Beranda blog Halaman 974

Jalan Lingkungan di Desa Tanjung Batu Kini Telah Dilengkapi dengan Lampu Penerangan

TENGGARONG – Program Terang Kampongku juga direalisasikan di Desa Tanjung Batu. Di desa yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang ini, program Terang Kampongku direalisasikan dengan melakukan pemasangan penerangan jalan yang menerangi empat RT.

Dengan alokasi anggaran senilai Rp 191 juta, sejumlah ruas jalan di Desa Tanjung Batu diterangi dengan lampu jalan bertenaga surya. Dengan menggunakan energi matahari atau solar cell untuk menerangi jalan desa.

Dengan adanya program ini, dipastikan bahwa jalan yang melintasi empat RT di Desa Tanjung Batu akan menjadi terang. Jalan ini adalah akses utama yang menghubungkan desa tersebut dengan jalan poros di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Proses pengadaan lampu jalan ini sendiri, sejatinya telah diajukan sejak beberapa tahun terakhir. Selama periode tersebut, desa yang merupakan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), belum memiliki penerangan jalan saat malam tiba. Meskipun menjadi pusat pasokan listrik untuk Kukar, Samarinda, dan Balikpapan.

“Harapan kami adalah agar Desa Tanjung Batu, yang merupakan produsen daya listrik, mendapatkan perhatian pemerintah terkait penerangan jalan,” ungkap Kepala Desa Tanjung Batu, Husniansyah.

Husni juga mengungkapkan bahwa dari 90 titik yang diajukan, hanya sekira 15 hingga 20 titik lampu jalan yang terealisasi, dengan dana sebesar Rp 191 juta. Langkah ini dianggap sebagai awal, dan mereka berharap puluhan titik lainnya yang belum dianggarkan dalam APBD Kukar 2023 akan direalisasikan pada tahun-tahun mendatang.

“Kami menyadari bahwa dana anggaran yang diberikan belum mencukupi untuk menjangkau semua titik,” pungkas Husni. (Adv/KN)

Aset Pemprov Kaltim Belum Terkelola dengan Baik

0

SAMARINDA – Aset-aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih banyak yang belum terkelola dengan baik.
Seperti Hotel Atlet Sempaja yang dibangun pada tahun 2008 sebagai sarana penunjang PON XVII di Kalimantan Timur.

Hal demikian menjadi sorotan Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. Hotel Atlet yang berlokasi di Komplek Stadion Sempaja yang kini berganti nama menjadi Gelora Kadrie Oening tersebut, saat ini dibiarkan tak difungsikan. Padahal, menurutnya hotel tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah.

“Seyogyanya itu tidak berpikir hanya cuma untuk atlet fasilitas atlet, Pemprov harus pikirkan bahwa pasca ini mau seperti apa.
Jadi ketika ada momentum event-event nasional terkhususnya di Kalimantan Timur itu bisa digunakan,” terangnya kepada media ini, Rabu (8/11/2023).

Sapto menilai bahwa bangunan tersebut sejak awal ditujukan sebagai hotel. Bila kembali dimanfaatkan sebagai hotel kondisinya sudah tidak layak. Dan bila diperuntukan atau dialihfungsikan untuk hal lain maka perombakan harus dilakukan.

“Ini yang menjadi kendala, bahwa ketika kita bicara memanfaatkan itu sudah tidak layak.
Kalau mau dibuat hotel selain peruntukan awalnya, harus merombak mau ndak mau suka ndak suka,” ucapnya.

Pemerintah provinsi berencana untuk memanfaatkan kembali hotel ini sebagai gedung perpustakaan atau tempat usaha kuliner dan UMKM.

Beberapa pihak swasta juga tertarik untuk mengelola hotel ini, seperti Bakrie Group yang menawarkan Rp 38 miliar untuk mengambil alih hotel ini pada tahun 2013. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan pasti tentang nasib hotel ini.

“Nah itu beberapa kali itu ditawarkan oleh pihak ketiga tapi tidak pernah clear juga. Ya enggak pernah tuntas,” bebernya.

Ia berharap, pemerintah bisa lebih bertanggung jawab dan transparan dalam mengelola aset-aset milik daerah. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengkritisi kinerja pemerintah.

“Kita harus bersama-sama mengawal aset-aset kita. Jangan sampai kita rugi dan menderita karena kelalaian pemerintah. Kita harus tahu hak dan kewajiban kita sebagai warga negara,” pungkasnya.(Adv/DPRDKaltim/KN)

UMKM Kompetitif, Ketua DPRD Kaltim Apresiasi Kecamatan Balikpapan Selatan

0

BALIKPAPAN – Kecamatan Balikpapan Selatan menggelar sosialisasi dan edukasi “Menuju UMKM Kompetitif” di Aula Kecamatan, Selasa lalu (7/11/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud yang membuka kegiatan ini mengatakan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang penting bagi perekonomian masyarakat. Ia mengapresiasi upaya Kecamatan Balikpapan Selatan dalam mengembangkan potensi UMKM di daerahnya.

“Tanpa dukungan UMKM akan sulit berkembang. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Kecamatan Balikpapan Selatan yang telah mengadakan kegiatan ini. Saya harap ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain di Kaltim,” ujar Hasanuddin yang akrab disapa Hamas.

Hamas juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota telah menyediakan berbagai program yang pro terhadap UMKM. Namun, ia mengakui bahwa sosialisasi program-program tersebut masih kurang maksimal.

“Ada banyak program yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), perizinan online, pendampingan, dan pelatihan. Saya berharap pelaku UMKM bisa lebih aktif mencari informasi dan mengikuti program-program tersebut. Ini akan sangat membantu mereka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka,” tutur Hamas.

Politikus Golkar ini juga menekankan bahwa UMKM telah membuktikan ketangguhannya di tengah pandemi Covid-19. Banyak usaha besar yang terpaksa tutup, tetapi UMKM masih bisa bertahan dan bahkan berkembang.

“UMKM adalah penopang perekonomian masyarakat. Di saat pandemi, UMKM mampu beradaptasi dan berinovasi. Ini menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi yang besar untuk menjadi usaha yang kompetitif. Saya berharap generasi muda juga tertarik untuk terjun ke dunia UMKM,” imbuh Hamas.

Sementara itu, Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim mengatakan bahwa UMKM merupakan solusi dalam menciptakan kemandirian perekonomian berbasis kerakyatan. Ia menilai bahwa UMKM sangat dibutuhkan di wilayahnya yang memiliki jumlah penduduk yang besar dan terus bertambah.

“Kecamatan Balikpapan Selatan ini terdaftar ada 700 ribu lebih jiwa, dan diprediksi akan terus bertambah seiring menjadi daerah yang bertetangga dengan IKN. Ini membuat persaingan usaha semakin ketat. Karena itu, kami mengadakan kegiatan ini untuk memberikan bekal informasi yang diperlukan bagi pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif,” jelas Hakim.

Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Kaltim yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada UMKM di Kecamatan Balikpapan Selatan. Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya untuk UMKM saja, tetapi juga untuk sektor-sektor lain seperti pendidikan dan infrastruktur.

“Kami mengapresiasi dukungan pak Ketua DPRD yang telah banyak membantu kami melalui bantuan keuangan provinsi kepada pemerintah kota Balikpapan. Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Balikpapan Selatan khususnya dan Kaltim pada umumnya,” pungkas Hakim.(adv/dprdkaltim/kn)

Sekretaritat DPRD Kaltim Diminta Tertib Administrasi

0

SAMARINDA – Kepala Bagian Fasilitasi, Pengawasan dan Penganggaran Sekretariat DPRD Kalimantan Timur, Andrie Asdi, mengimbau seluruh komponen di lingkungannya untuk tertib administrasi.

Menurutnya, tertib administrasi dalam tugas kesekretariatan DPRD, termasuk keuangan maupun penatausahaan lainnya, merupakan bentuk tanggung jawab dan kesiapan menghadapi proses pemeriksaan.

Andrie menegaskan bahwa tertib administrasi menjadi penting karena dengan kelengkapan dan kerapian dokumen tentunya akan memudahkan proses pemeriksaan.

“Nantinya ketika diaudit tidak terjadi kekeliruan yang tidak diharapkan,” katanya pada awal pekan ini.

Andrie juga menyinggung prinsip tata kelola pemerintahan yang baik yang merupakan suatu konsep yang menekankan pada penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, partisipatif dan responsif terhadap kepentingan rakyat.

Prinsip tersebut yakni transparansi, akuntabilitas, partisipasi, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, kesetaraan dan keadilan, hukum dan supremasi hukum, visi strategis, pengawasan, dan konsensus.

“Konsep ini telah menjadi perhatian banyak pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, sebagai salah satu syarat untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tutupnya.(adv/dprdkaltim/kn)

Dana Pemprov Kaltim Harus Selesaikan Masalah Pendidikan

0

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim diminta untuk memanfaatkan dana yang dialokasikan ke setiap daerah untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Benua Etam. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.

Hasanuddin mengatakan bahwa pendidikan adalah sektor yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Namun, ia mengaku prihatin dengan kondisi pendidikan di beberapa daerah di Kaltim yang masih sangat memprihatinkan.

“Ada sekolah yang jumlah guru dan ruang belajarnya sangat kurang, ada yang fasilitasnya tidak memadai, seperti tidak ada laboratorium atau pusat penelitian. Ini harus segera ditangani oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dengan bantuan dana dari Pemprov,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar ini juga berharap agar dana yang disalurkan oleh Pemprov Kaltim dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan adalah salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di Kaltim.

“Kami mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim yang telah mengalokasikan dana untuk pendidikan, tetapi kami juga mengingatkan agar dana tersebut digunakan secara tepat sasaran dan transparan. Kami akan terus mengawasi dan mengontrol penggunaan dana tersebut agar sesuai dengan harapan masyarakat,” tegasnya. (Adv/DprdKaltim/KN)

Penghapusan Honorer, Samsun : Masih Sangat Dibutuhkan di Kaltim

0

SAMARINDA – DPRD Kaltim menolak rencana pemerintah pusat untuk menghapus tenaga honorer di instansi pemerintah pada tahun 2023. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, mengatakan bahwa tenaga honorer masih sangat dibutuhkan di Kaltim dan merupakan sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, jika tenaga honorer dihapus tanpa ada jaminan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maka akan menimbulkan masalah sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Ia meminta pemerintah pusat memberikan keistimewaan kepada Kaltim untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kaltim ini bisa jutaan perut yang bergantung pada tenaga honorer. Mereka punya istri, anak, bahkan orangtua yang menjadi tanggungan. Jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan dan penghasilan,” kata Samsun, Selasa (7/11/2023).

Samsun menambahkan, pihaknya telah berkomitmen untuk mempertahankan tenaga honorer dan tidak ada yang boleh diberhentikan. Ia juga mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berupaya untuk memperjuangkan nasib tenaga honorer, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kami minta keistimewaan dari pemerintah pusat untuk menangani masalah ini. Kami sudah komitmen untuk mempertahankan tenaga honorer. Pemprov Kaltim juga terus berusaha agar tenaga honorer bisa menjadi PPPK tanpa ada yang tertinggal,” ujar Samsun.

Samsun juga menegaskan, anggaran daerah masih cukup untuk membayar tenaga honorer. Ia tidak setuju dengan penghapusan tenaga honorer, kecuali mereka bisa menjadi PPPK.

“APBD kita masih mampu untuk membayar tenaga honorer. Kami tidak setuju dengan penghapusan tenaga honorer, kecuali mereka bisa menjadi PPPK,” tegasnya

Penghapusan tenaga honorer merupakan salah satu klausul dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Penataan pegawai non-ASN atau tenaga honorer di lingkungan pemerintah wajib diselesaikan paling lambat Desember 2024.

Berdasar sejumlah sumber, jumlah tenaga honorer di Kalimantan Timur pada tahun 2022 sekitar 65.251 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.886 orang merupakan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, sedangkan sisanya sebanyak 54.365 orangmerupakan tenaga honorer di 10 kabupaten/kota di Kaltim.(adv/dprdkaltim/kn)

DBOD Kaltim Dikritik, DPRD Sebut Tidak Ada Landasan Hukum

0

SAMARINDA – Pembentukan Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD) Kaltim menuai kritik dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub. Ia menilai, tidak ada landasan hukum yang jelas untuk membentuk lembaga tersebut.

DBOD Kaltim merupakan tindak lanjut dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dicanangkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. DBOD Kaltim diresmikan oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor, dan mendapat dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Rusman mengaku, sampai saat ini ia belum mengetahui adanya Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi dasar pembentukan DBOD Kaltim. Ia menganggap, hal ini sangat penting untuk mengatur fungsi, peran, dan anggaran dari lembaga tersebut.

“Kita tidak pernah tahu, landasannya berdasarkan apa? Pergub mana? Perda mana? Ini sangat penting, karena nanti akan berimplikasi pada alokasi anggaran,” katanya di hadapan awak media, Selasa (7/11/2023).

Politisi PPP tersebut juga menyoroti fungsi DBOD Kaltim yang seharusnya hanya sebagai tim koordinasi, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri yang mengatur tentang DBON. Ia menyarankan, pihak yang terlibat di DBOD Kaltim harus berasal dari unsur pemerintah.

“Seharusnya ini lembaga plat merah, bukan seperti yang sekarang. Tapi saya tidak mau buru-buru menyimpulkan, kita lihat dulu aturan mainnya,” ujar Rusman.

Rusman berpendapat, DBOD Kaltim tidak perlu menjadi lembaga teknis yang melaksanakan kegiatan olahraga, karena itu sudah menjadi tugas lembaga olahraga lainnya, seperti KONI. Ia mengharapkan, DBOD Kaltim lebih fokus pada monitoring kebijakan olahraga di Kaltim.

“DBOD Kaltim tidak perlu meniru lembaga teknis, karena itu akan tumpang tindih dengan lembaga olahraga lainnya. DBOD Kaltim harus lebih ke arah monitoring kebijakan olahraga,” tutup Rusman.(adv/dprdkaltim/kn)

Sistem Irigasi Jadi Prioritas Pembangunan di Kaltim

0

SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji, mengatakan bahwa sistem irigasi adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kaltim. Ia meminta Pemprov Kaltim untuk segera merealisasikan pembangunan bendungan dan embung di beberapa daerah persawahan.

Menurut Politisi Gerindra ini, sistem irigasi yang baik akan menjamin ketersediaan air untuk mengairi sawah-sawah di Kaltim. Hal ini sangat dibutuhkan terutama saat musim kemarau yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.

“Kita harus memastikan bahwa petani kita mendapatkan air irigasi yang berkelanjutan. Karena itu, saya mendesak Pemprov Kaltim untuk memprioritaskan pembangunan bendungan dan embung di beberapa lokasi, seperti di Kukar dan Samarinda,” ujar Seno saat diwawancarai di kantor DPRD Kaltim, Senin Kemarin (6/11/2023).

Seno menambahkan, pembangunan irigasi akan menjadi salah satu program utama yang akan dikerjasamakan dengan Pemprov Kaltim dalam kurun waktu 2024-2025. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Pj Gubernur Kaltim tentang hal ini.

“Kami sudah menyampaikan kepada pak Pj Gubernur bahwa sektor irigasi ini harus menjadi prioritas. Karena ini akan berdampak langsung kepada kesejahteraan petani kita,” kata Seno.

Selain itu, Seno juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim yang telah memberikan berbagai bantuan kepada petani, seperti alat dan mesin pertanian, bibit, dan lain-lain. Ia mengatakan, bantuan-bantuan tersebut telah berkontribusi terhadap peningkatan produksi gabah di Kaltim, khususnya di Kukar.

“Program-program yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim sudah mulai membuahkan hasil. Kita bisa lihat, produksi gabah di Kukar meningkat dari tahun 2022 ke 2023. Meskipun ada sedikit penurunan di akhir tahun ini karena musim kemarau, tapi kita yakin tahun depan akan lebih baik lagi,” pungkas Seno. (adv/dprdkaltim/kn)

DPR Akan Uji Netralitas Calon Panglima TNI

KORANUSANTARA – DPR memastikan fit and proper test calon panglima TNI bakal dilakukan dalam waktu dekat. Sesuai dengan surat presiden (surpres) usulan panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto yang kini bertugas sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menjadi calon tunggal pengganti Laksamana TNI Yudo Margono. Selasa, 7 November 2023, Agus turut hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPR.

Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan menyampaikan, besar kemungkinan fit and proper test calon panglima TNI berlangsung akhir pekan ini atau awal pekan depan. ”Perkiraan antara tanggal 10 sampai 14 November 2023,” ungkapnya. Farhan menyebut, dalam fit and proper test itu, bakal ditanyakan beberapa hal terkait dengan pemilu serentak tahun depan.

Meski tugas pengamanan pemilu berada di tangan Polri, TNI turut serta membantu pelaksanaan tugas itu. ”Fokusnya pengamanan pada persiapan pemilu,” imbuhnya. Bukan hanya pemilu presiden, wakil presiden, dan legislatif, Farhan menyatakan bahwa tahun depan juga bakal berlangsung pemilu kepala daerah. Baik kepala daerah tingkat kota dan kabupaten maupun kepala daerah di level provinsi. Untuk itu, persiapannya harus benar-benar matang.

Apalagi jika Undang-Undang Pilkada diresmikan. Farhan menyebut, bakalan ada kekosongan DPRD. Sehingga fungsi legislatif akan berada ditangan penjabat kepala daerah. Kekosongan itu juga bisa berlangsung lama. Mulai Agustus sampai November 2024. ”Sampai DPRD dilantik November 2024. Dan kepala daerah baru dilantik Januari 2025. Jadi, kalau TNI tidak netral dan tidak jaga stabilitas, bisa ambyar ini negara,” bebernya.

Namun demikian, Farhan percaya dan yakin TNI merupakan lembaga negara yang tidak akan turut serta dalam urusan politik. Apalagi Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai calon panglima TNI punya komitmen sama. Yakni netralitas TNI menjadi harga mati. Dia percaya transisi pucuk pimpinan TNI nanti berlangsung lancar. Agus bakal meneruskan komitmen untuk memastikan netralitas TNI.

Untuk memastikan netralitas TNI, Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PDIP Utut Adianto mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Netralitas TNI dalam pemilu tahun depan. ”Kalau memang berkenan untuk menjaga marwah DPR buatlah Panja Netralitas TNI,” imbuhnya. Meski tidak akan banyak anggota DPR yang sibuk lantaran kembali turut serta dalam pemilu tahun depan, mereka tetap menjalankan fungsi pengawasan.

Meski belum diputuskan, usulan tersebut disambut baik oleh pimpinan dan anggota Komisi I DPR lainnya. Selanjutnya mereka akan membahas pembentukan Panja Netralitas TNI di internal Komisi I. Berkaitan dengan hal itu, Yudo sudah berulang menyatakan bahwa TNI netral. Walau tidak sedikit purnawirawan TNI yang terlibat politik praktis, dia tegas menyampaikan, seluruh jajarannya tetap pada komitmen. ”Saya sudah minta jangan menarik-narik kami yang masih aktif ini,” ujarnya.

Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Agus Subiyanto juga sudah menegaskan bahwa TNI dilarang berpolitik. Dia memastikan, personel TNI aktif yang ketahuan berpolitik bakal langsung diberi sanksi. Mulai sanksi disiplin sampai sanksi pidana. ”Kalau komitmen netralitas, kami TNI AD sudah ada koridornya, yaitu Pasal 39 UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Di situ tertulis TNI tidak boleh berpolitik,” kata dia menegaskan. (*)

Gaza Telah Menjadi Kuburan bagi Anak-Anak

KORANUSANTARA – “Gaza telah menjadi kuburan bagi anak-anak.’’ Pernyataan miris itu diungkapkan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Ratusan anak-anak baik lelaki maupun perempuan dilaporkan terbunuh maupun terluka setiap hari.

Sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023, total korban jiwa sudah lebih dari 10 ribu orang. Dari jumlah itu, setidaknya 4.100 anak-anak. Nyawa bocah-bocah tak berdosa itu terenggut. Bom-bom yang dijatuhkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pun terus memakan korban. Banyak di antara korban luka harus mengalami cacat permanen.

Senin, 6 November 2023, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) juga mengungkap, perang di Gaza juga membuat 37 jurnalis terbunuh. Data itu belum termasuk korban terbaru, yaitu Mohammad Abu Hasira. Jenazahnya baru ditemukan, Selasa, 7 November 2023. Abu mengembuskan napas bersama 42 anggota keluarganya, termasuk putra dan kakak lelakinya.

Guterres menegaskan, jurnalis yang tewas dalam empat pekan terakhir ini jauh lebih banyak dibandingkan konflik di mana pun. Setidaknya, dalam tiga dekade terakhir. ’’Lebih banyak pekerja bantuan PBB yang terbunuh dibandingkan periode mana pun dalam sejarah organisasi kami,’’ ujar pemimpin 74 tahun itu seperti dikutip Al Jazeera.

Dalam paparannya di hadapan jurnalis di markas besar PBB, New York City, Guterres menyatakan bahwa gencatan senjata kemanusiaan menjadi semakin mendesak seiring berjalannya waktu. Terlebih, melihat bencana yang terjadi. Pelanggaran hukum internasional yang terlihat sangat jelas dalam pertempuran di Gaza.

’’Pihak-pihak yang berkonflik dan juga komunitas internasional menghadapi tanggung jawab mendasar dan mendesak, yaitu menghentikan penderitaan kolektif yang tidak manusiawi ini dan secara dramatis memperluas bantuan kemanusiaan ke Gaza,’’ tegasnya.

Namun, sejauh ini Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), tetap bergeming. Mereka menolak mentah-mentah terhadap opsi gencatan senjata yang disuarakan meluas dari berbagai pihak. Justru, The Times of Israel melaporkan, Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menyebut bahwa Guterres memiliki moral yang buruk karena tidak terus-menerus menyerukan agar Hamas menyerah. Juga, menuntut pembebasan 240 sandera yang ditahan di Jalur Gaza.

Erdan juga kembali menuntut agar Guterres mengundurkan diri dari jabatannya. ’’Dengan gagal melakukan hal tersebut, Guterres telah kehilangan pedoman moralnya dan tidak boleh bertahan satu menit pun di posisinya,’’ bunyi unggahan Erdan di akun X miliknya pasca pernyataan Guterres yang telah tersebar.

Saat ini, Israel terus mengebom dengan membabi buta. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, IDF telah memerintahkan Rumah Sakit Anak al-Rantisi untuk dievakuasi. Sebab, mereka bakal mengebom fasilitas tersebut. Padahal, ada sekitar 70 anak dirawat dan 1.000 pengungsi yang berlindung di fasilitas kesehatan tersebut. (*)