Beranda blog Halaman 28

Global Handwashing Day, RSUD Taman Husada Ajak Warga Biasakan Cuci Tangan dengan Benar

0
Ilustrasi mencuci tangan. (Istimewa)

BONTANG – Memperingati Global Handwashing Day atau Hari Cuci Tangan Sedunia, RSUD Taman Husada Bontang mengajak masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran kuman dan berbagai penyakit menular.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara, mengatakan kebiasaan mencuci tangan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan langkah sederhana, tetapi efektif untuk membantu mencegah penularan berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan saluran pencernaan dan pernapasan.

“Di RSUD Taman Husada, kami berkomitmen untuk selalu menjaga kebersihan dan keselamatan pasien serta pengunjung. Mari kita bersama-sama menjadikan budaya cuci tangan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Renanthera menjelaskan, mencuci tangan tidak cukup hanya dengan membasahi telapak tangan menggunakan air. Masyarakat perlu memperhatikan seluruh bagian tangan agar proses pembersihan lebih optimal dan kuman yang menempel dapat berkurang.

Mengacu pada panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat enam gerakan utama dalam teknik mencuci tangan, yakni menggosok kedua telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, serta ujung jari dan kuku.

“Setelah seluruh bagian tangan digosok menggunakan sabun, tangan perlu dibilas dengan air mengalir hingga bersih. Selanjutnya, tangan dikeringkan menggunakan handuk bersih atau tisu sekali pakai,” jelasnya.

Renanthera mengingatkan, kebiasaan tersebut perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, serta ketika tangan terlihat kotor.

Penerapan kebiasaan mencuci tangan yang benar juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan fasilitas kesehatan. Selain melindungi pasien, kebiasaan ini turut mendukung keselamatan tenaga medis dan pengunjung rumah sakit.

Hari Cuci Tangan Sedunia yang diperingati setiap 15 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan tangan.

Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), edukasi mencuci tangan menggunakan sabun dapat menurunkan kejadian penyakit diare sekitar 23–40 persen dan infeksi saluran pernapasan sekitar 16–21 persen.

Sementara itu, WHO merekomendasikan proses mencuci tangan menggunakan sabun dan air berlangsung selama 40–60 detik agar seluruh tahapan pembersihan dapat dilakukan dengan baik.

Melalui peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia, RSUD Taman Husada berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan tangan semakin meningkat. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat membantu melindungi kesehatan bersama.

“Tangan bersih, tubuh lebih terlindungi. Biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir mulai dari sekarang,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

BGN Suspend 91 SPPG, Temuan BPK Capai Rp18,19 Miliar

0
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang nilainya mencapai Rp18,19 miliar. Langkah ini menjadi sorotan di tengah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian sementara tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan dan evaluasi penyelenggaraan program. BGN dihadapkan pada tuntutan memperkuat pengawasan, memastikan kepatuhan pengelolaan anggaran, serta menjaga kualitas layanan makanan bagi penerima manfaat.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas operasi tangkap tangan (OTT) KPK di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sejumlah pihak diamankan dalam operasi yang menambah sorotan terhadap tata kelola anggaran kebencanaan.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com

https://digital.koranusantara.com/kn14okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

DJP Pantau Penerimaan Pajak Tiap Minggu, Target APBN 2026 Masih Kurang Rp750 Triliun

0
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjawab pertanyaan wartawan usai Seminar Internasional bertajuk “Taxes, Digital Economy, Cryptoassets: Perspective of Shariah”, di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Imamatul Silfia

JAKARTA — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperketat pemantauan penerimaan pajak dengan melakukan evaluasi setiap minggu untuk mengejar target penerimaan tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan di tengah realisasi penerimaan pajak yang baru mencapai 68,2 persen dari target APBN hingga akhir September.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan pemantauan tersebut akan dilakukan melalui rekonsiliasi berkala dalam forum Asset and Liability Committee (ALCo).

“Setiap minggu akan kami pantau. Kami akan rekonsiliasi dalam forum ALCo,” kata Bimo kepada wartawan di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Kamis (15/10).

Berdasarkan laporan terakhir Kementerian Keuangan, penerimaan pajak hingga 30 September 2026 mencapai Rp1.607,6 triliun atau 68,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

Dengan demikian, DJP masih harus mengejar sekitar Rp750,1 triliun dalam tiga bulan terakhir tahun anggaran untuk mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan pemerintah.

Bimo mengatakan DJP juga akan memperkuat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Anggaran untuk menyelaraskan perkembangan penerimaan, belanja, dan penganggaran negara.

Menurut dia, koordinasi tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tidak hanya dari sisi penerimaan, tetapi juga pengeluaran dan pembiayaan.

“Kami akan rekonsiliasi bertiga, dari sisi penerimaan, pengeluaran, dan penganggarannya seperti apa. Dari (Dirjen) Perbendaharaan dan juga dari Dirjen Anggaran,” ujarnya.

Selain evaluasi mingguan, DJP menyiapkan tiga strategi kebijakan untuk mendorong penerimaan pajak hingga akhir tahun.

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10), Bimo menyebut ketiga strategi tersebut meliputi Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN), pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) melalui lokapasar atau marketplace, serta kebijakan pengurangan sanksi perpajakan.

Untuk transaksi digital lintas negara, pemerintah telah mulai menerapkan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melalui SPP-TDLN sejak 25 September 2026.

Sementara itu, pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.

Lokapasar yang ditunjuk sebagai pemungut wajib memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto atau omzet, tidak termasuk PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Adapun mekanisme pengurangan dan penghapusan sanksi perpajakan diatur dalam PMK Nomor 71 Tahun 2026.

Bimo menegaskan upaya menjaga kesehatan APBN juga mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan negara. Salah satu instrumen yang dapat digunakan pemerintah adalah penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) atau sukuk sesuai kebutuhan pembiayaan.

“Misalnya, kita perlu menerbitkan surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN) atau sukuk. Itu juga nanti akan jadi keseimbangan untuk mempertahankan APBN yang sehat,” ujarnya.

Dengan pemantauan mingguan, penguatan koordinasi antardirektorat jenderal, dan penerapan sejumlah kebijakan perpajakan, DJP berupaya meningkatkan penerimaan pajak hingga penutupan tahun anggaran 2026. (ANT/KN)

OJK Pantau Dinamika Kepemilikan Bank usai Rumor Haji Isam Akuisisi BCA

0
Gedung PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. ANTARA/HO-BCA)

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau dinamika kepemilikan dan aksi korporasi di sektor perbankan menyusul beredarnya rumor akuisisi saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Namun, BCA sebelumnya telah menegaskan bahwa informasi mengenai rencana akuisisi tersebut tidak benar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pengawasan terhadap perubahan kepemilikan bank dilakukan untuk memastikan setiap aksi korporasi berlangsung sesuai ketentuan dan tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Dalam jawaban tertulis di Jakarta, Kamis (15/10), Dian menjelaskan bahwa OJK mencermati perkembangan kepemilikan saham dan struktur pengendalian bank, termasuk transaksi yang berpotensi mengubah pemegang saham pengendali.

Apabila terdapat transaksi yang mengakibatkan perubahan pengendalian, OJK akan melakukan penilaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

OJK juga memastikan setiap perubahan kepemilikan dan pengendalian bank harus memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta ketentuan mengenai kepemilikan bank.

Dian menjelaskan, perubahan kepemilikan pada bank besar tidak hanya dinilai dari transaksi saham, tetapi juga dari potensi dampaknya terhadap kondisi dan operasional bank.

Aspek yang dicermati meliputi profil risiko, konsentrasi eksposur, transaksi dengan pihak terkait, kualitas tata kelola, serta hubungan bank dengan kelompok usaha yang berada di bawah kendali pemegang saham.

Jika terjadi perubahan pengendalian yang material, OJK akan mengevaluasi dampaknya terhadap persaingan industri perbankan, strategi bisnis, penyaluran kredit, likuiditas, permodalan, tata kelola, dan potensi konsentrasi risiko.

“Secara umum, OJK menilai stabilitas industri perbankan nasional tetap ditopang oleh kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai serta penerapan prinsip kehati-hatian,” kata Dian.

Sebelumnya, BCA telah membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan rencana akuisisi saham BBCA oleh Haji Isam.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyatakan kabar mengenai rencana aksi korporasi tersebut tidak benar.

“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9).

Berdasarkan data kepemilikan saham yang disampaikan dalam informasi tersebut, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) masih menjadi pemegang saham mayoritas BCA dengan kepemilikan 67,73 miliar saham atau 54,94 persen.

Sementara itu, kepemilikan saham masyarakat mencapai 44,64 persen, yang terdiri atas 2,51 persen saham masyarakat dalam bentuk warkat dan 42,13 persen saham masyarakat nonwarkat.

Dengan demikian, rumor akuisisi BCA oleh Haji Isam belum menjadi transaksi yang terkonfirmasi. OJK menegaskan pengawasan terhadap struktur kepemilikan dan perubahan pengendalian bank tetap dilakukan untuk menjaga tata kelola serta stabilitas industri perbankan nasional. (ANT/KN)

OTT ke-23 KPK 2026, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditangkap

0
Bupati Klaten, Jawa Tengah, Hamenang Wajar Ismoyo

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten, Jawa Tengah, Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi tangkap tangan (OTT) ke-23 sepanjang 2026. Selain kepala daerah tersebut, KPK turut menangkap sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten dan pihak swasta.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis (15/10).

“Benar,” kata Setyo.

Setyo menyebut sejumlah pihak telah diamankan dalam operasi tersebut, termasuk ASN Pemkab Klaten dan pihak swasta. Namun, KPK belum menyampaikan secara terperinci perkara yang mendasari OTT maupun peran masing-masing pihak yang ditangkap.

Sesuai ketentuan hukum acara pidana yang berlaku, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut.

Dengan penangkapan Hamenang, OTT di Klaten menjadi operasi tangkap tangan ke-23 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Hingga berita ini ditulis, status hukum para pihak yang diamankan belum diumumkan.

Sebelum OTT di Klaten, KPK telah melakukan serangkaian operasi tangkap tangan sejak Januari 2026. Operasi pertama berlangsung pada 9–10 Januari dengan menangkap delapan orang terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, untuk periode 2021–2026.

Pada Januari, KPK juga menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua dan Bupati Pati Sudewo dalam OTT ketiga.

Pada Februari, KPK melakukan OTT terhadap Kepala KPP Madya Banjarmasin, kemudian menangkap Rizal, pejabat Bea dan Cukai yang saat itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Pada bulan yang sama, KPK juga menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.

Pada Maret, KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi yang berbeda.

Pada April, KPK menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT ke-10. Tidak ada OTT yang tercatat dalam bahan berita selama Mei.

Memasuki Juni, KPK melanjutkan operasi terhadap sejumlah pihak, termasuk Bupati Muara Enim Edison, ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI, serta pihak yang terkait dengan OTT terhadap Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby. Pada Juli, operasi KPK berlanjut hingga OTT ke-18, antara lain terhadap sejumlah kepala daerah.

Pada Agustus, KPK melakukan OTT terhadap jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman. Pada September, KPK menggelar OTT terkait dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional serta menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena.

Sementara itu, OTT ke-22 pada Oktober menyasar pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak swasta sebelum operasi terbaru di Klaten.

KPK belum mengumumkan perkembangan lebih lanjut mengenai perkara yang menjerat pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT di Klaten. (ANT/KN)

Kepala BNPB Kristomei Targetkan Penanganan Karhutla Secepat Mungkin

0
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi memberikan pernyataan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Fathur Rochman

JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secepat mungkin. Ia menegaskan, respons terhadap bencana harus bergerak dalam hitungan menit, bukan jam, untuk menekan dampak terhadap masyarakat dan mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Responsif itu hitungannya bukan jam, menit. Jadi, kita harus itu yang akan kita evaluasi ke depan ya, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia,” kata Kristomei di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).

Kristomei mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan setelah menjabat sebagai Kepala BNPB adalah mengonsolidasikan jajaran internal sebelum meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, persiapan bersama staf diperlukan agar penanganan di lapangan berjalan optimal. Namun, ia menekankan bahwa langkah tanggap darurat tidak boleh berlarut-larut.

“Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jadi, jangan sampai, karena kan rakyat sudah berdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, termasuk karhutla. Karena itu, kecepatan respons harus menjadi perhatian dalam evaluasi penanganan bencana ke depan.

“Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu loh yang pertama,” kata Kristomei.

Untuk mengetahui kondisi aktual kebakaran, Kristomei berencana memeriksa data luas karhutla berdasarkan pemantauan satelit Sistem Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) serta NASA.

Data tersebut akan digunakan untuk mengetahui luas area yang terbakar sekaligus mengidentifikasi dampak kebakaran sebagai dasar penentuan langkah penanganan.

“Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit, satelit Sipongi kan ada tuh. Kemudian hasil pantauan NASA juga. Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung, gitu loh. Dan dampaknya apa?” tuturnya.

Kristomei juga menyatakan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. BNPB, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi bencana yang berdampak terhadap masyarakat.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Terkait kemungkinan dukungan dari luar negeri, Kristomei mengatakan BNPB akan terlebih dahulu memetakan kapasitas dan sumber daya yang tersedia di tingkat pusat maupun daerah. Pemetaan tersebut diperlukan untuk menentukan apakah ada kebutuhan bantuan tambahan.

Kristomei resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNPB pada Kamis (15/10), menggantikan Letjen TNI Suharyanto.

Dengan jabatan barunya, ia menekankan percepatan respons dan perlindungan keselamatan masyarakat sebagai perhatian utama dalam penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan. (ANT/KN)

Menlu : Presiden Setujui Bantuan Negara Tetangga untuk Atasi Karhutla

0
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Mekanisme bantuan tersebut kini dibahas secara teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Persetujuan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir seusai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (15/10).

“Itu sudah dibahas ya, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya,” ujar Arrmanatha.

Ia mengatakan Prabowo menaruh perhatian serius terhadap penanganan karhutla karena dampaknya tidak hanya dirasakan di sejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga berpotensi memengaruhi kawasan sekitarnya.

Arrmanatha menegaskan, Indonesia telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani kebakaran. Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 60.177 personel gabungan dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, dan relawan telah diterjunkan.

Selain personel, sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk helikopter dan pesawat, juga dikerahkan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing serta operasi modifikasi cuaca.

“Langkah-langkah yang telah dilakukan Indonesia selama ini sangat kuat ya. Ini menunjukkan komitmen kita untuk segera menyelesaikan masalah ini,” kata Arrmanatha.

Salah satu negara yang menyatakan kesiapan membantu Indonesia adalah Malaysia. Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi sebelumnya menyampaikan tawaran bantuan saat bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 18 September 2026.

Malaysia menyatakan akan mengerahkan satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 personel pemadam kebakaran untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia.

Presiden Prabowo menyambut baik dukungan negara-negara sahabat tersebut. Menurut dia, kebakaran hutan merupakan persoalan lingkungan yang dampaknya dapat melintasi batas negara.

“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang mempengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” kata Prabowo.

Persetujuan pemerintah terhadap bantuan negara tetangga menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla. Sementara itu, mekanisme teknis penerimaan dan pelaksanaan bantuan masih dibahas oleh pihak terkait. (ANT/KN)

Isu Dirut Pertamina Jadi Calon Menteri ESDM, Bahlil: Itu Hak Prerogatif Presiden

0
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (Foto: Dok.Biro Pers Istana Presiden)

KARAWANG — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan keputusan perombakan kabinet atau reshuffle, termasuk pergantian Menteri ESDM, sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menanggapi kabar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri yang disebut-sebut akan dilantik menjadi Menteri ESDM. Bahlil mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.

“Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden,” ujar Bahlil seusai menghadiri acara Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kabar Simon akan menggantikannya sebagai Menteri ESDM, Bahlil kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut.

“Enggak tahu saya, enggak tahu, enggak tahu, enggak tahu,” ucapnya.

Bahlil menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai perombakan kabinet kepada Presiden Prabowo. Hingga pernyataan tersebut disampaikan, tidak ada konfirmasi dalam keterangan Bahlil mengenai kepastian pergantian Menteri ESDM.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM pada Kamis (1/10).

Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029, yang ditetapkan pada 30 September 2026.

Bahlil mengatakan pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan mempercepat pelaksanaan target hilirisasi dan transisi energi yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Untuk sementara, kantor kementerian koordinator tersebut masih berada di lingkungan Kementerian ESDM.

Meski merangkap dua jabatan, Bahlil menyatakan hanya menerima satu gaji. Ia juga memastikan pembentukan kementerian koordinator baru tidak akan memicu pemborosan anggaran karena kebutuhan anggarannya diprioritaskan dari Kementerian ESDM. (JP/KN)

Beras Premium hingga LPG 3 Kg Dijual di Operasi Pasar Murah Sepaku

0
Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, saat menerima Sembako Pasar Murah Sepaku. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kecamatan Sepaku menggelar Operasi Pasar Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut menyediakan sejumlah komoditas, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gas LPG 3 kilogram.

Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Sepaku itu melibatkan Perum BULOG Cabang Paser sebagai penyedia sejumlah bahan pangan. Operasi pasar murah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat sekaligus memudahkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Camat Sepaku G. Abimanyu Arliandito mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Operasi Pasar Murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat langsung, terutama bagi warga yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP ukuran 5 kilogram dijual seharga Rp63.000. Sementara beras Kita Premium ukuran 5 kilogram dibanderol Rp77.000. Adapun Minyakita ukuran 2 liter dijual dengan harga Rp31.500.

Selain bahan pangan, tersedia pula gas LPG 3 kilogram dengan harga Rp23.000 per tabung. Masyarakat yang ingin membeli gas tersebut diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai persyaratan pembelian.

Menurutnya, ketersediaan komoditas dalam operasi pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dasar dengan harga yang lebih ringan.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh beras, minyak goreng, dan LPG sesuai kebutuhan. Kami juga berharap distribusi komoditas dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya dirasakan warga,” ungkapnya.

Keterlibatan Perum BULOG Cabang Paser turut mendukung penyediaan komoditas pangan bagi masyarakat Penajam Paser Utara. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan penyedia bahan pokok diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan harga serta mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Pemerintah Kecamatan Sepaku berharap kegiatan serupa dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, operasi pasar murah juga menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

“Ke depan, kami akan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kami berharap dukungan dan kerja sama semua pihak dapat terus terjaga agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga,” tutupnya. (ADV)

Pewarta : DeddyPZ

Camat Sepaku Dorong Perbaikan Pelayanan Publik Lewat Forum Konsultasi

0
Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, saat menyampaikan materi FKP Kecamatan Sepaku. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA – Berbagai persoalan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Kantor Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Forum tersebut menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari pelayanan administrasi pertanahan dan perizinan, penguatan kapasitas aparatur desa, hingga penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah perkembangan wilayah Sepaku sebagai kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, mengatakan forum tersebut menjadi wadah koordinasi dan penyampaian masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sinergi penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Kecamatan Sepaku.

“Forum Konsultasi Publik ini menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah perbaikan pelayanan sesuai kewenangan masing-masing pihak,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), meliputi Camat Sepaku, Kapolsek Sepaku, Danramil Sepaku, serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Sepaku.

Salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut adalah perlunya penguatan komunikasi dan koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), khususnya terkait persyaratan pelayanan pertanahan dan perizinan di wilayah Sepaku.

Penyesuaian kewenangan dan perkembangan regulasi dinilai perlu diikuti dengan penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat. Terlebih, pelayanan perizinan usaha telah terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS), sementara sejumlah layanan lainnya menjadi kewenangan instansi terkait maupun OIKN.

Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat membantu masyarakat memahami prosedur pelayanan serta memperoleh informasi yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan pertanahan dan perizinan, forum juga membahas fasilitasi informasi mengenai Dana Bagi Hasil (DBH) dan pajak daerah. Peningkatan kompetensi aparatur desa turut menjadi perhatian untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang lebih optimal.

Di sisi lain, optimalisasi penanganan pengaduan masyarakat terkait ketenteraman dan ketertiban umum juga menjadi bagian dari pembahasan. Keterlibatan unsur TNI dan Polri bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan dinilai penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.

Melalui forum tersebut, Kecamatan Sepaku menerima berbagai identifikasi permasalahan dan usulan rekomendasi perbaikan pelayanan. Rekomendasi itu akan menjadi bahan tindak lanjut sesuai dengan kesepakatan dan kewenangan masing-masing pihak.

“Kami berharap hasil forum ini tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi yang konsisten. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, jelas, transparan, dan sesuai ketentuan,”pungkasnya. (ADV)

Pewarta : Deddypz