
TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengapresiasi pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dinilai membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Program kolaborasi TNI dan pemerintah daerah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pembangunan desa yang belum tertangani secara optimal akibat keterbatasan anggaran dan sumber daya pemerintah daerah.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan kehadiran TMMD memberikan dukungan nyata bagi pemerintah daerah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat.
“Pada prinsipnya, kegiatan ini sangat membantu Pemkab Kukar, khususnya di wilayah desa yang menjadi sasaran kegiatan,” ujarnya Rabu (14/10/2026).
Menurut Arianto, pembangunan jalan usaha tani, gorong-gorong, dan jembatan melalui TMMD dapat membantu memperlancar aktivitas warga.
Infrastruktur tersebut juga berperan penting dalam menunjang kegiatan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan pedesaan yang membutuhkan akses memadai.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti TMMD menjadi langkah strategis untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan yang belum dapat ditangani pemerintah daerah secara maksimal.
“Kegiatan ini sangat strategis dan membantu mengatasi berbagai permasalahan di desa yang selama ini mungkin belum bisa ditangani karena keterbatasan anggaran dan sumber daya,” kata dia.
Arianto berharap seluruh pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga menginginkan hasil pekerjaan tersebut mampu mendukung aktivitas sehari-hari serta meningkatkan aksesibilitas di wilayah sasaran.
“Mudah-mudahan apa yang dikerjakan oleh teman-teman TMMD dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah sasaran,” tutupnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, menjelaskan TMMD ke-130 merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan pedesaan.
Pada pelaksanaan kali ini, Desa Jembayan Tengah menjadi lokasi sasaran dengan sejumlah pekerjaan fisik yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian dan infrastruktur dasar.
Pembangunan yang direncanakan meliputi peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter menggunakan material agregat biolokal, pembangunan lima unit mandi, cuci, kakus (MCK), renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), renovasi satu musala, pembangunan gorong-gorong, serta lima jembatan kayu.
Selain itu, TMMD ke-130 juga merencanakan pembangunan lima titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan pengairan sawah masyarakat.
Letkol Arm Benny Budiman menyebutkan, pelaksanaan program melibatkan 150 prajurit TNI dari berbagai satuan. Personel TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara juga didatangkan dari Balikpapan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Penetapan Desa Jembayan Tengah sebagai lokasi sasaran telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa sejak 2025,” seru Dandim.
Pemilihan wilayah ini turut mempertimbangkan kebutuhan pembangunan sektor pertanian serta posisinya yang terhubung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, penanganan stunting, keluarga berencana, pengobatan gratis massal, serta santunan anak yatim.
“Seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-130 di Kukar ditargetkan rampung pada 11 November 2026,” tutup Letkol Arm Benny Budiman. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



