Beranda blog Halaman 1138

Tenggarong Menyongsong MTQ ke-44 Kukar dengan Persiapan Matang

0
Sekcam Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso (Istimewa)

TENGGARONG – Kecamatan Tenggarong tengah melakukan persiapan matang menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu langkah penting dalam persiapan ini adalah penggelaran pemusatan latihan selama satu bulan secara mandiri bagi para kafilah yang akan berkompetisi di Kecamatan Kota Bangun Darat.

Selain pemusatan latihan, Kecamatan Tenggarong juga aktif berkoordinasi dengan tim pelatih dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten. Sebagai bagian dari upaya persiapan, Kontingen Tenggarong mengadakan laga eksibisi selama dua hari di Sekretariat LPTQ Kukar.

Eksibisi ini bertujuan untuk memungkinkan tim pelatih untuk mengukur sejauh mana kemajuan para anak didik mereka dan memetakan kekuatan Kafilah Tenggarong secara keseluruhan.

“Saat eksibisi sesama Kafilah Tenggarong, kami berharap untuk mengevaluasi hasil dari proses try out yang telah kami lakukan,” ungkap Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, pada Jumat (3/11/2023).

Kecamatan Tenggarong berkomitmen untuk mengirim tim yang siap bertanding dengan segala potensinya di MTQ ke-44 tingkat Kukar yang akan berlangsung di Kecamatan Kota Bangun Darat. Tim ini terdiri dari 51 orang, termasuk peserta, pelatih, dan pendamping.

“Kami akan mengikutsertakan semua cabang, termasuk kaligrafi yang tidak ikut dalam kompetisi tahun lalu,” tambah Eko.

Diketahui bahwa sebanyak 20 kecamatan se-Kukar akan bersaing dalam MTQ ke-44 tingkat Kukar. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 15 November 2023, dengan pusat pelaksanaan berada di Desa Kota Bangun III. Kesiapan sebagai tuan rumah telah dipresentasikan kepada ketua LPTQ Kukar selama Ekspose Persiapan MTQ ke-44 tingkat Kukar pada Kamis (2/11/2023) yang lalu. (ADV/KN)

Peningkatan Infrastruktur: Kecamatan Tenggarong Fokus pada Saluran Drainase

0
Sekcam Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso. (Istimewa)

TENGGARONG – Menghadapi musim penghujan, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai fokus membenahi saluran drainase di sejumlah titik kelurahan dan desa. Dengan mengembalikan fungsi drainase, memastikan agar tidak menyebabkan banjir dan pembuangan lancar.

Total ada 4 desa dan kelurahan yang disasar oleh Kecamatan Tenggarong, untuk dinormalisasi pada APBD Perubahan (APBD-P) Kukar 2023 ini. Yakni masing-masing Desa Rapak Lambur, Kelurahan Mangkurawang, Kelurahan Maluhu dan Kelurahan Bukit Biru.

“Tahun ini kita menganggarkan normalisasi parit (drainase) di APBD-P Kukar 2023,” ujar Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, Jumat (3/11/2023).

Meski tidak merinci secara jelas, Eko Budi menyebut Pemerintah Kecamatan Tenggarong mengucurkan anggaran masing-masing senilai Rp 200 juta untuk normalisasi drainase di 4 lokasi tersebut.

Diketahui, memang tidak secara khusus Pemerintah Kecamatan Tenggarong menganggarkan melalui skema APBD-P Kukar. Seperti Kelurahan Maluhu contohnya, mengkombinasikan dengan kegiatan padat karya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar. Tepatnya di RT 17 dan RT 18 Kelurahan Maluhu. (ADV/KN)

Proyek Jembatan Muara Lesan Berau Tertunda 8 Tahun, DPRD Berharap Terealisasi

0
Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman.

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman, mendukung pembangunan jembatan di Kampung Muara Lesan, Kecamatan Kelay, yang rencananya akan dianggarkan dalam APBD Murni Berau tahun 2024 mendatang.

Sakirman menyebut bahwa pembangunan jembatan tersebut memerlukan biaya sebesar Rp 12 miliar. Namun, nilai anggaran tersebut dianggap masih kurang untuk menyelesaikan seluruh jembatan.

Dikatakannya, dengan anggaran yang tersedia hanya dapat digunakan untuk membuat pondasi jembatan. Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha agar pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan dengan penambahan anggaran dari sumber lain selain APBD Berau.

“Kami ingin mencapai tahap rangka jembatan agar badan jembatan dapat terbentuk sesegera mungkin,” ujar Sakirman.

Meskipun demikian, upaya penambahan anggaran akan dibahas kembali dalam rapat dengan tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Berau. Komisi III berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan di Kampung Muara Lesan ini, mengingat rencana pembangunan tersebut telah mangkrak selama delapan tahun.

“Sudah delapan tahun terbengkalai. Dan ini juga merupakan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diselesaikan. Bangunan yang belum selesai harus segera diselesaikan atau setidaknya harus berada dalam tahap progres,” tambahnya.

Sakirman berharap bahwa pemerintah daerah juga akan menunjukkan keseriusannya dalam menyelesaikan pembangunan yang masih tertunda dengan anggaran yang telah dialokasikan. Salah satu proyek yang tengah berlangsung adalah pembangunan gedung baru Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang akan dianggarkan kembali tahun depan.

“Kami berharap pembangunan gedung Disbudpar yang terletak di Jalan Pulau Derawan dapat segera diselesaikan,” pungkasnya. (ADV/KN)

Kenaikan Gaji ASN di Berau, Madri Pani: Ini Bukan Janji, Tapi Instruksi Presiden

0
Ketua DPRD Berau, Madri Pani.

TANJUNG REDEB – Baru-baru ini, Bupati Berau berkomitmen untuk meningkatkan gaji para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 8 persen pada tahun 2024 mendatang. Menurut Ketua DPRD Berau, Madri Pani, tidak tepat menyebutnya sebagai janji. Sebab, kenaikan gaji ini sebenarnya merupakan instruksi dari Presiden, dan kepala daerah hanya melaksanakan perintah tersebut.

Presiden mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 yang mengubah Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

“Saya mengerti bahwa mungkin bupati menyebutkan hal tersebut dengan istilah yang kurang tepat. Ini bukan janji, melainkan pelaksanaan instruksi,” ungkapnya.

Madri menjelaskan bahwa apa yang diungkapkan oleh kepala daerah tidak memiliki motif politik. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa bupati lupa bahwa wewenang untuk menetapkan kenaikan gaji berada di tangan Presiden. Hal ini juga telah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Selanjutnya, DPRD akan mengesahkan perubahan ini pada 7 November mendatang.

“Jadi, ini hanya pelaksanaan dari kebijakan yang sudah diperintahkan oleh Presiden,” tambahnya.

Dengan adanya kenaikan gaji untuk ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), diharapkan tingkat kesejahteraan dapat meningkat, sementara kinerja para ASN akan meningkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ASN adalah perpanjangan tangan dari bupati dalam menjalankan program-programnya.

Madri menegaskan bahwa para ASN memiliki tanggung jawab untuk mendukung kepala daerah dalam memajukan Berau. Sementara DPRD memiliki peran pengawasan dan pengontrolan. Tujuannya adalah agar program-program bupati dapat terealisasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi yang diusung oleh bupati dan wakil bupati, yaitu dari rakyat untuk rakyat.

“Dengan kenaikan gaji ini, diharapkan para ASN dapat bekerja lebih maksimal dalam mendukung kinerja seorang bupati,” pungkasnya. (ADV/KN)

Ketua Komisi III DPRD Berau: Pemkab Harus Lebih Perhatikan Jalan di Pedesaan

0
Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memberikan perhatian terhadap akses jalan di kampung yang rusak dan berlubang. Tidak hanya perkotaan saja yang perlu diperbaiki, tetapi juga perkampungan.

Saga mengungkapkan bahwa ia akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau terkait pengaspalan jalan perkotaan yang mengalami kerusakan berulang, seperti yang terjadi di Jalan SA Maulana, Kelurahan Tanjung Redeb. Jika status jalan tersebut merupakan milik provinsi atau pusat, ia menyadari bahwa kewenangannya terbatas.

“I saat ini sedang di luar daerah, tetapi saya akan segera berkoordinasi dengan DPUPR Berau mengenai masalah ini,” ujarnya.

Peningkatan jalan yang berada di Jalan SA Maulana.

Ia merasa prihatin jika jalan tersebut berada dalam lingkup kabupaten, karena aspalnya masih dalam kondisi baik namun telah mengalami beberapa kali perbaikan. Hal ini dianggapnya hanya akan menghabiskan anggaran, sementara masih banyak jalan kampung yang memerlukan perbaikan. “Saya mengakui bahwa kami memiliki kekurangan dalam pengawasan anggaran,” katanya.

Menurut Saga, pemimpin daerah seharusnya tidak hanya fokus pada pembangunan perkotaan, tetapi juga harus memperhatikan perkampungan. Ia mengingatkan agar perbaikan jalan dilakukan pada yang memang membutuhkan peningkatan.

“Inilah yang harus diperbaiki. Sektor perwajahan Berau tidak hanya berlaku untuk Tanjung Redeb, tetapi juga berlaku untuk banyak kampung lainnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sarana dan prasarana (Sapras) di kampung juga harus dipenuhi, mengingat masih banyak akses di kampung yang membutuhkan perhatian lebih. Oleh karena itu, ia meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Berau agar tidak mengabaikan masalah ini.

“Pembangunan tidak hanya terbatas pada kota. Masyarakat di kampung juga pasti memerlukan perhatian terhadap masalah ini,” tutupnya. (ADV/KN)

Bagus Susetyo Desak Pemprov Selesaikan Pembangunan KEK di Maloy dan Kariangau

0
Anggota DPRD Kaltim, Bagus Susetyo

SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Bagus Susetyo, meminta Pemprov Kaltim untuk mengembangkan industri hilir dari sumber daya alam (SDA) yang melimpah di daerah ini. Ia menyatakan bahwa Kaltim selama ini terlena dengan pengolahan SDA yang bersifat instan dan hanya berfokus pada ekonomi ekstraktif.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra ini, komoditas seperti kelapa sawit, batubara, gas, dan minyak bumi dapat menjadi modal yang potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru di Kaltim. Ia menilai bahwa hilirisasi dari berbagai SDA akan memberikan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada sektor primer.

“Kaltim memiliki banyak sumber daya alam, tetapi sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal. Hilirisasi dari berbagai sumber daya alam akan memberikan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada sektor primer. Hal ini juga akan meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bagus, beberapa waktu lalu.

Legislator ini juga meminta Pemprov Kaltim untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang mendukung hilirisasi, seperti jalan dan pelabuhan. Ia juga mendesak penyelesaian pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Maloy dan Kariangau yang memerlukan pasokan listrik dan air.

“Kaltim memiliki anggaran APBD yang besar, bahkan mencapai Rp25 triliun. Anggaran ini harus dimanfaatkan untuk mengatasi masalah infrastruktur dan pertanian. Jangan sampai ada pembangunan yang terbengkalai atau tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bagus juga berharap adanya peningkatan peran masyarakat lokal dalam pengelolaan SDA Kaltim, terutama dalam sektor kelautan dan budaya. Ia mengkritik kegiatan yang selama ini hanya menguntungkan kelompok tertentu dan merugikan masyarakat banyak. Ia menekankan pentingnya rasa keadilan dan kepedulian dari pemerintah terhadap masyarakatnya.

“Pemerintah harus memiliki rasa keadilan dan kepedulian terhadap masyarakatnya. Jangan sampai ada yang merasa dirugikan atau diperlakukan tidak adil. Kita harus saling membantu dan saling memanfaatkan. Kita juga harus menjaga lingkungan dan budaya kita,” serunya.

Anggota DPRD Kaltim Dapil Kota Balikpapan ini menegaskan bahwa semua orang berharap Kaltim dapat menjadi provinsi yang maju dan sejahtera pada masa depan. Ia yakin bahwa Kaltim bisa mencapai kemandirian pangan jika memanfaatkan potensi SDA yang luar biasa dengan baik.

“Kaltim sebenarnya dapat mandiri dalam hal pangan. Kami memiliki potensi luar biasa, tetapi kami harus dapat memanfaatkannya dengan baik. Saya yakin jika kita bersatu dan bekerja keras, kita dapat mencapai cita-cita bersama,” ucapnya. (ADV/KN)

Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir Dukung Solusi Fuel Card untuk Distribusi BBM

0
Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan penertiban terhadap kios pengisian bahan bakar mini atau pertamini yang beroperasi di wilayahnya. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan meningkatkan kualitas pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Penertiban pertamini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Sutomo Jabir. Ia mengatakan bahwa pertamini selama ini menjadi alternatif masyarakat saat menghadapi antrean panjang di SPBU. Namun, ia juga menginginkan Samarinda sebagai ibu kota harus tertib.

“Kami mendukung langkah Pemkot Samarinda untuk menertibkan pertamini. Kami berharap Pemkot Samarinda sudah memikirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan BBM. Kehadiran pertamini sebenarnya membantu masyarakat saat terjadi antrean panjang di SPBU,” ujar Sutomo di Samarinda, beberapa hari lalu.

Sutomo juga menyoroti masalah penyalahgunaan BBM bersubsidi, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Ia menyebut ada oknum tertentu yang memanfaatkan BBM bersubsidi untuk kepentingan pribadi atau perusahaan.

“Penyaluran BBM bersubsidi, bahkan ada yang terdistribusi ke oknum tertentu perusahaan. Padahal, data penggunaan BBM itu sudah ada. SKK Migas tentu mengantongi data penggunaan BBM untuk semua daerah seperti Samarinda, Bontang, Balikpapan, dan lainnya. Data itu menjadi acuan penyaluran BBM bersubsidi. Hanya saja, penyaluran dari SPBU justru salah sasaran,” paparnya.

Untuk menertibkan distribusi BBM, Sutomo mendukung langkah Pemkot Samarinda yang telah berkoordinasi dengan Pertamina regional untuk menerapkan kartu pengisian BBM atau Fuel Card. Kartu ini nantinya akan digunakan oleh masyarakat untuk mengisi BBM di SPBU.

“Fuel Card itu bagus. Itu langkah menertibkan sebenarnya. Antrean panjang terjadi kelangkaan karena banyak yang tidak sesuai dengan tempatnya. Termasuk pengecer akhirnya ikut mengantri di SPBU. Jadi kelancaran distribusi mestinya dipertimbangkan oleh Pemkot Samarinda,” tuturnya.

Sutomo berharap penerapan Fuel Card segera direalisasikan dan sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan dan keresahan.

“Harus ada sosialisasi yang baik agar tidak ada salah paham. Fuel Card itu untuk kepentingan bersama, untuk menjamin ketersediaan dan kualitas BBM di Samarinda,” katanya. (ADV/KN)

Sarkowi V Zahry Dorong Konsep Kota Hutan IKN

0
Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry

SAMARINDA – Legislator Partai Golkar, Sarkowi V Zahry, mengimbau agar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak menyimpang dari konsep kota hutan atau forest city. Menurutnya, konsep tersebut sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan manfaat IKN bagi generasi mendatang.

Sarkowi, yang juga merupakan akademisi di bidang kehutanan, mengatakan bahwa konsep kota hutan sudah dirancang dengan sangat lengkap sejak awal. Ia berharap pembangunan IKN tidak hanya terfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan daerah penyangga.

“Konsep forest city harus diintegrasikan dengan baik agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat nusantara dalam jangka waktu yang panjang. Kita harus melihat proyek IKN sebagai sesuatu yang harus memberikan manfaat bagi generasi-generasi mendatang,” ujar Sarkowi, awal pekan lalu.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim ini juga menjelaskan bahwa pembangunan IKN akan memberikan dampak positif bagi wilayah sekitarnya, termasuk 10 kota dan kabupaten di Kaltim. Ia mengapresiasi peran pemerintah dalam memastikan bahwa IKN memberikan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.

“Badan Otorita IKN harus bisa mengimplementasikan pembangunan IKN dengan baik. IKN diharapkan bisa menjadi contoh pembangunan yang menggabungkan infrastruktur modern, pelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,” harap Sarkowi.

Selain itu, Sarkowi juga mendorong masyarakat Kaltim, terutama generasi muda, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan kerja yang akan semakin ketat dengan adanya pemindahan IKN. Ia menilai bahwa IKN akan membuka banyak peluang kerja dan usaha bagi warga lokal.

“Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dan maksimal. IKN akan membawa banyak peluang, baik dalam hal pekerjaan maupun peluang usaha atau bisnis. Warga lokal harus mampu menguasai semua peluang tersebut,” pesan Sarkowi. (ADV/RP)

Berau Terima Dana Pendidikan Rp 219 Miliar, Feri: Realisasinya Harus Diawasi Ketat

0
Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong

TANJUNG REDEB – Sebanyak 20 persen dari APBD Berau disiapkan untuk memajukan sektor pendidikan di Bumi Batiwakkal. Sayangnya, menurut Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong, realisasinya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Feri menyatakan bahwa anggaran pendidikan, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK), perlu mendapatkan pengawasan yang serius. Menurutnya, anggaran pendidikan di Berau masih berada di bawah angka 20 persen. Hal ini menyebabkan banyak infrastruktur dasar yang tidak teratasi dengan baik.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan yang ketat terhadap realisasi DAK. Feri mengakui bahwa jumlah DAK untuk bidang pendidikan tahun ini cukup besar.

“Melihat realisasi anggaran pendidikan yang belum optimal, pengawasan terhadap DAK menjadi sangat penting. Ini untuk mencegah masalah lebih lanjut di sektor pendidikan,” ujarnya.

Pada tahun 2024, Kabupaten Berau mendapatkan alokasi DAK sekitar Rp 219 miliar, yang terdiri dari DAK fisik dan DAK non fisik.

“Oleh karena itu, pengawasannya harus dilakukan secara maksimal, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya. (ADV/KN)

Kunjungan ke Kutai Barat, Presiden Jokowi Dianugerahi Gelar Adat

0
Presiden Joko Widodo menyapa warga Kutai Barat yang memenuhi Alun-Alun Itho, Sendawar, Jumat, 3 November 2023.

KORANUSANTARA – Tuntas dengan agenda groundbreaking di Ibu Kota Nusantara (IKN), Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Sendawar, Kutai Barat (Kubar), Jumat, 3 November 2023. Warga Kubar begitu antusias menyambut kedatangan Kepala Negara.

Kehadiran Presiden Jokowi di Sendawar dalam rangka membuka Festival Dahau yang berlangsung di Alun-Alun Itho. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT Ke-24 Kabupaten Kubar.

“Saya senang, betul-betul senang dan gembira serta bangga. Karena bisa hadir di Bumi Tanaa Purai Ngeriman di Festival Dahau yang selalu dinanti-nantikan masyarakat Kutai Barat,” ucap Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara yang besar dengan keberagaman dan kemajemukan. Bahkan, Indonesia memiliki 714 suku. Sudah menjadi kewajiban masyarakat Indonesia, khususnya warga Kubar untuk melestarikan, memajukan kebudayaan daerah, dan menggerakkan industri kreatif.

“Melalui festival-festival budaya di daerah seperti ini, kita bisa saling belajar tentang kekayaan dan tradisi nilai-nilai budaya bangsa. Toleransi, kerukunan, dan keharmonisan yang sudah terjalin erat, diwariskan para pendahulu agar dijaga dengan baik,” pesan Presiden Jokowi.

Orang nomor satu Indonesia itu juga memuji semangat Bhinneka Tunggal Ika yang ditunjukkan warga Kubar lewat Festival Dahau. Dihuni beragam suku, seperti Dayak Bahau, Tunjung, Kenyah, dan Benuaq serta Melayu, masyarakatnya bisa tetap hidup rukun dan damai.

“Saya yakin masyarakat Kubar rukun-rukun, benar? Selalu menjaga kekompakan dan kerukunan, betul?” tanya Jokowi. “Memiliki tradisi yang berbeda-beda, tetapi tetap hidup rukun dan berdampingan penuh kegembiraan,” lanjut Jokowi.

Presiden Jokowi menerima penganugerahan gelar adat Dayak Tunjung dan Benuaq. Pemberian gelar adat ini dilakukan Kepala Adat Besar Kubar Manar Dimansyah. Gelar yang diberikan yakni “Ajiq Tatau Narakng Bulau Penimakng Sookng Mantiq, Penerajuuq Bawe Ayaakng” yang memiliki arti yang berhak dan berwenang membentuk dan menetapkan putra-putri terbaik bangsa untuk melaksanakan tugas yang bertujuan perdamaian dan kesejahteraan. Penganugerahan gelar ini sebagai sambutan dan kebanggaan masyarakat Kubar yang telah kedatangan pemimpin Indonesia.

Setelah menerima gelar adat Dayak Tunjung Benuaq Jokowi pun memberikan sambutannya dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kubar yang telah memercayakan gelar adat tersebut. (*)