Beranda blog Halaman 245

Peternak Kutai Barat Borong Gelar Juara Kontes Ternak 2026

0
Keterangan: Kepala Distan Kubar Stepanus Alexander Samson bersama unsur Forkopimda dan perwakilan PT BEK foto bersama para juara Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Kutai Barat 2026.//foto-Ichal-MK.

SENDAWAR — Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 sukses digelar selama dua hari, Senin hingga Selasa, 27–28 April 2026, di Lapangan Teras UMKM Itho, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok.

Kegiatan yang mengusung tema “Bangga Menjadi Peternak, Ternak Berkualitas, Daerah Sejahtera” itu dibuka langsung oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin pada Senin (27/4/2026) dan ditutup Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ali Sadikin, Selasa (28/4/2026).

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pihak sponsor, serta masyarakat yang antusias menyaksikan berbagai kategori perlombaan ternak.

Dalam kontes tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat tidak hanya mempertandingkan sapi, tetapi juga kambing dan babi dengan berbagai kategori.

Kategori yang diperlombakan meliputi babi pedaging jantan, kambing PE, kambing Jawa Randu, sapi Bali pedet lokal, sapi eksotik pedet, sapi Bali pejantan, serta sapi eksotik pejantan.

Pada kategori babi pedaging jantan, juara pertama diraih Kadir dengan ternak bernama Jeki dari kandang Nurem Jaya Farm. Juara kedua diraih Ani dengan ternak Si Black dari kandang Lilis, sedangkan juara ketiga diraih Rika Retno dengan ternak Legion dari kandang Nurem Jaya Farm.

Untuk kategori kambing PE, juara pertama diraih Sunarto dengan ternak Rembo dari HBM Farm. Juara kedua Iswanto dengan ternak Jojo dari Jambang Farm, sedangkan juara ketiga kembali diraih Sunarto dengan ternak Anggora.

Pada kategori kambing Jawa Randu, Markuat berhasil meraih juara pertama melalui ternak Sasi dari RJB Farm. Sementara Joko meraih juara kedua dan ketiga dengan ternak dari Joko Sembung Farm.

Di kategori sapi Bali pedet lokal, Rini dengan ternak Si Biro dari Enak Farm keluar sebagai juara pertama. Sedangkan kategori sapi eksotik pedet dimenangkan Djodi melalui ternak Thor dari Gemilang Farm.

Untuk kategori sapi Bali pejantan, Agus dengan ternak Suro Menggolo dari kandang Mandiri Jaya berhasil meraih juara pertama. Sementara pada kategori sapi eksotik pejantan, Agus kembali meraih posisi tertinggi melalui ternak Bagong Loreng.

Para peserta yang berhasil meraih juara pertama mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan. Sedangkan juara dua dan seterusnya menerima sertifikat serta uang pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pertanian.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak serta mendukung pengembangan sektor peternakan di Kutai Barat.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Kontes Ternak Kubar Didorong Jadi Pemacu Semangat Peternak Lokal

0
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, didampingi Sekretaris Distan saat menyerahkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para juara Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026.//foto-Ichal-MK.

SENDAWAR — Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, menegaskan bahwa Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas ternak sekaligus mendorong kemajuan sektor peternakan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Stepanus Alexander Samson saat menutup kegiatan Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Kutai Barat 2026 pada Selasa (28/4/2026) sore.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpeternak serta memacu semangat para pelaku usaha peternakan untuk terus berkembang.

“Kontes ternak ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan wadah untuk meningkatkan kualitas ternak, mempererat silaturahmi antarpeternak, serta mendorong kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat dan sportivitas selama kegiatan berlangsung.

Ia turut menyampaikan selamat kepada para pemenang yang berhasil meraih prestasi pada berbagai kategori perlombaan.

“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ternak ke depan. Dan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena kesempatan untuk berprestasi masih terbuka di masa yang akan datang,” katanya.

Stepanus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan juri, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan sukses,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, yakni “Bangga Menjadi Peternak, Ternak Berkualitas, Daerah Sejahtera”, dapat menjadi semangat bersama untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan mendorong pembangunan daerah yang lebih maju serta berdaya saing.

“Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan peternak serta mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing,” ungkapnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

15 Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, AHY Janji Percepat Investigasi Lintasan Sebidang

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn29apr2026/mobile/

Baru Jadi Komisaris Utama BJB, Susi Langsung Ingin Sikat Pinjol

0
Gedung Pusat Bank BJB di Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Ricky Prayoga)

BANDUNG – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mau agar Bank BJB fokus sikat pinjaman daring (pinjaman online/pinjol) seiring dirinya kini sah menjabat Komisaris Utama Independen perbankan daerah tersebut.

“Masalah pinjaman online di Jabar yang sangat tinggi bisa diambil alih oleh Bank BJB. Dengan menurunkan jumlah pinjaman online ilegal hingga 50 persen, saya yakin banyak masyarakat Jabar terbantu. Saya yakin kita membantu orang, menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol, tentu ini ada tahapannya,” katanya saat ditemui seusai RUPST BJB di Gedung Pakuan Bandung, Selasa (28/4/2026).

Ia meyakini Bank BJB bisa mengambil alih peran tersebut dengan menawarkan kredit usaha berbunga yang lebih manusiawi demi membantu perekonomian warga.

Dalam RUPST tersebut, Susi resmi ditunjuk kursi Komisaris Utama Independen. Meski sempat menolak tawaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Susi akhirnya luluh dan mengaku tertantang untuk membenahi bank pembangunan daerah (BPD) terbesar di Indonesia tersebut melalui pendekatan yang lebih merakyat, khususnya bagi sektor UMKM.

“Pak gubernur ini tukang paksa, jadi bujuk-bujuk. Saya juga sebagai orang Jawa Barat terpanggil dan tertantang. Saya suka tantangan, saya ingin mencoba,” ujar pemilik maskapai Susi Air ini.

Kendati tidak memiliki latar belakang pendidikan perbankan, Susi menjamin pengalamannya dalam mengelola korporasi dan urusan keuangan sudah sangat teruji.

Namun, dia juga memberikan syarat khusus kepada Dedi terkait gaya kepemimpinannya yang dikenal ceplas-ceplos.

“Saya bilang sama Gubernur, harus mau terima Susi ya begini, saya maksud yang saya omong dan saya omong yang saya maksud. Saya orang profesional jadi yang saya maksud ya saya omong,” ucap dia.

Lebih lanjut, Susi memastikan posisinya sebagai bos Susi Air tidak akan mengganggu integritasnya di Bank BJB. Ia berkomitmen menjaga tata kelola perusahaan yang bersih tanpa adanya kepentingan pribadi.

“Saya punya perusahaan penerbangan dikira nanti ada ‘conflict of interest’, saya tidak mau ada dugaan itu,” tuturnya.

Penunjukan Susi ini sendiri diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perseroan, terutama dalam menggarap potensi ekonomi di wilayah pesisir utara dan selatan Jawa Barat yang selama ini menjadi fokus keahliannya. (ANT/KN)

Aceh Belum Pulih, Status Transisi Darurat Pascabencana Kembali Diperpanjang 90 Hari

0
Eskavator sedang mengangkat lumpur kedalam truk yang menutupi rumah warga pascabencana banjir bandang akhir November 2025 lalu, di Pidie Jaya, Aceh, Minggu (5/4/2026). (ANTARA/Rahmat Fajri)

BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh resmi memperpanjang status transisi darurat menuju pemulihan pascabencana hidrometeorologi selama 90 hari guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

“Kami menetapkan perpanjangan status transisi darurat ke pemulihan bencana hidrometeorologi Aceh selama 90 hari, terhitung mulai 28 April hingga 30 Juli 2026,” kata Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, di Banda Aceh, Selasa (28/4/2026) malam.

Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi virtual bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh di Kantor Gubernur Aceh.

Dalam arahannya, Fadhlullah menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan pemangku kepentingan terkait untuk segera melaksanakan sejumlah langkah prioritas.

Ia menjelaskan, prioritas pertama adalah penuntasan penanganan darurat infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya, baik yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Selanjutnya, percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), distribusi logistik, serta penyediaan layanan dasar seperti listrik dan air bersih bagi masyarakat terdampak.

“Selain itu, perlu dilanjutkan jaminan perlindungan sosial bagi korban bencana atau pengungsi, serta percepatan penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap),” ujarnya.

Fadhlullah juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana susulan.

“Seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana lanjutan serta mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi secara matang,” katanya.

Ia menambahkan, diperlukan harmonisasi dan sinkronisasi kewenangan antarinstansi serta kepastian pendanaan yang berkelanjutan agar proses pemulihan berjalan optimal. (ANT/KN)

Rano Karno Perintahkan Jajaran DKI Turun Tangan Bantu Bekasi

0
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat melakukan takziah ke rumah salah satu korban insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi, yang berlokasi di Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Instagram/@tamanhutandki

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menginstruksikan jajaran di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membantu penanganan insiden tabrakan kereta di Bekasi.

“Saya melihat di televisi kejadian di Bekasi langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Rano bahkan melakukan takziah ke rumah Nuryati, warga Jakarta Pusat yang termasuk salah seorang korban.

“BPBD, kemudian PMI kami juga turun ke Bekasi, bahkan sebagian teman-teman dari Damkar juga turun ke Bekasi,” kata dia.

Rano menyebutkan dari 14 korban meninggal dunia, empat di antaranya merupakan warga DKI Jakarta.

Selain Nuryati, seorang korban lainnya adalah guru yang tinggal di Cikarang.

Adapun Nuryati, sambung Rano, merupakan seorang kader dasawisma sekaligus juru pemantau jentik (jumatik) di wilayah tempat tinggalnya.

“Beliau ini kader jumatik, sudah bagian dari keluarga kami, komponen pegawai yang ada di Pemprov DKI. Pasti kami akan berikan bantuan,” kata dia.

Rano mengatakan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta telah membantu prosesi pemakaman korban, sementara pihak Baznas Bazis DKI Jakarta telah memberikan bantuan berupa santunan.

Dia mengaku terkejut dengan kejadian yang hingga mengakibatkan gerbong perempuan yang ada di bagian belakang KRL hancur itu.

Walau begitu, sambung dia, kejadian tersebut merupakan musibah dan harus menjadi pembelajaran. (ANT/KN)

Kemenhub Sidak Pool Green SM, Audit Keselamatan Dibuka Usai Tragedi Bekasi Timur

0
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026 malam. ANTARA/HO-Kemenhub

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) malam, menyusul insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai ketentuan.

“Dalam penyelenggaraan angkutan umum, terdapat sejumlah elemen keselamatan yang harus dipenuhi sesuai SMK PAU. Sidak ini untuk memastikan seluruh aspek tersebut dijalankan, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum operasi hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi,” kata Aan dalam keterangan di Jakarta.

Ia menjelaskan sidak dilakukan di pool Green SM Bekasi karena lokasi tersebut merupakan basis operasional kendaraan yang diduga terlibat dalam insiden.

Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta aspek keselamatan lainnya.

“Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum telah dijalankan sesuai ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.

Aan menambahkan, pendalaman lanjutan akan dilakukan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta, untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih komprehensif.

Selain itu, Ditjen Perhubungan Darat juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait dugaan keterlibatan kendaraan dalam kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Sementara itu, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub Yusuf Nugroho yang memimpin inspeksi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan SMK PAU.

Pengawasan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum.

“Dalam hal terjadi insiden, Ditjen Perhubungan Darat dapat melakukan audit dan inspeksi melalui pengamatan dan pemantauan,” kata Yusuf.

Ia menegaskan hasil audit dan inspeksi akan menjadi dasar pemberian rekomendasi, baik berupa perbaikan sistem keselamatan maupun sanksi administratif apabila ditemukan pelanggaran.

Sanksi tersebut dapat berupa teguran tertulis, pembekuan izin, hingga pencabutan izin sesuai tingkat pelanggaran. (ANT/KN)

KontraS Ungkap 244 Perkara di Peradilan Militer, Banyak Vonis Dinilai Tak Adil

0
Foto: Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya Saputra, saat memberikan keterangan sebagai saksi pemohon di Mahkamah Konstitusi. (Dok YT MK)

JAKARTA — KontraS memaparkan temuan terkait praktik peradilan militer dalam sidang uji materi Undang-Undang Peradilan Militer di Mahkamah Konstitusi, Selasa (28/4/2026). Dalam persidangan tersebut, KontraS menyoroti kecenderungan putusan yang dinilai belum mencerminkan rasa keadilan.

Paparan itu disampaikan berdasarkan pemantauan terhadap 244 perkara, yang melibatkan 262 terdakwa di 20 wilayah peradilan militer sepanjang 2023 hingga 2025. Data tersebut merupakan hasil dokumentasi dan pendampingan kasus yang dilakukan lembaga tersebut.

“Saya tidak akan berpendapat, saya hanya menyampaikan data-data yang memang sudah kami siapkan dan sudah kami presentasikan,” ujar Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya Saputra, di hadapan majelis hakim.

Dari ratusan perkara yang dianalisis, KontraS menemukan bahwa hukuman berat relatif jarang dijatuhkan. Hanya terdapat satu vonis mati, sementara hukuman lain seperti 20 tahun, 15 tahun, dan 10 tahun jumlahnya sangat terbatas. Sebaliknya, putusan dengan durasi pendek justru mendominasi.

“Yang paling banyak dalam vonis yang kami pantau adalah pidana penjara tiga bulan hingga 10 bulan, yakni sebanyak 20 putusan,” kata Dimas.

Dalam rincian kasus, perkara penganiayaan menjadi yang paling banyak, dengan 218 putusan dan melibatkan 236 terdakwa. Untuk kasus pembunuhan, terdapat 15 putusan dengan rentang hukuman mulai dari satu tahun hingga hukuman mati. Sementara pembunuhan berencana tercatat dalam 11 perkara, dengan vonis antara empat tahun hingga penjara seumur hidup.

Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, KontraS menilai putusan yang ada belum mencerminkan keadilan substantif. “Jadi kesimpulan atau satu bangunan argumentasi bahwa keadilan tidak hadir tidak hadir dalam bentuk vonis,” jelasnya.

Selain aspek vonis, KontraS juga menyoroti proses hukum terhadap aparat negara. Menurut mereka, baik di peradilan militer maupun peradilan umum, perkara yang melibatkan anggota institusi negara cenderung tidak menghasilkan putusan yang memberikan rasa keadilan.

“Kami melihat, baik dalam peradilan umum maupun peradilan militer, ketika terdakwanya adalah anggota institusi negara, proses maupun tren putusannya tidak menciptakan rasa keadilan,” ujarnya.

Masalah lain yang disorot adalah keterbatasan akses publik terhadap putusan peradilan militer. KontraS mengaku kerap mengalami kendala saat mengajukan permohonan informasi.

“Padahal mekanisme keterbukaan informasi publik adalah upaya yang sah dan diatur dalam undang-undang,” kata Dimas.

Uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer ini diajukan oleh Eva Meliani Pasaribu dan Lenny Damanik. Para pemohon menilai sistem yang ada berpotensi melanggengkan impunitas serta bertentangan dengan prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Mereka juga menilai dominasi yurisdiksi peradilan militer atas peradilan umum dapat melemahkan prinsip supremasi sipil dalam sistem demokrasi konstitusional.

Sidang pengujian undang-undang tersebut masih terus berlanjut di Mahkamah Konstitusi. Perkara ini telah memasuki tahap ketujuh dengan agenda mendengarkan keterangan ahli dan saksi dari para pihak.

Dalam persidangan tersebut, pihak Presiden menghadirkan ahli Lalu Muhammad Hayyanul Haq dan Agus Surono, serta saksi Rizky Agam Syahputra. Sementara dari pihak pemohon, saksi yang dihadirkan berasal dari KontraS, yakni Dimas Bagus Arya Saputra.

Penulis : Fajri
Editor : Muhammad Rafi’i

CALS: MBG Bukan Ranah Pendidikan, Berisiko Ganggu Hak atas Pendidikan

0
Foto: Mahkamah Konstitusi menggelar sidang lanjutan pengujian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (Dok MK)

JAKARTA — Akademisi dari Constitutional and Administrative Law Society (CALS) menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak tepat dimasukkan dalam anggaran pendidikan, karena secara substansi berada di luar sektor tersebut.

Dalam sidang di Mahkamah Konstitusi, Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti, menyebut MBG lebih berkaitan dengan aspek kesehatan dan perlindungan sosial.

“Secara hakikat MBG berada dalam rezim gizi, kesehatan, dan perlindungan sosial, bukan dalam rezim pendidikan,” kata Bivitri dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi pada Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan MBG berbeda dengan sektor pendidikan. Yakni berfokus pada kualitas pembelajaran, akses, dan tenaga pendidik.

Menurutnya, memasukkan MBG ke dalam anggaran pendidikan berpotensi menimbulkan distorsi kebijakan dan tekanan fiskal.

“Satu-satunya cara untuk menghindari distorsi konstitusional dan fiskal ialah dengan mengeluarkan program MBG dari komponen anggaran pendidikan,” ujarnya.

Bivitri juga mengingatkan potensi dampak terhadap hak asasi manusia, khususnya hak atas pendidikan.

“Apabila program MBG dibiayai dengan membebani atau mengurangi substansi anggaran pendidikan, maka kebijakan tersebut berpotensi menjadi tindakan regresif terhadap pemenuhan hak atas pendidikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak boleh dikompromikan oleh program lain, meskipun memiliki tujuan yang baik.

“Konstitusi tidak memberi ruang bagi negara untuk memperlakukan anggaran pendidikan sebagai pos yang dapat dibebani oleh program lain,” pungkasnya.

Penulis : Fajri
Editor : Muhammad Rafi’i

15 Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, AHY Janji Percepat Investigasi Lintasan Sebidang

0
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai meninjau lokasi kejadian kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur. (Foto: Nicha/ Media Kaltim)

BEKASI — Pemerintah memastikan proses evakuasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi telah rampung, dengan data terbaru mencatat 15 orang meninggal dunia dan 88 korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang terjadi pada Selasa malam tersebut.

“Kita semua berduka. Semoga para korban husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar AHY saat meninjau lokasi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

AHY hadir bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta sejumlah pejabat Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Menurut AHY, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari gerbong yang terdampak. Tiga korban yang sebelumnya terjepit juga telah berhasil dikeluarkan dan kini mendapatkan perawatan intensif.

Pemerintah, kata dia, saat ini memprioritaskan penanganan medis guna menyelamatkan korban luka.

“Upaya maksimal terus dilakukan agar saudara-saudara kita yang dirawat bisa segera pulih,” ujarnya.

Proses evakuasi gerbong kereta KRL yang mengalami kecelakaan masih terus berlangsung di Stasiun Bekasi Timur. (Foto: Nicha/ Media Kaltim)

Selain evakuasi, proses recovery sarana kereta masih berlangsung. Petugas tengah berupaya mengangkat gerbong yang mengalami kerusakan, termasuk gerbong khusus wanita KRL yang terdampak tabrakan.

Setelah proses tersebut selesai, tahapan berikutnya adalah normalisasi jalur KRL, termasuk pemeriksaan listrik aliran atas (LAA) untuk memastikan operasional kembali aman.

“Proses harus cepat, tetapi juga tuntas agar tidak menimbulkan gangguan lanjutan,” kata AHY.

Langkah ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya juga meninjau langsung lokasi kejadian.

Pemerintah juga menyoroti masih banyaknya lintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi terhadap kecelakaan. AHY menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari KNKT.

“Kami meminta investigasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk melakukan pembenahan, baik di tingkat kebijakan strategis maupun aspek teknis operasional di lapangan.

Pemerintah berkomitmen mengawal seluruh proses penanganan hingga tuntas sekaligus memastikan langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Pewarta/ Editor : Nicha R