Beranda blog Halaman 354

Fokus Bangun Jalan, Kecamatan Kota Bangun Darat Genjot Konektivitas Antar Desa

TENGGARONG – Peningkatan infrastruktur jalan, menjadi prioritas utama Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka mempercepat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Camat Kota Bangun Darat, Zulkifli, menyatakan bahwa sejumlah proyek jalan strategis tengah dikerjakan dan direncanakan secara bertahap.

“Infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak. Kami berupaya agar semua desa di kecamatan ini dapat terhubung dengan akses yang layak,” tegas Zulkifli, Kamis (31/7/2025).

Salah satu proyek yang hampir rampung adalah jalan penghubung dari Desa Sedulang menuju Kedang Ipil. Pengerjaan jalan sepanjang 1 kilometer tersebut saat ini sudah dalam tahap agregat. Namun penyelesaian ditunda karena kendala anggaran.

“Kalau tidak ada rasionalisasi dan defisit anggaran, seharusnya sudah selesai. Namun kami targetkan kelanjutannya masuk anggaran 2026,” jelasnya.

Pembangunan jalan utama dari kantor camat menuju Desa Wonosari sepanjang 5,5 kilometer juga menjadi prioritas besar. Proyek ini bahkan mendapat perhatian khusus dari Bupati Kukar dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Ini jadi target utama kami. Jalan tersebut menghubungkan Wonosari dengan kawasan padat penduduk seperti Kota Bangun 1, 2, dan 3. Arahan Pak Bupati dan PU, pengerjaannya ditargetkan selesai pada 2026,” tambah Zulkifli.

Ia menegaskan bahwa keberadaan jalan tersebut sangat vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, dan pelayanan publik antarwilayah. “Kalau akses jalan sudah terbuka, otomatis ekonomi warga akan ikut bergerak. Ini bukan proyek biasa, tapi fondasi kemajuan kecamatan kami,” ujarnya.

Selain proyek-proyek yang tengah berjalan, Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat juga tengah menyusun sejumlah rencana pembangunan jalan lainnya yang kini masuk dalam daftar skala prioritas.

Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain adalah Jalan Sukabumi menuju Kedang Ipil dan Wonosari. Jalan Sahari Nadi menuju Benua Baru, Kedang Ipil, dan Ketapang. Jalan Sahari Nadi menuju Sukabumi. Serta Jalan Kota Bangun 3 menuju Wonosari sepanjang 4 kilometer.

“Semua jalur ini penting untuk memperlancar transportasi masyarakat. Kami berharap tahun-tahun ke depan tidak lagi terhambat oleh defisit, agar target infrastruktur ini bisa tercapai secara menyeluruh,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tunjang Pelayanan, Kecamatan Kota Bangun Darat Siapkan Pembangunan Mess Pegawai

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar), bersiap membangun fasilitas hunian (mess), untuk para pegawai kecamatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan kerja serta mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal pegawai. Khususnya yang berasal dari luar wilayah.

“Kami berencana membangun mess karyawan agar pegawai di kecamatan ini merasa nyaman dan bisa bekerja lebih optimal,” kata Camat Kota Bangun Darat, Zulkifli, Kamis (31/7/2025).

Saat ini, fasilitas mess hanya tersedia bagi pejabat eselon seperti kepala seksi, kasubag, dan pejabat struktural lainnya. Sementara staf pelaksana dan pegawai baru, terutama dari kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), belum memiliki akomodasi serupa.

Rencana ini juga menjadi respons atas masuknya 27 orang PPPK baru di kecamatan tersebut. Sebagian dari mereka bahkan langsung menanyakan ketersediaan tempat tinggal.

“Kehadiran pegawai baru tentu membawa energi baru. Tapi mereka juga perlu difasilitasi. Karena itu kami akan usulkan pembangunan mess melalui bantuan keuangan daerah,” jelas Zulkifli.

Pembangunan mess tersebut akan diusulkan dalam rencana perubahan anggaran tahun 2026, dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Pemilihan tahun tersebut dinilai realistis, mengingat prioritas anggaran saat ini masih difokuskan pada infrastruktur jalan dan layanan dasar.

Zulkifli menambahkan, keberadaan mess sangat penting karena Kecamatan Kota Bangun Darat merupakan wilayah pemekaran. Tentunya masih dalam tahap penguatan infrastruktur dan pelayanan pemerintahan.

“Informasi dari Kabid Mutasi menyebutkan, kecamatan baru seperti ini memang perlu dibangunkan mess agar pegawainya betah dan bisa melayani masyarakat dengan baik,” tambahnya.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap rencana ini bisa terealisasi demi menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif bagi seluruh jajaran pegawai di Kecamatan Kota Bangun Darat.

“Ini bukan soal fasilitas semata, tapi soal kepedulian terhadap kesejahteraan pegawai di daerah. Kalau pegawainya nyaman, kinerjanya pasti ikut meningkat,” tutup Zulkifli. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

Tak Aktif 3 Bulan, Tabungan Bisa Diblokir? Ini yang Bikin Rakyat Panik

SAYA salah satu dari jutaan orang yang menyisihkan sebagian kecil dana di rekening berbeda dari rekening utama. Rekening itu saya siapkan untuk tabungan pendidikan anak. Tidak saya gunakan untuk transaksi harian. Tidak saya isi rutin. Dibiarkan saja mengendap.

Tapi sejak kabar soal pemblokiran rekening yang tidak aktif oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) ramai dibicarakan di media sosial, saya mulai khawatir. Apalagi banyak yang mengaku tidak bisa menarik dananya karena rekeningnya diblokir tanpa pemberitahuan.

Saya langsung cek. Ternyata rekening itu memang tidak aktif lebih dari enam bulan. Pagi ini juga saya pindahkan dananya ke rekening utama. Untung belum diblokir.

Kebijakan PPATK yang menginstruksikan pemblokiran rekening bank yang menganggur memang sedang jadi sorotan nasional. Banyak yang kaget, bingung, bahkan marah. Karena rekening milik warga biasa juga bisa ikut diblokir. Padahal tujuannya jelas: mencegah penyalahgunaan rekening untuk kejahatan seperti judi online atau pencucian uang. Tapi pelaksanaannya menimbulkan kepanikan.

Bukan hanya saya yang merasa cemas. Di media sosial, muncul pula keluhan seorang warga yang mengaku tak bisa menarik uangnya sebesar Rp28 juta dari rekening yang sudah lama tidak aktif. Curhatannya viral di TikTok lewat akun @puput_vinoliaaaa, memperlihatkan layar mesin ATM dengan tulisan “Transaksi Gagal, Saldo Tidak Mencukupi.” Padahal, menurutnya, saldo cukup dan dana itu sangat dibutuhkan untuk operasi keluarganya. “Bayangin keluarga lu mau operasi, duit di rekening semua tapi malah ga bisa ditarik,” tulisnya putus asa.

Keluhan itu menyebar cepat dan jadi bahan diskusi publik. Banyak yang bersimpati. Banyak pula yang bertanya-tanya, bagaimana bisa rekening pribadi—yang digunakan untuk simpanan darurat—tiba-tiba tak bisa diakses, tanpa penjelasan yang jelas.

Respons masyarakat yang begitu masif membuat Istana ikut bereaksi. Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ke Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (30/7/2025). Pemanggilan itu terjadi di tengah gelombang protes publik terhadap kebijakan pemblokiran rekening dormant. Ivan yang tiba lebih dulu hanya mengatakan, “Saya dipanggil presiden, belum tahu agendanya.” Perry tiba beberapa menit kemudian, tanpa memberikan pernyataan kepada wartawan.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana sebelumnya menyampaikan bahwa sebenarnya tidak ada batas pasti tiga bulan. Tiga bulan hanya berlaku untuk rekening yang terindikasi digunakan untuk tindak pidana seperti judi online.

Kebanyakan rekening yang diblokir, menurutnya, justru yang sudah tidak aktif lebih dari lima tahun. PPATK menyebut ini sebagai langkah perlindungan agar dana masyarakat tidak disalahgunakan. “Siapa bilang dirampas negara? Ada-ada saja hehehe,” katanya.

Saya percaya uang rakyat tidak dirampas. Tapi rasa percaya itu bisa rusak kalau komunikasi tidak jelas. Banyak nasabah tidak diberi tahu. Tidak ada notifikasi. Tiba-tiba saldo tidak bisa diakses. Ini yang membuat warga khawatir.

Kita bukan sedang membela rekening bodong. Tapi rekening pribadi yang disimpan untuk kebutuhan penting. Seperti dana pendidikan, simpanan darurat, atau hasil usaha.

Bank Mandiri, BRI, dan lainnya mengaku mendukung kebijakan ini dan menyatakan bahwa mereka menjalankan instruksi sesuai prosedur. Bank Mandiri misalnya, menetapkan rekening dianggap dormant bila tidak ada transaksi selama 180 hari.

Mereka juga mengklaim sudah menyiapkan program edukasi, aktivasi, dan pemberitahuan. BRI pun demikian. Tapi masalahnya, tidak semua nasabah paham. Tidak semua bisa akses digital. Tidak semua rajin mengecek saldo setiap bulan. Dan tidak semua rekening yang diam itu tidak penting.

Masyarakat butuh perlindungan, tapi juga butuh kepastian. PPATK bilang uang bisa diambil kapan saja setelah aktivasi. Mereka bahkan menyediakan formulir pengaduan online. Tapi kenyataannya, banyak warga tidak tahu harus ke mana. Bahkan tidak tahu bahwa rekeningnya diblokir sampai mencoba mengaksesnya. Ini yang membuat orang kehilangan rasa aman.

Kalau negara memang hadir untuk melindungi, maka pastikan juga bahwa prosedurnya tidak membingungkan. Tidak semua yang tidak aktif harus diblokir. Harus dibedakan mana yang pasif wajar dan mana yang digunakan untuk tindak kejahatan. Jangan disamaratakan.

Keresahan ini nyata dan dirasakan banyak orang. Bukan karena merasa bersalah, tapi karena kebijakan ini minim sosialisasi dan menimbulkan ketidakpastian. Banyak warga menyimpan uang di rekening pasif dengan niat yang sah, bukan untuk kejahatan, tapi untuk kebutuhan yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

Negara tidak boleh mengganggu rasa aman itu. Kalau niatnya baik, komunikasikan dengan benar. Kalau tujuannya mencegah kejahatan, pastikan rakyat jujur tidak ikut jadi korban kebijakan yang tidak tepat sasaran. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Ekstradisi Mantan CEO Investree ke Qatar Masih Berjalan, Dokumen Sedang Disiapkan

0

JAKARTA – Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyampaikan proses ekstradisi buronan kasus Investree, mantan CEO PT Investree Radika Jaya Adrian Asharyanto Gunadi saat ini dalam proses pemenuhan dokumen.

Supratman menjelaskan pada 21 Februari 2025, Kementerian Hukum (Kemenkum), selaku otoritas pusat dalam penanganan ekstradisi, telah menerima permohonan ekstradisi dari Kepala Divisi Hubungan Internasional Markas Besar (Mabes Polri), atas dasar permintaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Inti surat tersebut adalah permintaan ekstradisi atas nama Adrian Asharyanto, selaku tersangka pelaku tindak pidana perbankan di Indonesia, yang melarikan diri ke Qatar,” ucap Supratman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Dia menuturkan permintaan ekstradisi tersebut bertujuan agar Adrian menjalani proses hukum di Indonesia terkait tindak pidana mengumpulkan dana dari masyarakat tanpa izin dari Bank Indonesia dan/atau otoritas sektor keuangan di tanah air.

Setelah melalui proses analisis dan penyusunan dokumen permintaan ekstradisi, Kemenkum menyampaikan permintaan ekstradisi secara resmi kepada pemerintah Qatar melalui surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum RI Nomor AHU.AH.12.04-11 tanggal 28 Mei 2025 kepada Attorney General of the State of Qatar.

Permintaan tersebut, kata dia, disampaikan melalui saluran diplomatik. Pada perkembangannya, dikatakan bahwa Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi permintaan ekstradisi beserta seluruh dokumen pendukungnya telah diterima oleh Kedutaan Besar RI di Doha, Qatar.

Menkum pun memastikan hingga saat ini, proses ekstradisi terhadap Adrian terus dikoordinasikan dengan semua instansi terkait, terutama Polri dan OJK.

Saat ini, sambung Supratman, seluruh dokumen permohonan eskstradisi sedang dalam proses penerjemahan ke bahasa Arab.

“Jika telah selesai diterjemahkan, akan dikirimkan secara resmi oleh Kementerian Hukum RI selaku otoritas pusat kepada pemerintah Qatar melalui saluran diplomatik serta untuk percepatan melalui surat elektronik,” katanya menjelaskan.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan Adrian Gunadi ditetapkan sebagai tersangka serta masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Terkait tindak lanjut proses penegakan hukum dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan oleh Eks CEO PT Investree Radika Jaya (Investree), Adrian Asharyanto alias Adrian Gunadi telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang,” kata Agusman di Jakarta (17/12/2024).

Ia mengatakan OJK bekerja sama dengan aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Terkait likuidasi, pemegang saham Investree telah menyampaikan usulan nama-nama Tim Likuidasi kepada OJK dan selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. (ANT/KN)

Pasca Gempa Rusia, BMKG Tegaskan Peringatan Dini Tsunami Masih Aktif

0

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa peringatan dini tsunami masih berlaku aktif, menyusul adanya osilasi atau variasi hasil pengukuran tinggi muka air laut yang masih terpantau di sejumlah stasiun pemantau.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam konferensi pers potensi tsunami di Jakarta Rabu malam, menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat mencabut peringatan tsunami karena osilasi gelombang bisa mengalami amplifikasi secara tiba-tiba pada fase akhir.

Lima provinsi yang berstatus waspada potensi tsunami adalah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, sebagaimana peringatan dini tsunami yang diterbitkan BMKG pascagempa magnitudo 8,7 di Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7/2025) pagi.

“Kadang osilasi non-linear pada fase terakhir juga bisa membuat osilasi dan amplifikasi tinggi gelombang. Oscillation in the late phase itu bisa bikin kenaikan signifikan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa langkah kehati-hatian diperlukan karena potensi kenaikan tiba-tiba pada gelombang laut masih mungkin terjadi meskipun tren osilasi mulai melemah di beberapa titik.

Adapun salah satunya dari stasiun tide gauge Depapre, Jayapura, Papua yang masih merekam adanya
osilasi permukaan laut.

Berdasarkan data BMKG sampai dengan pukul 16.00 WIT grafik dari tide gaude Depapre menunjukkan fluktuasi yang relatif normal dengan variasi kecil lebih kurang lima centimeter. Namun setelah pukul 17.00 WIT terlihat peningkatan osilasi yang signifikan amplitudo naik hingga sekitar 20 centimeter dan berfluktuasi cepat.

Menurut dia, pola osilasi ini merupakan indikasi anomali, yang konsisten dengan osilasi tsunami/non-linear oscillation yang masih berlangsung dan hal ini menjadi dasar bahwa peringatan tsunami masih tetap aktif karena potensi kenaikan tiba-tiba masih mungkin terjadi.

Pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap berada di lokasi aman dan menjauhi pantai sampai ada informasi resmi terkait pencabutan peringatan tsunami ini.

BMKG bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus memantau data dari stasiun pasang surut serta memperbarui informasi kepada masyarakat secara berkala agar langkah penanggulangan tetap terkoordinasi. (ANT/KN)

Beda Kasus, KPK Kini Dalami Korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek

0

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  membuka peluang untuk memanggil empat mantan Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, yakni Pramoda Dei Sudarmo, Muhamad Heikal, Hamid Muhammad, dan Jurist Tan.

“Semua kemungkinan untuk melakukan permintaan keterangan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui konstruksi sebuah perkara tentu akan dilakukan oleh KPK,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Budi menyampaikan pernyataan tersebut setelah KPK meminta keterangan dari mantan Stafsus Nadiem Makarim, Fiona Handayani, terkait pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek, yakni pada Rabu ini.

“Tentu keterangan-keterangan itu akan membantu KPK untuk membuat terang suatu perkara yang sedang ditangani,” katanya.

Sebelumnya, KPK mengungkapkan sedang menyelidiki dugaan korupsi terkait Google Cloud di Kemendikbudristek. Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, atau belum pada tahap penyidikan.

KPK menegaskan penyelidikan kasus tersebut berbeda dengan kasus Chromebook yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.

Selain itu, KPK mengaku sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam pengadaan kuota internet gratis di Kemendikbudristek. Penyelidikan tersebut berkaitan dengan perkara Google Cloud.

Sementara itu, Kejaksaan Agung saat ini sedang mengusut kasus dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek tahun 2019–2022, yakni terkait pengadaan Chromebook.

Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut, yakni mantan Staf Khusus Mendikbudristek era Nadiem Makarim bernama Jurist Tan, mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek Ibrahim Arief, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 Sri Wahyuningsih, serta Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek tahun 2020–2021 Mulyatsyah. (ANT/KN)

Perkuat Ketahanan Energi, PHI Koordinasi Rencana Kerja Hulu Migas 2026

0

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menjadi tuan rumah sekaligus koordinator pelaksanaan Pembahasan Teknis Program Kerja Aspek Perkapalan dan Kemaritiman untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan strategis yang melibatkan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di lingkungan Subholding Upstream (SHU) Pertamina dan SKK Migas ini digelar di Kantor Pusat PHI, Graha Elnusa Jakarta, pada 7–18 Juli 2025.

Forum yang berlangsung selama dua pekan ini merupakan agenda tahunan sejak 2022 yang diselenggarakan secara bergiliran oleh regional-regional SHU. Tahun ini, PHI melalui Fungsi Production & Operations bertindak sebagai tuan rumah dan koordinator pelaksana.

Melibatkan hampir 200 personel lintasfungsi, forum ini memfokuskan pembahasan pada penyusunan rencana kerja, usulan anggaran, serta strategi optimasi aset untuk tahun 2026. Selain itu, para peserta juga menyampaikan laporan pelaksanaan WP&B 2025 kepada Departemen Perkapalan dan Kemaritiman Divisi Penunjang Operasi SKK Migas serta unit-unit terkait lainnya.

Manager Production & Operations PHI-Regional 3 Kalimantan, Suhendro, mengungkapkan melalui kegiatan ini PHI mendorong terwujudnya sinergi yang lebih kuat di antara seluruh entitas hulu migas, sejalan dengan komitmen untuk mengoptimalkan kolaborasi antaranak perusahaan Pertamina dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan operasi.

“Forum pembahasan ini menjadi wujud nyata kolaborasi strategis industri hulu migas nasional guna memperkuat ketahanan energi Indonesia secara berkelanjutan. Kita berharap kegiatan ini dapat memperkokoh semangat efisiensi di berbagai lini tanpa mengurangi komitmen kami di tengah tantangan kondisi yang dihadapi saat ini.” Ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Departemen Perkapalan dan Kemaritiman SKK Migas, Rocky SJ Makapuan.

“Rapat pembahasan berjalan dengan penuh semangat kerja keras dan kolaborasi. Semangat untuk terus maju ke depan dan menjaga kelancaran operasi harus dikedepankan, khususnya di Perkapalan.”

Ia turut mengapresiasi kolaborasi aktif seluruh pihak yang menunjukkan dedikasi tinggi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.

Sebagai koordinator sekaligus tuan rumah penyelenggaraan, PHI melalui kolaborasi erat dengan Fungsi HSSE dan Business Support berupaya memastikan nilai tambah kegiatan ini tidak hanya tercermin dari kelancaran proses, namun juga dari kontribusi aktif tim SHU dan Regional dalam menjembatani koordinasi lintasfungsi dan entitas. Setiap entitas berperan strategis dalam menjaga keselarasan perspektif, memperkuat akuntabilitas diskusi, dan membangun tata kelola pembahasan yang lebih terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan forum ini, PHI menegaskan perannya dalam memperkuat tata kelola industri hulu migas yang adaptif, akuntabel, dan kolaboratif. Selaras dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan energi nasional, PHI berkomitmen untuk terus mendorong efisiensi, memperkuat sinergi, serta memastikan bahwa setiap langkah strategis yang diambil memberi dampak nyata bagi keberlanjutan energi Indonesia.

Pewarta : Robbi Syai’an
Editor : Nicha R

Basuki: Persiapan Pembangunan Tahap II IKN Tuntas, Lelang Dimulai Awal Agustus

0

NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, memastikan seluruh tahapan persiapan pembangunan tahap kedua IKN telah rampung, termasuk proses penganggarannya. Tahap ini akan difokuskan pada pembangunan kawasan Legislatif dan Yudikatif beserta ekosistem pendukungnya.

Hal tersebut disampaikan Basuki dalam keterangan resminya di IKN pada Rabu (30/7/2025), sebagai tindak lanjut atas pernyataan Menteri Sekretaris Negara terkait keberlanjutan pembangunan ibu kota negara baru tersebut.

“Semua tahapan persiapan pembangunan tahap kedua telah selesai termasuk penganggaran, yang merupakan rangkaian kelanjutan dari pembangunan tahap kesatu. Pembangunan tahap kedua akan dimulai dengan proses lelang yang akan dilakukan pada awal Agustus 2025,” ujar Basuki.

Seiring dengan kemajuan pembangunan fisik, proses pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN juga terus berjalan. Per Juli 2025, tercatat 1.170 karyawan Otorita IKN telah resmi berpindah dan menempati tower hunian ASN yang telah disiapkan.Selain itu, tercatat 109 karyawan dari Rumah Sakit Kementerian Kesehatan juga telah bekerja dan tinggal di kawasan IKN.

Kehadiran ASN juga diperkuat dengan perpindahan karyawan dari berbagai lembaga negara dan kementerian seperti Bank Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, termasuk balai-balai teknis di bawah Kementerian PUPR.

Basuki juga menegaskan proses pemindahan ASN akan terus berlanjut sesuai rencana strategis yang telah disusun pemerintah.

“Kementerian PAN-RB telah merancang pemindahan aparatur sipil negara dari 15 kementerian ke IKN dalam waktu dekat, sebagai bagian dari strategi pemindahan bertahap instansi pusat ke Nusantara,” ungkap Basuki.

Dalam kesempatan yang sama, Basuki juga menyampaikan perkembangan penting terkait infrastruktur transportasi udara. Perubahan status Bandara VVIP Nusantara telah disetujui oleh DPR RI menjadi Bandara Umum untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang dari wilayah Kalimantan bagian barat seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan sekitarnya.

 

Pewarta : Robbi Syai’an
Editor : Nicha R

Mentan dan Mendiktisaintek Tekankan Akurasi Pemetaan Agroklimat dalam Program Pembibitan Nasional

0

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar diskusi untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam program pembibitan dan irigasi, Rabu (30/7/2025).

Program tersebut mencakup pengembangan bibit kakao, kacang mete, pala, kelapa, gandum, bawang putih, jagung, serta sistem irigasi yang terintegrasi. Dalam kesempatan ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong keterlibatan aktif mahasiswa, perguruan tinggi, industri, petani, dan masyarakat umum.

“Program ‘Mahasiswa Berdampak’ kami harapkan bisa mengoptimalkan peran mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan aktivitas di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pendampingan dari dosen serta pelibatan industri dan konsultan juga penting untuk menjaga mutu dan akuntabilitas program,” ujar Menteri Brian.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan pentingnya pemetaan agroklimat nasional sebagai bagian dari strategi program. Beberapa perguruan tinggi telah melakukan pemetaan lahan di wilayah sekitar kampus mereka, dan saat ini sedang dikonsolidasikan untuk memastikan kesesuaian lokasi penanaman, khususnya untuk komoditas yang membutuhkan kondisi lahan tertentu.

“Akurasi dan transparansi dalam pemetaan serta pemilihan bibit menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program ini,” kata Menteri Amran.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga membuka ruang pembelajaran yang nyata bagi mahasiswa dan masyarakat. Sinergi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang berbasis riset dan melibatkan generasi muda secara aktif.

Pewarta : Nicha R

Bupati Berau Rutin Pantau Kinerja OPD, Tekankan Kerja Tim dan Inovasi Pelayanan

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih mengungkapkan untuk mengoptimalkan pelayanan publik di Kabupaten Berau agar berjalan dengan baik dirinya akan melakukan pemantauan rutin terhadap kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pemantauan langsung oleh kepala daerah ini akan dilakukan secara langsung maupun jarak jauh seperti via telepon.

Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap pelayanan yang diberikan OPD, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sri Juniarsih meminta seluruh OPD untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi dalam pelaksanaannya.

“Saya selalu melakukan monitoring kepada OPD terkait, terutama yang melakukan pelayanan langsung ke masyarakat. Saya memantau keaktifan para dinas-dinas ini,” ujarnya.

Menurutnya, apabila kinerja instansi dinilai sudah berjalan dengan baik, maka langkah berikutnya adalah memastikan sinergi antarpersonel dalam satu tim tetap terjaga.

Ia menekankan pentingnya peran kepala OPD untuk tidak hanya bekerja sendiri, tetapi juga merangkul seluruh staf dan pejabat struktural agar dapat bekerja bersama secara efektif.

“Kalau cuma atasan yang bekerja, maka sama saja bohong. Tapi kalau kita bekerja dalam satu tim, itu bisa menghasilkan hasil kerja yang luar biasa,” tegasnya.

Sri Juniarsih juga menilai bahwa kekompakan dan koordinasi dalam tim sangat penting agar seluruh instansi di bawah Pemkab Berau bisa sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah.

“Saya berharap dengan pola kerja yang lebih terstruktur dan kolaboratif, kualitas pelayanan publik di Kabupaten Berau dapat terus meningkat, serta mampu menjawab harapan dan kebutuhan masyarakat secara maksimal,” pungkasnya. (adv/srn/set)