Beranda blog Halaman 244

Kaltim Melawan: TKD Dipotong, Sungai Mahakam Terancam Ditutup!

SAMARINDA – Di bawah terik matahari Samarinda, kerumunan massa dari berbagai organisasi memenuhi Teras Samarinda, persis di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur. Bendera ormas berkibar, suara toa memecah udara, dan satu tuntutan mengemuka: hentikan pemangkasan TKD dan evaluasi kebijakan Dana Bagi Hasil.

Namun, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Di balik spanduk dan pekikan massa, tersimpan narasi panjang soal ketidakadilan fiskal yang dirasakan daerah penghasil terbesar di republik ini.

Aksi pada 10 November ini bukan yang pertama. Pada 16 Oktober 2025, Fraksi Kaltim koalisi besar berisi LPADKT, KNPI Kaltim, KNPI Samarinda, LMP, DAKUBA, FKPPI, Gepak Kuning, DAD, Gerdayak, mahasiswa, hingga pemimpin adat dari berbagai suku telah memberikan deadline 14 hari kepada pemerintah pusat. Namun hingga waktu habis, tidak ada respons.

“Sampai hari ini kami belum mendapat tanggapan positif,” kata Vendy Meru, Ketua Fraksi Kaltim, saat diwawancara di tengah kepungan massa. Wajahnya serius, suaranya bergetar menahan emosi. “Pemotongan dana bagi hasil oleh pemerintah pusat, khususnya oleh Menteri Keuangan, adalah perlakuan tidak adil.”

Penelusuran Koran Nusantara menunjukkan bahwa Kaltim memang menjadi penopang utama pendapatan negara. Pada 2024, lebih dari Rp800 triliun disetor ke kas negara dari sektor batu bara, migas, dan sumber daya alam lainnya. Angka ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi fiskal terbesar di Indonesia.

Namun fakta di lapangan justru memberikan gambaran berlawanan. Infrastruktur dasar masih tertinggal. Bandara APT Pranoto yang digadang-gadang bertaraf internasional justru ditutupi rumput setinggi 50–60 sentimeter. Jalan menuju bandara berlubang di berbagai titik. Jalan tol yang harusnya menjadi simbol kemajuan disebut Vendy “lebih mirip ular yang melengkung-lengkung daripada jalur mobil.”

Selain persoalan fiskal dan infrastruktur kota, Fraksi Kaltim juga men spotlight fakta yang selama ini jarang diangkat: masih banyak desa di Kaltim yang tertinggal dan belum dialiri listrik. Data lapangan yang dihimpun Radar Media menunjukkan bahwa di beberapa kabupaten, terutama kawasan pedalaman, warga masih mengandalkan genset mahal atau lampu tenaga surya seadanya.

Kondisi itu kontras dengan status Kaltim sebagai salah satu pusat energi nasional. Kekayaan alam mengalir dari perut bumi, namun tidak otomatis menghadirkan terang bagi desa-desa di wilayah yang justru menjadi sumber kekayaan itu.

Vendy menegaskan ironi tersebut dalam orasinya.

“Kaltim ini penyumbang energi terbesar. Tapi banyak desa yang masih gelap. Bagaimana ini bisa diterima?”

Tidak hanya listrik, aksesibilitas pun menjadi persoalan serius. Hingga hari ini, jalur darat Kutai Barat menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) belum benar-benar terhubung sempurna. Perjalanan antarwilayah masih bergantung pada jalur sungai, yang kerap terhambat cuaca dan kondisi air.

Dalam investigasi Koran Nusantara, pembangunan jalan ke Mahulu telah beberapa kali direncanakan, namun terbentur keterbatasan anggaran dan kebijakan fiskal yang tidak berpihak pada daerah.

Vendy menyoroti hal itu sebagai bukti nyata bahwa pemotongan TKD dan minimnya DBH akan memberi dampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Kalau TKD saja dipotong, dari mana anggaran untuk membangun Kaltim? Dari mana dana untuk membuka akses Mahulu? Dari mana dana untuk menerangi desa-desa tertinggal? Ini bukan soal birokrasi, ini soal masa depan rakyat,” tegasnya.

“Kami bukan anti pemerintah. Kami hanya ingin diperlakukan adil. Masyarakat Kaltim jauh dari sejahtera,” ujar Vendy.

Dalam liputan Koran Nusantara, beberapa tokoh adat terlihat bergantian berorasi. Mereka menegaskan aksi ini tidak mewakili partai politik mana pun.

“Kaltim punya 27 suku. Ini murni suara rakyat,” tegas Vendy.

Sementara itu, analisis Koran Nusantara menunjukkan bahwa pengetatan anggaran daerah akibat kebijakan pusat memang membuat sejumlah program strategis Pemprov tersendat. Beberapa pejabat unggulan pun menyatakan kesulitan karena ruang fiskal daerah makin mengecil.

Vendy menegaskan hal ini:
“Gubernur yang kita pilih pun tidak bisa bekerja maksimal kalau anggarannya dipangkas. Bagaimana mau menjalankan program kalau uangnya tidak ada?”

Bagian paling mencolok dari aksi ini justru datang pada akhir orasi. Dengan nada tegas, Vendy mengumumkan kemungkinan langkah lanjutan jika pemerintah tetap bungkam.

“Sungai Mahakam adalah urat nadi transportasi batu bara. Kalau tidak ada jawaban… suka tidak suka, pelampung ini akan masuk ke Sungai Mahakam. Batu bara tidak boleh keluar.”

Ancaman ini bukan omong kosong. Investigasi Koran Nusantara menemukan bahwa lebih dari 60% angkutan batu bara di Kaltim bergantung pada alur Mahakam.

Terganggunya jalur ini dapat menimbulkan kerugian miliaran rupiah per hari bagi perusahaan tambang dan efek domino bagi rantai pasok energi nasional.

Namun bagi Fraksi Kaltim, itu risiko yang harus ditanggung demi keadilan.

“Kami tidak mencari konflik. Tapi kalau suara kami terus diabaikan, langkah tegas akan diambil. Kami hanya minta perlakuan adil titik.”

Aksi ditutup dengan rapat internal para pimpinan ormas untuk menentukan langkah berikutnya, sembari menunggu apakah pemerintah pusat memberi sinyal merespons tuntutan mereka.

“Kami tidak main-main. Tiga hari. Jika tetap tidak ada jawaban, Mahakam akan berhenti. Dan negara akan tahu apa rasanya mengabaikan suara rakyat Kaltim.”

Penulis: Hanafi
Editor:

Kaltim Melawan: TKD Dipotong, Sungai Mahakam Terancam Ditutup!

SAMARINDA – Di bawah terik matahari Samarinda, kerumunan massa dari berbagai organisasi memenuhi Teras Samarinda, persis di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur. Bendera ormas berkibar, suara toa memecah udara, dan satu tuntutan mengemuka: hentikan pemangkasan TKD dan evaluasi kebijakan Dana Bagi Hasil.

Namun, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Di balik spanduk dan pekikan massa, tersimpan narasi panjang soal ketidakadilan fiskal yang dirasakan daerah penghasil terbesar di republik ini.

Aksi pada 10 November ini bukan yang pertama. Pada 16 Oktober 2025, Fraksi Kaltim koalisi besar berisi LPADKT, KNPI Kaltim, KNPI Samarinda, LMP, DAKUBA, FKPPI, Gepak Kuning, DAD, Gerdayak, mahasiswa, hingga pemimpin adat dari berbagai suku telah memberikan deadline 14 hari kepada pemerintah pusat. Namun hingga waktu habis, tidak ada respons.

“Sampai hari ini kami belum mendapat tanggapan positif,” kata Vendy Meru, Ketua Fraksi Kaltim, saat diwawancara di tengah kepungan massa. Wajahnya serius, suaranya bergetar menahan emosi. “Pemotongan dana bagi hasil oleh pemerintah pusat, khususnya oleh Menteri Keuangan, adalah perlakuan tidak adil.”

Penelusuran Koran Nusantara menunjukkan bahwa Kaltim memang menjadi penopang utama pendapatan negara. Pada 2024, lebih dari Rp800 triliun disetor ke kas negara dari sektor batu bara, migas, dan sumber daya alam lainnya. Angka ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi fiskal terbesar di Indonesia.

Namun fakta di lapangan justru memberikan gambaran berlawanan. Infrastruktur dasar masih tertinggal. Bandara APT Pranoto yang digadang-gadang bertaraf internasional justru ditutupi rumput setinggi 50–60 sentimeter. Jalan menuju bandara berlubang di berbagai titik. Jalan tol yang harusnya menjadi simbol kemajuan disebut Vendy “lebih mirip ular yang melengkung-lengkung daripada jalur mobil.”

Selain persoalan fiskal dan infrastruktur kota, Fraksi Kaltim juga men spotlight fakta yang selama ini jarang diangkat: masih banyak desa di Kaltim yang tertinggal dan belum dialiri listrik. Data lapangan yang dihimpun Radar Media menunjukkan bahwa di beberapa kabupaten, terutama kawasan pedalaman, warga masih mengandalkan genset mahal atau lampu tenaga surya seadanya.

Kondisi itu kontras dengan status Kaltim sebagai salah satu pusat energi nasional. Kekayaan alam mengalir dari perut bumi, namun tidak otomatis menghadirkan terang bagi desa-desa di wilayah yang justru menjadi sumber kekayaan itu.

Vendy menegaskan ironi tersebut dalam orasinya.

“Kaltim ini penyumbang energi terbesar. Tapi banyak desa yang masih gelap. Bagaimana ini bisa diterima?”

Tidak hanya listrik, aksesibilitas pun menjadi persoalan serius. Hingga hari ini, jalur darat Kutai Barat menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) belum benar-benar terhubung sempurna. Perjalanan antarwilayah masih bergantung pada jalur sungai, yang kerap terhambat cuaca dan kondisi air.

Dalam investigasi Koran Nusantara, pembangunan jalan ke Mahulu telah beberapa kali direncanakan, namun terbentur keterbatasan anggaran dan kebijakan fiskal yang tidak berpihak pada daerah.

Vendy menyoroti hal itu sebagai bukti nyata bahwa pemotongan TKD dan minimnya DBH akan memberi dampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Kalau TKD saja dipotong, dari mana anggaran untuk membangun Kaltim? Dari mana dana untuk membuka akses Mahulu? Dari mana dana untuk menerangi desa-desa tertinggal? Ini bukan soal birokrasi, ini soal masa depan rakyat,” tegasnya.

“Kami bukan anti pemerintah. Kami hanya ingin diperlakukan adil. Masyarakat Kaltim jauh dari sejahtera,” ujar Vendy.

Dalam liputan Koran Nusantara, beberapa tokoh adat terlihat bergantian berorasi. Mereka menegaskan aksi ini tidak mewakili partai politik mana pun.

“Kaltim punya 27 suku. Ini murni suara rakyat,” tegas Vendy.

Sementara itu, analisis Koran Nusantara menunjukkan bahwa pengetatan anggaran daerah akibat kebijakan pusat memang membuat sejumlah program strategis Pemprov tersendat. Beberapa pejabat unggulan pun menyatakan kesulitan karena ruang fiskal daerah makin mengecil.

Vendy menegaskan hal ini:
“Gubernur yang kita pilih pun tidak bisa bekerja maksimal kalau anggarannya dipangkas. Bagaimana mau menjalankan program kalau uangnya tidak ada?”

Bagian paling mencolok dari aksi ini justru datang pada akhir orasi. Dengan nada tegas, Vendy mengumumkan kemungkinan langkah lanjutan jika pemerintah tetap bungkam.

“Sungai Mahakam adalah urat nadi transportasi batu bara. Kalau tidak ada jawaban… suka tidak suka, pelampung ini akan masuk ke Sungai Mahakam. Batu bara tidak boleh keluar.”

Ancaman ini bukan omong kosong. Investigasi Koran Nusantara menemukan bahwa lebih dari 60% angkutan batu bara di Kaltim bergantung pada alur Mahakam.

Terganggunya jalur ini dapat menimbulkan kerugian miliaran rupiah per hari bagi perusahaan tambang dan efek domino bagi rantai pasok energi nasional.

Namun bagi Fraksi Kaltim, itu risiko yang harus ditanggung demi keadilan.

“Kami tidak mencari konflik. Tapi kalau suara kami terus diabaikan, langkah tegas akan diambil. Kami hanya minta perlakuan adil titik.”

Aksi ditutup dengan rapat internal para pimpinan ormas untuk menentukan langkah berikutnya, sembari menunggu apakah pemerintah pusat memberi sinyal merespons tuntutan mereka.

“Kami tidak main-main. Tiga hari. Jika tetap tidak ada jawaban, Mahakam akan berhenti. Dan negara akan tahu apa rasanya mengabaikan suara rakyat Kaltim.”

Penulis: Hanafi
Editor:

OIKN Teken Enam Kontrak Baru untuk Kawasan Legislatif-Yudikatif Nusantara

0
NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi menandatangani 5 kontrak paket Manajemen Konstruksi (MK) dan 1 kontrak paket pembangunan jalan kawasan kompleks Legislatif, Senin (10/11/2025). Penandatanganan berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 4, disusul kegiatan Pre Construction Meeting (PCM) yang berlangsung hingga sore hari.
Deputi Sarana Prasarana OIKN Aswin Grandiarto Sukahar hadir dalam kegiatan tersebut bersama Direktur Sarana Prasarana Sosial OIKN Agus Ahyar dan Direktur Sarana Prasarana Dasar OIKN Cakra Nagara.
Dalam arahannya, Aswin menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan dan kerapian kerja di seluruh area proyek, mengingat lokasi pembangunan berada di sekitar objek vital negara.
“Tuntutan OIKN, kami tidak memperkenankan pekerjaan pembangunan yang tidak rapi. Jadi mohon patuh. Harus rapi. Komponen safety misal paranet, rambu, sampai petugas kebersihan di area kerja betul-betul memperhatikan itu. Jangan sampai roda kendaraan kotor dibiarkan keluar dari site tanpa lebih dulu dibersihkan,” tegas Deputi.
Kawasan Legislatif-Yudikatif, berikut jaringan jalan, hunian, serta perkantoran di sekitarnya, merupakan bagian dari paket pembangunan tahap kedua.
Sebelumnya, paket pertama telah diselesaikan, meliputi pembangunan sebagian jalan dan kawasan awal. Terkait pembangunan gedung-gedungnya, tendernya diprediksi akan ditandatangani 5 Desember 2025 mendatang.
Sementara untuk pembangunan gedung-gedung utama seperti DPR, MPR, dan Mahkamah Agung, penandatanganan kontrak konstruksinya dijadwalkan pada 5 Desember 2025.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan, setelah tempo hari ada 2 kontrak konstruksi dan satu Manajemen Konstruksi (MK) yang telah ditandatangani, maka hari ini ada enam penandatanganan kontrak.
“Sekarang ada enam. Satu kontrak konstruksi, lima kontrak MK. Nanti terus berjalan, ini baru terkait jalan dan kawasan. Yang gedung-gedung mungkin nanti tanggal 5 Desember,” terang Basuki, sesaat sebelum meninggalkan tempat kegiatan.
Berikut enam kontrak yang ditandatangani antara OIKN dan para pemenang tender:
1.MK DPR I dan Paripurna
•Nilai: Rp44.010.752.415
•Personel: 92 orang
•Durasi: 782 hari
•Pelaksana: PT Ciriajasa Cipta Mandiri, LPPSLH, CAP
2.MK DPR II
•Nilai: Rp26.899.153.365
•Personel: 52 orang
•Durasi: 782 hari
•Pelaksana: PT Ciriajasa Engineering Consultans, Agrinas Pangan Nusantara, RSN
3.MK DPD & MPR
•Nilai: Rp48.283.710.735
•Personel: 92 orang
•Durasi: 782 hari
•Pelaksana: PT Jaya Construction Management, PT Pola Teknik Konsultan, CAP
4.MK BKP
•Nilai: Rp18.126.163.470
•Personel: 26 orang
•Durasi: 720 hari
•Pelaksana: PT Pola Teknik Konsultan, Agrinas Pangan Nusantara, CAP
5.MK Yudikatif
•Nilai: Rp40.770.973.215
•Personel: 56 orang
•Durasi: 782 hari
•Pelaksana: PT Ciriajasa Engineering Consultans, PT Jaya Construction Management, PT Pola Teknik Konsultan
6.Pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Legislatif
•Nilai: Rp930.323.000.000
•Panjang: 6,4 kilometer
•Pelaksana: PT Daya Mulia Turangga, PT Modern Widya Technical, PT Bangun Cipta Kontraktor, Markinah
Adapun kegiatan Pre Construction Meeting (PCM) dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.30 Wita. (ADV)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Backpacker Murah Bali–Singapura–Malaysia (3): Dari Kuil, Masjid, hingga Air Terjun Indoor Tertinggi di Dunia

Hari ketiga di Singapura, saya tidak menargetkan tempat-tempat wisata besar. Tujuannya hanya ingin melihat kembali Little India dan Chinatown, dua kawasan yang pernah saya kunjungi beberapa tahun lalu.

Keduanya selalu punya karakter kuat, mewakili keragaman kota ini yang ramai tapi tetap tertib. Di penghujung hari, saya menutup perjalanan dengan kunjungan ke Changi Jewel, yang mulai beroperasi 2019. Tempat berdirinya air terjun indoor tertinggi di dunia.

Perjalanan pagi dimulai dari MRT Lavender menuju Little India Station. Begitu keluar di Exit C, aroma rempah dan dupa langsung menyeruak. Di sebelah kiri berdiri Tekka Centre, pasar dan food court legendaris yang tak pernah sepi.

Lantai bawahnya pasar basah, penuh warna dari tumpukan sayur, ikan segar, hingga rempah khas India Selatan. Masih di lantai bawah, juga ada deretan kedai makanan menjajakan roti prata, nasi briyani, hingga kari kambing dengan kuah kental menggoda.

Saya memesan dan istri memilih martabak kambing yang disajikan dengan kuah kari. Karena porsi di sini besar, satu menu sudah cukup untuk berdua. Di kedai lain saya menambah pesanan kelapa muda dingin. Segar sekali di tengah udara siang. Sebagai penutup, saya mencoba es cendol durian. Aromanya tajam tapi manisnya pas. Harga makanan di sini memang tinggi. Kalau dirupiahkan, untuk martabak kambing ukuran kecil hingga besar, sekitar Rp70 ribu – 150 ribu per porsi. Tapi cita rasanya tak mengecewakan.

⁠Suasana makan siang di Tekka Centre yang selalu ramai, aroma kari dan roti prata memenuhi udara.

Dari Tekka Centre, kami berjalan sekitar sepuluh menit ke arah Sri Veeramakaliamman Temple, kuil Hindu tertua di Singapura yang berdiri sejak 1855. Arsitekturnya penuh patung Dewa Kali dengan detail menakjubkan. Saat itu kuil belum dibuka, jadi kami hanya berdiri di luar pagar, menikmati keindahan ukirannya dari dekat.

Sepanjang jalan menuju kuil, toko-toko menjual kain sari, perhiasan emas, dupa, hingga minyak wangi tradisional India. Semuanya ramai tapi tertib.

Sebelum kembali ke stasiun MRT, saya sempat singgah di Tan Teng Niah House, rumah kayu berwarna-warni di Belilios Lane yang sering disebut bangunan paling fotogenik di Little India. Warna catnya mencolok: merah, biru, hijau, kuning. Rumah ini seolah menjadi lambang semangat komunitas Tionghoa-India di kawasan tersebut. Banyak wisatawan berhenti berfoto, dan saya pun duduk sejenak di teras depannya, menikmati paduan warna dan aroma dupa yang samar.

Tan Teng Niah House, Little India. Rumah warna-warni paling ikonik di Little India, simbol harmoni budaya Tionghoa–India yang masih terjaga.

Setelah puas berkeliling, kami melanjutkan perjalanan ke Chinatown. Begitu keluar dari stasiun, suasananya berubah total. Jalan Pagoda dipenuhi lampion merah, toko teh, dan deretan suvenir. Namun tujuan utama saya bukan berbelanja, melainkan mengunjungi Masjid Jamae (Chulia). Salah satu masjid tertua di Singapura yang berdiri berdampingan dengan kuil Buddha Tooth Relic dan Sri Mariamman Temple.

Masjidnya sederhana, berwarna hijau pucat dengan dua menara kembar di depan. Begitu masuk ke halaman, udara terasa teduh dan tenang. Lantai bersih mengilap, tikar rapi berjajar.

Waktu sudah melewati zuhur dan menjelang asar. Saya mengambil air wudu di sisi belakang masjid, lalu menunaikan salat jama-qashar. Saat itu, jamaah tak banyak. Hanya beberapa pekerja keturunan India dan wisatawan muslim yang datang bergantian.

Masjid Jamae (Chulia), Chinatown. Masjid tua bergaya India Selatan, berdiri berdampingan dengan kuil dan gereja di jantung Chinatown.

Setelah salam terakhir, saya duduk sejenak di teras. Dari tempat itu, saya melihat sejumlah turis Tiongkok turut masuk ke masjid. Petugas telah menyiapkan pakaian tertutup bagi wisatawan yang mengenakan busana terbuka. Suasana tersebut terasa menenangkan, menghadirkan kedamaian di tengah hiruk-pikuk kota tua Chinatown.

Dari halaman masjid, langkah saya berlanjut hanya beberapa menit ke arah Buddha Tooth Relic Temple, bangunan merah megah yang berdiri di sudut South Bridge Road. Dari kejauhan saja, arsitekturnya sudah memikat. Atap bertingkat dengan detail kayu yang rumit dan garis simetris yang nyaris sempurna.

Di halaman depan, sudah tercium aroma dupa. Orang-orang datang silih berganti. Sebagian berdoa, sebagian hanya melihat-lihat. Saya melangkah pelan ke dalam aula utama. Ruangannya luas, dengan ratusan patung Buddha tersusun rapi di dinding. Lampu-lampu gantung berwarna keemasan.

Ruang utama kuil yang memancarkan ketenangan, dengan ribuan patung Buddha tersusun rapi di dinding emas.

Di tengah ruangan, beberapa biksu sedang membaca parita, sementara pengunjung lain duduk dalam hening. Tidak ada suara keras. Saya berdiri beberapa saat, mencoba memahami suasana sakral yang terpancar dari setiap detilnya. Dari ukiran naga di tiang kayu, hingga lantunan doa.

Buddha Tooth Relic Temple, Chinatown. Kuil megah berarsitektur Tiongkok klasik, pusat spiritual sekaligus destinasi favorit wisatawan dunia.

Menjelang sore, saya dan istri berangkat menuju Changi Jewel. Dari MRT Maxwell, perjalanan ke bandara cukup panjang, tapi nyaman. Kereta berhenti di Terminal 2, lalu kami melanjutkan dengan Skytrain menuju Terminal 1, lokasi utama Jewel.

Terminal 2 Changi Airport, layar raksasa menampilkan air terjun digital, perpaduan teknologi dan seni di bandara paling futuristik dunia.

Sebelum berpindah terminal, saya sempat berjalan-jalan sejenak di Terminal 2 yang baru dibuka kembali setelah renovasi panjang. Di sini, teknologi berpadu dengan seni: dinding raksasa menampilkan air terjun digital 3D dengan efek ombak dan cahaya yang seolah nyata. Orang-orang berhenti, merekam dengan ponsel, dan terpaku menatapnya. Saya pun ikut terpukau. Bukan karena kemewahannya, tetapi karena ketenangan yang diciptakan ruang itu.

Dari Terminal 2 kami naik Skytrain ke Terminal 1. Begitu memasuki kubah kaca raksasa Jewel, pemandangan luar biasa langsung menyambut: Rain Vortex, air terjun setinggi 40 meter yang jatuh dari langit-langit kaca ke taman tropis di bawahnya. Air memantulkan cahaya sore seperti tirai kristal hidup.

⁠Menikmati senja di atas Canopy Bridge, tempat terbaik memandangi Rain Vortex dan hutan buatan di bawahnya.

Untuk menikmati kawasan ini, pengunjung perlu membeli tiket masuk. Lebih praktis dan murah bila memesan melalui Traveloka. Cukup tunjukkan bukti pembelian dan pindai barcode di gerbang masuk. Paketnya beragam; saya memilih hanya untuk melintasi Canopy Bridge dan Canopy Park.

Saya menaiki eskalator menuju taman di lantai atas. Udara di sana sejuk dan wangi bunga tropis menguar lembut. Dari Canopy Bridge, pemandangan ke bawah sungguh menakjubkan. Air terjun di tengah kubah, taman bertingkat, dan kereta bandara yang melintas perlahan di kejauhan.

Di sisi taman terdapat drinking fountain, air minum gratis yang jernih dan sejuk. Saya meneguk langsung dari kerannya. Toilet di dekatnya pun bersih, semua serba otomatis.

Perjalanan hari ini berakhir di sini. Saya dan istri kembali ke hotel menggunakan MRT, melewati rute yang mulai terasa akrab di kepala. Tubuh lelah, tapi hati masih penuh rasa ingin tahu. Esok pagi perjalanan akan berlanjut, menelusuri kawasan Bugis—menyusuri Masjid Sultan, Kampong Glam, dan menutup hari di Jurong East, pusat perbelanjaan terbesar di Singapura. Di sanalah berdiri IMM Mall, surga belanja dengan diskon besar untuk berbagai merek ternama. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Presiden Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

0

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sepuluh nama pahlawan nasional, Senin (10/11), termasuk di antaranya Presiden ke-2 RI Soeharto.

“Kurang lebih 10 nama. Ya masuk, masuk (nama Soeharto),” kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025) malam.

Prasetyo menjelaskan bahwa penetapan nama-nama tersebut telah melalui proses finalisasi dalam rapat terbatas yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon, di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).

Dalam finalisasi tersebut, kata Prasetyo, Prabowo turut mendapatkan masukan dari pimpinan DPR dan MPR. Presiden, menurut dia, meminta pandangan dari berbagai tokoh sebelum mengambil keputusan terkait penetapan gelar tersebut.

“Tadi juga kemudian Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian juga dari Wakil Ketua DPR, karena memang cara bekerja beliau, beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh, mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehingga diharapkan apa yang nanti diputuskan oleh Bapak Presiden, oleh pemerintah itu, sudah melalui berbagai masukan,” kata dia.

Prasetyo menambahkan penetapan nama-nama pahlawan nasional tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.

“Sekali lagi, sebagaimana kemarin juga kami sampaikan, itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf menyatakan Presiden ke-2 Republik Indonesia HM Soeharto, Presiden ke-4 Republik Indonesia H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga tokoh buruh Marsinah layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

“Presiden Soeharto memenuhi syarat, Presiden Abdurrahman Wahid memenuhi syarat, pejuang buruh Marsinah memenuhi syarat hingga Syaikhona Kholil juga memenuhi syarat,” kata dia di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Selain itu, banyak lagi nama-nama pejuang dari berbagai provinsi di Indonesia yang diusulkan ke pusat menjadi Pahlawan Nasional.

“Itu banyak sekali, nanti kita tinggal tunggu siapa yang akan mendapatkan gelar pahlawan tahun ini,” kata dia.

Ia mengatakan gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan dan semua proses telah dilalui secara berjenjang mulai dari bawah sampai ke atas.

“Siapa pun nanti yang diumumkan oleh Presiden RI, semuanya telah dinyatakan memenuhi syarat,” kata dia.

Selain itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk mengingat kebaikan para pendahulu dan sambil dicatat yang kurang-kurang sehingga tidak terulang lagi ke depan.

“Mari kita ingat yang baik-baik,” kata dia. (ANT/KN)

Kemenkes Perluas Layanan Skrining Terpadu TBC di 8 Provinsi

0

SIDOARJO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera memperluas program layanan skriningterpadu guna mengidentifikasi secara dini penderita tuberkulosis (TBC) demi mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (9/11/2025) mengatakan bahwa saat ini program tersebut telah berjalan di delapan puskesmas sebagai proyek percontohan seperti di Bandung, Bogor dan juga Semarang.

“Hingga akhir tahun ini akan diperluas ke 100 puskesmas di delapan provinsi,” kata Budi.

Budi menjelaskan bahwa program itu meliputi rontgen dada, layanan pemeriksaan dan uji di laboratorium tradisional atau tidak dilakukan di dekat titik perawatan pasien (non-Point of Care Testingatau non-POCT), serta penyediaan alat Tes Cepat Molekuler (TCM), yang akan segera terlaksana secara nasional pada 2026.

Menurutnya, delapan provinsi yang akan segera menjadi proyek percontohan tersebut adalah Jawa Barat dengan 234.380 kasus Jawa Timur dengan 116.538 kasus, Jawa Tengah dengan 107.488 kasus, Sumatera Utara dengan 74.297 kasus.

Selain itu DKI Jakarta dengan 70.258 kasus, Banten dengan 50.298 kasus, Sulawesi Selatan dengan 45.472 kasus, serta Nusa Tenggara Timur dengan 17.928 kasus.

Budi menilai pemilihan lokasi program layanan skrining TBC terpadu di lingkup layanan kesehatan terkecil yakni puskesmas tersebut lebih efektif dibandingkan pelaksanaan di rumah sakit umum daerah. Sehingga masyarakat lebih mudah menjangkau layanan guna mendeteksi dini penularan penyakit tersebut.

Menurutnya, penanganan penyakit TBC sendiri merupakan satu dari tiga program percepatan Presiden Prabowo Subianto bidang kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular berbahaya yang pada 2025 diprediksi mampu merenggut sekira 125 ribu nyawa.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan alat TCM turut mempermudah proses pengambilan sampel pasien menggunakan metode usap atau swab tanpa memerlukan pengambilan sampel dahak dari pasien dengan hasil yang akurat seperti hasil pemeriksaan di laboratorium.

“Permasalahan TBC ada pada fase pendeteksian atau skrining. Jika dengan alat TCM dan juga program tersebut mampu mendeteksi pasien yang tertular secara dini dan akurat, maka proses penyembuhan pasien akan lebih mudah karena obat TBC juga sudah tersedia,” kata Budi. (ANT/KN)

Pakar Neurosains Sarankan Dewan Pers Tambah Modul Neuro-Behavioral di UKW

0

JAKARTA – Pakar neurosains Dr.dr. Taufiq F Pasiak merekomendasikan kepada Dewan Pers agar menambahkan modul Journalist Neuro-Behavioral Profile berbasis Pash Brains sebagai salah satu komponen asesmen pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Dewan Pers didorong untuk melakukan penyempurnaan dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan,” katanya pada penyegaran penguji UKW di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/11/2025).

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta ini mengatakan penambahan komponen ini bertujuan untuk mengukur dimensi psikologis dan neuro-behavioral wartawan yang berkaitan erat dengan kualitas jurnalisme.

Taufiq yang juga dikenal sebagai pakar pada bidang Neurosains, Perilaku dan Spiritualitas ini menjelaskan komponen pash brainsmencakup beberapa aspek penting dalam kerja jurnalistik, di antaranya professional empathy (insula), yakni mengukur kemampuan untuk tidak mudah terprovokasi dan memiliki empati proporsional.

Kemudian, moral reasoning (cingulate), yang berkaitan dengan kesadaran etis dan dampak sosial dari berita yang dipublikasikan. Lalu, habitual integrity (ganglia basalis), yakni mengukur konsistensi prosedur dan verifikasi data.

“Kemudian narrative meaning (temporal). Menguji sensitivitas konteks, sejarah, dan makna dalam penyusunan narasi berita,” katanya.

Taufiq menekankan bahwa asesmen berbasis pash brains ini bukan untuk mengganti UKW teknis, menilai “waras/tidak waras”, atau menghakimi serta melabeli wartawan.

Sebaliknya, komponen ini diusulkan sebagai alat refleksi profesional yang diharapkan dapat mengangkat martabat jurnalisme.

Rekomendasi ini diharapkan dapat diintegrasikan dalam struktur UKW di masa depan demi menciptakan jurnalis yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran etis yang tinggi. (ANT/KN)

Prabowo Pertimbangkan Pembatasan Game Online Usai Ledakan di SMA 72 Jakarta

0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan adanya pembatasan terhadap permainan daring menyusul insiden ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Jumat (7/11).

“Beliau tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025) malam.

Prasetyo menyebut Presiden Prabowo tengah memikirkan langkah-langkah untuk membatasi serta mencari solusi terhadap pengaruh negatif dari sejumlah permainan daring yang dinilai berpotensi berdampak buruk terhadap generasi muda.

“Karena, tidak menutup kemungkinan game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan,” ucap dia.

Prasetyo mencontohkan permainan dengan genre pertempuran seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) yang dinilai dapat memengaruhi psikologis pemain karena menampilkan berbagai jenis senjata dan unsur kekerasan yang mudah dipelajari.

“Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada Pembatasan-Pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi. Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja,” kata dia.

Selain itu, Prasetyo juga menambahkan pemerintah turut menyoroti faktor lain seperti tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Pemerintah mengimbau agar seluruh pihak menghindari perilaku yang dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk aksi-aksi perundungan antar pelajar.

“Kita sebagai sesama anak bangsa ini, menghindari hal-hal yang tidak baik atau berimplikasi yang kurang bajk seperti aksi-aksi bullying seperti itu,” ujarnya.

Prasetyo juga mengingatkan para guru dan tenaga pendidik untuk lebih peduli dan perhatian manakala ada sesuatu yang mencurigakan di lingkungan sekolah.

Pada Jumat (7/11) sekira pukul 12.15 WIB, terjadi ledakan di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL).

Menurut keterangan saksi, ledakan terjadi saat siswa dan guru sedang Shalat Jumat di masjid di sekolah tersebut. Letusan pertama pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, disusul ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda.

Ledakan itu menyebabkan para korban mengalami beragam cedera, termasuk luka bakar dan luka akibat serpihan, sekaligus menyulut kepanikan dari warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga merupakan salah satu siswa dari sekolah tersebut.

Siswa itu dikabarkan mengalami perundungan (bullying) yang diduga menjadi motif untuk melakukan aksi tersebut.

Di lokasi juga ditemukan benda yang mirip senjata airsoft gun dan revolver yang setelah pemeriksaan dipastikan bahwa senjata itu adalah mainan. (ANT/KN)

Anak Hilang Asal Makassar Ditemukan Selamat di Jambi

0

JAKARTA – Ayah anak korban Dwi Nurmas tidak dapat menahan rasa senang bercampur haru saat melihat anaknya Bilqis yang berusia 4 tahun tiba dengan selamat dari Provinsi Jambi dibawa anggota kepolisian ke Kantor Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ya Allah, Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur sekali,” ucapnya singkat kepada wartawan seusai dipertemukan dengan anaknya hilang selama sepekan di aula kantor Mapolres setempat, Minggu (9/11/2025).

Ia tidak bisa berkata-kata banyak saat bertemu anaknya, selain rasa bahagia bercampur haru serta kata terima kasih kepada pihak kepolisian, msyarakat yang terus menyuarakan di media sosial serta Tuhan Yang Maha Esa atas doa yang terus dipanjatkan.

Dwi sebelumnya mengatakan akan memaafkan para pelaku penculik putrinya tersebut asalkan dikembalikan dengan selamat. Selain itu, ia tidak peduli kondisi para pelakunya.

“Saya yakin dan tahu dia masih ada (hidup). Kalau pelaku masih ada di Makassar, sebagai orang tua saya mohon dengan sangat mengembalikan anak saya. Insya Allah saya ikhlaskan semua kesalahannya, saya akan memaafkannya,” tuturnya.

Anaknya diculik ketika bermain di pinggir lapangan tenis saat dirinya main tenis di Lapangan Taman Pakui, Jalan Andi Pangeran Pettarani pada Minggu 2 Oktober sekitar pukul 10.00 WITA. Saat menoleh, dia tidak melihat anaknya, kemudian mencari.

Belakangan dari rekaman CCTV anaknya dibawa seorang perempuan dengan dua anak kecil.

Anaknya akhirnya berhasil ditemukan polisi pada Sabtu (8/11) di kawasan pemukiman Suku Anak Dalam (SAD) di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi sejak dikabarkan hilang pada Minggu (2/11).

Kapolresabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan jajarannya berhasil membawa pulang anak korban ke Makassar, Sulsel setelah berhasil diselamatkan dari dugaan jaringan penculik anak di wilayah Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah, tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama Unit Reskrim Polsek Panakukang setelah melakukan penyelidikan, anak balita yang di culik telah ditemukan tadi malam, dan bisa kembali ke Makassar hari ini,” kata Kapolrestabes Makassar Arya Perdana kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar.

Kapolres menjelaskan, setelah korban tiba di Makassar tim medis telah melaksanakan pemeriksaan dan kondisinya sehat serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di di tubuh korban. Pengungkapan kasus ini berkat hasil kerja keras tim Satreskrim yang berkoordinasi dan berkolaborasi jajaran Polda Jambi.

Kronologi pengungkapan kasus
Informasi diperoleh, dalam operasi itu tim gabungan berhasil mengamankan dan menyelamatkan anak korban pada Sabtu (8/11/2025) pukul 20.00 WITA di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, setelah bernegosiasi dengan pihak Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, Jambi dengan menebusnya Rp100 juta.

Kasus ini terungkap setelah para pelakunya ditangkap polisi. Dari pengakuan pelaku di SY di Makassar awalnya telah menjualnya anak korban kepada sindikat pelaku NH (29) warga asal Jawa Tengah seharga Rp5 juta. SY mengaku korban berasal dari keluarga kurang mampu dinamai Kiki.

NH kemudian membawa anak korban dan menawarkan kepada pelaku lain inisial perempuan inisial M (49) berdomisili di Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi melalui telepon dengan harga Rp30 juta, lalu disanggupi pelaku.

NH bersama anak korban lalu berangkat dari Makassar ke Jambi. Setibanya di Jambi, pelaku M dan APS (laki-laki) membawa anak korban ke Bangko. Pelaku M lalu menyerahkan anak korban ke pelaku LN diketahui warga Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, Jambi, setelah sebelumnya menerima uang Rp80 juta.

Belakangan, kasus penculikan itu ramai dibicarakan di media sosial maupun media massa, apalagi pelakunya di Makassar sudah ditangkap polisi. Ketiganya lalu panik hendak mengambil kembali anak korban, namun ditolak warga SAD. Ketiga korban dibekuk tim Gabungan Polda Jambi dan Polres Merangin di Kabupaten Kerinci.

Hasil penyelidikan, pelaku M dan APS mengaku sudah sembilan kali melakukan transaksi jual beli anak kepada warga SAD Mentawak di Kabupaten Merangin, Jambi. Sedangkan LN yang merupakan warga SAD, sudah menyerahkan anak korban ke lelaki inisial BGN juga warga SAD.

Proses penyelamatan Balqis cukup alot, sebab pihak kepolisian harus mendatangi Temenggung Sikar atau pemimpin suku tersebut untuk menjaga situasi kondusif dan berkoordinasi untuk mendapatkan informasi keberadaan LN maupun B karena keduanya warga SAD.

Hasil dari koordinasi tersebut, Temanggong Sikar akhirnya melakukan pendekatan dengan pelaku B agar menyerahkan anak Bilqis korban asal Makassar yang diculik para pelaku. Namun dalam proses negosiasi itu, pelaku BGN mau menyerahkan anak korban asalkan membayar Rp150 juta, tetapi disepakati Rp100 juta. (ANT/KN)

Amran, Teddy, dan Purbaya Jadi Menteri dengan Citra Terbaik di Mata Rakyat

0

JAKARTA – Indikator Politik Indonesia menyebut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi tiga menteri yang paling banyak mendapatkan penilaian puas di bidang kinerja dari masyarakat.

Hal tersebut sesuai dengan survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia yang disampaikan Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam siaran di akun YouTube Indikator Politik Indonesia dipantau, Sabtu (8/11/2025).

Menurut data yang ditunjukkan Burhanuddin, Amran berada di posisi pertama karena 84,9 persen responden menyatakan puas dengan kinerjanya
Di posisi ke dua ada Teddy yang meraup suara responden sebanyak 84,5 persen.

Yang menarik, yakni Purbaya yang belum genap dua bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, namun sudah meraup penilaian puas dari 84,1 responden survei.

Namun demikian, tiga menteri itu juga mengantongi beberapa suara masyarakat yang tidak puas akan kinerjanya.

Amran sendiri mengantongi 10,45 persen suara masyarakat yang tidak puas akan kinerjanya. Selanjutnya, Teddy yang mengantongi 7,5 suara responden yang tidak puas disusul Purbaya sebanyak 7,0 persen responden.

Dengan adanya hasil survei tersebut, dapat dipastikan tiga anggota kabinet itu menjadi pejabat yang banyak mendapatkan penilaian positif selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Untuk diketahui, survei dilakukan dalam kurun waktu 20-27 Oktober 2025. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu.

Penarikan sampel menggunakan multistage random samplingdengan jumlah sampel 1220 responden dengan margin of error 2,8 persen. (ANT/KN)