TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan terobosan baru dalam dunia pendidikan dengan menghadirkan Sekolah Rakyat di Kelurahan Loa Ipuh Darat. Program ini tak sekadar menghadirkan fasilitas belajar, tetapi juga menjadi bentuk nyata pemerataan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pembangunan Sekolah Rakyat akan dilakukan di atas lahan seluas 8,5 hektare, yang kini sedang dalam proses sertifikasi oleh Dinas Pertanahan Dan Penataan Ruang (DPPR) Kukar. Targetnya, proyek tersebut mulai dikerjakan pada tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman, menuturkan bahwa sertifikasi lahan menjadi syarat utama sebelum pelaksanaan pembangunan.
“Rencananya, lahan yang ada di Kelurahan Loa Ipuh Darat ini mudah-mudahan tahun ini, atau awal tahun depan, sudah bisa dilakukan sertifikasi. Karena dari pusat meminta lahan itu harus benar-benar clear and clean,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi model pendidikan inklusif yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpadu. Seluruh fasilitas di dalamnya akan dirancang untuk menjamin kenyamanan dan kelayakan belajar para siswa.
Dinsos Kukar juga menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar untuk penyediaan tenaga pengajar. Sementara itu, tenaga pengasuh akan disiapkan oleh Dinas Sosial.
“Kalau kita lihat Sekolah Rakyat rintisan yang ada di Samarinda, pengasuhnya diambil dari pendamping PKH. Termasuk dari Kukar, ada 16 orang pendamping PKH yang ditarik untuk menjadi pengasuh di Sekolah Rakyat Samarinda,” ungkap Yuliandris.
Lebih dari sekadar tempat belajar, Sekolah Rakyat dirancang menjadi ruang pemulihan sosial dan peningkatan kesejahteraan anak-anak miskin. “Harapan saya, Sekolah Rakyat ini bisa dinikmati oleh anak-anak dari keluarga miskin. Sehingga mereka bisa terpenuhi kebutuhan pendidikannya dan kebutuhan gizinya,” ujarnya.
Sekolah ini nantinya akan menerapkan sistem boarding school, dimana para siswa tinggal di asrama dengan seluruh kebutuhan hidup yang terjamin oleh negara. Mulai dari makanan bergizi, tempat tidur, pakaian, hingga fasilitas penunjang pendidikan.
“Kalau di sekolah umum, anak-anak masih tidur di rumah dengan kondisi seadanya, makan seadanya, dan pakaian seadanya. Nanti kalau mereka diasramakan di Sekolah Rakyat, semuanya dijamin mulai dari gizi, tempat tidur, hingga kebutuhan lainnya. Artinya, anak-anak dari keluarga kurang mampu itu kita muliakan,” tutupnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i


