Beranda blog Halaman 29

Kepala BNPB Kristomei Targetkan Penanganan Karhutla Secepat Mungkin

0
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi memberikan pernyataan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). ANTARA/Fathur Rochman

JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secepat mungkin. Ia menegaskan, respons terhadap bencana harus bergerak dalam hitungan menit, bukan jam, untuk menekan dampak terhadap masyarakat dan mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Responsif itu hitungannya bukan jam, menit. Jadi, kita harus itu yang akan kita evaluasi ke depan ya, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia,” kata Kristomei di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).

Kristomei mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan setelah menjabat sebagai Kepala BNPB adalah mengonsolidasikan jajaran internal sebelum meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, persiapan bersama staf diperlukan agar penanganan di lapangan berjalan optimal. Namun, ia menekankan bahwa langkah tanggap darurat tidak boleh berlarut-larut.

“Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jadi, jangan sampai, karena kan rakyat sudah berdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana, termasuk karhutla. Karena itu, kecepatan respons harus menjadi perhatian dalam evaluasi penanganan bencana ke depan.

“Yang paling penting adalah jangan sampai ada korban. Itu loh yang pertama,” kata Kristomei.

Untuk mengetahui kondisi aktual kebakaran, Kristomei berencana memeriksa data luas karhutla berdasarkan pemantauan satelit Sistem Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) serta NASA.

Data tersebut akan digunakan untuk mengetahui luas area yang terbakar sekaligus mengidentifikasi dampak kebakaran sebagai dasar penentuan langkah penanganan.

“Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit, satelit Sipongi kan ada tuh. Kemudian hasil pantauan NASA juga. Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung, gitu loh. Dan dampaknya apa?” tuturnya.

Kristomei juga menyatakan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. BNPB, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi bencana yang berdampak terhadap masyarakat.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Terkait kemungkinan dukungan dari luar negeri, Kristomei mengatakan BNPB akan terlebih dahulu memetakan kapasitas dan sumber daya yang tersedia di tingkat pusat maupun daerah. Pemetaan tersebut diperlukan untuk menentukan apakah ada kebutuhan bantuan tambahan.

Kristomei resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNPB pada Kamis (15/10), menggantikan Letjen TNI Suharyanto.

Dengan jabatan barunya, ia menekankan percepatan respons dan perlindungan keselamatan masyarakat sebagai perhatian utama dalam penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan. (ANT/KN)

Menlu : Presiden Setujui Bantuan Negara Tetangga untuk Atasi Karhutla

0
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Mekanisme bantuan tersebut kini dibahas secara teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Persetujuan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir seusai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (15/10).

“Itu sudah dibahas ya, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya,” ujar Arrmanatha.

Ia mengatakan Prabowo menaruh perhatian serius terhadap penanganan karhutla karena dampaknya tidak hanya dirasakan di sejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga berpotensi memengaruhi kawasan sekitarnya.

Arrmanatha menegaskan, Indonesia telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani kebakaran. Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 60.177 personel gabungan dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, dan relawan telah diterjunkan.

Selain personel, sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk helikopter dan pesawat, juga dikerahkan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing serta operasi modifikasi cuaca.

“Langkah-langkah yang telah dilakukan Indonesia selama ini sangat kuat ya. Ini menunjukkan komitmen kita untuk segera menyelesaikan masalah ini,” kata Arrmanatha.

Salah satu negara yang menyatakan kesiapan membantu Indonesia adalah Malaysia. Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi sebelumnya menyampaikan tawaran bantuan saat bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 18 September 2026.

Malaysia menyatakan akan mengerahkan satu pesawat, tiga helikopter, serta 52 personel pemadam kebakaran untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia.

Presiden Prabowo menyambut baik dukungan negara-negara sahabat tersebut. Menurut dia, kebakaran hutan merupakan persoalan lingkungan yang dampaknya dapat melintasi batas negara.

“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang mempengaruhi banyak pihak dan walaupun itu kebakaran di Indonesia, tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin bantu kita, dan kita terima dengan baik,” kata Prabowo.

Persetujuan pemerintah terhadap bantuan negara tetangga menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla. Sementara itu, mekanisme teknis penerimaan dan pelaksanaan bantuan masih dibahas oleh pihak terkait. (ANT/KN)

Isu Dirut Pertamina Jadi Calon Menteri ESDM, Bahlil: Itu Hak Prerogatif Presiden

0
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (Foto: Dok.Biro Pers Istana Presiden)

KARAWANG — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan keputusan perombakan kabinet atau reshuffle, termasuk pergantian Menteri ESDM, sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menanggapi kabar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri yang disebut-sebut akan dilantik menjadi Menteri ESDM. Bahlil mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.

“Reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden,” ujar Bahlil seusai menghadiri acara Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kabar Simon akan menggantikannya sebagai Menteri ESDM, Bahlil kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut.

“Enggak tahu saya, enggak tahu, enggak tahu, enggak tahu,” ucapnya.

Bahlil menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai perombakan kabinet kepada Presiden Prabowo. Hingga pernyataan tersebut disampaikan, tidak ada konfirmasi dalam keterangan Bahlil mengenai kepastian pergantian Menteri ESDM.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM pada Kamis (1/10).

Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029, yang ditetapkan pada 30 September 2026.

Bahlil mengatakan pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan mempercepat pelaksanaan target hilirisasi dan transisi energi yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Untuk sementara, kantor kementerian koordinator tersebut masih berada di lingkungan Kementerian ESDM.

Meski merangkap dua jabatan, Bahlil menyatakan hanya menerima satu gaji. Ia juga memastikan pembentukan kementerian koordinator baru tidak akan memicu pemborosan anggaran karena kebutuhan anggarannya diprioritaskan dari Kementerian ESDM. (JP/KN)

Beras Premium hingga LPG 3 Kg Dijual di Operasi Pasar Murah Sepaku

0
Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, saat menerima Sembako Pasar Murah Sepaku. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kecamatan Sepaku menggelar Operasi Pasar Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut menyediakan sejumlah komoditas, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gas LPG 3 kilogram.

Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Sepaku itu melibatkan Perum BULOG Cabang Paser sebagai penyedia sejumlah bahan pangan. Operasi pasar murah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat sekaligus memudahkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Camat Sepaku G. Abimanyu Arliandito mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Operasi Pasar Murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat langsung, terutama bagi warga yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP ukuran 5 kilogram dijual seharga Rp63.000. Sementara beras Kita Premium ukuran 5 kilogram dibanderol Rp77.000. Adapun Minyakita ukuran 2 liter dijual dengan harga Rp31.500.

Selain bahan pangan, tersedia pula gas LPG 3 kilogram dengan harga Rp23.000 per tabung. Masyarakat yang ingin membeli gas tersebut diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK) sebagai persyaratan pembelian.

Menurutnya, ketersediaan komoditas dalam operasi pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dasar dengan harga yang lebih ringan.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh beras, minyak goreng, dan LPG sesuai kebutuhan. Kami juga berharap distribusi komoditas dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya dirasakan warga,” ungkapnya.

Keterlibatan Perum BULOG Cabang Paser turut mendukung penyediaan komoditas pangan bagi masyarakat Penajam Paser Utara. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan penyedia bahan pokok diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan harga serta mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Pemerintah Kecamatan Sepaku berharap kegiatan serupa dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, operasi pasar murah juga menjadi salah satu bentuk pelayanan pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

“Ke depan, kami akan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kami berharap dukungan dan kerja sama semua pihak dapat terus terjaga agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga,” tutupnya. (ADV)

Pewarta : DeddyPZ

Camat Sepaku Dorong Perbaikan Pelayanan Publik Lewat Forum Konsultasi

0
Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, saat menyampaikan materi FKP Kecamatan Sepaku. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA – Berbagai persoalan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Kantor Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Forum tersebut menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari pelayanan administrasi pertanahan dan perizinan, penguatan kapasitas aparatur desa, hingga penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah perkembangan wilayah Sepaku sebagai kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, mengatakan forum tersebut menjadi wadah koordinasi dan penyampaian masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sinergi penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Kecamatan Sepaku.

“Forum Konsultasi Publik ini menjadi ruang bersama untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah perbaikan pelayanan sesuai kewenangan masing-masing pihak,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), meliputi Camat Sepaku, Kapolsek Sepaku, Danramil Sepaku, serta seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Sepaku.

Salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut adalah perlunya penguatan komunikasi dan koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), khususnya terkait persyaratan pelayanan pertanahan dan perizinan di wilayah Sepaku.

Penyesuaian kewenangan dan perkembangan regulasi dinilai perlu diikuti dengan penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat. Terlebih, pelayanan perizinan usaha telah terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS), sementara sejumlah layanan lainnya menjadi kewenangan instansi terkait maupun OIKN.

Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat membantu masyarakat memahami prosedur pelayanan serta memperoleh informasi yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan pertanahan dan perizinan, forum juga membahas fasilitasi informasi mengenai Dana Bagi Hasil (DBH) dan pajak daerah. Peningkatan kompetensi aparatur desa turut menjadi perhatian untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang lebih optimal.

Di sisi lain, optimalisasi penanganan pengaduan masyarakat terkait ketenteraman dan ketertiban umum juga menjadi bagian dari pembahasan. Keterlibatan unsur TNI dan Polri bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan dinilai penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.

Melalui forum tersebut, Kecamatan Sepaku menerima berbagai identifikasi permasalahan dan usulan rekomendasi perbaikan pelayanan. Rekomendasi itu akan menjadi bahan tindak lanjut sesuai dengan kesepakatan dan kewenangan masing-masing pihak.

“Kami berharap hasil forum ini tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi yang konsisten. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, jelas, transparan, dan sesuai ketentuan,”pungkasnya. (ADV)

Pewarta : Deddypz

Disdikbud Kukar Data Siswa Korban Kebakaran Tenggarong, Bantuan Seragam Segera Disiapkan

0
Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan bantuan seragam sekolah bagi siswa yang terdampak kebakaran di sejumlah wilayah Kecamatan Tenggarong.

Penyaluran bantuan masih menunggu pendataan dan verifikasi calon penerima agar sesuai dengan jumlah siswa serta kebutuhan perlengkapan sekolah mereka.

Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan siswa korban kebakaran tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa terkendala kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah.

Disdikbud Kukar saat ini berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bantuan. Jumlah paket seragam yang akan disalurkan belum ditetapkan karena masih menyesuaikan hasil pendataan di lapangan.

Pujianto menjelaskan, Disdikbud Kukar sebelumnya telah menyalurkan bantuan serupa kepada siswa terdampak kebakaran di Kecamatan Muara Muntai. Sebanyak 12 paket seragam sekolah diberikan kepada 12 siswa, dengan setiap paket berisi perlengkapan sekolah secara lengkap.

“Kalau di Muara Muntai kemarin ada 12 paket, satu paket untuk satu orang,” ungkap Pujianto, Kamis (15/10/2026).

Untuk bantuan bagi siswa korban kebakaran di Tenggarong, Disdikbud Kukar berencana memanfaatkan program seragam sekolah gratis yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar.

Selain menggunakan program yang sudah tersedia, Disdikbud juga berencana menambah anggaran agar kebutuhan siswa terdampak dapat dipenuhi. Dengan skema tersebut, bantuan diharapkan bisa disalurkan melalui program yang ada tanpa harus menunggu pengusulan anggaran baru.

Proses pendataan dilakukan bersama pihak sekolah, pengurus RT, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta pihak terkait lainnya. Langkah ini diperlukan untuk memastikan identitas siswa penerima sekaligus mengidentifikasi jenis perlengkapan yang dibutuhkan masing-masing keluarga.

Pendataan menjadi tahapan penting agar bantuan yang diberikan benar-benar menjangkau siswa terdampak. Disdikbud juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan informasi mengenai kebutuhan pendidikan yang mendesak setelah musibah kebakaran.

Meski persiapan telah berjalan, jadwal penyaluran bantuan belum ditentukan. Disdikbud Kukar masih menunggu hasil verifikasi dan koordinasi sebelum menetapkan jumlah paket serta waktu distribusi.

“Untuk waktu penyalurannya yang lain-lain, kita masih menyesuaikan dengan proses pendataan dan koordinasi yang sedang berjalan,” jelas Pujianto. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Persiapan MTQH Kaltim 2026 di Kukar Capai 80 Persen, Lokasi Lomba Dievaluasi

0
Sekda Kukar Sekaligus Ketua LPTQ Kukar, Sunggono (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Persiapan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai lebih dari 80 persen secara konseptual. Meski demikian, panitia masih mengevaluasi sejumlah kebutuhan teknis, terutama penentuan lokasi perlombaan dan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjelang pelaksanaan pada Desember 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, Sunggono, mengatakan pematangan persiapan terus dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Sejumlah keputusan masih menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan fasilitas.

Hal itu disampaikannya seusai mengikuti rapat koordinasi persiapan MTQH ke-46 Kaltim di Kantor LPTQ, Jalan Jelawat, Tenggarong, Kamis (15/10/2026).

“Kalau persiapan secara konsepsional, saya kira sudah di atas 80 persen,” ujar Sunggono.

Salah satu hal yang masih dibahas panitia adalah lokasi bazar UMKM. Semula, kegiatan yang melibatkan pelaku usaha tersebut direncanakan berlangsung di samping Kantor Bupati Kukar.

Namun, panitia kini mempertimbangkan Arbizz Space sebagai alternatif. Lokasi tersebut dinilai memiliki ruang yang berpotensi menampung pelaku UMKM selama pelaksanaan MTQH.

Penentuan lokasi bazar menjadi bagian dari penataan fasilitas pendukung agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan baik selama kegiatan tingkat provinsi itu.

Selain bazar, panitia juga mengevaluasi rencana penggunaan gedung Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar sebagai tempat perlombaan.

Gedung tersebut berpotensi digunakan untuk kegiatan lain pada Desember 2026. Karena itu, ketersediaan dan kesesuaiannya perlu dipastikan sebelum ditetapkan sebagai lokasi pertandingan.

Evaluasi ini menunjukkan bahwa persiapan MTQH tidak hanya berkaitan dengan konsep penyelenggaraan, tetapi juga kesiapan tempat dan pengaturan teknis di lapangan.

Sunggono mengatakan rapat koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperbarui informasi mengenai perubahan rencana. Dengan koordinasi tersebut, panitia diharapkan dapat mengantisipasi kendala sebelum kegiatan dimulai.

“Jadi hari ini menyamakan persepsi, mencari informasi dan menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada, sehingga nanti pada saatnya kegiatan itu betul-betul bisa berjalan sesuai harapan kita semua,” jelasnya.

Di luar persoalan lokasi, Pemkab Kukar juga mematangkan persiapan kontingen yang akan mengikuti MTQH ke-46 Kaltim. Kukar direncanakan berpartisipasi dalam seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Meski demikian, jumlah pasti peserta masih dalam proses pendataan dan penentuan.

Panitia juga memperkirakan hampir 1.200 orang akan terlibat dalam penyelenggaraan MTQH tersebut. Jumlah ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan kebutuhan akomodasi selama kegiatan berlangsung.

Pendataan penginapan telah dilakukan terhadap sejumlah pilihan, mulai dari hotel hingga guesthouse di Tenggarong dan kawasan sekitarnya. Ketersediaan tempat menginap perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Besarnya jumlah orang yang diperkirakan hadir membuat koordinasi kebutuhan penginapan dan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dari persiapan.

Setelah evaluasi dan pematangan teknis selesai, Pemkab Kukar berencana mempresentasikan perkembangan kesiapan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. Laporan resmi juga akan disampaikan kepada Bupati Kukar sebagai bagian dari evaluasi internal. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Pemkab Kukar Kaji Hibah Aset 28 Hektare untuk Unikarta

0
Gedung Unikarta di Tenggarong Seberang. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Rencana hibah aset milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kepada Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) masih menunggu kepastian administrasi dan hukum. Selain kejelasan status aset, hasil audit kelembagaan Unikarta periode 2020–2026 menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum pemerintah daerah mengambil keputusan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan aset pemerintah daerah di kawasan Tenggarong Seberang diperkirakan mencapai 28 hektare. Namun, luas tersebut mencakup keseluruhan aset Pemkab Kukar di kawasan itu dan belum dapat dipastikan sebagai luas lahan yang akan dihibahkan kepada Unikarta.

Aset yang menjadi pembahasan, termasuk Auditorium Unikarta, hingga kini masih tercatat sebagai milik pemerintah daerah. Karena itu, rencana penyerahannya harus melalui kajian sesuai ketentuan pengelolaan barang milik daerah.

Heriansyah menjelaskan, aset tersebut diperoleh melalui anggaran Disdikbud Kukar. Penyerahannya kepada perguruan tinggi swasta tidak dapat dilakukan hanya atas dasar kebutuhan pengembangan kampus, tetapi harus memenuhi persyaratan administrasi dan hukum yang berlaku.

Disdikbud Kukar telah berdiskusi dengan Rektor Unikarta untuk membahas kemungkinan hibah tersebut. Pemerintah daerah juga meminta pihak kampus mempelajari praktik hibah aset di daerah lain, khususnya yang melibatkan perguruan tinggi swasta.

Referensi tersebut diperlukan untuk mengetahui tahapan, persyaratan, dan mekanisme yang dapat menjadi acuan dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya meminta referensi dari daerah lain yang pernah melakukan hibah kepada perguruan tinggi swasta agar bisa kita pelajari tahapan-tahapannya,” ujar Heriansyah, Kamis (15/10/2026).

Selain status lahan, Disdikbud juga menyoroti bangunan yang telah berdiri di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima Heriansyah, sekitar 60 persen nilai bangunan disebut telah dibayarkan.

Namun, persentase itu merujuk pada bangunan yang sudah ada, bukan keseluruhan rencana induk atau master plan pembangunan Unikarta.

Dengan demikian, informasi tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan keseluruhan nilai maupun cakupan aset yang akan dihibahkan.

Persyaratan kelembagaan menjadi salah satu hal penting dalam pembahasan hibah. Heriansyah menjelaskan, pemerintah daerah harus memastikan calon penerima memenuhi ketentuan, terutama terkait karakter lembaga yang tidak berorientasi pada keuntungan.

Untuk memperjelas persoalan tersebut, Disdikbud Kukar menunggu hasil audit Unikarta periode 2020 hingga 2026. Hasil audit diharapkan dapat menjadi bahan penilaian terhadap status dan orientasi kelembagaan kampus.

Pemerintah daerah juga akan memastikan aset berstatus clear and clean, yakni memiliki kejelasan administrasi dan status hukum sebelum keputusan penyerahan diambil.

Apabila masih terdapat perbedaan penafsiran terhadap aturan atau persoalan mengenai status kelembagaan, Disdikbud akan mendorong kajian lebih lanjut melalui bagian hukum pemerintah daerah.

Pendapat hukum atau legal opinion juga diharapkan dapat memberikan kepastian agar proses hibah tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Permasalahannya adalah pemerintah daerah boleh menghibahkan, tetapi kepada lembaga non-profit. Karena itu, audit Unikarta harus jelas, apakah memang berorientasi pada keuntungan atau bergerak di bidang pendidikan yang bersifat sosial,” jelas Heriansyah.

Di sisi lain, Pemkab Kukar melihat keberadaan perguruan tinggi yang representatif sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong perkembangan pendidikan dan perekonomian daerah.

Aktivitas kampus berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitarnya. Kebutuhan mahasiswa dan sivitas akademika dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari rumah kos, warung makan, jasa laundry, penyewaan barang, hingga penjualan alat tulis kantor.

Perputaran ekonomi tersebut juga berpeluang memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski demikian, dukungan terhadap pengembangan kampus tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan aset milik daerah.

Heriansyah berharap Unikarta dapat memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan agar rencana hibah bisa dipertimbangkan lebih lanjut. Keputusan pemerintah daerah nantinya akan bergantung pada hasil audit, kejelasan status aset, dan kajian hukum yang dilakukan.

“Kalau hasil audit menunjukkan bahwa Unikarta bukan lembaga yang berorientasi pada profit, melainkan lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ada kajian legal opinion dari aparat penegak hukum, kita siap,” tutup Heriansyah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Hilirisasi Nikel Digenjot, Bahlil Bidik Ekspor USD45 Miliar

0

JAKARTA — Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri nikel untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tambang nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan nilai ekspor mencapai USD45 miliar melalui penguatan industri pengolahan dan produk turunan nikel.

Target tersebut mencerminkan ambisi pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. Hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas pembahasan teknis antara Indonesia dan Malaysia terkait bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kerja sama kedua negara menjadi perhatian di tengah ancaman kabut asap lintas batas.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com
https://digital.koranusantara.com/kn15okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Menkeu: Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Tarik Investor Asing

0
Menteri Keuangan Suahasil Nazara

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengandalkan kredibilitas fiskal dan disiplin pengelolaan anggaran untuk menarik investasi asing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satu komitmen yang ditegaskan adalah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sembari tetap memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut dalam agenda Investor Meeting yang diselenggarakan Deutsche Bank di Bangkok, Thailand. Menurut dia, kebijakan fiskal harus tetap responsif terhadap tekanan global tanpa mengorbankan ketahanan keuangan negara dalam jangka panjang.

“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” kata Suahasil dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Suahasil mengatakan, investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan pertumbuhan investasi mencapai 7 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong sinergi kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta.

“Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, pemerintah juga berupaya menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang melalui sejumlah strategi.

Strategi pertama adalah memperkuat kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor keuangan. Pemerintah juga secara berkala mengomunikasikan kondisi ekonomi dan arah kebijakan kepada pasar serta investor secara terpadu.

Strategi kedua adalah menjaga disiplin dan integritas pasar. Menurut Suminto, langkah tersebut penting untuk mendorong terbentuknya pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid.

“Hal ini penting untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid,” ujar Suminto.
Strategi ketiga adalah memperdalam pasar keuangan dengan memperkuat peran investor institusional maupun investor ritel domestik.

Suminto mengatakan, penguatan basis investor dalam negeri diharapkan membuat pasar keuangan Indonesia tidak hanya semakin aktif dan likuid, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi dinamika keuangan global.

Melalui penguatan kredibilitas fiskal, stabilitas ekonomi, dan pendalaman pasar keuangan, pemerintah berupaya membangun kepercayaan investor sebagai salah satu penopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan investasi pada 2027. (ANT/KN)