
BERAU – Beberapa pekan terakhir, kemunculan paus orca di Pulau Maratua ramai dijadikan konten sosial media. Hal itu tentu berdampak positif terhadap sektor pariwisata Kabupaten Berau.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong menyebut kemunculan paus orca menjadi sinyal penting tentang kesehatan ekosistem laut.
Selama ini, Maratua dikenal sebagai surga penyelam dengan spot yang paling ikonik adalah barakuda Point.
“Kemunculan paus orca memberikan dimensi baru. Fenomena ini tak boleh hanya dipandang sebagai momen viral semata,” tuturnya.
“Ini harus dikaji secara ilmiah. Apakah mereka hanya melintas atau ada perubahan pola migrasi akibat faktor lingkungan, termasuk perubahan iklim global,” sambungnya.
Menurutnya, keberadaan orca bisa menjadi indikator bahwa ekosistem laut Maratua sedang dalam kondisi tertentu entah karena melimpahnya plankton, ikan atau faktor suhu perairan yang berubah.
“Jika benar rantai makanan di wilayah Pulau Maratua sedang kaya, maka itu kabar baik bagi sektor perikanan dan pariwisata,” imbuhnya.
Rudi menekankan pentingnya kolaborasi antara dinas pariwisata daerah dan instansi kelautan provinsi untuk melakukan riset terpadu.
“Data ilmiah diperlukan agar pemerintah tidak hanya bangga sesaat tetapi mampu merumuskan kebijakan berbasis konservasi,” terangnya.
Kendati demikian, fenomena ini menjadi pengingat bahwa pariwisata masa depan bukan lagi sekadar eksploitasi panorama, melainkan pengelolaan ekologi secara berkelanjutan.
“Maratua kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi diving kelas dunia, tetapi juga berpotensi menjadi laboratorium alam untuk memahami dinamika mamalia laut di perairan tropis,” pungkasnya. (adv)


