Beranda blog Halaman 18

Bupati Kukar Lantik 11 Pejabat Pemkab, Minta Tingkatkan Inovasi dan Pelayanan Publik

0
Suasana pelantikan 11 pejabat di lingkungan Pemkab Kukar. (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, melantik 11 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kukar di Pendopo Odah Etam pada Jumat (23/10/2026).

Dalam kesempatan ini, Bupati meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing serta menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kinerja birokrasi dan pelayanan publik.

“Harapan kami, para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan situasi dan lingkungan kerja yang baru, serta melahirkan pemikiran dan ide-ide inovatif,” ujarnya.

Bupati mengatakan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pengisian sejumlah jabatan yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun.

Ia juga menegaskan, pergantian dan pengisian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan. Namun, proses tersebut tidak boleh menghambat pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Kita berharap jalannya roda organisasi tidak terganggu sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” kata Aulia.

Menurut dia, pejabat yang baru dilantik perlu segera memahami kondisi organisasi, menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, serta mencari solusi atas berbagai persoalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Ia berharap para pejabat tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan yang berdampak terhadap efektivitas kerja organisasi perangkat daerah.

Selain menekankan pelayanan publik, Aulia meminta para pejabat memastikan target program Kukar Idaman Terbaik tetap berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah daerah untuk periode 2025–2030.

Program tersebut menjadi visi besar pembangunan Kukar yang perlu diterjemahkan ke dalam pelaksanaan tugas di setiap organisasi perangkat daerah.

“Karena itu, pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menjaga kinerja, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan terobosan sesuai bidang masing-masing,0 serunya.

Aulia menekankan, hasil kerja birokrasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pencapaian target program pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kebutuhan warga.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kukar, Rendra Abadi, menyebutkan terdapat sembilan pejabat administrator dan dua pejabat pengawas yang dilantik dalam kesempatan tersebut.

“Jumlah pejabat yang dilantik hari ini sebanyak 11 orang, terdiri dari sembilan pejabat administrator dan dua pejabat pengawas,” sebut Rendra

Berikut daftar pejabat beserta jabatan barunya.

1. Ersyanli sebagai Sekretaris Dinas Sosial.
2. Lucy Yulidasari sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
3. Nurlely Tri Wahyuni sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Aji Muhammad Parikesit.
4. Arif Rusdi Anto sebagai Wakil Direktur Penunjang dan Keuangan RSUD Aji Muhammad Parikesit.
5. Aspiady Yuspian Handani sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Daerah.
6. Rindang Lesnana sebagai Kepala Bagian Fasilitasi dan Pengawasan Penganggaran Sekretariat DPRD.
7. Ismail Effendi sebagai Kepala Bidang Mutasi dan Promosi BKPSDM.
8. Muhammad Saidar sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
9. Akhmad Supriyadi sebagai Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.
10. Yoga Jati Nugraha sebagai Kepala Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.
11. Hariyo Santoso sebagai Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah dan Elektromedik pada Dinas Kesehatan. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Kampung Nelayan Berpotensi Dongkrak PAD, Pemkab Berau Siapkan Pengembangan

0
Wakil Bupati Berau, Gamalis.

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong pengembangan kampung nelayan agar tidak hanya menjadi tempat produksi ikan, tetapi juga berkembang sebagai sentra komoditas perikanan yang mampu menembus pasar lebih luas.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyebut Kampung Buyung-Buyung, Payung-Payung, dan kawasan Talisayan sebagai wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Hasil perikanan di wilayah tersebut selama ini mampu memenuhi kebutuhan lokal hingga dipasarkan ke luar daerah,” ujarnya.

Gamalis mengatakan, potensi itu perlu dimaksimalkan agar komoditas perikanan Berau memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Salah satu peluang yang bisa dijajaki ialah menjadikan kampung nelayan sebagai sentra perdagangan perikanan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

“Kalau itu bisa dijadikan sebuah komoditas sentra dari ekspor-impor, misalnya terkait dengan perikanan, kita tentu sambut baik itu,” ujarnya.

Gamalis mengatakan, pengembangan kampung nelayan masih perlu dievaluasi untuk melihat kondisi dan peluang yang bisa dikembangkan di masing-masing wilayah.

Pemkab Berau juga berharap jumlah kampung nelayan terus bertambah sehingga potensi perikanan pesisir bisa dimanfaatkan secara lebih luas.

Ia menilai, pengembangan sektor perikanan menjadi salah satu peluang untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), terlebih di tengah tekanan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.

“Kita berharap kampung nelayan itu bisa tumbuh lebih banyak lagi. Karena dengan seperti itu, tentu PAD kita akan bisa lebih naik lagi dan membantu sekali terhadap postur anggaran kita,” pungkasnya. (adv)

Lobster hingga Kerapu Diminati Pasar Global, Berau Siapkan Strategi Dongkrak PAD

0
Wakil Bupati Berau, Gamalis.

BERAU – Tingginya permintaan lobster dan kerapu di pasar internasional menjadi peluang bagi Kabupaten Berau untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor perikanan.

Peluang tersebut ingin dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau di tengah kondisi anggaran yang terbatas. Tak hanya mengandalkan sektor lain, potensi perikanan dinilai bisa menjadi salah satu penopang ekonomi daerah jika dikelola dan dikembangkan secara optimal.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu hal yang perlu didorong pemerintah daerah saat ini. Sebab, PAD merupakan sumber pendanaan penting dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pertama kita hari ini tentu harus menggiatkan yang namanya PAD, di mana PAD ini merupakan sumber daya atau sumber keuangan untuk bagian dari APBD kita,” ujarnya.

Menurut Gamalis, peluang pasar tidak hanya terbuka untuk lobster. Sejumlah komoditas perikanan lain, seperti kerapu, udang, dan kepiting, juga memiliki peminat di luar negeri.

Kondisi ini, kata dia, dapat memberikan ruang bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pemasaran hasil tangkapan mereka.

Pemkab Berau pun mendorong masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pembudidaya lobster, agar mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan menjaga produktivitas dan ketersediaan pasokan.

“Kita akan dorong agar supaya masyarakat nelayan atau penghasil lobster terus melakukan kegiatan-kegiatan ini untuk mengisi suplai lobster yang ada di internasional, di luar sana,” jelasnya.

Namun, peluang pasar yang besar perlu diikuti dengan dukungan agar aktivitas usaha masyarakat bisa berjalan lancar. Karena itu, Pemkab Berau menyatakan siap memberikan pendampingan serta membantu mempermudah proses usaha yang berkaitan dengan sektor perikanan.

Gamalis berharap dukungan tersebut dapat membantu nelayan mengembangkan usaha mereka, sehingga potensi komoditas laut Berau tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir, tetapi juga memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.

“Kita akan lakukan pendampingan, kita akan lakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk memudahkan usaha, untuk melancarkan usaha mereka,” pungkasnya. (adv)

Jalan Perbatasan Kalimantan 2.300 Km Ditargetkan Rampung 2028, Akses Wilayah Terpencil Dibuka

0
JAKARTA — Pemerintah menargetkan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan sepanjang 2.300 kilometer rampung pada akhir 2028. Proyek strategis ini diarahkan untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar transportasi, dan memperkuat konektivitas kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi kebutuhan pokok, serta menekan biaya logistik. Jalan perbatasan juga menjadi penopang aktivitas ekonomi dan penguatan akses pelayanan publik di wilayah terdepan Indonesia.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas ancaman El Nino sangat kuat hingga 2027. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com

https://digital.koranusantara.com/kn23okt2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Tak Harus Berobat ke Jakarta atau Surabaya, RSUD Bontang Tawarkan Layanan Lebih Terjangkau

0
RSUD Taman Husada Bontang terus memperkenalkan fasilitas dan layanan kesehatan kepada masyarakat, instansi pemerintah, serta perusahaan. (Dwi S)

BONTANG – Karyawan perusahaan maupun masyarakat Bontang yang membutuhkan pelayanan medis tidak harus selalu mencari rumah sakit di Jakarta, Surabaya, atau kota besar lainnya. Sejumlah layanan spesialis dan fasilitas penunjang kesehatan kini telah tersedia di RSUD Taman Husada Bontang dengan biaya yang dinilai lebih terjangkau. Namun, belum semua masyarakat mengetahui layanan tersebut.

Untuk memperluas informasi, manajemen RSUD Taman Husada aktif mendatangi perusahaan, instansi pemerintah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan agar warga mengetahui pilihan pelayanan kesehatan yang tersedia di daerah sendiri sebelum memutuskan berobat ke luar kota.

Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan sosialisasi tersebut tidak hanya memperkenalkan fasilitas medis dan dokter spesialis, tetapi juga memberikan informasi mengenai biaya pelayanan.

Menurutnya, masih ada masyarakat, termasuk karyawan perusahaan, yang kemungkinan belum mengetahui bahwa sejumlah pemeriksaan dan tindakan medis dapat dilakukan di RSUD Taman Husada.

“Selain memperkenalkan pelayanan, kami juga ingin menjaring informasi bahwa harga pelayanan di RSUD jauh lebih murah. Wali Kota Bontang menginginkan pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Tri menjelaskan, pengenalan layanan dilakukan secara langsung agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai jenis pemeriksaan, fasilitas penunjang, serta pilihan pelayanan sesuai kebutuhan medis.

Sosialisasi juga menyasar perusahaan-perusahaan yang memiliki karyawan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan oleh dokter spesialis maupun tindakan medis tertentu.

Selama ini, sebagian pasien mungkin memilih berobat ke luar daerah karena belum mengetahui perkembangan fasilitas rumah sakit di Bontang.

Padahal, keputusan menjalani pemeriksaan di luar kota juga perlu mempertimbangkan biaya tambahan, mulai dari transportasi, penginapan, hingga kebutuhan pendamping pasien selama menjalani pengobatan.

Karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan di daerah sendiri dapat menjadi pilihan yang lebih praktis apabila jenis pelayanan dan kemampuan penanganannya sesuai dengan kondisi pasien.

“Siapa tahu selama ini karyawan perusahaan di Bontang melakukan rujukan ke Jakarta, Surabaya, dan daerah lainnya. Dengan mengetahui informasi pelayanan yang lengkap, tentu bisa memberikan citra positif bagi Kota Bontang,” jelasnya.

RSUD Taman Husada sendiri telah mengembangkan sejumlah layanan medis, termasuk urologi, endoskopi, ortopedi, kateterisasi jantung, serta pelayanan rehabilitasi medik.

Rumah sakit tipe B tersebut juga memiliki fasilitas CT Scan 128-slice untuk membantu pemeriksaan kondisi organ tubuh secara lebih rinci.

Selain itu, Laboratorium Patologi Anatomi yang telah beroperasi sejak awal 2023 memungkinkan pemeriksaan sel dan jaringan tubuh untuk membantu dokter memastikan diagnosis penyakit, termasuk mengetahui karakteristik tumor jinak atau ganas.

Keberadaan fasilitas tersebut memberikan pilihan pemeriksaan lebih dekat bagi masyarakat Bontang maupun pasien dari daerah sekitar, seperti Muara Badak dan Kutai Timur.

Meski demikian, tidak semua penyakit dapat ditangani sepenuhnya di RSUD Taman Husada. Pasien yang membutuhkan tindakan atau pemeriksaan di luar kemampuan fasilitas rumah sakit tetap dapat dirujuk sesuai indikasi medis.

Tri menilai informasi mengenai jenis pelayanan dan biaya perlu terus disampaikan agar masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan fasilitas kesehatan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan layanan yang tersedia.

Untuk pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sejumlah pelayanan dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan sepanjang memenuhi indikasi medis dan ketentuan pelayanan yang berlaku.

Sementara itu, biaya pelayanan pasien umum maupun kerja sama perusahaan mengikuti tarif dan ketentuan rumah sakit sesuai jenis pemeriksaan atau tindakan medis yang diberikan.

Pihak RSUD belum merinci perbandingan tarif setiap layanan dengan rumah sakit di luar daerah. Karena itu, masyarakat tetap perlu memperoleh informasi biaya sesuai jenis pelayanan yang dibutuhkan.

Sosialisasi yang dilakukan manajemen RSUD Taman Husada juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

Sebelumnya, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa jumlah kunjungan pasien sepanjang 2024 tercatat sekitar 414 ribu dan meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025.

Sementara jumlah pasien rawat jalan setiap hari mencapai sekitar 400 hingga 500 orang, belum termasuk pasien rawat inap.

Tri mengatakan pengenalan fasilitas dan pelayanan akan terus dilakukan kepada masyarakat maupun perusahaan agar informasi mengenai perkembangan RSUD Taman Husada semakin luas.

“Yang pastinya, kami tetap berbenah selalu untuk suatu kebaikan,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

Tak Hanya Warga Bontang, Pasien Muara Badak hingga Kutim Berobat ke RSUD Taman Husada

0
Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns. (Dwi S)

BONTANG – Layanan kesehatan RSUD Taman Husada Bontang kini tidak hanya dimanfaatkan warga setempat. Pasien dari Muara Badak, Kutai Kartanegara, hingga sejumlah wilayah Kutai Timur juga datang untuk mendapatkan penanganan medis. Keberadaan dokter spesialis dan fasilitas penunjang yang semakin lengkap menjadi salah satu daya tarik rumah sakit tipe B tersebut.

RSUD Taman Husada terus mengembangkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan pasien, termasuk menghadirkan layanan urologi yang sebelumnya belum tersedia, ortopedi, hingga sejumlah pelayanan spesialis gigi.

Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan pengembangan fasilitas dan tenaga dokter spesialis dilakukan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pasien yang datang tidak hanya berasal dari Kota Bontang, tetapi juga daerah sekitar yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis sesuai kondisi kesehatannya.

“RSUD di sini hanya satu-satunya, dan tipe B juga satu-satunya yang ada di Bontang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada pasien dari luar kota maupun daerah berobat ke sini,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD Taman Husada memiliki peran dalam memberikan pelayanan spesialistik sekaligus menerima pasien rujukan sesuai kemampuan fasilitas dan tenaga medis yang tersedia.

Keberadaan rumah sakit tersebut menjadi salah satu pilihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah sekitar Bontang, terutama Muara Badak dan sejumlah kecamatan di Kutai Timur.

Tri menjelaskan, pengembangan layanan spesialis terus dilakukan secara bertahap. Salah satu yang kini tersedia adalah pelayanan urologi untuk menangani gangguan pada saluran kemih serta penyakit tertentu yang berkaitan dengan organ reproduksi pria.

Sebelumnya, RSUD Taman Husada belum memiliki layanan tersebut sehingga pasien yang membutuhkan penanganan tertentu harus memanfaatkan fasilitas kesehatan di luar daerah.

Kini, pelayanan urologi telah tersedia dengan dukungan dokter spesialis. Menurut Tri, dokter yang menangani bidang tersebut memiliki latar belakang pendidikan dari Jerman.

“Dulu urologi kami belum punya, sekarang sudah ada. Dokternya pun pendidikannya dari Jerman. Ortopedi kami juga sudah ada, bahkan untuk spesialis gigi sudah lengkap, seperti konservasi dan ortodonti,” jelasnya.

Selain urologi, RSUD Taman Husada menyediakan pelayanan ortopedi yang menangani gangguan pada tulang, sendi, otot, dan sistem gerak tubuh.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan pasien yang mengalami cedera, patah tulang, maupun gangguan sistem muskuloskeletal lainnya berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Di bidang kesehatan gigi, RSUD Taman Husada juga mengembangkan pelayanan spesialistik, termasuk konservasi gigi dan ortodonti.

Konservasi gigi berfokus pada perawatan untuk mempertahankan gigi asli yang mengalami kerusakan, antara lain melalui perawatan saluran akar dan tindakan restorasi.

Sementara ortodonti menangani kelainan susunan gigi dan hubungan rahang yang membutuhkan perawatan khusus.

Kehadiran berbagai layanan tersebut memberikan pilihan pemeriksaan yang lebih luas bagi masyarakat tanpa harus selalu mencari dokter spesialis di luar Bontang.

Sebelumnya, manajemen RSUD Taman Husada juga menyampaikan bahwa pelayanan urologi dan endoskopi telah dapat diakses melalui BPJS Kesehatan sesuai indikasi medis dan ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, rumah sakit memiliki layanan kateterisasi jantung, CT Scan 128-slice, serta Laboratorium Patologi Anatomi untuk membantu pemeriksaan sel dan jaringan tubuh, termasuk dalam penegakan diagnosis penyakit tertentu.

Laboratorium Patologi Anatomi tersebut telah beroperasi sejak awal 2023 dan menjadi salah satu fasilitas penunjang pemeriksaan medis di Kota Bontang.

Dengan bertambahnya jenis pelayanan, kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan RSUD Taman Husada juga terus meningkat.

Berdasarkan data yang sebelumnya disampaikan manajemen rumah sakit, jumlah kunjungan pada 2024 tercatat sekitar 414 ribu dan meningkat menjadi sekitar 505 ribu kunjungan pada 2025.

Sementara itu, jumlah pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan setiap hari mencapai sekitar 400 hingga 500 orang.

Tri mengakui, meskipun fasilitas dan pelayanan medis terus berkembang, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jenis layanan yang tersedia.

“Kami melihat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa RSUD sudah memiliki fasilitas yang memadai,” bebernya.

Karena itu, RSUD Taman Husada terus melakukan sosialisasi melalui kunjungan langsung ke sekolah, perusahaan, dan sejumlah instansi di Kota Bontang.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan jenis pelayanan, ketersediaan dokter spesialis, serta fasilitas medis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Informasi mengenai layanan juga penting bagi pasien dari luar daerah agar dapat mengetahui pilihan pemeriksaan sebelum datang berobat atau menjalani proses rujukan.

Tri berharap masyarakat Bontang maupun daerah sekitar semakin mengenal perkembangan fasilitas RSUD Taman Husada sehingga dapat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis.

“Dengan demikian, RS daerah dapat menjadi salah satu pilihan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pasien,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

Punya CT Scan 128-Slice hingga Pemeriksaan Kanker, RSUD Bontang Dorong Warga Manfaatkan Layanan Lokal

0
Gedung RSUD Taman Husada Bontang yang telah dilengkapi sejumlah fasilitas pemeriksaan medis, termasuk CT Scan 128-slice dan Laboratorium Patologi Anatomi. (Dwi S)

BONTANG – Warga Bontang yang membutuhkan pemeriksaan medis menggunakan teknologi CT Scan maupun pemeriksaan jaringan untuk mendeteksi keganasan tidak harus selalu pergi ke luar daerah. RSUD Taman Husada Bontang telah memiliki CT Scan 128-slice dan Laboratorium Patologi Anatomi untuk membantu dokter memastikan diagnosis berbagai penyakit, termasuk kanker.

Sayangnya, keberadaan sejumlah fasilitas tersebut belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Karena itu, manajemen RSUD Taman Husada terus memperluas sosialisasi agar warga memahami jenis pelayanan kesehatan yang tersedia di daerah sendiri.

Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan perkembangan fasilitas medis rumah sakit perlu disampaikan secara luas agar masyarakat mengetahui pilihan pemeriksaan sebelum memutuskan berobat ke luar kota.

Salah satu fasilitas yang diperkenalkan adalah CT Scan 128-slice, yakni teknologi pencitraan medis yang dapat menghasilkan gambaran organ dan struktur tubuh secara lebih rinci untuk membantu dokter melakukan pemeriksaan.

“Seperti CT Scan 128-slice, gambaran yang bisa diambil dari kondisi sakit pasien akan menjadi lebih rinci. Kalau pelayanan seperti ini di RSUD Taman Husada Bontang sudah lengkap dan memadai, buat apa pergi jauh-jauh,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

CT Scan merupakan pemeriksaan menggunakan sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengevaluasi berbagai kondisi medis, mulai dari cedera, gangguan organ, hingga kelainan tertentu yang membutuhkan pencitraan lebih mendalam.

Teknologi 128-slice memungkinkan alat menghasilkan banyak irisan gambar dalam satu proses pemindaian. Kemampuan tersebut dapat mendukung pemeriksaan dengan detail yang lebih baik sesuai jenis pemeriksaan dan pengaturan yang digunakan.

Namun, penggunaan CT Scan tetap berdasarkan indikasi medis dan pertimbangan dokter karena tidak semua keluhan kesehatan memerlukan pemeriksaan pencitraan tersebut.

Menurut Tri, keberadaan fasilitas pemeriksaan di Bontang juga memberikan keuntungan dari sisi akses pelayanan.

Pasien yang harus berobat ke luar daerah tidak hanya memikirkan biaya pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga kebutuhan perjalanan, penginapan, transportasi lokal, serta waktu yang harus dihabiskan jauh dari keluarga.

Beban tersebut dapat bertambah apabila pasien membutuhkan pemeriksaan berulang atau harus menunggu jadwal tindakan medis lanjutan.

Karena itu, masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu jenis pelayanan yang tersedia di RSUD Taman Husada sebelum memutuskan mencari fasilitas kesehatan di kota lain.

“Harapannya, hal seperti ini bisa disampaikan ke masyarakat, ada apa saja di RSUD ini. Dalam artian, masyarakat yang awalnya tidak tahu jadi tahu,” jelasnya.

Selain CT Scan, RSUD Taman Husada juga memiliki Laboratorium Patologi Anatomi yang digunakan untuk membantu dokter memastikan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan sel dan jaringan tubuh.

Layanan tersebut memiliki peran penting dalam pemeriksaan jaringan hasil biopsi maupun tindakan operasi, termasuk untuk mengetahui apakah suatu tumor menunjukkan karakteristik jinak atau ganas.

Pada kasus dugaan kanker, pemeriksaan histopatologi dapat menjadi salah satu dasar utama dalam memastikan diagnosis sebelum dokter menentukan langkah pengobatan.

Sebelumnya, pasien yang membutuhkan pemeriksaan jaringan tertentu harus memanfaatkan fasilitas kesehatan di luar daerah. Kini, sejumlah pemeriksaan dapat dilakukan di RSUD Taman Husada sesuai kemampuan laboratorium dan jenis pemeriksaan yang tersedia.

Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Taman Husada sendiri telah beroperasi sejak awal 2023, setelah melalui proses persiapan sejak 2022.

Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Taman Husada Bontang, dr. Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA, sebelumnya menjelaskan bahwa pemeriksaan jaringan menjadi bagian penting dalam membantu dokter memastikan jenis penyakit.

“Laboratorium PA tujuannya sendiri untuk memastikan penyakit,” jelasnya dalam keterangan sebelumnya.

Ia juga menyebut laboratorium tersebut merupakan satu-satunya layanan patologi anatomi yang tersedia di Kota Bontang.

Selain dokter spesialis patologi anatomi, RSUD Taman Husada memiliki dokter spesialis patologi klinik yang menangani pemeriksaan laboratorium terhadap sampel seperti darah, urine, dan cairan tubuh lainnya.

Kedua layanan tersebut memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama mendukung proses diagnosis dan pemantauan kondisi pasien.

Tri menilai keberadaan fasilitas medis yang semakin berkembang perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai jenis pelayanan yang dapat diakses.

Melalui sosialisasi, masyarakat diharapkan mengetahui bahwa sejumlah pemeriksaan yang sebelumnya harus dilakukan di luar kota kini telah tersedia di Bontang.

Meski demikian, tidak semua penyakit dapat ditangani sepenuhnya di RSUD Taman Husada. Untuk kasus yang membutuhkan tindakan atau pemeriksaan khusus di luar kemampuan fasilitas rumah sakit, pasien tetap dapat dirujuk sesuai indikasi medis.

Manajemen RSUD Taman Husada terus memperkenalkan layanan kesehatan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, termasuk kunjungan ke perusahaan, sekolah, dan instansi di Kota Bontang.

Tri berharap informasi mengenai fasilitas CT Scan 128-slice, Laboratorium Patologi Anatomi, dan berbagai layanan spesialis lainnya semakin dikenal masyarakat sehingga pasien dapat memperoleh pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya tanpa harus selalu bepergian ke luar daerah. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

Periksa Tumor Jinak atau Ganas, RSUD Bontang Kini Bisa Analisis Jaringan Pasien Usai Operasi

0
Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., saat memberikan keterangan. (Dwi S)

BONTANG – Pasien yang menjalani operasi pengangkatan benjolan atau tumor kini dapat memeriksakan jaringan tubuhnya di RSUD Taman Husada Bontang untuk mengetahui ada tidaknya tanda keganasan. Pemeriksaan melalui Laboratorium Patologi Anatomi tersebut membantu dokter memastikan diagnosis penyakit tanpa harus selalu mengirimkan sampel jaringan ke luar daerah.

Layanan ini menjadi salah satu fasilitas penunjang medis yang dikembangkan RSUD Taman Husada untuk meningkatkan ketepatan diagnosis dan penanganan pasien.

Staf Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan pemeriksaan jaringan memiliki peran penting, terutama setelah pasien menjalani tindakan operasi tertentu.

Jaringan yang diangkat saat operasi dapat diperiksa untuk mengetahui karakteristik sel dan memastikan apakah terdapat tanda keganasan atau kelainan lainnya.

“Jadi, kalau orang habis operasi, ada jaringan yang harus diperiksa, ganas atau tidak. Inilah salah satu tujuan dan kemajuan tahap demi tahap, kemudian pengaruhnya ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Menurut Tri, hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi dokter dalam menentukan diagnosis dan langkah penanganan berikutnya.

Pemeriksaan patologi anatomi dilakukan dengan menganalisis sampel sel atau jaringan tubuh menggunakan prosedur laboratorium, termasuk pengamatan melalui mikroskop.

Melalui pemeriksaan ini, dokter spesialis patologi anatomi dapat mengidentifikasi perubahan struktur jaringan yang mengarah pada penyakit tertentu, termasuk membedakan tumor jinak dan ganas.

Pada kasus dugaan kanker, pemeriksaan jaringan atau histopatologi sering menjadi salah satu pemeriksaan utama untuk memastikan diagnosis. Namun, jenis pemeriksaan dan kebutuhan analisis tambahan tetap disesuaikan dengan kondisi pasien.

Tidak semua jaringan yang diangkat melalui operasi menunjukkan keganasan. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan karakteristik jaringan berdasarkan hasil analisis medis, bukan hanya dari bentuk benjolan atau gejala yang dialami pasien.

Tri menjelaskan, RSUD Taman Husada kini telah memiliki tenaga dokter spesialis patologi anatomi yang mendukung pemeriksaan jaringan tersebut.

Selain itu, rumah sakit juga memiliki dokter spesialis patologi klinik untuk menunjang pemeriksaan laboratorium lainnya.

“Maka dari itu, kami sudah memiliki dokter patologi anatomi dan dokter patologi klinik sekaligus,” ungkapnya.

Kedua bidang spesialisasi tersebut memiliki peran berbeda dalam pelayanan kesehatan.

Patologi anatomi berfokus pada pemeriksaan sel dan jaringan tubuh untuk membantu memastikan jenis penyakit. Sementara patologi klinik berkaitan dengan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel seperti darah, urine, dan cairan tubuh lainnya untuk membantu diagnosis serta pemantauan kondisi pasien.

Keberadaan kedua layanan tersebut memperkuat fasilitas pemeriksaan penunjang yang tersedia di RSUD Taman Husada Bontang.

Sebelumnya, manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Taman Husada telah beroperasi sejak awal 2023, setelah persiapannya dilakukan pada 2022.

Dokter Spesialis Patologi Anatomi RSUD Taman Husada, dr. Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA, sebelumnya menjelaskan bahwa pemeriksaan jaringan menjadi bagian penting dalam memastikan diagnosis penyakit.

“Laboratorium PA tujuannya sendiri untuk memastikan penyakit,” jelasnya dalam keterangan sebelumnya.

Ia juga menyebut laboratorium tersebut merupakan satu-satunya layanan patologi anatomi yang tersedia di Kota Bontang.

Dengan fasilitas tersebut, pasien yang membutuhkan pemeriksaan jaringan memiliki akses pelayanan lebih dekat, sesuai jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan rumah sakit.

Meski demikian, pemeriksaan patologi anatomi tidak selalu dilakukan setelah setiap tindakan operasi. Pengambilan dan pemeriksaan sampel tetap berdasarkan indikasi medis serta pertimbangan dokter yang menangani pasien.

Dalam kasus tertentu, pemeriksaan tambahan atau rujukan ke fasilitas laboratorium lain juga masih dapat diperlukan, bergantung pada jenis penyakit dan kebutuhan diagnosis.

Tri mengatakan pengembangan fasilitas medis perlu diikuti penyebarluasan informasi agar masyarakat mengetahui jenis pelayanan yang telah tersedia di RSUD Taman Husada.

Pasalnya, masih ada warga yang belum mengetahui bahwa rumah sakit daerah tersebut memiliki layanan pemeriksaan jaringan untuk membantu dokter memastikan diagnosis penyakit.

Karena itu, pihak RSUD terus melakukan sosialisasi mengenai fasilitas kesehatan dan layanan dokter spesialis kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan ke perusahaan, sekolah, dan instansi di Bontang.

“RSUD Taman Husada pun terus berupaya meningkatkan pelayanan secara bertahap, agar fasilitas kesehatan yang tersedia dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Bontang maupun pasien dari daerah sekitar,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Agus S

Tiga Debutan Para Atletik Indonesia Sumbang Lima Medali di Asian Para Games 2026

0
Ekspresi dari pelari para Indonesia Vitasari usai memasuki garis finis final 100 meter T36 putri Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Rabu (21/10/2026). Vitasari berhasil meraih medali perunggu usai finis pada urutan ketiga dengan catatan waktu 14,75 detik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/agr

NAGOYA – Tiga atlet debutan para atletik Indonesia langsung menorehkan prestasi di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang. Helin Wardina, Muhammad Ridho Alfares Putra, dan Vitasari menyumbangkan total lima medali sekaligus mencatatkan waktu terbaik pribadi (personal best).

Helin Wardina menjadi salah satu sorotan setelah meraih dua medali perunggu. Atlet berusia 23 tahun asal Kabupaten Bengkalis, Riau, itu finis di posisi ketiga nomor 100 meter putri T37/T38 dengan catatan waktu 13,69 detik dan nomor 200 meter putri T37 dengan waktu 28,58 detik.

“Sebenarnya tidak nyangka, tapi saya percaya saya bisa berada di podium,” kata Helin di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Kamis (22/10/2026).

Helin mengaku belum memiliki banyak pengalaman menghadapi para pesaingnya di ajang multievent tingkat Asia, termasuk dua atlet China, Wen Xiaoyan dan Jiang Fenfen, pada nomor 200 meter.

Karena baru pertama kali tampil di Asian Para Games, Helin meminta pelatih tidak membebaninya dengan target medali agar bisa menikmati pertandingan dan fokus pada penampilannya.

“Sejujurnya, kalau dari pelatih sih tidak ada target. Saya sudah pesankan dari awal untuk tidak dibebankan ke saya dulu, karena baru pertama banget ikut ini,” ujarnya.

Kontribusi medali berikutnya datang dari Muhammad Ridho Alfares Putra. Ia meraih medali perak nomor 100 meter putra T36 dengan catatan waktu 11,87 detik.

Ridho mengaku sempat gugup ketika melihat kualitas para pesaingnya. Namun, ia mampu mengatasi tekanan dan mencatatkan waktu terbaik pribadinya.

“Hari ini sangat menegangkan, karena lihat dari musuh-musuhnya itu kayak jauh-jauh [lebih unggul], gitu. Kaget,” kata Ridho.

Sementara itu, Vitasari turut menyumbangkan dua medali perunggu dari nomor 100 meter dan 200 meter putri T36. Pada nomor 100 meter, ia membukukan waktu terbaik pribadi 14,75 detik.

Hasil tersebut menambah catatan prestasi Vitasari yang sebelumnya meraih tiga medali emas pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Solo pada 2024 serta emas Asian Youth Para Games 2025 di Dubai.

Tambahan lima medali dari ketiga debutan itu memperkuat kontribusi cabang para atletik bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Hingga Kamis (22/10), para atletik Indonesia telah mengoleksi 18 medali, terdiri atas dua emas, enam perak, dan 10 perunggu.

Dua medali emas dipersembahkan I Kadek Dwi Purwana Yasa dari nomor lempar cakram putra F57 dan Karisma Evi Tiarani dari nomor 100 meter putri T63.

Prestasi para debutan tersebut menjadi tambahan penting bagi perolehan medali Indonesia, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka bersaing di panggung olahraga para tingkat Asia. (ANT/KN)

KPK Surati Panglima TNI, Dalami Dugaan Keterlibatan Dua Prajurit di Kasus BNPB

0
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Achmad Taufik Husein memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (ANTARA/Rio Feisal)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu jawaban dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait surat yang dikirimkan mengenai dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus korupsi dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, lembaga antirasuah itu belum menerima balasan atau konfirmasi dari pihak TNI.

“Kami menunggu balasan atau konfirmasi dari pihak TNI,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Taufik juga meminta masyarakat bersabar terkait pengungkapan identitas kedua prajurit tersebut, termasuk dugaan peran mereka dalam perkara yang masih dalam tahap penyidikan.

“Itu belum bisa kami sampaikan karena masih berproses penyidikan. Tentunya, masyarakat harus memaklumi karena proses sedang berjalan, dan masih baru,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap 15 orang. Sehari kemudian, lima orang ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satu tersangka adalah Bima Setiawan, adik Letnan Jenderal TNI Suharyanto yang saat OTT berlangsung menjabat Kepala BNPB. Bima juga diketahui merupakan tenaga ahli kepala BNPB ketika Suharyanto masih aktif menjabat.

Empat tersangka lainnya yakni Gabriel Purwaka Sigit, pejabat pembuat komitmen sekaligus Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB; Richard Erlangga, tenaga ahli Kepala BNPB; Gery Prasetiawan, Direktur PT Trans Lintas Selaras; serta Syifa Nrika Ghifarin dari pihak swasta.

Pada 16 Oktober 2026, KPK menyita barang bukti dengan nilai total Rp5,47 miliar. Barang bukti tersebut terdiri atas 7.500 dolar Amerika Serikat, 9.000 dolar Singapura, uang tunai Rp3,35 miliar, 56 keping emas dengan berat total 133 gram senilai Rp315,8 juta, tabungan emas seberat 192 gram senilai Rp452 juta, serta aset kripto senilai Rp1,10 miliar.

KPK juga telah menggeledah ruangan Kepala BNPB dan sejumlah ruangan lain di kantor lembaga tersebut setelah penetapan para tersangka.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK telah memberitahukan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengenai peran Suharyanto. Selanjutnya, pada 20 Oktober 2026, KPK mengirimkan surat kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto terkait dugaan keterlibatan dua prajurit aktif dalam kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas pada 21 Oktober 2026 menyatakan TNI menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. TNI, kata dia, akan berkoordinasi dengan lembaga antirasuah tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. (ANT/KN)