TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus meneguhkan komitmennya menghadirkan pembangunan yang merata, termasuk di bidang keagamaan. Tahun 2025, dua program unggulan Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz kembali digulirkan dengan fokus utama menjangkau wilayah terpencil.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengatakan pelaksanaan angkatan ke-6 tahun ini diarahkan untuk memperkuat dakwah dan pendidikan agama di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menurutnya, daerah-daerah tersebut selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga pengajar agama, sehingga keberadaan para da’i dan tahfidz menjadi sangat dibutuhkan.
“Program ini bukan hanya soal pembinaan rohani, tapi juga upaya membentuk masyarakat religius yang berkarakter kuat,” ujar Dendi, Jumat (7/11/2025).
Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sejajar dengan pembangunan fisik.
Program Da’i Masuk Desa menjadi sarana penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di pelosok. Sementara Satu Desa Satu Tahfidz dikembangkan untuk memberdayakan para hafiz dan hafizah agar turut mendidik generasi muda di tingkat sekolah maupun madrasah.
“Para tahfidz nantinya bisa direkrut menjadi guru agama melalui mekanisme honor daerah atau dana BOS,” jelas Dendi.
Saat ini, Pemkab Kukar tengah menyiapkan pola rekrutmen baru agar penempatan tenaga keagamaan lebih merata. Rekrutmen dijadwalkan dimulai pada November dengan melibatkan camat dan Kepala KUA se-Kukar untuk pemetaan wilayah.
“Fokus utama kami adalah desa dan kelurahan yang belum memiliki da’i maupun tahfidz tetap,” katanya.
Dari lima angkatan sebelumnya, total 250 tenaga keagamaan telah ditempatkan di 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan di Kukar. Mereka aktif dalam kegiatan dakwah, majelis taklim, hingga safari subuh bersama kepala daerah.
“Kalau safari subuh di Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Muara Muntai, hingga Kota Bangun, para imamnya banyak yang berasal dari program ini,” ungkapnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


