Beranda blog Halaman 19

Prabowo Targetkan 700 BUMN Ditutup hingga Desember 2026

0
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai forum OJK bersama dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan untuk mendukung inklusi keuangan daerah, memperkuat sinergi kebijakan, serta mendukung perekonomian daerah sekaligus peresmian Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO/Fauzan/agr (ANTARA FOTO/FAUZAN)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan atau perampingan hingga 700 badan usaha milik negara (BUMN) sampai Desember 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengefisienkan pengelolaan perusahaan pelat merah, terutama entitas yang merugi dan tidak efisien.

Prabowo menyampaikan target itu dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10). Ia mengatakan pemerintah telah mengonsolidasikan ratusan entitas BUMN sejak awal masa pemerintahannya.

“Dari seribu BUMN, 1.074 kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining, kita sudah kurang lebih 360, 364 ya sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang sasaran kita 700 akan kita tutup,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, penataan tersebut dilakukan untuk memusatkan pengelolaan pada perusahaan negara yang mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

BUMN yang menjadi sasaran pembenahan, kata dia, meliputi perusahaan yang terus merugi, tidak efisien, hingga entitas yang diduga memanipulasi laporan keuangan.

“Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat,” katanya.

Prabowo mengeklaim kebijakan konsolidasi mulai menunjukkan hasil. Sejumlah perusahaan negara yang sebelumnya tidak mampu membukukan keuntungan disebut telah mencatatkan laba, bahkan mengalami peningkatan keuntungan hingga ratusan persen.

“Ada yang untung 900 persen, ada yang 200 persen, ada yang 300 persen. Kita bertekad sekarang untuk efisiensi,” ujarnya.

Ia menegaskan, konsolidasi dan efisiensi BUMN merupakan bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan ekonomi nasional. Pemerintah ingin perusahaan pelat merah dikelola lebih efektif sehingga dapat memberikan kontribusi optimal bagi negara dan masyarakat.

Prabowo menyatakan pembenahan ekonomi akan terus dilanjutkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. (ANT/KN)

Ignasius Jonan Ajak Singapura dan Malaysia Bantu Indonesia Tangani Karhutla

0
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025). ANTARA/Fathur Rochman/am.

JAKARTA – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ignasius Jonan mengajak Singapura dan Malaysia bekerja sama dengan Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk menelusuri dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Ajakan tersebut disampaikan Jonan melalui akun Instagram pribadinya, @ignasius.jonan, dalam unggahan pada Rabu (21/10) malam.

“Kalau ada unsur kesengajaan, coba dicari bersama, bekerja sama. Ayo tangani bersama,” kata Jonan, sebagaimana dikutip di Jakarta, Kamis (22/10).

Jonan menyebut kerja sama penanganan karhutla dapat dilakukan melalui kerangka regional yang telah disepakati negara-negara ASEAN, yakni ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada 10 Juni 2002 sebagai kerangka kerja sama negara-negara ASEAN dalam menangani pencemaran kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Kita sudah memiliki framework (kerangka kerja, red.) ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang diratifikasi atau ditandatangani di Malaysia oleh 10 negara. Semua negara ASEAN sepakat dalam framework ASEAN,” ujarnya.

Menurut Jonan, Indonesia, Singapura, dan Malaysia memiliki pengalaman bekerja sama dalam menghadapi persoalan lintas negara. Ia mencontohkan penanganan perdagangan manusia, terorisme, dan perdagangan narkotika sebagai bidang yang membutuhkan kolaborasi antarnegara.

“Kalau menangani human trafficking (perdagangan manusia, red.) bisa, menangani terorisme bisa, menangani perdagangan obat bius bisa bersama, kenapa ini tidak?” kata Jonan.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan setiap negara dalam mendukung penanganan karhutla. Kesiapan itu mencakup ketersediaan peralatan, teknologi, serta personel yang memadai agar upaya penanggulangan dapat berjalan efektif.

“Setiap negara, menurut saya, harus memiliki peralatan, harus memiliki teknologi, dan harus memiliki personel yang cukup,” ujarnya.

Jonan berharap kerja sama lintas negara dapat memperkuat penanganan karhutla, terutama ketika dampak kebakaran menimbulkan pencemaran udara yang melintasi batas wilayah negara. (ANT/KN)

El Nino Sangat Kuat hingga 2027, BNPB Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

0
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor BNPB Pusat, Jakarta, Kamis (22/10/2026) (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

JAKARTA – Fenomena El Nino kategori sangat kuat diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dan berpotensi memperpanjang periode kekeringan di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi mundurnya awal musim hujan sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan pembaruan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami terus memantau dan mengevaluasi setiap pemutakhiran data cuaca yang disampaikan BMKG terkait potensi kekeringan berkepanjangan,” kata Berton di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

BNPB bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menyusun langkah penanganan harian hingga mingguan untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan karhutla. Salah satu upaya yang disiapkan ialah operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.

“Misalnya, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memperbesar potensi hujan dengan menyemai NaCl dan semacamnya. Satuan tugas udara masih terus bekerja sesuai analisisnya,” ujarnya.

Di tengah ancaman kekeringan, BNPB melaporkan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas. Luas lahan terbakar yang ditangani tercatat mencapai 7.938 hektare di Kalimantan Tengah, 1.974 hektare di Kalimantan Selatan, dan 1.290 hektare di Kalimantan Barat.

Di Sumatera, luas lahan terbakar yang ditangani mencapai 5.194 hektare di Sumatera Selatan dan 2.025 hektare di Jambi.

Selain pemadaman karhutla, BNPB bersama pemerintah daerah serta organisasi dan lembaga nirlaba juga menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Berton mengatakan langkah kesiapsiagaan dan mitigasi akan terus dievaluasi agar penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

“Kami akan melakukan evaluasi setiap saat untuk kesiapsiagaan dan mitigasi, termasuk menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik mencapai plus 2,63 derajat Celsius. Kondisi tersebut menunjukkan El Nino berada pada kategori sangat kuat dan diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

BMKG memprediksi awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini mencakup 529 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 61,08 persen dari luas daratan Indonesia.

Musim hujan diperkirakan mulai datang secara bertahap pada November 2026 di 185 ZOM, yang mencakup 24,66 persen daratan Indonesia. Selanjutnya, pada Desember 2026, hujan diperkirakan mulai memasuki 266 ZOM dengan cakupan 17,31 persen daratan.

Meski awal musim hujan diprediksi mundur, akumulasi curah hujan di 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diperkirakan tetap berada dalam kategori normal.

Adapun puncak musim hujan diprediksi berlangsung bertahap, mulai Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Ketiganya masing-masing mencakup 36,94 persen, 25,68 persen, dan 16,79 persen luas daratan Indonesia.

BMKG juga memperkirakan durasi musim hujan di 482 ZOM akan lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Dengan potensi mundurnya awal musim hujan dan periode kering yang lebih panjang, pemantauan cuaca, kesiapan pasokan air bersih, serta penanganan karhutla menjadi bagian penting dari upaya mitigasi pemerintah. (ANT/KN)

Anggota DPR Tolak Penghapusan Unsur Kerugian Negara dalam Definisi Korupsi

0
Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra. (ANTARA/HO-dok pribadi)

JAKARTA – Usulan penyesuaian definisi tindak pidana korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menuai tanggapan dari DPR. Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra menilai unsur kerugian keuangan negara harus tetap dipertahankan dalam pengaturan tindak pidana korupsi.

Menurut Soedeson, penghapusan unsur kerugian negara dan pembatasan definisi korupsi hanya pada penyuapan berisiko mengubah kedudukan korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

“Kalau korupsi dianggap kejahatan biasa, saya khawatirnya nanti ada yang menuntut, ‘Kalau kejahatan biasa, bubarkan itu KPK.’ Menurut saya, ini bisa menjadi bencana nasional,” kata Soedeson dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons usulan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengenai penyesuaian definisi korupsi agar selaras dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi (UNCAC).

Soedeson mengatakan, meskipun UNCAC mengatur berbagai bentuk tindak pidana korupsi, negara peserta tetap memiliki ruang untuk menyesuaikan penerapannya dengan sistem hukum nasional masing-masing.

Ia menjelaskan, Indonesia telah memasukkan unsur perbuatan melawan hukum dan kerugian keuangan negara dalam pengaturan tindak pidana korupsi dengan mempertimbangkan kondisi nasional, termasuk persoalan kebocoran keuangan negara.

Soedeson juga menilai kedudukan korupsi sebagai kejahatan luar biasa tercermin dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional, khususnya Pasal 603 dan Pasal 604.

“Dalam hukum pidana kita, korupsi masuk delik materiil dengan kerugian negara adalah unsur pokok atau akibatnya. Kalau unsur kerugian negara itu dihilangkan, lalu

Meski menolak penghapusan unsur kerugian negara, Soedeson mengakui adanya kekhawatiran di kalangan birokrat, pelaku usaha, dan pejabat badan usaha milik negara (BUMN) ketika harus mengambil keputusan strategis. Mereka khawatir keputusan yang diambil berujung pada perkara hukum terkait kerugian negara.

Namun, menurut dia, persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui kejelasan batasan perbuatan melawan hukum, bukan dengan menghapus unsur kerugian negara dari definisi korupsi.

Ia juga mendorong kepastian hukum dalam penentuan kerugian keuangan negara. Soedeson berpandangan, penetapan kerugian perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bukan ditentukan secara sepihak oleh penyidik.

“Kita ingin mencegah kebocoran dana dan orang-orang yang merampok keuangan negara. Korupsi harus tetap masuk kejahatan luar biasa, jangan dikeluarkan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan penanganan korupsi di Indonesia perlu mengacu pada standar internasional. Ia mengusulkan penyesuaian definisi korupsi dengan UNCAC, konvensi yang telah diratifikasi Indonesia.

Dalam konferensi pers setelah rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026), Luhut menjelaskan bahwa UNCAC menempatkan penyuapan sebagai salah satu bentuk utama tindak pidana korupsi, bukan semata-mata kerugian keuangan negara.

“Indonesia satu-satunya negara yang menerapkan masalah kerugian negara,” kata Luhut.

Luhut juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyetujui kajian DEN mengenai penyesuaian definisi korupsi tersebut.

Namun, dalam keterangan pers pada Rabu (21/10/2026), Luhut menegaskan usulan itu tidak dimaksudkan untuk menghapus pertanggungjawaban atas kerugian negara.

Ia menyebut penyesuaian tersebut bertujuan memperjelas pembuktian agar pelaku korupsi tetap dapat dimintai pertanggungjawaban, sementara pengambil keputusan yang bertindak dengan iktikad baik tidak dipidana tanpa dasar hukum yang jelas.

Perbedaan penekanan antara usulan DEN dan tanggapan anggota DPR tersebut menyoroti pentingnya merumuskan aturan yang mampu menjaga akuntabilitas keuangan negara sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pihak yang mengambil keputusan secara sah. (ANT/KN)

Jalan Perbatasan Kalimantan 2.300 Km Ditargetkan Rampung Akhir 2028

0
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

MALINAU – Pemerintah menargetkan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan sepanjang sekitar 2.300 kilometer rampung pada akhir 2028. Proyek yang membentang dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Kalimantan Barat itu ditujukan untuk memperkuat konektivitas kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan target tersebut merupakan tindak lanjut arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sebenarnya hanya menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beberapa saat lalu beliau menelepon saya untuk menuntaskan jalan di perbatasan Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia itu sepanjang total kurang lebih 2.300 kilometer, bisa selesai di akhir 2028,” ujar Dody saat mengunjungi Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (22/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Dody meninjau pembangunan ruas jalan dari Malinau menuju Krayan, Kabupaten Nunukan, yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dari hasil peninjauan, ia menilai sejumlah bagian jalan masih kurang lebar. Karena itu, ia meminta agar lebar jalan tersebut distandarkan menjadi tujuh meter sesuai standar jalan nasional.

“Saya lihat itu kurang lebar. Saya minta itu tadi distandarkan jalan nasional jadi lebar tujuh meter,” katanya.

Dody menegaskan pemerintah berupaya menyelesaikan pembangunan jalan perbatasan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Insya Allah, bismillah. Karena sudah arahan Bapak Presiden juga,” ujarnya.

Menurut Dody, pembangunan jalan perbatasan sepanjang 2.300 kilometer itu mencakup jalur dari bagian timur, utara, hingga barat Pulau Kalimantan. Di Kalimantan Utara, wilayah yang masuk dalam perhatian pembangunan antara lain Krayan dan Apau Kayan.

“Itu kita sebut sebagai Kalimantan Border, total 2.300 kilometer dari Kalimantan Timur, Kaltara dan Kalimantan Barat,” ucapnya.

Pembangunan jalur tersebut diharapkan memperkuat akses menuju kawasan perbatasan yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas. Namun, pencapaian target penyelesaian tetap bergantung pada pelaksanaan pembangunan di setiap ruas.

Dody mengaku optimistis target penyelesaian pada akhir 2028 dapat tercapai karena adanya dukungan dari sejumlah lembaga dan kementerian, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, serta Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menurut dia, koordinasi lintas lembaga diperlukan untuk mempercepat proses pembangunan jalan perbatasan tersebut.

“Kita saling support. Bappenas, Kementerian Keuangan juga support. Saya kok yakin 2028 akhir selesai. Pak Panglima TNI juga support untuk bisa membantu kita mempercepat proses pembangunannya,” kata Dody.

Dengan target tersebut, pembangunan jalan perbatasan Kalimantan menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur yang dikejar pemerintah hingga 2028, terutama untuk menghubungkan kawasan perbatasan di tiga provinsi di Pulau Kalimantan. (ANT/KN)

Puncak Hari Santri di Berau, Gamalis Tekankan Pentingnya Akhlak, Ilmu, dan Nasionalisme

0
Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri Istighatsah Malam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Al Qudwah, Polres Berau.

BERAU – Santri diharapkan tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri Istighatsah Malam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Al Qudwah, Polres Berau, Rabu (21/10/2026) malam.

Menurut Gamalis, pesantren memiliki peran lebih luas dari sekadar tempat menimba ilmu agama. Lembaga pendidikan tersebut juga menjadi ruang pembentukan karakter, penanaman nilai kebangsaan, serta penguatan moral generasi muda.

Karena itu, ia berharap para santri dapat terus mengembangkan kemampuan diri tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini penting untuk menyiapkan generasi muda yang berakhlak sekaligus mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengajak kalangan santri menjaga persatuan dan memperkuat kecintaan terhadap tanah air. Menurutnya, nilai agama dan semangat kebangsaan perlu berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Gamalis turut menyampaikan doa agar Kabupaten Berau senantiasa berada dalam lindungan Tuhan dan dijauhkan dari berbagai bencana. Harapan itu juga mencakup kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakangan terjadi.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan pesantren sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan luas.

“Semoga Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tapi juga memperkuat semangat para santri untuk mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (adv)

Kemenpar Buka Peluang Promosi Wisata Berau ke Luar Negeri, Derawan dan Maratua Jadi Andalan

0
Bupati Berau, Sri Juniarsih saat melakukan audiensi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Reza Pahlevi, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (23/10/2026).

BERAU – Peluang memperluas promosi pariwisata Kabupaten Berau ke pasar internasional semakin terbuka. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperkenalkan potensi wisata Bumi Batiwakkal melalui berbagai program promosi, termasuk kegiatan pemasaran pariwisata ke sejumlah negara.

Dukungan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Reza Pahlevi, saat menerima audiensi Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (23/10/2026).

Reza menilai langkah Pemkab Berau yang terus mendorong pengembangan sektor pariwisata merupakan upaya yang tepat. Terlebih, Berau telah memiliki destinasi unggulan yang dikenal wisatawan domestik hingga mancanegara, seperti Kepulauan Derawan dan Maratua.

Menurutnya, potensi tersebut perlu terus diperkuat melalui pengembangan destinasi dan strategi promosi yang terarah. Dengan begitu, daya tarik wisata Berau dapat menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan peluang kunjungan wisatawan.

Kemenpar pun membuka kesempatan bagi Berau untuk berpartisipasi dalam kegiatan promosi pariwisata yang diselenggarakan di sejumlah negara.

“Kami ada kegiatan promosi ke beberapa negara, Berau bisa untuk mengikutkan sertakan produk pariwisata melalui tim Kemenpar,” ungkap Reza.

Peluang tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab Berau untuk memperkenalkan lebih banyak produk wisata unggulan, tidak hanya wisata bahari Derawan dan Maratua, tetapi juga destinasi alam, budaya, serta potensi wisata lain yang tersebar di berbagai wilayah.

Terlebih, posisi Berau sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar wisata. Pengembangan konektivitas, peningkatan kualitas destinasi, serta promosi yang berkelanjutan dibutuhkan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Reza juga mendorong Pemkab Berau untuk terus memperkuat empat pilar utama pengembangan pariwisata, yakni destinasi, promosi, industri pariwisata, dan kelembagaan.

Keempat pilar tersebut perlu berjalan beriringan. Pembangunan fasilitas destinasi, misalnya, harus diikuti promosi yang efektif, kesiapan pelaku industri, serta penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) yang bergerak di sektor pariwisata.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pariwisata diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata. Salah satunya melalui pemenuhan fasilitas pendukung secara bertahap di sejumlah destinasi unggulan.

Sri menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenpar yang selama ini telah merealisasikan berbagai program pengembangan pariwisata di Kabupaten Berau. Ia berharap program-program tersebut dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan melalui kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, pembangunan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dukungan pemerintah pusat, keterlibatan pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini yang kami harapkan semakin diperkuat, sehingga pariwisata Berau semakin maju dan menjadi daerah tujuan utama wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.

Dalam audiensi tersebut, Sri turut didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa.

Selain membuka peluang promosi ke luar negeri, Sri juga menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis yang masih memerlukan dukungan pemerintah pusat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan sarana dan prasarana destinasi wisata, baik di wilayah pedalaman, pesisir, maupun kepulauan.

Pemerataan pembangunan fasilitas dinilai penting agar potensi wisata Berau tidak hanya bertumpu pada destinasi yang telah populer. Destinasi lain yang memiliki daya tarik juga perlu didukung infrastruktur memadai sehingga mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Persoalan abrasi di Pulau Derawan turut menjadi perhatian yang disampaikan kepada Kemenpar. Menurut Sri, dukungan terhadap penanganan abrasi diperlukan untuk menjaga kawasan wisata tersebut, sekaligus mempertahankan daya tarik alam yang menjadi salah satu kekuatan pariwisata Berau.

Di samping pembangunan fisik, Pemkab Berau juga mengharapkan dukungan dalam penerapan digitalisasi tata kelola pariwisata secara terintegrasi.

Digitalisasi diharapkan dapat membantu pengelolaan informasi destinasi, promosi, serta pelayanan wisata agar lebih mudah diakses oleh calon pengunjung. Penguatan kapasitas SDM pariwisata juga menjadi kebutuhan agar masyarakat dan pelaku usaha lokal mampu mengikuti perkembangan industri wisata.

Sri pun meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait segera menindaklanjuti peluang kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut. Langkah ini diperlukan agar peluang promosi dan dukungan program dari Kemenpar dapat diterjemahkan menjadi agenda konkret bagi pengembangan pariwisata daerah.

“Kami berharap dukungan dalam membangun digitalisasi tata kelola pariwisata yang terintegrasi, serta dukungan mengembangkan SDM sektor pariwisata,” pungkasnya. (adv)

Terumbu Karang Rusak akibat Kapal Kandas, Pemkab Berau Usulkan Sarana Navigasi ke Kemenhub

0
Bupati Berau, Sri Juniarsih saat melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, beserta jajaran, Rabu (21/10/2026).

BERAU – Insiden kapal wisata Live on Board (LOB) yang kandas hingga merusak terumbu karang di perairan Derawan dan Maratua menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Berau.

Untuk meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata bahari, Pemkab Berau mengusulkan penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran kepada Kementerian Perhubungan.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, beserta jajaran, Rabu (21/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Sri menekankan pentingnya penataan alur pelayaran di kawasan wisata kepulauan Berau. Menurutnya, keberadaan jalur yang jelas dan didukung sarana navigasi memadai dapat membantu kapal melintas dengan lebih aman, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan ekosistem laut akibat kapal yang kandas.

“Jika ada alur yang telah ditentukan tentu ini akan sangat membantu dan kawasan wisata ini juga akan lebih aman,” ungkapnya.

Persoalan navigasi menjadi penting seiring dengan berkembangnya aktivitas wisata bahari di Berau. Kawasan Derawan dan Maratua menjadi tujuan wisata yang mengandalkan keindahan laut serta terumbu karang sebagai daya tarik utama. Karena itu, peningkatan keselamatan pelayaran perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Sri berharap usulan tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat, sehingga aktivitas pelayaran wisata dapat berlangsung lebih tertib dan memberikan rasa aman bagi wisatawan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut.

Namun, kebutuhan infrastruktur kelautan yang disampaikan Pemkab Berau tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pelayaran.

Dalam audiensi tersebut, Sri juga mengusulkan dukungan pengembangan dermaga serta penyediaan kapal wisata untuk memperkuat konektivitas antarpulau.

Menurutnya, dermaga yang berada di kawasan pesisir dan kepulauan, termasuk Biduk-Biduk dan Pulau Maratua, memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari akses distribusi kebutuhan pokok serta pergerakan wisatawan menuju destinasi unggulan Berau.

Pemkab Berau melalui Dinas Perhubungan telah membangun dan mengelola sejumlah dermaga. Kendati demikian, optimalisasi pemanfaatannya masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas yang menunjang operasional pelabuhan.

“Tentu kami sangat berharap dukungan dari Kementerian Perhubungan terkait operasional dermaga. Termasuk dukungan peningkatan fasilitas yang ada,” jelas Sri.

Ia menilai, keberadaan dermaga yang berfungsi optimal dapat memberikan manfaat lebih luas, bukan hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan.

Selain peningkatan fasilitas dermaga, usulan pengadaan kapal wisata juga menjadi bagian dari upaya memperkuat akses transportasi laut di Bumi Batiwakkal.

Sri berharap kapal tersebut nantinya dapat menghubungkan sejumlah pulau wisata di perairan Berau. Dengan konektivitas yang lebih baik, wisatawan diharapkan memiliki pilihan perjalanan yang lebih mudah untuk menjangkau berbagai destinasi bahari.

Di sisi lain, kapal wisata yang terintegrasi dengan kebutuhan transportasi masyarakat juga diharapkan dapat mendukung mobilitas warga di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Dengan adanya kapal wisata maka akan menambah daya tarik wisatawan ke Kabupaten Berau,” ucapnya.

Melalui audiensi tersebut, Pemkab Berau berupaya mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur transportasi laut yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Usulan yang disampaikan mencakup tiga aspek utama, yakni optimalisasi operasional dermaga, penyediaan kapal wisata, serta penguatan sarana bantu navigasi pelayaran.

“Pengembangan transportasi laut memiliki keterkaitan langsung dengan pemerataan akses masyarakat, kelancaran distribusi logistik, dan pertumbuhan sektor pariwisata,” jelasnya.

pemerintah Kabupaten Berau berharap dukungan Kementerian Perhubungan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut. Dengan fasilitas dermaga yang lebih memadai, konektivitas antarpulau yang semakin baik, serta sistem navigasi yang mendukung keselamatan pelayaran, pengembangan wisata bahari Berau diharapkan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut yang menjadi aset utama daerah. (adv)

Pemekaran Muara Kaman Kembali Didorong demi Pemerataan Pembangunan

0
Camat Muara Kaman, Nadi Baswan (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Rencana pemekaran Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kembali didorong setelah keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kecamatan Sedulang mencuat dalam pembahasan di DPRD Kukar.

Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengatakan regulasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu ditelaah dalam proses pemekaran wilayah. Perda itu sebelumnya telah memuat ketentuan mengenai enam desa serta penentuan lokasi ibu kota kecamatan.

Namun, keberadaan regulasi lama tersebut baru diketahui pihak kecamatan dalam proses pembahasan saat ini. Nadi menilai, jika informasi itu diketahui sejak awal, tahapan pemekaran kemungkinan dapat berjalan lebih cepat.

Pembahasan mengenai regulasi tersebut berlangsung dalam rapat sinkronisasi Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencabutan Perda Nomor 18 Tahun 1999 di DPRD Kukar. Proses ini menjadi bagian dari pembahasan regulasi yang berkaitan dengan rencana pembentukan kecamatan baru.

“Kalau perda ini kita ketahui dari awal, berarti kita hanya tinggal menuruti perda yang ada ini,” kata Nadi, Kamis (22/10/2026).

Menurut Nadi, Perda Nomor 18 Tahun 1999 bukan hanya mengatur pembentukan Kecamatan Sedulang, tetapi juga telah mencantumkan enam desa dan lokasi yang direncanakan menjadi ibu kota kecamatan.

Ketentuan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu ditinjau kembali. Sebab, pelaksanaan pemekaran tidak bisa hanya berpatokan pada peraturan lama, tetapi juga harus menyesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi dan kondisi wilayah saat ini.

Nadi menilai, apabila regulasi itu diketahui lebih awal, pemerintah dapat menelaah bagian yang masih relevan dan menentukan langkah lanjutan yang diperlukan.

“Kalau dari dulu kita tahu mungkin bisa lebih cepat, tinggal menambahkan atau mengubah dari perda yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, pembentukan kecamatan baru masih memerlukan proses lanjutan. Pemerintah perlu membahas komposisi desa yang akan masuk ke wilayah pemekaran serta desa-desa yang tetap menjadi bagian dari kecamatan induk.

Dari total 20 desa di Kecamatan Muara Kaman, pembagian wilayah tersebut belum ditetapkan secara final. Komunikasi dengan pemerintah desa menjadi bagian penting agar rencana pemekaran dapat dibahas dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

“Selain persoalan regulasi, luas wilayah Muara Kaman menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemerataan pembangunan,” sebutnya.

Jarak antardesa yang berjauhan membuat koordinasi membutuhkan waktu dan biaya. Keterbatasan anggaran juga menjadi kendala ketika pemerintah kecamatan harus mengundang perwakilan desa untuk membahas persoalan bersama.

Nadi mencontohkan, perjalanan untuk mengundang pihak dari desa yang jauh, seperti Desa Kupang, dapat menghabiskan biaya jutaan rupiah. Sementara itu, pembahasan yang dilakukan belum tentu langsung menghasilkan penyelesaian sehingga pertemuan lanjutan masih diperlukan.

Kondisi tersebut membuat komunikasi mengenai rencana pemekaran harus dilakukan secara bertahap. Pemerintah kecamatan perlu membangun koordinasi dengan desa-desa agar pembahasan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Karena itu, pemekaran diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat sekaligus memperbaiki jangkauan pembangunan di wilayah yang selama ini terkendala jarak,” harapnya.

Bagi Nadi, tujuan utama pemekaran bukan sekadar membentuk wilayah administratif baru. Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati pembangunan dan fasilitas publik.

Akses jalan yang memadai, fasilitas umum, serta pelayanan pemerintahan yang mudah dijangkau menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Muara Kaman. Dengan wilayah yang lebih terkelola, pembangunan diharapkan dapat direncanakan secara lebih terarah sesuai kebutuhan setiap desa.

Namun, sebelum rencana tersebut diwujudkan, pembahasan mengenai regulasi, pembagian desa, dan tahapan pembentukan kecamatan baru masih perlu ditindaklanjuti. Pemerintah juga perlu memastikan prosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nadi menegaskan, pemerataan pembangunan menjadi alasan utama pemerintah kecamatan mendorong rencana pemekaran tersebut. Ia berharap masyarakat di seluruh wilayah Muara Kaman dapat menikmati pembangunan secara adil, tanpa terkendala jarak dan luasnya wilayah.

“Pada intinya pembangunan yang kita inginkan, itu saja sih pemerataan pembangunan. Jadi bagaimanapun, toh juga intinya tidak ada keinginan apa pun yang hanya maunya kita adalah pembangunan yang merata, yang adil,” tegas Nadi Baswan. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Sejumlah Poli RSUD Bontang Pindah Gedung, Pasien Diimbau Kenali Lokasi Sebelum Berobat

0
Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, saat memberikan keterangan. (Dwi S)

BONTANG – Pasien RSUD Taman Husada Bontang yang sudah lama tidak berobat perlu memperhatikan perubahan lokasi sejumlah poliklinik. Pasalnya, sebagian layanan yang sebelumnya berada di Gedung Angsana kini telah dipindahkan ke gedung baru, termasuk Gedung Bengkirai. Perubahan tersebut terus disosialisasikan agar masyarakat tidak kebingungan ketika datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Untuk memperluas informasi, manajemen RSUD Taman Husada melakukan kunjungan langsung ke berbagai tempat, mulai dari sekolah, perusahaan, hingga lingkungan masyarakat. Sosialisasi tersebut tidak hanya memperkenalkan fasilitas medis, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai lokasi pelayanan yang telah mengalami perubahan.

Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan perkembangan fasilitas rumah sakit perlu terus disampaikan kepada masyarakat.

Menurutnya, tidak semua pasien mengetahui adanya perpindahan poliklinik, terutama mereka yang sudah cukup lama tidak berkunjung ke RSUD Taman Husada.

“Selain terkait pelayanan, saat kunjungan kami juga menjelaskan terkait gedung lama dan gedung baru. Bisa saja masyarakat yang sudah lama tidak berobat belum mengetahui, kalau poli sudah ada atau dipindahkan ke gedung yang baru,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Tri Rohana menjelaskan, perpindahan sejumlah layanan dari Gedung Angsana ke Gedung Bengkirai menjadi salah satu informasi yang perlu diketahui pasien sebelum datang berobat.

Pasalnya, masyarakat yang sebelumnya terbiasa mendapatkan pelayanan di gedung lama kemungkinan masih mendatangi lokasi tersebut ketika kembali membutuhkan pemeriksaan.

Kondisi serupa juga dapat dialami warga yang sempat tinggal atau bekerja di luar Bontang dalam waktu cukup lama. Ketika kembali ke daerah dan membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka belum tentu mengetahui perubahan fasilitas maupun lokasi poliklinik.

Karena itu, penyampaian informasi dilakukan agar pasien dapat mempersiapkan kunjungan dengan lebih baik, termasuk mengetahui gedung yang harus dituju sesuai jenis pelayanan.

Dengan mengetahui lokasi poliklinik sejak awal, pasien diharapkan tidak perlu berpindah-pindah gedung hanya untuk mencari tempat pemeriksaan.

Menurut Tri Rohana, sosialisasi dilakukan secara rutin sekitar dua kali dalam sebulan. Kegiatan tersebut menyasar sekolah, perusahaan, dan sejumlah lingkungan masyarakat lainnya.

Melalui kunjungan langsung, pihak rumah sakit dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan fasilitas, ketersediaan dokter spesialis, hingga perubahan lokasi pelayanan.

“Melalui kunjungan langsung, pastinya kami berupaya memperluas penyebaran informasi agar tidak hanya diterima masyarakat yang aktif mengakses kanal digital, tetapi juga mereka yang membutuhkan penjelasan secara langsung,” jelasnya.

Selain informasi lokasi poliklinik, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi RSUD Taman Husada memperkenalkan berbagai layanan medis yang telah tersedia.

Sebelumnya, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa sejumlah pelayanan spesialis terus dikembangkan, termasuk urologi, endoskopi, kateterisasi jantung, dan rehabilitasi medik.

RSUD Taman Husada juga memiliki Laboratorium Patologi Anatomi yang digunakan untuk membantu dokter memastikan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan sel dan jaringan tubuh.

Informasi mengenai jenis pelayanan tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui fasilitas kesehatan yang dapat diakses di Bontang tanpa harus selalu mencari layanan ke luar daerah.

Di sisi lain, tingginya aktivitas pelayanan rumah sakit juga membuat pengaturan kedatangan pasien menjadi perhatian manajemen.

Berdasarkan keterangan Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, jumlah pasien rawat jalan mencapai sekitar 400 hingga 500 orang setiap hari.

Manajemen rumah sakit sebelumnya juga mengimbau pasien memanfaatkan sistem pendaftaran online dan mengikuti jadwal pemeriksaan untuk mengurangi penumpukan di ruang tunggu.

Mulai 1 November 2026, pemesanan antrean poliklinik melalui aplikasi Mobile JKN juga mengalami perubahan waktu. Booking yang sebelumnya dibuka pukul 01.00 Wita bergeser menjadi pukul 06.00 Wita, tetap dengan sistem pemesanan sehari sebelum jadwal pemeriksaan atau H-1.

Karena itu, masyarakat yang hendak berobat diimbau memperhatikan jadwal pemeriksaan sekaligus memastikan lokasi poliklinik yang dituju.

Tri Rohana mengatakan sosialisasi melalui kunjungan langsung akan terus dilakukan agar informasi mengenai perkembangan layanan RSUD Taman Husada dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk pasien yang belum terbiasa mengakses informasi melalui kanal digital. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S