Beranda blog Halaman 88

DPRD Belum Bisa Jadwalkan Pelantikan Pengganti Maming

0

BONTANG — Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Bontang atas almarhum Maming hingga kini masih menunggu keputusan internal partai pengusung.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menjelaskan bahwa mekanisme PAW sepenuhnya diawali dari partai politik, yakni PDI Perjuangan.

“Proses ini masih panjang. Kami menunggu keputusan resmi dari partai. Jika sudah ada surat persetujuan pengantar ke DPRD, barulah kami bisa menindaklanjuti ke tahapan berikutnya,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan, DPRD belum bisa menjadwalkan pelantikan sebelum seluruh dokumen administratif terpenuhi. Setelah surat dari partai terbit, proses akan dilanjutkan dengan pengusulan ke gubernur dan verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Setelah itu baru masuk ke agenda Badan Musyawarah untuk penjadwalan pelantikan. Jadi memang masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui,” tambahnya.

Terkait target waktu, Andi Faizal menyebut hal tersebut berada di luar kewenangan DPRD. Menurutnya, penentuan calon pengganti sepenuhnya menjadi hak internal partai.

“Tidak ada batas waktu pasti dari kami. Itu kewenangan partai. Kami tentu berharap prosesnya bisa segera selesai agar kelembagaan DPRD kembali lengkap dan optimal,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya efektivitas kerja lembaga legislatif yang idealnya diisi secara penuh oleh anggota. Namun demikian, ia menekankan bahwa proses PAW tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku sesuai aturan perundang-undangan.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Piton Sedang Memangsa Ayam Warga Berhasil Dievakuasi Petugas

0

BONTANG — Warga di Jalan Kapal Layar 3, RT 22, Kelurahan Loktuan, dibuat geger akibat kemunculan seekor ular piton sepanjang kurang lebih tiga meter, Kamis (23/4/2026) pagi.

Saat ditemukan, ular tersebut tengah melilit dan memangsa ayam peliharaan di dalam kandang milik seorang warga bernama Aziz. Mengetahui kejadian itu, pemilik rumah langsung melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Merespons laporan tersebut, Regu 2 Disdamkartan Pos Loktuan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tim dipimpin Komandan Regu (Danru) Irvan dan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk tiba di lokasi.

“Alhamdulillah ularnya berhasil diamankan petugas di lapangan dengan baik dan tidak membutuhkan waktu lama. Proses evakuasi berjalan lancar,” ujar Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin.

Dalam proses penanganan, petugas menggunakan peralatan evakuasi standar dengan tindakan cepat dan hati-hati. Evakuasi berlangsung aman dan selesai dalam waktu sekitar 15 menit.

Kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena ular berukuran besar itu berada di area permukiman padat penduduk.

Disdamkartan pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan habitat alami.

“Kami mengimbau warga segera melapor jika menemukan satwa liar berbahaya agar dapat ditangani petugas dengan aman,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Asap Tebal Selimuti Lokasi Kebakaran Lahan di Bontang Lestari

0

BONTANG — Kebakaran lahan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, Kamis (23/4/2026) sore. Mengetahui kejadian tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang langsung bergerak cepat menuju lokasi.

Regu Charlie Disdamkartan dari Pos Bontang Barat diterjunkan bersama Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat untuk melakukan penanganan.

Setibanya di lokasi, petugas langsung dihadapkan dengan kondisi lahan yang dipenuhi asap tebal serta kobaran api yang berpotensi meluas ke area sekitar.

Tim gabungan kemudian segera melakukan upaya pemadaman guna mengendalikan api agar tidak semakin membesar dan merambat ke wilayah lain.

“Kami belum tahu pasti apinya muncul dari mana, sebab setibanya di lokasi kebakaran, lahan sudah penuh dengan asap tebal,” ujar salah satu petugas gabungan di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih terus dilakukan petugas. Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian material akibat kejadian tersebut.

Petugas juga terus melakukan penyekatan dan pendinginan di beberapa titik guna memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke kawasan lain yang berpotensi terdampak.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru, terutama di wilayah yang rawan kebakaran lahan saat cuaca panas.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Soroti Akses Jalan ke Sekolah, Sebut Sama Pentingnya dengan Bangunan Kelas

BERAU – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar lebih serius memperhatikan akses jalan menuju sekolah di seluruh kampung yang ada di Bumi Batiwakkal.

Dirinya menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada gedung dan ruang kelas, tetapi juga pada sarana penunjang seperti infrastruktur jalan.

Menurutnya, akses jalan menuju sekolah merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan itu sendiri. Bahkan, ia menilai keberadaannya sama pentingnya dengan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang selama ini menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Jadi jangan hanya bangun gedung sekolah saja, tapi jalan menuju sekolah juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Dedy mengungkapkan, masih ada sejumlah kampung yang akses jalannya belum tuntas dibangun. Salah satu contoh yang disorot yakni Kampung Batu-Batu di Kecamatan Gunung Tabur, di mana kondisi jalan dinilai belum memadai untuk menunjang aktivitas warga, termasuk anak-anak yang bersekolah.

Ia menjelaskan, akses jalan tersebut tidak hanya menghubungkan masyarakat dengan sekolah, tetapi juga dengan berbagai fasilitas layanan dasar lainnya seperti puskesmas pembantu (pustu) dan posyandu. Artinya, keberadaan jalan yang layak menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dalam mengakses pendidikan dan layanan kesehatan.

Karena itu, ia mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada proyek pembangunan baru, tetapi juga menuntaskan akses jalan yang sebelumnya telah dirintis namun belum selesai secara optimal.

Kondisi jalan yang masih berlubang, beralaskan tanah, serta mudah berdebu saat kemarau dan berlumpur ketika musim hujan dinilai perlu segera dibenahi. Selain mengganggu kenyamanan, situasi tersebut juga berdampak pada semangat dan kondisi anak-anak saat berangkat ke sekolah.

Dedy berharap, melalui perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi, infrastruktur jalan menuju fasilitas pendidikan dapat masuk dalam skala prioritas, sehingga kualitas pendidikan di Berau tidak hanya ditopang oleh bangunan yang memadai, tetapi juga akses yang layak dan aman bagi seluruh pelajar.

“Tidak elok anak-anak ke sekolah dengan pakaian kotor dan berdebu,” tandasnya. (adv)

Kejati Kaltara Tangkap Buronan Kasus Korupsi ASITA di Sulsel

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn24apr2026/mobile/

Google Cloud: Indonesia Jadi Pasar Digital Paling Lengkap di Asia Pasifik

LAS VEGAS – President Google Cloud untuk Asia Pasifik, Karan Bajwa menilai Indonesia sebagai negara dengan pasar yang sangat lengkap dan menyeluruh karena keberhasilannya menggabungkan kekuatan perusahaan sektor tradisional dengan ekosistem digital yang inovatif.

“Negara itu (Indonesia) juga mengemas ekosistem digital yang sangat dinamis, ekosistem pengembang, data digital. Jadi, ini adalah pasar yang sangat lengkap dan menyeluruh,” kata Bajwa di sela penyelenggaraan Google Cloud Next 26 di Las Vegas, Amerika Serikat, Kamis (23/4) waktu setempat.

Bajwa menyampaikan bahwa daya tarik Indonesia terletak pada keragaman pelanggan, ukuran negara. Sektor-sektor matang seperti perbankan, ritel, hingga telekomunikasi di Indonesia dinilainya telah menunjukkan kesiapan teknologi yang tinggi.

Sebagai contoh, ia menyoroti langkah Indosat yang sedang memacu transformasi kecerdasan AI dan memiliki aspirasi untuk bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi menjadi AI TechCo.

Google Cloud, lanjutnya, juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan ternama Indonesia seperti Salim Group, Gojek, Tokopedia, hingga berbagai jaringan ritel nasional.

“Kami sangat bangga dengan apa yang kami kerjakan bersama Indonesia, di Indonesia dengan para pelanggan. Kami mendapatkan hak istimewa menjadi penyedia pertama yang meluncurkan pusat data di Indonesia. Dan saya pikir itu memberi kami luar biasa untuk benar-benar bekerja dengan pelanggan,” ucapnya.

Merujuk pada Indonesia sebagai pasar digital yang lengkap dan utuh, Bajwa menambahkan bahwa Google Cloud ingin benar-benar mewakili kelengkapan kemampuan platformnya, yang mewakili hampir semua industri yang dapat ditransformasikan melalui penggunaan teknologi di Indonesia.

Lebih lanjut, Bajwa memandang Asia Tenggara sebagai mikrokosmos dari pasar Asia-Pasifik yang lebih luas. Kawasan ini dinilainya unik karena merangkum keberagaman pasar, mulai dari yang sangat matang hingga yang berbasis digital-native.

Bagi Google Cloud, Indonesia menjadi representasi pasar yang komplet dengan perpaduan perusahaan tradisional yang mapan dan ekosistem digital yang sangat dinamis. Hal ini berbeda dengan Thailand yang sangat kuat di sektor perusahaan tradisional, atau Singapura yang menonjol melalui ekosistem pengembang dan perbankan matangnya.

Karakteristik unik di tiap negara, termasuk pasar pengembang yang dinamis di Vietnam dan Malaysia, menjadi sarana pembelajaran bagi Google Cloud untuk penerapan teknologinya di wilayah lain di Asia-Pasifik.

“Jadi perolehan kami di Asia Tenggara telah menjadi peluang besar bagi kami untuk belajar dari sana dan menerapkannya ke pasar Asia-Pasifik yang lebih luas dalam arti tersebut,” kata Bajma. (ANT/KN)

Wamentan: Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

0

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) Indonesia menembus 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, sebagai hasil kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat produksi dan ketahanan pangan nasional.

Sudaryono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (24/4/2026), mengatakan dalam sejarah Republik Indonesia, cadangan beras pemerintah yang tertinggi yang dapat disimpan Perum Bulog terjadi pada 23 April 2026 mencapai 5.000.198 ton.

“Tertinggi sepanjang sejarah, tertinggi sepanjang Bulog ada dan tertinggi sepanjang Republik ini berdiri,” katanya.

Wamentan menyampaikan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan tonggak baru dalam ketahanan pangan nasional.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat meninjau Gudang Bulog Sukamaju di Kota Palembang. Dalam kunjungan itu, ia memastikan secara langsung kondisi stok beras yang tersimpan di gudang.

Lebih jauh, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menegaskan, capaian itu menjadi momen penting yang mencerminkan keberhasilan kebijakan pangan nasional.
Menurut dia, rekor tersebut tidak terlepas dari kerja bersama lintas sektor dalam memperkuat produksi dan distribusi beras di dalam negeri.

Untuk memastikan validitas capaian tersebut, Mas Dar mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi, termasuk yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Karawang, Jawa Barat.

Peninjauan itu dilakukan guna melihat secara langsung hasil panen serta kondisi cadangan beras yang tersimpan.

“Tadi saya sudah keliling dengan kawan-kawan semua, termasuk Pak Mentan Andi Amran Sulaiman di Karawang, kita memastikan dan mengecek secara langsung hasil dan juga kondisi cadangan beras kita yang disimpan di Gudang Bulog,” katanya.

Dari hasil pengecekan tersebut, Sudaryono yang juga Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memastikan kualitas beras dalam kondisi baik.

Ia bahkan melakukan pemeriksaan secara acak, termasuk membuka karung beras yang masih tersegel untuk memastikan tidak ada penurunan mutu.

“Tadi kita cek kualitasnya bagus, ada yang satu tahun, ada yang enam bulan, semua dalam keadaan baik, tidak ada kutunya. Saya sudah cek random semua, dan yang disegel juga saya minta dibuka,” ujar dia.

Selain menjadi cadangan strategis nasional, stok beras tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program bantuan pangan kepada masyarakat. Dengan demikian, keberadaan Bulog dinilai memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di pasaran.

“Ini Insya-Allah in-out (first in, first out) untuk disalurkan (sebagai) bantuan pangan. Jadi Bulog prima dalam menyimpan cadangan beras pemerintah,” ujar Sudaryono.

Dari sisi produksi, Data Badan Pusat Statistik (BPS) kinerja nasional menunjukkan tren yang sangat positif.
Produksi beras nasional pada 2025 tercatat meningkat sebesar 4,07 juta ton mencapai 34,69 juta ton atau 13,29 persen, dibandingkan tahun sebelumnya didukung oleh peningkatan luas panen dan berbagai kebijakan penguatan sektor pertanian.

Mas Dar yang juga dikenal sebagai anak petani dari Grobogan itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut.

Mulai dari petani, penyuluh pertanian, hingga dukungan aparat TNI, Polri, Kejaksaan, serta pemerintah daerah.

“Selamat untuk pertanian, selamat untuk petani Indonesia. Prestasi ini harus kita jaga dan pertanggungjawabkan dengan baik di hadapan seluruh rakyat Indonesia,” kata Sudaryono. (ANT/KN)

Kejati Kaltara Tangkap Buronan Kasus Korupsi ASITA di Sulsel

0

TANJUNG SELOR – Tim Gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Kejaksaan Agung dan dibantu Kejati Sulawesi Selatan (Sulsel), mengamankan tersangka kasus dugaan korupsi Aplikasi Sistem Informasi Pariwisata (ASITA) pada Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara di Provinsi Sulsel.

“Hari Rabu tanggal 22 April 2026 sekira pukul 12.00 WITA, Tim Tabur Kejati Kaltara dan Kejaksaan Agung dengan di-backup Kejati Sulsel mengamankan seorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejati Kaltara, yaitu SE atau MI,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltara, Yudi Indra Gunawan, di Tanjung Selor, Kamis (23/4/2026) malam.

Tersangka MI, kata dia, merupakan pihak swasta selaku pelaksana pekerjaan pembuatan ASITA, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltara sejak Selasa  (10/2) bersama dengan kedua tersangka lainnya yang telah terlebih dahulu dilakukan penahanan, yaitu SMDN yang merupakan mantan Plt Kadis Pariwisata Provinsi Kaltara dan SF selaku Ketua DPD ASITA Provinsi Kaltara.

“Sejak MI ditetapkan sebagai tersangka, dirinya tidak pernah memenuhi panggilan penyidik hingga akhirnya ditetapkan sebagai buronan dan masuk dalam DPO Kejati Kaltara,” katanya.

Lebih kurang tiga bulan menghilang, kata Yudi, tersangka MI terdeteksi berada di suatu tempat di wilayah Provinsi Sulsel. Kemudian Tim Tabur bergerak menuju lokasi keberadaan tersangka tersebut hingga akhirnya berhasil menangkapnya.

Setelah itu, kata dia lagi, tersangka langsung diterbangkan menuju Kaltara untuk diserahkan kepada Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltara.

“Tersangka tiba di Kantor Kejati Kaltara pada hari Kamis, 23 April 2026 pukul 17.00 WITA dan setelah dilakukan pemeriksaan, pada pukul 19.00 WITA tersangka dibawa ke Rutan Polresta Bulungan untuk dilakukan penahanan,” ujarnya.

Atas keberhasilan penangkapan DPO tersebut, Yudi sebagai Kajati Kaltara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah proaktif dan mendukung langkah-langkah pencarian tersangka sehingga berhasil ditangkap dan dibawa kembali ke Kaltara.

“Tidak ada tempat yang aman bagi buronan, dan saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku tindak pidana yang masuk dalam DPO Kejati Kaltara,” tuturnya. (ANT/KN)

Peratin Dukung Keberatan JPU atas Saksi Virtual Google di Sidang Kasus Chromebook

0

JAKARTA – Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (Peratin) mendukung keberatan jaksa penuntut umum (JPU) terkait pemeriksaan saksi virtual pihak Google dalam sidang kasus korupsi pengadaan Chromebook.

“Hakim majelis bisa membaca dan mempertimbangkan bahwa saksi yang meringankan ini tidak atau kurang bernilai kesaksiannya,” kata Ketua Umum Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (Peratin) Kamilov Sagala dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali dilanjutkan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Dalam sidang tersebut, pihak terdakwa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menghadirkan tiga saksi dari pihak Google Asia Pasifik secara daring dari Singapura, salah satunya eks Presiden Google Asia Pasifik, Scott Beaumont.

Kehadiran saksi secara daring dilakukan dengan alasan bahwa tidak ada pendampingan dari pihak Atase Kejaksaan di Singapura. Padahal, Kejaksaan disebut telah kooperatif melakukan koordinasi untuk pendampingan.

Kamilov menjelaskan bahwa kehadiran saksi tidak bernilai meringankan terdakwa, karena saksi tersebut berada di luar ruang sidang resmi dan juga di luar batas negara tempat persidangan digelar.

“Justru kalau saksi yang meringankan hadir secara langsung, itulah dapat dinilai positif kesaksiannya,” kata dia.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pihak Nadiem dengan menghadirkan saksi secara daring hanya sia-sia.

Terlebih sikap tersebut bisa dikategorikan contempt of court karena tidak menghormati majelis hakim dan nilai persidangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apapun alasannya.

Ia mengatakan jika saksi memang bersikap kooperatif, mereka bisa hadir secara langsung dalam ruang sidang di Jakarta. Terlebih, waktu tempuh dari Singapura ke Indonesia hanya membutuhkan waktu satu jam perjalanan.

“Nilai kesaksian belum bernilai di mata majelis hakim, karena tidak tertib memberi kesaksian langsung di ruang sidang yang dihadiri langsung semua pihak, seperti hakim, jaksa, pembela, terdakwa dan masyarakat yang hadir,” ujarnya.

 

Tak patuh

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady menyampaikan keberatan terhadap prosedur persidangan karena penasihat hukum tidak mematuhi hukum acara yang berlaku di Indonesia.

“Berdasarkan Pasal 65 KUHAP, penetapan majelis hakim seharusnya diserahkan kepada penuntut umum untuk dilaksanakan. Namun, pengacara tidak memberikan surat penetapan tersebut sehingga JPU tidak mendapatkan pemberitahuan resmi secara administratif,” katanya.

Ia mengatakan JPU sempat meminta penundaan agar pemeriksaan saksi di Singapura dapat diawasi oleh aparat penegak hukum (APH) setempat demi menjaga kedaulatan dan hubungan baik antarnegara, mengingat adanya keberatan yang disampaikan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Namun, penasihat hukum terdakwa meminta agar sidang tetap dilanjutkan dengan alasan kesibukan saksi. Sementara itu, JPU menyatakan pihaknya tidak menolak materi kesaksian, melainkan menuntut agar seluruh substansi prosedur dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

 

Kepentingan bisnis

Roy pun mengingatkan terkait dengan pentingnya memperhatikan hubungan timbal balik antarnegara dalam proses hukum tersebut agar tidak muncul polemik di kemudian hari.

Lebih lanjut terkait materi perkara, Roy menyebut keterangan dari saksi Google, yakni Scott Beaumont dan Caesar Sengupta, justru semakin memperkuat dakwaan JPU.

Dalam persidangan, terungkap adanya pertemuan pada Februari 2020 dan April 2020 melalui Zoom yang membahas bisnis Google dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) sekaligus posisi Nadiem sebagai Mendikbudristek saat itu terkait teknologi Chromebook.

“Berdasarkan fakta tersebut, JPU semakin meyakini bahwa pengadaan di kementerian tersebut tidak didasarkan pada identifikasi kebutuhan riil negara, melainkan lebih condong pada kepentingan bisnis pribadi terdakwa,” ujarnya. (ANT/KN)

Airlangga: Pelemahan Rupiah Dipicu Gejolak Global, Pemerintah Terus Pantau

0

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai nilai tukar rupiah yang melemah hari ini dipengaruhi oleh gejolak global.

“Ya, kan, itu lihat gejolak, gejolak global juga (jadi pengaruh utama). Jadi, ya, kita monitor saja,” kata Menko Airlangga saat ditemui di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Adapun nilai tukar rupiah pada Kamis pagi melemah 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.181 per dolar AS.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, pemerintah terus melakukan peninjauan lebih lanjut agar dapat menemukan antisipasi, mengingat asumsi nilai tukar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2026 adalah Rp16.500 per dolar AS.

“Kita monitor saja, karena ini kan gak bisa kita setiap hari reaktif. Kita monitor saja, dan itu BI (Bank Indonesia) tugasnya menjaga,” ujar Menko Airlangga.

Di sisi lain, Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan, pelemahan rupiah dipicu ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran yang mendorong kenaikan harga energi.

“Konflik di Timur Tengah khususnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven,” ucapnya kepada ANTARA.

Melihat dari sisi domestik, lanjut dia, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen mencerminkan fokus pada stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.

Untuk meredam volatilitas, BI disebut juga menaikkan ambang batas transaksi DomesticNon-Deliverable Forward (DNDF) dan swap dari sebelumnya 5 juta dolar AS menjadi 10 juta dolar AS per transaksi.

BI juga menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan di pasar spot valuta asing sekaligus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Ke depan, arah rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, arah kebijakan Federal Reserve, serta efektivitas bauran kebijakan domestik dalam menjaga stabilitas pasar keuangan,” ujarnya. (ANT/KN)