Beranda blog Halaman 1176

KPU RI Tegaskan Tidak Ada Revisi PKPU Pencalegan

0
Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari. (Antara)

KORANUSANTARA– Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait penghitungan kuota keterwakilan perempuan dan masa jeda bacaleg mantan terpidana diputus Mahkamah Agung (MA) bertentangan dengan undang-undang (UU). Meski demikian, KPU tetap tidak mau merevisi peraturan itu.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan, pihaknya tak perlu melakukan revisi. Sebab, dia menilai bahwa dalam putusannya, MA sudah merumuskan sendiri ketentuannya. Termasuk membatalkan norma yang dibuat KPU. ’’Jadi, sudah berubah rumusan itu sesungguhnya,’’ ujarnya Senin, 9 Oktober 2023.

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, lanjut Hasyim, sebuah norma akan berubah tidak hanya melalui revisi. Namun, bisa juga lewat putusan yudisial. Dalam hal PKPU, dia menyebut normanya sudah diubah oleh MA. ’

Hasyim menyatakan, KPU sudah mengirim surat dinas kepada parpol peserta Pemilu 2024 untuk menyesuaikan daftar bacaleg sesuai keputusan MA. Lantas, bagaimana jika parpol tidak patuh? Dia menyatakan, tidak ada sanksi apa pun. ’’Di UU tentang Pemilu tidak ada sanksinya. Kalau di undang-undang tidak ada sanksi, KPU kan tidak bisa memberi sanksi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, peneliti Netgrit Hadar Nafis Gumay menilai sikap KPU yang hanya mengeluarkan surat dinas adalah tindakan keliru. Bahkan, terkesan menghindari tugas untuk melakukan perubahan PKPU. ’’Ini tentu tidak sesuai dengan prinsip berkepastian hukum yang harus dipegang KPU sebagai penyelenggara pemilu,’’ ucapnya.

Menurut Hadar, ketidakpatuhan pada putusan MA itu sangat berbahaya. Bahkan, hal itu termasuk pelanggaran kode etik yang mewajibkan penyelenggara tunduk pada hukum.

Hadar mengingatkan, keterwakilan perempuan merupakan prinsip affirmative action yang dijamin konstitusi. Fungsinya untuk mengoreksi dan memperbaiki persoalan diskriminatif. Karena itu, keengganan KPU melakukan revisi PKPU itu tak hanya mencederai mandat kebijakan tersebut, tapi juga berdampak pada kemunduran pencapaian indeks demokrasi dan indeks pembangunan gender (IPG). (*)

Golkar Upayakan Prabowo-Airlangga Berpasangan

0
Airlangga Hartarto disebut sosok tepat sebagai pendamping Prabowo Subianto pada Pilres 2024.

KORANUSANTARA – Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih alot dalam memutuskan pendamping Prabowo Subianto. Masing-masing anggota koalisi masih keukeuh menyodorkan nama sebagai bakal cawapres.  

Mengingat masa pendaftaran pasangan bacapres-bacawapres ke KPU RI kian dekat, yakni 19 Oktober 2023. Sejauh ini, para petinggi Partai Golkar tetap nyaring untuk mengajukan nama Airlangga Hartarto sebagai bacawapres pendamping Prabowo Subianto.

Ketua Fraksi Golkar MPR RI Idris Laena mengatakan, Airlangga tetap akan didorong menjadi cawapres untuk Prabowo. Sebab, keputusan agar Menko Perekonomian itu maju di Pilpres 2024 merupakan amanat Munas, Rapimnas, dan Rakernas Partai Golkar. ’’Ada empat alasan yang patut jadi pertimbangan Prabowo Subianto dalam menentukan bacawapres. Keempatnya ada pada sosok Airlangga,’’ kata Idris dalam siaran persnya, Senin, 9 Oktober 2023.

Pertama, hasil survei beberapa lembaga menunjukkan bahwa elektabilitas duet Prabowo-Airlangga termasuk sangat tinggi jika dibandingkan bacawapres lain. Kedua, Golkar merupakan pemilik kursi terbanyak setelah Partai Gerindra di KIM sehingga pantas Airlangga dijadikan bacawapres pendamping Prabowo.

Ketiga, Golkar sebagai partai besar tentu punya kader tradisional yang konkret mendukung jika Airlangga menjadi bacawapres. ’’Seperti yang terjadi pada dua kali pencalonan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden. Saya yakin akan linier dengan perolehan suara Golkar,’’ ujarnya.

Keempat, isu terbesar pada Pemilu 2024 adalah ekonomi. Artinya, sebagai Menko Perekonomian, tentu Airlangga sangat berpengalaman di bidang ekonomi. Hal itu pun sudah dirasakan di era pemerintahan Presiden Jokowi. ’’Dikhawatirkan jika cawapres yang diusung KIM bukan Airlangga, kader Partai Golkar tidak solid 100 persen dalam mendukung pencapresan Prabowo,’’ pungkasnya. (*) 

Didukung Dunia Usaha, Kasus Tengkes di Marangkayu Diklaim Turun

0
Camat Marangkayu Ambo Dalle. (Istimewa)

TENGGARONG – Penanganan kasus tengkes di Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi prioritas Pemkab Kukar. Berbagai upaya dilakukan agar kasus tengkes bisa ditekan hingga menyentuh angka 14 persen pada 2024.

Perlahan namun pasti, penanganan kasus tengkes membuahkan hasil. Salah satunya di Kecamatan Marangkayu. Ambo Dalle, camat Marangkayu mengklaim kasus tengkes di wilayahnya menurun. Diakuinya dengan mendapat dukungan dari segala pihak, salah satunya dari dunia usaha dan sektor swasta. Yakni perusahaan minyak dan gas (migas) yang berinvestasi di Kecamatan Marangkayu. Sebut saja PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan PT Pertamina Hulu Sangasanga (PHSS).

“Jadi masalah stunting ini, alhamdulillah di Kecamatan Marangkayu ada penurunan, ” jelas Ambo Dalle saat dikonfirmasi.

Dukungan yang dimaksud pun, seperti upaya pemenuhan gizi masyarakat Kecamatan Marangkayu, terutama di ring 1 wilayah operasi mereka setiap bulannya. PHKT misalnya, yang menyalurkan makanan berupa telur dan gizi lainnya ke warga secara langsung. Dengan terlebih dahulu dikumpulkan di kantor kecamatan.

Selain itu juga, mengantar langsung ke sekolah-sekolah. Hingga saat ini, terus rutin dilaksanakan oleh perusahaan migas tersebut. “Penanganan stunting ini sesuai arahan Bupati Kukar yang ingin Kukar angka stunting-nya turun,” lanjutnya.

Pengendalian kemiskinan ekstrem pun turut menjadi perhatian. Yakni melalui proses verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta berkoordinasi dalam rangka penurunan angka kemiskinan. “Jangan sampai ada masyarakat yang mampu tapi masih masuk data DTKS, ” tutupnya. (KN/ADV)

Program Disapa Raih Penghargaan Tingkat Nasional, Bupati Apresiasi Jajaran OPD

0
Bupati Kukar Edi Damansyah bersama tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah usai apel pagi di Bapenda Kukar.

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapresiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar atas kontribusinya terhadap program Digitalisasi Pelayanan Publik (Disapa) yang meraih penghargaan di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan Edi saat menyerahkan plakat penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kepada Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) pada pelaksanaan apel pagi di Bapenda Kukar, Senin, 9 Oktober 2023. Tim P2DD Kukar menjadi kabupaten terbaik wilayah Kalimantan melalui aplikasi unggulannya, Si Pajol Betijak.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Bapenda Kukar dan seluruh jajaran OPD Kabupaten Kukar karena program Disapa itu sudah mendapatkan apresiasi di tingkat nasional,” ucap Edi.

Menurutnya, apresiasi tersebut diberikan kepada Kabupaten Kukar melalui Bapenda Kukar karena saat ini sistem program pelayanan publik khususnya yang berkaitan dengan pendapatan asli daerah sudah berbasis digital.

Ditambahkannya, sistem yang telah terbangun dan telah masuk visi-misi program Kukar Idaman, serta telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) 6/2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026 tersebut bisa dilaksanakan secara konsisten, baik perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.

“Jadi, pesan saya tinggal konsisten saja. Konsistensi itu perlu. Konsistensi dari perencanaannya, melaksanakannya, mengevaluasinya. Ini berkaitan dengan dukungan pembiayaan dan masyarakat bisa menikmati bentuk pelayanannya,” tegas Edi.

Kegiatan apel diakhiri dengan sesi foto bersama. Hadir Danlanud Dhomber Balikpapan Kolonel Pnb David Ali Hamzah, Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Hendriman Putra, Dandim 0906/KKR Letkol Inf Jefry Satria, perwakilan Polres Kukar, serta Sekkab Sunggono.(KN/ADV)

Kanreg VIII BKN Apresiasi Pemkot Bontang Atas Komitmen Peningkatan Kualitas Data ASN Terintegrasi SIASN

0

KANTOR Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (Kanreg 8 BKN) memberikan piagam penghargaan sebagai wujud apresiasi kepada Pemkot Bontang atas Komitmen Peningkatan Kualitas Data ASN Terintegrasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN).

Pemberian penghargaan tersebut ditandatangani Kepala Kanreg 8 BKN A. Darmuji, S.Sos, M.Si yang diserahkan Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Bagus Adi Noegroho, ST kepada yang mewakili Walikota Bontang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syahruddin, SE, M.A,M.Eng didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Drs. Sudi Priyanto, M.Si pada Senin 9 Oktober 2023.

SIASN merupakan aplikasi yang bertujuan untuk mengintegrasikan data ASN secara nasional meliputi seluruh Instansi Pemerintah Pusat dan Instansi Pemerintah Daerah.

Ini menjadi bagian dari reformasi yang harus memberikan dampak bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, BKN mengimplementasikan digitalisasi manajemen ASN dalam SIASN.

Menurut Sudi Priyanto, bahwa sebelumnya pihaknya telah memiliki Simpeg (Sistem Informasi Kepegawaian) yang merupakan aplikasi kepegawaian untuk melingkupi seluruh data kepegawaian ASN Kota Bontang, karena selama ini telah berjalan efektif maka bersama BKN telah dilakukan integrasi dua arah antara Simpeg dengan SIASN.

“Ini merupakan rangkaian informasi dan data Pegawai ASN yang disusun secara sistematis, menyeluruh, dan terintegrasi berbasis teknologi,” katanya.

Lebih lanjut upaya yang dilakukan adalah mencoba meningkatkan kualitas data dengan melakukan updating data secara berkelanjutan bersama Tim BKPSDM dengan admin perangkat daerah/ UPT/ kelurahan se Kota Bontang.

“Inilah yang kemudian diapresiasi oleh Kanreg BKN sebagai wujud komitmen intansi pemerintah daerah dalam menyiapkan data kepegawaian yang berkulitas. Dengan harapan akan memberikan kemudahan bagi kami bersama BKN dalam melakukan proses layanan kepegawaian secara menyeluruh kepada ASN Kota Bontang,” bebernya.

Sementara Darmuji, mengatakan upaya yang dilaksanakan Pemkot Bontang merupakan langkah yang baik dalam menyelesaikan disparitas data ASN. “Hal lain yang juga menjadi apresiasi kami adalah dukungan kegiatan pembekalan/pelatihan yang diberikan kepada admin perangkat daerah sehingga mangetahui dan mampu membantu peremajaan data secara lengkap dan bertanggungjawab,” bebernya.

Peremajaan dan pembaharuan data secara mandiri untuk mewujudkan data yang akurat, terkini, terpadu, dan berkualitas guna meningkatkan kualitas layanan managemen ASN adalah suatu proses yang harus berlangsung secara terus menerus, dengan tujuan:

1. Pelaksanaan LAYANAN PUBLIK MANAJEMEN ASN, yaitu:

  • Perencanaan pengadaan ASN
  • Perekrutan dan orientasi untuk mendapatkan talenta terbaik
  • Pengembangan kapasitas, melalui pengurangan kesenjangan kompetensi
  • Penilaian Kinerja dan pemberian penghargaan untuk meningkatkan kinerja berkelanjutan
  • Promosi, Rotasi dan Pengembangan karir menuju ASN yang dinamis
  • Purnabakti melalui pemberian apresiasi yang layak

2. Mewujudkan SATU DATA ASN YANG BERKUALITAS guna mendukung penyusunan kebijakan ASN berbasis data. (ADV)

Segera Disalurkan, Kabag Kesra Minta Penerima Beasiswa Kukar Idaman Gunakan Bantuan Sesuai Keperluan

0
Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Ady/Radar Kukar )

TENGGARONG – Menjelang penyaluran Beasiswa Kukar Idaman tahap satu, yang diperkirakan akan dilakukan pada bulan Oktober ini. Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, turut mengingatkan calon penerima, agar memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin dan sesuai kebutuhan. Mengingat penerima yang cenderung menggunakan beasiswa ini diluar kebutuhan pendidikan, Senin (9/10/2023).

“Harapan kami beasiswa yang diberikan oleh Pemkab Kukar ini bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Karena beasiswa ini tujuannya untuk pendidikan jadi digunakan lah untuk biaya pendidikan selama satu tahun,” tutur Dendy.

Dendy juga meminta para penerima untuk menghindari penggunaan hedonistik dari beasiswa ini. Karena hal itu akan menjadi kebalikan dari tujuan awal Beasiswa Kukar Idaman. Yakni untuk membantu peningkatan SDM Kukar disektor pendidikan. Dengan dana yang akan diterima beasiswa stimulan sebesar Rp 5 juta, Dendy berharap dana ini dapat digunakan untuk biaya pendidikan penerima.

“Kami harap dana ini dapat digunakan untuk membayar biaya pendidikan atau kebutuhan lain mereka yang berkaitan dengan pendidikan,” harapnya.

Untuk diketahui, Pemkab juga telah membuka pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman tahap dua. Dibuka sejak 2 Oktober lalu, Pemkab mempersiapkan anggaran Rp 5 miliar. Yang nantinya akan ditujukan bagi 983 calon penerima dari pelajar, mahasiswa, santri hingga guru.

“Tahap kedua dibuka mulai tanggal 2 Oktober hingga 31 Oktober nanti melalui website https://beasiswa.kukarkab.go.id/,” pungksnya.(Adv/KN)

Sakirman Dorong Program Peningkatan Kesejahteraan Nelayan

0
Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman meminta perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan di Bumi Batiwakkal. Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus memberikan perhatian lebih kepada nelayan.

Dipaparkannya, sebagian besar masyarakat Kecamatan Sambaliung, Tabalar hingga Bidukbiduk kesehariannya bekerja sebagai nelayan. “Maka dari itu saya harap ada program-program yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan para nelayan,” ungkapnya.

Menurutnya, agar perekonomian para nelayan dapat meningkat, OPD terkait harus maksimal dalam membantu meningkatkan hasil tangkap nelayan. “Mungkin melalui pemenuhan sarana dan prasarananya. Jika semua kebutuhan penunjang nelayan maksimal, saya yakin hasil tangkap mereka bisa lebih jauh meningkat, tentunya berampak kepada kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Dirinya juga mendorong pemberian bantuan bibit ikan untuk nelayan tambak. “Karena banyak juga masyarakat yang memiliki tambak atau kolam ikan,” jelasnya. Sakirman menambahkan, selain bantuan bibit ikan, OPD teknis harus berinovasi mengenai hasil tangkap nelayan. Misalnya membuat olahan masakan siap saji.

“Seperti bandeng tanpa duri, bandeng asap, terus mengenai olahan udang yang dikemas sedemikian rupa,” terangnya.

Dinilainya, jika hal tersebut dilakukan dengan maksimal, maka selain nelayan sebagai penyuplai bahan baku, para pelaku UMKM yang menjual produk masakan siap saji juga sejahtera. “Sehingga saling menguntungkan. Kalau kita hanya menggencarkan penjualan ikan mentah, saya khawatir mengalami stagnan,” imbuhnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, pemerintah harus serius menyejahterakan nelayan melalui program-program kerjanya. “Program yang dibuat harus bermuara kepada kesejahteraan,” tegasnya.

Sakirman berharap, OPD terkait bisa terus berkoordinasi dengan para nelayan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. “Fasilitasi mereka, mungkin melalui semacam forum. Nantinya apa yang dibutuhkan para nelayan, saya harap itu yang menjadi program,” tandasnya. (ADV/KN)

Kabut Asap Mengintai, Rudi Ajak OPD Pantau Harga Masker

0
Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong

TANJUNG REDEB – Kualitas udara di Kabupaten Berau tengah tercatat kurang baik. Kondisi tersebut karena adanya polusi udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah. Anggota Komisi I DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong menuturkan, masyarakat harus memakai masker di tengah kondisi cuaca yang kurang baik untuk saluran pernafasan.

“Jangan tunggu kabut asap tebal sekali baru berbondong-bondong membeli atau menggunakan masker. Sebaiknya mencegah secara dini,” tuturnya.

Dia menegaskan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus memantau secara ketat penjualan masker kepada masyarakat. Terkhusus kepada harga yang dibanderol. “Kita tidak ingin kejadian seperti saat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu terjadi, dimana stok masker ditimbun dan harga yang dipasang terlalu tinggi,” katanya.

Menurutnya, OPD terkait harus bisa mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan kondisi untuk meraup ‘cuan’ lebih. “Tentunya hal itu bisa merugikan masyarakat. Saya rasa ini harus jadi perhatian dan diawasi secara ketat,” tegasnya.

Politikus PDI-P ini menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk terjun langsung ke lapangan guna mengecek harga masker yang diperjual belikan. “Jangan sampai ada lonjakan harga yang memicu keresahan masyarakat. Kita harus sama-sama mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (ADV/MK)

Pertanian Terancam, Nurung Minta Pemerintah Dengar Keluhan Petani

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Nurung

TANJUNG REDEB – Masih minimnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi sektor pertanian dalam mengatasi alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan disorot Anggota Komisi II DPRD Berau, Nurung.

Menurutnya, alih fungsi lahan terjadi akibat para petani menilai sektor perkebunan lebih menjanjikan. Namun, Nurung mengaku khawatir jika hal tersebut tidak segera ditindaklanjuti menyebabkan krisis pangan.

“Wajar kalau petani memutuskan beralih ke perkebunan kelapa sawit, karena mereka membutuhkan kesejahteraan. Akan tetapi dalam hal ini OPD terkait harus gerak cepat mencari solusi agar alih fungsi lahan tidak marak,” ungkapnya.

Nurung mengaku pernah menerima keluhan dari para petani mengenai kesulitan mencari pasar. Dinilainya hal tersebut yang harus diperhatikan OPD terkait.

“Itu pasti berkaitan erat dengan kesejahteraan mereka. Saya harap OPD terkait dapat membantu dalam hal pemasaran hasil panen petani,” katanya.

Politikus Nasional Demokrat (NasDem) ini menilai, jika alih fungsi lahan terjadi secara besar-besaran, maka kinerja OPD yang membidangi hal tersebut harus dipertanyakan.

“Supaya tidak terjadi, saya kira pemerintah harus hadir untuk mendengar kendala apa yang dihadapi para petani,” tegasnya. (ADV/KN)

Atasi Kampung Rawan Pangan, Darlena Ajak Sinergi Semua Pihak

0
Anggota Komisi II DPRD Berau, Darlena

TANJUNG REDEB – Adanya kampung berstatus rawan pangan di Bumi Batiwakkal menjadi sorotan Anggota Komisi II DPRD Berau, Darlena.

Ia menuturkan, dengan adanya kampung berstatus rawan pangan tentu sangat memprihatinkan. Untuk mengatasi hal tersebut, dinilainya dibutuhkan sinergi antar seluruh pihak. “Kami di DPRD sudah sering menyuarakan persoalan ini untuk segera dicarikan solusinya. Saya harap segera ada tindaklanjutnya,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai langkah awal menekan jumlah kampung berstatus rawan pangan, masyarakat jangan hanya menjadi konsumtif saja. Namun ikut serta memproduksi bahan-bahan yang mereka konsumsi. “Saya rasa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hal tersebut. Jadi tidak hanya membeli saja, tetapi juga mampu swasembada,” terangnya.

Darlena menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus mampu menyelesaikan permasalahan rawan pangan melalui program-program mengenai hal tersebut. “Jika perlu instruksikan OPD terkait melahirkan ide atau gagasannya untuk mengatasi rawan pangan itu. Dengan catatan hanya fokus ke kampung-kampung yang berstatus rawan pangan,” katanya.

Kendati demikian, Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mendorong jajaran eksekutif berinovasi untuk membantu masyarakat yang berada di kampung berstatus rawan pangan. “Harus diberikan perhatian khusus. Saya harap segera ada solusi dan tindaklanjutnya,” pungkasnya. (ADV/KN)