Beranda blog Halaman 343

Presiden Peru Dina Boluarte Tiba di Indonesia, Akan Bertemu Presiden Prabowo

0

JAKARTA – Presiden Republik Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra tiba di Indonesia, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu sore, untuk menemui Presiden Prabowo Subianto, Senin (11/8).

Sekretariat Presiden dalam siaran langsung ketibaan, di Jakarta, Minggu, melaporkan Presiden Boluarte tiba di Indonesia sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketibaan Boluarte disambut hangat dengan tarian daerah dan sejumlah pejabat, diantaranya Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso beserta pejabat daerah setempat.

Dikabarkan, Presiden Boluarte akan menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta (11/8) untuk membahas sejumlah isu penting kedua negara.

Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden (Setpres) M. Yusuf Permana yang dikonfirmasi terkait agenda tersebut belum memberikan jawaban hingga berita ini dilaporkan.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo, dalam lawatan ke Peru dalam rangka KTT APEC pada akhir tahun lalu, sempat menyampaikan undangan kepada Presiden Boluarte untuk mengunjungi Indonesia. (ANT/KN)

Prabowo Anugerahi Pangkat Jenderal Kehormatan kepada 5 Tokoh Militer Nasional

0

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahi kenaikan pangkat bintang empat menjadi Jenderal Kehormatan (HOR) kepada lima purnawirawan TNI, yaitu Sjafrie Sjamsoeddin, (Alm) Ali Sadikin, Agus Sutomo, Muhammad Herindra, dan Muhammad Yunus Yosfiah, karena dianggap memiliki jasa besar dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Prosesi penyematan tanda pangkat kehormatan itu berlangsung dalam rangkaian Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus TNI Angkatan Darat, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).

Presiden Prabowo mengawali penyerahan tanda pangkat Jenderal Kehormatan itu kepada Muhammad Yunus Yosfiah, yang diwakili oleh putranya.

Kemudian Presiden Prabowo lanjut menyematkan tanda pangkat bintang empat kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Agus Sutomo, yang juga mantan Komandan Jenderal Kopassus dan Komandan Paspampres.

Dalam prosesi yang sama, Presiden Prabowo juga menyerahkan tanda pangkat kepada Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta tahun 1966–1977, yang juga Sesepuh Marinir (dulu KKO-AL) dan tokoh nasional. Tanda pangkat untuk Ali Sadikin diterima oleh putranya, Boy Sadikin.

Jenderal Kehormatan (Purn) Muhammad Yunus Yosfiah merupakan tokoh militer Indonesia dan veteran Perang Seroja, yang merupakan Menteri Penerangan tahun 1998–1999 pada masa pemerintahan Presiden Ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie.

Sepanjang mengabdikan diri sebagai prajurit TNI, M. Yunus Yosfiah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya sebagai Kepala Staf Sosial Politik ABRI, Pangdam II/Sriwijaya, dan Ketua Fraksi ABRI di MPR. Yunus Yosfiah, yang lahir di Rappang, Sulawesi Selatan pada 7 Agustus 1944, juga menjadi salah satu tokoh yang kemudian menghentikan penayangan film G30S/PKI pada 1998, setelah rutin ditayangkan tiap tahun sejak 1984.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin, yang saat ini menjabat menteri pertahanan Kabinet Merah Putih, dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo, mengingat keduanya bersahabat sejak masa menjadi taruna di Akademi Militer Magelang.

Sjafrie, yang dikenal sebagai tokoh militer dan birokrat, merupakan lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa saat lulus dari Akademi Militer pada tahun 1974.

Sepanjang mengabdi menjadi prajurit, Sjafrie terlibat berbagai operasi militer penting, termasuk Operasi Flamboyan di Timor-Timor pada tahun 1976, 1984, dan 1990, kemudian Operasi Nanggala XXI di Aceh pada tahun 1977, dan memimpin Tim Maleo di Irian Jaya pada tahun 1987.

Sjafrie juga pernah menjadi Komandan Grup A Paspampres pada masa pemerintahan Presiden Ke-2 RI Soeharto.

Menhan Sjafrie juga pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya, Kepala Pusat Penerangan TNI, dan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan, dan Wakil Menteri Pertahanan.

Kemudian, Jenderal Kehormatan M. Herindra, yang saat ini menjabat Kepala BIN, juga dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo, terutama saat Presiden masih aktif sebagai prajurit TNI dan menjabat Danjen Kopassus. Herindra, sebagaimana Sjafrie, juga merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Magelang pada tahun 1987.

Sepanjang jalan pengabdiannya sebagai prajurit TNI, Herindra menduduki banyak posisi strategis, di antaranya Danjen Kopassus, Pangdam III/Siliwangi, Inspektur Jenderal TNI, Kepala Staf Umum TNI, dan terakhir Wakil Menteri Pertahanan.

Terakhir, Jenderal Kehormatan (Purn) Ali Sadikin merupakan tokoh nasional yang merupakan Sesepuh Korps Marinir TNI AL (dulu KKO-AL), dan terlibat dalam perang-perang kemerdekaan, juga perang mempertahankan kemerdekaan dari Agresi Militer Belanda I dan Agresi Militer Belanda II.

Di lingkungan TNI AL, Ali Sadikin menempati posisi strategis, di antaranya Wakil Panglima KKO AL, dan Deputi II Panglima Angkatan Laut.

Kemudian, Bang Ali juga pernah menjadi Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja IV, Menteri Koordinator Kompartimen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan, dan Gubernur DKI Jakarta. Bang Ali, begitu nama populernya, wafat di Singapura pada 20 Mei 2008.

Terakhir, Jenderal Kehormatan (Purn) Agus Sutomo merupakan purnawirawan TNI yang sepanjang mengabdi pernah mengisi jabatan-jabatan strategis seperti Danpaspampres, Danjen Kopassus, kemudian Pangdam Jaya, Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, kemudian Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan.

Sepanjang karier militernya, Agus juga banyak menempuh pendidikan di luar negeri, di antaranya Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Thailand. Agus Sutomo saat ini dipercaya sebagai Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara. (ANT/KN)

Anggaran Pendidikan Dinilai Tak Adil, Komisi X Dorong Revisi UU Sisdiknas

0

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang juga anggota MPR RI mengatakan bahwa revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) mendefinisikan kembali anggaran pendidikan 20 persen dari APBN/APBD harus dialokasikan untuk pendidikan dasar, menengah, dan tinggi

“Hal ini akan dibahas dalam revisi UU Sisdiknas. Komisi X akan menindaklanjuti dalam bentuk revisi UU Sisdiknas, yang memang sudah berusia lebih dari dua dekade. Salah satunya mengatur tentang anggaran ini,” kata Hetifah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (10/8/2025).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi “Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2045” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8).

Dia menekankan apabila anggaran pendidikan kedinasan diambil dari anggaran pendidikan 20 persen dan tidak dipisahkan, maka pendidikan dasar, menengah, dan tinggi akan menjadi tidak maksimal.

“Kami juga ingin memastikan bahwa distribusi 20 persen anggaran pendidikan ini transparan dan sesuai peruntukannya, tepat guna, tepat sasaran, dan juga tepat waktu,” ujarnya.

Dia menuturkan alokasi anggaran pendidikan 20 persen itu kini tersebar di puluhan kementerian dan lembaga.

“Sekarang kementerian apa yang benar-benar mengurus pendidikan? Ternyata bukan hanya Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, bukan hanya Kementerian Pendidikan Tinggi,” ucapnya.

Dia lantas melanjutkan, “Jadi ada puluhan kementerian lembaga yang ternyata menggunakan dana pendidikan ini, bahkan juga ada pendidikan-pendidikan kedinasan.”

Anggota MPR RI Melchias Markus Mekeng menegaskan pula bahwa alokasi anggaran pendidikan 20 persen semestinya tidak memperuntukkan untuk pendidikan kedinasan, tetapi untuk pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Dia menuturkan besaran anggaran pendidikan tahun 2025 sebesar Rp724 triliun dialokasikan untuk anggaran pendidikan dasar, menengah, dan tinggi sebesar Rp91,4 triliun bagi 64 juta orang, sedangkan untuk anggaran pendidikan kedinasan sebesar Rp104 triliun bagi 13 ribu orang.

“Apa ini adil? 64 juta orang, hanya dikasih Rp91,4 triliun, (sedangkan) 13 ribu orang, anggaran kedinasan Rp104 triliun,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Setara Institute Hendardi menilai tidak adil besaran anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, bila dibandingkan dengan alokasi anggaran untuk pendidikan kedinasan.

“Apalagi menurut undang-undang, pembiayaan pendidikan kedinasan tidak boleh mengambil anggaran pendidikan 20 persen itu,” katanya

Dia lantas mencontohkan TNI dan Polri yang melakukan pembiayaan pendidikan kedinasan secara mandiri karena tidak mengambil anggaran pendidikan 20 persen, tetapi dibiayai dari institusinya.

“Itu yang harus dilakukan. Jadi, jangan seolah-olah ada yang mendapatkan privilege, sudah mendapatkan sekolah, kemudian juga tempat bekerja. Ini tidak adil,” ujarnya.

Dia bahkan memandang biaya pendidikan kedinasan yang diambil dari 20 persen anggaran pendidikan dapat dinilai sebagai sebuah bentuk pelanggaran hukum sehingga ia memandang wajar apabila ada masyarakat yang mengajukan gugatan terkait distribusi anggaran pendidikan. (ANT/KN)

DPR RI Sebut Evakuasi Warga Gaza ke Pulau Galang Bisa Jadi Bumerang Diplomatik

0

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai rencana evakuasi warga Gaza, Palestina, ke Pulau Galang, Kepulauan Riau, bisa menjadi “bumerang” terhadap perjuangan hak kembali (right of return) warga Palestina, karena Israel berpotensi akan menganggap bahwa evakuasi itu adalah eksodus solusi permanen.

Seharusnya, kata dia, Indonesia mendorong negara-negara Arab yang secara geografis dan historis lebih dekat terhadap Gaza. Negara-negara seperti Mesir, Yordania, Qatar, atau Uni Emirat Arab memiliki kapasitas dan peran yang lebih besar dalam penyediaan layanan medis.

“Ketimbang Indonesia, justru mengambil langkah ekstrem dengan membawa korban konflik ke luar wilayah Timur Tengah,” kata Amelia di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Dia mengatakan Indonesia harus tetap berhati-hati dalam upaya solidaritas kemanusiaan tersebut. Jangan sampai evakuasi itu justru tidak menguntungkan Indonesia secara diplomasi.

Oleh sebab itu, dia meminta pemerintah untuk membuka ruang konsultasi dengan DPR guna menyampaikan rencana kebijakan itu secara terbuka, dan memastikan langkah ini tidak berdampak negatif terhadap perjuangan Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.

Di sisi lain, dia meminta agar rencana evakuasi itu perlu ada kejelasan diplomatik, kesiapan teknis, dan pendekatan strategis dalam kebijakan kemanusiaan ini. Hal itu penting agar tidak ada multitafsir atas langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Dia pun memahami bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap Palestina. Namun komitmen tersebut harus dibarengi dengan kalkulasi rasional, termasuk soal kesiapan fasilitas, akomodasi, transportasi, dan pengawasan keamanan.

“Jangan sampai niat baik ini malah mengganggu sistem domestik kita sendiri karena persoalan logistik yang belum matang,” kata legislator yang membidangi urusan hubungan internasional, komunikasi, dan pertahanan itu.

Penanganan medis, kata dia, seharusnya bersifat sementara dengan waktu yang terukur dan koordinasi yang jelas bersama PBB, UNRWA, dan lembaga kemanusiaan internasional lainnya.

Bila nantinya evakuasi itu terlalu lama, dia menilai Indonesia justru bisa terseret pada krisis sosial domestik, terutama jika terjadi tekanan fasilitas, konflik budaya, atau kebocoran pengawasan.

“Kebijakan luar negeri Indonesia harus tetap independen, bebas aktif, dan berorientasi pada kemanusiaan,” kata dia. (ANT/KN)

Indonesia Tembus 10 Besar The World Games 2025, Raih 3 Emas dari Perahu Naga

0

JAKARTA – Kontingen Indonesia menembus 10 besar klasemen sementara The World Games 2025 setelah mengemas tiga medali emas dan tiga perak, berdasarkan data dari laman resmi ajang multicabang tersebut pada Minggu (10/8/2025) malam WIB.

Seluruh medali emas Merah Putih sejauh ini diraih dari cabang olahraga canoe nomor perahu naga. Ketiga emas itu datang dari nomor 10 seater 500 meter campuran, open 8 seater 2.000 meter campuran, dan open 8 seater 200 meter campuran.

Adapun dua medali perak juga dipersembahkan tim perahu naga, masing-masing dari nomor 10 seater 2.000 meter campuran dan open 8 seater 500 meter campuran.

Satu perak lainnya disumbangkan atlet wushu Seraf Naro Siregar yang turun pada nomor taolu-changquan-daoshu-gunshu kombinasi putra.

Dengan raihan tersebut, Indonesia menjadi negara Asia kedua terbaik di klasemen sementara setelah China yang mengoleksi 11 emas, 3 perak, dan 1 perunggu, serta menempati posisi kedua di bawah Jerman.

Jerman saat ini memimpin dengan 11 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.

Sementara Italia menempati posisi ketiga dengan 7 emas, 11 perak, dan 10 perunggu.

Klasemen sementara 10 besar The World Games 2025 hingga Minggu (10/8) pukul 22.00 WIB:
1.Jerman – 11 emas, 8 perak, 5 perunggu
2.China – 11 emas, 3 perak, 1 perunggu
3.Italia – 7 emas, 11 perak, 10 perunggu
4.Ukraina – 7 emas, 7 perak, 2 perunggu
5.Prancis – 4 emas, 6 perak, 5 perunggu
6.Amerika Serikat – 4 emas, 5 perak, 1 perunggu
7.Polandia – 4 emas, 3 perak, 2 perunggu
8.Swiss – 4 emas, 3 perak, 0 perunggu
9.Denmark – 4 emas, 0 perak, 2 perunggu
10.Indonesia – 3 emas, 3 perak, 0 perunggu
(ANT/KN)

Blunder Pajak di Pati vs Kebijakan Pro Rakyat ala Kaltim

Dalam sepekan terakhir, jagat pemberitaan nasional dan linimasa Instagram–TikTok diramaikan isu Bupati Pati, Sudewo. Ia ngotot menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sampai 250 persen dengan alasan penyesuaian NJOP yang sudah 14 tahun tak pernah dilakukan. Rapat bersama kepala desa sudah digelar sejak Mei, dan Sudewo merasa langkah ini sah secara aturan.

Masalahnya, rakyat tidak setuju. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu membentuk posko protes di depan kantor bupati. Donasi mengalir. Rencana aksi besar disiapkan tanggal 13 Agustus mendatang. Situasi memanas saat Satpol PP menyita ribuan botol air mineral sumbangan warga untuk aksi.

Video penyitaan itu memantik kemarahan public. Apalagi sebelumnya diiringi pernyataan Sudewo yang viral. “Jangankan lima ribu, lima puluh ribu pun saya tak gentar.” Ucapan itu dianggap menantang rakyatnya sendiri.

Tekanan publik memaksa Sudewo mengubah sikap. Pada 8 Agustus 2025, ia membatalkan kenaikan PBB-P2. Mengembalikan tarif seperti tahun 2024 dan berjanji mengembalikan kelebihan pembayaran.

Di Pendopo Kabupaten Pati, Sudewo juga menyampaikan permintaan maaf terbuka. Ia mengaku tak bermaksud menantang rakyat atau merampas donasi dan berjanji lebih banyak menerima masukan. “Di awal pemerintahan ini saya masih banyak kekurangan, masih harus berguru,” katanya.

Cerita ini berbeda dengan di Kaltim, yang kini dipimpin Gubernur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji, menggantikan duet Isran Noor–Hadi Mulyadi pada awal 2025. Di awal masa jabatannya, Rudy langsung meluncurkan program “THR Spesial” pemutihan pajak kendaraan, dengan menghapus tunggakan dan denda PKB serta memberi diskon 50 persen untuk kendaraan luar daerah yang mutasi masuk. Program yang berlangsung 8 April hingga 30 Juni 2025 ini langsung mendapat sambutan antusias.

Kantor Samsat di berbagai daerah dipadati warga. Antrean mengular dan banyak yang mengaku lega terbebas dari beban denda. “Alhamdulillah, terima kasih Gubernur Kaltim atas pemutihan pajak ini,” ujar Sumardi, warga Samarinda.

Rudy menegaskan, kalau bisa meringankan beban warga, kenapa tidak?. “Program ini tidak mengurangi pendapatan daerah, justru menambah penerimaan karena warga mau bayar,” ujarnya. Wakil Gubernur Seno Aji menambahkan, “Kuncinya ada di pelayanan. Kalau masyarakat dipermudah, mereka akan patuh membayar kewajiban.”

Meski begitu, tidak semua kebijakan Rudy–Seno tanpa kritik. Program unggulan Gratispoll, membebaskan biaya sekolah, listrik rumah ibadah, dan layanan kesehatan tertentu, memang pro publik. Tapi pengawasan dan ketepatan sasarannya kerap dipertanyakan. “Program ini harus tepat sasaran, jangan sampai yang mampu ikut menikmati,” kata Rudy. Seno menegaskan, “Kami akan awasi ketat, supaya benar-benar dinikmati yang berhak.”

Di kebiajakan lainnya, wacana izin tambang untuk Perusda memancing keraguan. Purwadi Purwoharsojo, pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, mengkritik bahwa keberatan terhadap izin tambang untuk ormas sebenarnya sudah terlambat, karena izin sudah diteken pusat. Ia meragukan kemampuan Perusda mengelola tambang mengingat catatan buruk seperti dugaan korupsi dan manajemen yang tidak profesional. Menurutnya, Perusda butuh reformasi internal dan seleksi direksi yang transparan.

Kebijakan lain, yang membolehkan truk batu bara melintas di jalan umum “asal aman” juga dikritik karena bertentangan dengan Perda Kaltim No. 12 Tahun 2012 dan UU Minerba yang mewajibkan jalan khusus hauling.

Dari Pati, pelajarannya jelas. Kebijakan yang tidak peka terhadap kondisi publik akan berujung penolakan, seberapa pun kuat dasar hukumnya. Dari Kaltim, contoh kebijakan pro rakyat seperti pemutihan pajak bisa membangun dukungan publik, asalkan konsisten dan tidak diimbangi kebijakan lain yang membebani warga.

Pejabat Kaltim harus menjaga konsistensi ini. Jangan hanya berani menghapus pajak di satu waktu, lalu di lain hari membuat aturan yang menyulitkan rakyat. Publik menilai dari manfaat langsung di lapangan, bukan dari alasan teknis atau seremonial. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Bupati Berau Dorong Perbankan Perkuat Dukungan untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan untuk memperkuat peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri ekonomi kreatif di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya strategis meningkatkan jumlah nasabah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah penyediaan kegiatan sponsor, sehingga para pelaku UMKM dapat berpartisipasi dalam pameran di tingkat provinsi, nasional, bahkan mancanegara.

“Dukungan ini bisa diwujudkan dengan kegiatan sponsor untuk para pelaku UMKM agar mereka berkesempatan mengikuti pameran di tingkat provinsi, nasional, maupun mancanegara,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha akan memberikan dampak positif terhadap penguatan jaringan pemasaran serta perluasan akses promosi. Hal ini diharapkan mampu mendorong produk-produk lokal Berau agar semakin kompetitif di pasar yang lebih luas.

“Dengan dukungan perbankan, kita ingin UMKM Berau naik kelas, memperluas pasar, dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Kita juga ingin ekonomi kreatif terus berkembang sehingga berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Bupati, terus memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi kepada pelaku UMKM melalui berbagai program. Ia berharap, langkah ini semakin kuat jika diiringi komitmen nyata dari sektor perbankan dan pihak swasta lainnya.

“Semoga dengan dukungan penuh dari sektor perbankan UMKM kita semakin naik kelas dan mampu bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Bupati Berau Dorong Peningkatan SDM dan Perluasan Lapangan Kerja lewat Job Fair

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bumi Batiwakkal melalui berbagai program strategis.

Salah satunya dengan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta memperluas peluang kerja bagi angkatan kerja di daerah.

“Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya melalui peningkatan SDM yang memiliki kombinasi kemampuan teknis dan keterampilan soft skills, serta membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ia menyampaikan, di era digital saat ini, kebutuhan dunia kerja mengalami perubahan signifikan. Tantangan kerja semakin kompleks, sehingga pencari kerja dituntut memiliki keterampilan yang relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan Pemkab Berau adalah penyelenggaraan Job Fair, yang tidak hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga membuka peluang bagi perusahaan untuk menemukan talenta terbaik.

“Pelaksanaan Job Fair memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mencari talenta terbaik sekaligus berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Berau,” jelasnya.

Bupati Sri juga mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan, baik kepada pencari kerja maupun kepada perusahaan swasta, agar penyerapan tenaga kerja dapat berjalan optimal.

“Kami tentunya berharap tingkat pengangguran di Berau terus menurun, dan perekonomian daerah semakin tumbuh,” pungkasnya. (adv/srn/set)

Waktu Mepet! Ratusan Proyek Kaltim Segera Digarap, Kualitas Jadi Taruhan

PAGI ini, saya membuka langsung data LPSE Pemprov Kaltim per 9 Agustus 2025. Tertera ratusan paket pekerjaan. Sebagian masih dalam proses lelang, sebagian sudah rampung tender. Nilainya bervariasi, dari ratusan juta hingga ratusan miliar rupiah.

Anggarannya sudah tersedia, kontrak tinggal menunggu tanda tangan. Namun, mayoritas proyek ini kini berpacu dengan waktu. Praktis saat ini, hanya tersisa empat bulan sebelum tahun anggaran berakhir. Jika tak dikebut, risiko keterlambatan dan penurunan kualitas pekerjaan di akhir tahun anggaran tak bisa dihindari.

Proyek dengan nilai terbesar adalah Pembangunan Jalan Akses Jembatan Sei Nibung 2 di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) senilai Rp139,3 miliar. Saat ini masih dalam tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Jalur ini strategis menghubungkan kawasan pesisir dengan pusat kabupaten, sekaligus mengintegrasikan konektivitas menuju Kota Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Proyek besar lain, Bandara Ujoh Bilang di Mahakam Ulu senilai Rp43,4 miliar, sudah masuk tahap pengumuman pascakualifikasi. Sektor pendidikan mendapat porsi signifikan, seperti pembangunan SMAN 3 Long Ikis Rp29,1 miliar, SMAN 2 Paser Belengkong Rp27,6 miliar, dan Sekolah Alam Yayasan Pendidikan Ummah Rp15,2 miliar yang sudah sampai penandatanganan kontrak.

Ada juga proyek-proyek menengah dan kecil, mulai dari pembangunan ruang praktik siswa di sejumlah SMK, peningkatan kualitas kawasan kumuh, pengadaan jaringan pipa air bersih di Samarinda dan Loa Bakung, hingga rehabilitasi gedung olahraga. Semuanya tersebar di berbagai kabupaten/kota, dari pesisir hingga perbatasan.

Tantangan yang dihadapi saat ini bukan semata sisa waktu tahun anggaran yang kian pendek. Persoalan kepentingan juga ikut membayangi, membuat percepatan pekerjaan fisik di akhir tahun rawan kompromi mutu.

Bahkan, dalam beberapa kasus, kompromi ini bukan hanya menyangkut kualitas pekerjaan, tetapi juga dugaan pembagian ‘fee proyek’ yang menggerus anggaran konstruksi. Rekam jejak menunjukkan, proyek yang dikebut dan sarat kepentingan kerap meninggalkan masalah serius dan berakhir di jeruji besi.

Salah satu contohnya proyek SPAM Kutai Timur (Air Bersih) senilai Rp60,5 miliar yang menuai kritik tajam menjelang Pilkada 2024. Banyak pihak menyebutnya sebagai “utang politik” dengan pelaksanaan terburu-buru dan proses tender yang terkesan formalitas. DPRD dan aktivis menyoroti potensi pemborosan anggaran serta lemahnya perencanaan, apalagi sebagian lokasi penerima proyek adalah wilayah langganan banjir tanpa kajian teknis memadai.

Kondisi serupa juga terjadi di luar Kaltim. Proyek Jalan Poros di Tanjung Selor (Kaltara) senilai Rp6,7 miliar rusak hanya setahun setelah selesai dibangun.

Saya ingat pesan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam Rapim perdana bersama jajaran Pemprov pada 3 Maret 2025. Rudy menegaskan pentingnya akselerasi pembangunan.

“Kaltim ini potensinya luar biasa. Kita harus siap bersaing dengan provinsi lain, bahkan negara lain. ASN harus bergerak cepat, kreatif, dan memperkuat sinergitas,” tegas Rudy.

Rudy juga menyoroti disparitas harga barang pokok di perbatasan seperti Mahakam Ulu, berencana membuka jalur transportasi 120 km ke Malinau bersama Kodam VI Mulawarman, dan menegaskan infrastruktur perbatasan harus jadi prioritas.

“Sinergi harus kita lakukan agar manfaat segera dirasakan masyarakat. Mereka tidak minta aspal atau cor, mereka hanya berharap bisa terkoneksi,” ujarnya.

Seno Aji menambahkan, program 100 hari kerja fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, dengan target hilirisasi dan digitalisasi sesuai arah kebijakan nasional.

Dari pesan itu, jelas ratusan proyek di LPSE hari ini adalah peluang besar. Harapan warga pekerjaan tuntas tepat waktu, kualitas terjaga, dan manfaat langsung terasa. Tak boleh ada proyek ‘titipan’ yang menguntungkan segelintir pihak tapi mengorbankan mutu. Jalan harus kuat dan awet, sekolah siap dipakai, fasilitas publik tidak mangkrak. APBD sudah mengalokasikan, kini tinggal memastikan pelaksanaan di lapangan bebas intervensi, diawasi ketat, dan benar-benar untuk kepentingan masyarakat luas. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Mabes TNI Masih Rahasiakan Nama Wakil Panglima TNI

0

BANDUNG BARAT – Markas Besar TNI masih merahasiakan nama Wakil Panglima TNI yang rencananya dilantik Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus, Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat, pada 10 Agustus 2025.

“Untuk siapa yang akan jadi (Wakil Panglima TNI), kita tunggu tanggal 10 (Agustus), dilantik langsung oleh Presiden,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi kepada awak media di Batujajar, Bandung Barat, Jumat (8/8/2025).

Kristomei menjelaskan bahwa kepastian siapa pejabat Wakil Panglima TNI akan diketahui saat pelantikan berlangsung dan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025, yang menggantikan Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Perpres itu mengatur struktur dan jenjang kepangkatan di tubuh TNI secara lebih rinci, termasuk pengisian posisi Wakil Panglima TNI yang kini wajib dijabat perwira tinggi bintang empat.

“Jabatan Wakil Panglima itu akan diisi sesuai dengan Perpres Nomor 84 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, jabatan ini harus diisi oleh perwira tinggi bintang empat,” kata Kristomei.

Perpres terbaru ini juga membawa sejumlah perubahan dalam struktur organisasi TNI, termasuk peningkatan kepangkatan di beberapa posisi strategis. Misalnya, jabatan Asisten Operasi Panglima TNI yang sebelumnya berpangkat bintang dua, kini menjadi bintang tiga.

“Di Perpres itu, misalnya disebutkan Asisten Operasi Panglima TNI kini membawahi kepala biro dan wakil asisten operasi, yang semuanya menyesuaikan kepangkatannya,” tambah Kapuspen.

Selain pelantikan Wakil Panglima TNI, agenda Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer pada 10 Agustus 2025 juga diisi dengan penyematan pangkat kehormatan dan bintang sakti kepada para prajurit TNI atau purnawirawan yang dinilai berdedikasi tinggi ketika melaksanakan tugas. (ANT/KN)