Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemenlu Minta WNI Tinggalkan Wilayah Palestina dan Israel

KORANUSANTARA –  Merespons kondisi perang antara Palestina dan Israel yang kian panas, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) langsung mengeluarkan travel advisory bagi WNI di dua wilayah tersebut. Kemenlu meminta agar segera meninggalkan wilayah tersebut.

”Menimbang situasi keamanan terakhir dan demi keselamatan para WNI, Pemerintah Indonesia menghimbau agar WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel segera meninggalkan wilayah tersebut,”  ujar Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal, Selasa, 10 Oktober 2023. Lalu, bagi yang sudah merencanakan perjalanan ke kedua wilayah tersebut diimbau untuk membatalkan rencananya hingga pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah.

Di bagian lain, pemerintah juga tengah berupaya mengevakuasi WNI yang berada di sana. Rencana kontigensi evakuasi WNI dengan beberapa skenario situasi pun telah dibuat.

Pemerintah, melalui KBRI Amman, KBRI Beirut dan KBRI Kairo sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait upaya evakuasi ini, khususnya 10 orang WNI yang berada di Jalur Gaza, Palestina.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pun disebutnya telah melakukan komunikasi dengan Menlu Filipina Enrique Manalo. Dalam komunikasi tersebut, Retno meminta  bantuan Filipina untuk evakuasi WNI dari wilayah konflik jika diperlukan.

Menlu Retno terus berkomunikasi dengan sejumlah negara dan organisasi internasional. Pada 9 Oktober lalu, Retno telah membahas hal ini dengan Menlu Brazil yang saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB.

”Selain dengan Brazil selaku Presiden DK PBB, Indonesia juga sudah melakukan komunikasi dgn Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengenai perlunya upaya menghentikan kekerasan dan menyepakati koridor kemanusiaan,” jelasnya.

Berdasarkan pemutakhiran data terakhir, saat ini terdapat 45 WNI di Palestina. Dimana, 10 WNI berada di Gaza dan 35 WNI berada di Tepi Barat. Selain 45 WNI tersebut, terdapat 230 WNI yang diketahui tengah melakukan wisata religi di berbagai titik di Israel. Dipastikan, hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban.

Presiden Joko Widodo akhirnya menyatakan sikap terkait konflik di Palestina dan Israel. Sikap ini mewakili Indonesia.  Dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Jokowi mendesak agar perang dan tindak kekerasan yang terjadi di daerah konflik segera dihentikan. ”Untuk menghindari makin bertambahnya korban manusia dan hancurnya harta benda karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar,” ucapnya.

Kepala Negara juga mendorong agar akar permasalahan yang menimbulkan konflik Palestina dan Israel segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. “Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang sudah disepakati PBB,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan upaya pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Palestina. Menurutnya, instruksi terkait perlindungan para WNI di daerah konflik telah disampaikan kepada jajaran kementerian terkait. “Saya minta Menteri Luar Negeri dan jajaran kementerian terkait segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI yang berada di wilayah konflik,” ucap Jokowi.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular