungan Penuh

0
Ketua terpilih PBVSI Kabupaten Paser periode 2026-2030, Burhanuddin. (Istimewa)

PASER – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Paser menetapkan Burhanuddin sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Paser periode 2026-2030.

Burhanuddin terpilih secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Sekretariat KONI Kabupaten Paser, Kecamatan Tanah Grogot, Minggu (21/6/2026).

Dari total 52 peserta yang hadir, seluruhnya sepakat memberikan dukungan dan amanah kepada Burhanuddin untuk memimpin organisasi bola voli di Kabupaten Paser selama empat tahun ke depan.

Muscablub tersebut juga dihadiri jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Kalimantan Timur sebagai bentuk dukungan terhadap proses organisasi yang berlangsung.

“Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas amanah dari klub-klub voli di Kabupaten Paser untuk dapat memimpin PBVSI periode 2026-2030,” ujar Burhanuddin.

Penyerahan pataka PBVSI oleh Caretaker kepada Ketua terpilih PBVSI Kabupaten Paser, Burhanuddin, usai Muscablub di Tanah Grogot. (Istimewa)

Burhan mengungkapkan, dirinya telah menyiapkan sejumlah program kerja yang berfokus pada pembinaan atlet melalui peningkatan frekuensi kompetisi dan kegiatan olahraga bola voli di Kabupaten Paser.

Menurutnya, pembinaan atlet lokal harus menjadi prioritas agar prestasi olahraga voli di Bumi Daya Taka dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kita rencanakan agenda-agenda pertandingan yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Ke depan tidak ada lagi mengambil atlet luar untuk bertanding mengatasnamakan Kabupaten Paser,” tegasnya.

Selain pembinaan atlet, Burhan juga berkomitmen membangun tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.

Hal tersebut dinilai penting karena sebagian sumber pendanaan kegiatan olahraga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Memastikan tata kelola PBVSI secara transparan dan akuntabel, karena dana yang digunakan bersumber dari APBD, termasuk sumber dana lainnya,” katanya.

Dalam penyusunan kepengurusan nantinya, Burhan juga berencana melibatkan sebanyak mungkin perwakilan klub voli yang ada di Kabupaten Paser.

Menurutnya, keterlibatan seluruh klub menjadi bagian penting untuk membangun semangat kebersamaan dalam memajukan olahraga bola voli di daerah.

Dengan kepengurusan baru yang segera terbentuk, PBVSI Kabupaten Paser diharapkan mampu meningkatkan pembinaan atlet, memperbanyak kompetisi, serta melahirkan prestasi yang membanggakan di tingkat provinsi maupun nasional.

Pewarta: TB Sihombing
Editor: Agus S.

Sekolah Rakyat Tak Hanya Ajarkan Akademik, Tapi Bentuk Karakter Siswa

0
Kepala Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 58 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, M.Pd., bersama Sekretaris Daerah Kalimantan Timur Sri Wahyuni saat kegiatan Open House SRT 58 Samarinda. (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kepala Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 58 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, menegaskan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan perubahan perilaku siswa.

Menurutnya, siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Open House SRT 58 Samarinda, Sabtu (20/6/2026), yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin, jajaran OPD provinsi dan kota, unsur Forkopimda, serta para orang tua siswa.

“Mereka bisa bercerita kepada orang tua tentang apa saja yang mereka lakukan dan apa saja yang sudah mereka dapatkan di sini. Itu menjadi kebanggaan bagi keluarga mereka. Mereka juga bisa berbagi cerita kepada teman-teman di kampungnya ketika pulang,” ujar Rabiatul.

Ia menjelaskan, setiap siswa yang kembali ke rumah dibekali buku kegiatan dan tugas khusus yang harus dijalankan bersama keluarga.

Salah satu tugas tersebut adalah memberikan edukasi kepada anggota keluarga mengenai kebiasaan hidup bersih, kedisiplinan, dan nilai-nilai karakter yang dipelajari selama berada di sekolah.

“Mereka pulang juga kami bekali buku kegiatan. Ada tugas-tugas yang harus mereka kerjakan. Salah satunya memberikan edukasi kepada keluarga sebagai agen perubahan,” jelasnya.

Rabiatul juga menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem penerimaan peserta didik seperti sekolah pada umumnya.

“Yang banyak belum diketahui masyarakat adalah di Sekolah Rakyat tidak ada PPDB atau SPMB. Yang ada adalah penjaringan dan pemadanan data,” katanya.

Menurutnya, calon siswa berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 yang telah terdata secara nasional. Selanjutnya dilakukan verifikasi oleh Dinas Sosial melalui pendataan dan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.

“Masyarakat yang berhak menerima program ini sudah didata secara nasional. Kemudian Dinas Sosial mendatangi mereka untuk memastikan apakah di dalam keluarga tersebut terdapat anak usia sekolah yang belum sekolah atau berisiko putus sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan kepada keluarga menjadi bagian penting karena masih terdapat orang tua yang lebih memilih anaknya bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan.

“Ada orang tua yang berpikir anaknya lebih baik membantu bekerja daripada bersekolah. Karena itu perlu pendekatan dan pendampingan agar mereka memahami bahwa pendidikan adalah investasi masa depan bagi anak-anak mereka,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalimantan Timur Sri Wahyuni menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Menurut Sri, Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memastikan anak-anak yang mengalami keterbatasan akses pendidikan tetap memperoleh kesempatan belajar yang layak.

“Sekolah Rakyat adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan sepenuhnya terhadap program ini,” ujarnya.

Sri menambahkan, Sekolah Rakyat dan program Gratispol merupakan bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Menurutnya, kedua program tersebut saling melengkapi dalam memberikan akses pendidikan mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

“Kalau Sekolah Rakyat menyiapkan anak-anak sampai jenjang SMA, maka setelah lulus mereka dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program Gratispol tanpa biaya UKT. Ini menjadi sinergi yang baik antara program pusat dan daerah,” tuturnya.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan sehingga tidak ada lagi generasi muda yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena faktor ekonomi maupun sosial.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Tanjung Verde Sempat Bikin Kelabakan, Babak Pertama Uruguay Unggul Tipis 2-1

0
Uruguay berbalik unggul 2-1 atas Tanjung Verde saat babak pertama berakhir dalam laga Grup H Piala Dunia 2026. Sempat tertinggal melalui gol Kevin Pina, Uruguay membalas lewat Maxi Araujo dan Agustin Canobbio pada penghujung babak pertama. (Foto: TVRI)

JAKARTA – Tanjung Verde kembali menunjukkan bahwa mereka bukan tim pelengkap di Piala Dunia 2026. Dalam laga Grup H melawan Uruguay yang disiarkan langsung TVRI, Senin (22/6/2026) pagi Wita, tim debutan asal Afrika itu justru mampu membuat Uruguay kesulitan sepanjang babak pertama.

Bahkan Tanjung Verde lebih dulu membuka keunggulan melalui Kevin Pina pada menit ke-21. Gol tersebut langsung disambut sorak para pendukungnya dan membuat Uruguay berada dalam tekanan.

Sepanjang babak pertama, permainan Tanjung Verde cukup rapi. Mereka berani menyerang dan tidak hanya mengandalkan pertahanan. Beberapa kali lini belakang Uruguay terlihat kerepotan menghadapi kecepatan dan semangat juang para pemain lawan.

Namun pengalaman Uruguay akhirnya menjadi pembeda. Menjelang turun minum, Maxi Araujo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tak lama berselang, Agustin Canobbio membawa Uruguay berbalik unggul 2-1 melalui serangan cepat yang gagal diantisipasi pertahanan Tanjung Verde.

Hingga berita ini diturunkan, pertandingan masih memasuki masa istirahat babak pertama dengan skor sementara Uruguay unggul 2-1. Meski tertinggal, Tanjung Verde kembali membuktikan kualitasnya setelah sebelumnya sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol. Jika mampu mempertahankan permainan seperti babak pertama, bukan tidak mungkin kejutan kembali terjadi pada babak kedua. (KN)

Editor: Agus S

Pakuwon Tahan Proyek Superblok Rp5 Triliun, Tunggu Kepastian Pasar IKN

0
Bus Interchange di seberang Swissotel Nusantara, IKN. Fasilitas transit ini berdiri di sebagian lahan investasi Pakuwon Nusantara seluas 7,5 hektare. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Proyek superblok Pakuwon Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya belum akan dibangun dalam waktu dekat. Meski sebagian lahannya telah berdiri Bus Interchange, pengembang masih memilih bersikap hati-hati sebelum melanjutkan investasi senilai Rp5 triliun tersebut.

Salah satu pertimbangan utama adalah belum terbentuknya pasar yang cukup kuat dari perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat ke IKN yang hingga kini masih berlangsung bertahap.

Selain itu, kenaikan biaya konstruksi akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang memengaruhi perhitungan investasi.

Dalam paparan publik PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) di Surabaya, Rabu (17/6/2026), manajemen menyampaikan bahwa pembangunan proyek masih berada pada tahap awal dan penyesuaian terhadap perkembangan ekosistem IKN.

“Proses pembangunan akan diselaraskan dengan tahapan pemindahan ASN, mengingat Perseroan dalam mengembangkan properti senantiasa memperhatikan potensi pasar yang terbentuk dari jumlah ASN yang ada,” tulis manajemen PWON.

Perusahaan juga mengungkapkan biaya konstruksi mengalami kenaikan hingga sekitar 30 persen. Kondisi tersebut membuat strategi wait and see dipilih sebelum pembangunan superblok dilanjutkan secara penuh.

Dengan kata lain, Pakuwon memilih menyesuaikan jadwal pembangunan sambil menunggu kepastian terbentuknya pasar yang lebih kuat di IKN.

Di lapangan, Bus Interchange yang berada di sebagian lahan Pakuwon Nusantara telah berdiri kokoh meski belum beroperasi. Fasilitas transit tersebut dibangun pada 24 Juni 2025 oleh kontraktor Pulau Intan di atas lahan sekitar 0,66 hektare.

Bangunan tersebut dilengkapi rangka baja, bangku penumpang, toilet, dan ruang berfasad kaca yang disiapkan sebagai fasilitas pelayanan transportasi publik.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono sebelumnya juga menyinggung kesiapan sejumlah persil investasi swasta di KIPP, termasuk milik Pakuwon.

“Bapak ibu lihat kan di 1A, persil-persil investasi swasta murni sudah dipasangi plang, ada yang diberi pagar sementara. Itu menunjukkan persilnya siap bangun. Seperti Jambuluwuk, kemudian Pakuwon. Bahkan sudah berdiri bus interchange. Ini bukti keseriusan,” ujar Basuki.

Pakuwon Nusantara sendiri memulai proyeknya melalui groundbreaking yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 1 November 2023.

Berlokasi di KIPP 1A dengan luas sekitar 7,2 hektare, kawasan ini berada di Jalan Sumbu Timur, dekat Plaza Bhinneka Tunggal Ika atau Titik Nol Nusantara.

Dalam rencana pengembangannya, Pakuwon Nusantara akan menjadi kawasan superblok terpadu yang mencakup pusat perbelanjaan, hotel, kondominium, ballroom, serta Hotel Four Points by Sheraton yang dibangun bekerja sama dengan Marriott International dengan kapasitas sekitar 300 kamar.

Proyek tersebut dikembangkan melalui PT Pakuwon Nusantara Abadi, anak usaha PT Pakuwon Jati Tbk.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Warga Tertarik Kelola Void Eks Tambang Sungai Seluang untuk Budidaya Ikan, LHSDA Pastikan Keamanan Air

0
Danau eks tambang terlihat menawan dengan airnya yang hijau. Tapi jika mau diberdayakan, wajib dicek dulu keamanannya. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Keindahan sebuah void eks tambang di RT 12 Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menarik perhatian masyarakat setempat. Danau bekas galian tambang yang berada di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) itu dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi warga.

Namun, sebelum dimanfaatkan, pemerintah memastikan perlu dilakukan kajian keamanan lingkungan, terutama terkait kualitas air dan tanah di kawasan tersebut.

Void merupakan lubang bukaan atau cekungan besar sisa aktivitas pertambangan yang umumnya terisi air hujan maupun air tanah. Cekungan bekas tambang yang terisi air ini juga dikenal dengan istilah pit lake.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan pihaknya menerima aspirasi dari warga yang ingin memanfaatkan void tersebut untuk kegiatan budidaya ikan.

“Tadi baru saja ada yang bicara ke saya, salah satu warga, mereka menanyakan apakah mereka diperbolehkan untuk memanfaatkan void yang ada di situ, untuk budidaya ikan,” ucap Myrna.

Myrna menyebut, secara prinsip pihaknya mendukung rencana pemanfaatan tersebut karena dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun, pemanfaatan danau eks tambang tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena menyangkut keamanan pangan.

“Ini untuk keamanan pangan ya, jadi kami minta, boleh nggak kita cek bersama-sama dulu pH tanah, pH airnya. Kalau pH air itu sudah normal, artinya kan sudah aman nih, nanti kan masyarakat akan mengkonsumsi. Jangan sampai mengkonsumsi yang mengandung logam berat, gitu kan. Jadi kalau itu semua aman, kalau tidak ada virus, maka kami akan memberikan bantuan kepada masyarakat untuk bisa berbudidaya ikan,” terang Myrna.

Tampak di lapangan, danau eks tambang ini memang sunggun menawan. Cukup luas, airnya nampak hijau dan terlihat jernih.

Pewarta: Atmaja Riski

Editor : Nicha R

Satgas IKN Tuntaskan 8 Kasus Tambang Ilegal, Kini Bidik Tambang Batu dan Pasir

0
Tidak ada ampun bagi tambang batu bara di lahan konservasi. Aparat penegak hukum sudah tangani delapan perkara. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Aktivitas Ilegal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal, khususnya di kawasan konservasi. Hingga 2025, sedikitnya delapan perkara tambang ilegal telah ditangani dan diproses hingga tahap persidangan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik sekaligus Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN, Irjen Pol Edgar Diponegoro, mengatakan seluruh kasus tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Samboja dan Samboja Barat, termasuk di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto hingga arah Sepaku.

“Hingga tahun 2025, sekitar delapan perkara yang kami laporkan ke berbagai instansi penegak hukum, mulai dari Mabes Polri, Polda Kalimantan Timur, Balai Gakkum Kementerian Kehutanan, hingga Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM,” ujar Edgar di lokasi eks tambang RT 12 Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Kamis (18/6/2026).

Menurut Edgar, salah satu kasus terbesar yang ditangani terjadi pada 2025 dan ditangani langsung oleh Bareskrim Polri. Lokasinya berada di kawasan Tahura Bukit Soeharto yang digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal.

“Sekitar September atau Oktober,” sebutnya.

Selain melakukan penindakan hukum, Satgas bersama Otorita IKN dan sejumlah mitra juga menjalankan program rehabilitasi lingkungan di kawasan yang rusak akibat aktivitas tambang ilegal. Hingga semester pertama 2026, luas lahan yang telah direhabilitasi mencapai lebih dari 4 hektare.

“Rehabilitasi yang dilakukan Otorita IKN pada 2025 dan 2026 sudah lebih dari 4 hektare. Sebelumnya juga ada kegiatan rehabilitasi oleh Pertamina dan Balai Besar,” terang Edgar.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas, kerusakan di kawasan Tahura Bukit Soeharto akibat aktivitas tambang ilegal mencapai sekitar 4.000 hektare. Selain itu, terdapat sekitar 8.000 hektare kawasan yang dimanfaatkan sebagai kebun ilegal.

“Kalau kayu dimanfaatkan untuk membangun rumah, kemudian membangun jembatan, seperti itu. Jadi sudah tidak lagi diperjualbelikan, karena bagi mereka kayu ini sudah mengkhawatirkan dari sisi keamanan. Tapi kami sudah pernah lakukan penegangan hukum dan sudah dilaporkan ke Polres Kutai Kartanegara,” jelasnya lagi.

Meski demikian, Edgar memastikan aktivitas tambang batu bara, baik legal maupun ilegal, di kawasan konservasi saat ini sudah tidak ditemukan lagi. Fokus pengawasan kini diarahkan pada aktivitas tambang batu dan pasir yang berada di luar kawasan konservasi.

“Seluruhnya sudah selesai. Beberapa orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan prosesnya telah berjalan sampai persidangan,” tegas Edgar.

“Yang ada itu di luar kawasan hutan konservasi, berupa tambang pasir dan batu. Ini yang masih, itu yang saat ini menjadi target kami,” pungkasnya.

Pewarta: Atmaja Riski

Editor : Nicha R

Usai Ditetapkan Tersangka, Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Rawat Inap di RS Polri

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn20juni2026/mobile/

Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Bayang-Bayang Penutupan Selat Hormuz

0

Oleh: Arie Ramaliansyah
Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Militer

PENUTUPAN Selat Hormuz oleh Iran pada Maret 2026 menjadi salah satu peristiwa geopolitik yang kembali menunjukkan pentingnya ketahanan energi bagi setiap negara. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar energi dunia. Sekitar 27 persen perdagangan minyak dunia melewati jalur ini setiap harinya. Ketika konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu penutupan selat tersebut, harga minyak dunia langsung melonjak hingga melampaui USD 120 per barel.

Bagi Indonesia, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenaikan harga minyak dunia. Sebagai negara yang telah berstatus net importer minyak sejak tahun 2004, Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap pasokan energi dari luar negeri. Produksi minyak nasional terus mengalami penurunan, sementara kebutuhan energi dalam negeri terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.

Data tahun 2023 menunjukkan produksi minyak mentah Indonesia hanya mencapai sekitar 605 ribu barel per hari. Angka tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan nasional sehingga Indonesia masih harus mengimpor minyak mentah sebesar 132,4 juta barel dan BBM sekitar 26,8 juta kiloliter dalam satu tahun. Ketergantungan juga terjadi pada sektor LPG. Produksi LPG domestik hanya sekitar 1,9 juta ton, sedangkan kebutuhan impor mencapai 6,9 juta ton.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia pada posisi yang rentan ketika terjadi gangguan terhadap jalur distribusi energi global. Penutupan Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab yang selama ini menjadi bagian penting dari rantai pasok energi dunia.

Dampaknya tidak hanya berupa kenaikan harga minyak. Gangguan pasokan energi juga berpotensi meningkatkan biaya impor, menambah tekanan terhadap APBN, memicu kenaikan inflasi, memperlemah nilai tukar rupiah, serta mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Pada saat yang sama, ketergantungan terhadap impor LPG dapat menimbulkan risiko kelangkaan energi rumah tangga apabila gangguan pasokan berlangsung dalam waktu yang lama.

Dalam perspektif geostrategi, persoalan ini menunjukkan bahwa ketahanan energi tidak dapat dipisahkan dari ketahanan nasional. Gangguan terhadap akses energi dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, sosial, bahkan kemampuan negara dalam mempertahankan keberlangsungan pembangunan nasional.

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengambil sejumlah langkah hukum dan kebijakan untuk memperkuat kemandirian energi. Salah satunya melalui kebijakan hilirisasi nikel yang diperkuat melalui Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2019. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dalam negeri sekaligus mendukung pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.

Selain itu, pengembangan energi baru dan terbarukan juga terus didorong melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional, serta Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan. Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil melalui pemanfaatan energi surya, panas bumi, tenaga air, angin, dan bioenergi.

Meskipun demikian, kedua kebijakan tersebut lebih berorientasi pada transformasi jangka panjang. Hilirisasi nikel membutuhkan waktu untuk membangun ekosistem industri secara menyeluruh, sedangkan kontribusi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional masih berada pada kisaran 12 hingga 15 persen. Dengan kondisi tersebut, manfaat kebijakan belum sepenuhnya mampu menjawab ancaman energi yang muncul secara mendadak akibat gejolak geopolitik global.

Tantangan yang lebih mendesak justru terletak pada kesiapan cadangan energi nasional. Hingga saat ini, cadangan BBM Indonesia diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 23 hari. Angka tersebut masih jauh di bawah standar International Energy Agency yang merekomendasikan cadangan energi minimal selama 90 hari. Padahal pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 mengenai Cadangan Penyangga Energi Nasional sebagai dasar hukum pembentukan cadangan energi strategis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan energi Indonesia masih menghadapi persoalan ketidakseimbangan. Di satu sisi, pemerintah telah memiliki visi yang cukup jelas untuk membangun kemandirian energi melalui hilirisasi dan pengembangan energi terbarukan. Namun di sisi lain, kesiapan menghadapi krisis energi jangka pendek masih memerlukan penguatan yang lebih serius.

Oleh karena itu, percepatan pengisian cadangan energi strategis, diversifikasi sumber pasokan energi, serta penguatan tata kelola energi nasional menjadi langkah yang penting untuk dilakukan. Ketahanan energi tidak hanya memerlukan strategi transformasi jangka panjang, tetapi juga kemampuan merespons gangguan pasokan global yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Penutupan Selat Hormuz pada tahun 2026 memberikan pelajaran bahwa ketahanan energi tidak cukup dibangun melalui visi masa depan semata. Ketahanan energi juga memerlukan kesiapan menghadapi krisis yang datang secara tiba-tiba agar stabilitas nasional tetap terjaga dalam berbagai situasi geopolitik global. (*)

Dasco Hubungi Bahlil dan Kepala BGN Saat Terima Aspirasi Mahasiswa di DPR

0
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat menerima audiensi mahasiswa di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang saat menerima audiensi mahasiswa yang berdemonstrasi di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (19/6/2026), terkait sejumlah tuntutan mereka.

Menurut Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa yang turut hadir dalam audiensi tersebut, mahasiswa dapat langsung mendengar respons Bahlil dan Nanik terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan.

“Semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional,” kata Saan dalam konferensi pers usai audiensi.

Ia mengatakan pemerintah juga menjelaskan adanya efisiensi anggaran sekitar Rp70 triliun yang berasal dari penyisiran berbagai pos belanja yang kurang efektif untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terkait tuntutan mengenai kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Saan mengatakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjanji akan berupaya mengatasi persoalan tersebut, termasuk memastikan ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat.

“Stabilitas politik dan ekonomi sangat penting karena memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, dan hal itu juga menjadi salah satu perhatian mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dhenni Ribowo berharap DPR benar-benar menjalankan fungsi sebagai penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

“Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena,” kata Dhenni. (ANT/KN)