Ancaman Gangguan di Selat Hormuz, Pemerintah Tetap Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen

JAKARTA – Pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen atau lebih, meskipun terdapat ketidakpastian global, termasuk potensi gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan global yang berpotensi memengaruhi akses bahan baku industri.

“Kita masih akan memantau perkembangan kondisi global, termasuk di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi akses bahan baku industri,” ujar Febrio dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Meski demikian, ia menilai kinerja ekonomi pada awal tahun berpeluang tetap kuat, didorong oleh percepatan belanja pemerintah.

Hingga akhir Februari 2026, pertumbuhan belanja negara tercatat di atas 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Febrio, hal itu antara lain dipengaruhi basis yang relatif rendah (low base) pada tahun lalu serta perubahan strategi pengelolaan anggaran pemerintah.

Pemerintah kini berupaya membuat pola belanja negara lebih merata sepanjang tahun, tidak lagi menumpuk pada kuartal akhir.

“Strategi belanja kita ingin dibuat lebih merata antara kuartal satu, dua, tiga, dan empat. Karena itu terjadi akselerasi belanja di awal tahun,” katanya.

Akselerasi tersebut tercermin dari posisi defisit APBN per Februari 2026 yang mencapai sekitar 0,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Di sisi penerimaan, pemerintah juga mencatat kinerja yang kuat. Penerimaan pajak hingga awal tahun dilaporkan tumbuh di atas 30 persen, sehingga memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk mempercepat belanja negara.

Febrio menambahkan momentum pertumbuhan ekonomi juga didukung kinerja kuat pada akhir 2025. Pada kuartal IV 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,39 persen.

READ  Soroti Tingginya Ongkos Politik, SBY : Politik Uang makin Menjadi-jadi

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap momentum pertumbuhan ekonomi dapat berlanjut sepanjang 2026.

“Target pertumbuhan ekonomi dalam APBN sebesar 5,4 persen. Kami masih cukup optimistis pertumbuhan tahun ini bisa mencapai di atas 5,4 persen,” ujarnya.

Pewarta/ Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img