
BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah yang inklusif dan responsif terhadap isu kesetaraan gender serta perlindungan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa program yang menyasar perlindungan perempuan dan anak bukan hanya sebatas kewajiban hukum, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok rentan.
“Ini bukan sekadar memenuhi amanat undang-undang, tapi bentuk nyata kepedulian kita terhadap kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak. Mereka adalah pilar penting dalam pembangunan kampung dan daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk partisipasi aparatur pemerintah kampung, kelompok perempuan, lembaga adat, relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), hingga forum anak yang tersebar di 25 kampung se-Kabupaten Berau.
Lebih lanjut, Bupati Sri menyoroti pentingnya penguatan data pilah gender, penerapan regulasi kampung terkait Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), serta dukungan anggaran untuk menunjang pelaksanaan program.
“Kita ingin memastikan bahwa di kampung-kampung tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak ada pekerja anak, tidak ada perkawinan anak, serta semua anak mendapatkan pengasuhan berbasis hak anak,” pungkasnya. (adv/srn/set)


