Beranda blog Halaman 1005

Saga: Kantor Kecamatan Gunung Tabur Butuh Perhatian Serius

0

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau gencarkan pembangunan kantor kecamatan di Gunung Tabur.

Menurut Saga, pembangunan ini dilakukan karena perlu adanya keselarasan antara dua kesultanan yang berada di Kecamatan Sambaliung dan Gunung Tabur.

Kesultanan Sambaliung telah dibangunkan kantor kecamatan dengan maksimal. Namun sebaliknya, yang berada di Gunung Tabur belum mendapat perhatian yang memadai. “Di Sambaliung sudah dibangun cukup megah, dan kami minta agar Gunung Tabur mendapat hal yang sama,” kata Saga.

Dia mengungkapkan, Bupati Berau menginstruksikan instansi terkait memprioritaskan pembangunan kantor pelayanan masyarakat.

“Arahan dari bupati kepada dinas terkait yang membidangi, untuk memulai giat membangun kantor kecamatan,” bebernya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap, pembangunan kantor kecamatan bisa diprioritaskan. Sebab kepala daerah meminta pada 2024 sudah terlihat progresnya.

“Supaya ada pembangunan di tahun 2024 untuk kantor kecamatan. Kita minta ini jadi salah satu prioritas, sesuai arahan,” pungkasnya. (ADV/KN)

DPRD Berau Desak Pemerintah Realisasikan Janji Pemerataan Infrastruktur

0

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Suharno menyinggung janji kampanye Bupati soal membangun dari pinggiran.

Dia membeberkan, saat ini hanya beberapa titik jalan di perkampungan serta jalan usaha tani, yang tersentuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Padahal, infrastruktur jalan tersebut dikatakannya sangat penting dan dibutuhkan untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat di perkampungan.

“Pada saat kampanye, Bupati sudah sering menjanjikan pembangunan dimulai dari pinggiran. Tapi kenyataannya hanya beberapa titik saja yang tersentuh,” ungkapnya.

Dirinya mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengoptimalkan kinerja. Tujuannya agar serapan anggaran dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan mendorong semua pihak untuk melaksanakan pembangunan secara optimal dan padat karya.

“Tentunya dengan tetap memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang tersedia secara sinergi. Dan Kami mohon ke depannya semua OPD-OPD dan yang bertugas di lapangan benar-benar peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Kendati demikian, Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap, yang disampaikan pihaknya dapat menjadi perhatian serius, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat terwujud. “Semoga janji-janji Kampanye ditepati. Jangan sampai hanya tinggal janji saja,” pungkasnya. (ADV/KN)

Inovasi Pengelolaan Sampah, Komisi III DPRD Beri Apresiasi DLHK Berau

0

TANJUNG REDEB – Adanya inovasi DLHK Berau mengenai pengadaan dua unit kapal pengangkut sampah diapresiasi Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ichsan Rapi.

Dia menuturkan, kapal pengangkut sampah tersebut harus beroperasi sebagaimana mestinya. “Tidak masalah kalau mau ada pengadaan kapal pengangkut sampah, kita dukung. Asal jangan sampai mangrak saja,” tegasnya.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengadaan kapal tersebut, yakni operator kapal yang akan menjalankannya. “Kalau ada kapal tentu harus dipikirkan siapa operatornya, jangan sampai hal-hal seperti itu terlupakan,” tuturnya.

Dirinya mengingatkan DLHK jangan sampai kapal ini hanya menjadi pajangan seperti halnya penghisap debu yang dimiliki oleh DLHK. Hal ini juga perlu kerja sama antara Pemkab dan UMKM yang ada di pinggiran Sungai Kelay dan Segah untuk selalu komitmen dengan tidak membuang sampah di sungai.

“Supaya program ini bisa berjalan dengan baik perlu ada kerja sama yang baik dengan masyarakat juga,” pungkasnya. (ADV/KN)

Anggota DPRD Berau Berikan Bantuan Alat Pertanian kepada KWT

0

TANJUNG REDEB – Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Pilanjau mendapat bantuan berupa peralatan pertanian dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Nurung lewat aspirasi.

Dia mengungkapkan, bantuan tersebut disalurkan karena banyak usulan dari KWT yang diterimanya. “Seperti KWT di Pilanjau. Mereka meminta semprotan dan pemotong rumput. Saya usahakan tahun ini terealisasi,” ungkapnya.

Dipaparkan Nurung, KWT Kampung Pilanjau memiliki anggota kurang lebih sekisar 35 orang. Bantuan yang akan disalurkan masih menunggu anggaran ABT cair. “Dengan bantuan alat pemotong rumput itu kan penggunaan racun jadi minim sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman yang mereka tanam,” jelasnya.

Politikus Nasional Demokrat (NasDem) itu mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membina dan memberdayakan para KWT yang ada di kabupaten paling utara Kaltim ini.

“Tujuannya agar produksi pertanian mereka meningkat, yang pastinya berdampak baik ke ekonominya. Maka dari itu, pemberdayaan harus dilakukan oleh OPD terkait,” pungkasnya. (ADV/MK)

Ketua DPRD Berau Apresiasi Kesetaraan Hak antara PNS dan PPPK

0

TANJUNG REDEB – Pemerintah sudah menyiapkan skema iuran pasti bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal tersebut seiring dengan telah disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Aparatur Sipil Negara atau Revisi UU ASN menjadi UU.

Revisi UU Nomor 5 Tahun 2014 itu telah disahkan oleh DPR RI, yang isinya mengamanatkan pemerataan kesejahteraan bagi ASN, baik PNS maupun PPPK, termasuk hak jaminan pensiun. Maka, kini PPPK akan mendapat hak yang sama seperti PNS.

Ketua DPRD Berau, Madri Pani menyambut baik niat pemerintah pusat itu. Dirinya sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang ingin mengatur kesetaraan hak dan kewajiban antara PNS dan PPPK.

“Saya sangat mengapresiasi bahwa pemerintah pusat sudah mengkaji dan mengevaluasi sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku,” ucapnya.

Dirinya menilai, skema yang diatur harus berdasarkan pangkat dan golongan. Hal itu yang membedakan antara gaji dan tunjangan yang diterima ASN. Ada pengecualian berdasarkan standarisasi dari golongan-golongan tersebut.

“Saya rasa pada skema PPPK juga perlu ada pangkat dan golongan yang mengatur besaran gaji dan tunjangan,” katanya.

Kendati begitu, Madri meminta kepada para PPPK di Kabupaten Berau untuk tetap semangat bekerja. Skema iuran pasti yang sedang disusun pemerintah harus dijadikan motivasi untuk terus bekerja. “Jangan sampai sudah diberi tunjangan malah malas-malasan kerja,” tandasnya. (ADV/KN)

Distribusi SDM di Sektor Pendidikan dan Kesehatan Jadi Fokus Pemkab Kukar

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) lakukan penyegaran di tubuh struktur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar. Pada kegiatan pelantikan dan mutasi pejabat tinggi pratama, pengawas dan fungsional di Pendopo Odah Etam, Rabu (18/10/2023).

Hal ini dilakukan untuk melakukan pemerataan penyebaran Sumber Daya Manusia (SDM) di dua sektor sentral tersebut. Mengingat secara geografis wilayah Kukar bisa dikatakan sangat luas. Edi juga menyebut, rotasi ini adalah hasil evaluasi pemerintah.

“Jadi ini harus dilaksanakan dengan baik, seperti kepala sekolah yang ada di desa-desa itu banyak yang sering tidak termanage dengan baik, dan gurunya kurang. Ini upaya kita, yakni bagaimana mendistribusikan dan bisa mewujudkan kondisi idealnya,” tegas Edi.

Edi menerangkan, bidang kesehatan dan pendidikan sangat berpengaruh dalam pembangunan suatu daerah. Untuk itu, Edi menyebut fokus di dua bidang ini adalah investasi jangka panjang.

Oleh karena itu, ia mengatakan pihaknya selalu berupaya untuk dapat mendistribusikan SDM di sektor pendidikan dan kesehatan secara merata ke desa-desa. Sembari terus berupaya membenahi sarana dan prasaran pendukung, seperti puskesmas dan gedung sekolah.

Edi juga memahami, bahwa Pemkab Kukar memiliki pekerjaan rumah besar untuk menyediakan tenaga pengajar dan kesehatan di tiap desa. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan rekrutmen tenaga kesehatan dalam waktu dekat.

“Saya minta tolong dipahami jika ada nakes di kecamatan yang ditugaskan ke desa terpencil, kita memerlukannya untuk meningkatkan layanan. Sama halnya dengan kepala sekolah dan guru, saya harap mereka bisa terus meningkatkan kompetensinya. Misal belum sarjana kami memiliki beasiswa untuk memenuhinya,” harap Edi. (Adv/KN)

Bupati Minta Penanganan Inflasi di Kukar Berjalan dengan Konsisten

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, meminta jajarannya konsisten dalam menekan laju inflasi di daerah. Keinginan ini dilontarkan langsung oleh Edi, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi. Dalam upaya Pengendalian Harga dan Ketersediaan Pangan di Kukar.

Apa yang diinginkan bupati ini bukan tanpa dasar, berdasarkan sensus ekonomi yang di lakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar mencatat, penanganan kemiskinan di Kukar telah melebihi target yang ditetapkan.

Bahkan, belum lama ini Kukar menerima dana insentif fiskal sebesar Rp 9,8 Miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sebagai apresiasi lantaran Kukar dianggap berhasil menekan laju inflasi di daerah.

“Bagaimana untuk meningkatkan dan mempertahankannya, kita harus konsisten melakukan penanganan inflasi,” ujar Edi.

Untuk mewujudkannya, orang nomor satu di Kukar itu berkeyakinan, semua perangkat daerah bisa melakukan perubahan sesuai dengan tuntutan di tengah masyarakat. Pengendalian inflasi yang telah dilakukan pun sudah menyentuh subtansinya. Menurut Edi setelah rapat koordinasi selesai, harus ada forum kecil yang membedah variabel bantuan kepada kelompok yang diberdayakan dan harus selalu dicek.

“Sudah ada kebijakan pemerintah yang ditetapkan dalam situasi tertentu. Ini supaya stakeholder dan lembaga satu arah kerjanya, sehingga persoalan besar dipecahkan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Edi, pengendalian inflasi erat kaitannya dengan kondisi pangan, fenomena alam dan perang. Pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, khususnya Pemkab Kukar pun harus cepat tanggap mengantisipasi masalah ini.

Kebijakan yang dilakukan secara nasional juga dipercaya akan memberikan pengaruh bagi bangsa dan negara. Kalau tidak dilakukan dengan baik, kata Edi, tentu akan membawa dampak bagi masyarakat.

“Apa yang sudah kita capai tolong detailkan pada hal-hal yang berkaitan dengan upaya untuk mendorong pemberdayaan. Jangan sampai ada operasi pasar masyarakat yang memerlukan tapi kita tidak bisa datang,” ucapnya.

Kepada camat, lurah dan kepala desa, Bupati Edi pun menekankan agar bisa melihat situasi dengan baik. Ini untuk memastikan agar tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan hak yang semestinya diberikan.

Tujuan lainnya ialah, agar program pengendalian inflasi di Kukar menjadi salah satu kegiatan pangan murah yang benar-benar sampai ke masyarakat dengan baik dan berbasis data.

“Kontrol dan awasi dengan baik bahan pangan yang akan dipasarkan disetiap kecamatan, jangan sampai lewat waktu hingga bahan pangan tersebut tidak bisa dikonsumsi. Monitoring ini dengan baik dan pastikan kualitas barang memang layak didistribusikan,” pintanya.

Ia berharap, pelaksanaan kegiatan pangan murah tepat sasaran terhadap sejumlah titik yang telah ditetapkan. Ini diperlukan agar bisa dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan atau menengah ke bawah.

“Kita optimis ini bisa berjalan dengan baik agar pengendalian inflasi di daerah bisa dikendalikan. Tentu semua harus ada kerjasama antara stakeholder dan OPD terkait harus konsisten sesuai dengan target yang ingin dicapai,” tutupnya. (Adv/KN)

Sunggono Paparkan 6 Strategi Pengendalian Inflasi di Kukar

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), belum lama ini menerima apresiasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Berupa dana insentif fiskal sebesar Rp 9,8 miliar, atas keberhasilan Kukar menekan laju inflasi di daerah.

Kunci keberhasilan Pemkab Kukar dalam menekan laju inflasi pun diungkap oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi dalam upaya pengendalian harga dan ketersediaan pangan di Kukar, yang juga dihadiri Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Ia mengatakan, Kukar sudah menetapkan roadmap pengendalian inflasi daerah dari tahun 2022 – 2024. Peta tersebut menggambarkan rencana kegiatan mengenai cara pemerintah daerah mengendalikan kebijakan inflasi di Kukar.

“Memang Kukar telah menerima insentif fiskal yang dimanfaatkan kembali untuk kegiatan pengendalian dan penanganan inflasi,” ujar Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kutai Kartanegara itu.

Sunggono membeberkan, ada 6 upaya konkret yang telah dilakukan Pemkab Kukar dalam penanganan inflasi. Di antaranya, melaksanakan operasi pasar murah kerjasama Disperindag dengan Perum Bulog cabang Samarinda.

Ini sudah terlaksana di 52 titik lokasi, dengan data kegiatan operasi pasar pada bulan September 2023 total kuantum terjual 84,093 kg komoditi beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu.

Kedua, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang. Ketiga, melakukan kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan. Keempat melaksanakan gerakan menanam, merealisasikan belanja tidak terduga dan subsidi ongkos angkut yang bersumber dari APBD.

“Pengendalian inflasi ini, selain telah dilakukan oleh TPID diharapkan juga dilakukan secara bersama-sama dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa,” harapnya.

Sunggono mengatakan, Kukar memang telah ditetapkan sebagai wilayah yang rawan pangan. Namun, status ini ditetapkan bukan karena kekurangan pangan, melainkan karena kurangnya tenaga kesehatan di Kukar.

Oleh sebab itu, Sunggono juga telah menetapkan strategi untuk memberikan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dalam merekrut tenaga kesehatan di seluruh kecamatan termasuk desa yang anggarannya dilekatkan pada BKKD.

Selain pada desa, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar juga akan dialokasikan anggaran untuk mengangkut barang dan orang ke wilayah yang sulit terjangkau oleh pangan. Disamping itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat pra sejahtera melalui bantuan bagi nelayan, termasuk bantuan BBM.

Dalam kesempatan tersebut, Sunggono juga telah mewanti-wanti agar Disperindag Kukar harus bisa menyelesaikan target capaian kinerja. Yakni melakukan Sertifikasi Halal terhadap 60 ribu pelaku UMKM di Kukar. “Ada 60 ribu UMKM di Kukar, tapi yang baru dianggarkan Rp 500 juta karena pemerintah pusat telah menginstruksikan di tahun 2024 UMKM harus mempunyai sertifikasi halal,” tutupnya. (Adv/KN)

Pemkab Kukar Ajak Warga Dukung Polisi Amankan Pemilu 2024

TENGGARONG – Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat, turut mengajak masyarakat Kukar untuk mendukung kinerja kepolisian dalam mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Taufik mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan tersebut. Baginya momentum ini dapat memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pengamanan, ketertiban dan peningkatan sinergitas seluruh stakeholder dalam mendukung dan mensukseskan Pemilu 2024 mendatang.

“Kita akan menjalin sinergi dengan Polres, TNI, dan juga pengamanan dari masyarakat. Itu semua demi kelancaran seluruh tahapan Pemilu Serentak 2024 di Kutai Kartanegara,” kata Taufik.

Sebagaimana diketahui, menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, Polres Kukar menggelar Operasi Mantap Brata Mahakam 2023-2024. Kegiatan ini guna memastikan keamanan selama proses pemilihan berlangsung.

Apel gelar pasukan yang diikuti oleh aparat keamanan ini menandai dimulainya operasi keamanan yang akan berlangsung selama 222 hari. Hingga 20 Oktober 2024 mendatang.

Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena, saat memimpin apel gelar pasukan menjelaskan tujuan kegiatan dilaksanakannya Operasi Mantap Brata Mahakam 2023-2024.

Hal tersebut dalam rangka peningkatan sinergitas dan kolaborasi TNI-POLRI, seluruh stakeholder, LSM dan tokoh masyarakat agar tetap menjaga kekompakan dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Kukar.

“Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang sudah hadir pada pelaksanaan apel. Kegiatan ini sebagai upaya kita bersama menjaga dan mengantisipasi gangguan kamtibmas dan kerawanan di wilayah Kukar menjelang Pemilu 2024,” terangnya.

Hari Rosena mengungkapkan, Operasi Mantap Brata Mahakam 2023-2024 merupakan upaya kepolisian dalam memberikan atensi pelaksanaan pengamanan bagi para personel yang melaksanakan tugas.

Hal ini perlu dilaksanakan agar personel lebih waspada lagi dan tidak ada anggota yang ikut-ikutan dengan kegiatan yang berbau politik karena Polri harus netral.

“Dalam setiap pengamanan, wajib kedepankan upaya humanis hindari sikap arogan. Sebagai anggota Polri kita tidak memiliki hak untuk memilih dan dipilih sehingga kita harus netral tidak ada yang ikut-ikutan kegiatan politik,” tandasnya. (Adv/KN)

Reses di RT 01 Gayam, Syarifatul Prioritaskan Peningkatan Jalan dan Drainase

0

TANJUNG REDEB – Memasuki masa reses terakhir untuk 2023, anggota DPRD Berau mendengar aspirasi warga untuk disampaikan kembali kepada pemerintah. Seperti Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah yang menggelar reses di Jalan Cempaka RT 01 Kelurahan Gayam Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (18/10/2023) malam.

Syarifatul mengatakan, banyak catatan penting dari Ketua RT 01 Kelurahan Gayam. Di antaranya belum ada anggota DPRD yang melakukan reses di RT tersebut. Sebagai salah satu daerah pemilihan (dapil)-nya, Syarifatul merasa perlu melakukan reses di kawasan tersebut.

Dia menyebut banyak usulan yang disampaikan warga, di antaranya, peningkatan jalan dan drainase, pelebaran jalan, penerangan jalan umum (PJU), pelatihan UMKM, kebutuhan Posyandu hingga alat kelengkapan untuk mengantisipasi kebakaran.

“Usulan dari warga begitu banyak, tapi tentu akan saya sesuaikan lagi dengan prioritas. Seperti kebutuhan posyandu bisa saya penuhi dengan biaya pribadi,” ungkapnya, Rabu (18/10/2023).

Sedangkan, untuk peningkatan jalan maupun drainase tentunya akan dibahas kembali dan diperjuangkan menggunakan APBD Berau. Diakuinya, di lingkungan RT 01 tersebut sudah lama tidak dilakukan peningkatan jalan oleh pemerintah daerah.

Apalagi disampaikan juga permasalahan utama di sana jika hujan deras sebentar, pasti ada beberapa rumah yang tergenang. Makanya, drainase perlu dibersihkan dari sampah dan lumpur. “Tapi kalau masih banjir juga ya jalannya harus dinaikkan dan drainasenya dilebarkan lagi,” sambungnya.

Karena RT 01 Kelurahan Gayam juga berhasil meraih prestasi sebagai Dasawisma terbaik di tingkat Provinsi Kaltim, kata Syarifatul, sudah seharusnya kemajuan di RT tersebut didukung. Selain menjadi kebanggaan tentunya juga menjadi percontohan bagi RT lainnya.

Syarifatul berharap sinergi antara ketua RT dengan masyarakat di lingkungan Kelurahan Gayam bisa semakin baik. Pun dengan hubungannya sebagai anggota DPRD Berau. Ia berharap program yang menjadi prioritasnya dapat benar-benar menyentuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau tidak turun langsung begini kan tidak tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Seperti program bedah rumah, alhamdulillah bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (ADV/KN)