Beranda blog Halaman 90

Api Berkobar di SDN 001 Samarinda, Bangunan Utama Sekolah Berhasil Diselamatkan

0
Kobaran api membakar bagian atap rumah penjaga sekolah di kawasan SDN 001 Samarinda, Jalan Tirta Kencana, Kamis (20/8/2026) sore. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kebakaran melanda kawasan SD Negeri 001 Samarinda di Jalan Tirta Kencana, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 16.50 WITA. Satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin terbakar, sementara bangunan utama sekolah berhasil diselamatkan.

Kebakaran diketahui setelah warga melihat asap tebal disertai kobaran api dari area belakang sekolah. Api yang terus membesar membuat warga khawatir merambat ke bangunan sekolah dan permukiman di sekitarnya.

Sejumlah warga kemudian berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu petugas tiba.

Ardi, salah seorang penjaga kantin SDN 001 Samarinda, mengatakan api berasal dari kawasan rumah penjaga sekolah yang posisinya berdekatan dengan kantin.

“Saya melihat rumah penjaga sekolah itu terbakar, posisi bangunan menyatu dengan kantin. Kebetulan saat kejadian anak-anak sekolah sudah pulang dan kantin juga sudah tutup. Setahu saya penjaga sekolah tinggal sendirian di situ,” ujar Ardi.

Armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Samarinda bersama relawan kemudian tiba dan langsung berusaha melokalisasi api.

Proses pemadaman sempat diwarnai ketegangan antara personel pemadam dan warga. Cekcok terjadi di tengah situasi pemadaman yang ramai. Namun, kesalahpahaman tersebut dapat segera diselesaikan dan petugas kembali fokus melakukan pemadaman.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Samarinda Hendra AH membenarkan kebakaran tersebut. Tiga unit fire truck dari Posko 1 dikerahkan bersama personel dan relawan.

“Hari ini kami mendapat informasi kebakaran di Jalan Tirta Kencana/Arjuna, tepatnya di belakang SD. Yang terbakar adalah satu rumah penjaga sekolah dan dua kantin, serta ada sedikit mess yang terdampak,” kata Hendra.

Menurut Hendra, sekolah sudah dalam kondisi sepi ketika kebakaran terjadi karena seluruh murid telah pulang.

Petugas juga harus berhati-hati ketika memasuki kawasan sekolah karena akses menuju titik kebakaran relatif sempit.

“Akses jalan utama lumayan baik, hanya saja saat masuk ke area dalam sekolah jalurnya sedikit sempit. Tapi Alhamdulillah bangunan utama sekolah tidak terkena dampak,” jelasnya.

Api akhirnya berhasil dilokalisasi sehingga tidak merambat ke bangunan utama sekolah maupun permukiman warga.

Warga yang sejak awal menyaksikan proses pemadaman bahkan sempat bersorak dan bertepuk tangan setelah kobaran api berhasil dikuasai.

“Kami menurunkan 3 unit fire truck dari Posko 1 dengan dibantu rekan-rekan relawan. Waktu penanganan hingga pendinginan memakan waktu sekitar satu jam,” ujar Hendra.

Tidak dilaporkan adanya korban dalam kejadian tersebut. Penyebab kebakaran dan jumlah kerugian materiil masih dalam penyelidikan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Gempa Flores Picu Kerusakan Jalan, Kementerian PU Siapkan Jembatan Bailey

0
BPJN NTT memeriksa jembatan yang hampir ambruk akibat gempa, di Manggarai. ANTARA/HO-BPJN NTT

KUPANG – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat penanganan darurat terhadap infrastruktur jalan nasional yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores sejak 15 Agustus 2026.

Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT Rofinus Ngilo di Kupang, Kamis (20/8/2026) mengatakan, sejak gempa terjadi, pihaknya terus melakukan penanganan sementara, terutama pembersihan material longsoran dan kerusakan pada sejumlah titik di sepanjang jalur lintas Flores.

“Sejak kejadian gempa bumi tanggal 15 Agustus 2026 sampai dengan saat ini, kami terus melakukan penanganan sementara dan pembersihan jalan nasional jalur lintas Flores agar tetap fungsional,” katanya.

Menurut dia, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak gempa susulan yang masih terjadi hingga saat ini.

“Untuk mengantisipasi adanya titik-titik baru kerusakan akibat gempa susulan, kami tetap menyiapkan peralatan dan personel untuk standby pada titik-titik longsor maupun lokasi yang dianggap rawan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi di lapangan masih dinamis karena gempa susulan masih sering terjadi. Hal tersebut menyebabkan potensi munculnya kerusakan baru pada badan jalan maupun infrastruktur pendukung lainnya tetap ada.

Terkait jembatan yang terdampak gempa pada ruas jalan nasional, hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh tim satuan tugas Kementerian PU yang sedang bertugas di wilayah terdampak.

“Pemeriksaan terhadap jembatan yang terdampak masih dilakukan oleh tim Satgas Kementerian PU. Ini untuk memastikan kondisi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kondisi darurat pada jembatan yang terdampak, BPJN NTT juga memperoleh dukungan persediaan rangka jembatan Bailey dari sejumlah balai jalan di wilayah lain.

Rangka jembatan Bailey tersebut saat ini dalam proses mobilisasi menuju NTT dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Barat.

“Kami mendapat dukungan persediaan rangka jembatan Bailey dari balai-balai jalan terkait. Saat ini sedang dalam proses mobilisasi ke NTT sebagai bagian dari kesiapsiagaan apabila dibutuhkan untuk penanganan kondisi darurat,” jelasnya.

Ia menegaskan, BPJN NTT akan terus memantau kondisi seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores dan melakukan penanganan secepat mungkin apabila ditemukan kerusakan baru.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Karena gempa susulan masih terjadi, kerusakan baru terus berpotensi muncul sehingga kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya berupaya untuk memastikan jalur lintas Flores tetap dapat digunakan, sekaligus menjaga konektivitas masyarakat dan kelancaran distribusi bantuan serta logistik ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana. (ANT/KN)

PBNU Undang Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Persiapan Capai 85 Persen

0
Ketua Organizing Commite Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf saat meninjau persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). PBNU akan menggelar Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. ANTARA/ Asmaul

JOMBANG – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, telah mencapai lebih dari 85 persen.

“Secara keseluruhan persiapan sudah lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh panitia, baik tingkat PB maupun Tambakberas (PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang), untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada,” kata Ketua Organizing Commite Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf saat meninjau persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Kamis (20/8/2026).

Ia mengatakan seluruh perencanaan yang telah disusun panitia sejauh ini dapat dilaksanakan dengan baik. Peninjauan dilakukan secara rinci, antara lain terhadap kesiapan akomodasi, konsumsi, serta tempat-tempat persidangan.

Untuk akomodasi, pihaknya memastikan PP Tambakberas Jombang, siap menerima lebih dari 3.000 peserta muktamar dengan fasilitas yang dinilai memadai. Persiapan konsumsi juga terus disempurnakan untuk memenuhi kebutuhan seluruh peserta.

Selain peserta, kebutuhan konsumsi bagi partisipan dan pengunjung juga menjadi perhatian panitia.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, turut menyiapkan dukungan berupa dapur umum untuk menunjang kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk persidangan dan pembukaan muktamar mulai dibangun dan dipersiapkan. PBNU juga telah berkirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta kesediaannya membuka langsung Muktamar ke-35 NU pada 27 Agustus 2026.

“Mudah-mudahan waktunya cocok dan Presiden berkenan untuk membuka secara langsung,” ujar Gus Ipul yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Menteri Sosial RI tersebut.

PBNU, tambah dia, juga menyampaikan apresiasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, serta tokoh lintas agama yang turut mendukung persiapan muktamar.

Seluruh persiapan dilakukan dalam waktu sekitar 50 hari sejak penetapan lokasi dan kepanitiaan.

Dalam peninjauan itu, hadir pula Ketua Steering Committee (SC) (Panitia Pengarah) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh \PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang K.H. M. Hasib Wahab Hasbullah dan tim lainnya.

PBNU akan menggelar Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi forum permusyawaratan tertinggi NU untuk membahas berbagai agenda organisasi, termasuk pemilihan pengurus baru. (ANT/KN)

Ikan Mabuk Muncul di Cisadane, DLH: Dipicu Perubahan Cuaca dan Kondisi Hidrologi

0
Ilustrasi beberapa ikan mati di sungai Cisadane. (Foto: Antara)

TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Provinsi Banten, menyebutkan fenomena ikan seperti mabuk dan mengapung di permukaan sungai cisadane hari ini disebabkan kondisi hidrologi dan perubahan cuaca dari panas kemudian hujan.

“Ikan yang mabuk karena kondisi hidrologi, cuaca yang semalam dan tadi ada hujan setelah panas lama,” kata Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana dalam keterangannya di Tangerang, Kamis (20/8/2026).

Ia mengatakan DLH Kota Tangerang telah menerjunkan tim ke sungai cisadane untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, pemantauan kualitas air Sungai Cisadane menunjukkan kondisi yang masih sesuai dengan ketentuan baku mutu dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

”PP tersebut menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan dan perlindungan mutu air. Dan, berdasarkan data ini kualitas air Sungai Cisadane masih memenuhi baku mutu PP 22 Tahun 2021, Lampiran 6,” ujar Yudi.

Fenomena ikan yang bergerak tidak normal tersebut terlihat pada Kamis siang dan kemudian menjadi perhatian warga yang berada di sekitar aliran Sungai Cisadane.

Pemkot Tangerang melalui DLH terus memperhatikan kondisi lingkungan sungai sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas air dan ekosistem perairan.

DLH Kota Tangerang juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Cisadane untuk memastikan kualitas air tetap terjaga. Pengawasan berkala penting dilakukan untuk mendeteksi perubahan kondisi lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem sungai.

”Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab fenomena tersebut. Informasi mengenai kondisi lingkungan perlu merujuk pada hasil pemantauan dan pemeriksaan dari instansi yang berwenang,” katanya. (ANT/KN)

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Investasi, Polisi Panggil Pekan Depan

0
Ruben Onsu. (foto: Antara)

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Selatan akan memanggil artis Ruben Onsu terkait penipuan dan penggelapan dana investasi pada pekan depan.

“Kemarin kan baru kita tetapkan sebagai tersangka, tentunya akan kita agendakan untuk kami panggil,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Joko mengatakan nantinya pada pekan depan direncanakan untuk pemeriksaan statusnya sebagai tersangka. “Kemungkinan minggu depan kita agendakan pemeriksaan,” ucapnya.

Artis Ruben Samuel Onsu (RSO) atau Ruben Onsu menjadi tersangka dalam kasus penipuan dana investasi yang dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Joko mengatakan perkara dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor 310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan, pada 22 Agustus 2025.

Terkait dengan penipuan dan/atau penggelapan tersebut, pelapornya adalah inisial P, korban inisial DM, dan terlapor adalah inisial RSO.

Kemudian, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah melaksanakan serangkaian penyelidikan pada 25 April 2026 yang telah dialih dari proses penyelidikan ke penyidikan.

“Pada tahap penyidikan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari enam saksi, termasuk saksi ahli,” katanya. (ANT/KN)

Kabut Asap Ganggu 3 Bandara Kalimantan, Sepinggan Balikpapan Tetap Beroperasi Normal

0
Langit kelabu di atas Bandara Sepinggan, tidak mengganggu jarak pandang. ANTARA/Novi Abdi

BALIKPAPAN – Operasional Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dipastikan tetap normal meskipun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang di tiga bandara regional lainnya di Kalimantan lainnya.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sepinggan Iwan Winaya Mahdardi Balikpapan, Kaltim, Kamis (20/8/2026), mengatakan gangguan jarak pandang akibat asap karhutla saat ini terjadi di tiga bandara Regional VI, yaitu Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

“Gangguan muncul pada pagi hari ketika asap masih tebal, lalu kembali normal setelah pukul 09.00 waktu setempat,” katanya.

Meski kondisi di Bandara Sepinggan aman, ia menjelaskan bahwa keterlambatan penerbangan dari bandara yang terdampak asap berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap jadwal lanjutan menuju atau dari Balikpapan, sehingga langkah antisipasi tetap dilakukan.

Hingga saat ini, belum ada gangguan signifikan maupun pembatalan penerbangan di Bandara Sepinggan akibat asap karhutla.

Jarak pandang di kawasan bandara dilaporkan berada di atas batas minimum operasional sehingga seluruh aktivitas penerbangan berlangsung tanpa hambatan.

Kondisi geografis Bandara Sepinggan yang memiliki landasan pacu menghadap laut serta kawasan sekitar yang bersih dari pembukaan lahan, dinilai turut membantu menjaga stabilitas jarak pandang dibandingkan bandara lain di Kalimantan.

Terkait prosedur keselamatan, dalam dunia penerbangan batas minimum jarak pandang ditentukan oleh aturan terbang yang digunakan.

Untuk penerbangan visual (VFR), jarak pandang minimum umumnya sekitar 5 kilometer. Sementara untuk penerbangan instrumen (IFR), pesawat dapat mendarat pada jarak pandang ratusan meter dengan bantuan alat seperti Runway Visual Range (RVR).

Iwan menekankan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Pihak bandara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengantisipasi perluasan dampak karhutla pada masyarakat maupun transportasi udara.

Langkah antisipasi sejak dini disiapkan, termasuk menghadapi potensi musim kemarau panjang.

Salah satu opsi yang disiapkan pemerintah jika kondisi memburuk adalah rekayasa cuaca melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan peluang hujan dan menekan risiko kebakaran lahan.

Saat ini, pemantauan cuaca dan kualitas udara di Bandara Sepinggan terus dilakukan secara berkala demi menjamin keselamatan operasional penerbangan. (ANT/KN)

Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi

0
Ilustrasi antrean kendaraan untuk pengisian BBM bersubsidi di SPBU. (foto: Antara)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, bergerak menguat 92 poin atau 0,52 persen menjadi Rp17.748 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.840 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan rupiah dipengaruhi respons positif pasar atas rencana pemangkasan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi secara signifikan pada 2027.

“Kebijakan tersebut berpotensi berdampak terhadap masyarakat pengguna BBM bersubsidi, terutama untuk jenis BBM Pertalite,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pengurangan subsidi BBM dinilai menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk melakukan pengendalian subsidi.

Dengan pemangkasan kuota hingga 58,5 persen, lanjutnya, masyarakat yang selama ini mengandalkan BBM bersubsidi berpotensi menghadapi pengetatan akses terhadap BBM subsidi.

Di sisi lain, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel pada 2027, masih berada di bawah harga minyak saat ini yang berada di kisaran 83 dolar AS per barel.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat. Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari,” ungkap Ibrahim.

Selain itu, sikap hati-hati para investor masih terus membayangi pasar menjelang rilis data transaksi berjalan kuartal kedua yang dijadwalkan pekan ini. Hal ini mengingat defisit pada kuartal pertama sempat melebar ke tingkat terbesar sejak 2019 akibat kinerja perdagangan yang melemah akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak mentah dunia terus menguat.

Melihat sentimen global, Departemen Keuangan AS meningkatkan program pembelian kembali untuk sekuritas jangka panjang untuk mengendalikan biaya pinjaman jangka panjang dari level tertinggi multi-tahun.

“Imbal hasil acuan Treasury AS tenor 10-tahun turun lebih dari 5 basis poin (bps) dan imbal hasil tenor 30-tahun turun hampir 9 basis points (bps) setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan volume pembelian kembali (buyback) untuk mendukung likuiditas pada surat berharga pemerintah berjangka waktu lebih panjang,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.779 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.844 per dolar AS. (ANT/KN)

Abimanyu Dukung CFD Bukit Raya, Namun Minta Seluruh Administrasi Diselesaikan

0
Foto : Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, saat memimpin rapat terkait rencana Car Freeday (CFD) Desa Bukit Raya. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kecamatan Sepaku mendukung rencana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dukungan tersebut disampaikan Camat Sepaku Gamaliel Abimanyu Arliandito dalam rapat koordinasi persiapan CFD Desa Bukit Raya yang digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026. Rapat tersebut diikuti sejumlah unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kepolisian, TNI, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), sekolah hingga pelaku usaha terdampak.

Gagasan CFD tersebut berasal dari masyarakat Desa Bukit Raya, khususnya warga RT 001 dan RT 002. Kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi ruang olahraga dan interaksi masyarakat, tetapi juga mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan yang terdampak perubahan arus lalu lintas akibat pembangunan koridor Sepaku dan hadirnya jalan alternatif.

Camat Sepaku G. Abimanyu Arliandito mengatakan, pemerintah kecamatan memberikan respons positif terhadap inisiatif masyarakat tersebut. Menurutnya, CFD dapat menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat dari sisi lingkungan, sosial maupun ekonomi.

“Kami memberikan respons positif terhadap rencana ini. Ada beberapa tujuan penting yang ingin dicapai, mulai dari meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, menjaga lingkungan, hingga menyediakan ruang interaksi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan arus lalu lintas setelah adanya jalan alternatif turut berdampak terhadap aktivitas pelaku usaha di Desa Bukit Raya. Karena itu, diperlukan kegiatan yang dapat kembali menarik aktivitas masyarakat ke kawasan tersebut.

Selain itu, CFD dinilai dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berolahraga dan berinteraksi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan serta kreativitasnya.

Namun, Ia menekankan pelaksanaan kegiatan tidak boleh hanya berorientasi pada keramaian. Sejumlah aspek teknis harus dipastikan, terutama menyangkut lingkungan, lalu lintas, keamanan, administrasi, persuratan dan perizinan.

“Pelaksanaannya harus dipersiapkan dengan baik. Aspek keamanan, kebersihan, administrasi, persuratan dan perizinan harus jelas terlebih dahulu sebelum kegiatan dilaksanakan,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, panitia merencanakan CFD digelar setiap Minggu mulai 23 Agustus 2026, pukul 06.00 hingga 10.00 Wita. Lokasi kegiatan direncanakan berada pada ruas jalan dari RT 001 hingga RT 002 Desa Bukit Raya, dengan sejumlah kegiatan olahraga, kesehatan, lingkungan, sosial, UMKM, edukasi dan hiburan.

Karena kegiatan menggunakan ruas jalan negara, Ia meminta panitia melakukan simulasi pengaturan dan penutupan jalan. Kepastian mengenai jalur pengalihan arus serta penggunaan sejumlah fasilitas sebagai kantong parkir juga harus mendapat persetujuan dari instansi yang berwenang.

Salah satu fasilitas yang sempat dibahas adalah kawasan Intake Sepaku. Namun, Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda menyampaikan bahwa kawasan tersebut merupakan objek vital sehingga penggunaan akses maupun area parkir masih memerlukan koordinasi dan persetujuan lebih lanjut.

Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Sepaku bersama Pemerintah Desa Bukit Raya akan membantu memfasilitasi koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dapat diselesaikan.

Ia juga menambahkan, sosialisasi juga perlu dilakukan kepada masyarakat Desa Bukit Raya serta wilayah sekitar yang berpotensi terdampak pengaturan lalu lintas, termasuk Kelurahan Sepaku, Desa Suka Raja dan Desa Karang Jinawi.

Ke depan, cakupan CFD dapat dikembangkan ke wilayah sekitar maupun kawasan pasar setelah melihat respons masyarakat dan perkembangan pelaksanaan kegiatan. Gamaliel menilai keberhasilan kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat.

“Prinsipnya kami mendukung. Tetapi semua harus dipersiapkan secara matang dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan, sehingga kegiatan ini tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat maupun instansi terkait,” pungkasnya. (ADV)

Pewarta: DeddyPz

Pemerintah Siapkan Anggaran Tambahan Penanganan Gempa NTT

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn20agt2026/mobile/

Capaian Baru Sepaku, Seluruh Desa Berstatus Mandiri di 2026

0
Foto : Tim Kecamatan Sepaku saat menyampaikan berkas hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Indeks Desa (ID) Tahun 2026. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA – Sebanyak 11 desa di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tercatat berstatus Mandiri berdasarkan hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Indeks Desa (ID) Tahun 2026.

Capaian tersebut menempatkan Kecamatan Sepaku dengan persentase 100 persen desa berstatus Mandiri. Dari 11 desa, sebanyak 10 desa berhasil mempertahankan status Mandiri, sementara satu desa mengalami peningkatan status.

Desa yang mempertahankan status Mandiri yakni Tengin Baru, Bukit Raya, Sukaraja, Bumi Harapan, Argomulyo, Semoi Dua, Sukomulyo, Wonosari, Binuang, dan Telemow.

Sementara Desa Karang Jinawi menjadi satu-satunya desa yang mengalami peningkatan status, dari Maju pada 2025 menjadi Mandiri pada 2026.

Verifikasi dan validasi tingkat kecamatan dilakukan untuk memastikan hasil pemutakhiran data Indeks Desa sesuai dengan kondisi aktual di masing-masing wilayah. Proses tersebut mencakup pemeriksaan hasil pemutakhiran hingga perhitungan manual status desa sebelum dituangkan dalam Berita Acara Pemutakhiran Indeks Desa.

Camat Sepaku, G. Abimanyu Arliandito, mengatakan capaian seluruh desa berstatus Mandiri merupakan perkembangan positif bagi wilayahnya. Namun, predikat tersebut menurutnya tidak boleh hanya menjadi capaian administratif.

“Kita jangan hanya mengejar status Mandiri, tetapi yang paling penting adalah bagaimana status tersebut benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat kita. Masyarakat harus merasakan manfaat dari pembangunan dan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah desa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam proses pemutakhiran Indeks Desa. Data yang valid dinilai menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan, program, hingga pengalokasian anggaran pembangunan.

“Data yang benar akan menghasilkan perencanaan yang benar. Dari perencanaan yang baik, kita dapat menentukan program dan anggaran yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah desa tidak boleh berhenti melakukan evaluasi meskipun telah memperoleh status Mandiri. Setiap desa tetap perlu melihat indikator yang masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan publik, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, perekonomian, lingkungan, maupun tata kelola pemerintahan.

Hasil Pemutakhiran Indeks Desa 2026 selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa. Data tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta menentukan prioritas pembangunan dan program pemberdayaan secara lebih tepat sasaran.

Ia juga mendorong seluruh pemerintah desa untuk mempertahankan capaian tersebut melalui koordinasi dan kolaborasi dengan masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Mari kita jadikan Indeks Desa bukan hanya sebagai angka dan status, tetapi sebagai alat untuk melihat apa yang sudah kita capai, apa yang masih menjadi kekurangan, dan apa yang harus kita lakukan bersama untuk mewujudkan masyarakat desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (ADV)

Pewarta: DeddyPz