Beranda blog Halaman 1018

Percepatan Penyaluran DBH SDA: Elita Herlina Dorong Dampak Positif di Berau

0

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina menyebut, Kabupaten Berau bakal mendapat Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam (SDA) dari Provinsi Kaltim. Lantaran Berau memiliki wilayah dengan sektor perkebunan sawit yang cukup luas.

Karenanya dirinya pun meminta percepatan penyaluran pendanaan tersebut bisa juga dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Berau.

Diharapkan, pembanguan dana bagi hasil tak hanya dari sektor kehutanan, namun juga dari sektor yang prospek seperti perkebunan sawit. Sehingga, diharapkan Berau juga dapat. Bukan hanya menjadi aktivitas lokasi saja selama ini. “Karena aktivitasnya kan di daerah kita, masa kita kebagian yang tidak enaknya saja,” tegasnya.

Dirinya berharap, hasil tersebut nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga, masyarakat juga merasakan dampak adanya perkebunan sawit dengan timbal balik dapatnya DBH SDA. “Kemudian harapan kita dari DBH ini kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, Kaltim akan mendapat dana triliunan rupiah dari DBH SDA. Tahun ini, pos penerimaan baru yang dialokasikan pemerintah pusat untuk pemerintah daerah penghasil sawit dan mineral batu bara (minerba) mencapai Rp 400 hingga Rp 700 miliar. Itu baru pencairan tahap 1.

Agar anggaran yang diterima segera dibagi peruntukannya, Gubernur Kaltim Isran Noor meminta pemerintah kabupaten/kota untuk mempersiapkan payung hukumnya. (ADV/KN)

DPRD Desak Pemkab Tuntaskan Jalan Ring Road Gunung Panjang

0

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Wendy Lie Jaya mendesak pemerintah untuk menuntaskan pembangunan Jalan Ring Road, Kelurahan Gunung Panjang yang kini mangkrak.

Dia membeberkan, Pengerjaan pembangunan Jalan Ring Road dilakukan sejak masa jabatan Bupati Makmur HAPK. Tetapi hingga kini, proyek tersebut belum tersambung dengan jalan utama. “Sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Padahal anggaran yang dikucurkan cukup besar,” ungkapnya.

Politikus NasDem ini menilai, anggaran besar tersebut sangat disayangkan jika terhenti, apalagi jika jalan tersebut selesai dikerjakan bisa memecah kepadatan arus lalu lintas di kota. “Jangan sampai karena adanya kepentingan dari pihak lain, proyek pembangunan jalan ini terlupakan,” tegasnya.

Dirinya berharap, pembangunan jalan tersebut bisa diteruskan, mengingat anggaran yang dikucurkan cukup besar. Ditambah pembebasan lahan yang belum tuntas, tentunya akan menambah masalah nantinya. “Ini juga harus menjadi fokus utama kita. Dikhawatirkan jika penduduk makin padat, sementara lahannya bermasalah karena proyek yang mangkrak,” pungkasnya. (ADV/KN)

Tujuh Pejabat JPT Pratama Bontang Selesaikan PKN Tingkat II, Sekda Beri Ucapan Selamat

Sebanyak 60 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2023 telah dinyatakan lulus dan resmi dilepas oleh Kepala LAN RI, Prof. Dr. Adi Suryanto, M.Si, pada hari Kamis (5/10) di Ruang Auditorium Puslatbang KDOD LAN.

Dalam sambutannya, Adi menekankan bahwa tugas seorang pemimpin tidaklah mudah dalam melakukan transformasi atau perubahan. Peran seorang pemimpin bukan hanya sekadar menyelesaikan program-program kerja, tetapi juga harus menjadi inspirator perubahan.
“Seorang pemimpin haruslah mampu meninggalkan legacy yang baik di mana pun ia ditempatkan. Sebagai pemimpin, kita harus bisa memberikan dampak positif. Jangan sampai ketika kita pergi dari tempat tersebut atau dipindahtugaskan, keberadaan kita terlupakan, dan jika diingat, itu bukan karena prestasi hebat kita, melainkan karena hal-hal negatif,” tegas Adi.

“Kepemimpinan yang sejati adalah ketika kita mampu merangkul dan mengubah pendapat orang lain sehingga mendukung apa yang kita lakukan,” tambahnya.

Adi juga menyampaikan bahwa dengan adanya UU ASN yang diperbaharui dan disahkan pada tanggal 3 Oktober 2023, terdapat beberapa perubahan dan pergeseran. Termasuk perubahan hak menjadi kewajiban terkait pengembangan kompetensi bagi seorang ASN.

Menurut Adi, sejak Indonesia merdeka, belum pernah ada Undang-Undang yang memberikan perhatian pada pengembangan kompetensi ASN. Namun, dengan hadirnya UU ASN No.5 Tahun 2014 waktu itu, diberikan perhatian kepada ASN untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Pelepasan peserta PKN dihadiri Kepala Puslatbang KDOD LAN RI Samarinda, Dr. Muhammad Aswad, dan Sekretaris Daerah Kota Bontang, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Akmal Malik, menghadiri secara virtual Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2023.

Pj Gubernur Akmal Malik memberikan selamat dan apresiasi kepada peserta PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2023 yang telah menyelesaikan pelatihan selama kurang lebih 4 bulan terakhir, dimulai pada 25 Mei 2023.
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan ini. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, dan saya bangga melihat semangat, dedikasi, dan komitmen yang ditunjukkan selama proses pelatihan ini. Pelatihan Kepemimpinan Nasional adalah wadah penting dalam mengembangkan potensi kepemimpinan para kader terbaik bangsa. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan telah memperoleh wawasan, pengetahuan, dan keterampilan yang sangat berharga dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang tangguh dan berkualitas,” bebernya.

Sementara Aji Erlynawati, MT, Sekretaris Daerah Kota Bontang, memberikan ucapan selamat kepada 7 Pejabat JPT Pratama yang berasal dari Pemerintah Kota Bontang, yang telah menyelesaikan pelatihan ini dengan baik. Mereka adalah:

1. H. Much. Cholis Edy Prabowo, ST, M.Si, (Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan)
2. Drs. Usman, M.Pd, (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota)
3. H. Ahmad Yani Y, S.Sos, M.Si, (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja)
4. Heru Triatmojo, SP, M.Si, (Kepala Dinas Lingkungan Hidup)
5. Rafidah, SE, M.Si, (Kepala Badan Pendapatan Daerah)
6. H. Budiman, S.Sos, M.A.P, (Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil)
7. Eddy Forestwanto, SSTP, M.Si, (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan Dan Pertanian). (ADV)

Tutup Orientasi PPPK Kota Bontang, Sekda: Bersyukur dengan Meningkatkan Kinerja dan Menjadi ASN Berakhlak yang Profesional

BONTANG – Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang, angkatan 68, 69, 70, dan 71, secara resmi ditutup Sekretaris Daerah Kota Bontang, Hj. Aji Erlynawati, MT, pada hari Kamis, 05 Oktober 2023.

Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 02 Oktober 2023 dan diikuti 160 orang PPPK, terdiri dari PPPK Guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Hadir dalam acara ini juga Rina Kusharyanti, S.STP, MM, yang mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltim, selaku Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Sudi Priyanto, disebutkan bahwa seluruh peserta telah mengikuti rangkaian kegiatan orientasi dengan baik, dimulai dari pembelajaran online mandiri pada tanggal 02 hingga 16 September 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka di BPSDM Provinsi Kalimantan Timur. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan aktif peserta dalam berinteraksi, berdiskusi, dan memberikan usulan-usulan untuk perbaikan sistem kerja di lingkungan perangkat daerah dan Pemerintah Kota Bontang,” ucap Sudi.

Hal ini menjadi perhatian dan apresiasi kami karena PPPK, sebagai bagian dari ASN, memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekda Kota Bontang Aji Erlynawati, MT memberikan pesan kepada rekan-rekan PPPK untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diperoleh. “Semua pencapaian hingga menjadi PPPK adalah atas kehendak Allah SWT, didukung oleh doa dan usaha dari masing-masing individu. Rasa syukur ini dapat ditingkatkan dengan pengembangan kompetensi pribadi, sehingga setiap ASN memiliki kemampuan yang handal dalam melaksanakan tugas dan fungsi,” beber Sekda.

Untuk menciptakan ASN yang Berakhlak, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, diperlukan berbagai pendekatan massif dan berkelanjutan. “Dengan kinerja ASN yang berakhlak ini, kami yakin dapat mencapai berbagai tujuan, seperti peningkatan kualitas pelayanan publik, berkurangnya aduan ketidakpuasan masyarakat, tercapainya manfaat dari program dan kegiatan yang dilaksanakan, tercapainya visi dan misi Kota Bontang secara berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan aparatur, serta semakin kokohnya jiwa nasionalisme, cinta tanah air, dan bangsa, serta rasa solidaritas yang terus menguat sebagai akar budaya bangsa,” bebernya.

Di era globalisasi ini, kualitas kompetensi pegawai ASN yang beragam membutuhkan program pengembangan kompetensi pegawai secara reguler. Khususnya untuk PPPK, perlu dilakukan pengenalan dan penyediaan informasi mengenai nilai-nilai Aparatur Sipil Negara sejak awal melalui orientasi yang wajib diikuti oleh semua PPPK.
Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai tugas dan fungsi serta informasi Aparatur Sipil Negara kepada PPPK.

Orientasi ini penting karena latar belakang PPPK yang beragam, termasuk yang bukan berasal dari Nonaparatur Sipil Negara, memerlukan pemahaman tentang nilai dan fungsi aparatur sipil negara sebelum terjun ke lingkungan birokrasi pemerintahan.
Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, terdapat dua kurikulum yang memberikan pengenalan nilai dan etika pada instansi oleh pemerintah daerah, serta pengenalan tugas dan fungsi ASN melalui aplikasi MOOC LAN RI.

Orientasi ini hanya dilaksanakan satu kali selama berstatus PPPK dan peserta wajib lulus dengan kualifikasi “baik” dengan nilai minimal 70,01 untuk pertimbangan perpanjangan kontrak kerja. Oleh karena itu, ditekankan pentingnya peningkatan kompetensi, keterampilan, dan sikap sesuai dengan core value Ber-Akhlak. Dengan memfokuskan pada ketiga aspek tersebut, diharapkan dapat mendukung visi Bontang yang Hebat dan Beradab serta menciptakan sinergi yang baik dengan ASN dan Non-ASN di tempat kerja masing-masing.

“Pada kesempatan ini, kami memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan orientasi PPPK sebagai wadah untuk memahami dan meningkatkan nilai-nilai dasar ASN yang Ber-Akhlak, sekaligus sebagai momen yang baik untuk menyatukan hati, tekad, dan kebersamaan menuju Bontang yang Lebih Hebat dan Beradab. Kami juga mengapresiasi kerjasama pengembangan kompetensi yang terjalin antara BKPSDM Kota Bontang dengan BPSDM Provinsi Kalimantan Timur. Semoga kualitas SDM ASN di Kota Bontang terus meningkat,” pungkasnya. (ADV)

Sakirman Dukung Pembangunan Drainase di Berau untuk Atasi Banjir

0

TANJUNG REDEB – Pembangunan dan peningkatan drainase di beberapa titik perkotaan di Kabupaten Berau masih berproses tahun ini. Yang mana utamanya untuk mengatasi genangan air hingga banjir yang masih terjadi di wilayah perkotaan Tanjung Redeb.

Hal itu disambut baik oleh Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman. Hanya saja dirinya menyarankan, selain fungsi drainase untuk irigasi tentunya keindahan kota pun harus dijaga. Sakirman juga mendorong pembangunan drainase dapat dituntaskan pun tidak ada yang mangkrak.

“Jaringan drainase yang masih diproses ada dua, ada yang langsung pada badan jalan dan langsung pada trotoar, semoga segera dituntaskan,” ucapnya.

Namun, yang perlu diperhatikan yaitu titik-titik banjir yang ada di daerah perkotaan. Diakuinya, pemasangan drainase pada jalur irigasi yang rawan banjir sebagian telah terpasang. “Semoga beberapa titik banjir yang ada di Kabupaten Berau dapat teratasi,” harapnya.

Menurutnya, jangan sampai hanya sebatas pemasangan U-gutter (beton saluran) saja tapi tidak dituntaskan secara menyeluruh di bagian atasnya.

“Jangan hanya sebagian saja yang dikeramik dan sebagiannya tidak, jika seperti itu maka keindahan kotanya tidak didapat,” tuturnya.

Terkait pemasangan drainase yang berada di sekitar GOR Pemuda yang terlihat merusak jalan. Dirinya menjelaskan pengerjaannya masih berjalan dan belum selesai. Semoga ketika telah selesai bisa diperbaiki jalan yang telah rusak akibat pemasangan drainase tersebut.

“Jangan hanya irigasinya yang ditingkatkan, pesangan keramik, penanaman pohon, dan lampu penerangan bisa dipasang. Mengingat jalan tersebut termasuk pintu masuk dan wajah bagi Kabupaten Berau,” tandasnya. (ADV/KN)

Optimalkan Penerapan Bahasa Banua, Elita: Tantangan bagi OPD Terkait

0

TANJUNG REDEB – Bahasa Banua dipilih sebagai salah satu muatan lokal (Mulok) di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Berau. Namun, hingga saat ini pengaplikasiannya belum juga dilakukan. Hal itu disorot Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina.

Ia menuturkan, kendala saat ini karena belum ada sumber daya manusia (SDM) atau guru yang mengajar Bahasa Banua tersebut. Padahal itu menjadi salah satu penerapan Peraturan Daerah (Perda) Berau Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pelestarian Bahasa Banua dan Kebudayaan Berau.

“Kendalanya terkait guru penerjemah ke bahasa daerah yang masih susah dicari,” ucapnya.

Dirinya mengunkapkan, Bahasa Banua atau Berau dipilih karena menjadi identitas Bumi Batiwakkal. Memang diakuinya ada tiga suku asli Berau yakni, Banua, Bajau dan Dayak. Jika dibandingkan, Bahasa Dayak dan Bajau sudah ada di daerah lain di Kaltim. Hanya Bahasa Banua saja yang belum dimiliki daerah lain.

“Sulit untuk menemukan guru yang mampu menguasai Bahasa Banua. Paling tidak kita bisa awali penerapannya pada muatan lokal atau ekstrakurikuler Bahasa Banua,” sebutnya.

Karenanya, dirinya menekankan, kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam hal ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Berau untuk segera membuatkan turunan dari Perda Berau Nomor 7 Tahun 2018, agar penerapan Bahasa Banua bisa dioptimalkan.

“Setiap ada pertemuan dengan OPD terkait, kami akan terus mendorong. Karena Perbup ini kan kisi-kisinya dari mereka,” pungkasnya. (ADV/KN)

Kesejahteraan Petani Prioritas, Peri Kombong Tekankan Implementasi Perda Perkebunan

0

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong berharap Peraturan Daerah (Perda) pembangunan perkebunan berkelanjutan memberi dampak baik terjadap kesejahteraan pekebun dan petani.

Dia mengatakan, untuk memastikan keberlanjutan pembangunan perkebunan, diperlukan Perda yang mengatur persoalan tersebut. Terlebih sektor perkebunan berpotensi memberi kontribusi besar terhadap roda perekonomian Bumi Batiwakkal.

“Maka dari itu, Perda pembangunan perkebunan berkelanjutan ini harus benar-benar diimplementasikan dan dilaksanakan sesuai program,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, jika Perda itu diimpelementasikan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan meningkatkan kesejahteraan pekebun dan petani yang ada.

Lebih lanjut, Peri menjelaskan bahwa perda ini juga diharapkan mencakup berbagai aspek pembangunan perkebunan yang berkelanjutan. Seperti penggunaan sumber daya alam secara bijaksana, pemenuhan syarat keamanan dan keselamatan bagi petani, serta perlindungan lingkungan dalam proses produksi perkebunan.

“Tak kalah penting, Perda ini diharapkan memberikan jaminan kelestarian lingkungan hidup serta menghindari imbas pengalihan fungsi lahan,” bebernya.

Politikus Gerindra ini menegaskan, Perda tersebut akan dilakukan pengawasan dan evaluasi. Tujuannya untuk memastikan bahwa Perda itu disahkan agar bermanfaat kepada pekebun serta petani.

Dengan adanya upaya dari DPRD Berau dalam menyusun perda pembangunan perkebunan berkelanjutan, diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat setempat.

“Keberhasilan perda ini nantinya dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas perkebunan. Sehingga sektor perkebunan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Berau,” tandasnya. (ADV/KN)

Peningkatan UMKM: Madri Pani Tekankan Pentingnya Dukungan Pemerintah

0

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani terus mendorong segala kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas UMKM di Bumi Batiwakkal.

Dia mengatakan, peran aktif pemerintah daerah sangat berpengaruh dalam memajukan UMKM. “Intinya apabila ada dukungan disertai promosi dan publikasi yang baik, UMKM kita pasti akan maju,” katanya.

Menurutnya, semakin banyak publikasi yang dilakukan, maka suatu produk UMKM Berau dapat diketahui masyarakat luas. “Sehingganya masyarakat luar Berau akan tertarik untuk membeli,” ujarnya.

Dirinya mengaku sangat mendukung setiap kegiatan yang memicu peningkatan UMKM. Sebab, kata Madri, hal tersebut juga akan memengaruhi roda perekonomian Kabupaten Berau.

Lanjut Politikus Nasional Demokrat (NasDem) ini, mengenai anggaran dinilainya sudah cukup besar. Sehingga dirinya mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menggelar kegiatan yang berdampak positif kepada UMKM.

“Kalau membawa manfaat ke UMKM yang ada di Berau, maka juga memberi dampak baik terhadap roda perekonomian kita,” terangnya.

Madri Pani berharap, UMKM mendapat perhatian dari OPD terkait. Jangan sampai, kata dia, peningkatan atau pengembangan UMKM bersifat seremonial belaka.

“Kalau OPD masih mengeluh anggaran yang diberikan kurang, yang menjadi pertanyaan kenapa selalu ada SiLPA? saya rasa mengenai anggaran peningkatan UMKM sudah cukup,” tandasnya. (ADV/KN)

Mundur dari Mentan, SYL Fokus pada Kasus Hukum yang Menjeratnya

0

KORANUSANTARA – Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah kembali ke Indonesia, Kamis, 5 Oktober 2023. Setibanya di Tanah Air, dirinya memberikan surat pengunduran diri dari jabatan Menteri Pertanian. Surat itu diserahkan melalui Menteri Sekretariat Negara Pratikno untuk diteruskan kepada Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, SYL berpamitan di Kementerian Pertanian hingga berkunjung ke Nasdem Tower.

Di Nasdem Tower, SYL buka suara terkait proses hukum yang dialaminya. Dalam konferensi persnya, SYL menjelaskan mengenai pengusutan dugaan pemerasan yang diduga dilakukan salah satu pimpinan KPK terhadap dirinya. Sementara soal kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan), SYL tak banyak memberi tanggapan.

Mantan gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengungkapkan, pihaknya mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan terkait dugaan pemerasan salah satu pimpinan KPK. Dalam pemberian keterangan itu, dia menceritakan seputar pengetahuannya mengenai dugaan pemerasan tersebut. ”Apa yang dibutuhkan saya sampaikan ke penyidik,” ujarnya.

SYL tidak banyak menyampaikan tentang kasus dugaan pemerasan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa kasus itu merupakan pengaduan masyarakat (dumas) tertanggal 12 Agustus 2023. SYL mengaku diperiksa selama tiga jam oleh penyidik Polda Metro Jaya. “Prosesnya berlangsung cukup panjang, saya capek banget,” tuturnya.

Setelah SYL, Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh yang kemudian menyampaikan keterangan pers. Surya menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang dijalani SYL saat ini. Dia juga meminta publik untuk memberikan ruang azas praduga tidak bersalah (presumption of innocent) terhadap proses hukum tersebut.

Selain itu, Surya juga menyebut pihaknya telah memberikan izin kepada SYL untuk menghadap Presiden Joko Widodo dan menyampaikan surat pengunduran diri sebagai mentan. Hal tersebut untuk menghormati proses penyidikan yang sedang bergulir di KPK. ”Nasdem tetap pada komitmennya, ada permasalahan jangan lari, hadapi permasalahan,” terangnya.

Seusai pertemuan, SYL yang mengenakan batik warna coklat menemui media. “Saya sore ini datang meminta waktu Bapak Presiden dan diberi kesempatan melalui Mensetneg untuk menyampaikan usul dan pengunduran diri saya sebagai menteri,” katanya. Usulan pengunduran diri ini karena ada proses hukum yang harus dihadapi dengan serius. Namun, dia minta tidak ada penghakiman dirinya tanpa sebelum melalui proses hukum.

SYL menyebutkan jika dia baru saja dari Roma, Italia. Dia tidak langsung muncul ke publik dengan alasan butuh waktu. Dia menyebutkan belum ada panggilan terhadap dirinya. Kehebohan di Indonesia, diketahuinya dari media sosial. (*)

 

Kaesang Bertemu Puan, PSI Berpotensi Beralih Dukungan

0

KORANUSANTARA – Kaesang Pangarep akhirnya merealisasikan keinginannya untuk bersilaturahmi dengan PDI Perjuangan yang  diwakili Ketua DPP Puan Maharani. PDIP sekaligus menjadi partai pertama yang ditemui usai dia ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pertemuan Kaesang dan Puan digelar dengan konsep semi-informal. Pertemuan digelar di sebuah kafe di Kawasan Menteng Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2023. Kurang lebih, hampir dua jam keduanya berbincang ditemani jajaran pengurus partai.

Selepas pertemuan, Kaesang menganggap Puan dan PDIP bukan orang lain. Melainkan sudah seperti keluarga. “Bapak saya, kakak ipar, kakak saya juga semuanya kan di PDIP,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kaesang juga mengaku telah menyampaikan permintaan maaf kepada PDIP. Diakuinya, dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi situasi yang kurang nyaman antara kader PSI dan PDIP.

Bahkan, ada kader PSI yang mencela ataupun merendahkan PDIP. “Saya dari PSI meminta maaf kepada Mba Puan secara langsung dan teman-teman PDIP,” imbuhnya. Dia berharap, politik bisa dilaksanakan secara gembira.

Disinggung soal kans bergabung dengan PDIP mengusung Ganjar Pranowo di pilpres, Kaesang menjawab diplomatis. Dia menyebut, pertemuan itu baru titik awal sehingga perlu komunikasi lebih lanjut.

Namun, Kaesang meyakini, Puan dan PDIP akan menerima dengan apapun pilihan PSI nantinya. “Kalau mau dukung pasti kami sambut dengan tangan terbuka, tapi kalau enggak ya kita harus saling ini, enggak boleh kaya tadi saya bilang tidak boleh mencela,” jelasnya.

Sementara itu, Puan mengapresi jiwa besar kaesang yang mau meminta maaf. Baginya, itu etika politik yang baik, santun dan saling menghargai. Soal dukungan Pilpres, Puan mengaku tidak menggoda Kaesang untuk memenangkan Ganjar. Dia yakin, Kaesang punya pemahaman sendiri. “Gak saling menggoda, kita saling memahami. Ga perlu digoda Mas kaesang sudah tahu harus melalukan apa yang terbaik,” terangnya.(*)