Beranda blog Halaman 95

Jalan Rusak Sepaku Disurvei Besok, OIKN Turunkan Tim

0

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah Kecamatan Sepaku dengan menurunkan tim untuk melakukan survei lapangan.

Peninjauan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari camat, kepala desa, lurah, hingga organisasi masyarakat.

Informasi ini disampaikan Kepala Desa Telemow, Munip, yang menyebut adanya atensi langsung dari OIKN terhadap persoalan tersebut.

“Alhamdulillah, dapat atensi. Besok disurvei,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/4/2026).

Langkah ini tertuang dalam surat resmi OIKN melalui Kedeputian Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) yang ditandatangani Deputi Alimuddin. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Otorita IKN, Direktorat Sarana Prasarana, Lembaga Adat Paser, serta Forum Kesepakatan Masyarakat (FKMS).

Dalam surat bernomor UND-87/OIKN.5/2026 itu disebutkan, peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, guna memastikan akses jalan di wilayah Pemaluan, Binuang, Telemow, Karang Jinawi, dan Semoi Dua dapat kembali berfungsi optimal.

Adapun tiga titik prioritas yang akan disurvei meliputi jalan simpang Pemaluan menuju Maridan, jalan simpang Suka Raja menuju Karang Jinawi, serta jalan akses Vico menuju SDN 025 Semoi Dua.

Survei dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WITA untuk melihat langsung kondisi lapangan serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Sebelumnya, Ketua FKMS Sepaku, Supian Nur, mengungkapkan bahwa rapat bersama OIKN pada 10 April lalu telah menyepakati sejumlah langkah awal, seperti perbaikan jalan berlubang, perataan permukaan, penanganan genangan air melalui sodetan, serta pemeliharaan lanjutan.

Ia juga menyoroti kondisi jalan rusak parah sepanjang sekitar delapan kilometer dari simpang Pemaluan hingga simpang tiga Desa Telemow, serta kerusakan di wilayah Karang Jinawi dan Semoi Dua yang turut dikeluhkan masyarakat.

Melalui survei bersama ini, diharapkan penanganan jalan rusak di wilayah Sepaku dapat segera direalisasikan demi menunjang aksesibilitas dan aktivitas masyarakat di kawasan penyangga IKN.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Kerja Sama OIKN–Unhas Diteken, Fokus Pendidikan dan Pengembangan SDM

0

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Jumat (17/4/2026).

Kesepahaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan akademik dalam pembangunan IKN, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pemanfaatan kepakaran berbasis keilmuan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan kajian ilmiah dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai program strategis lain yang disepakati kedua belah pihak.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Hasanuddin yang sejak awal telah mendukung pembangunan IKN. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung dunia akademik, termasuk mahasiswa, dalam proses pembangunan.

“Kami mendorong keterlibatan mahasiswa untuk berkontribusi langsung. Kami juga siap mendukung jika Unhas ingin mengembangkan kampus di IKN, termasuk dalam penyediaan lahan,” ujar Basuki.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen Unhas untuk terus berkontribusi dalam pembangunan IKN melalui berbagai program strategis berbasis pendidikan dan riset.

Menurutnya, sejak 2022 Unhas telah terlibat dalam mendukung pembangunan IKN dan ke depan akan memperkuat peran tersebut, termasuk melalui program afirmasi pendidikan bagi daerah penyangga.

“Ini adalah ruang bagi kita untuk bereksperimen sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya.

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui sejumlah program konkret, seperti penyediaan jalur afirmasi pendidikan, pengembangan hutan pendidikan dan riset, serta pembentukan sentra bisnis yang mendukung ekosistem IKN.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi akademik yang objektif dan berbasis riset, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Tanam Mangga dan Manggis, Kutim Dorong Lingkungan Asri

0

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar kegiatan Jumat Bersih yang dirangkai dengan penanaman pohon di Desa Persiapan Teluk Rawa, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan dipusatkan di kawasan SD Muhammadiyah Jalan Rudina, sementara penanaman dilakukan di Jalan Pinang Dalam RT 22 dengan melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat setempat.

Dalam aksi tersebut, berbagai jenis pohon buah seperti mangga dan manggis ditanam sebagai upaya penghijauan, khususnya di kawasan pesisir. Selain memperindah lingkungan, langkah ini juga diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Pemerintah terus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program. Tapi lingkungan yang bersih dan hijau juga menjadi bagian penting dari kualitas hidup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kesejahteraan tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan dasar, tetapi juga dari tingkat kebahagiaan masyarakat.

“Masyarakat tidak hanya butuh sejahtera, tetapi juga butuh bahagia. Salah satu caranya dengan menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan nyaman,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan Jumat Bersih tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga.

Pemkab Kutim pun berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Selain menjaga lingkungan, juga memperkuat kebersamaan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar kegiatan Jumat Bersih yang dirangkai dengan penanaman pohon di Desa Persiapan Teluk Rawa, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan dipusatkan di kawasan SD Muhammadiyah Jalan Rudina, sementara penanaman dilakukan di Jalan Pinang Dalam RT 22 dengan melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat setempat.

Dalam aksi tersebut, berbagai jenis pohon buah seperti mangga dan manggis ditanam sebagai upaya penghijauan, khususnya di kawasan pesisir. Selain memperindah lingkungan, langkah ini juga diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Pemerintah terus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program. Tapi lingkungan yang bersih dan hijau juga menjadi bagian penting dari kualitas hidup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kesejahteraan tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan dasar, tetapi juga dari tingkat kebahagiaan masyarakat.

“Masyarakat tidak hanya butuh sejahtera, tapi juga butuh bahagia. Salah satu caranya dengan menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan nyaman,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan Jumat Bersih tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga.

Pemkab Kutim pun berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Selain menjaga lingkungan, juga memperkuat kebersamaan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Putusan Bebas Terdakwa Muara Kate, Polisi Koordinasi dengan Kejaksaan

SAMARINDA — Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, angkat bicara terkait putusan vonis bebas terhadap terdakwa dalam kasus Muara Kate. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih menunggu langkah hukum lanjutan dari Kejaksaan.

Menurutnya, setelah putusan di tingkat pengadilan pertama menyatakan terdakwa bebas, upaya hukum yang dapat ditempuh adalah kasasi ke Mahkamah Agung.

“Karena sudah menjadi putusan pengadilan tingkat pertama dan sifatnya bebas, tentunya proses hukum berikutnya adalah kasasi. Kami masih terus berkoordinasi dengan teman-teman di Kejaksaan,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan bahwa kewenangan penanganan perkara pada tahap selanjutnya berada di tangan Jaksa Penuntut Umum, mengingat proses penyidikan dari kepolisian telah selesai dan dilimpahkan sebelumnya.

“Kita tunggu nanti dari teman-teman Kejaksaan bagaimana proses berikutnya. Silakan tanyakan ke sana untuk detail upaya hukumnya,” tambahnya.

Terkait kemungkinan pengembangan kasus atau penambahan tersangka, Kapolda menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada proses penyidikan baru yang dilakukan.

“Penyidikan kemarin tersangkanya sudah itu. Sementara ini belum ada proses penyidikan yang lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan menunggu kepastian dari hasil upaya hukum yang ditempuh oleh Kejaksaan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Kasus Muara Kate sendiri menjadi perhatian publik setelah putusan pengadilan tingkat pertama memberikan vonis bebas, sehingga upaya kasasi dinilai menjadi penentu arah kelanjutan perkara tersebut.

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Hearing DPRD Kubar Soal Muara Batuq Hasilkan Delapan Kesimpulan

0

SENDAWAR — DPRD Kutai Barat menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah kampung, perusahaan perkebunan sawit, serta masyarakat Kampung Linggang Muara Batuq, Kamis (16/4/2026).

Hearing yang dipimpin Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai, tersebut membahas pelaksanaan hasil rapat sebelumnya serta persoalan yang berkembang di lapangan.

Berdasarkan berita acara rapat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk DPMPTSP, BPN, Polres, Polsek, camat, hingga perwakilan perusahaan PT AME, disepakati delapan poin kesimpulan sebagai dasar tindak lanjut.

Ridwai menyampaikan, salah satu poin utama adalah perlunya revisi memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani pada 11 Agustus 2025. Revisi diperlukan karena para pihak yang menandatangani dinilai belum mencerminkan kapasitas yang sesuai.

“MoU tersebut harus direvisi, dan prosesnya dilakukan setelah ada persetujuan dari direksi perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, PT AME yang telah mengalami perubahan manajemen diwajibkan menyesuaikan kembali dokumen lingkungan sesuai izin yang dimiliki manajemen baru.

Dalam hearing tersebut, perusahaan juga menyatakan kesiapannya memenuhi sejumlah permintaan masyarakat, seperti penyediaan fasilitas pendidikan berupa satu unit kendaraan angkutan pelajar serta penyediaan air bersih dalam waktu dekat.

Ridwai menambahkan, terkait kondisi jalan yang rusak di wilayah Muara Batuq, tanggung jawab pemeliharaan menjadi kewajiban bersama seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Ia menegaskan, sejumlah persoalan yang belum terselesaikan dalam hearing akan dibahas lebih lanjut melalui pertemuan lanjutan antara perusahaan dan masyarakat, yang akan difasilitasi DPRD Kutai Barat.

“Pertemuan selanjutnya akan ditentukan oleh DPRD untuk memastikan semua persoalan dapat diselesaikan secara bertahap,” pungkasnya.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Hoaks Anggaran Jamuan Rp25 Miliar, Pemprov Beberkan Data Resmi

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait anggaran makan dan minum gubernur tahun 2026 yang disebut mencapai Rp25 miliar. Pemprov memastikan informasi tersebut tidak benar.

Berdasarkan data resmi Biro Umum Setdaprov Kaltim, anggaran belanja makanan dan minuman justru mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebesar Rp12,23 miliar, meningkat pada 2024 menjadi Rp15,89 miliar, lalu turun pada 2025 sebesar Rp11,93 miliar, dan kembali menurun pada 2026 menjadi Rp10,25 miliar.

Pemprov menegaskan, anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan gubernur, tetapi juga mencakup kegiatan wakil gubernur dan sekretaris daerah, serta berbagai agenda resmi pemerintahan.

“Anggaran ini digunakan untuk menjamu tamu resmi, mulai dari pejabat negara seperti wakil presiden, menteri, DPR RI, hingga tamu daerah seperti Forkopimda, OPD, mitra kerja, dan masyarakat,” dikutip dari keterangan resmi Biro Umum Setdaprov Kaltim, Jumat (17/4/2026).

Penggunaan anggaran tersebut juga bersifat fleksibel, menyesuaikan jumlah tamu yang hadir dalam setiap kegiatan, termasuk pendamping yang turut serta.

Selain itu, fasilitas jamuan juga kerap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan organisasi masyarakat, LSM, hingga mitra pemerintah daerah yang mengajukan permohonan resmi.

Terkait isu penggunaan Harum Resort—rumah pribadi gubernur—sebagai lokasi jamuan, Pemprov Kaltim menyebut langkah tersebut justru bagian dari efisiensi anggaran. Penggunaan tempat tersebut tidak dikenakan biaya operasional, sehingga dinilai lebih hemat dibandingkan penyelenggaraan di hotel yang memerlukan biaya per orang serta pajak tambahan.

Dengan klarifikasi ini, Pemprov Kaltim berharap masyarakat tidak terpengaruh informasi yang tidak akurat serta memahami bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku. (MK)

Editor: Agus S

Kekurangan 300 Tenaga Medis, RS Muara Badak Kukar Tak Kunjung Beroperasi

0

TENGGARONG – Rencana operasional RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak hingga kini masih tertahan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengakui krisis tenaga medis menjadi kendala utama, dengan kebutuhan mencapai ratusan orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kukar, Arianto, menyebutkan sedikitnya dibutuhkan sekitar 300 tenaga kesehatan untuk mengaktifkan rumah sakit tersebut secara optimal.

“Kalau rumah sakit itu mau diaktifkan, kebutuhan pegawai kurang lebih 300 orang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mencoba berbagai langkah jangka pendek, salah satunya dengan melakukan pemetaan dan redistribusi tenaga medis dari fasilitas kesehatan lain, seperti rumah sakit dan puskesmas.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

“Sudah kita coba petakan tenaga medis yang bisa digeser, tapi ternyata tidak cukup,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah karena hampir seluruh fasilitas kesehatan di Kukar juga mengalami kekurangan tenaga. Bahkan, layanan puskesmas yang kini beroperasi 24 jam justru menambah kebutuhan tenaga medis di lapangan.

“Pelayanan puskesmas sekarang 24 jam, jadi memang butuh tenaga yang cukup, baik dokter, perawat maupun bidan,” tambah Arianto.

Dengan keterbatasan tersebut, opsi pergeseran tenaga semakin sulit dilakukan. Pemkab Kukar pun mulai mengarah pada solusi jangka menengah melalui rekrutmen tenaga medis baru.

Koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian PAN-RB dan BKN, untuk membuka peluang penerimaan pegawai.

“Kami sudah melaporkan ke Kementerian PAN-RB dan BKN agar bisa membuka penerimaan pegawai,” katanya.

Namun, proses tersebut tidak bisa berjalan cepat. Kebijakan pengangkatan pegawai saat ini cukup ketat dan harus melalui persetujuan pemerintah pusat, sementara kemampuan keuangan daerah juga menjadi pertimbangan.

Pemkab Kukar juga tidak memiliki ruang untuk merekrut tenaga harian lepas sebagai solusi sementara. Jalur PPPK maupun PNS tetap bergantung pada kebijakan pusat.

“Intinya, kalau rumah sakit itu mau diaktifkan, kita harus menambah tenaga medis,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, operasional RS Muara Badak masih menunggu keputusan pusat terkait penambahan SDM kesehatan. Tanpa tambahan tenaga, layanan rumah sakit belum bisa dibuka untuk masyarakat.

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Agus S

Menuju 21 April, 15 Kandidat Ketua DPC PKB Kaltim Berebut Kursi Strategis

SAMARINDA – Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kalimantan Timur memasuki fase krusial. Dari puluhan nama yang sempat muncul, kini hanya tersisa 15 kandidat yang akan bertarung dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II.

Seleksi ketat ini merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PKB untuk periode kepengurusan 2026–2031.

Ketua Tim Penataan Struktur DPC PKB Kaltim, Michael Adams, mengungkapkan bahwa awalnya terdapat 42 nama yang diusulkan dari 10 kabupaten/kota. Namun, melalui proses seleksi berlapis, jumlah tersebut mengerucut menjadi 15 kandidat.

“Awalnya ada 42 nama, sekarang tersisa 15 kandidat yang akan mengikuti UKK tahap berikutnya,” ujarnya.

Dinamika persaingan paling terasa terjadi di daerah strategis seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara. Di dua wilayah ini, masing-masing diisi empat kandidat yang siap bersaing ketat memperebutkan posisi ketua.

Seluruh kandidat diwajibkan menyerahkan proposal yang memuat visi, program kerja, serta strategi penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Dokumen ini menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian.

“Proposal harus menggambarkan bagaimana membangun struktur partai sampai ke tingkat desa dan kelurahan, sekaligus arah gerak partai ke depan,” jelasnya.

Penentuan akhir akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB setelah seluruh kandidat melewati tahapan UKK. Selain aspek administratif, PKB juga menekankan pentingnya kapasitas kepemimpinan, kemampuan memperluas basis kader, serta strategi merangkul pemilih muda.

Keterlibatan perempuan juga menjadi perhatian penting dalam komposisi kepengurusan mendatang.

“Calon ketua harus mampu memperkuat struktur, memberdayakan kader perempuan, dan menarik pemilih muda, termasuk generasi Z dan milenial,” tegas Michael.

UKK Tahap II dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026, dengan tim penguji dari DPP PKB yang akan melakukan pendalaman melalui sesi wawancara langsung.

Satu daerah, yakni Kutai Timur, belum masuk dalam daftar seleksi karena penanganannya dilakukan langsung oleh DPP, menyusul hasil Pemilu Legislatif sebelumnya di mana PKB belum memperoleh kursi di wilayah tersebut.

Berikut 15 kandidat Ketua DPC PKB Kaltim yang lolos ke UKK Tahap II:

Paser:
Fahmi Fadli

Kutai Kartanegara:
Eko Wulandanu
Desman Minang Endianto
Dedik Harianto
Sarpin

Berau:
Sutomo Jabir

Samarinda:
Jahidin
Wahyudin
Rusdi Doviyanto
Aris Mulyanata

Balikpapan:
Michael Adams

Bontang:
Firman

Penajam Paser Utara:
Irawan Heru S

Mahakam Ulu:
Martin Hat

Kutai Barat:
Rita Asmara Dewi

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Internet Mahulu Lemah, Bupati Angela Temui Wamen Komdigi Dorong Perbaikan Bandwidth dan FO

0

UJOH BILANG – Persoalan akses internet di Mahakam Ulu kembali menjadi sorotan. Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, langsung menemui Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar Patria, untuk memperjuangkan peningkatan kualitas dan pemerataan jaringan internet di wilayahnya.

Audiensi tersebut berlangsung di Kantor Wamen Komdigi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Angela mengungkapkan, salah satu persoalan utama yang dihadapi Mahulu saat ini adalah rendahnya kapasitas bandwidth layanan internet, khususnya yang disuplai melalui program BAKTI.

“Bandwidth yang ada sekarang hanya berkisar dua sampai delapan Mbps, dan itu pun tidak merata di setiap titik tower,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, hingga komunikasi digital yang kini semakin bergantung pada jaringan internet yang stabil.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Mahulu secara tegas meminta peningkatan kapasitas bandwidth sekaligus pemerataan distribusinya agar masyarakat dapat menikmati akses internet yang lebih layak.

Selain itu, persoalan lain yang turut disampaikan adalah sering terputusnya jaringan fiber optic (FO). Gangguan ini disebut terjadi akibat pembangunan infrastruktur jalan yang tengah berlangsung dari Kutai Barat menuju Mahakam Ulu.

“Pembangunan jalan memang penting, tapi berdampak pada kabel FO yang sering putus sambung. Ini sudah kami sampaikan agar ada solusi permanen,” jelas Angela.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memperkuat sistem perlindungan jaringan FO agar tidak mudah terganggu, sehingga akses internet tetap stabil dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Angela juga mengungkapkan bahwa sejumlah program peningkatan layanan internet sebenarnya telah dianggarkan pada 2026. Namun, realisasinya masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Untuk itu, Pemkab Mahulu berencana menyurati Menkeu guna menegaskan bahwa kondisi internet di wilayah tersebut masih jauh dari ideal dan membutuhkan perhatian serius.

“Kami akan bersurat ke Menteri Keuangan, karena kondisi internet di Mahulu memang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Dalam jangka pendek, Pemkab Mahulu menargetkan adanya peningkatan kualitas akses internet pada tahun ini. Sementara untuk jangka panjang, perbaikan dan penguatan jaringan fiber optic akan terus didorong agar gangguan tidak lagi berulang.

Upaya ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat konektivitas digital di wilayah perbatasan, sekaligus membuka peluang peningkatan layanan publik dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Mahakam Ulu.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Kubar Bentuk Forum Lalin 2026–2028, Target Tekan Kecelakaan dan Benahi Transportasi

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mulai membenahi persoalan lalu lintas yang kian kompleks. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor), Pemkab resmi membentuk Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) periode 2026–2028 sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan dan meningkatkan ketertiban di jalan.

Rakor tersebut dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutai Barat, Ali Sadikin, di Ruang Diklat Lantai III Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Ali Sadikin, ditegaskan bahwa berbagai persoalan lalu lintas di Kutai Barat—mulai dari kemacetan, kecelakaan, pelanggaran hingga rendahnya kesadaran pengguna jalan—sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Permasalahan lalu lintas ini tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas instansi agar penanganannya lebih efektif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas melibatkan banyak pihak, seperti Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Bappedalitbang, kepolisian, hingga instansi terkait lainnya. Karena itu, forum ini menjadi wadah koordinasi terpadu agar kebijakan dan langkah penanganan bisa berjalan searah.

Melalui forum tersebut, pemerintah berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam membangun sistem transportasi yang aman, tertib, dan lancar sebagai bagian dari pelayanan publik.

Ali Sadikin menambahkan, forum ini juga akan menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan. Mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, kerusakan jalan, penataan angkutan umum, hingga kebutuhan rambu-rambu lalu lintas.

“Forum ini diharapkan mampu merumuskan kebijakan dan program keselamatan lalu lintas yang lebih terarah, sehingga risiko kecelakaan bisa ditekan,” jelasnya.

Selain itu, forum LLAJ juga memiliki peran penting dalam menyusun rekomendasi kebijakan transportasi daerah, sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah dalam merancang sistem lalu lintas yang berkelanjutan.

Dengan pembentukan forum ini, Pemkab Kutai Barat menargetkan terciptanya sistem transportasi yang lebih tertib dan aman, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berkendara.

“Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita ingin menghadirkan perubahan nyata bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Rakor tersebut turut dihadiri Kabag Ops Polres Kubar Kompol Emmanuel Teguh Budi Santoso, Plt Kepala Dinas Perhubungan Rita Nursandy, perwakilan Kodim 0912 Kubar, UPTD Samsat, Jasa Raharja, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S