Beranda blog Halaman 1185

Abdul Waris Dorong Kolaborasi Kormi dan Dispora untuk Olahraga Tradisional

0
Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Abdul Waris

TANJUNG REDEB – Dalam beberapa waktu terakhir, olahraga tradisional selalu menjadi sorotan di Bumi Batiwakkal. Hal ini mendapat respons positif dari Wakil Ketua III DPRD Berau, Abdul Waris.

Abdul Waris melihat bahwa olahraga tradisional dapat menjadi alat promosi wisata yang efektif di Kabupaten Berau. Ia mengungkapkan dukungannya terhadap acara-acara yang digelar oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) karena dianggap berperan positif dalam menggalakkan pelestarian budaya.

“Saya sepenuh hati mendukung event olahraga tradisional ini. Saya berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.

Untuk masa yang akan datang, Abdul Waris mengusulkan agar Kormi dapat berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Abdul Waris juga menekankan pentingnya menjadikan kompetisi olahraga tradisional sebagai agenda tahunan. Ia bahkan bersedia untuk mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan olahraga tradisional di masa yang akan datang. “Perlombaan semacam ini harus terus didorong agar dapat terus berlanjut,” tegasnya. (KN/ADV)

MHU-MMSGI Sabet Penghargaan Aditama pada GMP Award 2023

0
General Manager Mining Support MHU Wijayono Sarosa (kanan) menerima penghargaan Aditama GMP Award 2023. (istimewa)

KORANUSANTARA – PT Multi Harapan Utama (MHU) sebagai bagian dari MMS Group Indonesia (MMSGI) kembali meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Good Mining Practice Award (GMP) 2023. Penganugerahan ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta (29/9).

MHU-MMSGI berhasil meraih penghargaan kategori Aditama pada aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batubara.

Keberhasilan MHU-MMSGI memperoleh penghargaan ini merupakan bukti nyata atas prestasi MHU-MMSGI dalam pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Batubara. Melalui dedikasi dan komitmen yang tinggi, MHU-MMSGI berhasil meraih penghargaan dengan predikat Aditama.

General Manager Mining Support MHU, Wijayono Sarosa menyatakan bahwa komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup merupakan salah satu perhatian tinggi perusahaan. “Prestasi yang kami raih melalui penghargaan ini adalah bukti nyata dari dedikasi MHU dalam mencapai standar tertinggi dalam pengelolaan lingkungan di industri pertambangan,” tegas Wijayono.

Dari sekian banyak peserta yang menjadi kandidat, MHU-MMSGI mendapatkan beberapa penghargaan. Pada gelaran tahun ini MHU meraih penghargaan Kategori Pratama untuk aspek Pengelolaan Konservasi Batubara, Kategori Utama untuk Pengelolaan Keselamatan Pertambangan, dan Kategori Utama untuk Standarisasi dan Usaha Jasa Pertambangan.

Good Mining Practice (GMP) Awards yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan salah satu agenda tahunan sebagai apresiasi atas capaian Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Mineral dan Batubara yang Baik. (kn)

Rudi Mangunsong Dorong Pemkab Berau Tuntaskan Blank Spot

0
Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong.

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk melakukan berbagai upaya dalam menuntaskan wilayah blank spot di wilayah paling utara Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, internet telah menjadi kebutuhan dasar dalam mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari ilmu, berbisnis, hingga berinteraksi sosial. Bahkan, hanya dengan menggunakan ponsel pintar, masyarakat dapat mengakses layanan pemerintah tanpa harus datang ke kantor.

“Ini merupakan bukti bahwa internet sangat dibutuhkan oleh banyak orang,” jelasnya.

Meskipun beberapa perkampungan telah memiliki akses telekomunikasi, Rudi menekankan agar pemerintah tidak boleh berpuas diri. Pemerintah harus terus mencari solusi atau alternatif lain agar seluruh kampung di Kabupaten Berau dapat mengakses internet.

Ketidaktersediaan fasilitas untuk mengakses dunia maya, katanya, dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya internet, masyarakat dapat berbisnis secara online, sementara di wilayah blank spot, mereka harus bekerja ekstra untuk mencari pelanggan.

“Dampaknya sangat dirasakan dalam sektor ekonomi. Dengan internet, semua aktivitas dapat dilakukan dengan lebih mudah. Masyarakat tidak lagi terkendala oleh jarak dan waktu dalam memasarkan produk atau hasil pertanian mereka,” jelasnya.

Rudi berharap bahwa ketika blank spot berhasil teratasi, hal ini akan memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk berkreasi dan berekspresi serta mengeksplorasi potensi di wilayah masing-masing. Hal ini karena hampir semua aspek kehidupan memerlukan akses internet yang baik.

Kehadiran internet di setiap kampung juga akan mempermudah tugas pemerintah, seperti mempromosikan pariwisata tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Secara tidak langsung, partisipasi masyarakat dan wisatawan dalam membagikan momen di lokasi wisata di media sosial juga dapat menjadi promosi gratis.

“Dampaknya sangat positif karena melibatkan partisipasi masyarakat dalam mengoptimalkan kinerja pemerintah,” tambahnya.

Meskipun masih belum optimal, dia juga mengapresiasi program Pemerintah Kabupaten Berau yang menyediakan layanan WiFi gratis untuk mengatasi blank spot di beberapa wilayah. Dia juga menyarankan agar pemerintah bekerja sama dengan penyedia layanan untuk program-program yang saling menguntungkan. (KN/ADV)

Anggota DPRD Dorong Pemutakhiran Data untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina.

TANJUNG REDEB – Sejumlah nelayan di Pesisir Selatan Berau merasa bahwa bantuan yang disalurkan oleh pemerintah belum merata. Kondisi ini juga menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina.

Elita menyadari bahwa bantuan yang diberikan pemerintah biasanya disalurkan kepada kelompok nelayan agar proses penyalurannya lebih mudah. “Mungkin ada beberapa nama yang terlewat oleh pengurus kelompok, sehingga mereka belum menerima bantuan hingga saat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, penyaluran bantuan yang tidak merata sebenarnya tidak sepenuhnya kesalahan Pemkab Berau. Sebab, bantuan tersebut sudah diusulkan kepada pemerintah dan mendapat respons positif.

“Pemerintah daerah sudah meresponsnya dengan baik dan akan melakukan tindak lanjut nantinya,” katanya.

Elita menganggap bahwa eksekutif telah mengikuti prosedur dan mekanisme yang berlaku. “Dengan proses yang telah dilakukan, seharusnya tidak akan ada kesalahan dalam penyaluran bantuan kepada nelayan, khususnya di Pesisir Selatan,” tambahnya.

Meskipun demikian, Elita akan terus mendorong agar hak-hak masyarakat, terutama dalam sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan bantuan dari pemerintah.

Namun, ia juga meminta agar masyarakat Pesisir Selatan bersabar dan berharap bahwa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait akan melakukan pemutakhiran data secepatnya. Terutama untuk nelayan yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan.

“Kami tidak hanya peduli terhadap nelayan, tetapi juga kepada sektor perkebunan, pertanian, dan budidaya. Kami akan terus mendorong pemerintah daerah agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.

“Setidaknya, masyarakat harus dapat merasakan bantuan dari pemerintah daerah. Kami juga akan terus mewakili aspirasi rakyat dengan menyampaikan usulan kita, karena itu adalah tugas kami sebagai wakil rakyat,” pungkasnya. (KN/ADV)

Kampanye Budaya Hidup Sehat dan Bersih: DLHK Kukar Aktif di World Cleanup Day 2023

0
Sesi foto bersama dalam kegiatan WCD 2023. (Istimewa)

TENGGARONG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartenegara (Kukar), memperingati Hari Bersih-bersih Sampah se-Dunia, atau yang biasa di kenal dengan World Cleanup Day (WCD) tahun 2023. Kegiatan ini dimulai dari Halaman Parkir Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Jumat (29/09/2023).

Untuk diketahui, WCD adalah suatu gerakan yang mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih serentak diseluruh dunia. Kegiatan ini umumnya dilakukan secara rutin ditiap tahun pada tanggal 16 September.

Dalam aksi WCD kali ini, turut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, stakeholder terkait, pelajar dan masyarakat. Para peserta melakukan aksi pungut sampah dari bawah Jembatan Kartanegara sampai Pelabuhan Aji Imbut Tenggarong Seberang.

Kepala DLHK Kukar, Alfian Noor, menjelaskan kegiatan ini digelar dalam rangka melakukan kampanye budaya hidup sehat dan bersih pada masyarakat. “Tentunya gerakan ini didasari oleh rasa kepedulian terhadap lingkungan yang semakin banyak sampah. Sehingga kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat, untuk melakukan gerakan serupa di lingkungan masing-masing,” ungkap Alfian Noor.

Ia menambahkan, gerakan ini merupakan bukti nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, dalam upaya meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Sehingga, ia juga turut mengucapkan apresiasi dan terimakasih terhadap seluruh lapisan masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dalam mensukseskan kegiatan ini.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengimbau agar seluruh masyarakat lebih peduli terhadap sampah rumah tangga yang dihasilkan. Dengan cara mulai memilah sampah sesuai dengan jenisnya mulai dari rumah.

“Dengan memilah sampah mulai dari rumah, akan membantu mudahkan proses pengelolaan sampah selanjutnya. Sehingga ini dapat membantu meminimalisir produksi sampah harian kita,” pungkasnya. (Adv/KN)

Digelar 4 Oktober, Hadiri dan Sukseskan Haul Akbar Tuan Habib Tunggang Parangan Kutai Lama

0

TENGGARONG – Haul Akbar penyebar Islam pertama di kawasan Kerajaan Kutai, Tuan Habib Tunggang Parangan, akan digelar pada hari Rabu, 4 Oktober 2023, mulai pukul 19.00 Wita, di Kompleks Makam Tuan Habib Tunggang Parangan di Kutai Lama/Kecamatan Anggana.

Kegiatan yang diberi nama “Haul Akbar Tuan Habib Tunggang Parangan Kutailama” mengusung tema “Maknai Jejak Sejarah Syiar Islam di Kalimantan Timur untuk Mewujudkan Generasi Islami yang Berkepribadian Aktif, Kreatif, Kompetitif, dan Agamis.” Dalam acara ini akan ada pembacaan maulid, pembacaan manaqib Tuan Habib Tunggang Parangan, tahlil, dan ceramah agama.

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Menjalin silaturahim antar muslimin se-Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur.
  2. Menyebarkan dakwah Islam dengan inti pengajian yang relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.
  3. Mengingatkan keimanan dan ketaqwaan.
  4. Memperkenalkan Desa Kutai Lama sebagai objek wisata religi di Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam salah satu versi sejarah, Tunggang Parangan yang bergelar Si Janggut Merah bersama Datuk Ribandang adalah tokoh penyebar agama Islam pertama di Kerajaan Kutai pada masa pemerintahan Raja Aji Mahkota (1525 – 1589). Setelah Sultan Aji Mahkota, pemerintahan Kerajaan Kutai oleh Sultan Aji Dilanggar yang memerintah dari tahun 1589 hingga 1605.

Dalam dakwah Tuan Tunggang Parangan bersama Sultan Aji Dilanggar atau Aji Gendung gelar Meruhum Aji Mandaraya, penyebaran Islam semakin pesat hingga rakyat Kutai memeluk agama Islam. Selanjutnya cucu Raja Mahkota yakni Aji Ki Jipati Jayaperana gelar Pangeran Sinum Panji Mendapa menyebarluaskan ajaran pengaruh Islam dan menaklukkan kerajaan Hindu Martapura.

Dalam versi sejarah yang lain, pada masa pemerintahan Raja Mahkota sebelum kedatangan Tuan Habib Tunggang Parangan, dikabarkan pernah datang ke pedalaman Kutai para saudagar Arab diantaranya adalah Sayyid Muhammad bin Abdullah bin Abu Bakar al-Marzak yang juga seorang ulama dari Minangkabau. Tujuan para ulama itu adalah untuk menyebarkan agama Islam di Kutai, namun belum berhasil membujuk Raja Mahkota untuk memeluk agama Islam.

Haul Tuan Habib Tunggang Parangan merupakan agenda tahunan yang digelar di Kutai Lama/Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Wilayah ini berdekatan dengan Kota Ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. (ADV)

Lagi, Bupati Edi Damansyah Rilis Buku Kedua: Mengayuh Waktu Membangun Kutai Kartanegara

0
Bupati Kukar Edi Damansyah saat melaunching buku barunya yang berjudul “Mengayuh Waktu Membangun Kutai Kartanegara”. (Istimewa)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, kembali merilis buku baru yang diberi judul “Mengayuh Waktu Membangun Kutai Kartanegara”. Ini menjadi buku kedua Edi Damansyah, setelah menerbitkan bukunya yang berjudul “Garis Tangan”. Launching karya keduanya ini dilakukan bertepatan dengan penutupan Expo Pesta Erau Adat Pelas Benua 2023, pada Minggu (1/10/2023) malam.

Dalam kesempatan ini, Edi menyampaikan bahwa buku ini merupakan kelanjutan kisah dari buku pertamanya. Dimana dalam buku terbarunya ini, ia menyampaikan keinginannya untuk memotivasi generasi muda Kukar melalui tulisannya. Dalam bukunya, ia menceritakan perjalanannya dalam merintis karir. Mulai dari seorang honorer biasa, hingga sukses menjadi pemimpin yang menjabat sebagai Bupati Kukar.

Tidak hanya kisah perjuangannya, Edi juga mengatakan dalam bukunya ini terdapat banyak kritikan yang pedas namun membangun dari beberapa tokoh masyarakat. Sehingga nuansa buku ini terasa penuh dengan perjuangan dan sangat cocok untuk memberikan suntikan motivasi bagi para pembacanya.

“Dalam buku ini menggambarkan pola kepemimpinan, kinerja, komitmen dan yang paling utama adalah memberikan pesan kepada generasi muda kita agar bekerja dengan ikhlas, bekerja dengan hati,” ujarnya.

Dalam proses pembuatannya, buku setebal 256 halaman ini ditulis selama kurang lebih enam bulan. Ia berharap karya tulisnya ini bisa dibaca dan memberikan motivasi bagi berbagai pihak. Utamanya bagi para ASN yang saat ini masih mengabdi di pemkab. Mengingat Edi mulai merintis karirnya dari sebagai honorer kemudian diangkat menjadi ASN sebelum akhirnya sukses menjadi orang nomor satu di Kukar.

Persiapan buku ini berlangsung selama enam bulan. Dan Edi bersyukur buku sempat rampung bertepatan dengan penutupan Erau dan HUT ke-241 Tenggarong. Didalam buku Mengayuh Waktu Membangun Kukar ini, terdapat pola kepemimpinan kinerja dan komitmen seorang Edi Damansyah dalam memimpin Kukar. “Silahkan saja untuk generasi muda, saya berharap kalian membaca buku ini,” harap Edi. (ADV/KN)

Gandeng Kodim 0906 Kukar, Kelurahan Loa Ipuh Normalisasi Anak Sungai

0
Anak Sungai Mahakam di wilayah Kelurahan Loa Ipuh. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Normalisasi anak Sungai Mahakam yang berada di wilayah Kelurahan Loa Ipuh akan segera dilakukan. Normalisasi ini untuk memastikan anak Sungai Mahakam bisa kembali seperti semestinya sehingga saat hujan air sungai tidak sampai meluap.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan mengatakan, awal Oktober ini kantor kelurahan bersama personel Kodim 0906/Kukar akan melakukan normalisasi anak Sungai sekitar Kelurahan Loa Ipuh. “Mereka (Kodim 0906/Kukar) menyampaikan awal Oktober akan bergerak,” ungkap Erri.

Terkait normalisasi anak Sungai Mahakam di Kelurahan Loa Ipuh, Erri mengatakan memang menjadi tugas dan wewenang dari Badan Wilayah Sungai (BWS). Sehingga pihaknya hanya bisa berkoordinasi dan mengajukan permohonan untuk dilakukan normalisasi.

Namun sebagai langkah awal, Kelurahan Loa Ipuh bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) secara rutin melaksanakan kegiatan pembersihan anak Sungai Mahakam. Dalam sebulan, dijadwalkan 1-2 kali kegiatan. Kegiatan ini dilakukan sejak 6 bulan lalu.

“Urusan pembersihan kita dengan pokmaswas tetap gotong royong setiap bulan. Kalau untuk normalisasinya, kewenangan Badan Wilayah Sungai (BWS) Kaltim,” tutup Erri. (ADV/KN)

 

Sejak Awal Tahun Distanak Kukar Intensifkan Program Penggemukan Sapi

0
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Aji Gozali Rahman.

TENGGARONG – Penggemukan ternak sapi menjadi salah satu program Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar), sejak awal 2023. Program ini sebagai upaya memastikan bobot ternak pembudidayaan mencapai berat ideal dan standar harga pasar.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan yang dilakukan oleh Distanak Kukar, sejak 6 bulan lalu. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Distanak Kukar, Aji Gozali Rahman, menjelaskan sejak awal 2023, Distanak telah melakukan penyuluhan secara intesif untuk meningkatkan mutu ternak.

“Distanak Kukar telah melakukan pendampingan agar penggemukan ternak maksimal,” ucap Gozali. Pembudidaya ternak yang menerima penyuluhan secara rutin tambahnya, tersebar di 6 kecamatan, yaitu Samboja, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, dan Kota Bangun.

Sebagai materi penyuluhan, Distanak umumnya memberikan pengetahuan terkait kesehatan dan reproduksi hewan. Selain itu, pemilihan pejantan yang berkualitas juga menjadi fokus penyuluhan agar ternak lokal memiliki standar mutu yang baik. Pada akhirnya, upaya penggemukan sapi untuk kebutuhan kurban akan berjalan optimal.

“Adanya pembinaan dan pendampingan dari Distanak Kukar, diharapkan kualitas sapi yang dihasilkan semakin baik,” pungkas Aji Gozali. (ADV/KN)

 

Ritual Mengulur Naga Jadi Puncak Erau di Kukar

0

TENGGARONG – Puncak perayaan Erau Adat Pelas Benua tahun 2023 di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ditandai dengan ritual prosesi Mengulur Naga, Minggu (1/10/2023).

“Prosesi mengulur naga dan belimbur ini merupakan puncak dari Erau Adat Pelas Benua yang merupakan ritual komunikasi antara alam dunia dengan alam gaib yang bersifat sakral,” ujar Akhmad Taufik Hidayat, Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, yang mewakili Bupati Kutai Kartanegara.

Belimbur adalah tradisi di mana masyarakat saling menyiramkan air sebagai bagian dari ritual penutupan Festival Erau. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Erau, sementara filosofinya adalah membersihkan diri dari sifat buruk dan unsur kejahatan. Air, sebagai sumber kehidupan, dianggap sebagai media untuk menghilangkan sifat-sifat negatif manusia.

Kegiatan adat Mengulur Naga dilaksanakan di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura dan Museum Mulawarman. Ini adalah sebuah tradisi turun-temurun di mana Sepasang Naga Laki dan Naga Bini (perempuan) yang terbuat dari kayu dan rotan dengan panjang mencapai 17 meter, bersama leher dan kepala yang tegak setinggi 1.5 meter, diarak menggunakan kapal menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana.

Perjalanan naga melibatkan Sungai Mahakam, sebuah sungai legendaris, yang menjadi rute penghantaran. Selama perjalanan, kapal berhenti beberapa kali untuk berkomunikasi dengan mahluk-mahluk sakral.

Masyarakat yang berpartisipasi dalam acara ini mengenakan pakaian khas Kutai, seperti celana batik dan baju putih, serta mengenakan Pesapu (Penutup Kepala Khas Kutai). Sebelum menuju Kutai Lama, kapal membawa sepasang naga juga melakukan ritual di Tepian Aji, Samarinda Seberang.

Akhmad juga memberikan pesan kepada seluruh masyarakat Kota Raja yang menyaksikan Pesta Erau Adat Pelas Benua tahun 2023, untuk selalu menjaga ketertiban dan etika tata krama sesuai dengan titah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (ADV)