Progres pengerjaan kawasan yudikatif di IKN. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)
NUSANTARA — Pembangunan Kawasan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berpacu dengan waktu. Setelah delapan bulan pengerjaan, progres sejumlah proyek utama baru berada di kisaran 12 persen, sementara Otorita IKN menargetkan capaian kawasan melonjak hingga 40 persen pada Desember 2026.
Kawasan tersebut nantinya menjadi pusat berbagai institusi yudisial, meliputi Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan, dan Masjid Kawasan.
Pejabat Pembuat Komitmen E.4 Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur OIKN, Sony Alisa, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan untuk mengejar target fisik hingga akhir tahun.
“Target tahun ini mudah-mudahan kita bisa mencapai 40 persen. Struktur, topping off, nanti tinggal penyelesaian arsitektural, dan landscape, interior, ya itu kita kebut lah,” ucapnya.
Menurut Sony, percepatan pekerjaan dilakukan dengan menyesuaikan tahapan konstruksi agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai tanpa menggeser jadwal penyelesaian proyek.
“Pekerjaan di kawasan yudikatif mengikuti jadwal kontrak ya. Target penyelesaian 2027,” jelasnya.
Salah satu proyek utama di kawasan tersebut adalah pembangunan Gedung Mahkamah Agung.
Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp1,4 triliun itu telah memasuki delapan bulan masa pengerjaan dengan progres fisik mencapai 12,5 persen.
“Untuk Gedung Mahkamah Agung, progres fisik saat ini 12,5 persen, setelah delapan bulan pengerjaan,” terangnya.
Gedung MA dirancang memiliki luas sekitar 56.000 meter persegi dengan tujuh lantai. Bangunan tersebut akan dilengkapi ruang sidang utama berkapasitas hingga 473 orang dan dapat menampung sekitar 2.000 pegawai.
Sementara itu, paket pembangunan Gedung MK, KY, dan Masjid Kawasan memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,65 triliun. Progres paket tersebut tercatat 12,41 persen setelah delapan bulan pengerjaan.
Gedung MK dirancang memiliki luas sekitar 44.000 meter persegi dengan delapan lantai. Ruang sidang pleno di dalamnya memiliki kapasitas sekitar 400 orang.
Adapun Gedung KY memiliki luas sekitar 12.900 meter persegi dengan empat lantai serta ruang sidang berkapasitas sekitar 60 orang.
Kawasan Yudikatif IKN dibangun di atas lahan seluas sekitar 15,15 hektare. Salah satu konsep yang diterapkan adalah pemisahan akses bagi hakim, pegawai, dan tamu.
Menurut Sony, desain tersebut bukan sekadar persoalan teknis, tetapi berkaitan dengan aspek keamanan dan independensi lembaga peradilan.
Dengan konsep tersebut, pergerakan hakim, pegawai, maupun masyarakat yang memiliki kepentingan di kawasan yudikatif dapat diatur melalui jalur yang berbeda.
Diketahui, seperti kawasan lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kawasan Yudikatif juga mengadopsi sistem Multi Utility Tunnel (MUT).
Melalui sistem tersebut, berbagai jaringan utilitas seperti listrik, telekomunikasi, dan perpipaan air bersih ditempatkan melalui jalur bawah tanah.
Konsep ini menjadi bagian dari desain infrastruktur IKN untuk menata jaringan utilitas kawasan secara terintegrasi sekaligus mengurangi keberadaan jaringan utilitas yang terlihat di permukaan.
Untuk pengerjaannya, pembangunan Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Masjid Kawasan dikerjakan oleh ADHI-Deta Decon KSO.
Sementara pembangunan Mahkamah Agung dan Plaza Keadilan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero). (ADV)
JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan kenaikan harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode kedua Agustus 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan global terhadap logam mulia.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan naiknya HPE dan HR emas dipengaruhi penurunan suku bunga acuan global yang menyebabkan potensi keuntungan dari instrumen seperti deposito menjadi kurang optimal.
“Hal ini mendorong investor untuk memindahkan likuiditasnya ke komoditas emas untuk melindungi nilai aset. Kondisi peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global,” kata Tommy dalam keterangan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut dia, dengan pasokan emas yang cukup terbatas, situasi itu memicu kenaikan harga emas di pasar internasional.
Selain itu, melemahnya nilai tukar mata uang utama global serta menurunnya tingkat imbal hasil obligasi di pasar internasional turut menjadi faktor yang mendorong peningkatan HPE dan HR emas periode kedua Agustus 2026.
HPE emas ditetapkan sebesar 131.777,67 dolar AS per kilogram atau naik 0,65 persen dari periode pertama Agustus 2026 yang sebesar 130.921,50 dolar AS per kilogram. Kemudian, HR emas juga naik menjadi 4.098,75 dolar AS per troy ounce (t oz) dari 4.072,12 dolar AS per t oz.
Ketentuan HPE dan HR emas ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1716 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 15-31 Agustus 2026.
Tommy juga menyampaikan, nilai emas tercatat naik 0,65 persen selama periode pengumpulan data. HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).
Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. (ANT/KN)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterengan kepada awak media ditemui usai Final Mini Soccer Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8/2026). ANTARA/Harianto
JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyiapkan strategi berlapis untuk memastikan distribusi logistik melalui jalur darat, laut, dan udara lancar agar bantuan pangan cepat menjangkau wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rizal mengatakan distribusi bantuan diprioritaskan menggunakan sepeda motor menuju lokasi yang masih dapat dilalui ketika kendaraan roda empat tidak mampu menjangkau daerah akibat kerusakan akses jalan pascagempa.
“Strategi kami, karena memang di sana banyak jalan longsor, jadi kami lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama kendaraan sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat enggak bisa masuk, kami gunakan sepeda motor,” kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Apabila jalur darat tidak memungkinkan dilalui, Bulog akan memanfaatkan dukungan transportasi udara maupun laut melalui koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penyaluran bantuan.
“Kalau sepeda motor enggak masuk, kami akan koordinasi dengan BNPB yang memiliki armada angkutan udara maupun angkutan laut. Nah, tadi malam kami sudah koordinasi dengan Kepala BNPB (Letjen TNI Suharyanto),” ujar dia.
Bulog telah menempatkan cadangan beras masing-masing 10 ton di bandara dan pelabuhan sebagai langkah antisipasi agar distribusi dapat dilakukan segera ketika kebutuhan mendesak muncul sewaktu-waktu.
Rizal menegaskan penempatan logistik di simpul transportasi dilakukan guna mempercepat proses pengiriman karena bantuan tidak lagi harus menunggu pengambilan dari gudang penyimpanan ketika kondisi darurat.
Ia mengaku strategi tersebut dilakukan karena pengalaman Bulog saat menangani berbagai bencana sebelumnya seperti di wilayah banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, sehingga pola distribusi logistik kini semakin fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan yang terus berubah setiap waktu.
“Ini pengalaman, kami kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu lebih fleksibel kalau berasnya ditempatkan di bandara dan di pelabuhan sehingga begitu ada pergerakan, informasi cepat bisa didorong, tidak menunggu lagi harus mengambil di gudang,” ujar dia.
“Jadi sekarang Pimpinan Wilayah Bulog di NTT sudah mendorong berasnya setiap hari 10 ton standby di bandara dan di pelabuhan khususnya yang ada di Kupang,” katanya menambahkan.
Koordinasi dengan BNPB dilakukan secara intensif agar armada udara maupun laut dapat segera dimanfaatkan ketika akses darat menuju lokasi pengungsian mengalami hambatan akibat kerusakan infrastruktur.
Bulog memastikan kesiapan logistik di titik strategis akan mempercepat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran penyelenggaraan dapur umum selama masa tanggap darurat.
Seluruh langkah tersebut diarahkan agar bantuan dapat menjangkau daerah terpencil sekalipun sehingga masyarakat terdampak memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus menunggu proses distribusi yang panjang, ujar Rizal.
Bulog menegaskan kesiapan sistem distribusi menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa bersama pemerintah serta seluruh unsur penanggulangan bencana di NTT. (ANT/KN)
Masyarakat mengabadikan momen pertunjukan atraksi drone yang menampilkan ilustrasi bercerita perjalanan Indonesia dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mewarnai langit Bundaran HI, Jakarta, pada Senin (17/8/2026). ANTARA/Sri Dewi Larasati
JAKARTA – Drone show yang menampilkan ilustrasi berserta cerita perjalanan tentang Indonesia mewarnai langit di kawasan Bundaran HI, Jakarta dalam rangkaian acara Malam Merdeka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Senin (17/8) malam.
Atraksi drone yang dimulai sekitar pukul 22.35 WIB itu dibuka dengan pesan bertuliskan “Pray For NTT”. Di tengah perayaan kemerdekaan, masyarakat diajak mengirimkan doa dan dukungan bagi saudara-saudara di NTT, Sumatera Utara, serta wilayah lain yang tengah berduka.
Pertunjukan drone dilanjutkan dengan menampilkan ilustrasi yang bercerita mengenai perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
Keberagaman digambarkan sebagai kekayaan yang menjadi bagian dari jati diri bangsa. Dari semangat persatuan tersebut tumbuh keberanian dan tekad yang tidak pernah padam. Para pahlawan rela berjuang dan berkorban demi satu tujuan, yakni mewujudkan Indonesia yang merdeka.
Kemudian, drone show menampilkan ilustrasi Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta yang menandai sebagai tonggak lahirnya negara kesatuan Republik Indonesia.
Pertunjukan drone berlanjut dengan menceritakan perjalanan Indonesia yang kini telah berusia 81 tahun, di mana perjalanan itu terus berlanjut menuju cita-cita bersama “Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur” hingga dari kekayaan itu lahir kreativitas, tradisi terjaga, ide berkembang, dan karya.
Di tangan generasi penerus, harapan itu terus tumbuh dengan ilmu pengetahuan, karakter, kreativitas, serta dukungan mereka akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Momen cerita perjalanan tentang Indonesia yang digambarkan dari drone show yang menghiasi langit Bundaran HI itu turut diabadikan oleh masyarakat yang turut menyaksikan.
“Penampilan drone-nya bagus, meriah, tadi tampil ada Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan jadi buat edukasi juga buat anak-anak yang melihat di sini,” ujar Abdul Aziz, salah satu warga asal Depok yang ditemui di Bundaran HI.
Hal senada turut disampaikan Rahmanati yang mengaku senang menyaksikan acara yang dihadirkan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu.
“Ya tentunya senang ada acara seperti ini jadi hiburan juga, lihat tadi ada karnavalan juga terus itu drone tadi bagus cerita kemerdekaan,” imbuh dia.
Adapun rangkaian acara Malam Merdeka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu turut menghadirkan karnaval kendaraan hias hasil kreasi kementerian dan lembaga yang menampilkan dekorasi, kebudayaan, kreativitas, serta berbagai program pemerintah. (ANT/KN)
Proses distribusi bantuan logistik di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma untuk masyarakat terdampak Gempa Nusa Tenggara Timur melalui jalur udara via Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (17/8/2026) (ANTARA/HO/BNPB)
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur udara dan laut.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (17/8/2026)
“Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Penguatan distribusi kemudian dilakukan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) Halim Perdanakusuma yang telah menggelar operasi pengiriman bantuan sejak Sabtu (15/8).
Dalam operasi tersebut, BNPB bersama pemerintah, TNI dan mitra kemanusiaan mengerahkan pesawat angkut berat TNI AU untuk mengirim bantuan ke sejumlah wilayah terdampak di NTT.
Pada Senin, tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan 40.567 kilogram logistik.
Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma dan membawa 13.504 kilogram bantuan.
Muatan tersebut terdiri atas 3.019 kilogram paket sembako atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat 10.485 kilogram dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris).
Penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma-Maumere-Halim Perdanakusuma. Pesawat membawa 13.563 kilogram bantuan yang sebagian besar berupa 13.500 kilogram paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres.
BNPB turut mengirimkan 200 potong kaos seberat 48 kilogram, sedangkan Kementerian Pertahanan mengirimkan 15 kilogram obat-obatan dalam enam koli untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Sementara penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma dengan muatan 13.500 kilogram logistik.
Bantuan tersebut terdiri atas 13.100 kilogram paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kilogram kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat.
BNPB mencatat selama 15-17 Agustus 2026 telah dilakukan tujuh sortie penerbangan dengan total 101.494 kilogram logistik yang dikirim ke NTT.
Operasi tersebut didukung dua pesawat A-400M Atlas, empat pesawat C-130 Hercules, serta armada kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk distribusi melalui jalur laut.
Distribusi laut dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, antara lain Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende dan Pelabuhan Reo di Manggarai. (ANT/KN)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menghadiri Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menutup sebanyak 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar keselamatan pangan, selama ia bertugas memimpin lembaga penyelenggara program MBG.
“Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya maka dengan berat hati harus saya tutup permanen,” kata Sudaryono di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Langkah tegas tersebut diambil oleh BGN guna mengevaluasi adanya kasus keracunan makanan di Berastagi serta menjaga kualitas pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa pengawasan uji organoleptik berupa tes bau dan rasa saja belum cukup untuk mendeteksi kontaminasi bahan kimia berbahaya pada makanan.
Oleh karena itu, BGN berencana menyediakan fasilitas test kit kimiawi di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi racun seperti arsenik dan pembusukan makanan.
Metode penggunaan test kit tersebut diadopsi dari keberhasilan SPPG yang dikelola oleh Bhayangkari Polri karena terbukti mencatatkan nol kasus keracunan.
Selain penutupan operasional dapur, tindakan tegas juga akan diberlakukan kepada jajaran personel BGN yang tidak mampu menjalankan standar kerja yang ditetapkan.
“Dan bagi personil-personil yang tidak bisa mengikuti standar tinggi yang saya punya, mohon maaf harus saya copot atau saya pecat status ASN PPPK-nya,” tegasnya.
Sudaryono menekankan bahwa penindakan ini bertujuan untuk melindungi kemitraan SPPG lain yang sudah menjalankan tugasnya secara prima selama ini.
Sementara itu, mengenai keberlanjutan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi SPPG, pihak BGN menyatakan masih melakukan evaluasi lebih lanjut. (ANT/KN)
Halaman Gedung Sate Bandung yang kini bernama Pasanggrahan Pancarasa, dilihat dari arah Gedung Utama Gedung Sate Bandung, Senin (17/8/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi menamai halaman Gedung Sate yang baru selesai dipugar dan disatukan dengan Lapangan Gasibu, jadi Pasanggrahan Pancarasa, yang difungsikan juga sebagai ruang terbuka hijau.
Dedi merinci bahwa nama Pancarasa memiliki makna filosofis lima indra manusia yang harus difungsikan secara ikhlas, yakni mata melihat, telinga mendengar, hidung menghirup, lidah berucap, dan hati yang ikhlas.
“Pasanggrahan itu tempat berkumpul. Pancarasa artinya kita punya lima rasa: punya mata harus melihat, punya telinga mendengar, hidung menghisap, lidah berucap, dan punya hati harus ikhlas. Ini resmi dibuka untuk masyarakat per hari ini,” ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, Senin (17/8/2026)
Kendati fasilitas publik tersebut dibuka bebas untuk warga, KDM menegaskan bahwa pembenahan daerah tidak hanya bergantung pada mentalitas pejabat birokrasi, tetapi juga memerlukan kesadaran disiplin dari masyarakat itu sendiri.
Karenanya, dia juga menyerukan pembenahan mentalitas masyarakat dalam menjaga lingkungan, di manapun di seluruh Jabar.
Dedi membeberkan temuan mencengangkan timnya yang baru saja mengeruk endapan tumpukan sampah berusia puluhan tahun yang menyumbat saluran air di pusat Kota Bandung.
“Yang harus diperbaiki itu bukan hanya mentalitas pejabat, rakyat juga harus diperbaiki. Di Bandung ini ada satu saluran air di depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang sampahnya 32 tahun baru diangkat. Bertumpuk karena saluran airnya digunakan pedagang dan sampahnya tidak diperhatikan. Ini problem yang harus kita merdekakan,” tutur Dedi menambahkan.
Diketahui, penataan Gedung Sate Bandung dilaksanakan mulai pertengahan April 2026 dan selesai di pertengahan Agustus 2026 ini, dengan membuat halaman Gedung Sate bersatu dengan Lapangan Gasibu di depannya.
Proyek yang menelan biaya hingga Rp15 miliar ini, membuat Jalan Diponegoro menjadi satu dengan Gedung Sate dan Gasibu, sementara Pemprov juga membuat jalan baru yang mengelilingi Lapangan Gasibu dan tak sedikit pohon yang terdampak karenanya.
Sementara itu di area halaman Gedung Sate, proyek revitalisasi itu berdampak pada Prasasti Sapta Taruna yang menjadi simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) digeser dari posisi awalnya tepat di tengah halaman depan Gedung Sate, ke bagian belakang Gedung Sate dekat parkiran di sekitar pintu masuk Museum Gedung Sate. (ANT/KN)
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman saat memberikan keterangan kepada awak media usai membuka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (5/8/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menilai kericuhan saat peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh dilakukan oleh segelintir pihak dan tidak mencerminkan sikap masyarakat Aceh secara keseluruhan.
“Kalau menurut saya itu hanya oknum-oknum saja. Rakyat Aceh itu NKRI,” kata Dudung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dudung mengatakan terdapat pihak tertentu yang memanfaatkan momentum peringatan Hari Damai Aceh sehingga memicu situasi yang tidak kondusif.
“Dan itu memanfaatkan situasi, memang tanggal 15 Agustus itu kan hari perdamaian ya, cuma ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan. Itu hanya segelintir saja,” katanya.
Ia memastikan kondisi keamanan di Aceh saat ini telah kembali kondusif setelah kericuhan yang terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
“Kondusif sudah,” katanya.
Dudung mengatakan situasi tersebut tidak berlangsung lama dan Bendera Merah Putih kembali berkibar setelah kericuhan.
“Kan tidak lama terus kemudian Merah Putih berkibar lagi,” katanya.
Sebelumnya, kericuhan terjadi dalam rangkaian zikir dan doa bersama memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah massa mengibarkan Bendera Bulan Bintang yang identik dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Kericuhan kemudian terjadi ketika aparat keamanan melakukan penertiban terhadap aksi tersebut.
Polda Aceh menyatakan telah memulai penyelidikan terhadap kericuhan tersebut, tetapi belum menjelaskan secara rinci peristiwa maupun dugaan tindak pidana yang menjadi objek penyelidikan.
Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) juga telah sepakat berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk meminta kepastian hukum mengenai Bendera Bulan Bintang. (ANT/KN)
Dua gajah hibah Gembira Loka dalam perjalanan menuju Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tabang. (tangkapan layar)
Senin (17/8) pagi ini saya membaca tulisan Dahlan Iskan. Isinya mengejutkan. Dahlan menulis, sebanyak 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk sudah beralih ke Haji Isam melalui perusahaannya, PT Jhonlin. Nilainya disebut sekitar Rp300 triliun.
Tentu saya tertarik. Semua orang tahu H Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bukan pengusaha kecil. Bisnisnya besar. Batu bara, perkebunan, biodiesel, transportasi dan berbagai usaha lainnya.
Tetapi yang disebut dibeli juga bukan perusahaan kecil. Ini Bayan!
Kemarin saya menulis soal isu ini. Informasi yang saya peroleh ketika itu berbeda. Pembicaraan antara pihak Haji Isam dengan lingkungan Bayan memang ada. Angka sekitar 62 persen juga sempat menjadi pembicaraan.
Tetapi belum ada informasi yang meyakinkan saya bahwa saham mayoritas Bayan benar-benar dilepas.
Hari ini saya kembali mencari informasi. Muhammad Abduh Kuddu, Redaktur Pelaksana (Redpel) kami, akhirnya berhasil menghubungi Syahbudin Noor, General Affairs PT Bayan Resources Tbk. Ia termasuk orang yang cukup mengetahui aktivitas perusahaan, terutama di Kaltim.
Saya minta Abduh menggali lebih jauh soal pertemuan Haji Isam dengan Datuk Low Tuck Kwong. Foto pertemuan itu juga dimuat dalam tulisan Dahlan.
Syahbudin membenarkan pertemuan tersebut memang ada. Keinginan membeli saham Bayan, menurut dia, juga bukan cerita baru.
Bukan hanya Haji Isam yang tertarik. Ada sejumlah pengusaha lain, termasuk yang kemampuan finansialnya lebih besar, yang juga tertarik terhadap Bayan.
Wajar. Siapa yang tidak tertarik?
Bayan memiliki cadangan batu bara yang masih panjang. Menurut Syahbudin, bisa sekitar 30 tahun lagi. Infrastruktur pertambangannya juga sudah dibangun luar biasa besar.
Tabang bukan lagi sekadar kawasan tambang. Ada jalan yang membentang sangat panjang. Ada fasilitas logistik. Ada bandara. Ada fasilitas untuk masyarakat. Termasuk banyak masjid dan gereja. Pembangunan di kawasan itu memang luar biasa.
Pertemuan Datuk Low Tuck Kwong dengan Haji Isam yang disebut membahas rencana pembangunan kereta api menuju Tabang. (Istimewa)
Namun, ada cerita berbeda dari Syahbudin mengenai pertemuan Datuk Low dan Haji Isam.
Menurut dia, pertemuan itu bukan membicarakan pelepasan saham Bayan. Yang dibicarakan justru rencana pembangunan kereta api.
Rencananya dari kawasan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), menuju Tabang. Nantinya konektivitas itu akan diteruskan ke arah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Haji Isam disebut memiliki konsesi yang lokasinya berdekatan dengan rencana jalur tersebut. Karena itu ia ingin bergabung dalam pembangunan infrastrukturnya.
Nah. Kalau keterangan Syahbudin ini benar, lantas dari mana cerita 62 persen itu?
Syahbudin menduga sudah banyak “gorengan” broker. Maklum, Bayan memang banyak yang mengincar.
Saya bisa pahami itu. Bayan terlalu seksi.
Produksinya puluhan juta ton setahun. Cadangannya masih panjang. Infrastruktur sudah tersedia. Perusahaan ini juga menghasilkan laba sangat besar.
Kalau pemiliknya memberi sedikit saja sinyal membuka pintu, saya kira yang antre bukan satu-dua orang. Bukan hanya Haji Isam.
Abduh kemudian menghubungi Lim Chai Hock, Direktur PT Bayan Resources Tbk. Lim bukan orang baru di Bayan. Ia juga salah satu pemegang saham perusahaan.
Jawabannya singkat. Ia hanya menegaskan, kalau nantinya memang ada pelepasan saham, termasuk berapa nilainya, tentu akan disampaikan kepada publik.
Tidak ada konfirmasi bahwa 62 persen saham sudah beralih ke Haji Isam.
Tetapi ia juga tidak mengatakan bahwa saham Bayan tidak mungkin dijual. Ya, kita tunggu saja. Toh Bayan perusahaan terbuka.
Ada hal lain yang justru membuat saya berpikir soal angka Rp300 triliun yang ditulis Dahlan. Mungkinkah semut membeli gajah?
Jangan salah paham. Saya sama sekali tidak mengatakan Haji Isam pengusaha kecil. Kerajaan bisnis Jhonlin besar. Sangat besar.
Tetapi Bayan juga bukan perusahaan sembarangan. Kalau 62 persen sahamnya bernilai sekitar Rp300 triliun, tentu pertanyaan berikutnya, uangnya dari mana?
Tunai? Pinjaman? Konsorsium? Dibayar bertahap? Atau ada skema lainnya?
Saya tidak tahu. Dahlan pun menulis belum bisa menjelaskan bagaimana skenario transaksinya.
Tentu bukan mustahil perusahaan yang lebih kecil membeli perusahaan jauh lebih besar. Dalam bisnis banyak caranya. Bisa pinjaman, konsorsium atau skema lainnya.
Jadi semut bisa saja membeli gajah. Asal ada yang membantu mengangkat gajahnya.
Soal Bayan menjual aset, sebenarnya memang ada.
Ini yang juga saya tulis sebelumnya. Bayan memiliki PT Perkasa Inakakerta (PIK) di Kutai Timur (Kutim). Data publik terakhir masih mencatat Bayan menguasai 100 persen perusahaan tersebut.
PIK memegang konsesi batu bara seluas 19.050 hektare. Luasnya sekitar 190 kilometer persegi. Masa izinnya tercatat hingga Maret 2037.
Lokasinya berada di Kutim dengan tiga blok utama, yakni Sepaso, Beruang dan Narut. Batu bara yang dihasilkan berjenis *sub-bituminous* dengan nilai kalori sekitar 4.600–4.700 kcal/kg GAR.
Dari awal, informasi yang saya dapat memang mengarah ke aset Kutim tersebut.
Syahbudin kali ini juga membenarkan bahwa tambang Bayan di Kutim itu telah dilepas. Namun, menurut dia, pembelinya bukan kelompok Haji Isam. Ia menyebut Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Ini tentu menarik. Berarti memang ada transaksi aset Bayan. Tetapi yang dilepas adalah tambang di Kutim, bukan 62 persen saham Bayan seperti isu yang sekarang berkembang.
Menariknya, data publik terakhir masih mencatat PIK 100 persen milik Bayan. Berarti proses peralihannya memang belum terlihat di atas kertas.
Sementara itu, Tabang lain cerita. Cadangannya masih panjang. Infrastruktur sudah terbangun. Produksinya besar dan labanya juga besar. Wajar kalau banyak yang mengincarnya.
Kebetulan, di tengah cerita “gajah” Bayan ini, ada gajah sungguhan yang sedang menuju Tabang.
Bayan sedang mendapatkan hibah dua gajah dari Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta untuk kawasan konservasi satwa yang sedang dikembangkan di Tabang.
Saya mengetahui sedikit prosesnya karena salah satu sumber saya mendapat kepercayaan membantu penanganan gajah sekaligus menjadi konsultan pengembangan kawasan tersebut.
Informasi terakhir yang saya terima, dua gajah itu sudah menyeberang ke Kalimantan dan sempat berada di Kalimantan Selatan. Hari ini, Senin (17/8), rencananya tiba di Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tabang.
Mungkin itu juga yang membuat pertanyaan ini muncul di kepala saya ketika membaca kabar 62 persen saham Bayan sudah dibeli Haji Isam.
Mungkinkah semut membeli gajah?
Bisa saja. Tetapi sampai hari ini, manajemen Bayan yang kami hubungi belum mengatakan gajah itu sudah terjual.
Yang justru sudah hampir sampai di Balikpapan adalah dua gajah dari Gembira Loka. (*)