Beranda blog Halaman 451

Bandara Soekarno-Hatta Siap Layani Jemaah Haji 2025, Siapkan Terminal Khusus

0

TANGERANG – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, memastikan kesiapannya dalam menyediakan fasilitas dan layanan untuk musim haji yang akan digelar pada Mei 2025.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana di Tangerang, Minggu (13/4/2025), mengatakan bahwa secara prinsip terkait dengan fasilitas, pihak Angkasa Pura telah mempersiapkannya terutama dengan terminal khusus layanan haji dan umroh. Salah sayunya terkait dengan layanan Makkah Route.

“Secara prinsip, basic (dasar) layanan haji yang sudah beberapa kali dilakukan di Bandara Soetta. Dulu, tahun lalu dilakukan di Terminal 2D, saat ini kita sudah punya terminal umroh cukup nyaman dan bagus, artinya kita juga ingin memberikan layanan lebih baik kepada jemaah haji,” katanya.

Ia mengatakan, layanan Makkah Route yang semula berada di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, akan dipindahkan ke Terminal 2F. Hal ini karena, seluruh layanan haji dan umroh akan dipusatkan pada terminal tersebut.

“Sehingga, kami dari Angkasa Pura Indonesia, memutuskan melaksanakannya di Terminal 2F, dan ini masih dalam pembahasan dengan Kementerian Agama, maupun dari pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.

Secara fisik, fasilitas untuk musim haji sudah disiapkan Angkasa Pura Indonesia, hanya saja masih adanya koordinasi dengan pihak Arab Saudi, Kementerian Agama dan maskapai.

“Secara fisik kami siap, tinggal nanti pengaturan lainnya dari Kementerian, dari Airlines Saudi, dan lain-lain. Masih dilakukan koordinasi terus, tapi secara fisik, kami Bandara Soetta siap,” ujarnya.

Direncanakan terdapat tiga maskapai yang akan mengangkut jemaah haji Indonesia yakni, Garuda Indonesia, Saudi Airlines dan Lion Air. Di mana, berdasarkan website resmi Kementerian Agama, untuk total kuota haji Indonesia tahun ini adalah 221.000 jemaah. Jumlah ini terdiri atas 203.320 kuota jemaah reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus.

“Ada tiga maskapai yang akan mengangkut jemaah haji Indonesia yakni, Garuda Indonesia, Saudi Airlines dan Lion Air. Kemungkinan di Soetta, dia embarkasi Pondok Gede, Cipondoh, sebagian Jawa Barat, itu dibagi dua, ada Kertajati dan Soetta,” kata dia. (ANT/KN)

Pembangunan Tanggul Laut Raksasa dan Kawasan Legislatif IKN Akan Dibahas dengan Presiden

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akan membahas terkait rencana proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall dan desain kawasan legislatif serta yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Presiden RI Prabowo Subianto setelah Presiden kembali dari lawatan luar negeri ke lima negara Timur Tengah.

“Kita akan diskusikan dengan seluruh kementerian terkait, kemudian baru disampaikan ke Pak Presiden RI setelah Beliau pulang dari lawatannya,” ujar Dody di Jakarta, Jumat (11/4/2025) lalu.

Terkait pembahasan review desain kawasan legislatif dan yudikatif IKN dengan Presiden RI kemungkinan akan menjadi presentasi terakhir.

“Harusnya iya, harusnya. Kemarin pada saat kita presentasi sudah cukup detail dibahas,” kata Dody.

Dirinya mengatakan bahwa terkait pembahasan tersebut waktunya belum pasti karena menyesuaikan dengan jadwal Presiden RI

“Waktu pastinya belum, Tapi yakinnya mesti begitu, karena kedua hal itu harus didiskusikan secara komprehensif dengan Beliau, Presiden RI,” katanya.

Sebagai informasi, Kementerian PU telah bekerja sama dengan Belanda dan Korea Selatan sejak tahun 2016 untuk kajian pembangunan tanggul laut mulai dari Cilegon hingga Gresik dengan proyeksi panjang mencapai 946 km.

Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan tanggul pengaman pantai utara Jakarta Tahap A sepanjang 12,66 km. Pada tahun 2020, pembangunan dilanjutkan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan panjang tambahan mencapai 33,54 km.

Untuk tahap selanjutnya yaitu pembangunan tanggul laut Tahap B sepanjang 21 km, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan kajian terkait pembiayaan dan studi kelayakan (feasibility study) dengan mempertimbangkan apakah desain tanggul akan mengacu pada Integrated Flood Safety Plan Giant Sea Wall Tahap B Jakarta yang disiapkan Kementerian PU pada tahun 2020 atau menggunakan Rencana Induk Tahun 2016 dari Bappenas.

Selain wilayah Jakarta, tanggul laut juga tengah dibangun di wilayah Jawa Tengah secara terintegrasi dengan pembangunan Tol Semarang-Demak dan Tol Semarang Harbour.

Sedangkan terkait IKN, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menyatakan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur masih tetap berlanjut dengan memfokuskan pembangunan untuk kawasan legislatif dan yudikatif.

Pembangunan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo, dengan perencanaan pembangunan selanjutnya dilakukan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). (ANT/KN)

Bandara IKN Siap Operasi! Tapi Belum Layani Penerbangan Komersial

JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan pembangunan fisik Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) telah rampung dan siap beroperasi secara non-komersial.

“Bandara IKN (Ibu Kota Nusantara) tuh setahu saya udah jadi ya,” kata Menhub ditemui awak media seusai Halal Bihalal dan Evaluasi Angkutan Lebaran 2025 di Jakarta, Sabtu (12/4/2025).

Menhub menyatakan Bandara IKN telah berhasil diuji coba untuk proses pendaratan dan lepas landas, sehingga saat ini tinggal menunggu waktu untuk segera difungsikan secara operasional.

“Kemarin kan terakhir sudah pernah dicobakan untuk tes pendaratannya, take-off, landingnya kan. Tinggal mau difungsikan aja sih,” ujar Menhub.

Ia menyebutkan landasan pacu (runway) Bandara IKN mencapai 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Bandara tersebut ketika dioperasikan bersifat terbatas atau tidak digunakan untuk penerbangan komersial.

“Itu kan khusus. Sementara khusus. Kan kemarin untuk penggunaan yang sifatnya non-komersial,” tutur Dudy.

Kendati demikian, Menhub belum bisa memastikan kapan bandara tersebut bisa beroperasi secara formal melayani penerbangan non-komersial.

“Kalau peresmian sih saya belum tahu rencananya kapan ya. Sekarang kita fokusnya untuk penyelesaian aja sih,” ucapnya.

Selain itu, ia mengaku dalam waktu dekat akan bertemu dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono dalam rangka membahas rencana pengoperasian bandara tersebut.

“Memang kemarin Pak Basuki mau ketemu untuk membicarakan masalah itu. Saya mungkin dalam waktu dekat akan ketemu Pak Basuki mengenai pengoperasian Bandara IKN,” imbuh Menhub.

Sebelumnya, Menhub menyampaikan Bandara IKN akan dikomersialisasikan sebelum target operasi ibu kota politik tahun 2028. Selaras dengan itu, fungsi bandara ini juga akan disesuaikan menjadi bandara umum.

“Saya harapkan sih sebelum itu ya (bisa komersial). Kalau memang pindah di tahun 2028 maka diharapkan itu sudah selesai sebelum 2028,” kata Menhub dalam konferensi pers di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/3/2025).

Ia juga belum dapat memastikan kapan perubahan nama bandara tersebut dilakukan. Diketahui nama Bandara VVIP IKN masih belum diubah, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 2023.

“Ya kita harus menyikapinya dengan melihat kepada aturannya, apakah itu memungkinkan untuk kita ubah (nama). Saya belum (membahas revisi perpres), kalau dengan saya belum. Nanti saya coba cek,” kata Menhub. (ANT/MK)

Oleh : Muhammad Harianto
Editor : Adi Lazuardi

Menteri LH Tinjau TPA Manggar, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

0

BALIKPAPAN – Menteri Lingkungan Hidup (LH) yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kota Balikpapan, pada Minggu (13/4/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Hanif meninjau sejumlah fasilitas pengelolaan sampah, termasuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar, Instalasi Intermediate Treatment Facility (ITF), serta Material Recovery Facility (MRF) Gunung Bahagia.

Hanif menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga memerlukan dukungan masyarakat dan dunia usaha. Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Balikpapan yang menjadikan TPA Manggar bukan hanya tempat pembuangan, tapi bisa menjadi model percontohan nasional jika terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi secara nasional. Berdasarkan data KLH/BPLH, sekitar 54,44 persen TPA di Indonesia masih menerapkan sistem open dumping, yang berisiko memperparah krisis lingkungan. Indonesia sendiri memproduksi 56,63 juta ton sampah per tahun pada 2023, namun baru 39,01 persen yang berhasil dikelola secara layak.

Menindaklanjuti hal ini, KLH/BPLH telah mengeluarkan surat peringatan kepada 343 kepala daerah yang masih menjalankan praktik open dumping.

Jika hal ini tidak diantisipasi, pengelolaan sampah yang buruk akan memperparah krisis lingkungan global, mulai dari perubahan iklim, pencemaran air, tanah, hingga udara.

“Saat ini, KLH/BPLH juga tengah mendorong industrialisasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, seperti PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik), RDF (Refuse Derived Fuel), serta fasilitas pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Pada kesempatan ini Menteri Hanif juga menyempatkan diri meninjau fasilitas IPAL dan Café Metan di TPA Manggar, sebuah inovasi dari kerja sama Pemerintah Kota Balikpapan dan PT Pertamina Hulu Mahakam.

Setelah meninjau lapangan, Menteri Hanif turut memimpin Rapat Peningkatan Kinerja
Pengelolaan Sampah Perkotaan.

“Kolaborasi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sangat krusial untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dari forum ini, kita harap bisa lahir solusi jangka panjang yang aplikatif,” tegasnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023, Kota Balikpapan menghasilkan sampah harian sebanyak 534,66 ton, dengan capaian pengurangan 28,03 persen dan penanganan 71,5 persen.

“Kita dorong peningkatan pengurangan sampah, sehingga sampah yang dibawa ke TPA hanya residu. Selain itu, fasilitas seperti bank sampah dan rumah kompos harus diperluas hingga tingkat RW” tutup Hanif.

Seperti diketahui, saat ini Balikpapan memiliki satu Bank Sampah Induk, 113 Bank Sampah Unit, 45 Rumah Kompos dan satu ITF. Pengembangan fasilitas ini disebut sebagai prioritas, agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat lebih masif.

Kementerian LH dan BPLH mengajak semua pihak untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat, Indonesia diyakini bisa keluar dari krisis lingkungan menuju masa depan yang bersih dan sehat.

Penulis: Aprianto
Editor: Nicha R

Aulia Rahman Basri Kampanye Lewat Budaya, Menari Bersama Warga Maluhu di Tengah Pagelaran Jaranan

0

TENGGARONG – Di tengah hangatnya udara malam Sabtu, 12 April 2025, halaman terbuka Kelurahan Maluhu, Tenggarong, disulap menjadi panggung budaya yang meriah. Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan pagelaran seni jaranan dan tari kuda kepang, yang dirangkai dalam agenda silaturahmi sekaligus kampanye calon Bupati Kutai Kartanegara nomor urut 01, dr Aulia Rahman Basri, menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2024 pada 19 April mendatang.

Suasana malam itu terasa berbeda. Bukan hanya karena gemuruh gamelan yang mengiringi para penari kuda kepang yang berlenggak penuh semangat, tetapi juga karena kehadiran langsung dr Aulia yang turun menyapa warga, bukan dari atas podium, melainkan dari tengah lingkaran tarian.

Dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya, Aulia menerima selendang merah sebagai simbol kehormatan dan langsung bergabung dalam tarian bersama para seniman. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorakan warga mewarnai momen itu, menciptakan keintiman yang tak bisa dibentuk lewat pidato kampanye biasa.

“Ini bukan sekadar silaturahmi, ini adalah cara kami menjaga dan merawat kebudayaan yang menjadi jati diri kita,” ujar dr Aulia saat beristirahat sejenak di sela acara. Ia juga menekankan bahwa panggung seni dan budaya harus terus hidup di setiap kampung dan kelurahan, sebagai ruang ekspresi sekaligus ruang pemersatu masyarakat.

dr Aulia Rahman Basri menari bersama penari jaranan, mengenakan selendang merah sebagai simbol penerimaan dan partisipasi dalam budaya lokal.
Suasana meriah acara dilihat dari sisi belakang penonton, menunjukkan antusiasme warga yang memenuhi area pertunjukan.

Tak hanya menyaksikan pertunjukan, Aulia turut duduk bersama warga di bawah tenda, menyimak satu per satu tarian yang ditampilkan oleh anak-anak muda setempat. Kehadirannya ditemani para tokoh masyarakat, relawan, serta warga lintas usia yang memenuhi setiap sudut lapangan.

Pagelaran ini menjadi simbol kuat dari pendekatan kampanye Aulia yang tidak hanya berbicara tentang program, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan kultural masyarakat. Lewat sentuhan budaya lokal, ia ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan yang ia tawarkan adalah kepemimpinan yang menyatu dengan denyut kehidupan rakyat.

Dari panggung bertuliskan Kesenian Campuran Blitar “Panji Blambangan”, denting musik tradisional mengiringi tarian demi tarian hingga malam semakin larut. Sementara itu, warga terus berdatangan, menyesaki lapangan dalam suasana guyub dan hangat.

Acara malam itu bukan hanya peristiwa budaya, tapi juga refleksi dari harapan masyarakat akan pemimpin yang hadir, membaur, dan memahami akar tradisi.

“Kalau pemimpin sudah bisa ikut menari bersama rakyatnya, itu tandanya ia tak segan melangkah di jalan yang sama dengan yang kita tempuh setiap hari,” ucap salah satu warga, sambil tersenyum memandangi panggung.

Dan di Maluhu, malam itu, tarian bukan hanya hiburan. Ia adalah bahasa yang menyatukan. (MK)

Dulu Dukung 03, Kini Bersatu untuk 01: Gerakan Relawan Aulren Makin Kuat

0

TENGGARONG – Sebuah perubahan sikap politik yang mengejutkan terjadi menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara 2024. Sejumlah relawan dan simpatisan yang sebelumnya mendukung pasangan calon nomor urut 03 kini memilih bergabung mendukung pasangan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin (paslon 01).

Perpindahan dukungan ini tak hanya mengubah konstelasi lapangan, tetapi juga memperkuat semangat tim pemenangan paslon 01 dalam menghadapi pertarungan politik pada 19 April mendatang.

Samsu Arjali, Ketua Tim Relawan Aulren 01—singkatan dari Aulia–Rendi—mengaku bahwa perubahan dukungan ini terjadi secara organik, berangkat dari keresahan dan harapan yang tumbuh di tengah masyarakat. Bahkan ia sendiri adalah satu dari sekian banyak warga yang sebelumnya berada di kubu paslon 03.

“Saya pribadi dulu memang di pihak sana. Tapi kini banyak yang beralih, bukan hanya dari relawan, tapi juga masyarakat biasa,” ujarnya.

Menurut Samsu, pergeseran ini bukan disebabkan oleh tekanan atau transaksi politik, melainkan faktor batiniah. “Ini soal hati. Soal keyakinan. Banyak yang merasa paslon 01 lebih layak dan pantas memimpin Kukar ke depan,” katanya.

Bersama relawan Aulren 01, mereka kini bergerak dalam satu tujuan: memenangkan Aulia–Rendi demi Kukar yang lebih baik. “Kami sepakat ingin pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat, membawa kemajuan, dan punya kapasitas. Sosok muda seperti Aulia dan Rendi mewakili semangat milenial yang dibutuhkan daerah ini,” jelas Samsu.

Fenomena ini juga direspons positif oleh Aulia Rahman Basri. Dalam wawancaranya, Aulia menyebut dukungan yang mengalir sebagai “energi luar biasa” yang membakar semangat perjuangan. Ia mengapresiasi keberanian mereka yang sebelumnya berbeda pandangan, tapi kini memilih bersatu.

“Ini kekuatan tersendiri bagi kami. Semua orang punya hak memilih, dan saat pilihan mereka kini mengarah ke kami, itu patut diapresiasi,” ucap Aulia.

Lebih jauh, Aulia mengungkapkan bahwa sinyal dukungan tidak hanya datang dari pendukung paslon 03, tapi juga mulai tampak dari simpatisan paslon 02. Meski belum semuanya menyatakan sikap secara terbuka, tanda-tanda itu menurutnya sudah terlihat.

“Sampai hari ini, sinyalnya banyak. Siapa pun yang siap deklarasi, akan kami sambut dengan tangan terbuka. Kukar Idaman Terbaik adalah gerakan besar bersama,” ujarnya penuh optimisme.

Aulia menegaskan bahwa semangat perjuangan mereka tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi menyatukan semangat perubahan demi Kutai Kartanegara yang lebih maju, makmur, dan berkeadilan. “Kami optimis, dan optimisme ini datang dari masyarakat. Karena perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk memilih jalan baru,” tutupnya. (MK)

Sektor Pertanian Semakin Menjanjikan dengan Brigade Pangan, 500 Petani Milenial Tumbuh di Kukar

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menyebutkan bahwa saat ini pertumbuhan petani milenial di Kukar mulai menunjukkan tren positif. Tercatat ada sekitar 500 anak muda yang telah menaruh minat dan terjun langsung ke sektor pertanian.

“Ini jadi kabar baik. Program pertanian seperti Brigade Pangan bisa menjadi pilot project sekaligus membuka wawasan generasi muda di Kukar, bahwa sektor pertanian dalam arti luas itu sangat menjanjikan. Lapangan pekerjaan di dalamnya pun cukup besar,” ungkap Edi, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya, sektor pertanian kini sudah berbasis teknologi. Dalam program-program pertanian terbaru, peralatan canggih seperti drone hingga transporter digunakan untuk mendukung produktivitas. Teknologi ini secara langsung ditujukan untuk dikelola oleh anak-anak muda.

“Siapa yang bisa mengoperasikan teknologi ini yang pasti anak muda. Tidak mungkin orang tua kita yang sudah sepuh,” jelas Edi Damansyah:

Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap sistem dan jadwal tanam nasional. Ia menyebut bahwa pernah terjadi kasus di mana hasil panen petani Kukar tidak masuk dalam laporan nasional karena perbedaan waktu tanam.

Sehingga ia berharap masalah jadwal tanam ini bisa menjadi perhatian serius. Utamanya dalam realisasi program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang dicanangkan Kementan RI melalui Brigade Pangan.

“Inilah yang perlu kita benahi bersama. Karena ada pedoman dan SOPnya dari pusat. Kita yang harus menyesuaikan, baik dari sisi waktu maupun sistem pelaporannya,” ujarnya.

Ia pun meminta seluruh perangkat daerah terkait, terutama Dinas Pertanian, untuk serius mengawal jalannya program. Mulai dari pengawasan lapangan, pembinaan kelompok tani, hingga pelaporan berkala.

“Harus ada jadwal khusus supervisi dari dinas. Karena ada tanggung jawab untuk membuat laporan mingguan bahkan harian. Jadi harus disesuaikan dengan manajemen kerja yang tertib dan terencana,” tegasnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Brigade Pangan Dapat Sambutan Positif Pemkab Kukar, Edi Damansyah Sebut Bantu Atasi Krisis Petani

TENGGARONG – Program Brigade Pangan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Program ini dinilai selaras dengan visi Pemkab Kukar yang tengah bertransformasi menjadi lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menilai bahwa program tersebut tidak hanya mendukung upaya peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi solusi atas berkurangnya jumlah petani aktif di Kukar.

“Berdasarkan data yang ada, jumlah keluarga petani di Kukar mengalami penurunan sebesar 13 persen. Faktor utamanya adalah usia. Karena itu, kehadiran program Brigade Pangan ini membantu menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” jelasnya, Sabtu (12/4/2025).

Lebih lanjut, Edi Damansyah menjelaskan bahwa Pemkab Kukar mensinergikan program nasional ini dengan kegiatan lokal yang telah berjalan di daerah. Fokus dari program nasional adalah optimalisasi lahan rawa, sementara Pemkab Kukar memperkuat pengelolaan lahan non-rawa yang telah lebih dulu dikelola oleh para petani.

“Pemilihan lokus oleh Kementerian Pertanian memang difokuskan dulu ke lahan-lahan kategori rawa. Sedangkan Pemkab Kukar melalui Dinas Pertanian juga membangun sektor pertanian di wilayah eksisting, seperti sawah-sawah aktif yang selama ini sudah dikelola masyarakat,” terangnya.

Edi Damansyah juga optimistis bahwa Program Brigade Pangan ini akan sukses dijalankan di Kukar. Pasalnya, program ini juga turut dikawal oleh Kodim 0906/Kukar dan Kodim 0908/Bontang.

“Karena kita telah bersinergi dengan TNI dalam empat tahun terakhir, termasuk kerja sama dalam membenahi berbagai infrastruktur penunjang pertanian di Kukar,” serunya. (Adv)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i

Bupati Kukar Turut Serahkan Alsintan untuk Brigade Pangan di 4 Kecamatan

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok petani milenial di 4 kecamatan di Kukar.

Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), yang bertujuan mengoptimalkan lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Penyaluran ini dilaksanakan di Balai Benih Induk (BBI) Kukar yang terletak di Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, pada Sabtu (12/4/2025).

Penyaluran Alsintan ini dilakukan melalui program Brigadir Pangan, yang dikawal langsung oleh Kodim 0906/Kukar dan Kodim 0908/Bontang. Program tersebut dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan di tingkat lokal.

“Semua peralatan ini lengkap, dan memang disiapkan khusus untuk mendukung petani milenial. Mereka yang akan mengelola lahan dan menjalankan sistem pertanian modern,” ujar Edi Damansyah.

Program Brigade Pangan menyasar 4 kecamatan di Kukar, dengan luasan lahan yang signifikan. Yakni Kecamatan Marangkayu yang mencakup Desa Semangkok, Sebuntal, dan Santan Ulu dengan luas lahan sekitar 960 Hektare (Ha) dan dikelola oleh lima kelompok Brigade Pangan.

Kemudian Kecamatan Samboja yang meliputi Desa Bukit Raya, Beringin Agung, Handil Baru, Handil Baru Darat, dan Muara Sembilang, dengan total luas lahan 338,7 Ha. Lalu Kecamatan Anggana yang meliputi Desa Sungai Mariam, Anggana, Sidomulyo, Kutai Lama, dan Handil Terusan dengan luas lahan mencapai 702,65 Ha.

“Di Kecamatan Tenggarong dilaksanakan di Kelurahan Jahab dengan luasan lahan 153 Ha,” sambungnya.

Edi menjelaskan bahwa seluruh kelompok tani milenial yang tergabung dalam program Brigade Pangan telah terbentuk. Pemerintah kabupaten melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar juga terus mendorong petani muda untuk menjadi bagian dari transformasi pertanian berbasis teknologi.

“Jadi semua kelompoknya sudah terbentuk. Kita harapkan ini jadi awal dari pertanian modern yang lebih produktif di Kukar,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Muhammad Rafi’i

Bendum Partai Demokrat Minta Warga Dukung Aulia–Rendi untuk Lanjutkan Pembangunan

0

TENGGARONG – Dukungan terhadap Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin tak berhenti pada tokoh perorangan. Kali ini, giliran elite partai politik turut angkat suara. Irwan, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, menyampaikan seruan terbuka kepada masyarakat Kutai Kartanegara untuk bersatu mendukung pasangan nomor urut 1.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk bersama-sama mendukung dan memenangkan pasangan dr. Aulia Rahman Basri sebagai calon bupati Kukar, dan Rendi Solihin sebagai calon wakil bupati Kukar,” kata Irwan dalam pernyataannya.

Menurutnya, kesinambungan pembangunan di Kukar bukan sekadar janji politik, melainkan kewajiban bersama yang harus terus dijaga dan dilanjutkan. Dalam pandangan Demokrat, pasangan Aulia–Rendi dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak yang layak dipercaya untuk mengemban tanggung jawab tersebut.

“Kelanjutan pembangunan Kukar menjadi sesuatu yang wajib kita wujudkan bersama. Untuk itu, mari kita menangkan pasangan Aulia–Rendi,” tegasnya.

Ia pun menutup seruannya dengan ajakan yang menguatkan identitas pasangan ini dalam benak pemilih. “Jangan lupa, coblos nomor urut 01. Pilihan idaman etam,” ucap Irwan.

Dengan masuknya dukungan dari Partai Demokrat, terutama dari jajaran pengurus pusat, posisi Aulia–Rendi di PSU Kukar 2025 semakin diperkuat tidak hanya oleh simpati akar rumput dan relawan, tetapi juga oleh konsolidasi partai politik yang solid. Pilkada ini, lebih dari sekadar kontestasi, telah menjadi pertarungan gagasan untuk menentukan arah masa depan Kutai Kartanegara. (MK)