Beranda blog Halaman 246

Mendag dan Menkeu Bahas Pengawasan Impor Pakaian Bekas Ilegal

0

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan telah bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas peningkatan pengawasan terhadap impor pakaian bekas atau thrifting ilegal.

“Jadi, senang kalau seperti Pak Purbaya, saya sempat ngobrol juga sama Pak Purbaya. Jadi, senang kalau di Kemenkeu, (Direktorat Jenderal) Bea Cukai itu kan jadi bareng-bareng di dalam dan di luar,” kata Budi di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Ia menekankan larangan impor pakaian bekas tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Menurutnya, larangan terkait impor pakaian bekas sudah ada sejak lama, dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan terus melakukan pengawasan.

Kemendag melakukan pengawasan dari sisi post border atau di luar kawasan kepabeanan. Sedangkan Kemenkeu dari sisi dalam, atau border.

Ia menegaskan, pengawasan yang dilakukan oleh Kemendag bukan terhadap pedagang pakaian bekas asal impor, tetapi pada importirnya.

“Makanya kemarin termasuk di Pak Purbaya, makanya bagus sih kalau dilakukan penyitaan-penyitaan itu. Jadi kalau misalnya di post-border bersih, terus di border nggak ada kan, berarti nggak akan ada impor ilegal. Kalau itu bisa jalan semua, bagus,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa siap melarang atau menindak tegas impor baju bekas ilegal dari luar negeri yang beredar di Indonesia.

“Jadi sekarang rupanya banyak barang ilegal, kita akan tutup. Nanti pakaian-pakaian itu juga yang ilegal-ilegal kita tutup semua,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (3/11).

Dirinya akan memerintahkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai untuk bergerak lebih keras ke depan terhadap impor pakaian-pakaian bekas ilegal dari luar negeri, dalam rangka melindungi dan menghidupkan industri garmen dan tekstil domestik.

Purbaya mengatakan bahwa banyak pedagang pakaian thriftingyang mencari nafkah dari situ, namun keuntungan yang mereka peroleh hanya bersifat jangka pendek dan secara jangka panjang mematikan industri domestik yang memberikan lapangan kerja kepada banyak masyarakat. (ANT/KN)

DPR RI Desak Pemerintah Bongkar Mafia Tanah Usai Kasus Penyerobotan Lahan JK

0

JAKARTA – Anggota DPD RI Irman Gusman mendesak pemerintah membongkar akar mafia tanah setelah mencuatnya kasus dugaan penyerobotan lahan milik Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) di kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Ia menilai kasus tersebut menjadi momentum penting untuk mereformasi total sistem pertanahan nasional.

“Kasus yang menimpa Pak JK ini bukan perkara kecil, tetapi sinyal bahaya atas lemahnya tata kelola pertanahan di Kementerian ATR/BPN. Negara tidak boleh tunduk pada mafia tanah,” ucap Irman dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Mantan Ketua DPD RI itu menilai praktik mafia tanah telah menjadi penyakit kronis yang melibatkan oknum pejabat, aparat, dan korporasi besar.

“Selama sistem pertanahan tidak dibenahi, selama celah hukum dibiarkan, mafia tanah akan terus hidup,” ujarnya.

Irman menegaskan kasus yang menimpa JK harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk membongkar jaringan mafia tanah dari hulu ke hilir.

Ia meminta aparat kepolisian dan Kementerian ATR/BPN menuntaskan kasus tersebut tanpa tebang pilih.

“Jika penegakan hukumnya setengah hati, publik akan menilai negara kalah oleh mafia tanah. Ini soal keadilan dan martabat hukum, bukan sekadar sengketa sertifikat,” kata Irman.

Menurutnya, praktik mafia tanah tumbuh subur karena adanya kolusi antara pejabat, aparat, dan korporasi yang memanfaatkan kelemahan sistem.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah melakukan reformasi total pertanahan melalui digitalisasi data, keterbukaan kepemilikan serta sistem pengawasan lintas lembaga yang transparan.

“Meskipun kini BPN telah beralih ke sistem sertifikat digital, kasus seperti ini menunjukkan bahwa digitalisasi belum otomatis menutup celah manipulasi. Integritas data, validasi kepemilikan, dan pengawasan lintas instansi tetap harus diperkuat agar mafia tanah tidak memanfaatkan sistem dari balik layar,” tuturnya.

Irman juga menyoroti kasus serupa telah menimpa sejumlah tokoh mulai dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal hingga ibunda artis Nirina Zubir.

“Kini korbannya mantan wakil presiden dua periode. Ini bukti betapa rapuhnya perlindungan hukum atas hak kepemilikan tanah di negeri ini,” ucapnya.

Ia menekankan pemberantasan mafia tanah tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan harus melibatkan semua pihak mulai dari RT/RW, notaris dan PPAT, BPN, aparat penegak hukum hingga lembaga peradilan.

“Semua harus berada dalam sistem yang bersih dan terintegrasi. Negara tidak boleh tunduk pada kepentingan bisnis,” katanya.

Irman juga menyerukan political will yang kuat dari pemerintah untuk menindak siapa pun yang terlibat, termasuk korporasi besar.

“Kalau negara kalah, yang dirampas bukan hanya tanah rakyat, tetapi juga martabat hukum kita,” kata dia.

Sebelumnya, JK meninjau langsung lahan seluas 16,5 hektare miliknya di kawasan GMTD, Makassar, Rabu (5/11). Ia menemukan lahannya diklaim oleh seseorang bernama Manjung Ballang yang disebut berprofesi sebagai penjual ikan.

“Masa penjual ikan punya tanah seluas ini,” ujar JK.

Ia menjelaskan bahwa tanah tersebut dibelinya sejak lama dari anak Raja Gowa, jauh sebelum wilayah itu masuk administrasi Kota Makassar.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memastikan PT Hadji Kalla, perusahaan milik JK memiliki sertifikat hak guna bangunan (HGB) yang sah atas lahan bersengketa tersebut. (ANT/KN)

Pemerintah Bahas Rencana Penggabungan GoTo dan Grab

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut adanya rencana penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab.
“Rencana begitu,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Prasetyo mengatakan bahwa pembahasan penggabungan tersebut merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai rancangan peraturan presiden (perpres) terkait ojek daring.

Menurutnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan terlibat dalam proses ini penggabungan dua perusahaan tersebut.

“Kira-kira begitu (Danantara terlibat),” kata dia.

Prasetyo menyampaikan bahwa rencana penggabungan kedua perusahaan itu masih dalam tahap pencarian bentuk, yang bisa berupa merger ataupun akuisisi.

“Ya ini lagi dicari skemanya,” ucapnya.

Prasetyo menambahkan proses ini berkaitan dengan upaya pemerintah mencari titik temu antara kepentingan para mitra pengemudi dan perusahaan aplikator, termasuk terkait persoalan tarif layanan.

Dia menegaskan arah pembahasan ini ditujukan untuk memastikan keberlangsungan ekosistem transportasi daring yang selama ini berperan besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

“Karena bagaimanapun perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja, saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar, dan sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ,” kata Prasetyo.

Adapun terkait progres pembentukan perpres tentang ojek daring, dia menyebut regulasi itu masih terus disempurnakan.

“Sedang terus disempurnakan. Dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak ya. Baik teman-teman mitra ojol maupun teman-teman aplikator,” ujarnya. (ANT/KN)

Shutdown Terpanjang dalam Sejarah AS, 20 Persen Penerbangan Terancam Batal

TOKYO – Penutupan pemerintahan (shutdown) di Amerika Serikat (AS) mengancam pembatalan penerbangan hingga 20 persen karena gaji staf pengatur lalu lintas udara (ATC) belum dibayarkan dan mereka “menolak untuk bekerja,” kata Menteri Perhubungan AS Sean Duffy pada Jumat (7/11).

Penutupan pemerintahan itu, yang telah memasuki hari ke-38 dan menjadi shutdown terpanjang dalam sejarah AS, telah memaksa maskapai untuk mengurangi 4 persen jadwal penerbangan domestik di 40 bandara tersibuk di AS sejak Jumat, sesuai perintah Badan Penerbangan AS (FAA).

Dalam pernyataannya, FAA mengatakan bahwa bekerja tanpa bayaran membuat stres dan lelah pekerja ATC. Kondisi itu mendorong FAA untuk mengeluarkan arahan agar maskapai mengurangi frekuensi penerbangan.

Penerbangan domestik akan dikurangi secara bertahap hingga 10 persen pada 14 November.

Keputusan tersebut diambil menjelang musim liburan Thanksgivingpada akhir bulan ini.

Saat diwawancarai Fox News pada Jumat, Duffy mengatakan bahwa pemerintah harus menilai risiko tekanan terhadap wilayah udara dan membuat keputusan sulit jika harus meningkatkan pembatasan penerbangan.

“Saya tidak ingin melihat hal itu terjadi,” katanya.

Duffy menambahkan jika staf ATC kembali bekerja dan tekanan berkurang, pemerintah akan mengurangi pembatasan tersebut.

“Ini merupakan penilaian yang dilakukan dari waktu ke waktu,” ujar dia. (ANT/KN)
Sumber: Kyodo-OANA

Brasil Unggul 3-0 atas Indonesia di Babak Pertama Piala Dunia U-17 2025

0

DOHA – Timnas U-17 Indonesia tertinggal dengan skor 0-3 dari Timnas U-17 Brasil pada babak pertama pertandingan penyisihan Grup H Piala Dunia U-17 2025 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, Jumat (7/11/2025).

Pada pertandingan itu Brasil mampu mengamankan keunggulan tiga gol di babak pertama atas Indonesia berkat gol dari Luis Eduardo, Putu Panji (GBD) dan Felipe Morais, demikian catatan FIFA.

Indonesia sebenarnya sempat berupaya keluar dari tekanan Brasil dengan mengandalkan serangan balik, namun upaya yang dilakukan Evandra Florasta dan kawan-kawan tak bisa membuahkan hasil.

Brasil langsung mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan berhasil unggul cepat pada menit ke-3 melalui gol sundulan dari Luis Eduardo setelah menerima umpan Dell sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Berhasil unggul cepat membuat Brasil semakin nyaman menekan lini pertahanan Indonesia dan beberapa kali kerap melepaskan tembakan ke gawang Dafa Algasemi.

Brasil dapat menggandakan keunggulan pada menit 33 setelah tendangan Kayke berujung gol bunuh diri dari Putu Panji sehingga skor berubah menjadi 2-0.

Skuad asuhan Carlos Patetuci tidak mengendurkan serangan mereka dan mampu menambah keunggulan mereka menjadi 3-0 setelah umpan dari Kayke dapat dikonversikan menjadi gol oleh Felipe Morais pada menit 39.

Pada waktu tersisa babak pertama, Selecao terus mengurung lini pertahanan Garuda Muda, namun hingga turun minum, skor 3-0 untuk keunggulan Brasil atas Indonesia tetap bertahan. (ANT/KN)

Olah TKP Ledakan di SMAN 72 Jakarta Selesai, Polisi Dalami Motif Pelaku

0

JAKARTA – Hari Jumat (7/11) menjadi hari yang paling diingat oleh pelajar, guru dan orang yang beraktivitas di SMAN 72 Jakarta di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Awalnya aktivitas sekolah tersebut berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan hingga memasuki pelaksanaan Shalat Jumat yang digelar di masjid sekolah.

Pelajar, guru, pengelola kantin hingga penjaga sekolah ikut menunaikan ibadah Shalat Jumat di lokasi ledakan tersebut. Awalnya pelaksanaan ibadah berjalan khidmat, mulai dari adzan hingga khatib naik ke mimbar membacakan khutbah Jumat (7/11/2025).

Seluruh jamaah mengikuti dengan sholat dengan serius baik di dalam bangunan maupun di selasar dan ada beberapa pelajar terlambat dan masih berwudhu di bagian luar sekolah.

Lalu setelah pembacaan doa dan saat akan dikumandangkan iqomah, tiba-tiba suasana berubah drastis. Dari yang tadinya khusuk berubah jadi suasana histeris dan mencekam.

Duaaaaar! Terjadi ledakan yang diduga berasal dari tengah bangunan dan diikuti ledakan di pintu masjid.

“Kami melihat ada tiga benda (seperti bom rakitan) karena ada kaleng dengan sumbu dan yang meledak hanya dua,” kata pelajar SMA 72 bernama Sela.

Menurut dia, ledakan ini diduga dilakukan oleh oknum pelajar sekolah ini. Dia menduga aksi ini sebagai balasan karena kerap menjadi korban perundungan (bullying).

“Dia kerap jadi korban ‘bully’,” kata dia.
Ia mengaku berada di bagian selasar dan ledakan tersebut memekak telinga dan membuat suasana gaduh. Beberapa siswa mengalami luka, penglihatan dan pendengaran mereka terganggu.

Dalam kondisi panik, dia mencoba kabur tapi kemudian dirinya berbalik mencoba membantu kawan-kawannya yang terdampak langsung ledakan. Siswa serta guru yang lain mencoba mengevakuasi siswa dan sejumlah warga yang ada di luar ikut masuk memberikan pertolongan.

Puluhan orang yang terdampak ledakan tersebut dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Kondisi tersebut mendapatkan perhatian serius. Polda Metro Jaya langsung menurunkan Tim Penjinak Bom (Jibom) dan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dibantu tim lain ke lokasi kejadian.

Petugas langsung melakukan penanganan dan identifikasi serta investigasi di lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi untuk mengungkap secara runut kejadian yang di luar nalar ini.

Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus langsung mendatangi lokasi. Seusai meninjau ia dikerubungi wartawan yang sudah berjaga di lokasi tersebut sejak siang hari. Ia mengatakan, kejadian ledakan ini terjadi sekitar pukul 12.15 WIB saat Shalat Jumat berlangsung.

Menurut dia, ada beberapa video yang beredar  terkait adanya pistol di lokasi kejadian. Ia memastikan itu pistol mainan dan memang ada sejumlah korban ledakan.
Ia mencatat ada 20 korban, tiga korban dalam kondisi berat dan 17 korban dalam kondisi ringan.

Dia menampik bahwa kegiatan tersebut aksi teroris. Dia meminta agar jangan terlalu cepat berasumsi aksi ledakan ini sebagai aksi teror.

Ia meminta seluruh pihak untuk membiarkan aparat bekerja dulu dan pada saatnya, temuannya tentunya akan disampaikan kepada publik. “Jadi kita tunggu saja,” kata dia.

Beberapa jam setelah kejadian, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep menggelar jumpa pers di RS Islam Cempaka Putih yang menjadi lokasi sebagian pelajar dirawat. Ada 54 orang mengalami luka-luka dalam ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72.

“Data yang kita terima, 54 orang luka ringan sedang, ada yg sudah pulang sementara itu dulu. Nanti perkembangan lebih lanjut diinfokan lagi,” katanya saat memberikan keterangannya di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).

Pihaknya telah melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) memasang “Police Line” dan juga telah dilakukan sterilisasi oleh penjinak bom.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh biaya rumah sakit korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemprov di mana saja rumah sakitnya,” kata dia di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, langkah ini sebagai bentuk pemerintah provinsi hadir dengan menanggung seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit. “Semua akan menjadi tanggung jawab kami,” kata dia.

Pramono usai jumpa pers langsung meninjau di lokasi kejadian serta ingin melihat secara langsung kondisi sekolah. Dia sampai di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB didampingi Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat dan langsung masuk ke dalam sekolah.

Pada Jumat malam, Kapolri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggelar jumpa pers.

Kapolri menyebutkan seorang terduga pelaku peledakan bangunan SMAN 72 Jakarta telah ditemukan oleh Kepolisian tetapi orang tersebut saat ini masih menjalani operasi di rumah sakit (RS). Karena itu, Kepolisian belum dapat menginterogasi pelaku peledakan tersebut sampai dia selesai menjalani operasi dan kondisi kesehatannya memungkinkan untuk diperiksa oleh polisi.

“Untuk terduga pelaku, saat ini sudah kita dapatkan. Anggota (Polri) sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” katanya.

Listyo melanjutkan satu orang terduga pelaku itu menjalani operasi, sebagaimana satu korban ledakan lainnya. Total, ada dua orang menjalani operasi akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang berada di dalam Kompleks Perumahan TNI AL Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat siang pukul 12.15 WIB.

“Salah satu dari yang saat ini melakukan operasi (merupakan) terduga pelaku, dan untuk motif memang saat ini kita dalami berbagai macam informasi. Tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi informasi yang bulat pada saat diinformasikan (kepada publik, red.),” ujar Listyo.

Ledakan di SMAN 72 Jakarta itu mengakibatkan sekitar puluhan orang luka-luka, tetapi sebagian besar dari korban telah mendapatkan perawatan dan kembali ke rumahnya masing-masing.

“Di awal jumlah korban (luka-luka) 50 atau 60, tetapi saat ini Alhamdulillah sudah dibuatkan posko dan korbannya saat ini sudah bisa berangsur-angsur pulang,” kata Kapolri.

Listyo melanjutkan tidak ada korban jiwa akibat ledakan tersebut. Dari hasil pemeriksaan di lokasi ledakan, polisi menemukan senjata mainan dan tulisan-tulisan.

“Itu juga menjadi bagian yang kami dalami untuk mendalami motif bagaimana yang bersangkutan merakit dan melaksanakan aksinya,” katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Budhi Hermanto menjelaskan, TKP di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading sudah selesai dilakukan.

“Giat olah TKP dinyatakan selesai jam 21.00 WIB,” kata dia di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, olah TKP hari ini mencukupi seluruh kebutuhan maka tidak akan dilakukan lagi. “Jika sudah dinyatakan cukup tidak perlu lagi,” kata dia.

Untuk hasil TKP ini akan disampaikan kepada publik pada Sabtu ini. (ANT/KN)

Backpaker Murah Bali–Singapura–Malaysia (2): Dari Masjid Malabar ke Marina Bay dan Sepiring Briyani

Terakhir kali saya ke Singapura adalah tahun 2017, saat mengikuti kegiatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Batam. Usai acara, saya memutuskan menyeberang sendirian ke Singapura hanya untuk sehari. Pagi berangkat dari Pelabuhan Batam Center menuju HarbourFront Singapura, sore sudah kembali lagi ke Batam. Tidak ada agenda besar. Hanya ingin merasakan lagi sensasi naik MRT, menyusuri kota yang tertib, dan menikmati suasana taman-taman yang rapi.

Namun jauh sebelum itu, tahun 2013, saya pertama kali menginjakkan kaki di Singapura bersama rombongan kantor lama. Semua sudah diatur. Hotel, bus, hingga jadwal kunjungan semua sudah ditentukan. Hampir tak ada ruang untuk spontanitas. Tapi pengalaman itu cukup membuat saya kagum dengan keteraturan dan bersihnya kota ini.

Kali ini berbeda. Tidak ada tour guide, tidak ada rombongan, tidak ada agenda resmi. Semua saya atur sendiri. Mulai dari tiket, penginapan, hingga rencana perjalanan harian. Perjalanan mandiri yang saya jalani dengan rasa penasaran dan kebebasan penuh.

Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Jumat pagi (7/11), pesawat AirAsia yang saya tumpangi lepas landas pukul 07.00 WITA. Dua jam lebih sedikit kemudian, saya sudah mendarat di Bandara Internasional Changi (Changi Airport), bandara terbaik di dunia yang selalu memberi kesan efisien dan nyaman.

Jam di ponsel menunjukkan 09.30 waktu setempat, sama persis dengan waktu di Kaltim. Singapura memang berada di zona waktu UTC+8, sama seperti Balikpapan dan Samarinda. Hanya waktu salatnya yang sedikit lebih lama.

Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan semua dokumen penting: paspor, tiket, dan formulir ICA, formulir kedatangan elektronik yang wajib diisi secara online. Pengisian bisa dilakukan sejak tiga hari sebelum jadwal kedatangan hingga hari H penerbangan. Tanpa formulir ini, proses imigrasi bisa tertahan cukup lama.

Hal kecil lain yang juga perlu diperhatikan adalah aturan barang bawaan. Botol air minum, termasuk air mineral yang masih tersegel, tidak diperbolehkan melewati pemeriksaan keamanan. Sementara itu, powerbank dan perangkat elektronik tetap aman dibawa ke kabin, asalkan kapasitasnya sesuai ketentuan penerbangan.

Begitu keluar dari terminal, suasana Changi Airport langsung terasa. Bersih, teratur, dan nyaman. Petunjuk arah yang jelas membuat siapa pun mudah menavigasi diri. Di dekat pintu keluar, saya menukar sedikit uang ke dolar Singapura (SGD) di money changer bandara. Tak banyak, hanya cukup untuk ongkos taksi dan makan. Di negara ini, hampir semua transaksi bisa dilakukan secara non-tunai, tapi uang tunai tetap berguna untuk transportasi umum atau kios kecil.

Awalnya saya berencana naik MRT menuju hotel, tapi melihat koper yang cukup berat, akhirnya saya memesan Grab. Sopirnya, Mazzali Bin Khosairie, ternyata bisa berbahasa Indonesia. “Kalau dulu datang tahun 2013, pasti banyak yang berubah,” katanya tersenyum.

Saya menatap keluar jendela mobil. Benar saja, gedung-gedung baru berdiri, taman kota makin rapi, dan lalu lintas tetap tertib tanpa suara klakson. Singapura terasa seperti kota yang tak pernah berhenti berbenah.

Tiba di Hotel Boss sekitar pukul 11.00, saya tidak berharap bisa langsung check-in karena jadwalnya pukul 15.00. Namun petugas resepsionis yang ramah mengatakan ada kamar kosong yang bisa digunakan lebih awal. Keberuntungan kecil di negeri yang serba efisien ini.

Setelah beristirahat sejenak, saya bersiap menyeberang ke Masjid Malabar, yang berdiri megah tepat di seberang hotel.

Masjid Malabar di Victoria Street, salah satu masjid bersejarah dengan kubah emas. Foto: Agus S

Masjid ini tampak megah dengan dominasi warna biru dan kubah emas yang berkilau di bawah matahari siang. Di dalam, jamaah sudah mulai berdatangan untuk salat Jumat. Lantainya bersih, udara sejuk, dan suasana khidmat. Khutbah disampaikan dalam bahasa Inggris, sementara teksnya ditampilkan di layar agar mudah diikuti.

Di halaman masjid, panitia menyediakan air minum dan paket “Jumat Berkah”. Di sisi lain, pedagang menjual nasi briyani dan roti prata hangat.

Saya sempat berbincang dengan salah satu jamaah. Ia bercerita bagaimana komunitas Muslim di Singapura hidup berdampingan dengan masyarakat multiagama.

Usai salat dan istirahat sebentar, saya dan istri berjalan kaki menikmati suasana sekitar Bugis Street, pusat belanja murah yang tak pernah sepi. Di sinilah warna Singapura yang sesungguhnya terlihat: modern, tapi tetap punya sisi tradisional. Kios pakaian, makanan ringan, dan suvenir khas berjajar rapi. Harga masih ramah, asal pandai menawar.

⁠Peta MRT Singapura di salah satu stasiun.

Dari Bugis, saya melanjutkan perjalanan sore itu menggunakan MRT menuju Downtown Station di jalur biru (Downtown Line). Perjalanan hanya sekitar 10 menit. Dari sana, saya langsung berjalan kaki menuju kawasan Marina Bay untuk menikmati suasananya. Semua terasa mudah dan efisien.

Saya menggunakan EZ-Link Card, kartu serbaguna yang bisa dibeli di loket MRT seharga 10 dolar Singapura dengan saldo awal 5 dolar. Saya isi ulang lagi 10 dolar untuk berjaga. Rata-rata setiap perjalanan hanya menghabiskan 1,5–2 dolar, sekitar Rp25 ribu per orang.

⁠Kartu EZ-Link edisi Disney yang digunakan untuk naik MRT dan bus di Singapura. Foto: Agus S

Begitu keluar di area Marina Bay, suasananya luar biasa. Sore itu langit cerah, angin laut berembus lembut, dan ratusan wisatawan dari berbagai negara berkumpul di sekitar Merlion Park.

Di kejauhan, gedung Marina Bay Sands menjulang seperti kapal raksasa di atas tiga menara kaca. Di tepi promenade, sepasang musisi jalanan memainkan lagu lembut yang berpadu dengan suara air mancur dari mulut patung Merlion.

Saya dan istri berdiri di tepi pagar, menikmati pemandangan. Cahaya sore berubah keemasan, memantulkan siluet gedung-gedung tinggi yang tampak seperti lukisan hidup.

Suasana ramai di kawasan Marina Bay sore hari dengan latar Marina Bay Sands. Foto: Agus S

Menjelang petang, kami naik MRT menuju kawasan Expo. Tujuannya ke Changi City Point, mal yang berada tepat di sebelah stasiun Singapore Expo. Tempat ini dikenal dengan deretan factory outlet dan suasananya yang lebih santai. Saya hanya membeli ubi bakar besar seharga 5 dolar, tapi rasanya enak sekali setelah seharian berjalan kaki.

Malam mulai turun saat kami kembali ke Bugis. Di sekitar hotel, aroma nasi briyani dari kedai India memenuhi udara. Kami mampir sebentar untuk makan malam ringan sebelum beristirahat. Hari pertama di Singapura berakhir dengan tenang, tanpa hiruk-pikuk, hanya rasa syukur dan damai di tengah kota yang tak pernah benar-benar gelap. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Backpaker Murah Bali–Singapura–Malaysia (2): Dari Masjid Malabar ke Marina Bay dan Sepiring Briyani

0

Terakhir kali saya ke Singapura adalah tahun 2017, saat mengikuti kegiatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Batam. Usai acara, saya memutuskan menyeberang sendirian ke Singapura hanya untuk sehari. Pagi berangkat dari Pelabuhan Batam Center menuju HarbourFront Singapura, sore sudah kembali lagi ke Batam. Tidak ada agenda besar. Hanya ingin merasakan lagi sensasi naik MRT, menyusuri kota yang tertib, dan menikmati suasana taman-taman yang rapi.

Namun jauh sebelum itu, tahun 2013, saya pertama kali menginjakkan kaki di Singapura bersama rombongan kantor lama. Semua sudah diatur. Hotel, bus, hingga jadwal kunjungan semua sudah ditentukan. Hampir tak ada ruang untuk spontanitas. Tapi pengalaman itu cukup membuat saya kagum dengan keteraturan dan bersihnya kota ini.

Kali ini berbeda. Tidak ada tour guide, tidak ada rombongan, tidak ada agenda resmi. Semua saya atur sendiri. Mulai dari tiket, penginapan, hingga rencana perjalanan harian. Perjalanan mandiri yang saya jalani dengan rasa penasaran dan kebebasan penuh.

Perjalanan dimulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Jumat pagi (7/11), pesawat AirAsia yang saya tumpangi lepas landas pukul 07.00 WITA. Dua jam lebih sedikit kemudian, saya sudah mendarat di Bandara Internasional Changi (Changi Airport), bandara terbaik di dunia yang selalu memberi kesan efisien dan nyaman.

Jam di ponsel menunjukkan 09.30 waktu setempat, sama persis dengan waktu di Kaltim. Singapura memang berada di zona waktu UTC+8, sama seperti Balikpapan dan Samarinda. Hanya waktu salatnya yang sedikit lebih lama.

Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan semua dokumen penting: paspor, tiket, dan formulir ICA, formulir kedatangan elektronik yang wajib diisi secara online. Pengisian bisa dilakukan sejak tiga hari sebelum jadwal kedatangan hingga hari H penerbangan. Tanpa formulir ini, proses imigrasi bisa tertahan cukup lama.

Hal kecil lain yang juga perlu diperhatikan adalah aturan barang bawaan. Botol air minum, termasuk air mineral yang masih tersegel, tidak diperbolehkan melewati pemeriksaan keamanan. Sementara itu, powerbank dan perangkat elektronik tetap aman dibawa ke kabin, asalkan kapasitasnya sesuai ketentuan penerbangan.

Begitu keluar dari terminal, suasana Changi Airport langsung terasa. Bersih, teratur, dan nyaman. Petunjuk arah yang jelas membuat siapa pun mudah menavigasi diri. Di dekat pintu keluar, saya menukar sedikit uang ke dolar Singapura (SGD) di money changer bandara. Tak banyak, hanya cukup untuk ongkos taksi dan makan. Di negara ini, hampir semua transaksi bisa dilakukan secara non-tunai, tapi uang tunai tetap berguna untuk transportasi umum atau kios kecil.

Awalnya saya berencana naik MRT menuju hotel, tapi melihat koper yang cukup berat, akhirnya saya memesan Grab. Sopirnya, Mazzali Bin Khosairie, ternyata bisa berbahasa Indonesia. “Kalau dulu datang tahun 2013, pasti banyak yang berubah,” katanya tersenyum.

Saya menatap keluar jendela mobil. Benar saja, gedung-gedung baru berdiri, taman kota makin rapi, dan lalu lintas tetap tertib tanpa suara klakson. Singapura terasa seperti kota yang tak pernah berhenti berbenah.

Tiba di Hotel Boss sekitar pukul 11.00, saya tidak berharap bisa langsung check-in karena jadwalnya pukul 15.00. Namun petugas resepsionis yang ramah mengatakan ada kamar kosong yang bisa digunakan lebih awal. Keberuntungan kecil di negeri yang serba efisien ini.

Setelah beristirahat sejenak, saya bersiap menyeberang ke Masjid Malabar, yang berdiri megah tepat di seberang hotel.

Masjid Malabar di Victoria Street, salah satu masjid bersejarah dengan kubah emas. Foto: Agus S

Masjid ini tampak megah dengan dominasi warna biru dan kubah emas yang berkilau di bawah matahari siang. Di dalam, jamaah sudah mulai berdatangan untuk salat Jumat. Lantainya bersih, udara sejuk, dan suasana khidmat. Khutbah disampaikan dalam bahasa Inggris, sementara teksnya ditampilkan di layar agar mudah diikuti.

Di halaman masjid, panitia menyediakan air minum dan paket “Jumat Berkah”. Di sisi lain, pedagang menjual nasi briyani dan roti prata hangat.

Saya sempat berbincang dengan salah satu jamaah. Ia bercerita bagaimana komunitas Muslim di Singapura hidup berdampingan dengan masyarakat multiagama.

Usai salat dan istirahat sebentar, saya dan istri berjalan kaki menikmati suasana sekitar Bugis Street, pusat belanja murah yang tak pernah sepi. Di sinilah warna Singapura yang sesungguhnya terlihat: modern, tapi tetap punya sisi tradisional. Kios pakaian, makanan ringan, dan suvenir khas berjajar rapi. Harga masih ramah, asal pandai menawar.

⁠Peta MRT Singapura di salah satu stasiun.

Dari Bugis, saya melanjutkan perjalanan sore itu menggunakan MRT menuju Downtown Station di jalur biru (Downtown Line). Perjalanan hanya sekitar 10 menit. Dari sana, saya langsung berjalan kaki menuju kawasan Marina Bay untuk menikmati suasananya. Semua terasa mudah dan efisien.

Saya menggunakan EZ-Link Card, kartu serbaguna yang bisa dibeli di loket MRT seharga 10 dolar Singapura dengan saldo awal 5 dolar. Saya isi ulang lagi 10 dolar untuk berjaga. Rata-rata setiap perjalanan hanya menghabiskan 1,5–2 dolar, sekitar Rp25 ribu per orang.

⁠Kartu EZ-Link edisi Disney yang digunakan untuk naik MRT dan bus di Singapura. Foto: Agus S

Begitu keluar di area Marina Bay, suasananya luar biasa. Sore itu langit cerah, angin laut berembus lembut, dan ratusan wisatawan dari berbagai negara berkumpul di sekitar Merlion Park.

Di kejauhan, gedung Marina Bay Sands menjulang seperti kapal raksasa di atas tiga menara kaca. Di tepi promenade, sepasang musisi jalanan memainkan lagu lembut yang berpadu dengan suara air mancur dari mulut patung Merlion.

Saya dan istri berdiri di tepi pagar, menikmati pemandangan. Cahaya sore berubah keemasan, memantulkan siluet gedung-gedung tinggi yang tampak seperti lukisan hidup.

Suasana ramai di kawasan Marina Bay sore hari dengan latar Marina Bay Sands. Foto: Agus S

Menjelang petang, kami naik MRT menuju kawasan Expo. Tujuannya ke Changi City Point, mal yang berada tepat di sebelah stasiun Singapore Expo. Tempat ini dikenal dengan deretan factory outlet dan suasananya yang lebih santai. Saya hanya membeli ubi bakar besar seharga 5 dolar, tapi rasanya enak sekali setelah seharian berjalan kaki.

Malam mulai turun saat kami kembali ke Bugis. Di sekitar hotel, aroma nasi briyani dari kedai India memenuhi udara. Kami mampir sebentar untuk makan malam ringan sebelum beristirahat. Hari pertama di Singapura berakhir dengan tenang, tanpa hiruk-pikuk, hanya rasa syukur dan damai di tengah kota yang tak pernah benar-benar gelap. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Pemkab Kukar Mulai Rekrutmen Da’i dan Tahfidz Angkatan ke-6

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus meneguhkan komitmennya menghadirkan pembangunan yang merata, termasuk di bidang keagamaan. Tahun 2025, dua program unggulan Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz kembali digulirkan dengan fokus utama menjangkau wilayah terpencil.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengatakan pelaksanaan angkatan ke-6 tahun ini diarahkan untuk memperkuat dakwah dan pendidikan agama di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Menurutnya, daerah-daerah tersebut selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga pengajar agama, sehingga keberadaan para da’i dan tahfidz menjadi sangat dibutuhkan.

“Program ini bukan hanya soal pembinaan rohani, tapi juga upaya membentuk masyarakat religius yang berkarakter kuat,” ujar Dendi, Jumat (7/11/2025).

Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sejajar dengan pembangunan fisik.

Program Da’i Masuk Desa menjadi sarana penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di pelosok. Sementara Satu Desa Satu Tahfidz dikembangkan untuk memberdayakan para hafiz dan hafizah agar turut mendidik generasi muda di tingkat sekolah maupun madrasah.

“Para tahfidz nantinya bisa direkrut menjadi guru agama melalui mekanisme honor daerah atau dana BOS,” jelas Dendi.

Saat ini, Pemkab Kukar tengah menyiapkan pola rekrutmen baru agar penempatan tenaga keagamaan lebih merata. Rekrutmen dijadwalkan dimulai pada November dengan melibatkan camat dan Kepala KUA se-Kukar untuk pemetaan wilayah.

“Fokus utama kami adalah desa dan kelurahan yang belum memiliki da’i maupun tahfidz tetap,” katanya.

Dari lima angkatan sebelumnya, total 250 tenaga keagamaan telah ditempatkan di 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan di Kukar. Mereka aktif dalam kegiatan dakwah, majelis taklim, hingga safari subuh bersama kepala daerah.

“Kalau safari subuh di Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Muara Muntai, hingga Kota Bangun, para imamnya banyak yang berasal dari program ini,” ungkapnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

adi Basis Ekonomi Kreatif, Dispora Kukar Dorong Irma Kelola Usaha Digital Printing

TENGGARONG – Masjid di Kutai Kartanegara (Kukar) kini tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mulai bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif pemuda. Melalui pembinaan kelompok Ikatan Remaja Masjid (Irma), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar menghadirkan terobosan baru. Dengan menjadikan remaja masjid sebagai pelaku usaha digital printing yang mandiri dan produktif.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk mencetak wirausahawan muda berbasis komunitas keagamaan.

“Remaja masjid kami jadikan ujung tombak. Mereka kami latih, berdayakan, dan berada di bawah koordinasi Dewan Masjid Indonesia untuk mendata serta menggerakkan kewirausahaan pemuda di lingkungannya,” ujar Aji, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, pendataan yang dilakukan Irma bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam penyusunan peta potensi wirausaha muda Kukar. Data tersebut akan digunakan untuk merancang pola pembinaan, pelatihan, dan dukungan modal yang tepat sasaran.

“Ini bagian dari strategi kami untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan pemuda. Dari data, kami tahu siapa yang siap berusaha, siapa yang butuh pelatihan, dan siapa yang bisa didorong ke level bisnis,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dispora Kukar telah menyalurkan peralatan digital printing kepada sejumlah Irma di berbagai kecamatan. Fasilitas berupa komputer, laptop, printer, dan mesin printing diserahkan agar remaja masjid dapat mengelola usaha jasa percetakan secara profesional.

“Peralatan ini bukan sekadar bantuan, tapi aset produktif yang bisa menopang kegiatan Irma dan memperkuat ekonomi pemuda berbasis masjid,” tambah Aji.

Program ini menjadi simbol lahirnya ekonomi kreatif religius di Kukar, sebagai model pemberdayaan yang memadukan semangat kewirausahaan dengan nilai spiritual.

Selain pembinaan usaha, Dispora Kukar juga memperluas dukungan ke dunia pesantren melalui bantuan sarana olahraga. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan aktivitas spiritual, fisik, dan sosial santri.

“Pesantren juga menjadi fokus kami. Kami bantu perlengkapan olahraga seperti bulutangkis, voli, dan sepak bola agar santri bisa berolahraga dengan nyaman,” tuturnya.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i