Beranda blog Halaman 139

Mendikdasmen Ungkap Skema Distribusi MBG Lewat Kantin Sekolah Masih Dikaji

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn6juli2026/mobile/

Kemen PPPA Dorong Ruang Publik yang Lebih Inklusif dan Bebas dari Stereotip Gender

0
Foto: Menteri PPPA Arifah Fauzi. (Dok. Kemen PPPA)

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan ruang publik yang lebih menghargai martabat perempuan serta mendorong terwujudnya kesetaraan gender.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai respons atas perbincangan publik mengenai narasi yang mengangkat pengalaman biologis perempuan.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan karya seni, budaya, maupun bentuk komunikasi publik memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat. Karena itu, setiap pesan yang disampaikan kepada publik diharapkan tidak memperkuat stigma maupun diskriminasi terhadap perempuan.

“Pengalaman biologis perempuan, seperti menstruasi, kehamilan, maupun keguguran merupakan bagian dari kehidupan yang harus dipahami dengan empati dan penghormatan. Narasi yang menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan candaan atau penggambaran yang merendahkan berpotensi memperkuat stereotip gender yang menghambat terwujudnya kesetaraan perempuan dan laki-laki,” ujar Arifah dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, upaya mencegah kekerasan berbasis gender tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun budaya yang menghormati setiap individu. Penggunaan bahasa yang inklusif dan penyampaian pesan yang tidak menormalisasi diskriminasi dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan setara.

Arifah menegaskan pemerintah tetap menghormati kebebasan berekspresi dan berkesenian. Namun, kebebasan tersebut perlu diimbangi dengan tanggung jawab sosial, terutama terhadap kelompok yang masih rentan mengalami ketidaksetaraan.

“Kemen PPPA menghormati kebebasan berekspresi dan berkesenian sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut juga perlu disertai tanggung jawab sosial dengan mempertimbangkan dampak pesan yang disampaikan kepada masyarakat, khususnya terhadap kelompok yang masih menghadapi berbagai bentuk ketidaksetaraan dan diskriminasi,” katanya.

Ia juga mengajak pelaku industri kreatif, media, tokoh masyarakat, hingga para pemimpin di berbagai tingkatan untuk bersama-sama membangun ruang publik yang lebih inklusif dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Kemen PPPA meyakini karya seni dan budaya memiliki kekuatan besar sebagai media edukasi, refleksi sosial, sekaligus penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan setara,” tutup Arifah.

Pernyataan Kemen PPPA disampaikan menyusul munculnya perhatian publik terhadap narasi mengenai pengalaman biologis perempuan yang beredar di ruang publik.

Momentum tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa karya seni, budaya, maupun komunikasi publik memiliki pengaruh besar dalam membentuk nilai dan norma sosial, sehingga diharapkan dapat mendorong penghormatan terhadap martabat perempuan sekaligus memperkuat kesetaraan gender. (Fajri)

Komdigi: Tiga dari Lima Anak Masih Palsukan Usia demi Akses Media Sosial

0
Foto: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. (Dok. Komdigi)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap praktik pemalsuan usia masih menjadi tantangan utama dalam penerapan Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS tentang perlindungan anak di ruang digital.

Berdasarkan hasil survei yang menjadi acuan pemerintah, tiga dari lima anak mengaku memanipulasi usia agar tetap bisa membuat akun media sosial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan persoalan tersebut muncul karena sistem verifikasi usia sepenuhnya berada di tangan masing-masing platform digital.

“Ada satu survei yang menunjukkan kalau ada lima anak, tiga anak dipastikan memalsukan usianya untuk bisa masuk ke media sosial. Ini sudah umum terjadi,” ujar Nezar Patria dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, pemerintah telah meminta seluruh platform memperkuat teknologi verifikasi usia tanpa mengabaikan perlindungan data pribadi pengguna.

“Kita sudah sampaikan kepada platform karena yang bisa meregulasi ini adalah platform dengan solusi teknologi yang mereka miliki. Namun identifikasi usia juga harus tetap mematuhi prinsip pelindungan data pribadi,” katanya.

Nezar menjelaskan beberapa platform kini mulai memanfaatkan algoritma untuk mendeteksi akun yang diduga dimiliki anak di bawah umur sehingga aksesnya dapat dibatasi secara otomatis.

“Beberapa platform sudah mulai melakukan pembatasan. Ada anak yang sebelumnya memiliki akun, tetapi kemudian tidak dapat lagi mengakses akunnya karena teridentifikasi sebagai pengguna di bawah umur,” ujarnya.

Selain memperkuat sistem teknologi, pemerintah juga terus mendorong keterlibatan orang tua melalui pendampingan penggunaan media digital. Indonesia sendiri menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan PP TUNAS dan pemerintah menegaskan implementasi aturan tersebut akan terus diperkuat bersama seluruh platform digital. (Fajri)

Hari Doa Nasional 2026 di IKN Satukan Umat Kristiani Doakan Indonesia

0
IKN yang inklusif, menjadi lokasi puncak HDN 2026, usai pembukaan di Balikpapan. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) menggelar puncak Hari Doa Nasional (HDN) ke-5 Tahun 2026 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (6/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara sebagai bentuk doa bersama bagi bangsa dan pembangunan IKN.

Rangkaian acara diawali dengan penanaman bibit pohon di kawasan IKN sebelum dilanjutkan dengan ibadah dan pertemuan di Multifunction Hall Kemenko 3 KIPP IKN.

Mengusung tema “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari IKN Kalimantan Timur ke Bangsa-Bangsa”, kegiatan ini dihadiri peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia, serta perwakilan dari Korea Selatan, Selandia Baru, dan New Zealand.

Salah seorang peserta dari Jaringan Rumah Doa Segala Bangsa Sentani, Jayapura, Pendeta Alberth Parinding mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Hari Doa Nasional di IKN.

“Puji Tuhan, ini luar biasa bagus. Khususnya IKN, semoga IKN diberkati Tuhan, semakin maju dan berkembang,” ucapnya dijumpai di lokasi, Minggu (5/7/2026).

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi umat Kristiani untuk terus mendoakan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Kehadiran kita di sini, kita tidak diam. Di dalam bangsa kita sedang krisis. Kita berdoa bagi bangsa ini, bekerja untuk bangsa ini. Kita menyatukan seluruh gereja gereja di Indonesia untuk berdoa serentak untuk bangsa ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fanny Jossy Kusumo, menegaskan bahwa kegiatan di IKN bukan menjadi akhir dari gerakan doa nasional, melainkan awal untuk memperkuat doa yang terus dilakukan di seluruh daerah.

“Jangan biarkan doa hari ini berakhir di IKN, tapi bawa pulang ke gereja-gereja agar doa kita terus mengalir bagi bangsa,” ucap Fanny.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengapresiasi pelaksanaan Hari Doa Nasional di kawasan IKN. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan ibu kota baru.

“Ini tentu jadi semangat tersendiri bagi kami di Otorita dalam membangun IKN. Yang hadir ini merupakan representasi dari seluruh Indonesia. Melihat dengan mata kepala sendiri tentang pembangunan IKN, kami berharap bisa menceritakan pada umatnya di lokasi masing-masing dengan sebenarnya tentang IKN,” jelas Basuki.

Sekadar diketahui, kegiatan ini juga dihadiri wakil Gubernur Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley. Serta Bupati Tolikara, Willem Wandik. Gelaran kegiatan yang turut menampilkan tarian serta aksi panggung Basuki Hadimuljono yang menyumbang lagu dan bermain drum ini berakhir sekira pukul 16.00 WITA. (Adv)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

Mendikdasmen Ungkap Skema Distribusi MBG Lewat Kantin Sekolah Masih Dikaji

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat menghadiri acara di salah satu sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/7). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

YOGYAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan skenario kebijakan terkait keterlibatan kantin sekolah dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap penyusunan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam,” kata Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu (5/7/2026).

Menurut dia, pembahasan yang telah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah terkait sasaran penerima manfaat MBG yang nantinya tidak diberikan kepada seluruh siswa, melainkan hanya kepada mereka yang membutuhkan.

“Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan mekanisme penerapan kebijakan tersebut masih dalam tahap penyusunan agar pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal.

“Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Abdul Mu’ti menjelaskan kebijakan distribusi MBG merupakan kewenangan BGN dan Kemendikdasmen hanya memberikan masukan terkait pelaksanaannya agar tujuan program MBG sebagaimana yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai.

“Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting,” ujarnya.

Ia menilai penyaluran manfaat MBG akan lebih tepat sasaran apabila diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan.

“Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani,” katanya.

Dalam berbagai kesempatan, lanjut Abdul Mu’ti, Kemendikdasmen juga terus menekankan bahwa MBG tidak hanya sebatas pemberian makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa di sekolah.
Program tersebut, lanjut dia, merupakan salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni membiasakan makan sehat dan bergizi.

“Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan BGN dan menunggu kebijakan lanjutan yang akan diterbitkan terkait pelaksanaan program tersebut.

“Bagaimana nanti kebijakan barunya akan disiapkan BGN sebagai institusi yang mempunyai kewenangan menyelenggarakan MBG,” katanya. (ANT/KN)

KRI Beladau-643 Antar Uang Tunai Miliaran Rupiah ke Natuna

0
Proses distribusi uang tunai dari KRI Beladau-643 ke perairan Subi, Natuna, Kepri, Ahad (5/7/2026). ANTARA/HO-Pos AL Subi

NATUNA – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Beladau-643 membawa uang tunai senilai miliaran rupiah ke dua pulau di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, guna memastikan ketersediaan serta kelayakan uang rupiah, yang beredar di wilayah perbatasan.

Komandan KRI Beladau-643 Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya Malik, yang dikonfirmasi di Natuna, Ahad (5/7/2026), mengatakan dua pulau yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Pulau Midai dan Pulau Subi.

Kehadiran KRI merupakan bagian dari dukungan terhadap program Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.

Program tersebut merupakan kerja sama antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam rangka menjaga ketersediaan uang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

“KRI Beladau-643 melaksanakan dukungan pengawalan terhadap personel dan material BI,” ucapnya.

Selain distribusi uang layak edar, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara memperlakukan uang dengan baik.

Warga di Pulau Midai dan Subi Besar juga diberi kesempatan menukarkan uang lusuh dengan uang baru yang dibawa Bank Indonesia.

Selain di Natuna, KRI Beladau-643 juga membawa uang itu ke wilayah lain di Kepulauan Riau, yakni Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Singkep di Kabupaten Lingga.

Di Natuna, kegiatan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) di Pulau Midai dan Ahad di Pulau Subi Besar.

Program ini diharapkan memperkuat ketersediaan uang rupiah layak edar di wilayah perbatasan Indonesia.

“KRI Beladau-643 mendukung pelaksanaan layanan kas keliling Bank Indonesia yang berlangsung pada 2–8 Juli 2026 dengan rute Batam-Tarempa-Midai-Subi-Tambelan-Dabo Singkep-Batam,” ujar dia. (ANT/KN)

KPK Ungkap Raja Juli Antoni Laporkan Penolakan Gratifikasi Usai OTT Bupati Kuansing

0
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menunjukkan tanda terima dan notulensi penyerahan amplop putih miliki Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang telah ditandatangani di atas materai kepada media saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/7/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari/am.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah melaporkan penolakan gratifikasi pada Jumat (3/7) atau setelah lembaga antirasuah melakukan operasi tangkap tangan yang membuat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby menyerahkan diri.

“Pada Jumat (3/7) pekan lalu, Menhut Raja Juli menyampaikan pelaporan penolakan gratifikasi ke KPK,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Budi kemudian menjawab pertanyaan jurnalis terkait pelaporan tersebut dilakukan Menhut pada Jumat (3/7) setelah konferensi pers di Gedung Kementerian Kehutanan atau tidak.

“Jumat siang,” jawabnya singkat.
Sementara itu, dia menjelaskan Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK akan memverifikasi dan menganalisis laporan Menhut tersebut serta berkoordinasi di internal KPK.

Menurut dia, proses dan mekanismenya akan merujuk Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan KPK Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi.

“Selanjutnya, KPK akan menyampaikan hasilnya, apakah laporan tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak,” ucap Budi.

Di sisi lain, dia mengatakan KPK mengingatkan seluruh pemangku kepentingan terkait bahwa program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) merupakan salah satu program prioritas nasional.

“Dengan demikian, jangan sampai izin pelepasan kawasan hutan yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, tercederai karena adanya dugaan praktik korupsi,” katanya.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau dan Jakarta pada 29 Juni 2026 dengan mengamankan 10 orang. Operasi tersebut merupakan OTT ke-14 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

Sementara Suhardiman dan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain menyerahkan diri pada 30 Juni 2026.

Pada 1 Juli 2026, KPK menetapkan Suhardiman, Zulkarnain, dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardiles sebagai tersangka dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Selain dugaan suap, KPK juga menduga Suhardiman menerima gratifikasi terkait pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.

Usai namanya terseret dalam perkara itu, Raja Juli pada Jumat (3/7) menjelaskan bahwa saat menerima audiensi Suhardiman pada 2 Juni 2026, kepala daerah tersebut meninggalkan sebuah amplop yang tertutup map.

Menurut Raja Juli, dirinya baru menyadari keberadaan amplop itu setelah Suhardiman meninggalkan ruangan. Dia kemudian memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut tanpa mengetahui isi di dalamnya.

Raja Juli mengatakan pengembalian amplop dilakukan pada 12 Juni 2026 setelah sebelumnya sempat tertunda karena kendala jadwal. Amplop itu dikembalikan kepada Suhardiman melalui ajudannya di Kabupaten Kuantan Singingi. (ANT/KN)

Beasiswa Dokter hingga Kebidanan Kukar Kurang Diminati, Kuota Belum Terpenuhi

0
Foto: Kepala Bagian Kesra Setkab Kukar, Fathul Alamin. (Ady/Media Kaltim)

TENGGARONG – Di tengah tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) justru menghadapi kondisi berbeda pada program Beasiswa Tematik Kesehatan.

Hingga penutupan pendaftaran, jumlah peminat baru mencapai sekitar 70 orang dari kuota 155 penerima yang disediakan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena hampir seluruh kategori beasiswa lainnya telah memenuhi bahkan melampaui kuota yang tersedia.

Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik resmi menutup pendaftaran pada 19 Juni 2026 setelah sebelumnya masa pendaftaran diperpanjang dari jadwal awal yang berakhir pada 6 Juni. Perpanjangan dilakukan atas arahan Bupati Kukar agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mendaftar sekaligus menyesuaikan dengan dibukanya Program Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Saat ini seluruh berkas peserta tengah menjalani proses verifikasi administrasi yang berlangsung sejak 19 Juni hingga 7 Juli 2026. Tahapan tersebut menjadi proses awal sebelum dilakukan pemeringkatan sesuai kategori beasiswa.

Fathul menjelaskan sebanyak 5.467 proposal telah diterima dari berbagai kategori, mulai Beasiswa Jenjang SMA, Beasiswa Stimulan S1 hingga Beasiswa Prestasi Pondok Pesantren. Bahkan beberapa kategori telah mencatat jumlah pendaftar melebihi kuota yang disediakan.

Kuota Beasiswa Stimulan S1 tahun ini mencapai sekitar 2.900 penerima. Sementara Beasiswa Prestasi SMA dialokasikan bagi 200 penerima dan Beasiswa Prestasi Pondok Pesantren sebanyak 75 penerima.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada Beasiswa Tematik Kesehatan. Dari 155 kuota yang tersedia, jumlah pendaftar belum mencapai separuhnya. Salah satu formasi yang masih minim peminat adalah dokter umum di RSUD Parikesit yang baru diikuti lima pendaftar dari sembilan kuota yang tersedia.

Setelah proses verifikasi administrasi selesai, peserta akan memasuki tahapan pemeringkatan berdasarkan ketentuan masing-masing kategori, baik melalui capaian akademik maupun prestasi nonakademik.

“Tahap pertama adalah memastikan seluruh persyaratan administrasi lengkap, kemudian dilanjutkan dengan pemeringkatan sesuai kategori beasiswa yang diikuti peserta,” ujar Fathul.

Menurutnya, rendahnya jumlah pendaftar pada beasiswa kesehatan bukan disebabkan minimnya sosialisasi. Pemerintah Kabupaten Kukar mengaku telah menyebarkan informasi hingga ke sekolah, kecamatan, dan tingkat RT.

Ia menilai tantangan utama justru berasal dari masih rendahnya kepercayaan diri sebagian pelajar, khususnya yang berasal dari luar Tenggarong, untuk bersaing masuk ke program studi kesehatan.

Padahal, peluang yang diberikan cukup besar. Pemerintah telah membuka akses melalui lima program studi di Universitas Mulawarman, yakni dokter umum, dokter gigi, farmasi, keperawatan, dan kebidanan.

“Saat ini tersedia lima program studi di Universitas Mulawarman, yaitu dokter umum, dokter gigi, farmasi, keperawatan, dan kebidanan. Kami ingin semakin banyak putra-putri Kukar memanfaatkan kesempatan ini,” tutup Fathul.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Disdikbud Kukar Pastikan Program Seragam Gratis Tetap Berjalan Tahun Ini

0
Foto: Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Ady/Media Kaltim)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru tetap dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027. Namun, peluncurannya baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 selesai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran untuk program tersebut sebagai bentuk dukungan kepada peserta didik baru. Peluncuran program akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kukar setelah seluruh tahapan penerimaan murid selesai.

“Insya Allah seragam gratis tetap ada. Setelah penerimaan SPMB selesai, program ini akan diluncurkan secara simbolis oleh Bupati,” ujar Heriansyah.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan nantinya tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah, melainkan melalui koperasi sekolah dengan skema Boskab Seragam. Mekanisme tersebut disiapkan agar distribusi bantuan dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah.

Menurut Heriansyah, hingga saat ini jumlah penerima bantuan belum dapat dipastikan. Disdikbud masih menunggu hasil akhir pelaksanaan SPMB di seluruh sekolah sebagai dasar penentuan jumlah penerima sekaligus kebutuhan anggaran.

Data peserta didik baru yang diterima di setiap sekolah akan menjadi acuan dalam penyusunan distribusi bantuan. Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan jumlah paket seragam yang akan disalurkan.

Selain menentukan jumlah penerima, hasil akhir SPMB juga akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan anggaran. Semakin banyak peserta didik baru yang diterima, semakin besar pula anggaran yang harus disiapkan pemerintah daerah.

Saat ini proses SPMB telah memasuki tahap daftar ulang yang berlangsung hingga 8 Juli 2026. Setelah seluruh tahapan selesai, data peserta didik baru akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan program seragam gratis.

“Proses penyalurannya dilakukan melalui koperasi sekolah. Bantuan didistribusikan sesuai kebutuhan melalui koperasi sekolah,” tutup Heriansyah.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Rudy Mas’ud dan Frederick Edwin Pastikan Proyek Jalan Asa–Juaq Asa Berjalan Sesuai Target

0
Foto: Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mendampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meninjau proyek peningkatan Jalan Poros Asa–Juaq Asa di Kutai Barat. (Istimewa)

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mendampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meninjau pelaksanaan proyek Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (4/7/2026).

Peninjauan dilakukan di ruas Jalan Poros Kampung Asa–Juaq Asa yang menjadi salah satu proyek prioritas peningkatan infrastruktur di Kutai Barat. Paket pekerjaan tersebut berupa peningkatan jalan sepanjang dua kilometer dengan konstruksi rigid beton.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Frederick Edwin mengatakan proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi masyarakat, memperlancar mobilitas, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut.

“Jalan ini menjadi prioritas kami. Dengan akses yang lebih baik, roda perekonomian masyarakat di Asa dan Juaq Asa akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menjelaskan peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai perencanaan serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengawal pelaksanaan program bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten dan kota agar pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan Bankeu agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Rudy menambahkan, peningkatan ruas Jalan Poros Asa–Juaq Asa diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kutai Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dengan akses jalan yang semakin baik, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar, pelayanan publik meningkat, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Sekretaris Daerah Kutai Barat Erik Victory, Wakil Ketua I DPRD Kutai Barat Agustinus, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kutai Barat Pilip.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.