Beranda blog Halaman 9

Soal Penggeledahan Terkait Jampidsus Febrie, Kejagung Minta Publik Tunggu Hasil Penyidikan

0

JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penggeledahan yang dilakukan penyidik kepolisian dan dikaitkan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Menurutnya, proses tersebut merupakan kewenangan penyidik Polri yang harus dihormati.

Anang menegaskan Kejaksaan Agung tidak akan mencampuri proses penyidikan yang sedang berjalan dan memilih menunggu hasil resmi dari penyidik kepolisian, termasuk mengenai objek yang digeledah, barang bukti yang diamankan, maupun pihak-pihak yang nantinya dikaitkan dalam perkara tersebut.

“Kegiatan penggeledahan yang terjadi saat ini merupakan tindakan hukum yang dilakukan oleh penyidik kepolisian dalam penanganan perkara yang menjadi kewenangan instansi Polri,” ujar Anang dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, Kejaksaan menghormati seluruh tahapan penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum sepanjang berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kejaksaan Agung menunggu hasil penyidikan yang sedang dilakukan oleh penyidik kepolisian, termasuk mengenai objek penggeledahan, barang bukti, maupun pihak-pihak yang dikaitkan dalam proses tersebut,” katanya.

Anang juga mengingatkan masyarakat agar tidak membentuk opini atau menghakimi seseorang hanya berdasarkan informasi yang beredar di media massa maupun media sosial. Menurutnya, setiap proses hukum harus tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah.

“Kami mengimbau publik agar tidak membangun kesimpulan maupun opini yang mengaitkan seseorang atau suatu institusi dengan dugaan tindak pidana hanya berdasarkan informasi yang berkembang di media massa atau media sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan Kejaksaan Agung tetap mendukung penegakan hukum yang profesional, objektif, transparan, dan akuntabel oleh seluruh aparat penegak hukum sesuai kewenangan masing-masing.

“Kejaksaan Agung tetap berkomitmen mendukung penegakan hukum yang profesional, objektif, transparan, dan akuntabel oleh seluruh aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegas Anang.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya pemberitaan mengenai penggeledahan yang dilakukan penyidik kepolisian dalam perkara yang dikaitkan dengan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, penyidik Polri menggeledah sejumlah lokasi, termasuk sebuah kafe di kawasan Cipete dan sebuah rumah di Sentul. Dari rangkaian penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya emas batangan serta uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah.

Pengusutan perkara dilakukan melalui skema joint investigation bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Penyidikan mencakup dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang dikaitkan dengan peristiwa blackout, perkara PT Asabri, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau National Industrial (KNI). (Fajri)

Pemerintah Bidik Investasi Global Rp500 Triliun Lewat PFII

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn9juli2026/mobile/

Polisi Dalami Jaringan Pengedar Sabu Kakak Beradik, Satu Tersangka Ditembak

0

BANDUNG – Polrestabes Bandung saat ini mendalami asal-usul sabu dari dua orang kakak beradik sebagai pengedar yang melakukan perlawanan saat hendak ditangkap sehingga petugas kepolisian melakukan tindakan tegas dan penembakan secara terukur.

“Kami masih mendalami asal usul narkoba tersebut serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika yang dijalankan kedua tersangka,” ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Bandung AKBP Agah Sonjaya di Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).

Sebelumnya tim Satresnarkoba Polrestabes Bandung terpaksa menembak salah seorang pengedar narkotika jenis sabu karena mereka melakukan perlawanan dan menyerang petugas saat proses penangkapan di Kota Bandung.

Agah mengatakan dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya menangkap dua tersangka yang merupakan kakak beradik berinisial AB dan ABK yang diduga hendak mengedarkan sabu di wilayah Kota Bandung.

“Namun pelaku melakukan perlawanan, menyerang anggota, memukul, membanting petugas, bahkan berupaya merebut senjata api milik anggota kepolisian,” kata Agah.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus itu berawal dari informasi mengenai aktivitas peredaran narkoba di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, pada Minggu (5/7/2026).

Saat petugas mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan, kedua pelaku melakukan perlawanan meskipun aparat kepolisian telah mengedepankan pendekatan persuasif.

Menurut dia, tindakan tegas dan terukur dilakukan sebagai langkah terakhir karena keselamatan petugas dinilai terancam.

“Anggota di lapangan menggunakan diskresi kepolisian berdasarkan penilaian situasi saat itu sehingga tindakan penembakan dilakukan,” ujarnya.

Ia mengatakan pelaku berinisial AB yang terkena tembakan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sartika Asih, sedangkan ABK telah ditahan di rumah tahanan Polrestabes Bandung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka diduga hendak mengambil sabu dari wilayah lain untuk kemudian diedarkan kembali di Kota Bandung.

“Saat berada di lokasi, mereka berkumpul untuk menggunakan sebagian dan membagi-bagi atau memecah barang tersebut menjadi paket-paket kecil yang nantinya diedarkan,” kata Agah.

Dalam pengungkapan tersebut, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa peralatan untuk mengemas sabu dan narkotika jenis sabu seberat sekitar 25 gram. (ANT/KN)

PM Modi Puji Perhatian Prabowo Selama Kunjungan ke Indonesia

0

JAKARTA – Perdana Menteri India Narendra Modi menyanjung perhatian besar Presiden Prabowo Subianto kepada dirinya selama kunjungan kenegaraan di Indonesia.

“Sejak saya tiba hingga saat saya akan segera meninggalkan Indonesia, Presiden Prabowo telah memberikan perhatian yang sangat besar kepada saya,” ujar PM Modi dalam pernyataan bersama Presiden Prabowo di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

PM Modi mengatakan Presiden Prabowo meluangkan banyak waktu untuk mendampinginya selama kegiatan di tanah air. Setiap agenda kunjungannya juga dipersiapkan dengan sangat baik.

PM Modi mengatakan perhatian Presiden Prabowo terhadap setiap rincian agenda serta pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan meninggalkan kesan yang mendalam baginya.

“Perhatian Presiden Prabowo terhadap setiap rincian agenda saya serta pelaksanaannya yang sangat baik membuat saya tidak mampu berkata-kata,” ucap PM Modi.

Atas nama pribadi maupun 1,4 miliar rakyat India, PM Modi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas sambutan yang diberikan kepada dirinya beserta delegasi India selama berada di Indonesia.
PM Modi juga menyampaikan apresiasi atas persahabatan, kehangatan, dan keramahan yang diterimanya selama kunjungan tersebut.

“Sebagai seorang sahabat, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus, bukan hanya atas nama pribadi saya, tetapi juga atas nama 1,4 miliar rakyat India, atas penyambutan yang begitu hangat kepada saya dan delegasi saya, serta atas persahabatan, kehangatan, dan kasih sayang yang diberikan kepada kami,” kata PM Modi.

PM Modi mengatakan selama tiga hari berada di Indonesia, dirinya memperoleh pengalaman yang sangat menyenangkan.
PM Modi mengaku dapat merasakan kehangatan masyarakat, semangat, serta kekayaan warisan budaya Indonesia.

Menurut PM Modi, warisan budaya Indonesia mengingatkannya pada warisan budaya India yang telah menghubungkan kedua bangsa selama lebih dari 1.200 tahun.

PM Modi juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, pemerintah, dan para pengelola yang telah menjaga warisan budaya tersebut.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah menjaga warisan budaya ini, serta kepada seluruh pemerintah dan para pengelola yang telah memberikan kontribusi dalam upaya tersebut,” ujar PM Modi.

Pada kesempatan sama, PM Modi menyampaikan keyakinannya bahwa kerja sama restorasi kompleks Candi Prambanan akan meningkatkan jumlah wisatawan dan peziarah dari India.

PM Modi juga menyatakan akan kembali ke Indonesia sebelum 2029 untuk menghadiri peresmian kompleks candi tersebut setelah proses restorasi selesai.

“Melalui upaya bersama, kita akan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum tahun 2029, dan bersama-sama kita akan merayakan selesainya restorasi serta peresmian kompleks candi ini sebagai sebuah perayaan besar,” kata PM Modi.

PM Modi tiba di Indonesia, Senin (6/7), untuk menjalani serangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan. Kedatangannya di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, disambut langsung Presiden Prabowo.

Pada Selasa (7/7), PM Modi diterima Presiden Prabowo dalam upacara penyambutan kenegaraan di Istana Negara, kemudian mengikuti pertemuan bilateral yang dilanjutkan dengan jamuan makan siang.

Pada sore harinya, PM Modi didampingi Presiden Prabowo mengunjungi kompleks parlemen DPR/MPR RI di Senayan dan diterima jajaran pimpinan DPR, MPR, DPD, beserta anggota legislatif lainnya.

Selanjutnya pada malam hari, PM Modi bersama Presiden Prabowo menghadiri pertemuan dengan komunitas masyarakat India yang berada di Jakarta.

Pada Rabu siang, PM Modi bersama Prabowo mengunjungi kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta untuk meluncurkan kolaborasi Indonesia-India dalam konservasi Candi Prambanan.

Usai acara tersebut, Prabowo melepas langsung kepulangan PM Modi di Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026) sore. (ANT/KN)

Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

0

JAKARTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan seiring aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda di perbatasan antara Lampung Selatan, Lampung dan Banten kini bertahan di Level III atau Siaga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG Badan Geologi, Deny Mardiono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (8/7/2026), mengatakan bahwa aktivitas visual maupun kegempaan di gunung api aktif tersebut masih terus terekam.

Adapun berdasarkan hasil periode pengamatan pada hari ini, Rabu (8/7) mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, embusan asap dari dalam kawah aktif teramati membubung hingga ketinggian puluhan meter.

“Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10 sampai 100 meter di atas puncak kawah,” kata dia.

Dia menambahkan, dari sisi kegempaan, otoritas pemantauan vulkanik mendeteksi adanya aktivitas tremor menerus atau microtremor yang mengindikasikan adanya pergerakan magma atau fluida di dalam tubuh gunung.

Rekaman perangkat seismogram di pos pengamatan, kata dia, pihaknya mendapati aktivitas gempa tremor tersebut terekam dengan pola getaran amplitudo berada di kisaran 1 hingga 15 milimeter, dengan amplitudo dominan sebesar 5 milimeter.

Sementara kondisi meteorologi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang berketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut dilaporkan dalam kondisi cerah dan berawan.

Suhu udara di area tersebut berkisar antara 27,1 hingga 31,9 derajat Celcius dengan kelembaban udara 55 sampai 65 persen, serta tiupan angin lemah yang bergerak mengarah ke utara dan barat laut.

Dia menegaskan bahwa meskipun aktivitas kegempaan dan visual embusan asap terus terjadi di atas puncak kawah, namun kondisi permukaan atau ombak laut di perairan sekitar terpantau dalam keadaan tenang.

Guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

“Rekomendasi bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” kata dia. (ANT/KN)

Pemerintah Bidik Investasi Global Rp500 Triliun Lewat PFII

0

JAKARTA – Pemerintah memperkirakan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bisa menyerap investasi global Rp300 triliun hingga Rp500 triliun.

Meski demikian, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saheruddin mengatakan angka tersebut masih hasil perhitungan awal pemerintah, dan berpotensi berubah bergantung pada daya saing PFII dengan pusat keuangan internasional lainnya.

”Kalau dari hitungan kita yang moderat ya mungkin (investasi) sekitar Rp300 triliun – Rp500 triliun. Tapi sekali lagi ini semua tergantung dari asumsi karena kita bersaing dengan Singapura, dengan Dubai dan lain-lain,” kata Herman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Investasi tersebut akan berasal dari para investor global yang memanfaatkan kawasan PFII sebagai basis kegiatan usaha di Indonesia.

Herman mencontohkan, bentuk investasinya dapat berupa pendirian cabang bank asing maupun perusahaan di kawasan tersebut.

“Kalau kita buka ini (PFII), berarti investor asingnya masuk. Bentuknya apakah mereka bikin cabang bank asing atau mereka bikin perusahaan incorporated di situ,” jelasnya.

Selain menarik investasi asing, Herman menerangkan bahwa PFII juga dapat membuka akses pendanaan jangka panjang bagi sejumlah proyek strategis nasional.

Di sisi lain, meski menawarkan berbagai insentif bagi pelaku usaha, Herman menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mematuhi standar perpajakan internasional, termasuk ketentuan Global Minimum Tax (GMT).

Maka dari itu, pemerintah tidak akan menerapkan kebijakan insentif yang berlebihan hingga memicu praktik mengorbankan standar regulasi atau race to the bottom demi menarik investasi.

Selain itu, pemerintah juga memastikan PFII akan menerapkan standar pengawasan internasional yang ketat guna mencegah praktik pencucian uang maupun penyalahgunaan fasilitas investasi.

“Global minimum tax itu tetap kita harus patuhi. Masalah insentif, intinya supaya kita bisa bersaing dengan yang lain tapi detilnya seperti apa itu yang masih disusun bersama DPR,” jelasnya.

Seluruh calon pelaku usaha yang ingin beroperasi di kawasan tersebut nantinya akan melalui proses penyaringan sesuai ketentuan regulator internasional.

Adapun pemerintah bersama DPR saat ini tengah membahas RUU PFII sebagai landasan hukum pembentukan pusat keuangan berstandar internasional di Indonesia.

Regulasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk menarik investasi, memperkuat sektor keuangan nasional, meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, sekaligus menjadi katalis pendalaman sektor keuangan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik investor agar berinvestasi di PFII, antara lain kemudahan di bidang keimigrasian, ketenagakerjaan, residensi, perizinan, hingga perpajakan.

Pemerintah juga mengusulkan pembentukan pengadilan khusus PFII guna memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha internasional.

Menurut Purbaya, pengadilan tersebut akan memiliki kewenangan memeriksa, mengadili, dan memutus sengketa yang berkaitan dengan kegiatan usaha di PFII maupun sengketa komersial internasional yang memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut. (ANT/KN)

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tinggal 30 Persen, Petugas Fokus Padamkan Titik Api

0

TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, menyebut kondisi kebakaran area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk pada Rabu (8/7), tinggal tersisa sekitar 30 persen dari total area yang sebelumnya terbakar mencapai 15 hektare.

“Untuk hari kesembilan, hasil sampai dengan hari kesembilan ini tinggal kurang lebih sekitar 30 persen lagi dari 15 hektare yang terbakar,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik di Tangerang, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, titik api yang tersisa di area kebakaran TPA Jatiwaringin saat ini terus menujukan progres yang positif. Dimana, area yang sebelumnya terbakar sekitar 15 hektare dari total luasan tempat pembuangan sampah mencapai 33 hektare.

“Petugas hingga saat ini masih berupaya memadamkan sisa titik api sekaligus mengantisipasi kemunculan api baru di dalam timbunan sampah,” terangnya.

Taufik mengungkapkan, kebakaran di TPA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran lahan gambut. Pasalnya, kata dia, timbunan sampah di TPA Jatiwaringin telah menggunung selama bertahun-tahun.

Kondisi itulah yang membuat kandungan gas metana muncul. Saat cuaca panas, gas tersebut dapat memicu munculnya api secara tiba-tiba dari dalam timbunan sampah.

Oleh sebab itu, dalam proses pemadamannya, para petugas harus mengurai gunungan sampah tersebut dengan alat berat agar lebih mudah memadamkannya.

“Di bagian dalamnya itu mengandung gas metana. Kalau cuaca panas, api bisa muncul sendiri,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tahapan pemadaman kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (7/7) telah mencapai 50 persen.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan dari angka 50 persen pengendalian titik api kebakaran di TPA Jatiwaringin ini juga diiringi dengan tingkat kebersihan area terdampak yang mencapai 70 persen.

Di mana, lanjut dia, hasil pengendalian tersebut merupakan dari optimalisasi kerja keras seluruh unsur dari BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga sektor swasta hingga hari ke delapan pemadaman.

“Mencari solusi itu pasti step by step. Saat ini perkembangannya sudah sangat signifikan. Titik api sudah hampir tidak ada, namun jika terkena angin kencang memang asap masih bisa muncul. Tapi alhamdulillah, pergerakan kita maju pesat,” terangnya.

Djohan mengungkapkan, selama operasi kebencanaan kebakaran di area tempat pembuangan sampah yang dinilai memiliki karakteristik dengan menyerupai lahan gambut ini turut menjadi kendala dalam pemadaman petugas gabungan.

Menurutnya, kesulitan petugas dalam mencapai titik api dipenuhi material kompleks seperti plastik dan beling, sehingga pihaknya menerapkan strategi khusus dengan menyemprotkan air dari permukaan, melainkan berkolaborasi dengan alat berat.

Selain itu, metode pendinginan dalam seperti pengangkatan material yang menyimpan panas (geothermal) di bagian dalam terangkat ke permukaan, petugas darat langsung melakukan penyiraman dan pembasahan (coolingdown).

Kemudian, untuk mempercepat mobilitas, petugas Damkar di sektor utara, selatan, dan tengah disokong oleh puluhan mobil tangki air berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter. Mobil-mobil tangki ini terus keluar masuk menyuplai air secara langsung di titik pemadaman, sehingga armada mobil pemadam utama tidak perlu meninggalkan lokasi untuk melakukan pengisian ulang.

“Sebanyak 500 personel gabungan kini difokuskan untuk menggempur area sektor barat mengikuti arah embusan angin. Selain jalur darat, operasi udara juga terus dioptimalkan,” kata dia. (ANT/KN)

Pegawai Bea Cukai Gugur Saat Jalankan Tugas Negara, Menkeu Beri Penghargaan Anumerta

0

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Aditya Waskita Jauhari, pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Pekanbaru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang gugur saat menjalankan tugas negara.

Aditya meninggal dunia saat bertugas di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, pada Selasa (7/7/2026) dini hari.

Atas nama pribadi maupun keluarga besar Kementerian Keuangan, Purbaya menyampaikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum.

“Saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian dan jasa almarhum Aditya Waskita Jauhari. Semoga segala khilaf dan dosanya diampuni, amal ibadahnya diterima, kuburnya dilapangkan, dan almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Purbaya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta berharap mereka diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi kehilangan tersebut.

Menurut Purbaya, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan terdapat pengabdian besar para pegawai yang bekerja di berbagai daerah dengan risiko tinggi.

Ia menuturkan para aparatur negara tidak hanya bertugas di kantor, tetapi juga berada di pos pengawasan, lapangan, hingga wilayah terdepan pelayanan negara yang sering menghadapi tantangan cuaca, medan, dan risiko keselamatan.

“Kepada seluruh jajaran Kemenkeu di mana pun bertugas, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan keteguhan dalam menjalankan amanah negara. Banyak tugas yang tidak terlihat oleh publik, banyak pengorbanan yang tidak selalu terdengar, tetapi semua itu sangat berarti bagi negara ini,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum, Kementerian Keuangan memberikan penghargaan Nagara Dana Ksatria Dharma dan tengah memproses kenaikan pangkat anumerta sesuai ketentuan yang berlaku bagi aparatur sipil negara yang meninggal dunia saat menjalankan tugas negara.

Selain itu, Kementerian Keuangan memastikan seluruh hak kepegawaian serta hak keluarga almarhum akan dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk hak pensiun, santunan, dan berbagai manfaat lain yang menjadi hak ahli waris.

Pewarta/ Editor : Nicha R

Kejagung Sita 390 Ton Tanah Diduga Mengandung Logam Tanah Jarang Milik PT PMM

0

JAKARTA – Kejaksaan Agung mengamankan sekitar 390 ton tanah yang diduga mengandung logam tanah jarang (LTJ) dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola ekspor mineral yang melibatkan PT Putraprima Mineral Mandiri (PT PMM). Material tersebut sebelumnya diamankan dari 15 kontainer di Dermaga Batam.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan jumlah 390 ton tersebut merupakan berat keseluruhan tanah yang disita, bukan berat logam tanah jarang yang terkandung di dalamnya. Saat ini, penyidik masih melakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui kadar mineral strategis tersebut.

“Jadi yang sekarang ditahan di Batam itu ada 15 kontainer, jumlah tanahnya, bukan jumlah logam tanah jarang, itu kurang lebih 390 ton,” kata Syarief kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Selain penyitaan tersebut, penyidik juga menemukan indikasi bahwa PT PMM diduga telah lebih dari sekali melakukan pengiriman material serupa ke luar negeri. Kejaksaan kini menelusuri jumlah muatan yang telah berhasil diekspor serta negara tujuan pengirimannya.

“Itu sedang kami cek sekarang, sedang kami telusuri berapa yang sudah dikirim itu. Tapi yang jelas ada dua kali pengiriman yang sudah lolos,” ujar Syarief.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan dugaan korupsi ekspor mineral non-logam atau tanah jarang pada periode 2018–2019. Dalam perkara tersebut, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga tersangka, yakni IS selaku perwakilan PT PMM, GP selaku Kepala Unit Pelayanan PT Sucofindo Cabang Pangkalpinang, dan JK selaku Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe C Pangkalpinang.

Ketiganya diduga berperan meloloskan ekspor tanah yang mengandung logam tanah jarang melalui rekayasa hasil uji laboratorium dan penerbitan dokumen ekspor. Penyidik masih terus mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan adanya pengiriman lain maupun pihak-pihak yang turut terlibat. (Fajri)

Puluhan Relawan Tanam Terumbu Karang, Jaga Ekosistem Pesisir Pulau Gusung

0

NUSANTARA – Sebanyak 60 peserta dari tiga komunitas kepemudaan dan masyarakat, termasuk pemuda-pemudi wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), melakukan aksi konservasi dan restorasi terumbu karang di kawasan pesisir Pulau Gusung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin yang membaur bersama para peserta.

Kegiatan diprakarsai Komunitas Kepemudaan Bara Sepaku dan berkolaborasi dengan Kompak Nusa Bahari serta Bumitaka Indonesia. Pulau Gusung dipilih karena memiliki potensi ekosistem terumbu karang sekaligus menjadi kawasan strategis untuk upaya restorasi lingkungan pesisir.

Sebanyak 60 peserta berasal dari Sepaku, Penajam, dan Balikpapan yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan konservasi laut.

Ketua panitia, Giska Laksmi Azizah, mengatakan kegiatan konservasi, transplantasi, dan penanaman terumbu karang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut.

“Terumbu karang itu ekosistem penting yang berfungsi sebagai habitat berbagai jenis ikan dan biota laut. Selain itu juga pelindung alami garis pantai, dan penopang kehidupan masyarakat pesisir. Jadi sudah sepatutnya kita jaga, kita konservasi dan restorasi bila mana ada kerusakan,” jelas warga Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, wilayah delineasi IKN tersebut.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelestarian terumbu karang akan memberi dampak positif terhadap pengembangan wisata bahari Pulau Gusung.

“Dengan adanya kegiatan ini di wisata bahari ini, yang ada di Pulau Gusung, kita bisa tingkatkan dan animo masyarakat yang ada baik lokal dan luar kabupaten akan bisa datang menikmati pemandangan yang luar biasa yang ada di Pulau Gusung. Salam satu karang, satu hidupan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 16.00 Wita. Diawali sosialisasi konservasi dan restorasi terumbu karang, dilanjutkan aksi transplantasi atau penanaman terumbu karang di titik yang telah ditentukan. Seluruh peserta mendapat pendampingan dari tim pelaksana selama proses restorasi berlangsung.

Selain penanaman, kegiatan juga diisi dokumentasi, diskusi, serta eksplorasi kawasan pesisir sebagai media edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian laut.

Terumbu karang merupakan ekosistem penting yang menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut, pelindung alami garis pantai, sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, keberadaannya terus menghadapi ancaman akibat aktivitas manusia maupun perubahan lingkungan sehingga diperlukan upaya konservasi dan restorasi secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, terutama generasi muda. (Adv)

Pewarta: Atmaja Riski/Media Kaltim
Editor: Agus S.