Beranda blog Halaman 1011

IDM Kukar Terus Meningkat, Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Kukar

TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meningkatkan kemandirian desa berbuah manis. Sejak tahun 2021, Indeks Desa Membangun (IDM) di Kukar terus alami peningkatan. Kini tidak ada satupun desa di Kukar, yang menyandang kategori Sangat Tertinggal.

Tentunya pencapaian ini diperoleh dari berbagi upaya yang dijalankan Pemkab Kukar. Berbagai intervensi terus dilakukan Pemkab Kukar, untuk mendongkrak IDM di tiap desa. Baik itu dari sektor ekonomi, sosial, pendidikan hingga kesehatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pada 2021 lalu terdapat tujuh desa di Kukar dengan kategori Desa Sangat Tertinggal. Kemudian 98 desa yang dikategorikan Desa Berkembang, 64 Desa Maju dan 24 desa terkategorikan sebagai Desa Mandiri.

Kini setelah tiga tahun berselang, berdasarkan data DPMD Kukar, desa berkembang berkurang jadi 48. Peningkatan justru datang dari kategori Desa Maju, yakni sebanyak 69 desa dan Desa Mandiri sebanyak 76 desa.

“Sebelumnya ada tujuh desa yang tertinggal, dan tahun 2022 kita sudah tidak ada lagi desa tertinggal,” kata Arianto, Rabu (11/10/2023).

Ia menjelaskan, pertumbuhan IDM menjadi salah satu Program Dedikasi Kukar Idaman, yakni Kukar Bebaya. Hal ini menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) DPMD Kukar dalam menuntaskan desa tertinggal. Langkah selanjutnya adalah mengupayakan desa berkembang menjadi maju dan mandiri.

Untuk mendongkrak penilaian IDM, DPMD Kukar bakal bekerja sama dengan Bankaltimtara untuk menyediakan fasilitas sarana dan prasarana perbankan di setiap desa. Karena sejumlah insentif desa disalurkan secara non tunai atau transfer.

Kemudian DPMD Kukar juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk menyediakan fasilitas Posyandu dan Puskemas Pembantu (Pusban) di setiap desa. Serta menambah bidan dan tenaga kesehatan (nakes).

“Jadi desa berkembang, maju dan mandiri, bupati dan wabup memang merekomendasikan hasil survei IDM menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti tentang indeks ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan agar terus dikawal,” serunya

“Status IDM Kukar saat ini sudah maju di angka 0,776. Target kita maju di 2024 dengan angka 0,788 mendekati mandiri (0,8),” pungkasnya. (Adv/KN)

Komisi II DPRD Berau Dukung Peran Retail Nasional dalam Pembinaan UMKM

0

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Darlena mendukung pembinaan UMKM yang dilakukan oleh retail nasional. Ia mengungkapan, saat ini ada dua retail nasional, yaitu Indomaret dan Alfamidi sudah cukup baik dalam pembinaan UMKM di Bumi Batiwakkal. “Hal itu bagus, apalagi masuknya retail nasional ini bisa menjadi tanda bahwa daerah kita sudah cukup maju,” jelas Darlena.

Politikus Partai NasDem itu mengaku mendukung pelatihan yang dilakukan oleh retail nasional untuk membantu memasarkan dan promosi produk UMKM dari Berau.

“Saya sangat mendukung hal itu, cukup baik untuk membantu UMKM kita,” terangnya.

Darlena juga berharap jaringan retail nasional ini tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga bisa menyebar hingga ke pesisir kabupaten Berau. “Saya harap bisa masuk ke pesisir sana. Sehingga ekonomi bisa tumbuh,” terangnya.

Penyerapan tenaga kerja lokal juga diharapkan bisa maksimal. Meski dipahami, ketika baru membuka akan menggunakan tenaga kerja luar untuk mengajarkan dan memberi pemahaman bagi anggota baru.

Namun setelahnya diharap bisa terus memaksimalkan untuk menyerap putra putri Berau. “Kami berharap tenaga kerja lokal kita terserap, putra putri daerah diberdayakan, sehingga tingkat pengangguran bisa berkurang,” pungkasnya. (ADV/MK)

Pengembangan Sektor Pariwisata, Sakirman Dorong Inovasi Disbudpar

0

TANJUNG REDEB – Guna memajukan sektor pariwisata Bumi Batiwakkal, Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman mendorong pemerintah untuk terus melakukan inovasi.

Dia menuturkan, pemerintah harus menggali event-event pariwisata selain Maratua Jazz yang dilaksanakan setiap tahun. “Tetapi manfaatkan juga potensi wisata yang ada di seluruh kecamatan wilayah pesisir selatan,” ucapnya.

Dipaparkannya, Berau memiliki beragam potensi wisata. Seperti Bidukbiduk yang memiliki pemandangan pasir putih dan labuan cermin serta Pulau Kaniungan yang dapat menarik minat wisatawan. “Semua bisa dimanfaatkan, tergantung dari pihak yang menanganinya,” tuturnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau harus memiliki inovasi untuk meningkatkan sektor pariwisata yang ada.

“Misalnya membuat agenda maraton dan fun bike di Bidukbiduk, karena memiliki destinasi wisata yang beragam,” katanya.

“Karena tidak mungkin yang ikut maraton dan fun bike tidak sekalian berlibur. Pasti akan berlibur dan melihat keindahan Bidukbiduk yang sangat kaya akan destinasi wisatanya,” tambahnya.

Kendati demikian, dirinya mengusulkan untuk melibatkan pihak ketiga untuk meringankan beban anggaran untuk kegiatan tersebut. “Berkolaborasi kunci utamanya, agar sektor pariwisata kita semakin berkembang dan terkenal,” pungkasnya. (ADV/MK)

Ketua DPRD Berau Dorong Pemerintah Usulkan Penerimaan CPNS dan PPPK Lokal

0

TANJUNG REDEB – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk masyarakat Berau diminta legislatif diusulan pemerintah.

Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengungkapkan, usulan tersebut menyusul dengan adanya rencana penghapusan PTT yang diundur hingga 2024 mendatang. “Dalam pengajuan pemda harus ada keberanian untuk diadakan CPNS dan PPPK, khusus masyarakat Berau,” tegasnya.

Ditegaskannya, pemerintah harus mengakomodir PPPK yang sudah diterima. Jangan sampai, kata Madri, yang sudah lulus menjadi tidak lulus.

“Apalagi dalam penerimaan PPPK juga ada syarat berapa lama mengabdi menjadi PTT. Jadi prioritaskan tenaga honorer yang sudah lama bisa diangkat menjadi ASN sebagai tanda penghargaan dari pemerintah,” katanya.

Diperlukan kebijakan pusat supaya hal itu dapat berjalan dengan baik. Sebab, secara signifikan, kata Politikus NasDem ini, perekrutan CPNS dan PPPK dapat mengurangi jumlah tenaga honorer yang ada. “Ke depan perlu diajukan lagi untuk tes CPNS dan PPPK supaya PTT berkurang dan jangan dihapuskan,” tutupnya. (ADV/KN)

Tidak Ada Hotel Bintang 5 di Berau, Falentinus Minta Perda Minol Direvisi

0

TANJUNG REDEB – Masifnya peredaran minuman beralkohol (Minol) di seluruh hotel yang ada disorot Anggota Komisi I DPRD Berau, Falentinus Keo Meo. Dia menerangkan, pemerintah telah membuat Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Berau Nomor 11 tahun 2010 tentang larangan peredaran minuman beralkohol.

Dirinya menuturkan, minuman beralkohol dengan Grade B hingga C yang kadar alkoholnya 5 sampai 55 persen hanya boleh beredar di hotel bintang 5. “Padahal di Berau tidak ada hotel bintang 5. Apalagi minol dengan Grade B dan C tidak bisa beredar sembarangan. Terlebih yang Grade A harus diawasi perizinan dan takarannya,” ungkapnya.

Falentinus menegaskan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus maksimal melakukan razia rutin. Jika mendapati minol dengan Grade B hingga C di botel yang ada, maka wajib ditertibkan. “Waktu itu kami sudah pernah mengusulkan bahwa Perda minol ini direvisi,” bebernya.

“Karena ada dampak sanksi sosial kurang baik bagi pengedar dan pihak konsumsi. Karena secara aturan Perda, minuman alkohol grade B hingga C hanya boleh di hotel bintang 5,” sambungnya. (ADV/KN)

Terbentur Regulasi, Peri Kombong Dorong OPD Terkait Carikan Solusi Penambahan Personel Damkar

0

TANJUNG REDEB – Jumlah personel pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Berau masih kurang. Namun, untuk menambahnya terhalang regulasi mengenai rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT). Menyoroti persoalan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong mengungkapkan, meski saat ini tidak boleh ada penambahan PTT, pemerintah harus tetap mencari solusi yang tepat.

“Personel pemadam kebakaran ini sangat dibutuhkan dan penting. Harus dicarikan solusinya seperti apa,” tegasnya.

Dirinya mengaku siap mengawal, jika usulan penambahan personel damkar masuk dalam rencana anggaran. Sehingga, Peri mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun perencanaan sesuai kebutuhan tenaga yang dibutuhkan.

“Mengingat wilayah kita ini sangat luas, tentunya setiap pos BPBD di setiap kecamatan harus memiliki jumlah personel yang cukup,” tuturnya.

Politikus Gerindra ini menilai, pemenuhan personel Damkar di setiap pos kecamatan sangat penting, agar penanganan suatu kejadian dapat lebih cepat. “Terlebih ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hal itu memerlukan banyak personel, agar cepat tertangani. Jadi saya kira ini harus jadi suatu perhatian,” katanya.

Peri berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat segera menangani persoalan keterbatasan personel damkar tersebut dengan maksimal. “Ini kebutuhan urgent, sebaiknya secepatnya dicarikan solusinya. Karena menyangkut dengan penanganan bencana,” pungkasnya. (ADV/KN)

Komisi I DPRD Berau Mendorong Perda Pengawasan Dana Pendidikan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0

TANJUNG REDEB – Persentase anggaran senilai 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai cukup besar.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mendorong adanya Peraturan Daerah (Perda) terkait pengawasan penggunaan dana pendidikan. “Yang direalisasikan saat ini hanya satu persen saja. Tentu tidak masuk akal. Saya khawatir dunia pendidikan kita sulit maju jika tidak diberikan anggaran sebagaimana mestinya,” katanya.

Menurutnya, jika ada Perda terkait pengawasan penggunaan dana pendidikan, masyarakat dapat ikut mengawasi dan mengkritisi. “Jadi masyarakat tahu penggunaannya kemana saja. Kalau tidak sesuai, masyarakat bisa menuntut,” tegasnya.

Rudi menilai, minimnya penggunaan anggaran yang direalisasikan untuk sektor pendidikan merupakan suatu kegagalan visi-misi kepala daerah. “Pemerintah saat ini saya katakan wanprestasi. Karena dari 18 visi misi yang digaungkan, salah satunya soal pendidikan, tapi kenyataannya tidak terbukti bisa lebih baik,” bebernya.

Dirinya menyebut, pendidikan seharusnya diutamakan. Terlebih dalam Undang-Undang termaktub sektor pendidikan harus diberi anggaran lebih. “Itu karena pendidikan suatu hal yang sangat penting. Apalagi menyangkut masa depan bangsa,” katanya.

Kendati demikian, Politikus PDI-P ini mengakui pihaknya di Komisi I DPRD Berau akan mengusulkan Perda tentang pengawasan penggunaan dana pendidikan. “Tujuannya supaya pendidikan di Berau sesuai dengan yang diharapkan masyarakat, apalagi dengan persentase 20 persen. Tahun depan kami usulkan Perda mengenai hal tersebut,” pungkasnya. (ADV/MK)

Ketua Komisi III DPRD Berau Dukung Pembangunan Jalur Baru Menuju Pulau Kakaban

0

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun jalur baru untuk masuk ke danau ubur-ubur Pulau Kakaban. Hal itu pun diapresiasi jajaran legislatif.

Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga menuturkan, adanya jalur baru itu dapat menjadi opsi ketika musim angin selatan. Pasalnya speedboat kesulitan bersandar jika melalui jalur lama. Selain itu cukup berbahaya dilintasi karena medan yang cukup tinggi dan menurun.

“Sehingga kalau lewat jalur lama ketika musim angin selatan, para gaet atau pemandu wisata kesulitan membawa tamu,” tuturnya.

Dijelaskannya, di kawasan Pulau Kakaban ada dua musim, yakni angin utara dan angin selatan. Jika musim angin utara, jalur lama dapat digunakan. Namun, ketika musim angin selatan dapat menggunakan jalur yang baru.

“Tentunya di jalur yang baru kita tetap mementingkan akidah yang berlaku terkait tentang konservasi dan tidak melakukan penebangan hutan yang berlebihan,” bebernya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut berharap, pembangunan jalan masuk yang baru tetap mengikuti sesuai regulasi konservasi, mengingat wisata Pulau Kakaban telah ditetapkan oleh kementerian sebagai salah satu daerah konservasi.

“Semoga dengan jalur baru ini peningkatan kunjungan wisatawan bisa meningkat dan ekonomi kreatif masyarakat sekitar kawasan bisa ikut terangkat,” tandasnya. (ADV/KN)

Kemenlu Minta WNI Tinggalkan Wilayah Palestina dan Israel

KORANUSANTARA –  Merespons kondisi perang antara Palestina dan Israel yang kian panas, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) langsung mengeluarkan travel advisory bagi WNI di dua wilayah tersebut. Kemenlu meminta agar segera meninggalkan wilayah tersebut.

”Menimbang situasi keamanan terakhir dan demi keselamatan para WNI, Pemerintah Indonesia menghimbau agar WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel segera meninggalkan wilayah tersebut,”  ujar Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal, Selasa, 10 Oktober 2023. Lalu, bagi yang sudah merencanakan perjalanan ke kedua wilayah tersebut diimbau untuk membatalkan rencananya hingga pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah.

Di bagian lain, pemerintah juga tengah berupaya mengevakuasi WNI yang berada di sana. Rencana kontigensi evakuasi WNI dengan beberapa skenario situasi pun telah dibuat.

Pemerintah, melalui KBRI Amman, KBRI Beirut dan KBRI Kairo sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait upaya evakuasi ini, khususnya 10 orang WNI yang berada di Jalur Gaza, Palestina.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pun disebutnya telah melakukan komunikasi dengan Menlu Filipina Enrique Manalo. Dalam komunikasi tersebut, Retno meminta  bantuan Filipina untuk evakuasi WNI dari wilayah konflik jika diperlukan.

Menlu Retno terus berkomunikasi dengan sejumlah negara dan organisasi internasional. Pada 9 Oktober lalu, Retno telah membahas hal ini dengan Menlu Brazil yang saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB.

”Selain dengan Brazil selaku Presiden DK PBB, Indonesia juga sudah melakukan komunikasi dgn Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengenai perlunya upaya menghentikan kekerasan dan menyepakati koridor kemanusiaan,” jelasnya.

Berdasarkan pemutakhiran data terakhir, saat ini terdapat 45 WNI di Palestina. Dimana, 10 WNI berada di Gaza dan 35 WNI berada di Tepi Barat. Selain 45 WNI tersebut, terdapat 230 WNI yang diketahui tengah melakukan wisata religi di berbagai titik di Israel. Dipastikan, hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban.

Presiden Joko Widodo akhirnya menyatakan sikap terkait konflik di Palestina dan Israel. Sikap ini mewakili Indonesia.  Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Jokowi mendesak agar perang dan tindak kekerasan yang terjadi di daerah konflik segera dihentikan. ”Untuk menghindari makin bertambahnya korban manusia dan hancurnya harta benda karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar,” ucapnya.

Kepala Negara juga mendorong agar akar permasalahan yang menimbulkan konflik Palestina dan Israel segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. “Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang sudah disepakati PBB,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan upaya pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Palestina. Menurutnya, instruksi terkait perlindungan para WNI di daerah konflik telah disampaikan kepada jajaran kementerian terkait. “Saya minta Menteri Luar Negeri dan jajaran kementerian terkait segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI yang berada di wilayah konflik,” ucap Jokowi.(*)

Pendapatan Premi Asuransi Turun Pascapandemi

0

KORANUSANTARA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari sampai Agustus 2023. Meski demikian, pertumbuhan kinerja industri masih positif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menuturkan, akumulasi pendapatan premi sektor asuransi mencapai Rp 203,42 triliun. Jumlah tersebut turun 1,20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Yang mampu tumbuh 2,10 persen year-on-year (YoY).

Begitu pula pertumbuhan akumulasi premi asuransi jiwa yang terkontraksi 6,58 persen YoY dengan nilai Rp 118,30 triliun. ’’Didorong oleh normalisasi kinerja pendapatan premi pada lini usaha PAYDI (produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi),” ucap Ogi.

Di sisi lain, akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh positif. Mampu meningkat 7,38 persen YoY menjadi Rp 85,13 triliun. Sedangkan pada Agustus tahun lalu hanya Rp 79,27 triliun.

Ogi memastikan, secara umum permodalan di industri asuransi terjaga. Industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan risk based capital (RBC) masing-masing 452,31 persen dan 310,63 persen. ’’Jauh di atas threshold sebesar 120 persen,” ujarnya.

Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma menyatakan, kinerja perusahaan masih tumbuh lebih baik. Berdasar laporan keuangan Agustus 2023, perseroan mencatatkan pendapatan premi Rp 7,8 triliun, naik dibandingkan Agustus tahun sebelumnya sebesar Rp 8,35 triliun.

Hasil investasi justru tumbuh signifikan secara tahunan. Dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 2,6 triliun. ’’Saya kira untuk prudent investment policy itu yang paling penting. Dan kita mengikuti dari policy ESG. Membuat investasi kita juga sehat. Mayoritas aset kita ada di obligasi pemerintah,” ungkapnya dalam peluncuran Asuransi Mandiri Flexi Proteksi di One Satrio, Selasa, 10 Oktober 2023.

Beban klaim dan manfaat mengalami kenaikan. Yakni, Rp 8,05 triliun dengan porsi terbesar klaim penebusan unit senilai Rp 6,59 triliun. Lalu, klaim dan manfaat dibayar sebesar Rp 1 triliun. ’’Klaim naik tidak drastis seperti di industri. Kita bisa bilang masih normal,” ujarnya.

Menurut dia, mayoritas klaim kesehatan. Sejalan dengan pola berobat masyarakat pascapandemi yang memilih datang ke rumah sakit.

Sementara itu, Chief Marketing Officer Generali Indonesia Vivin Arbianti Gautama mengatakan, penetrasi yang dilakukan industri asuransi membuahkan hasil. Terutama langkah menghadirkan produk dengan biaya terjangkau. ’’Boleh dibilang, dari total premi baru didominasi besmart lite (asuransi premi terjangkau, Red) sejak produknya diluncurkan. Kontribusinya sekitar 60 persen,’’ ucapnya di Surabaya.

Untuk periode Januari hingga Agustus 2023, Generali Indonesia telah membayarkan total klaim jiwa dan kesehatan senilai Rp 761,4 miliar untuk lebih dari 165 ribu kasus klaim. Dari angka klaim yang telah dibayarkan tersebut, terjadi kenaikan pada klaim kesehatan sebesar 52,13 persen (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)