Beranda blog Halaman 88

Desa Adat Sade, Sebelum dan Sesudah Api

0
Desa Adat Sade pascaterbakar. ANTARA FOTO/Ahmad Khaerul

MATARAM – Minggu, 9 Agustus 2026, Desa Adat Sade Desa yang berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada jalur menuju kawasan wisata Kuta Mandalika, masih terlihat seperti biasanya.

Para juru parkir mengatur kendaraan yang ditumpangi para wisatawan yang kala itu nampak ramai.

Rumah-rumah adat berdiri berderet di tengah perkampungan masyarakat Sasak. Wisatawan keluar-masuk menyusuri jalan sempit di antara rumah tradisional. Di sudut-sudut kampung, kehidupan warga berlangsung sebagaimana hari-hari biasa.

Sejumlah pemandu wisata mengenakan sapuk, ikat kepala tradisional khas Sasak, dengan motif lurik. Mereka dengan ramah menjelaskan berbagai hal kepada wisatawan, termasuk kepada sejumlah turis asing yang memadati kampung adat tersebut.

Sade diperkirakan telah berusia sekitar 600 tahun. Perkampungan ini disebut-sebut telah ada sejak sekitar abad ke-14 dan hingga kini masih mempertahankan bentuk rumah, tata ruang, serta sejumlah tradisi masyarakat Sasak.

Di salah satu rumah adat, seorang perempuan tampak tekun menenun kain, tradisi yang oleh masyarakat Sasak disebut nyesek.

Di bagian belakang rumah, kain-kain tenun dengan beragam warna dan motif dipajang. Sebagian digantung berjajar, memperlihatkan keindahan pola yang simetris dan artistik.

Bagi perempuan Sasak, nyesek bukan sekadar aktivitas menghasilkan kain. Kemampuan menenun secara tradisional juga merupakan bagian dari pengetahuan adat dan menjadi salah satu penanda kedewasaan seorang perempuan sebelum menikah.

Sambil menjawab pertanyaan wisatawan, perempuan yang mengenakan baju merah muda dan kebaya hitam bermotif bunga itu sesekali menawarkan kain hasil tenunannya.

Harga menjadi lebih bersahabat ketika pembeli dan penjual mulai berbicara menggunakan bahasa Sasak.

Hari itu, datang ke Sade bukan untuk menyaksikan sebuah desa yang sedang berduka.

Sade masih menjadi salah satu wajah pariwisata dan kebudayaan Lombok. Puluhan tahun, kampung ini menjadi tempat wisatawan mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Sasak, rumah tradisional, kain tenun, bahasa, tradisi, dan kehidupan adat yang masih dipertahankan.

Tak ada yang menyangka bahwa 13 hari kemudian, pemandangan itu berubah menjadi kabar duka.

Pada Sabtu (22 Agustus) malam, api melahap Desa Adat Sade.

Api bergerak cepat di antara rumah-rumah tradisional yang sebagian besar menggunakan bahan mudah terbakar. Atap alang-alang membuat kobaran api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Malam yang biasanya tenang berubah menjadi kepanikan. Salah seorang warga, Amaq Imi, mengatakan kebakaran terjadi secara tiba-tiba ketika sebagian warga sedang tertidur. Banyak barang berharga tidak sempat diselamatkan.

Kain tenun, uang, telepon seluler dan berbagai benda milik warga ikut dilalap api.

Dalam sekejap, sesuatu yang selama  ratusan tahun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat terancam hilang.

*Ketika warisan budaya terbakar*

Desa Sade merupakan salah satu kawasan permukiman masyarakat Sasak yang masih mempertahankan bentuk rumah dan tata kehidupan tradisional.

Kampung ini dihuni sekitar 700 orang yang masih berada dalam satu garis keturunan, dengan sekitar 200 rumah adat.

Rumah-rumah tersebut tidak dibangun sekadar sebagai tempat tinggal. Arsitekturnya menyimpan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Atap alang-alang, dinding anyaman bambu dan lantai tanah liat menjadi bagian dari karakter rumah tradisional Sade. Secara tradisional, lantai tanah liat tersebut dibuat dengan campuran tanah, kotoran kerbau, dan abu jerami.

Di sinilah persoalan Sade menjadi lebih besar daripada sekadar kehilangan bangunan.

Ketika sebuah rumah adat terbakar, yang hilang bukan hanya kayu, bambu atau alang-alang. Di dalamnya terdapat benda-benda budaya, pengetahuan, cerita keluarga, tradisi, dan memori kolektif masyarakat.

Komunitas Lombok Heritage and Science Society (LHSS) menilai kebakaran Kampung Adat Sade menjadi alarm keras bagi sistem perlindungan kawasan warisan budaya di Nusa Tenggara Barat.

“Kebakaran tersebut menimbulkan efek kehilangan yang tak ternilai dengan uang. Kampung Adat Sade adalah ikon budaya hidup utama Pulau Lombok,” kata Ali.

Sade bukan museum yang kehidupan di dalamnya dihentikan untuk mempertahankan masa lalu. Sade adalah kampung tempat masyarakat masih tinggal, bekerja, menenun, berdagang, menjalankan tradisi dan mewariskan kebudayaan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, ketika api membakar rumah-rumah di Sade, yang terbakar bukan hanya bangunan. Sebagian dari memori kebudayaan masyarakat ikut berada dalam ancaman.

Letak Sade membuat kampung adat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang relatif mudah dijangkau.

Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Mataram. Dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, perjalanan menuju Sade dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat. Sementara dari kawasan The Mandalika, kampung adat ini hanya berjarak beberapa menit perjalanan.

Karena itu, Sade kerap menjadi bagian dari perjalanan wisatawan setelah menikmati Pantai Kuta Mandalika, Bukit Merese, Tanjung Aan, Selong Belanak, Mawun atau destinasi lain di Lombok Selatan.

Pada Agustus, denyut pariwisata Lombok biasanya semakin terasa. Musim liburan musim panas di sejumlah negara Eropa dan Amerika menjadi salah satu momentum meningkatnya perjalanan wisata internasional, ditambah kondisi cuaca kemarau yang relatif mendukung aktivitas wisata.

Di tengah geliat pariwisata itu, Sade menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki destinasi pantai.
Ia menawarkan pengalaman hidup.

Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat bangunan tua, tetapi juga menyaksikan bagaimana masyarakat Sasak mempertahankan tradisinya.

Karena itu, kehilangan rumah adat di Sade berpotensi menjadi kehilangan bagi ekosistem pariwisata sekaligus kebudayaan Lombok.

Pagi setelah kebakaran, pemerintah daerah bergerak melakukan penanganan.

Malam sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal telah mendatangi lokasi. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kemudian melakukan rapat koordinasi untuk menangani dampak kebakaran.

Posko tanggap darurat ditetapkan di KDMP Desa Rembitan dengan Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Gabus sebagai kepala posko.

Dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Pemerintah menyatakan prioritas awal adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyebut korban terdampak mencapai sekitar 320 jiwa atau 120 kepala keluarga.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, lapak UMKM dan fasilitas umum lainnya juga ikut terbakar.

Angka-angka itu penting untuk menggambarkan skala bencana. Namun, angka tidak sepenuhnya mampu menjelaskan apa yang hilang.

Di balik 320 jiwa terdapat keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Di balik 120 kepala keluarga terdapat kain tenun, dokumen, peralatan kerja, benda pusaka, foto keluarga dan kenangan yang mungkin tidak dapat diganti.

Jangan sampai Sade hanya dibangun kembali.

Tahap tanggap darurat pada akhirnya akan selesai. Warga akan mendapatkan tempat tinggal sementara. Bantuan makanan akan datang. Kebutuhan dasar akan dipenuhi.

Tetapi tantangan terbesar justru muncul setelah itu. Bagaimana membangun kembali Sade tanpa menghilangkan identitasnya?

Pertanyaan ini penting karena rekonstruksi tidak boleh berhenti pada membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.

Rumah adat Sade bukan sekadar bentuk fisik. Ia merupakan bagian dari sistem budaya.

Karena itu, proses pemulihan jangka panjang perlu melibatkan masyarakat adat, para tetua, ahli arsitektur tradisional, pemerintah daerah, akademisi, pelaku pariwisata dan komunitas pelestari budaya.

Rumah yang dibangun kembali harus tetap menjadi bagian dari arsitektur Sasak, bukan sekadar bangunan baru yang dibuat menyerupai rumah lama.

Dinas Kebudayaan NTB juga mulai melakukan pendataan terhadap artefak dan unsur budaya yang masih tersisa.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan pihaknya melakukan identifikasi dan penyelamatan berbagai artefak budaya yang masih tersisa, sekaligus mendokumentasikan pengetahuan, cerita dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Sade.

“Bagian terpenting adalah menyelamatkan artefak-artefak kebudayaan, termasuk cerita-cerita warga setempat,” kata Muhammad Ihwan setelah meninjau kondisi  Kampung Adat Sade.

Upaya itu harus menjadi bagian dari pemulihan yang lebih luas.

Sebab benda budaya yang hilang mungkin dapat direplikasi. Tetapi cerita di balik benda tersebut belum tentu dapat dikembalikan.

 

*Sade setelah api*

Pada 9 Agustus, Sade masih menjadi tempat wisata yang ramai. Ada pemandu dengan sapuk di kepalanya. Ada perempuan yang tekun nyesek. Ada kain tenun yang bergelantungan di belakang rumah. Ada tawar-menawar menggunakan bahasa Sasak.

Tiga belas hari kemudian, sebagian pemandangan itu berubah. Api meninggalkan ruang kosong, puing-puing dan kehilangan.

Tetapi Sade belum selesai. Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan hanya berapa rumah yang dapat dibangun kembali, melainkan apakah identitas yang melekat di dalam rumah-rumah itu dapat terus hidup.

Sade tidak boleh hanya menjadi cerita tentang sebuah kampung adat yang pernah terbakar.

Ia harus menjadi cerita tentang bagaimana sebuah masyarakat bangkit, merawat warisan leluhur, dan memastikan kebudayaan tidak ikut padam bersama api.

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukan sekadar berapa banyak rumah yang harus dibangun kembali. (ANT/KN)

Polri Tetapkan 72 Tersangka Kasus Karhutla di 9 Polda

0
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (16/8/2026). Petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin, Daops Sumatera XII-Muara Tebo, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, TNI dan Polri berhasil memadamkan kebakaran lahan yang terjadi sejak siang tersebut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri menetapkan 72 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditangani di sembilan kepolisian daerah (Polda).

Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Irhamni mengatakan penetapan tersangka tersebut merupakan hasil penanganan 89 laporan polisi yang tersebar di sembilan Polda.

“Kesembilan Polda ini telah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan,” kata Irhamni saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Ia menjelaskan sebagian besar perkara yang ditangani bermula dari pemantauan hotspot yang kemudian diverifikasi oleh petugas di lapangan.

Apabila ditemukan titik api atau lahan terbakar, petugas terlebih dahulu melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan keselamatan personel.

Setelah kondisi dinyatakan aman, penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

Menurutnya, modus yang ditemukan dalam sejumlah perkara tersebut didominasi pembukaan lahan dengan cara sengaja membakar. Cara tersebut dipilih karena dinilai lebih murah dan ekonomis dibandingkan menggunakan metode pembukaan lahan lainnya.

“Sebagian besar modus operandi yang digunakan oleh para tersangka adalah membuka lahan dengan cara sengaja membakar agar biaya operasional kegiatan berkebun menjadi murah atau ekonomis,” ungkap Irhamni.

Dalam praktiknya, lahan yang sebelumnya telah ditebang kemudian dibakar untuk membersihkan sisa vegetasi.

Selain lebih murah, pembakaran juga dianggap memberikan keuntungan bagi pelaku karena abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai unsur yang menyuburkan tanah sebelum lahan digunakan untuk kegiatan perkebunan.

Irhamni menegaskan alasan ekonomi tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan pembakaran, terlebih dalam kondisi kemarau panjang dan El Nino yang membuat api lebih mudah meluas serta sulit dikendalikan.

Dalam proses penyidikan, Polri juga telah menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan adanya aktivitas pembakaran secara sengaja.

Barang bukti tersebut, di antaranya 35 korek api, sejumlah botol dan jerigen berisi bahan bakar, 21 parang, dua kapak, cangkul, dua unit chainsaw, sampel tanah terbakar, bibit sawit hingga batang kayu bekas terbakar.

Irhamni menegaskan bahwa pengakuan tersangka bukan menjadi satu-satunya dasar dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Penyidik tetap mengedepankan alat bukti yang diperoleh melalui olah TKP, keterangan saksi, petunjuk, barang bukti serta penelusuran transaksi keuangan.

Untuk itu, Bareskrim Polri tidak hanya mendalami pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menyuruh, mendanai, atau memperoleh keuntungan dari aktivitas pembakaran tersebut.

Penyidik akan mendalami aliran transaksi keuangan untuk mengetahui apakah pembakaran dilakukan atas kepentingan pribadi atau terdapat keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya korporasi.

“Baik korporasi ataupun individu akan kami lakukan pengejaran dan lakukan penegakan hukum secara tegas,” ujarnya.

Irhamni menyatakan penegakan hukum merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran berulang selama periode kemarau.

Ia memastikan proses penegakan hukum akan terus dikembangkan secara profesional berdasarkan alat bukti. Polri tidak hanya akan mengejar pelaku pembakaran di lapangan, tetapi juga pihak yang menyuruh melakukan maupun pihak yang memperoleh keuntungan dari kejahatan tersebut.

“Kami akan terus mengejar semua pelaku atau orang yang menyuruh melakukan dan semua pihak yang memperoleh keuntungan atas kejahatan pembakaran hutan dan lahan tersebut,” ucapnya.

Terhadap para pelaku, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan pidana, di antaranya Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Perkebunan, Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (ANT/KN)

Jual Beli Kursi Unsoed Terbongkar, Rp650 Juta Sudah Dibayar Anak Tetap Gagal Masuk Kedokteran

0
Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq berjalan menuju mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuka dugaan praktik jual beli kursi penerimaan mahasiswa baru. KPK menemukan orang tua calon mahasiswa diminta Rp650 juta agar anaknya masuk Fakultas Kedokteran. Uang sudah diserahkan, tetapi anaknya tetap tidak lolos.

Dugaan transaksi tidak berhenti di Fakultas Kedokteran. KPK juga menemukan indikasi serupa di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) serta Fakultas Hukum.

Dari 2.527 kuota mahasiswa jalur mandiri program sarjana Unsoed 2026, sebanyak 73 kuota sementara teridentifikasi diduga dikelola untuk dimintai uang.

KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Salah satunya Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq.

Lima tersangka lainnya yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto dari pihak swasta, serta Mulyono yang merupakan keponakan Akhmad Sodiq.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan permintaan Rp650 juta kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran diduga dilakukan melalui dua perantara.

“Keduanya selaku pihak swasta diduga meminta sejumlah uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta untuk satu mahasiswa,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (21/8/2026) malam, dikutip dari ANTARA.

Permintaan tersebut diduga berkaitan dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo. Orang tua calon mahasiswa kemudian menyerahkan uang sesuai permintaan.

Namun, anaknya tetap gagal masuk Fakultas Kedokteran.

Orang tua calon mahasiswa itu kemudian meminta Rp650 juta dikembalikan. Persoalan pengembalian uang tersebut kemudian membuka rangkaian lain dalam perkara.

Menurut KPK, Norman meminjam uang dari pihak swasta untuk mengembalikan Rp650 juta dengan sepengetahuan Rektor Akhmad Sodiq.

Pengembalian pinjaman kemudian diduga dikaitkan dengan tiga proyek di lingkungan Unsoed, yakni pengadaan kanopi, renovasi kantin dan pengecatan gedung. Proyek dikerjakan perusahaan milik Mulyono, keponakan rektor. Pembayarannya kemudian dialihkan kepada pihak swasta yang sebelumnya meminjamkan uang kepada Norman.

KPK menduga praktik tersebut berkaitan dengan kewenangan pejabat kampus dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa.

“Sistem penerimaan ini kan ada yang punya kewenangan, ada yang mengotorisasi, dan tadi kan ada sistem untuk memberikan persetujuan atau klik,” ujar Taufik.

Penyidikan kemudian menemukan dugaan praktik serupa dalam skala lebih luas. Sebanyak 73 dari 2.527 kuota jalur mandiri program sarjana Unsoed 2026 diduga dikelola untuk dimintai uang.

“Sebanyak 73 mahasiswa yang dikelola untuk bisa dimintakan sejumlah uang. Jadi, ada hitung-hitungannya yang kami temukan di dokumen-dokumen,” ungkap Taufik.

Selain Fakultas Kedokteran, KPK menemukan dugaan transaksi di FPIK dan Fakultas Hukum.

KPK juga mengungkap jalur lain yang diduga melibatkan Rektor Akhmad Sodiq. Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto yang menjadi panitia penerimaan mahasiswa baru disebut berkomunikasi dengan pihak yang disebut KPK sebagai “pengepul” calon mahasiswa.

Dari jalur tersebut, Akhmad Sodiq diduga menerima Rp1,12 miliar. Setelah uang diterima, rektor diduga memberikan akses kepada bawahannya untuk meloloskan calon mahasiswa yang telah dikelola.

KPK juga menelusuri dugaan penerimaan uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru sepanjang 2025–2026.

Dalam klaster lainnya, Akhmad Sodiq diduga menggunakan keponakannya, Mulyono, untuk menerima uang dari orang tua maupun calon mahasiswa yang mengurus penerimaan melalui jalur mandiri.

Penyidik menemukan kode yang diduga digunakan rektor kepada keponakannya, yakni “jangan diminta di awal” dan “jika dikasih bilang terima kasih”.

“Ini kode, arahan-arahan, atau perintah-perintah yang selalu digunakan oleh ASO selaku Rektor kepada MYN ketika ada pihak-pihak orang tua atau mahasiswa baru yang akan melakukan pengurusan di jalur mandiri,” kata Taufik.

Sepanjang 2025–2026, Mulyono diduga menerima sekitar Rp680 juta. KPK juga menemukan pembelian tiga bidang tanah setelah penerimaan uang dan kini mendalami keterkaitannya dengan dugaan gratifikasi.

OTT pada Kamis (20/8/2026) akhirnya membawa KPK masuk lebih jauh menelusuri sistem penerimaan mahasiswa Unsoed.

Dari rangkaian operasi dan pemeriksaan, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp665 juta serta saldo rekening sekitar Rp99 juta. Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar Rp764 juta.

KPK sebelumnya mengamankan Rektor Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno dalam rangkaian OTT.

Kuat Puji Prayitno tidak ditetapkan sebagai tersangka. Setelah pemeriksaan, KPK menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka.

Akhmad Sodiq dan sejumlah tersangka selanjutnya ditahan KPK. Mereka terlihat keluar dari Gedung Merah Putih menuju mobil tahanan pada Sabtu dini hari. (MK/ant)

Editor: Agus S

Bursa Sekda Bontang Mengerucut, Enam Pejabat Lolos ke Assessment

0

BONTANG – Persaingan memperebutkan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang semakin ketat. Dari 15 pejabat yang sebelumnya masuk bursa, kini hanya enam nama yang bertahan setelah Komite Talenta merampungkan tahapan wawancara.

Kepastian tersebut tertuang dalam Pengumuman Komite Talenta Aparatur Sipil Negara Kota Bontang Nomor 4/KT.Bontang/2026 tentang Pemanggilan Uji Kompetensi Manajerial (Assessment Center) Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Bontang Tahun 2026.

Enam pejabat yang lolos yakni Ahmad Yani Y, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat; Heru Triatmojo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup; Much Cholis Edy Prabowo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota; Sony Suwito Adicahyono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda; Sudi Priyanto, Kepala BKPSDM; serta Suhardi, Direktur RSUD Taman Husada.

Nama-nama tersebut dicantumkan berdasarkan urutan abjad, bukan perolehan nilai.

Keenam kandidat selanjutnya mengikuti Uji Kompetensi Manajerial atau assessment center selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, di Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai BKD Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tahapan tersebut akan kembali memangkas jumlah kandidat. Hasil assessment diakumulasi dengan penilaian pada tahapan sebelumnya untuk menentukan tiga pejabat dengan nilai kumulatif tertinggi.

Tiga nama itulah yang nantinya menjadi kandidat akhir Sekda definitif Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sebelumnya menegaskan tidak ada kandidat yang mendapat perlakuan khusus. Penentuan dilakukan berdasarkan kompetensi dan hasil seluruh tahapan seleksi.

“Saya akan pilih satu yang terbaik dari nama yang sudah disodorkan tim. Pemilihan akan transparan sesuai kompetensi,” kata Neni.

Neni juga memastikan tidak ada “karpet merah” untuk kandidat tertentu. Sekda yang terpilih harus mampu menjalankan program prioritas pemerintah daerah sekaligus menerjemahkan arahan kepala daerah dalam roda pemerintahan.

Pengisian Sekda Bontang kali ini tidak menggunakan seleksi terbuka atau lelang jabatan. Pemkot menerapkan mekanisme manajemen talenta ASN setelah mendapatkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ketua Komite Talenta ASN Kota Bontang Akhmad Suharto sebelumnya menjelaskan kandidat dijaring melalui pemetaan sistem nine box atau sembilan kotak manajemen talenta.

Pejabat eselon II yang berada pada kotak 8 dan 9 serta memenuhi persyaratan usia masuk kelompok kandidat. Salah satu ketentuannya berusia di bawah 58 tahun saat pengisian jabatan Sekda dilakukan.

Dari pemetaan tersebut, 15 pejabat mengikuti wawancara Komite Talenta. Sembilan di antaranya kini tersisih dan enam nama melanjutkan persaingan.

Komite Talenta diketuai Akhmad Suharto dengan melibatkan Inspektur Provinsi Kaltim, Inspektur Kota Bontang, Asisten I Setda Bontang Dasuki, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Safa Muha.

Pemkot Bontang telah memperoleh rekomendasi BKN untuk menerapkan manajemen talenta sejak Oktober 2025. Mekanisme serupa sebelumnya digunakan untuk rotasi empat pejabat eselon II pada April 2026.

Selepas assessment 27–28 Agustus, enam kandidat akan mengerucut menjadi tiga besar. Wali Kota kemudian memilih satu dari tiga pejabat tersebut untuk menjadi Sekda definitif.

Proses pengisian jabatan berlangsung menjelang berakhirnya masa tugas Akhmad Suharto sebagai ASN. Pj Sekda Bontang tersebut akan memasuki purnatugas terhitung mulai 1 Oktober 2026. (MK)

Editor: Agus S.

Karhutla Kubar Terluas di Kaltim, 285 Hektare Lahan Terbakar

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin didampingi Sekda Kubar Erik Victory meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Jalan Hauling PT CAM Kilometer 36, Kampung Muara Nyahing, Kecamatan Damai, Jumat (21/8/2026). (Ichal/MK)

SENDAWAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Barat (Kubar) terus meluas sepanjang musim kemarau tahun ini. Sejak 9 Juli hingga 21 Agustus 2026, sedikitnya 61 titik kebakaran telah ditangani dengan total luas lahan terdampak mencapai 285,26 hektare.

Kebakaran tersebar di sembilan kecamatan. Sebagian terjadi di lahan mineral, tetapi api juga membakar lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih lama karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.

Bupati Kubar Frederick Edwin meminta penanganan tidak berhenti hanya karena api di permukaan sudah tidak terlihat. Lokasi yang masih menyisakan bara maupun asap harus terus dipantau untuk mencegah kebakaran kembali muncul.

“Pentingnya koordinasi dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pihak perusahaan, pemerintah kampung, dan masyarakat,” kata Frederick saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Hauling PT CAM Kilometer 36, Kampung Muara Nyahing, Kecamatan Damai, Jumat (21/8/2026).

Frederick meminta pemadaman dilakukan secara terpadu hingga api benar-benar padam. Ketersediaan personel, peralatan, sumber air hingga akses menuju lokasi juga harus dipastikan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kubar Yudianto Rihartono mengatakan kebakaran yang ditangani sejak 9 Juli tersebar di sembilan kecamatan.

“Lokasi kejadian terdapat di 61 titik dengan luasan karhutla terbakar sebanyak 285,26 hektare,” terang Yudianto.

Sembilan kecamatan tersebut yakni Melak, Damai, Muara Lawa, Barong Tongkok, Muara Pahu, Nyuatan, Tering, Long Iram dan Sekolaq Darat.

Di Kecamatan Melak, kebakaran antara lain terjadi di Kampung Empas seluas 10,92 hektare pada lahan mineral. Di Kecamatan Damai, kebakaran tercatat di Kampung Jengan Danum, Kinong dan Benung dengan luas 4,17 hektare.

Di Muara Lawa, kebakaran di Kampung Dingin mencapai 8,8 hektare. Sementara di Barong Tongkok, Kampung Pepas Eheng mencatat 8,7 hektare. Keduanya berada pada lahan mineral.

Kebakaran lainnya terjadi di Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu seluas 8,17 hektare; Kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan seluas 3 hektare; serta Kampung Long Daliq, Kecamatan Long Iram seluas 10 hektare.

Api juga membakar lahan gambut di Kampung Muara Mujan, Kecamatan Tering seluas 2,2 hektare dan Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat seluas 1 hektare.

Secara keseluruhan, BPBD Kubar mencatat 61 titik dengan luas terbakar mencapai 285,26 hektare.

Data BPBD Kaltim hingga 19 Agustus 2026 mencatat 413 kejadian karhutla dengan luas terdampak 936,95 hektare di seluruh Kaltim. Dari data tersebut, Kubar tercatat sebagai daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar.

Frederick meminta masyarakat ikut mencegah munculnya titik api baru. Pembakaran lahan dan membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari karena kondisi kemarau membuat vegetasi kering dan api lebih mudah menyebar.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga diminta mewaspadai dampak asap terhadap kesehatan.

“Selain itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran diingatkan untuk memperhatikan dampak asap terhadap kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Frederick.

Pemantauan tetap dilakukan terhadap lokasi yang telah terbakar, terutama titik yang masih menyisakan bara dan asap. Petugas juga terus bersiaga menghadapi kemungkinan munculnya titik api baru selama kondisi kemarau berlangsung. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Sungai Mahakam Surut, Jalan Darat Mahulu–Kubar Jadi Tumpuan Distribusi Logistik

0
Pembangunan jalan darat penghubung Mahakam Ulu–Kutai Barat terus berlangsung. Sejumlah ruas telah disemenisasi, sementara sekitar 40 kilometer masih berupa tanah dan agregat. (Ichal/MK)

UJOH BILANG – Surutnya Sungai Mahakam membuat jalan darat Mahakam Ulu (Mahulu)–Kutai Barat (Kubar) semakin vital. Saat speedboat dan longboat kesulitan mencapai kawasan hulu, jalur sepanjang 142,378 kilometer itu menjadi alternatif mobilitas warga dan distribusi logistik.

Namun, jalur tersebut belum sepenuhnya tuntas. Dari total 142,378 kilometer, sepanjang 102,378 kilometer telah ditangani berupa aspal dan semenisasi. Sekitar 40 kilometer lainnya masih berupa tanah dan agregat.

Kepala Dinas PUPR Mahulu Didik Subagya mengatakan pekerjaan masih berlangsung di sejumlah titik. Keseluruhan jalur ditargetkan tuntas pada 2027.

“Jalan yang sudah dikerjakan berupa aspal dan semenisasi sepanjang 102,378 kilometer,” kata Didik saat dikonfirmasi Media Kaltim, Sabtu (22/8/2026).

Saat Media Kaltim melintasi jalur tersebut, kondisi jalan belum seragam. Sejumlah ruas sudah disemenisasi dan dapat dilalui kendaraan. Namun, pada bagian lain pengendara masih harus melewati jalan agregat dan tanah.

Pekerjaan fisik juga terlihat berlangsung di sejumlah titik. Ada ruas yang sedang disemenisasi, sementara bagian lainnya masih dalam pengerjaan badan jalan dan fasilitas pendukung.

Kontur jalan naik-turun dengan sejumlah tanjakan dan turunan di kawasan yang dikelilingi hutan. Pengendara harus berhati-hati pada beberapa titik karena pekerjaan belum selesai dan badan jalan belum seluruhnya dapat digunakan secara normal.

Penyelesaian jalur darat semakin mendesak setelah debit Sungai Mahakam di wilayah hulu turun drastis akibat kemarau panjang. Di Long Pahangai hingga Long Apari, transportasi sungai tidak dapat beroperasi normal karena pendangkalan.

Dampaknya langsung terasa pada distribusi barang. Di Long Apari, pedagang harus menjemput barang dari Long Lunuk.

Ongkos carter Long Lunuk–Tiong Ohang mencapai Rp2,75 juta ditambah 25 liter BBM. Tujuan Noha Silat mencapai Rp4,25 juta ditambah 45 liter BBM. Sedangkan menuju Noha Tivab dan Long Apari, ongkos angkut mencapai Rp5,55 juta ditambah 65 liter BBM.

Harga kebutuhan pokok ikut melonjak. Beras kemasan 25 kilogram dijual Rp800 ribu hingga Rp850 ribu. Di Kampung Long Apari dan Noha Tivab, harganya bahkan mencapai Rp1 juta.

LPG 3 kilogram sempat menyentuh Rp250 ribu per tabung sebelum dilaporkan habis. Solar dan Dexlite juga kosong, sementara Pertalite eceran dijual sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per liter di sejumlah titik.

Di tengah terganggunya transportasi sungai tersebut, jalan Mahulu–Kubar menjadi alternatif untuk membawa orang dan barang menuju wilayah hulu.

Didik mengatakan penyelesaian jalan diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transportasi sungai sekaligus menekan tingginya biaya logistik.

“Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berharap, dengan tuntasnya pembangunan jalan darat ini ketergantungan terhadap transportasi sungai bisa berkurang. Dampaknya juga akan menekan biaya angkut sembako dan BBM ke wilayah hulu yang selama ini melonjak saat sungai surut,” ungkapnya.

Jalur darat tersebut juga dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, hingga pelayanan pemerintah menuju kawasan pedalaman dan perbatasan.

Pemkab Mahulu bersama Pemprov Kaltim dan kontraktor terus mengerjakan ruas yang belum selesai. Kualitas pekerjaan juga terus dikawal agar jalur tersebut dapat digunakan secara optimal.

“Dengan selesainya 142,378 km jalan ini pada 2027, konektivitas Mahulu–Kubar diharapkan menjadi lebih kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Mahakam Ulu,” kata Didik. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Investasi Malaysia Bermasalah di Indonesia, Anwar Surati Langsung Prabowo

0
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bersama Presiden Prabowo Subianto. Anwar mengaku telah mengirim surat kepada Prabowo untuk meminta bantuan terkait persoalan investasi perusahaan Malaysia di Indonesia. (Istimewa)

JAKARTA – Persoalan investasi perusahaan Malaysia di Indonesia sampai ke meja Presiden Prabowo Subianto. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengaku telah mengirim surat langsung kepada Prabowo untuk meminta bantuan penyelesaian kasus tersebut.

Surat itu berkaitan dengan investasi perusahaan Malaysia di Indonesia yang tengah menghadapi persoalan hukum dan administrasi.

Anwar mengungkapkan langkah tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai persoalan investasi perusahaan Malaysia di Indonesia. Menurut dia, hubungan baik kedua negara memungkinkan persoalan tersebut dibicarakan langsung di tingkat kepala pemerintahan.

“Saya sudah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta bantuan beliau,” kata Anwar, Minggu (23/8/2026).

Anwar tidak hanya meminta perhatian pemerintah Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya perusahaan Malaysia yang berinvestasi di negara lain mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut dia, pemerintah Malaysia tetap harus menghormati proses dan aturan di Indonesia.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan ekonomi yang besar. Investasi perusahaan Malaysia tersebar di berbagai sektor, termasuk perkebunan, perbankan, telekomunikasi, energi dan infrastruktur.

MINTA DISELESAIKAN SESUAI HUKUM

Meski meminta bantuan Prabowo, Anwar menegaskan pemerintah Malaysia tidak bermaksud mencampuri proses hukum di Indonesia.

Ia meminta persoalan investasi tersebut diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

Anwar juga mengingatkan perusahaan Malaysia yang beroperasi di luar negeri tidak dapat mengabaikan ketentuan negara tempat mereka berinvestasi.

Sikap tersebut penting karena persoalan investasi lintas negara tidak hanya menyangkut kepentingan perusahaan. Kasus yang berlarut dapat memengaruhi kepercayaan investor dan hubungan ekonomi kedua negara.

Indonesia dan Malaysia selama ini memiliki hubungan perdagangan dan investasi yang erat. Kedua negara juga terus mendorong peningkatan kerja sama ekonomi di kawasan ASEAN.

Surat langsung Anwar kepada Prabowo menunjukkan persoalan tersebut sudah mendapat perhatian di tingkat tertinggi pemerintahan kedua negara.

Namun, pemerintah Indonesia hingga Minggu pagi belum mengumumkan secara terbuka tindak lanjut atas surat tersebut.

Belum dijelaskan pula perusahaan Malaysia yang dimaksud maupun nilai investasinya. Karena itu, perkembangan berikutnya akan bergantung pada penjelasan pemerintah Indonesia mengenai kasus yang menjadi perhatian Anwar tersebut. (MK)

Editor: Agus S

El Nino Ancam Terusan Panama, Transit Kapal Dipangkas Jadi 32 per Hari

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn22agt2026/mobile/

Dari GolXsport ke XSport | MEDIA KALTIM

0

MINGGU lalu saya sudah menulis soal GolXsport. Mulai pekan ini, produk olahraga Media Kaltim Network tidak lagi hadir setiap hari. Kami memilih menerbitkannya seminggu sekali.

Edisi mingguan pertamanya terbit pekan ini. Ada satu perubahan lagi. Namanya bukan lagi GolXsport, tetapi XSport.

Kenapa berubah? Karena kami ingin isinya lebih luas. Nama GolXsport sejak awal memang sangat dekat dengan sepak bola. Ada kata “gol” di sana. Sementara banyak cabang olahraga lain yang juga menarik untuk ditulis.

Sepak bola tetap penting. Apalagi di Kaltim ada Borneo FC. Liga Indonesia, timnas sampai sepak bola Eropa tetap kami ikuti.

Tapi ada banyak cerita lain. Pekan ini, misalnya, laporan utama kami tentang padel.

Olahraga ini sedang ramai di Samarinda dan Balikpapan. Sebenarnya sudah ada juga di beberapa daerah lain di Kaltim, tapi perkembangannya belum seramai dua kota ini. Lapangan baru bermunculan. Komunitas tumbuh. Jam bermain ramai. Bisnis di sekitarnya juga ikut bergerak, dari sewa lapangan, pelatih, raket, kafe sampai turnamen.

Kami mencoba melihatnya lebih jauh. Berapa tarif bermain padel, berapa investasi membangun lapangan, siapa saja yang bermain, sampai harga raket untuk mereka yang baru ingin mencoba.

Itu salah satu yang ingin kami kerjakan lewat XSport.

Iklan XSPORT

Kalau terbit setiap hari, kami akan kembali sibuk mengejar hasil pertandingan. Siapa menang, siapa kalah, berapa skornya. Padahal semua itu sekarang bisa diketahui beberapa saat setelah pertandingan selesai.

Dengan terbit mingguan, kami punya waktu untuk memilih. Tidak semua berita olahraga harus masuk. Kami ambil yang paling menarik dalam sepekan.

Pekan ini ada Borneo FC yang bersiap menjamu klub-klub Asia di Stadion Segiri. Dancesport Kaltim membawa pulang 10 medali dari kejurnas. Ada hoki, panjat tebing, hingga Akbar Paudie, atlet e-sports asal Samarinda yang bersama Elga Cahya membawa Indonesia ke FIFAe World Cup 2026.

Kami juga merangkum isu olahraga nasional dan sepak bola internasional yang menarik sepanjang pekan.

Saya kira format ini lebih pas. Berita olahraga harian tetap berjalan di portal Media Kaltim. Sementara XSport hadir setiap akhir pekan dengan pilihan berita, cerita dan tren olahraga yang layak dibaca lebih dalam.

Namanya memang lebih pendek. Dari GolXsport menjadi XSport. Tapi isinya justru lebih luas. (*)

Agus Susanto
Founder Media Kaltim Network

Gempa M5,1 Guncang Flores, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

0
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 pada Sabtu (22/8/2026), pukul 09:31:01 WITA, di wilayah Pulau Flores, NTT. ANTARA/HO-BMKG NTT

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 terjadi pada Sabtu, pukul 09:31:01 Wita, di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman 16 km. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangannya diterima di Kupang, Sabtu (22/8/2026).

Dia menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,07° LS; 120,66° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 64 km arah timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi itu dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Lamba Leda, Manggarai Timur; Sambi Rampas, Manggarai Timur; Reok, Manggarai.

Adapun gempa bumi tersebut merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M7,7 di Flores, NTT pada 15 Agustus 2026 pukul 06.58.23 Wita.

Wijayanto mengatakan, hingga 22 Agustus 2026, pukul 09.00.00 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 5089 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6.2.

BMKG memastikan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Kepada masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. (ANT/KN)