Beranda blog Halaman 976

Anies Prioritaskan Layanan Dasar Masyarakat

0

KORANUSANTARA – Bakal capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan memprioritaskan pemerataan layanan masyarakat. Khususnya ketersediaan air bersih. Dalam kunjungannya ke Makassar, Anies berkomitmen akan memprioritaskan penyelesaian masalah itu jika terpilih sebagai presiden.

”Kami beri contoh saat di Jakarta, di mana ada wilayah daratan dan kepulauan, di kepulauan kita prioritaskan. Alhamdulillah, sekarang semua gampang cari air bersih di Kepulauan Seribu, begitu juga di daratannya,” ungkap Anies di sela-sela acara bagi-bagi air bersih untuk warga Buloa, Kota Makassar, Minggu, 5 November 2023.

Bagi-bagi air bersih tersebut, lanjut Anies, hanya solusi temporer dari persoalan ketersediaan air. Ke depan, jika mendapat amanat sebagai presiden, pembangunan akses terhadap fasilitas air bersih itu akan diprioritaskan. ”Sehingga rumah-rumah tangga mendapat layanan air bersih yang baik,” ucap dia.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Makassar, Anies juga menjadi salah satu narasumber acara Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Anies juga mengungkap persoalan ketimpangan antarwilayah.

Nah, perubahan paradigma pembangunan menjadi kunci dalam pemerataan. ”Dari fokus utama pertumbuhan menuju pertumbuhan dan pemerataan, dari pendekatan sektoral menjadi pendekatan regional,” tuturnya. (*)

Israel Ancam Gunakan Nuklir, Negara Arab Berang

KORANUSANTARA – Sikap Israel yang menolak gencatan senjata membuat sejumlah negara memberi kecaman. Terbaru, Amihai Eliyahu mengatakan, senjata nuklir bisa dijadikan opsi serangan ke Gaza. Sontak, pernyataan Menteri Muda Bidang Warisan Israel itu membuat berang negara-negara Arab.

”Komentar Eliyahu menunjukkan sejauh mana ekstremisme dan kebrutalan telah merasuki pemerintah Israel. Fakta bahwa Eliyahu hanya diskors dan tidak langsung dipecat mencerminkan pengabaian pemerintah Israel terhadap semua nilai kemanusiaan, moralitas, agama, dan hukum,” bunyi pernyataan pemerintah Arab Saudi seperti dikutip Times of Israel.

Kementerian Luar Negeri UEA juga menyebut pernyataan Eliyahu sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak dapat diterima. Komentar itu merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional serta hasutan untuk melakukan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, seperti kejahatan perang.

”Pernyataan Eliyahu mengungkapkan bahwa Israel memiliki senjata nuklir, yang merupakan rahasia umum. Komentar tersebut juga mengonfirmasi kebenaran pandangan rasis yang dianut Israel terhadap Palestina. Ini adalah wajah sebenarnya dari pemerintah penjajah (Israel),” tegas Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan radio Kol Beramah, Eliyahu menegaskan bahwa salah satu opsi Israel untuk memerangi Hamas adalah menjatuhkan bom nuklir. Ketika ditanya dampak bom nuklir terhadap sekitar 240 warga Israel yang ditawan Hamas, politikus dari Partai Otzma Yehudit itu balik mempertanyakan mengapa nyawa para tawanan tersebut dianggap lebih berharga daripada nyawa para tentara yang bakal terbunuh. Eliyahu mengatakan, ada harga yang harus dibayar dalam sebuah perang.

Pernyataan Eliyahu tidak hanya membuat geram negara-negara Arab. Di dalam negaranya sendiri juga memicu kemarahan. Keluarga orang-orang yang masih ditawan Hamas juga marah dan sakit hati. Tokoh-tokoh oposisi Israel juga meminta Eliyahu dipecat saja.

Dalam pernyataannya, Eliyahu juga meminta penduduk Palestina hengkang ke Irlandia atau ke gurun saja. Eliyahu juga enggan memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Palestina di Jalur Gaza. ”Kami tidak akan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Nazi. Tidak ada warga sipil yang tidak terlibat di Gaza,” ujarnya menyebut Hamas dengan sebutan Nazi.

Namun, Kantor PM Israel menyebutkan bahwa pernyataan Eliyahu tidak didasarkan pada kenyataan. Pemerintah Israel dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) beroperasi sesuai standar tertinggi hukum internasional untuk menghindari kerugian terhadap orang yang tidak bersalah.

Sementara itu, sebulan serangan Israel telah merenggut nyawa 10.022 orang di Gaza. Mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Namun, sejauh ini Israel dan Amerika Serikat (AS), sekutunya, menolak gencatan senjata. Padahal, hasil sidang Majelis Umum PBB, mayoritas negara mendesak untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan.

Malah, AS terus mengirimkan bantuan pengamanan ke Israel. Angkatan Laut Negara Paman Sam itu telah mengirimkan kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah pada Minggu (5/11) malam. Kapal selam tersebut mampu meluncurkan rudal dengan hulu ledak nuklir. ”Pada tanggal 5 November 2023, sebuah kapal selam kelas Ohio tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS,” bunyi unggahan Komando Pusat AS (CENTCOM) di platform media sosial X.

Wilayah komando pusat itu meliputi Timur Tengah. Unggahan unit Departemen Pertahanan tersebut tampak memperlihatkan gambar kapal selam yang bergerak melalui Terusan Suez. Sejak pecah perang pada 7 Oktober antara Hamas dan Israel, Washington telah memindahkan aset militer yang signifikan ke wilayah tersebut. Termasuk dua kapal induk dan sejumlah besar pesawat tempur. Selain itu, mereka mengumumkan pengerahan sekitar seribu tentara dan keterlibatan pasukan komando operasi khusus. (*)

Aset Daerah Jangan Terbengkalai

0

TANJUNG REDEB – Kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terhadap aset daerah menjadi sorotan legislatif. Sebab, masih banyak aset daerah yang belum terakomodir.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Subroto menuturkan, pihaknya sudah pernah membeberi masukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperhatikan aset daerah yang terbengkalai agar dapat digunakan secara maksimal.

“Supaya semua aset daerah diperhatikan dan dikelola secara baik agar terus berjalan,” ujarnya.

Dirinya mengaku akan berkoordinasi kepada OPD terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Tujuannya untuk mengetahui jika nantinya terdapat masalah anggaran atau hal yang lain, maka akan didiskusikan lebih lanjut.

“Jika masalahnya di anggaran, nanti untuk kendalanya akan dianggarkan pada tahun 2024 supaya aset daerah ini juga bisa berjalan,” jelasnya.

Subroto berharap nantinya anggaran yang digunakan dapat memaksimalkan aset daerah dan dapat dirawat sehingga bisa bertahan lebih lama.

“Soalnya aset daerah ini juga akan menambahkan PAD kita dan kembali kepada kita juga,” tandasnya. (adv/kn)

Pemboikotan Bukan Satu-satunya Solusi untuk Bela Palestina

0

TANJUNG REDEB – Beberapa waktu lalu Aliansi Berau Pedulu Palestina melalukan aksi yang menyuarakan tentang pemboikotan beberapa produk yang berafiliasi dengan Israel maupun Amerika.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Berau, Madri Pani menuturkan, pemboikotan bukan satu-satunya jalan untuk mendukung kemerdekaan Palestina, sehingga harus ada pertimbangan terlebih dahulu.

“Karena dengan pemboikotan produk ini tentunya akan berimbas kepada pekerja di perusahaan tersebut. Kita harus memikirkan hal lain selain boikot suatu produk,” ungkapnya.

Lanjut Madri, sebaiknya masalah yang terjadi di Kabupaten Berau terlebih dahulu diselesaikan sebelum melakukan hal lebih besar untuk negara lain. Karena saat ini, dinilainya banyak hal yang memerlukan perhatian.

“Saya pribadi tetap mendukung dan bersimpati terhadap apa yang dirasakan Palestina, tapi jangan sampai pemboikotan justru menyengsarakan rakyat kita sendiri. Semoga ada jalan tengah dan solusi yang lebih bijak bisa kita lakukan untuk membela saudara-saudara kita di Palestina,” pungkasnya. (adv/kn)

TKA di Berau Harus Taat Administrasi

0

TANJUNG REDEB – Pemerintah diminta jajaran legislatif untuk melakukan pengawasan dan menginventarisasi Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Kabupaten Berau.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah menuturkan, inventarisasi dilakukan bertujuan untuk mengetahui para TKA memenuhi persyaratan atau tidak.

“Apalagi sudah ada aturan dan undang-undang untuk tidak dilanggar. Jika ada TKA tidak taat administrasi, harus ditindak tegas. Jika perlu dideportasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, TKA yang masuk ke Bumi Batiwakkal harus mengantongi legalitas yang jelas. Jangan sampai, kata Syarifatul, ada izin berwisata tetapi digunakan untuk bekerja.

“Peraturan ini berlaku sama di luar negeri, jadi kita juga harus tegas,” ujarnya.

Politikus Golkar ini mendorong pemerintah untuk melakukan upaya-upaya humanis, jika menemukan TKA yang melakukan pelanggaran.

“Jika fatal, bisa saja langsung dideportasi. Jangan anggap sepele permasalahan administrasi,” pungkasnya. (adv/kn)

Kelurahan Bukit Biru Turut Kawal Realisasi Program RTLH

TENGGARONG– Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, turut serta dalam mengawal pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Kelurahan Bukit Biru, pun turut memastikan dan membantu pelaksanaan kegiatan perbaikan RTLH di Bukit Biru yang berjumlah 74 unit bangunan rumah. Perbaikan ini dilakukan dalam dua tahapan, tahap pertama menyasar 12 rumah yang tersebar di enam RT.

“Kalau untuk tahap kedua, ada sebanyak 62 rumah yang tersebar di 21 RT. Ini yang juga terus kita bantu,” kata Kasi Sosial Kelurahan Bukit Biru, Awaluddin Afif, Senin (6/11/2023).

Ia menjelaskan, tahap kedua program RTLH masih dalam tahap pemberkasan. Namun akan direalisasikan pada tahun 2023 ini, dimana setiap rumah yang diperbaiki dengan anggaran senilai Rp 50 juta.

“Perbaikannya seperti dinding, sekat kamar, lantai dan atap rumah. Pengerjaannya dilakukan oleh Bhabinsa dari Kodim 0906/Kukar bersama warga,” tuturnya.

Untuk diketahui, program ini dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar yang bekerjasama dengan pihak Kodim 0906/Kukar. Kelurahan sendiri mengambil peran untuk mendata warga yang membutuhkan bantuan perbaikan.

“Jadi ada verifikasi, mulai dari dokumen kepemilikan, tingkat kerusakan dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” imbuhnya.

“Kalau untuk pengerjaannya, biasanya dibutuhkan satu sampai dua minggu untuk satu rumah, tergantung dari kondisi cuaca dan materialnya. Targetnya semua rumah yang ada di tahap dua ini bisa terealisasikan tahun ini juga,” jelasnya.

Tentunya perbaikan rumah ini disambut antusias oleh masyarakat yang membutuhkan. Dikatakan oleh Afif bahwa masyarakat merasa senang dan bahagia lewat program pemerintah daerah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ini.

“Masyarakat sangat menyambut baik dan senang akan program yang dijalankan oleh pemerintah daerah tersebut,” tutupnya. (Adv/KN)

Kelurahan Bukit Biru Bantu Proses Distribusi Bantuan Pangan Untuk 162 KPM

TENGGARONG– Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, turut mengawal proses distribusi bantuan cadangan pangan yang disalurkan pemerintah pusat. Untuk 162 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bukit Biru.

Bantuan cadangan pangan berupa beras yang didistribusikan oleh Kelurahan Bukit Biru ini, merupakan program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Bantuan ini menyasar keluarga yang memiliki penghasilan dibawah rata-rata dan juga kategori lanjut usia (lansia).

“Untuk di Kelurahan Bukit Biru, ada sekitar 162 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” kata Kasi Sosial Kelurahan Bukit Biru, Awaluddin Afif, Senin (6/11/2023).

Dijelaskannya bahwa, KPM yang menerima bantuan tersebut merupakan mereka yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dan tidak terdaftar sebagai penerima manfaat dari program lain.

Adapun untuk penyaluran bantuan pangan ini diberikan setiap bulan dengan jumlah 10 kg untuk setiap KPM. Namun untuk penyalurannya biasanya dilakukan setiap tiga bulan sekali.

“KPM biasanya mendapatkan setiap tiga bulan sekali, untuk periode bulan Oktober ini sudah kita salurkan. Para KPM mendapatkan bantuan pangan beras tersebut dari bulan Januari hingga Desember,” tambahnya.

“Harapannya program bantuan ini bisa terus berjalan karena memang masih banyak yang membutuhkannya,” tutupnya. (Adv/KN)

Dukung Kukar Jadi Lumbung Pangan, Desa Loh Sumber Gencar Bangun Jaringan Irigasi Pertanian

TENGGARONG– Dalam rangka menjadikan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sejumlah Desa di Kukar terus berfokus untuk mengembangkan sektor pertanian. Salah satunya adalah Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu.

Saat ini, Desa Loh Sumber sedang gencar membangun infrastruktur pertanian. Berupa jaringan irigasi untuk pertanian padi sawah. Pembangunan sejumlah saluran irigasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Kukar.

Diketahui bahwa pembangunan irigasi di Desa Loh Sumber telah dimulai pada awal 2023. Panjang jaringan irigasi ini mencapai enam kilometer dan melintasi empat rukun tetangga (RT) yang berbeda. Pekerjaan ini ditangani langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian di desa tersebut memiliki beberapa tujuan. Pertama, untuk memastikan bahwa program pertanian berbasis kawasan yang digulirkan oleh pemerintah kabupaten berjalan sesuai rencana. Selain itu, infrastruktur ini juga akan memastikan pengairan pertanian padi sawah di desa berjalan dengan optimal.

“Progres pembangunan irigasi ini terletak di empat titik berbeda. Saat ini kurang lebih 80 persen jaringan irigasi di desa sudah tersambung dengan baik,” ucap Sukirno.

Ia juga menyatakan bahwa pembangunan irigasi telah lama diharapkan oleh petani di desa tersebut. Selama bertahun-tahun, petani di Desa Loh Sumber masih menggunakan sistem pengairan tadah hujan, yang dianggap kuno terutama ketika musim kemarau tiba. Oleh karena itu, infrastruktur irigasi dibangun untuk mengalirkan air sungai melalui irigasi hingga mengairi persawahan warga.

“Sekarang kami sudah memastikan bahwa seluruh jaringan irigasi tersambung dengan aliran air yang normal,” ucapnya.

Sukirno juga menjelaskan bahwa untuk mendukung pembangunan irigasi ini, pihak desa mengajukan proposal kepada Bidang Sumber Daya Air, Dinas PU Kukar pada tahun lalu. Dan hasilnya, Dinas PU telah membangun jaringan irigasi sepanjang enam kilometer pada tahun ini.

Sebagai penerima manfaat dari pembangunan irigasi, ada sembilan kelompok petani padi sawah di Desa Loh Sumber. Rincian pembangunan irigasi ini melintasi empat RT yang berbeda, yaitu RT 5, RT 6, RT 8, dan RT 9.

“Dengan tersambungnya seluruh jaringan irigasi ini, kita akan mengatasi masalah pengairan yang ada. Yang paling penting, petani tidak akan lagi kesulitan dalam mengairi padi sawah mereka,” pungkasnya. (Adv/KN)

Kelurahan Baru kembali Gelar Kampong Kuliner Tradisional

TENGGARONG– Komunitas G7 Muda dan Kreatif Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, menggelar Festival Kampong Kuliner Tradisional ke-4. Gelaran festival sendiri, berlangsung di RT 6 Kelurahan Baru.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar di Kelurahan Baru. Dengan tujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat dan memperkenalkan kembali kesenian dan budaya tradisional Kutai, khususnya di sektor kuliner.

Kegiatan ini dimulai dengan pawai bersama yang dilepas oleh Lurah Baru, Bayu Ramanda Baninugraha. Kemudian dilanjutkan dengan acara Beseprah atau makan bersama masyarakat Kelurahan Baru. Kegiatan ini dipastikan akan berlangsung selama sepekan. Yakni dari tanggal 5-11 November 2023.

Bayu mengatakan, kegiatan ini diinisiasi oleh warga RT 6, khususnya di Gang 7 Kelurahan Baru. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengangkat kebudayaan Kutai yang kerap timbul dan tenggelam. Sehingga masyarakat Kelurahan Baru melakukan upaya untuk menggeliatkan kembali kearifan lokal yang ada, agar terus diketahui oleh khalayak banyak.

Mengingat selama ini, adat budaya Kutai yang dipahami masyarakat hanya yang terlihat di lingkup kesultanan. Padahal ada hal-hal yang menarik dan tumbuh di masyarakat. “Kegiatan tahun ini yang ke-4 dan Alhamdulilah tahun ini dapat bantuan dari pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Dan antusias masyarakat dengan adanya kegiatan ini cukup meriah,” ungkapnya.

Ia berharap kegaitan ini, dapat berdampak secara luas. Mengingat Kelurahan Baru adalah kelurahan yang terkecil di Tenggarong. Sehingga kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan perputaran ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kampong Kuliner Tradisional ke-4, Ihza, menyatakan bahwa kegiatan ini mencakup berbagai kegiatan. Termasuk pawai, beseprah, lomba olahraga tradisional, lomba mewarnai, lomba karaoke, serta hiburan seperti tingkilan dan tarian.

Selain itu, terdapat 17 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menawarkan makanan khas Kutai. Seperti bingka, sanggar, berbagai macam kue serabi, dan lainnya. “Kegiatan ini diharapkan dapat meriah dan memberikan manfaat bagi para UMKM dan ekonomi masyarakat setempat,” tutup Ihza. (Adv/KN)

Ganjar Janji Naikkan Anggaran Riset jika Terpilih Jadi Presiden

0

KORANUSANTARA – Ganjar Pranowo menegaskan, jika nanti terpilih dalam Pilpres 2024, dirinya siap menaikkan alokasi anggaran untuk kepentingan pengembangan riset di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat menghadiri Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Makassar, Minggu, 5 November 2023.

Di hadapan para cendekiawan muslim, Ganjar menyatakan, saat ini riset belum menjadi prioritas. Buktinya, anggaran riset di Indonesia belum sampai 1 persen. ’’Jika dibandingkan dengan negara lain, kita kalah jauh,’’ terang mantan gubernur Jawa Tengah itu.

Jika nanti mendapat amanat jadi presiden, Ganjar pun berkomitmen untuk menaikkan anggaran riset minimal 1 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan anggaran tersebut, dia meyakini pelaksanaan riset di Indonesia bisa berjalan optimal. Anggaran itu antara lain untuk menggerakkan perguruan tinggi sehingga tercipta inovasi dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan bangsa.

Dia juga menyebut potensi green energy dan blue energy di Indonesia. ’’Itu kan potensinya besar dan belum dikelola secara optimal. Tapi, bagaimana caranya agar kita bisa mengelola potensi itu dengan baik. Maka, jawabannya adalah riset,’’ tegasnya.

Tidak hanya optimalisasi potensi ekonomi yang belum dikelola. Menurut Ganjar, berbagai sumber daya juga bisa dikembangkan melalui riset. Misalnya, kelapa sawit yang selama ini hanya dijual dan diolah menjadi minyak. Belum lagi soal pangan. Dengan riset yang kuat, Indonesia bisa menjadi negara unggul sebagai penghasil pangan terbesar di dunia. ’’Kita bisa tugaskan perguruan tinggi, misalnya IPB atau lainnya, untuk meriset. Para cendekiawan dari ICMI terlibat. Saya yakin pasti bisa,’’ paparnya.

Memang, lanjut Ganjar, dibutuhkan waktu yang tak sebentar untuk mewujudkannya. Selain itu, idealnya, anggaran yang diinvestasikan juga tidak kecil. ’’Tapi, sangat bisa asal kita mau. Anggaran riset bisa terus kita naikkan kalau anggaran negara kita besar. Tidak dikorupsi dan dikelola secara digital,’’ pungkasnya. (*)