Beranda blog Halaman 110

Prabowo Apresiasi Thailand Bantu Pulangkan Hampir 1.000 WNI Korban Penipuan Daring

0
Presiden Prabowo Subianto (kanan) bersama Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul (kiri) menggelar keterangan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertemuan bilateral dengan PM Thailand Anutin Charnvirakul difokuskan untuk memperkuat kerja sama yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus memperkokoh stabilitas kawasan ASEAN. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Pemerintah Thailand yang membantu memfasilitasi pemulangan hampir 1.000 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban online scam atau penipuan daring.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Thailand atas bantuan dan kerja sama erat dalam memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam,” kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Prabowo mengatakan jumlah WNI yang telah dipulangkan dengan dukungan Pemerintah Thailand mendekati 1.000 orang sehingga menjadi bantuan yang sangat berarti bagi Indonesia.

“Jumlahnya cukup besar, mendekati hampir seribu warga negara Indonesia. Ini bantuan yang sangat berarti,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, keberhasilan pemulangan para korban mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Thailand, terutama dalam penanganan kejahatan transnasional.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan PM Anutin juga sepakat memperkuat kerja sama politik dan keamanan, khususnya dalam menangani berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

Kerja sama itu mencakup penanganan penipuan daring yang menjadi salah satu bentuk kejahatan transnasional yang menjadi perhatian kedua negara.

Prabowo mengatakan Indonesia dan Thailand juga akan memperkuat pertukaran informasi dan intelijen, investigasi bersama, serta koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional.

“Kami juga mendukung pengembangan transnational referral mechanism (TRM), sebagai sebuah terobosan untuk mempercepat perlindungan identifikasi dan pemulangan korban kejahatan transnasional secara aman dan bermartabat,” ujar Prabowo. (ANT/KN)

Nekat Tangkap Piton di Sumur, Warga Samarinda Nyaris Jadi Korban Lilitan

0
Petugas Damkar bersama warga mengevakuasi ular piton sepanjang sekitar lima meter yang ditemukan di dalam sumur rumah warga di Kelurahan Mugirejo, Samarinda. (Foto: Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Upaya menangkap seekor ular piton sepanjang sekitar lima meter di Jalan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, berubah menjadi momen menegangkan. Seorang warga nyaris kehilangan nyawa setelah tubuhnya dililit ular saat mencoba mengevakuasi reptil tersebut dari dalam sumur, Senin (3/8/2026).

Peristiwa bermula ketika Slamet, pemilik rumah, curiga karena air dari mesin pompa tidak mengalir sejak pagi. Saat memeriksa ke dalam sumur, ia menemukan seekor ular piton berukuran besar yang diduga menyumbat saluran air.

Slamet kemudian meminta bantuan warga sekitar. Salah seorang warga bernama Dicky berinisiatif turun ke dalam sumur untuk menangkap ular tersebut.

Namun kondisi sumur yang sempit membuat proses evakuasi berubah menjadi berbahaya. Piton itu justru melilit tubuh Dicky dengan kuat hingga ia kesulitan bernapas dan bergerak.

“Di dalam sumur rasanya sempit sekali, dan ularnya melilit cukup kuat di badan saya. Rasanya sulit bernapas dan bergerak. Tapi Alhamdulillah, bantuan dari atas cepat,” ujar Dicky.

Teriakan minta tolong dari dalam sumur membuat warga panik. Bersama personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda yang tiba di lokasi, warga berupaya melepaskan lilitan ular tersebut.

Petugas Damkar menggunakan peralatan khusus berupa snake hook dan menerapkan teknik evakuasi yang aman untuk mengendalikan kepala ular sebelum mengurai lilitannya dari tubuh korban.

Setelah proses evakuasi yang berlangsung selama puluhan menit, ular piton seberat puluhan kilogram itu akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur dan diamankan.

Petugas Damkar mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap satwa liar, terutama ular berukuran besar atau satwa berbahaya lainnya, tanpa keahlian dan peralatan yang memadai karena dapat membahayakan keselamatan.

Ular piton tersebut selanjutnya diamankan oleh petugas untuk kemudian dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Atlet Paser Borong Empat Medali di Kejurnas Balap Sepeda Track

0
Atlet balap sepeda Kabupaten Paser, Andini Putri Anastasya dan Raffy Akbar Harlim, usai naik podium Indonesian Track National Championship 2026 di Jakarta International Velodrome. (Foto: ICF Paser)

PASER – Kontingen balap sepeda Kabupaten Paser menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih empat medali pada Indonesian Track National Championship 2026 yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Empat medali tersebut dipersembahkan dua atlet andalan Paser, yakni Andini Putri Anastasya (20) dan Raffy Akbar Harlim (18).

Andini yang turun di kategori Women Elite tampil dominan dengan menyabet dua medali emas pada nomor Scratch dan Elimination, serta satu medali perak di nomor Omnium.

Sementara Raffy Akbar Harlim melengkapi raihan kontingen Paser dengan meraih medali perunggu pada nomor Team Sprint Men Elite.

Ketua Indonesia Cycling Federation (ICF) Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharuddin, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang mampu bersaing dengan pesepeda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan balap sepeda di Kabupaten Paser berjalan ke arah yang positif.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Ini membuktikan atlet-atlet Paser mampu bersaing di level nasional. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas latihan dalam menghadapi Porprov nanti,” ujar Zulkifli, Senin (3/8/2026).

Ia berharap prestasi tersebut mendapat dukungan lebih besar dari Pemerintah Kabupaten Paser maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk pembinaan atlet ke depan.

“Kami sangat berharap ada dukungan penuh ke depannya dari pemerintah daerah maupun provinsi kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah,” katanya.

Indonesian Track National Championship 2026 merupakan salah satu kejuaraan balap sepeda paling bergengsi di tingkat nasional. Ajang ini juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju tim nasional Indonesia sekaligus persiapan menghadapi SEA Games 2027 di Malaysia.

Bagi kontingen Paser, raihan empat medali tersebut menjadi modal penting menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang.

“Prestasi dalam kejuaraan ini tidak hanya menjadi modal berharga, tetapi juga menjadi tolok ukur persiapan kontingen menjelang gelaran Porprov mendatang,” pungkas Zulkifli.

Pewarta: Nash
Editor: Agus S.

Kapal KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 227 Penumpang Selamat dan 5 Tewas

0

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Koran Nusantara?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper lengkap
https://koran.koranusantara.com/

📱 Versi Mobile
https://digital.koranusantara.com/kn3agt2026/mobile/

Pasar Pagi yang Megah Itu Masih Cari Pembeli

0
Suasana Pasar Pagi Samarinda usai direvitalisasi. Bangunan delapan lantai itu kini mulai ditempati pedagang, namun masih menghadapi berbagai persoalan penataan dan aktivitas perdagangan.

SEJAK Pasar Pagi selesai direvitalisasi dan mulai ditempati pedagang, saya sudah ingin melihatnya langsung.

Banyak cerita yang saya dengar. Ada pedagang yang belum mendapat kios. Ada yang mengeluhkan pembeli semakin sepi. Ada pula yang mempertanyakan pembagian kios yang dianggap belum ideal.

Saya penasaran. Dari luar, bangunannya terlihat megah. Sulit membayangkan pasar ini masih menyimpan banyak persoalan.

Beberapa waktu lalu, saya akhirnya sempat datang ke Pasar Pagi bersama istri.

Saya sengaja berkeliling dari lantai bawah sampai lantai paling atas.

Kesan pertama saya, bangunannya memang berubah total. Jauh berbeda dibanding Pasar Pagi yang lama.

Koridornya lebar. Bangunannya terang karena banyak bukaan. Eskalator tersedia. Lift barang juga ada. Toilet tersedia di setiap lantai. Sistem zonasi juga mulai diterapkan sehingga pedagang dikelompokkan berdasarkan jenis dagangannya.

Dari lantai atas, pemandangan Sungai Mahakam dan Masjid Raya Darussalam terlihat cukup jelas. Bahkan rooftop di lantai delapan nantinya bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik. Meski saat saya datang, area itu belum dibuka.

PHOTO 2026 08 03 12 09 01
⁠Panorama Masjid Raya Darussalam dan Sungai Mahakam terlihat jelas dari lantai paling atas Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

“Masih menunggu peresmian oleh Wali Kota, entah kapan,” ucap salah seorang pedagang.

Kalau hanya melihat bangunannya, saya kira tidak banyak yang akan mengeluh.

Namun saat saya berkeliling, suasana pasar memang belum seramai yang saya bayangkan. Di beberapa lantai masih terlihat banyak kios yang belum buka.

Padahal nilai pembangunannya mencapai sekitar Rp600 miliar. Revitalisasi dilakukan dalam dua tahap. Bangunan delapan lantai dengan sekitar 1.800 kios dan los itu kini menjadi salah satu pasar rakyat paling modern di Kaltim.

Setelah berkeliling hampir seluruh lantai, saya mulai paham bahwa persoalannya bukan lagi soal bangunan. Masalahnya justru bagaimana pasar ini dikelola.

Beberapa hari setelah saya datang ke tempat ini, saya membaca pemberitaan tentang Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi yang menghabiskan waktu sekitar empat jam berkeliling Pasar Pagi.

PHOTO 2026 08 03 12 11 37
Suasana Pasar Pagi Samarinda yang telah direvitalisasi. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

Kesimpulannya hampir sama dengan yang saya lihat. Menurutnya, persoalan di Pasar Pagi jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dari luar.

“Jangan sampai kita melihat pasar ini bagus, indah secara estetik, tapi secara fungsinya sangat memprihatinkan,” katanya kepada wartawan.

Iswandi menemukan ada pedagang yang memperoleh dua hingga tiga kios, tetapi letaknya tersebar di beberapa lantai. Temuan itu menjelaskan mengapa masih banyak kios yang belum dibuka.

Bukan karena pemiliknya tidak mau berdagang, tetapi karena secara ekonomi sulit dijalankan.

“Membuka satu kios saja belum menghasilkan. Bagaimana kalau harus membuka dua atau tiga kios sekaligus?” ujarnya.

Karena itu, sebelum mengambil langkah penertiban, DPRD memilih memanggil seluruh pihak terlebih dahulu agar persoalan ini tidak menimbulkan ketidakadilan baru.

PHOTO 2026 08 03 12 11 23
⁠Sejumlah kios mulai beroperasi. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

Pandangan yang hampir sama juga disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Samarinda, Nurrahmi.

Menurutnya, penataan Pasar Pagi memang tidak mudah. Pembagian kios sebelumnya dilakukan melalui sistem undian berbasis aplikasi. Akibatnya, ada pedagang yang memperoleh beberapa kios, tetapi lokasinya berjauhan.

Penataan ulang masih dimungkinkan melalui kesepakatan antarpedagang, tetapi tetap harus mengikuti zonasi.

“Jangan semua ingin di lantai bawah. Harus sesuai dengan zonanya,” ujarnya.

Nurrahmi juga menegaskan pemerintah tidak ingin pedagang hanya mempertahankan kios di atas kertas.

Karena itu, pedagang yang belum membuka kios bahkan belum diperbolehkan membayar retribusi.

PHOTO 2026 08 03 12 12 20
⁠Kondisi Pasar Pagi Samarinda usai direvitalisasi. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

Langkah itu diambil agar kios benar-benar digunakan untuk berdagang, bukan sekadar dimiliki.

Saya melihat tantangan Pasar Pagi sekarang bukan lagi membangun gedung.

Gedungnya sudah berdiri. Fasilitasnya juga jauh lebih baik dibanding Pasar Pagi yang lama.

Pekerjaan berikutnya adalah menghidupkan pasar ini. Pasar tidak akan ramai hanya karena bangunannya baru.

Pedagang harus menempati kios yang sesuai. Pembeli harus mudah mencari barang. Zonasi harus berjalan. Aktivitas jual beli juga harus tumbuh.

Keberhasilan revitalisasi Pasar Pagi tidak diukur dari megahnya bangunan, tetapi ketika kios terisi, pembeli ramai, dan pedagang kembali memperoleh penghasilan. Itulah tujuan utama pasar ini dibangun dengan anggaran ratusan miliar rupiah. (*)

Oleh: Agus Susanto

Sambut Konser 40 Tahun, Kahitna Beri Kejutan untuk Penggemar Setia

0
Grup musik Kahitna saat melakukan wawancara dengan awak media usai menghadiri acara kumpul penggemar di Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

JAKARTA – Penggemar grup musik Kahitna, Soulmate, menyelenggarakan acara kumpul penggemar di Jakarta, Minggu (2/8/2026), dengan konsep intim untuk merayakan 40 tahun perjalanan Kahitna di industri musik.

Kegiatan tersebut menjadi ruang temu bagi para penggemar untuk merayakan perjalanan musik grup tersebut sekaligus mempererat kebersamaan antar sesama penggemar.

Acara kumpul penggemar yang mendapat dukungan dari Musica Studios itu juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Konser 40 Tahun Kahitna yang akan digelar pada 5 September 2026 di NICE, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.

Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kuis tebak lagu Kahitna, lokakarya pembuatan produk wewangian, hingga sesi karaoke lagu-lagu Kahitna.

Suasana semakin meriah ketika di penghujung acara para personel Kahitna hadir memberikan kejutan kepada 40 penggemar yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kesempatan itu dimanfaatkan para penggemar untuk berinteraksi langsung dengan idola mereka melalui sesi bersalaman dan berfoto bersama.

Vokalis Kahitna Hedi Yunus mengatakan pertemuan dengan Soulmate rutin dilakukan untuk menjaga kedekatan dengan para penggemar yang telah setia mengikuti perjalanan Kahitna selama puluhan tahun.

“Kahitna paling tidak setahun sekali ada meet and greet atau kumpul-kumpul bersilaturahmi sama Soulmate,” kata Hedi.

Menurutnya, acara jumpa bersama penggemar seperti yang digelar hari ini merupakan bentuk apresiasi kepada Soulmate yang memiliki loyalitas tinggi.

Ia juga mengaku bersyukur karena karya-karya Kahitna masih mendapat sambutan positif dari pendengar lintas generasi, termasuk kalangan Gen Z.

“Bisa dibilang musik dari Kahitna sendiri masih masuk di kalangan Gen Z. Sebenarnya kita sangat bersyukur karena Kahitna diberikan anugerah oleh Tuhan, lagu-lagunya timeless,” katanya.

Menurut Hedi, sejumlah lagu yang dirilis pada era 1990-an seperti “Cantik”, “Cerita Cinta”, hingga “Andai Dia Tahu” masih menjadi lagu yang paling banyak diminta saat Kahitna tampil di berbagai panggung.

“Lagu ‘Cantik’ itu dikeluarkannya tahun 1996, ‘Cerita Cinta’ tahun 1994. Tapi sampai tadi malam kita masih manggung di pensi (pentas seni) SMA di Jakarta Selatan, lagu-lagu itu masih jadi top request dan semuanya ikut menyanyi,” ujarnya. (ANT/KN)

Karhutla di Perbatasan Situbondo-Bondowoso Hanguskan 4 Hektare Lahan

0
Petugas BPBD Situbondo, Jawa Timur, memadamkan karhutla di Jalan Raya Arak-Arak Bondowoso-Situbondo menggunakan kepyok. Minggu (2/8/2026) malam, ANTARA/HO-BPBD Situbondo

SITUBONDO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Raya Arak-Arak Bondowoso yang berbatasan dengan Situbondo mencapai sekitar empat hektare pada Minggu (2/8/2026).

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, itu berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan dari BPBD Situbondo, BPBD Bondowoso, Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI-Polri dan lainnya ke lokasi dan memadamkan api menggunakan alat manual kepyok.

“Kami mendapatkan informasi kebakaran hutan dan lahan tersebut sekitar pukul 17.45 WIB, dan selanjutnya petugas ke lokasi melakukan pemadam penyemprotan, menggunakan kepyok serta membuat iliran api agar tidak semakin meluas,” katanya saat dihubungi di Situbondo, Minggu (2/8/2026) malam.

Penyebab kebakaran daun jati di lantai hutan tepatnya di RPH Mlandingan, BKPH Panarukan, KPH Bondowoso dengan luas sekitar empat hektare itu, lanjut Puriyono, sampai saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian dan pihak Perhutani.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di jalan raya yang berbatasan antara Situbondo dan Bondowoso itu, kata dia, tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa karena lokasi kebakaran jauh dari pemukiman penduduk.

“Kami juga telah mengambil langkah-langkah dan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut berkoordinasi dengan kecamatan dan desa, Polsek serta Koramil di wilayah setempat,” kata Puriyono.

BPBD Situbondo mengimbau kepada masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau, karena angin cukup kencang. Kesadaran dan peran aktif masyarakat penting dalam rangka untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan. (ANT/KN)

Kapal KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 227 Penumpang Selamat dan 5 Tewas

0
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang berpenumpang sekitar 250 orang penumpang tersebut mengalami kebakaran saat melakukan pelayaran dari Surabaya ke Makassar dan saat ini masih belum bisa dipastikan jumlah korbannya. ANTARAFOTO/Umarul Faruq/sgd/pri.

SURABAYA – Kebakaran yang melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar, pada Minggu (2/8) sekira pukul 06.00-07.00 WIB di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga pukul 18.00 WIB, total korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang yang terdiri dari 227 orang selamat, dan lima lainnya meninggal dunia. Namun, belum ada data pasti terkait apakah seluruh korban merupakan penumpang, atau juga termasuk awak kapal.

“Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit, di Surabaya, Minggu (2/8/2026).

Peristiwa kebakaran kapal itu, terekam kamera penumpang dan video tersebut beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar hebat dengan mengeluarkan kepulan asap berwarna abu-abu kehitaman, sementara para penumpang juga terlihat mengenakan rompi pelampung berwarna oranye.

KMP Mutiara Sentosa dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, saat kapal berada di ujung utara Madura. Saat itu, komunikasi dengan nakhoda kapal terputus. KMP Mutiara Santosa 2 melayani rute Surabaya-Makassar mengangkut sekitar 250 orang di atas kapal (person on board/POB).

Petugas siaga Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB menerima informasi dari Syahbandar Tanjung Perak terkait peristiwa kapal yang terbakar di perairan utara Madura.

Kemudian, pada pukul 08.25 WIB, PT Atosim Lampung Pelayaran melaporkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 yang membawa sekitar 250 penumpang dan awak kapal mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju ke Makassar.

Setelah menerima laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk mengetahui posisi terakhir kapal. Sementara Pos SAR Sumenep juga berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget guna mempercepat upaya pencarian.

Pada pukul 09.45 WIB, petugas Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi menyebutkan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi.
Saat itu kondisi sebagian kapal dilaporkan sudah terbakar, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal.

Kapal Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar.

*Proses Evakuasi*

Upaya evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 kemudian dilakukan oleh awak TB Hasnur 26 pada pukul 09.59 WIB sementara Pos SAR Sumenep mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang dilaporkan nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor.

Kepala Seksi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyatakan kurang lebih ada sebanyak sembilan kapal yang melakukan evakuasi, yakni KN SAR 249 Permadi, kapal Kantor SAR Surabaya, kapal Pos SAR Sumenep, kapal Syahbandar Surabaya, kapal VTS Surabaya, kapal SROP Kalianget, kapal KSOP Kalianget, Kapal Meratus Project 3, termasuk TB Hasnur 26.

Saat ini, ratusan penumpang yang berhasil diselamatkan tersebut, dalam proses evakuasi menuju Surabaya menggunakan sejumlah kapal, termasuk korban meninggal dunia.

Sementara Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyiagakan 20 unit ambulans di Pelabuhan Kalianget sebagai langkah antisipasi apabila korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 dievakuasi ke wilayah tersebut.

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan tim penanganan bencana untuk memastikan proses evakuasi maupun pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Korban paling banyak dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar, yakni 111 orang yang terdiri atas 109 korban selamat dan dua meninggal dunia.

Kapal tersebut, sedang menuju Surabaya dan diperkirakan tiba sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan intercept dengan KN SAR 249 Permadi.

Selain itu, TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 korban yang terdiri atas 65 selamat dan satu meninggal dunia, Transco Arafura mengevakuasi 17 korban selamat, sedangkan KM Meratus Project 3 mengevakuasi 14 korban yang terdiri atas 13 selamat dan satu meninggal dunia.

Prakarsa Mas mengevakuasi tujuh korban selamat, SC Aila XVII mengevakuasi tujuh korban selamat, Selaras Mas mengevakuasi tujuh korban selamat, British Mentor mengevakuasi dua korban selamat, sedangkan Alcon Daniel membawa satu korban meninggal dunia. (ANT/KN)

Usai Penggeledahan Rumah Febrie, Kejagung Dalami Dokumen Sitaan

0
Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna. (Foto: Dok. Kejagung)

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami sejumlah dokumen yang diamankan dari penggeledahan di salah satu rumah milik mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Berkas-berkas tersebut akan dikaji untuk mendukung proses pembuktian dalam penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan seluruh dokumen yang telah disita akan diperiksa secara menyeluruh guna mengetahui keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani penyidik.

“Nantinya akan dianalisis dan digunakan sebagai alat bukti guna memperkuat pembuktian konstruksi perkara yang telah dibangun oleh Tim Penyidik,” ujar Anang dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Anang mengatakan dokumen yang diamankan merupakan bagian dari barang bukti yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang. Selanjutnya, penyidik akan menempuh prosedur hukum dengan mengajukan permohonan persetujuan penyitaan kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana, tim penyidik akan meminta permohonan persetujuan penyitaan kepada Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi,” kata Anang.

Penggeledahan dilakukan Tim 9 pada Jumat (31/7/2026) di rumah Febrie yang berada di Jalan Radio I, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 18.30 hingga 21.30 WIB.

Kejaksaan Agung menegaskan penyidikan akan terus berjalan sesuai ketentuan hukum dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.

Pewarta: M Adi Fajri
Editor : Nicha R

Foto dan Video Lama Kembali Viral, Kemkomdigi Minta Masyarakat Lebih Kritis

0
Foto: Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya. (Foto: Dok. Komdigi)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima informasi di media sosial. Pasalnya, foto maupun video lama kerap kembali beredar tanpa mencantumkan waktu kejadian, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan publik perlu membiasakan diri memeriksa waktu, lokasi, serta sumber informasi sebelum mempercayai ataupun membagikan sebuah konten.

“Masyarakat perlu makin kritis terhadap setiap informasi yang diterima. Jangan langsung mempercayai apalagi menyebarkan foto atau video demonstrasi sebelum memastikan waktu, lokasi, dan sumbernya. Konten lama yang dipublikasikan kembali tanpa penjelasan yang benar dapat membentuk persepsi yang keliru,” ujar Fifi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, kebebasan memperoleh dan menyampaikan informasi merupakan hak setiap warga negara. Namun, hak tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab agar informasi yang disebarluaskan benar, akurat, dan tidak menyesatkan.

Kemkomdigi menilai penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta dapat memicu kepanikan, memperdalam polarisasi, hingga mengganggu ketertiban masyarakat. Karena itu, masyarakat disarankan melakukan verifikasi sederhana, seperti mengecek tanggal unggahan, memastikan kredibilitas sumber, serta membandingkan informasi dengan pemberitaan dari media terpercaya.

“Ruang digital harus menjadi ruang yang sehat. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi penyebaran informasi yang tidak benar justru dapat merugikan masyarakat luas. Karena itu, mari bersama-sama menjaga ruang digital tetap informatif, damai, dan bertanggung jawab,” kata Fifi.

Sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem digital yang sehat, Kemkomdigi terus memantau perkembangan isu di ruang digital sekaligus memperkuat kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, platform digital, media massa, komunitas pemeriksa fakta, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

Masyarakat juga diajak berpartisipasi aktif dengan melaporkan konten negatif melalui kanal resmi aduankonten.id, sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. (Fajri/KN)