Beranda blog Halaman 971

DPRD dan Pemkab Setujui Raperda APBD 2024 jadi Perda

0

TANJUNG REDEB – DPRD Berau menggelar rapat paripurna penyampaian pandangan akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD tahun 2024.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Berau, Madri Pani didampingi Wakil Ketua I, Syarifatul Syadiah dan Wakil Ketua II, Ahmad Rifai, serta jajaran Anggota DPRD Berau dan dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih, forkopimda serta OPD di lingkup Pemkab Berau.

Dalam paripurna tersebut, tujuh fraksi DPRD Berau menyetujui Raperda APBD 2024 ditetapkan menjadi Perda setelah menyampaikan pendapat akhir di ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Selasa (7/11/2023).

Surat Keputusan nomor 23/2023 tentang persetujuan penetapan Raperda APBD menjadi Perda dibacakan Sekretaris DPRD Berau, Abdurrahman sebesar Rp 4 Triliun lebih.

Penyampaian pendapat akhir sendiri dimulai dari fraksi Nasdem yang dibacakan Darlena, fraksi Golkar dibacakan Sri Kumalasari, fraksi PPP dibacakan Suharno, fraksi PKS oleh Rahman, fraksi Demokrat dibacakan Falentinus Keo, fraksi PDIP oleh Rudi Mangunsong terakhir fraksi AIR oleh Fery Kombong.

Meski tujuh fraksi menyatakan setuju, tapi ada beberapa catatan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sebagai acuan oleh setiap fraksi.

Penggunaan dan penyerapan anggaran yang maksimal menjadi catatan mayoritas dari semua fraksi. Kemudian yang selalu ditekankan DPRD adalah inovasi dan kreativitas pemerintah daerah dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, DPRD Berau juga meminta agar pemerintah daerah segera melakukan sosialisasi tentang Perda APBD 2024. Dimana ini juga harus segera dilaksanakan setelah adanya penetapan, karena khusus untuk anggaran pelaksananya dari SKPD.

“Kita berharap dengan telah ditetapkannya Perda APBD 2024 ini, maka pelayanan publik juga bisa ditingkatkan, demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau,” tegas Ketua DPRD Berau, Madri Pani menutup Paripurna. (adv/kn)

Sayangkan Sejumlah OPD Tak Hadir dalam Paripurna Pandangan Akhir Fraksi

0

TANJUNG REDEB – Sejumlah kepala atau pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hadir dalam rapat paripurna penyampaian pandangan akhir fraksi DPRD Berau, Selasa (7/11/2023).

Ketua Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong menilai, seharusnya para kepala OPD sadar akan pentingnya kehadiran dirinya dalam rapat paripurna tersebut.

“Khususnya OPD teknis, yang notabenenya sebagai eksekutor anggaran,” katanya.

Padahal, lanjut Peri, setiap OPD memiliki kebutuhan anggaran yang berbeda, sehingga harus hadir dalam rapat paripurna pengesahan Raperda APBD 2024 menjadi Perda tersebut.

“Setelah menghadiri, selanjutnya bisa menentukan kebijakan prioritas program penggunaan anggaran,” tuturnya.

Kendati demikian, Peri yang mewakilkan Fraksi Amanat Indonesia Raya (AIR) itu menilai pembahasan anggaran sangat penting, sebab bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

“Catatan yang kami berikan harus dilaksanakan pemerintah daerah yang ujung tombaknya adalah OPD,” tandasnya. (adv/kn)

Jika Hydrant di Kawasan Padat Terealisasi, Minta Masyarakat Ikut Merawat

0

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina menyoroti musibah kebakaran yang dalam seminggu terakhir ini telah terjadi tiga kali.

Ia mengungkapkan, kawasan padat penduduk banyak di wilayah perkotaan Tanjung Redeb. Sehingga sangat butuh hydrant untuk antisipasi kebakaran meluas.

“Hydrant penting dalam suatu lingkungan. Tapi jangan hanya memasangnta saja, tapi juga perawatannya di masa akan datang. Sehingga perlu memberikan pelatihan terhadap warga. Kan bisa menjadi bantuan yang berguna untuk petugas pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Elita berharap pembangunan sinergi dari beberapa pihak dapat terwujud, sehingga sistem kebakaran lingkungan, proteksi kebakaran di wilayah semakin bagus untuk mengcover wilayah sekitar.

”Diharapkan jika hydrant di kawasan padat penduduk terealisasi, warga setempat turut merawat, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan bisa digunakan,” katanya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, agar sebelum meninggalkan rumah, bisa melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah, baik itu listrik, maupun kompor. Agar musibah kebakaran bisa dimininalisir serendah mungkin.

“Kebanyakan kebakaran yang terjadi karena kelalaiannya masyarakat juga. Ini yang perlu menjadi perhatian kita semua agar lebih teliti lagi,” tandasnya. (adv/kn)

Pemkab Kukar Beri Dana Hibah Renovasi Masjid Senilai Rp 1 Miliar di Muara Badak

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), terus lakukan berbagi perbaikan saran rumah ibadah di Kukar. Kini giliran Masjid Nurul Iman di Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak. Menerima dana hibah dari Pemkab Kukar untuk melakukan renovasi.

Tidak tanggung-tanggung, bantuan senilai Rp 1 miliar dialirkan Pemkab kukar dan diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Pemberian bantuan ini merupakan realisasi dari program Kukar Berkah, yang meliputi pembangunan sarana prasarana, kelengkapan alat ibadah, hingga rehabilitasi rumah ibadah.

“Semoga dengan bantuan dana tersebut dapat memperlancar proses pembangunan Masjid Nurul Iman,” kata Rendi.

Saat ini proses hibah anggaran untuk renovasi ini masih dalam tahan administrasi. Rendi mengatakan pencairan kemungkinan anggaran untuk renovasi tersebut bisa rampung pada akhir bulan ini.

Sementara itu, tanggapan positif pun disampaikan oleh Mansyur, salah seorang warga Desa Muara Badak Ilir. Sehingga proses pembangunan masjid di desanya bisa segera terealisasi.

“Alhamdulillah, ini sangat bermanfaat untuk pembangunan masjid kami. Terima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Wakil atas perhatiannya kepada masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya. (adv/kn)

Gelaran Konsinyering Badan Milik Daerah Besutan Dinas PU Kukar Dapat Apresiasi Dari Sekkab

TENGGARONG – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, apresiasi inisiatif Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Dalam menggelar konsinyering terkait pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), yang digelar selama tiga hari, di Hotel Aston Samarinda.

Kegiatan yang digelar sejak sejak tanggal 7-10 November 2023 ini. Dinilai Sunggono sebagai langkah baik yang diambil Dinas PU Kukar. Khususnya dalam hal pengelolaan pemerintahan daerah yang baik, salah satunya dengan melakukan pengelolaan BMD.

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pertama yang melakukan konsinyering. Sunggono berharap kegiatan ini dapat memastikan pengelolaan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bisa berjalan dengan baik.

“Dinas PU Kukar menjadi OPD pertama yang secara khusus membicarakan dan ingin melakukan perbaikan pengelolaan aset yang dikelola mereka,” terang Sunggono, Rabu (8/11/2023).

Nantinya ini menjadi muara pelaporan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), yang berhubungan langsung dengan neraca keuangan dan neraca BMD. Juga penatausahaan BMD, inventaris BMD, standar harga satuan dan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD).

Sunggono pun menyebut, tidak ada kendala dalam pelaksanaan ini secara sistem. Namun hanya pada perjalanan pengelolaan BMD, ada saja hal-hal berupa perencanaan, pencatatan, pengadaan dan hal lainnya yang tertinggal, tertunda dan terlupa administrasinya. Namun secara keseluruhan ia menilai pengelolaan yang dilakukan Dinas PU Kukar sudah baik sekali.

“Hasil dari konsinyering ini bisa dipastikan tindaklanjutnya bisa kita selesaikan bersama-sama. Tidak hanya Dinas PU saja, pasti ada hubungannya dengan OPD lain,” pungkasnya. (adv/kn)

Respons Positif Aksi Perubahan RSUD Abdul Rivai

0

TANJUNG REDEB – Adanya aksi perubahan dengan Dokumen Digital Kepegawaian (Mentalwan) yang dikelola RSUD Abdul Rivai mendapat respons positif dari Anggota Komisi I DPRD Berau, Ratna Kalalembang.

Ia menuturkan, langkah perubahan yang ditempuh pihak RSUD Abdul Rivai sangat baik, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Apalagi di era digital seperti saat ini, tentu berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat yang harus ditunjang dengan peralatan serta teknologi teranyar. Salah stau contohnya, saat ini RSUD Abdul Rivai sudah memiliki alat cuci darah. Ini sebuah kemajuan,” ungkapnya.

Aplikasi Mentalwan disebutkan Ratna, juga dapat menjadi sarana untuk melakukan pendataan jadwal absen serta meningkatkan kedisiplinan pegawai rumah sakit itu sendiri. Selain itu juga akan tercipta transparansi informasi kepegawaian di RSUD Abdul Rivai.

“Karena sebelumnya saya juga sering mendapatkan keluhan-keluhan terkait pegawai rumah sakit yang terlambat datang untuk melakukan pelayanan masyarakat,” tandasnya. (adv/kn)

Apresiasi Rangkaian Hari Jadi Berau dan Kota Tanjung Redeb

0

TANJUNG REDEB – Rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb yang dikemas Pemkab Berau diapresiasi Fraksi Demokrat DPRD Berau.
Hal itu disampaikan Falentinus Keo Meo dalam penyampaian Pandangan Akhir di Rapat Paripurna, Selasa (7/11/2023).

Falentinus mengungkapkan, kegiatan yang diadakan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momen bangkitnya UMKM.

“Setelah diterpa pandemi, kegiatan hiburan dimunculkan lagi dengan konsep yang lebih baik dan menarik serta melibatkan banyak UMKM di dalamnya. Ini sangat positif dan baik dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dirinya berharap pada tahun-tahun berikutnya kegiatan tersebut dapat dilaksanakan kembali sebagai penyegaran bagi masyarakat Berau serta UMKM.

“Hiburan rakyat harus bisa terus diupayakan dengan mengevaluasi apa saja kekurangan untuk diperbaiki pada kegiatan berikutnya,” pungkasnya. (adv/kn)

Begini Tanggapan Madri, Soal Hasil Survey Penggabungan Berau ke Kaltara

0

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani menyoroti pernyataan Gubernur Kalimantan Utara, hasil terkait survei yang menyatakan 70 persen warga Kabupaten Berau sepakat bergabung ke Kaltara.

“Pernyataan hasil survei itu, warga Berau yang mana disurvei? angka 70 persen tidak sedikit,” ungkapnya.

Madri menilai, seharusnya pernyataan hasil survei tersebut tidak dilemparkan ke masyarakat. Terlebih data yang ada dianggap belum rill sebagai representatif masyarakat Bumi Batiwakkal.

“Jangan ada klaim secara sepihak terkait persetujuan Berau untuk bergabung ke Kaltara. Hal ini bukan main-main, karena menyangkut kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.

Dikatakannya, seharusnya dalam survei yang dilakukan melibatkan stakeholder, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan hingga dua kesultanan yang ada di kabupaten paling utara Kaltim ini.

“Seharusnya Berau yang harus melakukan survei. Untuk melakukannya pun harus secara akademis, sehingga dapat dipertanggungjawabkan jika terjadi sesuatu di kemudian hari,” imbuhnya.

Jika survei tersebut benar, bahwa masyarakat menyetujui penggabungan Berau ke Kaltara, maka ada hal yang harus jadi pertimbangan, yakni ibu kota harus Kabupaten Berau.

“Kalau memang masyarakat setuju untuk bergabung, silakan saja. Karena keputusan ada di masyarakat. Tetapi, pendapat saya, Berau harus menjadi ibu kota. Karena dari sisi anggaran saja bisa kita lihat mana yang lebih besar,” bebernya.

Selain itu, rencana pemindahan IKN yang akan membawa banyak dampak positif kepada Kabupaten Berau, juga disinggung Madri. Menurutnya, suatu kesalahan besar jika memutuskan bergabung dengan Kaltara. Maka hal itu perlu menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting.

“Gubernur Kaltim, Isran Noor mengucurkan anggaran ke Berau, dari yang awalnya hanya Rp 300 miliar, saat ini berada di posisi ke dua sebagai kabupaten penerima anggaran yang cukup besar di Kaltim, yaitu Rp 500 miliar lebih,” ujarnya.

“Hal itu dilakukan Gubernur kita untuk mendukung Berau sebagai penyangga IKN, diantaranya juga membenahi infrastruktur seperti jalan dan lain-lain untuk menunjang sektor pariwisata yang akan diandalkan untuk menopang IKN,” sambungnya.

Madri menilai, upaya yang dilakukan Gubernur Kaltim merupakan kontribusi nyata oleh Pemprov dalam membangun Kabupaten Berau, sehingga hal itu juga perlu menjadi pertimbangan bagi masyarakat Berau untuk menyetujui ataupun tidak penggabungan Bumi Batiwakkal dan Bumi Benuanta tersebut.

“Masa kita yang sudah dipersiapkan untuk menyangga IKN mau melepaskan diri begitu saja? Maka pesan saya, hati-hati dalam mengambil keputusan. Lakukan pengkajian dengan sungguh-sungguh dan melibatkan seluruh masyarakat Berau. Kalau saat ini mereka mengklaim survei 70 persen warga Berau setuju, coba kita buat juga survei pembanding yang benar-benar melibatkan masyarakat Berau seutuhnya,” tutupnya. (adv/kn)

Agar Tingkat Keamanan Terjamin, DPRD Serahkan Arsip Berharga ke Dispusip Berau

0

TANJUNG REDEB – Sekretaris DPRD Berau, Abdurrahman pada Senin (6/11/2023) lalu menyerahkan beberapa arsip berharga milik DPRD Berau kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau.

Dia menerangkan, penyerahan arsip tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan arsip yang sangat penting serta mengandung nilai sejarah.

“Ini upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Misal, seperti kejadian kebakaran gedung penyimpanan arsip DPRD Berau beberapa waktu lalu. Jangan sampai arsip ini hilang,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, dokumen merupakan suatu rangkaian sejarah dalam melaksanakan seluruh kegiatan di DPRD. Untuk itu, dokumen tersebut sudah dipersiapkan dan dipisahkan, mulai dari awal hingga akhir.

“Karena tupoksi DPRD sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan, maka arsip ini sangat penting. Dari arsip yang ada bisa diketahui apa-apa saja kegiatan, kebijakan, aturan bahkan Perda yang sudah dibahas dan disahkan bersama Pemkab Berau,” ujarnya.

Abdurrahman berharap, dengan adanya aplikasi baru yang diluncurkan oleh Dispusip Berau ini, maka akan memudah untuk memisahkan arsip aktif, non aktif dan arsip yang mengandung nilai sejarah.

“Diserahkannya arsip ini juga selain sebagai bank data arsip, juga bisa diamankan dan dilestarikan karena ini mengandung nilai sejarah. Selain itu, tingkat keamanannya terjamin, karena setiap saat ada petugas yang merawat arsip ini,” tutupnya. (adv/set)

Safuad Dorong Pemerintah Siapkan Langkah Konkret Hadapi El Nino

0

SAMARINDA – Dampak El Nino yang mengancam dunia termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kaltim, Safuad. Menurutnya El Nino, bisa berdampak pada beberapa sektor khususnya pertanian.

Berdasar prediksi sejumlah lembaga klimatologi dunia, El Nino akan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini, sejak November hingga Februari tahun 2024. Meskipun Indonesia akan berkurang dampaknya bila memasuki musim hujan.

Mengingat hal tersebut, Safuad mendesak pemerintah untuk menyiapkan program alternatif yang dapat mengatasi masalah kekeringan yang dapat berimplikasi pada sektor pertanian. Musabab, bila tak diantisipasi maka penurunan produksi padi di Kaltim akan terjadi.

Politisi PDI P mengatakan, koordinasi yang dan sinergei antara pemerintah daerah, provinsi, serta pusat, sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan.

“Sudah ada program yang telah dibuat oleh Kementerian Pertanian, seperti antisipasi dini, adaptasi, mitigasi, dan kolaborasi. Ini patut diapresiasi. Namun, program tersebut belum cukup untuk mengatasi masalah yang dihadapi,” jelasnya kepada media ini.

Semisal petani di Daerah Pemilihan (Dapil) -nya Kutim, yang mengalami penurunan produksi padi hingga lima puluh persen akibat kekeringan. Dirinya menyarankan agar pemerintah menyediakan sarana prasarana yang dapat memastikan ketersediaan air untuk sawah-sawah di Kutim.

“Petani di Kutim sangat membutuhkan perangkat seperti pipa atau selang yang dapat menyalurkan air dari sumber-sumber air yang ada ke sawah mereka. Ini adalah peran pemerintah dalam membantu petani mengatasi keterbatasan mereka,” ujar Legislator Dapil Bontang, Kutim, Berau ini.

Anggota DPRD yang telah dua periode duduk di kursi “Karang Paci” tersebut mengusulkan agar pemerintah membangun jaringan irigasi di beberapa wilayah yang menjadi sentral pertanian di Kutim, seperti Kaubun, Kaliorang, Long Mesangat, dan Kongbeng.

Ia mencontohkan, pemerintah dapat membuat sumur, bendungan, atau mata air, kemudian menghubungkannya dengan pipa ke sawah.

“Ini adalah solusi alternatif yang dapat membantu petani menghadapi El Nino. Saya yakin, dengan koordinasi yang baik dan anggaran yang maksimal, dampak El Nino dapat diminimalisir,” tuturnya.

Lebih lanjut Safuad juga mengingatkan agar pemerintah memanfaatkan dana desa untuk membantu pembangunan jaringan irigasi tersebut. (Adv/DPRD Kaltim/KN)