Beranda blog Halaman 30

Persiapan MTQH Kaltim 2026 di Kukar Capai 80 Persen, Lokasi Lomba Dievaluasi

0
Sekda Kukar Sekaligus Ketua LPTQ Kukar, Sunggono (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Persiapan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencapai lebih dari 80 persen secara konseptual. Meski demikian, panitia masih mengevaluasi sejumlah kebutuhan teknis, terutama penentuan lokasi perlombaan dan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menjelang pelaksanaan pada Desember 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, Sunggono, mengatakan pematangan persiapan terus dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Sejumlah keputusan masih menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan fasilitas.

Hal itu disampaikannya seusai mengikuti rapat koordinasi persiapan MTQH ke-46 Kaltim di Kantor LPTQ, Jalan Jelawat, Tenggarong, Kamis (15/10/2026).

“Kalau persiapan secara konsepsional, saya kira sudah di atas 80 persen,” ujar Sunggono.

Salah satu hal yang masih dibahas panitia adalah lokasi bazar UMKM. Semula, kegiatan yang melibatkan pelaku usaha tersebut direncanakan berlangsung di samping Kantor Bupati Kukar.

Namun, panitia kini mempertimbangkan Arbizz Space sebagai alternatif. Lokasi tersebut dinilai memiliki ruang yang berpotensi menampung pelaku UMKM selama pelaksanaan MTQH.

Penentuan lokasi bazar menjadi bagian dari penataan fasilitas pendukung agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan baik selama kegiatan tingkat provinsi itu.

Selain bazar, panitia juga mengevaluasi rencana penggunaan gedung Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar sebagai tempat perlombaan.

Gedung tersebut berpotensi digunakan untuk kegiatan lain pada Desember 2026. Karena itu, ketersediaan dan kesesuaiannya perlu dipastikan sebelum ditetapkan sebagai lokasi pertandingan.

Evaluasi ini menunjukkan bahwa persiapan MTQH tidak hanya berkaitan dengan konsep penyelenggaraan, tetapi juga kesiapan tempat dan pengaturan teknis di lapangan.

Sunggono mengatakan rapat koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperbarui informasi mengenai perubahan rencana. Dengan koordinasi tersebut, panitia diharapkan dapat mengantisipasi kendala sebelum kegiatan dimulai.

“Jadi hari ini menyamakan persepsi, mencari informasi dan menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada, sehingga nanti pada saatnya kegiatan itu betul-betul bisa berjalan sesuai harapan kita semua,” jelasnya.

Di luar persoalan lokasi, Pemkab Kukar juga mematangkan persiapan kontingen yang akan mengikuti MTQH ke-46 Kaltim. Kukar direncanakan berpartisipasi dalam seluruh cabang lomba yang dipertandingkan. Meski demikian, jumlah pasti peserta masih dalam proses pendataan dan penentuan.

Panitia juga memperkirakan hampir 1.200 orang akan terlibat dalam penyelenggaraan MTQH tersebut. Jumlah ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan kebutuhan akomodasi selama kegiatan berlangsung.

Pendataan penginapan telah dilakukan terhadap sejumlah pilihan, mulai dari hotel hingga guesthouse di Tenggarong dan kawasan sekitarnya. Ketersediaan tempat menginap perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Besarnya jumlah orang yang diperkirakan hadir membuat koordinasi kebutuhan penginapan dan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dari persiapan.

Setelah evaluasi dan pematangan teknis selesai, Pemkab Kukar berencana mempresentasikan perkembangan kesiapan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. Laporan resmi juga akan disampaikan kepada Bupati Kukar sebagai bagian dari evaluasi internal. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Pemkab Kukar Kaji Hibah Aset 28 Hektare untuk Unikarta

0
Gedung Unikarta di Tenggarong Seberang. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Rencana hibah aset milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kepada Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) masih menunggu kepastian administrasi dan hukum. Selain kejelasan status aset, hasil audit kelembagaan Unikarta periode 2020–2026 menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum pemerintah daerah mengambil keputusan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan aset pemerintah daerah di kawasan Tenggarong Seberang diperkirakan mencapai 28 hektare. Namun, luas tersebut mencakup keseluruhan aset Pemkab Kukar di kawasan itu dan belum dapat dipastikan sebagai luas lahan yang akan dihibahkan kepada Unikarta.

Aset yang menjadi pembahasan, termasuk Auditorium Unikarta, hingga kini masih tercatat sebagai milik pemerintah daerah. Karena itu, rencana penyerahannya harus melalui kajian sesuai ketentuan pengelolaan barang milik daerah.

Heriansyah menjelaskan, aset tersebut diperoleh melalui anggaran Disdikbud Kukar. Penyerahannya kepada perguruan tinggi swasta tidak dapat dilakukan hanya atas dasar kebutuhan pengembangan kampus, tetapi harus memenuhi persyaratan administrasi dan hukum yang berlaku.

Disdikbud Kukar telah berdiskusi dengan Rektor Unikarta untuk membahas kemungkinan hibah tersebut. Pemerintah daerah juga meminta pihak kampus mempelajari praktik hibah aset di daerah lain, khususnya yang melibatkan perguruan tinggi swasta.

Referensi tersebut diperlukan untuk mengetahui tahapan, persyaratan, dan mekanisme yang dapat menjadi acuan dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya meminta referensi dari daerah lain yang pernah melakukan hibah kepada perguruan tinggi swasta agar bisa kita pelajari tahapan-tahapannya,” ujar Heriansyah, Kamis (15/10/2026).

Selain status lahan, Disdikbud juga menyoroti bangunan yang telah berdiri di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima Heriansyah, sekitar 60 persen nilai bangunan disebut telah dibayarkan.

Namun, persentase itu merujuk pada bangunan yang sudah ada, bukan keseluruhan rencana induk atau master plan pembangunan Unikarta.

Dengan demikian, informasi tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan keseluruhan nilai maupun cakupan aset yang akan dihibahkan.

Persyaratan kelembagaan menjadi salah satu hal penting dalam pembahasan hibah. Heriansyah menjelaskan, pemerintah daerah harus memastikan calon penerima memenuhi ketentuan, terutama terkait karakter lembaga yang tidak berorientasi pada keuntungan.

Untuk memperjelas persoalan tersebut, Disdikbud Kukar menunggu hasil audit Unikarta periode 2020 hingga 2026. Hasil audit diharapkan dapat menjadi bahan penilaian terhadap status dan orientasi kelembagaan kampus.

Pemerintah daerah juga akan memastikan aset berstatus clear and clean, yakni memiliki kejelasan administrasi dan status hukum sebelum keputusan penyerahan diambil.

Apabila masih terdapat perbedaan penafsiran terhadap aturan atau persoalan mengenai status kelembagaan, Disdikbud akan mendorong kajian lebih lanjut melalui bagian hukum pemerintah daerah.

Pendapat hukum atau legal opinion juga diharapkan dapat memberikan kepastian agar proses hibah tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Permasalahannya adalah pemerintah daerah boleh menghibahkan, tetapi kepada lembaga non-profit. Karena itu, audit Unikarta harus jelas, apakah memang berorientasi pada keuntungan atau bergerak di bidang pendidikan yang bersifat sosial,” jelas Heriansyah.

Di sisi lain, Pemkab Kukar melihat keberadaan perguruan tinggi yang representatif sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong perkembangan pendidikan dan perekonomian daerah.

Aktivitas kampus berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitarnya. Kebutuhan mahasiswa dan sivitas akademika dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari rumah kos, warung makan, jasa laundry, penyewaan barang, hingga penjualan alat tulis kantor.

Perputaran ekonomi tersebut juga berpeluang memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski demikian, dukungan terhadap pengembangan kampus tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan aset milik daerah.

Heriansyah berharap Unikarta dapat memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan agar rencana hibah bisa dipertimbangkan lebih lanjut. Keputusan pemerintah daerah nantinya akan bergantung pada hasil audit, kejelasan status aset, dan kajian hukum yang dilakukan.

“Kalau hasil audit menunjukkan bahwa Unikarta bukan lembaga yang berorientasi pada profit, melainkan lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ada kajian legal opinion dari aparat penegak hukum, kita siap,” tutup Heriansyah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Hilirisasi Nikel Digenjot, Bahlil Bidik Ekspor USD45 Miliar

0

JAKARTA — Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri nikel untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tambang nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan nilai ekspor mencapai USD45 miliar melalui penguatan industri pengolahan dan produk turunan nikel.

Target tersebut mencerminkan ambisi pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. Hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas pembahasan teknis antara Indonesia dan Malaysia terkait bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kerja sama kedua negara menjadi perhatian di tengah ancaman kabut asap lintas batas.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com
https://digital.koranusantara.com/kn15okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Menkeu: Kredibilitas Fiskal Jadi Modal Indonesia Tarik Investor Asing

0
Menteri Keuangan Suahasil Nazara

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengandalkan kredibilitas fiskal dan disiplin pengelolaan anggaran untuk menarik investasi asing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satu komitmen yang ditegaskan adalah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sembari tetap memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut dalam agenda Investor Meeting yang diselenggarakan Deutsche Bank di Bangkok, Thailand. Menurut dia, kebijakan fiskal harus tetap responsif terhadap tekanan global tanpa mengorbankan ketahanan keuangan negara dalam jangka panjang.

“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” kata Suahasil dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Suahasil mengatakan, investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan pertumbuhan investasi mencapai 7 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong sinergi kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta.

“Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemerintah mendorong sinergi antara kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, pemerintah juga berupaya menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang melalui sejumlah strategi.

Strategi pertama adalah memperkuat kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor keuangan. Pemerintah juga secara berkala mengomunikasikan kondisi ekonomi dan arah kebijakan kepada pasar serta investor secara terpadu.

Strategi kedua adalah menjaga disiplin dan integritas pasar. Menurut Suminto, langkah tersebut penting untuk mendorong terbentuknya pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid.

“Hal ini penting untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid,” ujar Suminto.
Strategi ketiga adalah memperdalam pasar keuangan dengan memperkuat peran investor institusional maupun investor ritel domestik.

Suminto mengatakan, penguatan basis investor dalam negeri diharapkan membuat pasar keuangan Indonesia tidak hanya semakin aktif dan likuid, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi dinamika keuangan global.

Melalui penguatan kredibilitas fiskal, stabilitas ekonomi, dan pendalaman pasar keuangan, pemerintah berupaya membangun kepercayaan investor sebagai salah satu penopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan investasi pada 2027. (ANT/KN)

Bulog Siapkan Lelang 380 Ribu Ton Beras untuk Bahan Baku Tepung

0
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberikan keterangan kepada awak media seusai mengikuti rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

JAKARTA – Perum Bulog menyiapkan lelang 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku tepung beras. Saat ini, Bulog berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), termasuk menyusun pembagian volume beras yang akan dilelang di setiap provinsi.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, proses persiapan lelang masih berlangsung dan melibatkan KPKNL di berbagai wilayah Indonesia.

“Ya ini sedang proses ke KPKNL,” kata Rizal seusai menghadiri rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, Bulog juga tengah mengatur alokasi beras yang akan dilelang di masing-masing provinsi melalui Direktorat Pemasaran. Dengan demikian, pelaksanaan lelang tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi melibatkan KPKNL di berbagai daerah.

“Nanti pembagian per provinsinya berapa sedang diurus oleh Direktur Pemasaran kami,” ujarnya.

Rizal menegaskan, Bulog hanya bertindak sebagai penjual beras melalui mekanisme lelang. Sementara itu, proses pengolahan beras menjadi tepung akan dilakukan oleh pelaku usaha yang membeli beras tersebut.

“Kami hanya jual berasnya lewat KPKNL dilelang,” katanya.

Menurut Rizal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah dapat membeli beras melalui mekanisme tersebut. Beras yang dimenangkan dalam lelang selanjutnya dapat diolah menjadi tepung beras untuk mendukung kegiatan usaha mereka.

Meski demikian, proses lelang masih dalam tahap persiapan. Bulog belum menyalurkan beras tersebut kepada UMKM melalui mekanisme lelang dan masih membahas teknis pelaksanaannya bersama KPKNL.

Rizal juga belum memastikan jadwal lelang. Ia menyebut Bulog masih mengintensifkan koordinasi agar proses tersebut dapat segera dilaksanakan.

“Ya ini kami lagi rapat-rapat terus, ya. Secepatnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada 8 September 2026 menyatakan pemerintah menyepakati pemanfaatan sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu untuk diolah menjadi tepung.

Pemerintah saat itu menetapkan harga minimal lelang sebesar Rp11.000 per kilogram. Kebijakan tersebut ditujukan agar beras yang mengalami penurunan mutu tetap memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pengolahan pangan. (ANT/KN)

KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022

0
Ilustrasi

SLEMAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik korupsi terkait dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berlangsung sejak 2022. Dugaan tersebut menjadi bagian dari penelusuran penyidik dalam kasus pengadaan barang dan jasa yang anggarannya diduga bersumber dari dana penanganan bencana.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, penyidik menelusuri dugaan praktik tersebut hingga tiga atau empat tahun ke belakang.

“Ya, kurang lebih sekitar tiga-empat tahun ditarik ke belakang,” kata Setyo di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).

Setyo menjelaskan, dana siap pakai BNPB pada dasarnya diperuntukkan bagi kebutuhan mendesak dalam situasi kebencanaan. Dana tersebut digunakan untuk mendukung penanganan berbagai kebutuhan darurat ketika bencana terjadi.

“Jadi, kalau ada bencana, dana siap pakai ini digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak yang sifatnya darurat. Ya, pasti banyak hal yang berhubungan dengan bencana,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik menangkap 14 orang, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan sejumlah pihak swasta.

Namun, Rustian tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang anggarannya diduga bersumber dari dana siap pakai untuk penanganan bencana.

Pada 14 Oktober 2026, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Salah satunya adalah Bima Setiawan, adik sekaligus tenaga ahli Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto.

Empat tersangka lainnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, yakni Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB Gabriel Purwaka Sigit, tenaga ahli Kepala BNPB Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan.

KPK masih menelusuri dugaan korupsi tersebut, termasuk rentang waktu praktik yang diduga terjadi sejak 2022. (ANT/KN)

Indonesia-Malaysia Masih Bahas Teknis Bantuan Penanganan Karhutla

0
Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana. ANTARA/Devi Nindy

JAKARTA – Pemerintah Indonesia masih berkomunikasi dengan Malaysia untuk membahas tawaran bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keputusan menerima atau tidak menerima bantuan tersebut belum ditetapkan karena kedua pihak masih membahas kebutuhan operasional dan teknis pelaksanaannya.

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Brigjen TNI Honi Havana, mengatakan komunikasi dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Statusnya masih komunikasi ini, tentunya sedang on going, kanal tentunya melalui Kementerian Luar Negeri,” kata Honi dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Honi menegaskan, pemerintah tidak pernah menolak mentah-mentah tawaran bantuan dari Malaysia. Menurut dia, Indonesia menghargai setiap bantuan yang ditawarkan negara lain untuk mendukung penanganan karhutla.

Meski demikian, pemerintah perlu membahas sejumlah aspek sebelum mengambil keputusan, termasuk kebutuhan di lapangan, mekanisme pengiriman personel, serta dukungan logistik yang diperlukan.

“Harus didiskusikan di situ terkait kebutuhan operasional, bagaimana nanti deployment (pengiriman) personel dan sebagainya, kemudian nanti dukungan logistik dan seterusnya,” ujarnya.

Honi mengatakan hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan apakah tawaran bantuan Malaysia dapat diterima dan bagaimana pelaksanaannya.

Pemerintah juga berencana menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat agar informasi mengenai tawaran bantuan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kita akan adakan konferensi pers untuk memberikan informasi yang update kepada masyarakat supaya tidak mengembangkan prasangka-prasangka yang tentunya kurang baik untuk disampaikan,” kata Honi.

Hingga Rabu (14/10/2026), komunikasi mengenai tawaran bantuan Malaysia masih berlangsung dan belum ada keputusan final yang diumumkan pemerintah Indonesia. (ANT/KN)

DPR Desak Kemenhaj Pastikan Jemaah Umrah Terdampak Konflik Tak Telantar

0
Audiensi jemaah umrah dengan jajaran Kementerian Haji dan Umrah. ANTARA/HO-Kemenhaj

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat perlindungan jemaah umrah Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan di tengah eskalasi konflik di kawasan Riyadh, Arab Saudi.

Pemerintah diminta memastikan kondisi jemaah terpantau, kebutuhan dasar terpenuhi, dan akses bantuan darurat tersedia.

Maman mengatakan, Kemenhaj perlu segera memperbarui data dan memetakan lokasi jemaah yang terdampak, baik di Arab Saudi maupun di negara transit. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan akomodasi, konsumsi, dan informasi selama terjadi penundaan perjalanan.

“Kemenhaj harus memastikan setiap jemaah yang terdampak terpantau dengan baik. Jangan sampai ada jemaah yang terlantar, kesulitan informasi, atau bingung meminta bantuan,” kata Maman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, sejumlah rombongan jemaah umrah mengalami kendala perjalanan akibat pembatasan rute penerbangan di kawasan Riyadh dan sejumlah kota transit di Teluk, termasuk Abu Dhabi dan Dubai.

Maman menegaskan, keselamatan jemaah harus menjadi prioritas dalam penanganan dampak gangguan penerbangan tersebut. Karena itu, pemerintah diminta mengambil langkah aktif berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan umum.

“Kami memantau perkembangan situasi di Riyadh yang berdampak pada perjalanan jemaah umrah Indonesia. Kemenhaj harus bergerak aktif memantau kondisi jemaah di Arab Saudi maupun calon yang akan berangkat karena keselamatan adalah prioritas utama,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, Maman meminta Kemenhaj memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Koordinasi lintas instansi dinilai penting untuk merespons perubahan jadwal dan rute penerbangan sekaligus mempermudah jemaah mengakses pendampingan darurat di bandara.

“Penanganan harus berdasarkan data kondisi nyata di lapangan, bukan sebatas laporan umum,” katanya.

Selain itu, Maman mendorong pembentukan posko pengaduan dan penyediaan layanan hotline resmi yang mudah diakses jemaah maupun keluarga mereka di Indonesia.

Menurut dia, informasi yang jelas mengenai jadwal penerbangan pengganti, pembatalan perjalanan, dan kepastian tempat menginap diperlukan untuk mengurangi kecemasan keluarga jemaah.

Maman juga mengimbau jemaah dan keluarga agar tetap tenang serta tidak mengambil tindakan tanpa berkoordinasi dengan petugas perjalanan. jemaah diminta mematuhi instruksi otoritas penerbangan dan pemerintah demi menjaga keselamatan selama gangguan perjalanan berlangsung. (ANT/KN)

Darmawan Prasodjo Dicopot, Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN

0
Darmawan Prasodjo. (foto: net)

JAKARTA – PT PLN (Persero) resmi mengganti Direktur Utama Darmawan Prasodjo. Posisi pimpinan perusahaan listrik negara tersebut kini dijabat Suroso Isnandar, yang sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.

Pergantian tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/10/2026). Komisaris Independen PLN Andi Arief membenarkan keputusan pergantian pucuk pimpinan tersebut.

“Iya, pergantian dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” ujar Andi, seperti dikutip dari Detikcom, Rabu (14/10/2026).

Andi menjelaskan, RUPSLB dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan dihadiri seluruh jajaran direksi serta komisaris PLN. Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata juga turut hadir dalam rapat tersebut.

Untuk sementara, Suroso merangkap jabatan sebagai Direktur Utama sekaligus Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan hingga ditetapkannya pengganti definitif untuk posisi direktur tersebut.

Andi menyampaikan apresiasi atas pengabdian Darmawan selama memimpin PLN, khususnya dalam mendorong transformasi perusahaan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” kata Andi.

Ia menegaskan, pergantian hanya dilakukan pada posisi Direktur Utama. Tidak ada perubahan pada susunan direksi maupun komisaris lainnya dalam keputusan tersebut.

“Tidak ada (pergantian direksi maupun komisaris lainnya),” tutur Andi. (DTC/KN)

DPMD Kukar Sebut TMMD Bantu Percepat Pembangunan Infrastruktur di Desa

0
Suasana pembukaan TMMD Ke-130 di Kecamatan Loa Kulu. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengapresiasi pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dinilai membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Program kolaborasi TNI dan pemerintah daerah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pembangunan desa yang belum tertangani secara optimal akibat keterbatasan anggaran dan sumber daya pemerintah daerah.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan kehadiran TMMD memberikan dukungan nyata bagi pemerintah daerah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat.

“Pada prinsipnya, kegiatan ini sangat membantu Pemkab Kukar, khususnya di wilayah desa yang menjadi sasaran kegiatan,” ujarnya Rabu (14/10/2026).

Menurut Arianto, pembangunan jalan usaha tani, gorong-gorong, dan jembatan melalui TMMD dapat membantu memperlancar aktivitas warga.

Infrastruktur tersebut juga berperan penting dalam menunjang kegiatan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan pedesaan yang membutuhkan akses memadai.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti TMMD menjadi langkah strategis untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan yang belum dapat ditangani pemerintah daerah secara maksimal.

“Kegiatan ini sangat strategis dan membantu mengatasi berbagai permasalahan di desa yang selama ini mungkin belum bisa ditangani karena keterbatasan anggaran dan sumber daya,” kata dia.

Arianto berharap seluruh pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia juga menginginkan hasil pekerjaan tersebut mampu mendukung aktivitas sehari-hari serta meningkatkan aksesibilitas di wilayah sasaran.

“Mudah-mudahan apa yang dikerjakan oleh teman-teman TMMD dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah sasaran,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, menjelaskan TMMD ke-130 merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan pedesaan.

Pada pelaksanaan kali ini, Desa Jembayan Tengah menjadi lokasi sasaran dengan sejumlah pekerjaan fisik yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian dan infrastruktur dasar.

Pembangunan yang direncanakan meliputi peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter menggunakan material agregat biolokal, pembangunan lima unit mandi, cuci, kakus (MCK), renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), renovasi satu musala, pembangunan gorong-gorong, serta lima jembatan kayu.

Selain itu, TMMD ke-130 juga merencanakan pembangunan lima titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan pengairan sawah masyarakat.

Letkol Arm Benny Budiman menyebutkan, pelaksanaan program melibatkan 150 prajurit TNI dari berbagai satuan. Personel TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara juga didatangkan dari Balikpapan untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Penetapan Desa Jembayan Tengah sebagai lokasi sasaran telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa sejak 2025,” seru Dandim.

Pemilihan wilayah ini turut mempertimbangkan kebutuhan pembangunan sektor pertanian serta posisinya yang terhubung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, penanganan stunting, keluarga berencana, pengobatan gratis massal, serta santunan anak yatim.

“Seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-130 di Kukar ditargetkan rampung pada 11 November 2026,” tutup Letkol Arm Benny Budiman. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R