Beranda blog Halaman 89

DPR Desak Kemenkeu Segera Cairkan Rp290 Miliar untuk Tangani Karhutla

0
Pemerintah prioritaskan penanganan Karhutla di Kalimantan dan Sumatera  (ANTARA-HO/bakom)

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran darurat sebesar Rp290 miliar untuk operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut dia, penanganan karhutla harus segera dilakukan mengingat kebakaran telah berdampak kepada masyarakat, serta memperburuk kualitas udara.

“Karhutla saat ini telah berdampak pada kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi. Nah, kondisi itu diperparah cuaca kering karena fenomena El Nino,” kata Rajiv dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/8/2026) .

Ia mengatakan penanganan masalah karhutla dan dampaknya harus dilakukan secara luar biasa.

Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah pemulihan ekosistem setelah kebakaran berhasil ditangani, salah satunya penanaman kembali kawasan hutan dan lahan terdampak.

Selain itu, tambah Rajiv, petugas juga perlu memperketat patroli terpadu di daerah rawan, serta sosialisasi larangan bakar lahan kepada warga dan korporasi sebagai optimalisasi pencegahan kebakaran.

Di samping itu, ia meminta agar penegakan hukum juga harus ditegakkan sambil upaya pemulihan berjalan.

Menurut dia, penyebab kebakaran perlu diselidiki untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Penegakan hukum harus berjalan dan terukur sambil berjalan dengan upaya pemulihan karhutla,” katanya.

Berdasarkan data BNPB pada Jumat (21/8), legislator yang membidangi urusan pertanian dan kehutanan itu menyampaikan bahwa beberapa kejadian karhutla baru masih muncul di beberapa wilayah Kalimantan.

Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau. Total lahan terbakar sekitar 25,29 hektare.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, karhutla terjadi di Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong; Kelurahan Pendingan, Kecamatan Sanga-Sanga, Kecamatan Muara Muntai, Muara Jawa, dan Kota Bangun.

Adapun, total luas lahan terbakar pada hari itu mencapai 49,55 hektare dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare.

Untuk itu, Rajiv mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menangani asap di sejumlah wilayah karhutla, baik BNPB, kepolisian, pemerintah daerah dan lainnya.

“Ke depan, perlu diperkuat sinergi antara Manggala Agni, TNI, Polri, dan pemda dalam pendinginan dini sebelum api meluas,” katanya. (ANT/KN)

KPK Ungkap Guru Jadi Pengepul Kursi Unsoed, Tarifnya Rp50 Juta-Rp500 Juta

0
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Achmad Taufik Husein (kiri) mempersilakan dua petugas menunjukkan barang bukti kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Rio Feisal

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan peran guru sebagai pengepul atau koordinator dalam proses penawaran “kursi” mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) seharga Rp50-500 juta.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026) malam, mulanya menjelaskan bahwa KPK menemukan peran guru yang bertugas menjadi pengepul siswa di sekolahnya.

“Ada beberapa kelompok siswa dari SMA yang kemudian dikoordinasikan oleh seorang guru,” kata Taufik.

Lebih lanjut, dia mengatakan guru tersebut kemudian berkomunikasi dengan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto (ES).

“Guru ini kemudian kami temukan percakapan di WA (WhatsApp) dengan ES. Kemudian, ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya dan terkait per orangnya atau kepalanya itu berapa,” ungkapnya.

Berdasarkan percakapan yang ditemukan KPK, dia mengatakan harga satu “kursi” mahasiswa baru di Unsoed dipatok paling rendah Rp50 juta dan paling tinggi berkisar Rp500 juta.

“Paling itu Rp500 juta sampai yang paling rendah itu ada Rp50 juta untuk per kepala,” ujar Taufik.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026.

Beberapa pihak Rektorat Unsoed yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno.

KPK pada 21 Agustus 2026, menetapkan Sodiq, Norman, Mulyono selaku keponakan Sodiq, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto selaku perantara, serta Eko sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed. Sementara Kuat tidak ditetapkan sebagai tersangka. (ANT/KN)

PKP Perkuat Sinergi dengan Pengembang, Program 3 Juta Rumah Dikebut

0
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pengembang senior nasional untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/HO - Kementerian PKP

JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah (pemda) dan para pengembang senior nasional untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PKP Maruarar Sirait dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026), menegaskan bahwa keberhasilan Program 3 Juta Rumah membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, pengembang, lembaga pembiayaan, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Selain memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau, pemerintah juga mendorong regenerasi pelaku usaha agar sektor perumahan semakin sehat dan berkelanjutan.

“Untuk Republik ini kita harus menciptakan pengembang-pengembang baru yang bertanggung jawab dan berkualitas, saya tidak ragu untuk itu,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa regenerasi pengembang mulai tumbuh dan akan terus didorong untuk mendukung percepatan penyediaan rumah bagi masyarakat.

“Jadi sekarang sudah ada regenerasi pengembang perumahan, dan Desember kami akan melaksanakan akad massal 71.000 rumah di Jawa Timur,” katanya.

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berdiskusi dengan para pengembang senior.

Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyerap masukan, kritik, serta pengalaman lapangan dari pelaku industri properti dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan perkembangan integrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam rencana tata ruang daerah. Pembahasan ini menjadi penting untuk memberikan kepastian tata ruang sekaligus mendukung percepatan pembangunan perumahan tanpa mengabaikan perlindungan lahan pertanian.

Secara agregat nasional, progres verifikasi usulan LP2B telah mencapai 87,53 persen, melampaui target minimal nasional sebesar 87 persen dari luasan Lahan Baku Sawah (LBS).

Sebanyak 30 provinsi telah melampaui target pemenuhan usulan di atas 87 persen. Sementara itu, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada delapan provinsi yang masih perlu mempercepat pemenuhan target, yakni Riau, Jambi, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Papua.

Kepastian tata ruang tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi pengembangan perumahan sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan administrasi terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang masih ditemui di lapangan.

Para peserta juga mengevaluasi berbagai tantangan pembangunan perumahan, mulai dari keterbatasan harga rumah, proses administrasi pertanahan, hingga kebutuhan peningkatan kuota rumah subsidi yang lebih berkualitas. (ANT/KN)

El Nino Ancam Terusan Panama, Transit Kapal Dipangkas Jadi 32 per Hari

0
Ilustrasi Terusan Panama. /ANTARA/Anadolu/py.

ANKARA – Otoritas Terusan Panama akan mengurangi jumlah kapal yang diizinkan melintas setiap hari akibat curah hujan rendah dan potensi El Nino yang parah sehingga memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan air.

Otoritas Terusan Panama (ACP), mengatakan slot transit harian akan dikurangi dalam dua tahap, dari saat ini 36 menjadi 34 kapal untuk jadwal transit mulai 4 September, kemudian menjadi 32 kapal mulai 15 September.

Perubahan tersebut akan berlaku bagi kapal yang melintasi pintu air Panamax maupun pintu air Neopanamax yang berukuran lebih besar.

ACP mengatakan akumulasi curah hujan di wilayah tangkapan air terusan selama Mei hingga Agustus 34 persen di bawah rata-rata historis, sementara aliran air yang masuk ke wilayah tersebut 44 persen lebih rendah dari biasanya.

Meskipun musim hujan telah tiba dan langkah-langkah penghematan air telah diterapkan, otoritas mengatakan tindakan lebih lanjut diperlukan untuk mendukung keberlanjutan operasional terusan dalam jangka panjang.

ACP menambahkan, prakiraan yang menunjukkan El Nino 2026-2027 yang sedang berkembang berpotensi menjadi sangat parah dapat semakin mengurangi curah hujan dan aliran air selama sisa musim hujan.

Otoritas mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan menjaga keandalan layanan terusan, melindungi pasokan air untuk konsumsi manusia, serta memberikan waktu yang cukup kepada perusahaan pelayaran untuk merencanakan perjalanan dan mengelola kegiatan rantai pasok.

Terusan Panama bergantung pada air tawar dari danau-danau di sekitarnya untuk mengoperasikan sistem pintu air. Setiap kapal yang melintas membutuhkan air dalam jumlah besar untuk menaikkan dan menurunkan kapal antara permukaan laut dan Danau Gatun.

ACP juga menunda pengurangan batas maksimum sarat kapal yang sebelumnya telah diumumkan bagi kapal yang menggunakan pintu air Neopanamax.

Otoritas mengatakan akan terus memantau kondisi cuaca, ketinggian air danau, serta aliran air dan dapat menerapkan perubahan operasional lebih lanjut jika diperlukan.

Pembatasan tersebut diberlakukan ketika industri pelayaran global sudah menghadapi gangguan akibat perang di Iran yang telah memangkas lalu lintas kapal secara tajam melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia.

Menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, Terusan Panama memungkinkan kapal menghindari perjalanan jauh mengelilingi ujung selatan Amerika Selatan dan menjadi jalur penting bagi perdagangan internasional.

Jalur air tersebut pernah menghadapi pembatasan serupa selama El Nino 2023-2024 ketika kekeringan berkepanjangan memaksa ACP secara bertahap mengurangi jumlah transit harian dan memberlakukan pembatasan sarat kapal.

Pengurangan terbaru tersebut akan meningkatkan pentingnya pemesanan transit lebih awal. ACP memperingatkan para pengguna bahwa hanya pemesanan yang telah dikonfirmasi yang dapat menjamin tanggal transit tertentu. (ANT/KN)

Sumber: Anadolu

Bandara Dhoho Kediri Siapkan Infrastruktur untuk Jadi Embarkasi Haji

0
Tim dari Kementerian Haji dan Umrah saat di Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur. ANTARA/HO-Bandara Dhoho Kediri

KEDIRI – Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur menyiapkan infrastruktur maupun operasional guna mendukung persiapan menjadi lokasi embarkasi haji dalam musim haji mendatang.

Direktur PT Surya Dhoho Investama Maksin Arisandi mengatakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sudah melakukan visitasi di area Bandara Dhoho Kediri untuk memastikan kesiapan secara menyeluruh sebelum nantinya ditetapkan mendukung embarkasi haji.

“Kami melihat visitasi ini sebagai bagian penting untuk memastikan kesiapan Bandara Dhoho secara menyeluruh. Masukan dari seluruh stakeholder akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penguatan dan penyempurnaan,” katanya dalam keterangannya di Kediri, Jumat (21/8/2026).

Ia menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan apabila Bandara Dhoho dipercaya mendukung embarkasi haji, sehingga pelayanan kepada jamaah dapat berlangsung aman dan nyaman.

Sementara General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan secara umum fasilitas dan operasional bandara telah mendukung kebutuhan penerbangan haji.

Namun penguatan sejumlah aspek teknis tetap dilakukan dengan mengacu pada ketentuan regulator dan kebutuhan maskapai.

“Dari hasil peninjauan, secara umum Bandara Dhoho telah siap mendukung penerbangan haji. Kami akan terus melakukan penguatan pada aspek-aspek teknis dan memastikan seluruh kebutuhan operasional dapat diselaraskan dengan ketentuan regulator serta kebutuhan airline,” kata dia.

Ia mengungkapkan visitasi yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan bandara dalam mendukung pelayanan penerbangan haji, meliputi fasilitas terminal dan sisi udara, pelayanan jamaah, keamanan, layanan ground handling, katering, hingga koordinasi antarpemangku kepentingan.

Visitasi juga dengan tim dari maskapai, Saudia Airlines. Dari sisi maskapai, Saudia Airlines melakukan peninjauan terhadap fasilitas dan kesiapan operasional Bandara Dhoho.

“Hasil peninjauan tersebut menjadi bagian dari pembahasan bersama untuk memastikan kesiapan bandara dalam mendukung kebutuhan penerbangan haji,” kata dia.

Ia menambahkan tim juga melakukan rapat koordinasi persiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji.

Rapat tersebut membahas kesiapan sisi udara dan slot time, akomodasi dan transit, kesehatan dan CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), serta layanan pendukung dan logistik penerbangan untuk menyusun rekomendasi serta tindak lanjut bersama seluruh pemangku kepentingan. (ANT/KN)

Cuaca Buruk Tekan Hasil Tangkapan, Nelayan Pariaman Tetap Melaut

0
Nelayan di Kota Pariaman, Sumbar memindahkan ikan hasil tangkapannya ke dalam mobil untuk diangkut dan dipasarkan. ANTARA/Aadiaat M. S.

PARIAMAN – Nelayan di Kota Pariaman, Sumatera Barat tetap memaksakan melaut untuk menangkap ikan meskipun cuaca buruk kerap melanda daerah itu dalam beberapa pekan terakhir.

“Kapal bagan tetap beroperasi, sedangkan nelayan tradisional (pukat payang dan pancing) pada umumnya tidak melaut, tapi tetap ada yang melaut meskipun hasilnya tidak maksimal,” kata Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman Zainal di Pariaman, Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan nelayan bagan masih bisa beroperasi karena ukurannya yang besar sehingga masih bisa bertahan menghadapi gelombang, berbeda dengan nelayan tradisional yang menggunakan kapal yang relatif kecil.

Nelayan di Pariaman, lanjutnya pada umumnya memiliki pengetahuan mengatasi gelombang laut dan naluri yang kuat terkait cuaca yang biasa terjadi di perairan Pariaman.

“Jika nelayan merasa cuaca akan buruk mereka dipastikan tidak melaut, ini jarang yang meleset,” katanya.

Ia menyampaikan nelayan tradisional tersebut mulai berlayar subuh dan pulang siang yang mayoritas cuaca pada saat itu cenderung masih baik. Berbeda hal jika memasuki sore hari cuaca cenderung buruk.

Meskipun kondisi tersebut mempengaruhi produksi ikan tangkap, lanjutnya namun stok komoditas tersebut masih terjaga di Pariaman karena pengusaha perikanan di daerah itu saling berkoordinasi dengan nelayan yang ada di daerah lainnya di antaranya Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

“Begitu juga sebaliknya, jika stok di sini melimpah agen daerah lainnya juga meminta ikan ke Pariaman. Jadi Pariaman tidak pernah kekurangan ikan,” ujarnya.

Ia menyampaikan kondisi penurunan produksi ikan tersebut merupakan siklus yang biasa terjadi setiap tahunnya namun nantinya akan diiringi dengan produksi melimpah di bulan-bulan lainnya.

Ia menyebutkan saat ini rata produksi ikan di Pariaman mencapai sekitar 6.500 ton per tahun. Ikan-ikan tersebut ditangkap oleh sembilan bagan serta ratusan nelayan tradisional. (ANT/KN)

Toyota Perluas Jangkauan T-OPT, 60 Partshop di Kaltim Jadi Mitra

0
T-OPT menggelar press conference di De cafe Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – PT Tasti Anugerah Mandiri berkolaborasi dengan Toyota Astra Motor (TAM) dan Auto2000 Samarinda, menggelar T-OPT Gathering 2026 di de Café Samarinda, Kamis (20/8/2026) malam.

Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat jaringan distribusi suku cadang. Sekaligus merespons kebutuhan pasar otomotif di Kalimantan Timur (Kaltim).

Acara yang menghadirkan sekitar 25 pelaku usaha partshop dan pelanggan fleet ini, menjadi wadah pengenalan T-OPT—merek suku cadang resmi dari Toyota. Dengan mengusung keseimbangan antara kualitas teruji dan efisiensi biaya.

Operation Manager Tasti, Agus Riyanto, menegaskan bahwa kehadiran T-OPT dirancang khusus untuk memberikan alternatif terbaik bagi pemilik kendaraan Toyota, tanpa harus mengorbankan standar keselamatan dan ketahanan.

“T-OPT hadir sebagai jawaban bagi pelanggan yang menginginkan suku cadang Toyota dengan kualitas yang dapat dipercaya namun tetap ekonomis,” terang Agus di sela-sela kegiatan.

Tak hanya fokus pada komoditas suku cadang, ajang kumpul mitra bisnis ini turut dimanfaatkan untuk memaparkan lini kendaraan komersial Toyota Hilux terbaru, skema program penjualan menarik, hingga pemetaan peluang kemitraan jangka panjang antara partshop, bengkel independen, dan jaringan resmi Toyota.

Komitmen ekspansi ini juga didukung penuh oleh pemegang merek. Perwakilan Toyota Astra Motor, Cicilia Fania, menyampaikan bahwa varian dan distribusi T-OPT akan terus dikembangkan secara agresif guna menjangkau ceruk pasar yang lebih luas di Indonesia.

Penetrasi T-OPT di wilayah Kaltim sendiri mencatatkan tren positif. Representatif Head Tasti Balikpapan, Moh Arifin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada sekitar 60 partshop yang resmi menjadi mitra penyedia T-OPT di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

Melalui gathering ini, Tasti dan Toyota optimistis hubungan sinergis dengan para mitra lokal akan semakin solid, sekaligus mempermudah masyarakat maupun pelaku bisnis di Kalimantan Timur dalam mendapatkan akses suku cadang Toyota yang andal dan terjangkau.

Pewarta: Dimas
Editor: Muhammad Rafi’i

Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn21agt2026/mobile/

PPPK Dikelola Pusat, Andi Harun Nilai Bisa Ringankan Beban APBD

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Wacana pemerintah pusat mengambil alih pengelolaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya tenaga pendidik, mendapat dukungan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia menilai kebijakan tersebut dapat memberikan kepastian kesejahteraan pegawai sekaligus mengurangi tekanan belanja pegawai dalam APBD.

“Tentu kita sebagai pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam soal rencana tersebut,” ujar Andi Harun, Kamis (20/8/2026).

Menurut Andi Harun, penarikan kewenangan pengelolaan kepegawaian ke pemerintah pusat merupakan langkah yang rasional. Salah satu pertimbangannya adalah kemampuan fiskal setiap daerah berbeda-beda, sementara pemerintah daerah tetap harus menyediakan anggaran untuk membayar gaji dan tunjangan pegawai.

Ia melihat setidaknya ada tiga manfaat apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan. Salah satunya memberikan kepastian anggaran untuk kesejahteraan aparatur, termasuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu.

“Lebih terjamin penyediaan anggaran untuk kesejahteraan pegawainya, termasuk P3K dan P3K paruh waktu yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk diangkat menjadi PNS,” jelasnya.

Andi Harun mengatakan kondisi fiskal sejumlah pemerintah daerah kerap mengalami tekanan. Belanja pegawai juga masih bergantung pada kemampuan keuangan masing-masing daerah dan dukungan transfer pemerintah pusat.

“Faktor keguncangan fiskal di masing-masing daerah membuat ada daerah yang berjibaku memenuhi penyediaan anggarannya terhadap kepegawaian,” ungkapnya.

Jika pembiayaan PPPK dialihkan ke pemerintah pusat melalui APBN, menurut Andi Harun, beban belanja rutin pemerintah daerah akan berkurang. Ruang fiskal dalam APBD kemudian dapat lebih banyak digunakan untuk membiayai program yang langsung dirasakan masyarakat.

“Beban pemerintah daerah akan berkurang, sehingga APBD-nya bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan berdampak pada masyarakat, seperti infrastruktur dasar, kesehatan, dan pendidikan,” katanya.

Selain persoalan fiskal, Andi Harun melihat pengelolaan kepegawaian secara nasional dapat memperkuat posisi aparatur sebagai bagian dari satu sistem kepegawaian negara.

“Terjadi transformasi penguatan nilai-nilai kebangsaan, kita menjadi pegawai negeri sipil yang utuh, tidak lagi tersekat-sekat antarpemerintah daerah,” tegasnya.

Ia juga menyinggung persoalan pendataan dan pengangkatan tenaga honorer di daerah. Menurutnya, penambahan pegawai tanpa memperhitungkan kemampuan keuangan dapat menjadi persoalan ketika kebutuhan belanja pegawai terus meningkat.

“Kalau tidak memperhitungkan anggaran, suatu hari bisa jadi blunder, tidak tersedia cukup alokasi anggaran untuk pembayaran gaji dan tunjangan,” tuturnya.

Karena itu, Andi Harun menilai pembiayaan melalui APBN dapat memberikan kepastian lebih kuat terhadap pembayaran hak pegawai.

“Pasti jaminannya adalah teralokasi secara permanen di APBN,” pungkasnya.

Meski mendapat dukungan dari Pemkot Samarinda, wacana pengalihan pengelolaan PPPK tersebut masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dan aturan teknis yang nantinya ditetapkan.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Pendidikan Dapat Rp3,2 Triliun, DPRD Kaltim Minta Anggaran Benar-Benar Berkualitas

0
Anggota Komisi IV sekaligus Badan Anggaran DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry meminta anggaran pendidikan 2027 tidak sekadar memenuhi persentase mandatory spending. (K Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Anggaran pendidikan Kalimantan Timur dalam pembahasan KUA-PPAS 2027 disebut telah mencapai sekitar 27 persen. Namun, DPRD Kaltim mengingatkan angka tersebut belum otomatis menunjukkan anggaran pendidikan sudah berkualitas.

Anggota Komisi IV sekaligus Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry meminta Pemprov membedah kembali isi anggaran pendidikan tersebut. Setiap rupiah yang dialokasikan harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah provinsi.

“Komitmen 27 persen itu kalau di-breakdown isinya apa? Kalau isinya ternyata tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan yang kita alami selama ini dan juga sudah menjadi catatan BPK untuk kita selesaikan, berarti tidak ada progres dalam penanganan persoalan pendidikan kita,” kata Sarkowi, Kamis (20/8/2026).

Menurut Sarkowi, ketentuan minimal 20 persen anggaran pendidikan tidak seharusnya dipahami sebatas memenuhi persentase mandatory spending.

“Mandatori itu minimal 20 persen, itu mengandung pembobotan. Bobot yang pertama adalah bobot yang terkait dengan kewenangan dan bobot yang terkait dengan menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan pendidikan yang ada. Bukan hanya asal lebih 20 persen,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan belanja pendidikan dalam pembahasan KUA-PPAS 2027 telah mencapai sekitar 27 persen.

Anggota Banggar DPRD Kaltim Baba pada 14 Agustus 2026 juga menyebut angkanya mencapai 27,12 persen. Total anggaran pendidikan sekitar Rp3,2 triliun, dengan sekitar Rp1,1 triliun di antaranya merupakan belanja gaji dan tunjangan ASN.

Komposisi tersebut menjadi perhatian Sarkowi. Menurutnya, tingginya persentase belum cukup jika sebagian besar anggaran terserap untuk belanja rutin sementara persoalan pendidikan belum terselesaikan.

“Jadi 20 persen yang berkualitas,” ujarnya.

Sorotan tersebut semakin relevan karena kemampuan fiskal Kaltim pada 2027 diproyeksikan turun. Dalam RKPD 2027, APBD Kaltim diproyeksikan sekitar Rp12,1 triliun.

Angka itu jauh di bawah APBD 2026 dengan belanja sekitar Rp15,15 triliun dan pendapatan Rp14,25 triliun.

Dengan ruang fiskal yang semakin sempit, Sarkowi meminta belanja pendidikan difokuskan pada urusan yang memang menjadi kewenangan Pemprov Kaltim, terutama SMA, SMK dan SLB.

Salah satu yang dapat diperkuat adalah pemenuhan perlengkapan siswa. Ia mencontohkan bantuan seragam yang selama ini hanya satu setel dapat dievaluasi sesuai kemampuan anggaran dan kebutuhan siswa.

“Kalau selama ini bajunya cuma satu setel, kenapa tidak bisa tiga setel? Itu juga aspirasi dari para orang tua. Selama ini hanya putih abu-abu. Kenapa tidak Pramuka? Kenapa tidak ditambah dengan batik, misalnya, atau baju olahraga,” ungkapnya.

Selain kebutuhan siswa, kondisi infrastruktur sekolah juga harus menjadi prioritas. Sarkowi menyebut masih terdapat SMA, SMK dan SLB yang membutuhkan perbaikan.

“Di kita ini masih ada sekolah-sekolah yang masih kondisi rusak yang menjadi kewenangan kita. SMA, SMK, SLB. Itu harusnya diprioritaskan,” katanya.

Perhatian juga harus diberikan terhadap proyek pendidikan yang sebelumnya mengalami putus kontrak.

“Baik yang dari awal mau kita renovasi maupun yang putus kontrak, itu harus menjadi prioritas,” lanjutnya.

Persoalan berikutnya adalah sekolah baru yang belum memiliki fasilitas sendiri dan masih menumpang di sekolah lain. Sarkowi meminta kebutuhan tersebut masuk dalam prioritas anggaran 2027.

“Pendidikan lagi terkait dengan infrastruktur yang berhubungan dengan sekolah-sekolah baru yang sekarang menumpang. Ini kan harus kita prioritaskan,” ujarnya.

Menurut Sarkowi, pembahasan anggaran pendidikan akhirnya tidak boleh berhenti pada apakah alokasinya 20 persen atau sudah mencapai 27 persen. Ukurannya adalah kemampuan anggaran tersebut menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.

Terlebih, dengan proyeksi APBD 2027 sekitar Rp12,1 triliun, setiap program harus semakin terukur dan memiliki manfaat yang jelas.

“Jadi 20 persen itu benar-benar akan bisa menyentuh kepada solusi mengatasi persoalan-persoalan dunia pendidikan selama ini,” tutup Sarkowi.

Pewarta: K Irul Umam
Editor: Agus S.