Beranda blog Halaman 31

Masjid Cut Meutia Hadirkan Konsep Kurban Humanis dan Tertib

0

JAKARTA – Masjid Cut Meutia Menteng, Jakarta Pusat, menghadirkan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah yang tertib dan humanis melalui sistem distribusi daging kurban berbasis RT/RW serta layanan cukur rambut gratis bagi masyarakat.

Ketua Panitia Perayaan Iduladha 2026 Masjid Cut Meutia, M Pradana Indra Putra, mengatakan tahun ini panitia menyembelih sebanyak 21 ekor sapi dan 21 ekor kambing.

“Daging kurban ini disalurkan melalui RT/RW. Ini untuk mengurangi risiko kerumunan atau hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya di Masjid Cut Meutia, Rabu (27/5/2026).

Pradana yang akrab disapa Dana menjelaskan proses penyembelihan hewan kurban dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

Panitia menargetkan seluruh distribusi daging kepada masyarakat dapat dilakukan pada sore hari agar proses pembagian berlangsung tertib dan merata.

“Penyembelihan dimulai pagi dan penyaluran daging diperkirakan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB,” katanya.

Tak hanya fokus pada pembagian daging kurban, Masjid Cut Meutia juga menghadirkan layanan sosial berupa potong rambut gratis bagi masyarakat sekitar.

Program tersebut digelar bekerja sama dengan Uplift Barbershop dan menjadi layanan baru dalam pelaksanaan Iduladha tahun ini.

“Hari ini juga sesuai sunnah yang dianjurkan, pada hari kurban sudah boleh cukur. Karena itu kami bekerja sama dengan Uplift Barbershop mengadakan pemotongan rambut gratis,” jelas Dana.

Layanan cukur gratis tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 27 hingga 28 Mei 2026.

“Pemotongan rambut gratis ini baru dimulai tahun ini,” tambahnya.

Menurut panitia, kombinasi pembagian kurban dan layanan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelaksanaan Iduladha yang lebih tertib, aman, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar Masjid Cut Meutia. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Opini WTP ke-13 Jadi Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Paser

0

PASER – Pemerintah Kabupaten Paser kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-13 yang diraih Pemkab Paser secara berturut-turut sejak tahun 2014.

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, yang mewakili Bupati Paser dalam agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kaltim, Senin (25/5/2026), menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Paser.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Ini adalah cerminan dari komitmen, integritas, dan kerja keras seluruh OPD dalam mengelola uang rakyat secara transparan dan bertanggung jawab,” tegas Ikhwan Antasari.

Ia menambahkan, mempertahankan opini WTP selama lebih dari satu dekade bukan perkara mudah. Dinamika aturan pengadaan dan pengelolaan keuangan yang terus berkembang disebut menuntut kedisiplinan tinggi dari seluruh perangkat daerah.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten Paser, Dharni Haryati memastikan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti sejumlah rekomendasi dan catatan dari BPK agar kualitas administrasi dan laporan keuangan ke depan semakin baik.

“Beberapa catatan rekomendasi dari BPK akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait agar ke depannya laporan keuangan kita menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi, yang turut hadir dalam agenda penyerahan LHP tersebut juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian Pemkab Paser.

Menurutnya, raihan opini WTP ke-13 menjadi bukti kuat sinergi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal pelaksanaan APBD.

“Ini adalah bukti sinergi yang apik antara pihak eksekutif dan legislatif dalam mengawal pelaksanaan APBD,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Masjid Sadjid Siapkan Lebih Seribu Paket Daging untuk Warga

0

TENGGARONG – Masjid Jami’ KH Muhammad Sadjid Tenggarong menyembelih total 19 hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah tahun ini. Dari jumlah tersebut, panitia menyiapkan ribuan paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat.

Total hewan kurban yang dipotong terdiri dari 16 ekor sapi dan tiga ekor kambing. Salah satu sapi yang disembelih merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia yang baru pertama kali diterima Masjid Sadjid sejak berdiri 22 tahun lalu.

Ketua Yayasan Masjid Sadjid Tenggarong, Syamsul Ma’arif, mengatakan seluruh daging kurban akan didistribusikan kepada warga Kelurahan Baru dan masyarakat umum yang datang ke kawasan masjid.

“Untuk tahun ini terdapat 16 ekor sapi, terdiri dari 15 ekor sapi kurban masyarakat dan satu ekor sapi Presiden. Selain itu juga ada tiga ekor kambing,” ujar Syamsul Ma’arif, Rabu (27/5/2026).

Hewan kurban di Masjid Jami’ KH Muhammad Sadjid Tenggarong saat proses persiapan penyembelihan Iduladha 1447 Hijriah. Foto: Ady/MKN

Panitia kurban menyiapkan sebanyak 1.099 paket daging untuk warga Kelurahan Baru yang akan disalurkan melalui masing-masing RT agar pembagian lebih merata.

Selain itu, sekitar 300 paket tambahan juga disiapkan untuk masyarakat luar Kelurahan Baru yang datang langsung ke Masjid Sadjid.

“Kami memang siapkan juga untuk masyarakat di luar Kelurahan Baru, karena setiap tahun banyak yang datang ke sini,” katanya.

Syamsul menjelaskan, pekurban tahun ini tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Kaltim seperti Tenggarong Seberang, Sebulu, Samboja, Kota Bangun, Samarinda hingga Balikpapan.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat luar daerah menjadi hal yang selalu disyukuri pengurus masjid setiap pelaksanaan kurban.

“Alhamdulillah kami bersyukur setiap tahun Masjid Sadjid selalu banyak menerima pekurban dari luar daerah,” ujarnya.

Bantuan sapi Presiden RI pada Iduladha tahun ini menjadi perhatian tersendiri bagi pengurus masjid. Pasalnya, bantuan tersebut baru pertama kali diterima sejak Masjid Sadjid berdiri lebih dari dua dekade lalu.

Sapi bantuan Presiden itu memiliki bobot sekitar 980 kilogram atau hampir mencapai satu ton.

Syamsul menyebut momentum tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Masjid Sadjid di tengah meningkatnya jumlah hewan kurban yang diterima tahun ini.

“Baru pertama sekali sejak Masjid Sadjid berdiri 22 tahun mendapatkan bantuan sapi Presiden,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Panitia Kurban Islamic Center Libatkan Pemeriksaan Ketat Kesehatan Hewan

SAMARINDA – Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Masjid Raya Islamic Center Kalimantan Timur menyembelih 13 ekor sapi dan tiga ekor kambing pada Iduladha 1447 Hijriah tahun ini.

Di antara hewan kurban tersebut terdapat sapi bantuan dari Presiden Republik Indonesia serta sapi kurban dari Gubernur Kaltim yang turut disembelih di kawasan Islamic Center Samarinda, Rabu (27/5/2026).

Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Islamic Center Kaltim, Pramuhadi Karna, mengatakan total sapi kurban yang dikelola panitia berasal dari berbagai pihak, termasuk internal pengelola Islamic Center dan masyarakat.

“Kita jumlah sapi ada 13 ekor. Sementara sapi Presiden satu ekor, sapi dari Bapak Gubernur satu ekor,” ujar Pramuhadi.

Situasi penyembelihan hewan kurban di kawasan Masjid Raya Islamic Center Kaltim, Samarinda. Foto: Abdi/MKN

Menurutnya, hewan kurban lainnya berasal dari pengurus Islamic Center, sekolah, klinik, Badan Pengelola Islamic Center (BPIC), hingga masyarakat umum.

“Yang lainnya dari teman-teman Islamic Center, sekolah, klinik, BPIC, kemudian ada juga dari masyarakat dan Ketua Umum,” katanya.

Panitia memperkirakan sekitar 1.500 kantong daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat, termasuk hak untuk para pekurban atau mudohi.

“Nanti pembagiannya kita alokasikan sekitar 1.500 kantong untuk masyarakat, termasuk dengan mudohi-nya,” jelasnya.

Pramuhadi juga menjelaskan setiap mudohi akan menerima pembagian daging sesuai porsi yang telah ditentukan panitia.

Selain proses distribusi, pihak panitia memastikan seluruh hewan kurban yang disembelih telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat oleh tim medis dan petugas kesehatan hewan.

“Ada pemeriksaan dari tim, alhamdulillah setelah diperiksa semua bagus, bisa dikonsumsi,” tegasnya.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, panitia memastikan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban berjalan aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan.

Aktivitas penyembelihan hewan kurban di Islamic Center Kaltim sejak pagi dipadati panitia dan warga yang turut menyaksikan proses pemotongan hingga pengemasan daging sebelum dibagikan kepada masyarakat. (MK)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S

Disnak Keswan Kaltim Bentuk Tim Khusus Pengawasan Kurban

SAMARINDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Kaltim bersama dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota menerjunkan tim khusus untuk memastikan kelayakan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari lapak pedagang, tempat penggemukan hewan, hingga lokasi penyembelihan di masjid-masjid.

Plh Kabid Kesmavet Disnak Keswan Provinsi Kaltim, Dyah Anggraini, mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui tahapan antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah hewan dipotong.

“Hewan-hewan yang dijual, baik itu di lapak ataupun di tempat penggemukan, itu sudah dilakukan pemeriksaan oleh teman-teman dinas terkait. Kemudian tim kami juga melakukan pemeriksaan di lokasi masjid-masjid yang melakukan penyembelihan hewan kurban,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim melakukan pemeriksaan hewan kurban di lokasi penyembelihan. Foto: Abdi/MKN

Salah satu titik yang menjadi fokus pengawasan adalah Masjid Islamic Center Samarinda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh hewan kurban di lokasi tersebut dinyatakan sehat dan memenuhi syariat Islam.

“Untuk di Islamic Center sendiri, alhamdulillah ternaknya sehat, cukup umur, tidak cacat, dan juga tidak kurus. Alhamdulillah ternaknya memenuhi persyaratan yang ditentukan,” jelas Dyah.

Selain kondisi hewan, pihak Disnak Keswan juga memantau proses penyembelihan dan pengemasan daging agar memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Menurut Dyah, panitia di Islamic Center dinilai sudah menerapkan pemisahan area kotor dan area bersih selama proses penyembelihan berlangsung.

“Proses penyembelihan sudah cukup bagus. Kami harapkan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemisahan pengemasan antara daging dan jeroan agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak terkontaminasi.

“Daging dan jeroan itu pengemasannya terpisah, jadi tidak boleh dicampur,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan postmortem, Disnak Keswan memastikan tidak ditemukan adanya kelainan pada organ dalam maupun daging hewan kurban yang diperiksa.

“Alhamdulillah tidak ada kelainan yang kami lihat dalam pemeriksaan. Jadi daging yang didistribusikan nanti layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dyah juga mengedukasi masyarakat mengenai cara penyimpanan daging kurban agar tetap higienis dan tahan lama.

Ia menyarankan masyarakat menyimpan daging dalam ukuran kecil sesuai kebutuhan sebelum dimasukkan ke chiller maupun freezer.

Menurutnya, daging yang disimpan di chiller sebaiknya tidak lebih dari tiga hari, sedangkan jika dibekukan di freezer dapat bertahan hingga sekitar tiga bulan.

“Jadi sebaiknya sebelum penyimpanan, itu sudah dipotong-potong sesuai kebutuhan. Sehingga saat akan memasak tinggal mengambil satu kemasan yang memang sudah disiapkan,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S

Pos Keswan Sepaku Pastikan Seluruh Hewan Kurban Layak Konsumsi

0

NUSANTARA — Kepala Pos Kesehatan Hewan (Keswan) Sepaku, Aan Suhatman memastikan seluruh hewan kurban yang dihimpun Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan layak disembelih.

Total terdapat 40 ekor hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya oleh tim dari Dinas Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Pertanian Penajam Paser Utara (PPU) bidang peternakan dan kesehatan hewan.

“Nah, dari pemeriksaan itu dinyatakan semua sapi layak kurban,” ujar Aan di lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Masjid Negara IKN, Selasa (26/5/2026).

Selain sapi, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap kambing yang akan disembelih pada Iduladha tahun ini.

“Iya, kambing juga diperiksa,” tambahnya.

Dari total 40 hewan kurban tersebut, terdiri dari 28 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Sebanyak 15 sapi dan 12 kambing dijadwalkan disembelih di RPH Masjid Negara usai pelaksanaan Salat Iduladha.

Beberapa sapi kurban yang berada di lokasi memiliki ukuran besar dan jenis yang cukup mencuri perhatian. Di antaranya sapi jenis Madura Limosin bantuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan bobot diperkirakan mencapai 850 kilogram.

Selain itu, terdapat pula sapi jenis Brangus milik Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta keluarga yang disebut memiliki bobot sekitar 1,45 ton.

Pantauan di lokasi, panitia telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk tenda serbaguna untuk pejabat dan pegawai OIKN yang hadir dalam prosesi penyembelihan.

Hewan kurban diikat menggunakan pantek besi yang dipasang di area RPH. Khusus sapi yang aktif bergerak, tali pengikat tambahan ditambatkan pada batang pohon sawit demi keamanan.

Sementara itu, Budi, warga RT 6 Desa Suka Raja yang bertugas sebagai jagal utama mengatakan proses penyembelihan akan dibantu 16 orang petugas.

“Totalnya enam belas orang, yang empat belas bagian sapi,” ujarnya.

Panitia berharap seluruh rangkaian penyembelihan hingga distribusi daging kurban dapat berjalan lancar dan aman bagi masyarakat penerima manfaat di kawasan IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Ketidakhadiran Pemprov Kaltim di Forum HATAM Tuai Kritik

SAMARINDA – Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 2026 di Kalimantan Timur kembali menjadi ruang kritik terhadap lemahnya penanganan persoalan lubang tambang dan korban jiwa di daerah.

Dalam diskusi dan pameran bertema “52 Nyawa Hilang di Lubang Tambang: Negara Diam, Korban Terus Berjatuhan” yang digelar Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim di Taman Unmul Samarinda, Selasa (26/5/2026), sorotan tajam diarahkan kepada ketidakhadiran Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Gubernur Rudy Mas’ud.

Dinamisator JATAM Kaltim, Mustari Sihombing menilai absennya pemerintah dalam forum tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan korban lubang tambang belum dianggap serius.

“Dari ketidakhadiran mereka itu sudah menjawab sebenarnya bahwa pemerintah kita memang enggak serius dan enggak berani menangani masalah kita hari ini,” ujarnya.

Menurut Mustari, forum tersebut sengaja dibuka sebagai ruang dialog agar masyarakat dapat mendengar langsung sikap pemerintah maupun aparat penegak hukum terkait tragedi lubang tambang yang telah menelan sedikitnya 52 korban jiwa di Kaltim.

Namun, sejumlah pihak yang diundang tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

“Melihat bagaimana jumlah korban yang terus bertambah tapi sampai hari ini kan kita juga enggak pernah melihat ada keseriusan serta ketegasan dari sisi hukum,” katanya.

Mustari juga menyinggung janji pemerintah daerah terkait penanganan lubang tambang yang dinilai belum menunjukkan hasil nyata di lapangan.

“Tapi kita melihat dari korban yang baru saja terjadi itu enggak ada respons apa pun juga. Jadi untuk kami omongan itu memang omongan sampah yang enggak pernah ada ketegasan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Polresta Samarinda diwakili anggota Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Wawan Rianto. Ia menyebut laporan JATAM terkait dugaan aktivitas tambang oleh PT IBP masih dalam proses penanganan.

“Masih dalam proses. Nanti dalam waktu dekat ini kita akan menindaklanjuti. Nanti akan kita panggil pihak terkait termasuk dari pihak JATAM untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Wawan juga mengaku pihak kepolisian belum berkoordinasi dengan Dinas ESDM Kaltim karena proses laporan masih berjalan.

“Itu nanti salah satu RTL kami untuk mengoordinasikan tentang hal itu karena yang memiliki regulasi terkait itu kan ada di sana,” katanya.

Saat ditanya mengenai kasus kematian di lubang tambang yang terjadi sejak 2011, Wawan menyebut pihak kepolisian akan melakukan evaluasi terhadap laporan sebelumnya.

“Nanti akan kita evaluasi kembali dan akan kita cek,” singkatnya.

Bagi JATAM, Hari Anti Tambang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat bahwa lubang-lubang bekas tambang yang belum direklamasi masih menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.

“Selama lubang-lubang itu masih tetap menganga dan selama perusahaan masih tetap dibiarkan meninggalkan tanggung jawabnya, aku kira korban akan terus berjatuhan,” tutup Mustari. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Bantuan Kurban Presiden dan Wali Kota Disalurkan untuk Jemaah Samarinda

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun memimpin langsung penyerahan bantuan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Raya Darussalam Samarinda, Selasa (26/5/2026).

Penyerahan tersebut mencakup bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta bantuan hewan kurban pribadi dari Andi Harun.

“Atas nama pemerintah kota, saya mewakili Bapak Presiden untuk menyerahkan langsung bantuan sapi kurban ini kepada pengurus yayasan dan pengurus Masjid Raya Darussalam Kota Samarinda,” ujar Andi Harun.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Samarinda melalui bantuan sapi kurban tersebut.

“Kami atas nama pemerintah kota dan masyarakat Samarinda menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah memberikan bantuan sapi kurban di hampir seluruh kabupaten/kota,” katanya.

Andi Harun berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan jemaah Masjid Raya Darussalam.

“Kita semua berharap mudah-mudahan daging sapi kurban ini dapat dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para jemaah Masjid Raya Darussalam,” tuturnya.

Menurutnya, Masjid Raya Darussalam dipilih sebagai lokasi penyerahan karena memiliki nilai sejarah panjang dan menjadi salah satu ikon penting perkembangan Kota Samarinda.

“Masjid Raya Darussalam ini dipilih karena merupakan masjid kebanggaan kita semua yang memiliki sejarah panjang dan legendaris,” jelasnya.

Selain bantuan dari Presiden RI, Andi Harun juga menyerahkan bantuan hewan kurban atas nama pribadi yang akan disalurkan ke sejumlah masjid di Samarinda.

Ia menegaskan seluruh bantuan pribadi tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.

“Saya ingin menegaskan dan menjamin bahwa bantuan sapi dari pemerintah kota atau dari wali kota ini sama sekali tidak menggunakan dana APBD,” tegasnya.

Andi Harun menyebut bantuan pribadi yang disalurkan mencapai sekitar 20 ekor sapi yang didistribusikan secara proporsional ke beberapa masjid karena keterbatasan jumlah.

“Karena keterbatasan jumlah, tentu tidak dapat menjangkau seluruh masjid yang ada di Samarinda. Oleh sebab itu, pendistribusiannya kami sebarkan ke beberapa masjid secara proporsional,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S

Total 41 Hewan Kurban Dihimpun OIKN pada Iduladha Tahun Ini

0

NUSANTARA — Ribuan jemaah memadati Masjid Negara Ibu Kota Nusantara saat pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi.

Jemaah memenuhi ruang salat utama, dua lantai mezanin, hingga ruang multiguna di lantai dua masjid. Salat Id dipimpin Ustaz Muhammad Zaini Naim.

Dalam khotbahnya, KH Athian Ali M mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS saat diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Ismail.

Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan seluruh harta yang dimiliki manusia pada akhirnya akan ditinggalkan.

“Harta kekayaan yang kita miliki, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, semua akan kita tinggalkan,” ujar KH Athian Ali M di hadapan jemaah.

Menurutnya, ibadah kurban menjadi simbol keseimbangan antara nilai spiritual dan sosial yang mengandung ketaatan serta keikhlasan kepada Allah SWT.

“Kurban adalah jalan keseimbangan nilai spiritual. Mengandung ketaatan serta keikhlasan kepada Allah maupun nilai sosial,” tuturnya.

Sebelum pelaksanaan salat dimulai, Deputi Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin menyampaikan total hewan kurban yang dihimpun OIKN hingga pagi tadi mencapai 41 ekor, terdiri dari 29 sapi dan 12 kambing.

Jumlah tersebut termasuk dua ekor sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Penyaluran hewan kurban fokus kepada pemerataan sosial masyarakat,” ujar Alimuddin dalam sambutannya.

Distribusi hewan kurban dilakukan ke sejumlah wilayah seperti Kecamatan Sepaku, Muara Jawa, Samboja Barat, hingga Samboja.

Sebanyak 15 ekor sapi dan 12 kambing disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Masjid Negara IKN usai pelaksanaan Salat Id.

Sebelum proses penyembelihan, dilakukan penyerahan simbolis hewan kurban bantuan Presiden dan Wakil Presiden oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono kepada Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) IKN, Alimuddin.

Selanjutnya, hewan kurban juga diserahkan secara simbolis kepada perwakilan kecamatan, Yayasan Abdullah Said Sabilul Muhtadin, serta Lembaga Adat Paser Kecamatan Sepaku. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Iduladha Jadi Momentum Perkuat Hablum Minannas di Kukar

0

TENGGARONG – Ribuan jemaah memadati Masjid Jami’ KH Muhammad Sadjid, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, saat pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Cuaca cerah sejak pagi membuat kawasan masjid dipenuhi warga yang datang bersama keluarga untuk menunaikan Salat Id. Bahkan, halaman dan pelataran masjid turut dipadati jemaah karena kapasitas ruang utama tidak lagi mampu menampung seluruh warga yang hadir.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, tampak hadir dan membaur bersama masyarakat mengikuti rangkaian ibadah di tengah saf jemaah.

Suasana berlangsung khidmat dengan gema takbir yang terus berkumandang sejak pagi. Anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat terlihat memenuhi kawasan masjid yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Id di Tenggarong.

Usai pelaksanaan Salat Id, Aulia mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha sebagai penguat solidaritas sosial dan persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, nilai pengorbanan dalam Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya menjaga hubungan antarsesama.

“Dengan momentum Iduladha ini, hablum minannas kita tingkatkan, jaga solidaritas, jaga kekompakan kita, jaga kondusivitas daerah kita,” ujar Aulia.

Ia menilai kondusivitas daerah menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Kutai Kartanegara ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan.

Aulia juga berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dalam Iduladha dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Kita berharap dengan hari raya Iduladha ini, kegiatan berkorban lebih meningkatkan rasa kemanusiaan di antara kita. Jangan mudah tercerai berai, jaga terus persatuan dan kesatuan di tengah kita,” tuturnya. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S