Beranda blog Halaman 366

Pemkab Berau Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Ramah Perempuan dan Anak

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah yang inklusif dan responsif terhadap isu kesetaraan gender serta perlindungan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa program yang menyasar perlindungan perempuan dan anak bukan hanya sebatas kewajiban hukum, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok rentan.

“Ini bukan sekadar memenuhi amanat undang-undang, tapi bentuk nyata kepedulian kita terhadap kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak. Mereka adalah pilar penting dalam pembangunan kampung dan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk partisipasi aparatur pemerintah kampung, kelompok perempuan, lembaga adat, relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), hingga forum anak yang tersebar di 25 kampung se-Kabupaten Berau.

Lebih lanjut, Bupati Sri menyoroti pentingnya penguatan data pilah gender, penerapan regulasi kampung terkait Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), serta dukungan anggaran untuk menunjang pelaksanaan program.

“Kita ingin memastikan bahwa di kampung-kampung tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak ada pekerja anak, tidak ada perkawinan anak, serta semua anak mendapatkan pengasuhan berbasis hak anak,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Trunajaya Bontang Ditutup, Alumni-Dosen Gagas Kampus Baru

Sejumlah perkara hukum yang saya tangani bersama Arief Widagdo Soetarno, S.H., M.Si., mempertemukan kami dengan para dosen dan alumni Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang. Percakapan yang awalnya formal berubah jadi ruang curhat kolektif. Kampus yang dulu kami banggakan, kini tinggal cerita pahit.

Pak Arief—mantan Dekan Fakultas Hukum dan Wakil Rektor I—bersama Bahrodin, S.H., M.Hum., eks Wakil Rektor III, menyampaikan keprihatinan yang sama. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana Unijaya tumbuh lalu tenggelam. Bukan karena kekurangan mahasiswa atau kalah saing, tapi karena salah kelola dan dominasi segelintir keluarga yayasan yang memosisikan kampus sebagai aset pribadi, bukan lembaga publik.

“Kalau ego yang ditonjolkan, kita sedang merusak diri,” ucap Bahrodin. Sementara Arief mengaku, sistem internal kampus tertutup, tak ada ruang untuk mengingatkan. Ia juga menyebut gajinya selama mengajar pun belum dibayar penuh. “Kalau dihitung, tunggakannya sudah puluhan juta,” ujar Arief yang sudah mengabdi lebih dari 20 tahun sebagai dosen.

Saya juga berbincang dengan Dr. Yantje Yophie Turang, S.H., M.Si., Rektor periode 2023–2027. Ia sempat mencoba menyelamatkan kampus, bahkan membuka peluang akuisisi yayasan, tapi mentok. Lagi-lagi karena sikap tertutup pihak yayasan.

Keprihatinan juga datang dari Rustam, alumni Fakultas Ekonomi yang kini menjabat anggota DPRD Bontang. Ia menyesalkan penutupan kampus yang pernah membentuknya. “Bontang tetap perlu kampus dengan program studi unggulan. Nanti awal bulan kita bisa diskusikan bareng,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Agusyani, SE, M.Si., salah satu dosen Fakultas Ekonomi. Ia turut menyampaikan kesedihannya. Beberapa mahasiswa bimbingannya di semester akhir tak bisa menyelesaikan studi. “Mereka sudah tinggal skripsi, tapi semuanya terhenti,” ucapnya sedih.

Kekacauan sistemik ini juga diungkap Miswanto, alumni yang dua kali menjadi kuasa hukum Unijaya. Ia pernah mendampingi mahasiswa yang hendak pindah ke kampus lain, namun dipersulit dengan berbagai alasan. “Mereka saya suruh datang untuk dibantu, tapi malah takut dan ragu,” katanya.

Yang lebih fatal, data banyak mahasiswa tidak pernah diinput ke PDDikti—sistem resmi pelaporan akademik ke Kemendikbudristek. Akibatnya, status kuliah mereka tidak diakui negara, sehingga tak bisa dilanjutkan atau dipindahkan.

Istri Miswanto sendiri sempat kuliah di sana, namun tidak bisa melanjutkan. “Nilainya tidak keluar, status tak jelas. Kalau tidak masuk sistem, dianggap tidak kuliah,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti akta yayasan yang dinilai bermasalah. “Banyak nama pengurus yang sudah meninggal, tapi masih dicantumkan. Ini persoalan serius karena menyangkut legalitas dan tanggung jawab,” tambahnya.

Secara hukum, Unijaya menghadapi gugatan di Pengadilan Negeri terkait tata kelola yayasan, dan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) untuk menyelesaikan sengketa hak-hak dosen dan tenaga pengajar, termasuk persoalan gaji dan status kepegawaian.

Putusan sempat bolak-balik antara dua yurisdiksi. Bahkan proses kasasi ke Mahkamah Agung sempat dimenangkan yayasan. Namun semua itu tak mengubah kenyataan bahwa manajemen kampus telah gagal.

SK pencabutan izin operasional keluar: Nomor 442/B/O/2025. Mahasiswa dipindahkan. DPRD sudah memanggil yayasan, tapi tak direspons. Pemerintah kota ingin membantu, namun tak diberi akses. Tak ada transparansi, tak ada tanggung jawab. Yang dikorbankan: mahasiswa, dosen, dan reputasi dunia pendidikan.

Sebagai kampus swasta pertama di Bontang, Unijaya dulunya sangat diminati, terutama jurusan hukum, ekonomi, dan teknik. Ribuan alumninya tersebar di sektor publik dan swasta. Tapi semua itu tak berarti bila kampus dikelola seperti milik pribadi.

Negara memang mencabut izinnya, tapi pembiaran di tingkat lokal tak bisa diabaikan.

Saya adalah alumni Ilmu Hukum Unijaya, lulusan 23 Agustus 2023—angkatan terakhir sebelum kampus ini ditutup. Saya menempuh pendidikan hukum untuk memperkuat tugas saya di Bawaslu Bontang. Maka ketika Unijaya resmi ditutup, saya turut prihatin. Sebab kami tahu, ini bukan kecelakaan. Ini kehancuran yang dibiarkan.

Namun masih ada harapan. Sudah waktunya alumni bangkit. Bentuk yayasan baru. Bangun kampus baru yang lebih sehat. Tak perlu mewah. Tak perlu nama besar. Yang penting jujur, terbuka, dan profesional.

Bontang tetap butuh kampus berkualitas. Fokus pada prodi yang dibutuhkan. Jaga kualitas akademik. Gaji dosen harus lancar. Administrasi harus rapi. Alumni bisa jadi pengelola, pendiri, bahkan pengajar.

Unijaya memang sudah tutup. Tapi pelajarannya jangan ikut dikubur. Harapan jangan padam. Pendidikan adalah amanah. Jika kita abai, bukan hanya kampus yang runtuh, tapi juga kepercayaan terhadap masa depan.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Harga BBM Stabil di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Pasca Negosiasi Energi RI-AS

0

JAKARTA – Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP terpantau stabil pada pekan ketiga Juli, setelah pengumuman hasil negosiasi Indonesia terhadap tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diketahui, dalam negosiasi tersebut, disepakati Indonesia akan membeli komoditas energi, dalam hal ini minyak mentah (crude) dan LPG, dari Amerika Serikat senilai 10–15 miliar dolar AS atau sekitar Rp244 triliun.

Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin (21/7/2025), harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di SPBU Pertamina terpantau stabil di angka Rp12.500 sejak awal Juli.

Selain Pertamax, BBM jenis Pertamax Turbo juga terpantau stabil di angka Rp13.500 per liter; dan Pertamax Green Rp13.250 per liter.

Harga BBM untuk Dex series juga tidak mengalami perubahan, dengan Dexlite di harga Rp13.320 per liter, dan Pertamina Dex seharga Rp13.650 per liter.

Rincian harga BBM SPBU Pertamina (Jakarta) adalah sebagai berikut:

Pertalite: Rp10.000 per liter;

Solar Subsidi: Rp6.800 per liter;

Pertamax: Rp12.500 per liter;

Pertamax Turbo: Rp13.500 per liter;

Pertamax Green: Rp13.250 per liter;
Dexlite: Rp13.320 per liter; dan

Pertamina Dex: Rp13.650 per liter.

Sementara itu, harga BBM di SPBU Shell juga tidak mengalami perubahan sejak 1 Juli 2025, dengan jenis Shell Super seharga Rp12.810 per liter.

Harga BBM jenis V-Power Diesel sempat naik hingga Rp13.830 pada 1 Juli 2025, dari Rp13.250 per liter pada Juni. Akan tetapi, pada 2 Juli 2025, terjadi penurunan menjadi Rp13.800 per liter.

Adapun rincian harga BBM di SPBU Shell sebagaimana yang dikutip dari laman resmi SPBU Shell adalah sebagai berikut:

Super: Dari Rp12.370 per liter, naik menjadi Rp12.810 per liter;
V-Power: Dari Rp12.840 per liter, naik menjadi Rp13.300 per liter;

V-Power Diesel: Dari Rp13.250 per liter, naik menjadi Rp13.800; serta

V-Power Nitro+: Dari Rp13.070 per liter, naik menjadi Rp13.540 per liter.

Selanjutnya, harga BBM di SPBU bp juga tidak mengalami perubahan. Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU BP:

BP Ultimate: Rp13.300 per liter;

BP 92: Rp12.600 per liter; dan

BP Ultimate Diesel: Rp13.800 per liter. Selaras dengan yang lainnya, harga BBM di SPBU Vivo juga stabil apabila dibandingkan pada awal Juli 2025.

Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU Vivo:
Revvo 90: Rp12.730 per liter;

Revvo 92: Rp12.810 per liter;

Revvo 95: Rp13.300 per liter; serta

Diesel Primus Plus: Rp13.800 per liter. (ANT/KN)

Kemenbud dan Perpusnas Angkat Kisah Diponegoro Lewat Film dan Komik

0

JAKARTA – Dalam momentum peringatan 200 tahun Perang Jawa (1825–1830), Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) merencanakan produksi film tentang Pangeran Diponegoro, sementara Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan merilis komik bertema kepahlawanan tokoh tersebut pada akhir tahun ini.

“Kita berharap bahwa cerita-cerita sejarah dan juga tokoh-tokoh pahlawan diangkat di dalam film karena film adalah platform ekspresi budaya yang paling lengkap mulai dari seni akting, tari, musik, sastra, bahkan sampai fesyen dan kuliner ada di dalamnya, dan kita akan mencoba membuat satu film tentang Pameran Diponegoro yang lebih epik,” kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon pada acara peringatan 200 tahun Perang Jawa di Perpusnas, Jakarta, Minggu (20/7) malam.

Menbud Fadli Zon menyebut film sebagai medium paling lengkap untuk mengekspresikan budaya sekaligus memperkuat literasi sejarah. Dia menegaskan bahwa kisah Pangeran Diponegoro layak diangkat kembali dalam format sinema yang lebih aktual dengan teknologi perfilman yang lebih modern, setelah sebelumnya pernah rilis dalam bentuk film drama epos “November 1828” garapan sutradara Teguh Karya.

Menurut dia, “November 1828” keluaran 1979 merupakan referensi penting, untuk memulai menghidupkan kembali kisah Diponegoro melalui teknologi perfilman modern.

“Tentu saja ini harus bekerja sama dengan para produser, sutradara, pembuat skenario sehingga bisa menayangkan film tentang Pangeran Dipenogoro lebih lengkap dan aktual,” kata Menbud Fadli Zon menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyampaikan bahwa mereka akan merilis komik tentang Pangeran Diponegoro dalam 25 jilid yang direncanakan terbit pada September 2025. Komik itu dikembangkan dari naskah-naskah kuno dan ditujukan untuk membumikan sejarah kepada generasi muda.

Upaya itu diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan dan memperkuat identitas sejarah nasional melalui media yang relevan dengan zaman. (ANT/KN)

BP Haji Buka Rekrutmen SDM Lintas Agama

0

JAKARTA – Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan tengah melakukan penataan kelembagaan dan penguatan sumber daya manusia (SDM), termasuk membuka kesempatan SDM lintas agama.

“Kami sedang mematangkan proses pergeseran SDM perhajian dari Kementerian Agama, baik di pusat, wilayah, hingga daerah. Bersamaan itu, kami juga menyiapkan skema rekrutmen SDM fungsional dan struktural BP Haji yang lebih terbuka, termasuk melibatkan SDM lintas agama,” ujar Dahnil di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Rekrutmen lintas agama itu, menurut Dahnil, merupakan bentuk komitmen BP Haji dalam membangun kelembagaan yang inklusif, mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi dan nasionalisme.

“Sebagai otoritas tunggal penyelenggaraan haji, BP Haji dibentuk Presiden tidak hanya untuk menghadirkan tata kelola yang profesional dan berintegritas, tapi juga menjadi simbol semangat kebangsaan sebagaimana spirit para haji pendiri bangsa yang membawa pulang semangat kebangsaan, persatuan dan kebhinekaan dari Tanah Suci,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dahnil mengatakan BP Haji juga menjunjung tinggi prinsip keterwakilan perempuan dalam proses rekrutmen, serta berangkat dari semangat inklusif dan proporsional.

Dia mengatakan saat ini struktur BP Haji sudah diisi oleh SDM profesional dari berbagai latar belakang kementerian dan lembaga seperti. Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan, TNI, Polri, dan ke depan juga dari Kementerian Kesehatan.

Hal itu menjadi bukti bahwa BP Haji merupakan rumah bersama, yang dibangun atas dasar semangat integritas, profesionalitas dan dedikasi untuk kebangsaan.

BP Haji memastikan bahwa seluruh proses penataan ini dilakukan secara bertahap dan terukur demi mewujudkan pelayanan haji yang lebih baik, profesional, efisien, aman dan nyaman. (ANT/KN)

Jokowi Puji Kepiawaian Prabowo Capai Kesepakatan Perdagangan dengan AS dan Uni Eropa

0

JAKARTA – Presiden Ke-7 RI Joko Widodo memuji kepiawaian dan pendekatan personal yang dimiliki Presiden RI Prabowo Subianto dalam mencapai kesepakatan negosiasi tarif impor dengan Presiden AS Donald Trump.

Saat Prabowo bersilaturahmi ke kediamannya, Jokowi mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga menceritakan soal Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) yang mencapai kesepakatan setelah 10 tahun perundingan.

“Yang namanya perundingan Indonesia di I-EU CEPA itu sudah berjalan sepuluh tahun dan sangat alot sekali. Dan beliau dengan kepiawaiannya, dengan pendekatan-pendekatan personalnya, akhirnya kesepakatan itu terjadi dan sudah ditandatangani,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers usai pertemuannya dengan Presiden Prabowo di kediaman yang berlokasi di Gang Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7) malam.

Menurut Jokowi yang merupakan Mantan Presiden periode 2014-2024 itu kemitraan I-EU CEPA sangat alot, sehingga perundingannya memakan waktu hingga satu dekade.

Namun, kepiawaian Presiden Prabowo dan pendekatan personal yang dimiliki, kesepakatan itu mencapai titik temu dan segera ditandatangani.

“Sehingga nanti perdagangan betul-betul dengan tarif 0 persen. Ini akan memberikan daya saing yang baik pada pedagang-pedagang Indonesia untuk masuk ke Uni Eropa, yang bagus,” kata Jokowi.

Selain I-EU CEPA, pendekatan personal Prabowo juga membawa Indonesia menjadi salah satu negara dengan tarif impor yang rendah yang diberlakukan Presiden Trump.

Tarif resiprokal yang awalnya diberlakukan 32 persen kemudian turun signifikan menjadi 19 persen, setelah Presiden Prabowo berbicara langsung melalui sambungan telepon dengan Presiden Trump.

“Dengan Presiden Donald Trump, beliau berbicara banyak, akhirnya juga tarifnya bisa turun dari 32 persen ke 19 persen. Ini juga menurut saya sebuah prestasi yang luar biasa. (Tarif) 19 (persen) itu masuk terendah di ASEAN,” kata Jokowi.

Dengan tarif impor yang lebih rendah, serta perdagangan bebas dengan Uni Eropa, produk Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara lainnya akan lebih kompetitif atau berdaya saing.

Dalam pertemuan selama kurang lebih 40 menit itu, terdengar suara tertawa dari Presiden Prabowo maupun Jokowi. Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan bahwa keduanya tengah membicarakan soal Presiden Trump.

“Cerita ketemu tadi, dengan Presiden Trump kan ada hal-hal yang disampaikan juga,” kata Jokowi. (ANT/KN)

Presiden Prabowo Tindak Tegas Pengoplos Beras, Rugikan Negara Rp100 Triliun Per Tahun

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menindak tegas praktik pengoplosan beras yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp100 triliun setiap tahun.

Hal itu dikatakannya saat memberikan sambutan pada penutupan kongres Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).

“Masih banyak ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran,” kata Prabowo.
Presiden menyatakan telah meminta Kejaksaan Agung dan kepolisian untuk mengusut dan menindak pelaku tanpa pandang bulu.

“Saya telah minta jaksa Agung dan polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Kejahatan tersebut dinilainya sebagai pelanggaran serius yang memberikan dampak besar terhadap perekonomian nasional. Presiden menyebut praktik itu sebagai bentuk subversi ekonomi yang merugikan rakyat.

“Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh bangsa Indonesia adalah Rp100 triliun tiap tahun … Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat,” ucap Presiden Prabowo.

Di sisi lain, Kepala Negara menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai lebih dari 4,2 juta ton, angka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, produksi jagung dilaporkan meningkat 30 persen dan beras naik 48 persen.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polri telah menyatakan menindaklanjuti laporan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait laporan dugaan adanya 212 produsen beras nakal. Tindak lanjut itu dilakukan dengan memeriksa empat produsen beras pada Kamis (10/7) sebagai langkah penyelidikan.

Adapun Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan 10 dari 212 produsen beras nakal telah diperiksa Satgas Pangan Polri bersama Bareskrim Polri sebagai langkah membongkar praktik curang dan melindungi konsumen.

Langkah itu merupakan tindak lanjut dari laporan 212 merek beras yang dianggap tidak sesuai standar mutu, baik dari sisi volume, kualitas maupun kejelasan label, yang dikirim langsung ke Kapolri dan Kejaksaan Agung.

Amran menekankan momen penindakan itu tepat karena stok beras nasional sedang dalam kondisi melimpah sehingga intervensi tidak menimbulkan risiko kekurangan pasokan di pasaran. Stok saat ini mencapai 4,2 juta ton. (ANT/KN)

BMKG Deteksi 586 Titik Panas di Riau, Karhutla Meluas di Rokan Hilir

0

PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi 586 titik panas di Provinsi Riau dari total 1.208 di Sumatera berdasarkan data yang diperbarui pada Sabtu (19/7) pukul 23.00 WIB.

“Titik panas di Provinsi Riau tersebar di sepuluh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau. Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi ada 19, sedang 34, dan rendah 533,” kata Prakirawan BMKG, Anggun R di Pekanbaru, Minggu (20/7/2025).

Kabupaten Rokan Hilir menjadi penyumbang titik panas terbanyak yakni 354 titik. Lainnya ada di Rokan Hulu (142), Pelalawan (20), Siak (17), Kampar (16), Bengkalis (15), Kota Dumai (15), Kuantan Singingi (4), Kepulauan Meranti (2) dan Inderagiri Hulu (1).

Hal tersebut menyebabkan jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi kabur sejauh 4 kilometer saja. Bahkan di Bandara Japura Kabupaten Inhu jarak pandang hanya 3 km.

Sementara itu, untuk Pulau Sumatera sebanyak 1208 titik panas selain Riau terpantau di Sumatra Utara (300), Sumatera Barat (193), Sumatera Selatan (67), Bangka Belitung (55), Jambi (53), Aceh (37), Bengkulu (11), Kepulauan Riau (4), dan Lampung (2).

Diketahui memang terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang luasnya mencapai 100 hektare di Kelurahan Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Kebakaran tersebut sudah terjadi selama lima hari terakhir.

Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan saat ini aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadaman Kebakaran Riau masih mengerahkan personel untuk memadamkan api di lokasi.

Jika api belum padam dalam waktu dekat, pihaknya akan mempertimbangkan meminta bantuan helikopter “water bombing” dari TNI AU maupun perusahaan. (ANT/KN)

Dorong Swasembada dan Ekonomi Daerah, Pemkab Berau Manfaatkan Lahan Bekas Tambang untuk Pertanian

BERAU – Lahan bekas tambang batu bara di Kabupaten Berau kini disulap menjadi lahan pertanian produktif. Langkah ini jadi bukti nyata komitmen Pemkab Berau dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa transformasi lahan pascatambang menjadi sentra pertanian merupakan bagian dari visi pembangunan berkelanjutan yang diusung pemerintah daerah. Menurutnya, langkah ini tidak hanya menjawab kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap industri ekstraktif.

“Pemanfaatan lahan pascatambang seperti ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Gamalis.

Program tersebut juga sejalan dengan target nasional dalam mewujudkan swasembada jagung sebesar 10 juta ton pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang solid.

Dalam implementasinya, perusahaan tambang menyediakan lahan siap tanam, jajaran Polres Berau mengambil peran dalam proses penanaman, dan pemerintah daerah turut mendukung melalui penyediaan bibit secara bertahap.

“Sinergi seperti ini harus terus kita jaga dan perkuat,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa sektor pertanian kini menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah, terutama di tengah upaya pemerintah untuk melakukan transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada industri pertambangan dalam jangka panjang.

“Pertanian dan pariwisata kini menjadi sektor yang kita dorong agar benar-benar menghasilkan dampak ekonomi langsung bagi daerah,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Pemkab Berau Prioritaskan Pelayanan Dasar dan Infrastruktur untuk Dorong Pariwisata Berkelanjutan

BERAU – Pelayanan dasar sebagai fondasi utama pembangunan daerah terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

Dikatakannya, peningkatan kualitas infrastruktur, khususnya jalan, menjadi prioritas mendesak untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata yang kini tengah digenjot di Kabupaten Berau.

“Infrastruktur yang memadai akan menunjang konektivitas antarwilayah dan menciptakan kenyamanan bagi wisatawan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Berau saat ini berada dalam fase transisi menuju pembangunan berkelanjutan dengan menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal dan keunggulan alam.

“Jika potensi ini dikelola secara profesional dan didukung oleh infrastruktur yang memadai, dampaknya akan besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.

Meski demikian, Bupati Sri tak menampik masih adanya sejumlah tantangan, khususnya terkait akses jalan dan minimnya sarana transportasi menuju kawasan wisata. Ia mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar bekerja lebih sinergis dan terkoordinasi dalam mendukung pengembangan wilayah.

“Kita tidak ingin ada program pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri. Semua perangkat daerah harus berkoordinasi dengan pimpinan baik kepala daerah, wakil bupati, maupun para asisten,” tegasnya.

Selain itu, Sri Juniarsih juga menekankan pentingnya pelaporan progres pembangunan secara rutin dan komunikasi terbuka untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan.

“Kami memahami bahwa dalam pelaksanaan program pasti ada tantangan. Namun, justru itulah yang harus dibicarakan bersama untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Ia berharap, pembangunan yang terencana dan berbasis kolaborasi ini dapat mengoptimalkan seluruh potensi daerah, terutama melalui penguatan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, dan jaringan komunikasi, hingga ke wilayah pedalaman dan pesisir.

“Dengan pendekatan yang tepat, Berau bisa menjadi destinasi wisata yang ramah, nyaman, dan berdaya saing,” tutupnya. (adv/srn/set)