Beranda blog Halaman 218

IKN Dorong Kemandirian Pangan, KWT Sepaku Dibekali Pelatihan Pisang Kultur Jaringan

0

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui pengembangan demonstration plot (demplot) dan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Sepaku. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat sosialisasi budidaya tanaman pisang berbasis kultur jaringan sebagai komoditas unggulan bernilai ekonomi.

Kegiatan berlangsung di Lamin Tani Desa Sukaraja, Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (3/12/2025), diikuti 30 peserta yang mendapatkan pelatihan langsung mulai dari pengenalan bibit unggul hingga praktik budidaya sesuai kondisi tanah Kalimantan.

Sebagai bentuk dukungan, Otorita IKN menyerahkan dua jenis bibit pisang kultur jaringan, yaitu kepok grecek dan cavendish. Setiap peserta menerima lima bibit yang dapat langsung dikembangkan di lahan pekarangan.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Lenggono, yang hadir mewakili Otorita IKN, menyampaikan pentingnya keberlanjutan pendampingan agar produksi pangan lokal berkembang optimal.

“Kami juga akan memberikan dukungan satu karung media tanam seberat 25 kg kepada setiap peserta, sehingga bibit tanaman tersebut dapat segera ditanam di setiap pekarangan rumah. Dengan begitu, pertumbuhan tanaman dan hasil panen berkalan optimal. Nantinya, pendampingan ini akan terus kita lakukan juga, termasuk berkolaborasi dengan penyuluh pertanian Kecamatan Sepaku,” ujarnya.

Hadirnya program ini menegaskan bahwa pembangunan IKN bertumpu pada masyarakatnya. Ketahanan pangan bukan hanya hasil panen, tetapi lahir dari kolaborasi, pembelajaran, dan kerja bersama yang menghadirkan manfaat nyata bagi warga Nusantara. (ADV)

Editor : Nicha R

Delegasi Jepang Tinjau Proyek Strategis IKN, Jajaki Investor di Sektor Perumahan Hingga Smart City

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn5des2025/mobile/

Wapres Gibran Instruksikan Percepatan Pemulihan Infrastruktur untuk Distribusi BBM di Tapanuli Selatan

0

JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta percepatan pemulihan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan untuk memudahkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) usai bencana banjir bandang dan longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Setelah meninjau kondisi korban di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Gibran melanjutkan kunjungan kerjanya menggunakan helikopter menuju Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025).

Gibran mengunjungi dua posko pengungsi, yakni di Desa Garoga, dan Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Setibanya di tenda pengungsi, Gibran langsung berjongkok dan mendengarkan keluhan para pengungsi yang antusias berkerumun mendekatinya.

“Bapak, Ibu, saya sampaikan duka cita yang mendalam untuk para korban bencana. Ini saya diperintah oleh Pak Presiden bersama Pak Wamen untuk cepat penanganan dan pemulihan bencana,” kata Gibran menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto.

Gibran meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk segera melakukan percepatan distribusi bantuan logistik, baik lewat jalur darat, laut maupun udara.

Wapres meminta kepada pengurus di tenda pengungsian untuk memerhatikan makanan korban tiga kali sehari, serta sanitasi atau akses air bersih.

Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar jalur distribusi BBM segera dipulihkan, serta rumah-rumah penduduk yang rusak diinventarisasi agar segera dibangun kembali oleh pemerintah.

“Jalur untuk BBM, nanti akan segera dipulihkan. Ini adalah perintah langsung dari Pak Presiden. Dan rumah yang rusak, ini mohon tolong diinventaris dulu, akan kami bantu. Kita pastikan ya Pak, yang sudah mengungsi mendapatkan pelayanan yang baik.Tadi banyak yang mengeluhkan masalah sekolah, rumah, nanti kami bantu ya Bapak, Ibu ya,” kata Gibran.

Setelah mengunjungi Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Wapres melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Aceh Singkil, Aceh. (ANT/KN)

Polda Jabar Jemput Paksa Selebgram Lisa Mariana Terkait Kasus Video Asusila

0

BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan penjemputan paksa terhadap selebgram Lisa Mariana untuk dimintai keterangan terkait kasus video asusila yang diduga melibatkan dirinya sebagai pemeran wanita.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan bahwa langkah tersebut diambil setelah Lisa beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik.

“Panggilan yang kedua ini disertai dengan upaya paksa. Iya, pemeriksaan saja. Sudah kita tangkap Lisa ini, sudah kita bawa ke sini, lagi diperiksa,” kata Hendra di Bandung, Kamis (4/12/2025).

Hendra menjelaskan bahwa Lisa telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Status tersangka diberikan setelah penyidik siber menemukan kecukupan unsur pidana dalam penyelidikan yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir.

“Unsur penyidikannya sudah terpenuhi. Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Menurut dia, dari hasil gelar perkara yang dilakukan kembali oleh penyidik siber, disimpulkan bahwa keduanya secara sadar melakukan perekaman terhadap aktivitas asusila tersebut.

Meski demikian, Polda Jabar tidak melakukan penahanan terhadap Lisa.

Hendra tidak merinci alasan penyidik tidak menahan selebgram tersebut, namun menegaskan proses hukum tetap berjalan.

“Memang tidak dilakukan penahanan, tetapi statusnya tersangka,” kata dia.

Saat ini Lisa masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Direktorat Siber Polda Jabar dan penyidik juga tengah mendalami keterangan Lisa terkait keberadaan video lain serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. (ANT/KN)

Menkeu Purbaya Diberi Waktu Enam Bulan Rancang Ulang Skema Subsidi

0

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku diberikan waktu enam bulan untuk mendesain ulang skema penyaluran subsidi.

“Kami re-design subsidinya supaya lebih tepat sasaran, karena sekarang setelah kami lihat ternyata yang kaya masih dapat. Saya dikasih waktu enam bulan ke depan untuk mendesain itu,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Purbaya menjelaskan masyarakat pada kelompok desil 8, 9, dan 10 masih banyak yang menerima subsidi. Dia berencana mengurangi penerima subsidi dari kelompok ini secara signifikan dan mengalihkannya ke desil 1 hingga 4.

Dalam mendesain ulang skema subsidi, Menkeu berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna memastikan desain baru nantinya bisa membuat subsidi tersalurkan dengan tepat sasaran.

Purbaya menyebut kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan desain baru strategi subsidi dalam dua tahun ke depan.

“Itu perlu desain macam-macam, karena melibatkan juga BUMN dari Danantara,” katanya lagi.

Senada, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pihaknya bersama Kementerian Keuangan tengah berupaya menyempurnakan supaya penyaluran subsidi dan kompensasi lebih adil dan tepat sasaran bagi masyarakat Indonesia.

Ia mengatakan, kedua pihak membahas solusi supaya penyaluran subsidi dan kompensasi berjalan secara efisien, namun tetap memenuhi hak-hak yang semestinya didapatkan oleh masyarakat.

“Contohnya, kami sudah mulai lakukan di pupuk. Yang tadinya kompensasinya itu dalam bentuk cost plus, sekarang kita sesuaikan dengan harga market, sehingga ini memberikan inisiatif kita untuk lebih efisien. Karena, kalau dulu kan tidak efisien saja tetap mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan cost kami, plus berapa persen,” ujar Rosan dalam wawancara cegat seusai Rapat Kerja bersama Komisi XI, di Komplek Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Dengan upaya penyempurnaan itu, ia memastikan bahwa anggaran penyaluran subsidi dan kompensasi dapat lebih efisien, namun tetap tidak akan mengurangi hak- hak yang semestinya didapatkan oleh masyarakat.

Ia memastikan bahwa kerja sama dengan Kementerian Keuangan terjalin dengan sangat baik, termasuk berkaitan dengan pembayaran kompensasi dan subsidi kepada perusahaan-perusahaan BUMN dilakukan sangat baik.

“Dan juga sangat membantu BUMN-BUMN yang sudah memberikan subsidi dan kompensasi dari beberapa Public Service Obligation (PSO) yang memang harus kami laksanakan,” ujar Rosan pula. (ANT/KN)

Terancam Dibekukan Menkeu, Dirjen Bea Cukai Janji Berbenah Total

0

JAKARTA — Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utarna menanggapi peringatan keras Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terkait ancaman membekukan Direktorat Jenderal Bea Cukai bila pembenahan internal gagal dilakukan.

Hal tersebut disampaikan saat kegiatan penindakan kepabeanan, cukai, dan pemusnahan barang ilegal di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta pada Rabu (3/12/2025).

Djaka menekankan perlunya pembaruan menyeluruh mengingat adanya sejarah kelam institusi pada periode 1985 hingga 1995 yang tidak boleh kembali terulang dalam tata kelola Bea Cukai modern.

“Kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai. Sehingga tentunya Bea Cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif kepada Bea Cukai,” ujar Djaka.

Djaka menjelaskan bahwa strategi utama dimulai dari perubahan kultur kerja, peningkatan kinerja pegawai, dan penguatan pengawasan di seluruh titik rawan termasuk pelabuhan serta bandara dengan perbaikan layanan publik secara bertahap.

“Ya, pastikan mulai dari kultur, meningkatkan kinerja, terus kemudian meningkatkan pengawasan apakah itu di pelabuhan, di bandara, tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan.” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sejumlah perbaikan telah berjalan, terutama pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan integritas proses layanan dan mencegah praktik manipulasi nilai barang melalui sistem pemantauan otomatis.

“Oh, sudah, sudah banyak ya. Kita berupaya memanfaatkan teknologi seperti di pelabuhan untuk menghindari under invoice, kita sudah melakukan upaya mengkonekkan dengan AI,” kata dia.

Menurutnya, penggunaan teknologi kecerdasan buatan mulai dikembangkan pada berbagai perangkat operasional meski belum sepenuhnya sempurna, namun dinilai menjadi fondasi penting menuju sistem pengawasan yang lebih transparan.

“Jadi alat-alat yang kita punya kita kembangkan dengan kemampuan AI. Sedikit demi sedikit walaupun belum sempurna tapi kita sudah berupaya mengarah ke sana,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap memecat pegawai Bea Cukai yang menolak berubah dan meminta waktu setahun kepada Presiden Prabowo untuk memperbaiki kinerja instansi tersebut.

“Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan, dan betul-betul beku. Artinya 16.000 pegawai Bea Cukai kita rumahkan. Tapi saya minta waktu ke Presiden untuk memperbaiki Bea Cukai,” kata Menkeu Purbaya di sela Rapimnas KADIN 2025 di Jakarta pada Senin (1/12/2025).

Pewarta : M Adi Fajri
Editor : Nicha R

PPU Jadi Rujukan Nasional, Kementerian ATR/BPN Pelajari Mekanisme Reforma Agraria

0

PENAJAM PASER UTARA—Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kantor Pertanahan (Kantah) Cianjur melakukan studi banding terkait pelaksanaan reforma agraria di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Badan Bank Tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut merupakan upaya mempercepat pelaksanaan reforma agraria, terutama pada HPL Badan Bank Tanah yang berada di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Di daerah tersebut, Badan Bank Tanah telah menyediakan lahan seluas 203 hektare (ha) untuk program reforma agraria.

Wakil Kepala Divisi Reforma Agraria Badan Bank Tanah, Syafran Zamzami, mengatakan PPU dipilih sebagai lokasi benchmarking karena daerah ini berhasil menjadi yang pertama melaksanakan reforma agraria dengan skema hak pakai di atas HPL.

“Benchmarking di sini (PPU), lantaran Badan Bank Tanah telah berhasil melaksanakan reforma agraria pertama kalinya dengan skema hak pakai di atas HPL. Tentunya studi banding ini guna menyeleraskan mekanisme serta prosedur pelaksanaannya sehingga dapat pula diwujudkan di seluruh Indonesia,” kata Syafran di PPU, Kamis (4/12/2025).

Syafran menambahkan, keberhasilan pelaksanaan reforma agraria di PPU tidak terlepas dari sinergi kuat antara Badan Bank Tanah, Kantah PPU, Kanwil BPN Kaltim, serta dukungan Bupati PPU selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dan unsur Forkopimda.

Pada akhir September 2025, Badan Bank Tanah mencatat tonggak sejarah baru dengan menyerahkan sertifikat hak pakai tahap pertama kepada 23 subjek reforma agraria (RA) dari total 129 subjek. Hingga kini, jumlah penerima sertifikat meningkat menjadi 40 subjek. Penyelesaian seluruh sertifikat ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026.

“Penyerahan (sertifikat hak pakai) ini merupakan bentuk komitmen Badan Bank Tanah dalam rangka menyediakan lahan untuk kepentingan reforma agraria sebagaimana kewenangan Badan Bank Tanah,” tutur dia.

“Kami harap dengan adanya penyerahan sertifikat ini masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki kepastian hukum terkait dengan penggarapannya otomatis punya legalitas hukum yang sah, dipastikan penguasaan haknya, sehingga ke depan masyarakat punya kesempatan untuk mengembangkan aktivitasnya di atas lahan reforma agraria untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, dalam rangka ekonomi berkeadilan” tambah Syafran. (*/rls)

Pewarta/ Editor : Nicha R

Perang Melawan Judi Online di Berau Mengkhawatirkan, DPRD Ingatkan Warga Jangan Diam

0

BERAU – Masifnya peredaran judi online (judol) dinilai kian mengancam kehidupan sosial masyarakat Berau, mendorong DPRD mengeluarkan peringatan keras.

Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa lagi hanya dibebankan pada pemerintah—masyarakat harus ikut bergerak.

“Masyarakat harus berperan aktif. Hal atau sesuatu yang tidak benar harus dihentikan,” tegasnya. Ia menilai keberanian warga melaporkan aktivitas judol akan mempercepat pengungkapan kasus yang kini marak melalui perangkat digital.

Liliansyah juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Diskominfo, untuk tidak hanya bertindak sebagai fasilitator, tetapi menjadi garda depan dalam menelusuri aktivitas judol. “Saya harapkan Diskominfo Berau dapat mensupport program ini agar dapat mengungkap dan menelusuri, karena ini merupakan penyakit masyarakat,” ujarnya.

Politikus NasDem itu menegaskan bahwa judi online telah menjadi pemicu sejumlah persoalan sosial di Berau, mulai dari konflik rumah tangga hingga meningkatnya angka perceraian. “Judol ini sangat meresahkan bahkan menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian. Maka kami harapkan Pemerintah dapat lebih gencar lagi,” tambahnya.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, memastikan pengawasan ruang digital terus diperketat. Pihaknya telah menindak dan melaporkan puluhan situs ilegal ke Kementerian Kominfo untuk diturunkan aksesnya.

“Sudah ada sekitar 60 situs atau website ilegal yang telah kami tangani dan laporkan ke Kementerian Kominfo. Semua situs tersebut sudah ditindak hingga dilakukan take down,” pungkasnya. (adv)

Wacana Pemekaran Pesisir Selatan Berau Menguat, DPRD Minta Warga Bersabar

0

BERAU — Wacana pemekaran wilayah pesisir selatan kembali mencuat dan menjadi perhatian serius DPRD Berau. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, memastikan bahwa proses pembentukan kabupaten baru masih terus berjalan, sehingga masyarakat diminta bersabar menunggu hasil final dari tahapan yang sedang berlangsung.

Subroto menjelaskan bahwa rencana pemekaran tersebut bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pesisir yang memiliki kebutuhan dan tantangan berbeda dibandingkan daerah lainnya. Potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan, menjadi salah satu alasan kuat mengapa wilayah ini dinilai layak dimekarkan.

“Kami sudah pernah membentuk Pansus terkait dengan pemekaran. Namun karena terbentur moratorium penangguhan undang-undang atau peraturan tertentu maka belum bisa diwujudkan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan DPRD tetap memberikan dukungan penuh agar wacana pemekaran tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, jika pemekaran terealisasi, kontribusi wilayah pesisir selatan terhadap ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat meningkat signifikan.

“Jika terwujud pemekaran daerah pesisir, maka potensi untuk kontribusi di IKN pada sektor perikanan bisa maksimal,” jelasnya.

Selain peningkatan ekonomi, Subroto menilai pemekaran akan membuat akses layanan pemerintahan lebih dekat dan efisien bagi masyarakat. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan jauh ke Tanjung Redeb untuk mengurus berbagai administrasi.

“Dengan adanya pemekaran, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kota untuk berbagai urusan administrasi. Apalagi perjalanan ke Tanjung Redeb memerlukan waktu yang lama,” tuturnya.

Ia meminta seluruh masyarakat mengikuti perkembangan resmi dan tetap bersabar karena proses pemekaran masih membutuhkan waktu dan kajian lanjutan.

“Jadi kita bersabar saja karena masih ada banyak hal yang sedang diurus,” tandasnya. (adv)

DPRD Berau Desak Diskan Kerja Ekstra kejar Target Produksi Ikan 35 Ribu Ton

0

BERAU — Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, menyoroti rendahnya capaian produksi ikan semester pertama tahun 2025 dan meminta Dinas Perikanan (Diskan) bekerja lebih maksimal untuk mengejar target tahunan sebesar 35.000 ton.

Hingga pertengahan tahun, capaian produksi baru berada pada angka 13.027,66 ton, atau kurang dari 50 persen dari target. Kondisi ini, kata Nurung, harus menjadi peringatan keras bagi instansi terkait.

“Kita harapkan akhir tahun bisa tercapai dan dinas mesti kerja ekstra di semester kedua,” tegasnya.

Ia meminta Pemkab Berau memperkuat koordinasi dengan kelompok nelayan agar peningkatan produksi dapat dipacu, baik dari sektor penangkapan di laut maupun perairan umum. Tak hanya itu, sektor perikanan budidaya dan pengolahan ikan juga diminta diperkuat karena memiliki potensi besar meningkatkan total produksi dan daya saing daerah.

Di lapangan, sejumlah kendala masih dikeluhkan nelayan, mulai dari sulitnya mendapatkan BBM, cuaca tidak menentu, hingga keterbatasan alat tangkap. Nurung meminta persoalan-persoalan tersebut diselesaikan secara bertahap supaya tidak menghambat aktivitas nelayan.

“Kemarin masih banyak keluhan terkait BBM, cuaca, alat tangkap, dan sebagainya. Kita harapkan semua itu bisa diatasi pelan-pelan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus dibarengi dengan dukungan pasar yang memadai. Produksi yang tinggi, menurutnya, tidak akan berarti jika pasar tidak stabil atau tidak mampu menampung hasil tangkapan.

“Yang masih jadi PR juga itu pasar. Karena percuma kalau produksinya baik, pasarnya tidak menjamin. Kasihan nanti nelayannya,” tandasnya. (adv)