Beranda blog Halaman 450

Hakim Anggota Kasus Tom Lembong Dicopot Usai Jadi Tersangka Suap Terkait Kasus Migor

0

JAKARTA – Salah satu hakim anggota yang sebelumnya menangani perkara dugaan korupsi impor gula dengan terdakwa mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) resmi dicopot dari jabatannya. Hakim tersebut, Ali Muhtarom, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh Kejaksaan Agung RI.

Ali Muhtarom diduga menerima suap dalam kaitannya dengan putusan lepas (onslag) pada perkara korupsi ekspor crude palm oil (CPO), atau bahan baku minyak goreng, yang melibatkan terdakwa dari pihak korporasi.

Perkara yang menjerat Tom Lembong sendiri sebelumnya ditangani oleh Majelis Hakim yang diketuai Dennie Arsan Fatrika, dengan dua anggota yakni Ali Muhtarom dan Purwanto S. Abdullah. Dengan status tersangka yang disandang Ali, posisinya kini digantikan oleh hakim Alfis Setyawan.

“Menimbang bahwa hakim anggota atas nama Ali Muhtarom SH MH sedang berhalangan tetap dan tidak dapat bersidang lagi, maka untuk mengadili perkara tersebut perlu ditunjuk hakim anggota pengganti,” ujar Ketua Majelis Hakim Dennie Arsan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (14/4/2025).

Sidang Tom Lembong yang sempat tertunda karena libur Lebaran kembali digelar hari ini. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan sejumlah saksi untuk didengar keterangannya di hadapan majelis hakim.

Dalam kasus suap yang menjerat Ali Muhtarom, total tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah:
1. Muhammad Arif Nuryanto – Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
2. Marcella Santoso – Pengacara
3. Ariyanto – Pengacara
4. Wahyu Gunawan – Panitera Muda PN Jakarta Utara
5. Agam Syarif Baharudin – Hakim
6. Ali Muhtarom – Hakim
7. Djuyamto – Hakim

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, dalam konferensi pers menyebut bahwa pemberian suap kepada hakim Ali Muhtarom diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

“Penyidik menemukan adanya bukti dan fakta bahwa MS dan AR telah memberikan suap atau gratifikasi kepada MAN dengan dugaan nominal sekitar Rp60 miliar,” ujar Qohar dalam keterangan resmi pada Sabtu (12/4/2025).

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Tom Lembong Hadiri Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Impor Gula, JPU Hadirkan Sejumlah Saksi

0

JAKARTA – Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong kembali menjalani sidang lanjutan perkara dugaan korupsi impor gula di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (14/4/2025).

Dalam sidang yang digelar terbuka untuk umum itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan sejumlah saksi kunci untuk dimintai keterangan. Tom Lembong tampak hadir langsung di ruang sidang Kusumah Atmaja dengan mengenakan kemeja biru muda dan celana biru tua. Ia terlihat tenang, bahkan sempat menebar senyum kepada para pendukungnya yang hadir sebelum persidangan dimulai.

Sebelum memulai pemeriksaan, Hakim Ketua sempat menanyakan kondisi terdakwa.

“Saudara terdakwa sehat?” tanya hakim.

“Sehat, Yang Mulia,” jawab Tom singkat.

Adapun saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang hari ini di antaranya:
1. Sri Agustina – Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag (2015–2016)
2. Nusa Eka – Mantan Plt. Direktur Impor Kemendag
3. Gunaryo – Mantan Staf Khusus Mendag dan eks Sekretaris Jenderal Kemendag
4. Salomo Rahmatullah Damanik – Staf Khusus Mendag (2015–2016)

Sementara itu, dua saksi sebelumnya yang sudah dihadirkan dalam sidang pada 24 Maret 2025 juga turut dihadirkan, yaitu:
1. Yoshi Evelyn Nathania Dianza – PNS di Kemendag (2015-2016)
2. Nurimansyah – Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi di Kemendag (2015-2016)

Dalam dakwaannya, jaksa menuduh Tom Lembong merugikan keuangan negara hingga Rp578 miliar akibat menerbitkan izin impor gula kristal mentah (GKM) kepada 10 perusahaan swasta tanpa rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Perusahaan-perusahaan tersebut juga disebut tidak memiliki kewenangan untuk mengolah GKM menjadi gula kristal putih (GKP) karena statusnya sebagai produsen gula rafinasi.

Tom juga diduga mengizinkan impor GKM saat produksi dalam negeri masih mencukupi dan melibatkan perusahaan swasta dalam pengadaan gula yang seharusnya menjadi wewenang BUMN. Menurut Jaksa, tindakan ini tidak hanya memperkaya Tom sendiri, tapi juga menguntungkan sejumlah pihak swasta yang kini turut dijerat sebagai tersangka.

Perhitungan kerugian negara berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencapai lebih dari Rp578 miliar.

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Distanak Kukar Siapkan Rp 200 Miliar untuk Dorong Sektor Pertanian dan Peternakan 2025

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk tahun 2025. Dana ini difokuskan untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program strategis “Kukar Idaman”.

Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menyebutkan bahwa anggaran tahun depan tetap diarahkan pada lima kawasan prioritas, serta penguatan sarana dan prasarana pendukung. Fokus utamanya mencakup pembangunan irigasi, pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), penyediaan pupuk, serta peningkatan infrastruktur pertanian di berbagai wilayah.

“Anggaran ini berasal dari usulan kelompok tani, kunjungan lapangan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, serta aspirasi dari DPRD dan masyarakat. Kami seleksi yang paling dibutuhkan dan berdampak langsung bagi petani,” kata Taufik, Senin (14/4/2025).

Tak hanya dari APBD, program pembangunan pertanian juga didukung dana pusat sekitar Rp 40 miliar yang menyasar empat kecamatan pesisir Kukar. Secara keseluruhan, total anggaran Distanak Kukar tahun ini mencapai Rp 216 miliar, termasuk belanja pegawai dan non-pegawai. Sekitar 30 persen dari total itu dialokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana pertanian.

Taufik menjelaskan, tiga program utama menjadi prioritas: pengembangan sarana produksi, penyuluhan pertanian, serta pemberdayaan petani. Ketiganya diproyeksikan mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani lokal.

“Produktivitas pertanian hanya bisa naik jika kita kuatkan dari hulu ke hilir. Mulai dari bibit, pupuk, pendampingan, sampai ke akses pasar,” ujarnya.

Sektor peternakan pun tak luput dari perhatian. Meskipun Kukar sudah cukup mandiri dalam produksi daging ayam, kebutuhan daging sapi masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, Distanak mendorong peningkatan populasi ternak lokal, terutama sapi dan kambing.

“Kami jalankan program intervensi untuk populasi ternak, tapi peternakan punya tantangan sendiri, termasuk pengendalian penyakit hewan yang cukup kompleks,” tambah Taufik.

Sementara itu, cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi petani tanaman pangan. Beberapa sawah dilaporkan terendam akibat hujan lebat, mengganggu proses tanam dan panen.

Di sisi lain, subsektor hortikultura terus menunjukkan perkembangan positif. Kecamatan seperti Tenggarong Seberang, Samboja, Kota Bangun, Sebulu, dan Tenggarong menjadi sentra hortikultura yang memasok kebutuhan sayur dan buah ke berbagai daerah di Kalimantan Timur.

“Komoditas seperti cabai, tomat, gambas, dan timun banyak berasal dari Kukar. Ini menunjukkan potensi besar yang perlu terus kita dorong,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Terobosan di Sektor Kesehatan, Desa Loa Lepu Kini Miliki Polindes

TENGGARONG – Sebuah langkah maju diambil Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Yakni dengan menghadirkan Poliklinik Desa (Polindes) dan Rumah Bidan yang baru saja diresmikan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, pada Senin (14/4/2025).

Kehadiran fasilitas ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau. Kepala Desa (Kades) Loa Lepu, Sumali, menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian tersebut.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Polindes ini didasari oleh kebutuhan nyata warga yang selama ini harus menempuh perjalanan dan mengantre panjang di rumah sakit untuk mendapat layanan medis.

“Melalui Polindes ini, warga bisa langsung mendapat layanan dasar di desa. Kalau memang perlu dirujuk, baru kami bantu antar ke rumah sakit. Jadi tidak semua harus menumpuk di fasilitas kesehatan kota,” ungkap Sumali.

Operasional Polindes akan dimulai pada hari Selasa, dengan jam layanan dari pukul 08.00 pagi hingga 17.00 WITA. Namun, layanan malam pun tetap berjalan karena bidan yang bertugas tinggal di lokasi.

Meski sarana masih dalam tahap penyempurnaan, Sumali memastikan layanan sudah bisa berjalan efektif. Saat ini terdapat empat tenaga kesehatan, dua bidan dan dua perawat yang siap melayani warga.

Ke depan, pihak desa juga berencana menambah tenaga medis, termasuk dokter umum dan spesialis, dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kukar melalui kerja sama resmi.

“Kami berharap Polindes ini bisa jadi percontohan untuk desa lain. Ini bentuk nyata sinergi antara Pemdes dengan Dinkes Kukar, sesuai arahan Bapak Bupati. Tinggal bagaimana kita kawal agar keberadaannya betul-betul bermanfaat dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sumali juga menekankan pentingnya keberadaan dokter yang hadir secara rutin. “Ruangan sudah representatif, harapannya minimal seminggu sekali ada dokter datang ke sini,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Kukar Genjot Kemandirian Pangan Lewat Tiga Program Strategis Pertanian dan Peternakan

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya dalam dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Lewat kebijakan yang terukur dan program lapangan yang konkret, Pemkab Kukar terus mendorong kemandirian pangan daerah, agar mampu menopang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa 70 persen dari total anggaran Distanak untuk sektor pertanian tahun 2025 diarahkan langsung untuk mendukung produktivitas petani. Fokus utamanya diwujudkan dalam tiga program besar yang saat ini terus digencarkan.

“Program pertama adalah pembangunan infrastruktur pertanian seperti embung, saluran irigasi, hingga akses jalan ke lahan tani. Ini penting untuk menjamin kelancaran produksi di lapangan,” jelas Taufik, Senin (14/4/2025).

Program kedua menyasar bantuan langsung kepada petani berupa sarana produksi. Seperti benih unggul, pupuk, dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Sementara program ketiga adalah peningkatan kapasitas melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis.

Taufik menilai, ketiga program ini adalah fondasi penting dalam membangun kemandirian dan ketangguhan sektor pertanian Kukar di tengah berbagai tantangan.

Sementara itu, sektor peternakan juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam peta jalan kemandirian pangan Kukar. Kendati Kukar telah mampu memenuhi kebutuhan daging ayam secara mandiri, ketersediaan daging sapi masih mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Untuk daging sapi, apalagi saat musim kurban, kita masih bergantung dari luar. Ini menjadi perhatian kami ke depan,” ucapnya.

Taufik juga menyampaikan bahwa tantangan di lapangan tidak sedikit. Perubahan iklim yang menyebabkan pergeseran musim tanam dan banjir musiman, serta penyakit hewan yang menyerang ternak, menjadi hambatan yang harus dihadapi dengan strategi adaptif.

“Perjalanan menuju kemandirian pangan memang tidak mudah, tapi ini bukan alasan untuk menyerah. Kami terus berbenah, memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Diresmikan Bupati Kukar, Polindes Loa Lepu Jadi Simbol Kolaborasi dan Kepedulian Desa

TENGGARONG — Suasana haru dan bangga menyelimuti warga Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, saat Gedung Poliklinik Desa (Polindes) dan Rumah Bidan diresmikan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, pada Senin (14/4/2025).

Peresmian ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah desa, dunia usaha, dan dukungan pemerintah daerah yang bisa melahirkan fasilitas yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Edi menyampaikan apresiasi tinggi kepada kepala Desa Loa Lepu dan seluruh pihak yang telah mendorong terwujudnya fasilitas kesehatan ini. Ia menilai, pembangunan Polindes ini adalah langkah konkret yang mencerminkan keberanian desa mengambil peran strategis di sektor kesehatan.

“Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal keberpihakan. Desa Loa Lepu telah menunjukkan bagaimana inisiatif lokal bisa menjadi solusi nyata bagi warganya. Saya apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Edi.

Polindes Loa Lepu dibangun melalui kombinasi dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan dukungan dari PT Suma Nisa Jaya, pengembang yang beroperasi di kawasan tersebut. Bupati menilai kemitraan ini patut dijadikan contoh oleh desa-desa lain di Kukar.

“Model kolaborasi seperti ini harus diperbanyak. Dunia usaha harus punya peran dalam mendukung pembangunan desa, dan Polindes ini buktinya,” katanya.

Dengan hadirnya Polindes, Bupati Kukat menegaskan rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pusban) di desa tersebut secara resmi ditiadakan. Ia menegaskan, langkah selanjutnya adalah memperkuat manajemen, kelengkapan sarana, dan ketersediaan tenaga medis.

“Polindes ini akan menjadi percontohan di Kukar. Sekarang tinggal bagaimana pengelolaannya dimatangkan: dari manajemen SDM hingga sarana dan prasarana. Tidak boleh lagi ada pembangunan Pusban di sini karena sudah ada Polindes,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Bupati Kukar Ikut Halal Bi Halal Komunitas Sepeda, Sambung Silaturahmi dan Budayakan Olahraga

TENGGARONG – Suasana Minggu pagi di Tenggarong terasa berbeda, dengan keberadaan ratusan pesepeda dari berbagai daerah yang berkumpul di Pendopo Odah Etam. Untuk mengikuti kegiatan Halal Bi Halal Goweser yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), pada Minggu (13/4/2024).

Dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah, gowes santai ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan semangat hidup sehat. Dengan rute dari Pendopo hingga Waduk Panji Sukarame, para peserta tampak antusias mengayuh sepeda menyusuri kota.

Tak hanya komunitas lokal, peserta datang dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, hingga Kutai Timur. Uniknya, komunitas sepeda onthel turut meramaikan suasana dengan sepeda klasik yang membawa nuansa nostalgia.

“Ini kegiatan positif, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar goweser dari berbagai kecamatan. Saya pribadi sudah cukup lama tidak bersepeda, jadi kegiatan ini seperti nostalgia juga. Yang terpenting, ini menumbuhkan kesadaran hidup sehat,” ungkap Edi Damansyah.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menambahkan pihaknya menargetkan jumlah 350 orang peserta. Namuan sepertinya pada saat teknis kehiatan angka peserta yabg turut hadir mencapai 500 orang. Kegiatan ini bukan hanya sekadar olahraga, tapi juga upaya merawat budaya bersepeda yang makin diminati masyarakat.

“Kita ingin olahraga terus tumbuh di Kukar. Dengan gaya hidup yang sibuk, penting untuk tetap meluangkan waktu menjaga kebugaran. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif,” ujarnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Soal Pembongkaran Jembatan Besi, Bupati Kukar Pastikan Akan Pertahankan Warisan Sejarah

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap memulai proses pembongkaran Jembatan Besi Tenggarong. Salah satu jembatan ikonik yang menghubungkan Kelurahan Melayu dan Panji sejak era 1930-an. Meski usia jembatan telah hampir satu abad, langkah ini diambil sebagai bagian dari penataan dan pengembangan infrastruktur Tenggarong.

Proses pembongkaran akan dimulai pada 15 April oleh PT Putra Nanggroe Aceh. Proyek pembangunan jembatan baru ini menelan anggaran sebesar Rp 58 miliar, dikelola langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyadari bahwa langkah ini menuai reaksi beragam dari masyarakat. Terutama yang memiliki kedekatan emosional terhadap jembatan yang sarat nilai sejarah tersebut. Namun ia menegaskan, keputusan ini murni pertimbangan teknis dan fungsional.

“Jembatan ini usianya sudah sangat tua dan secara struktur sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pelebaran jalan dan penataan kota ke depan. Tapi saya tegaskan, tidak ada niatan sedikit pun untuk menghilangkan nilai sejarah yang dimiliki,” ujar Edi Damansyah.

Menurut nya, meski jembatan besi ini belum termasuk dalam kawasan cagar budaya, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan historis dalam pembangunan. Ia mencontohkan kawasan di sekitar Masjid Agung, Monumen Pancasila, hingga Gedung Wanita dan Kedaton yang telah ditetapkan sebagai kawasan budaya dan mendapat perlindungan khusus.

“Pemerintah yang memiliki kewenangan untuk menetapkan suatu kawasan menjadi cagar budaya. Dan untuk saat ini, jembatan ini belum termasuk dalam kategori tersebut. Tapi kami minta masyarakat memahami, bahwa pembongkaran ini untuk kemaslahatan jangka panjang,” tegasnya.

Pembangunan ulang jembatan besi ini tidak hanya untuk estetika, namun juga untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga yang terus meningkat, terutama di jam-jam sibuk. Pemerintah berjanji akan tetap menghormati nilai sejarah jembatan, bahkan tidak menutup kemungkinan elemen-elemen tertentu tetap dipertahankan sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Peradi Siapkan 40 Pengacara, Kawal Teror Ketua YLBH-KI Aceh Barat

0

MEULABOH – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Provinsi Aceh menyiapkan sekitar 40-an orang advokat (pengacara) untuk mengawal kasus teror yang dialami Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH)-Keadilan Indonesia Aceh Barat T.M. Kurniawan yang terjadi pada Jumat (4/4).

“Kita siapkan 40-an rekan advokat ini sebagai wujud solidaritas rekan sejawat untuk memberikan dukungan kepada rekan kami, T.M. Kurniawan, yang menjadi korban dalam kasus teror ini,” kata Ketua Peradi Aceh Zulfikar Sawang kepada ANTARA di Aceh Barat, Minggu (13/4/2025).

Zulfikar mengatakan dukungan para pengacara kepada T.M. Kurniawan agar kasus tersebut nantinya dapat terungkap dengan jelas siapa pelakunya.

Peradi Aceh juga berharap kepada aparat kepolisian di Aceh Barat dapat menuntaskan penyelidikan yang sedang berjalan, sekaligus mengungkap dan menangkap siapa pun pelakunya dalam kasus teror tersebut.

“T.M. Kurniawan ini rekan kami, kami berharap agar masalah ini dapat diusut dengan baik,” kata Zulfikar.

Peradi Aceh juga mengapresiasi kinerja Polres Aceh Barat yang telah melakukan penyelidikan kasus tersebut dan pihaknya mempercayakan pengusutan perkara ini kepada pihak kepolisian untuk menuntaskannya.

Sebelumnya, Ketua YLBH-KI Kabupaten Aceh Barat T.M. Kurniawan kepada wartawan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengaku selama ini dirinya tidak memiliki musuh dalam melaksanakan tugas advokasi.

Sebelum kejadian pembakaran mobil miliknya yang diparkir di halaman rumah, Kurniawan mengaku tidak pernah mendapatkan teror dari siapa pun.

Saat ditanyai apakah teror yang dia alami memiliki keterkaitan dengan tugas advokasi yang selama ini dilaksanakan di Aceh Barat, Kurniawan mengatakan tidak bisa menjawab pertanyaan awak media.

“Itu (pertanyaan) sudah ke ranah penyelidikan, saya tidak bisa menjawabnya. Saya sudah serahkan semuanya ke kuasa hukum saya,” katanya.

Aksi pembakaran mobil milik Ketua YLBH-KI Aceh Barat TM Kurniawan terjadi pada Jumat (4/4) dini hari sekira pukul 03.30 WIB setelah pintu rumah korban digedor warga.

Aksi tersebut terjadi di kediaman korban berlokasi di ruas Jalan Bungong Jaroe, Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Usai kejadian, Kurniawan beserta isteri dan Tim YLBH-KI Aceh Barat juga membuat laporan ke Polres Aceh Barat. Laporan tersebut diterima dengan surat tanda penerimaan laporan Nomor : STTLP/60/IV/2025/SPKT/POLRES ACEH BARAT/POLDA ACEH. (ANT/KN)

Danantara Terima Investasi USD 2 Miliar dari Qatar

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan komitmen investasi sebesar USD 2 miliar dari Qatar kepada Danantara, sebagai dana bersama Indonesia-Qatar yang difokuskan untuk mendukung pembangunan dan proyek strategis.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam wawancara cegat, usai menghadiri Pertemuan CEO Forum di Doha, Qatar, yang diinisiasi Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Minggu (13/4/2025).

“Saya kira pertemuan sangat baik, produktif, kita sepakat untuk tingkatkan kerja sama. Beliau akan inves dengan Danantara. Satu dana bersama, beliau komit dua miliar dolar AS,” ujar Presiden Prabowo diikuti secara dalam jaringan (daring) di Jakarta.

Menteri Perumahan dan Permukiman Rakyat Maruarar Sirait yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan itu membenarkan angka tersebut.

“Iya,” jawab Maruarar singkat saat Presiden Prabowo berupaya mengonfirmasi besaran dana investasi Qatar ke Danantara.

Prabowo menekankan bahwa komitmen ini merupakan tindak lanjut dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia, serta sinyal positif dari Qatar atas kerja sama yang semakin erat.

“Saya kira bagus, ini tindak lanjut, dan beliau sangat antusias,” ujarnya.

Selain Maruarar, turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar RI untuk Qatar Ridwan Hassan. (ANT/KN)