Beranda blog Halaman 73

Kuota BBM Berau Dinilai Belum Sesuai Kebutuhan, Pemkab: Kami Hanya Minta Hak Daerah

0
Wakil Bupati Berau, Gamalis saat menyampaikan faktor penyebab kelangkaan BBM di Kabupaten Berau.

BERAU – Persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyebut salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah kuota BBM yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan daerah.

Berdasarkan data Diskoperindag Berau, Pemkab Berau awalnya mengusulkan kuota jenis Pertalite sebesar 83.201 Kilo Liter (KL).
Namun, BPH Migas hanya merealisasikan 47.312 KL atau terpangkas sekitar 35.889 KL.

Nasib serupa juga terjadi pada jenis
Biosolar. Dari total 37.147 KL yang diusulkan daerah, kuota yang diturunkan hanya menyentuh angka 25 ribu lebih KL atau berkurang sekitar 12 ribu KL.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kebutuhan BBM di Berau terus berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian. Ketika pasokan tidak sebanding dengan kebutuhan, antrean panjang di sejumlah SPBU pun berpotensi kembali terjadi.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi untuk mencari tahu sumber persoalan yang menyebabkan distribusi BBM belum berjalan optimal.

Dari koordinasi tersebut, kata Gamalis, salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan kuota yang diterima daerah.

“Sudah mulai terurai permasalahan kita ini sebenarnya di mana. Ternyata ada di SKH Migas, yang tidak memberikan kuota sesuai yang diajukan oleh Pemerintah Daerah itu sendiri,” kata Gamalis, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, Pemkab Berau sebelumnya telah mengajukan kebutuhan BBM daerah. Namun, jumlah kuota yang diberikan dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Gamalis menegaskan, pemerintah daerah tidak sedang meminta tambahan kuota secara berlebihan. Pemkab Berau hanya ingin kebutuhan yang telah diajukan dapat dipenuhi sesuai perhitungan dan kondisi daerah.

“Bukan menambah, kita minta hak kita. Kita tidak menambah, cuma kita minta hak kita,” tegasnya.

Gamalis menilai persoalan kuota BBM tidak dapat dipandang sebatas persoalan antrean kendaraan di SPBU. Ketersediaan bahan bakar memiliki pengaruh terhadap berbagai aktivitas masyarakat.

Transportasi menjadi salah satu sektor yang paling bergantung terhadap kepastian pasokan BBM. Selain itu, sektor perdagangan, jasa hingga pariwisata juga membutuhkan distribusi bahan bakar yang lancar.

“Ini sangat erat kaitannya dengan aktivitas ekonomi yang ada di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Menurut Gamalis, kondisi geografis Berau yang memiliki wilayah luas dan sejumlah kawasan yang membutuhkan akses transportasi cukup tinggi juga menjadi pertimbangan dalam melihat kebutuhan BBM daerah.

Karena itu, penyesuaian kuota dinilai menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan BBM secara jangka panjang.

Pemerintah daerah berharap permasalahan tersebut dapat dibahas bersama pihak terkait sehingga kebutuhan BBM Berau tidak kembali mengalami persoalan serupa.

Pemkab Berau juga mendorong pembahasan persoalan BBM melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.

Gamalis berharap forum tersebut tidak berhenti pada pembahasan mengenai antrean panjang dan keresahan masyarakat, tetapi dapat menghasilkan langkah konkret terkait kuota maupun distribusi.

“Kalau bisa diputuskan di dalam RDP karena di situ regulasi. Kita di sini aktual, yang mengeksekusi,” ujarnya.

Ia memastikan Pemkab Berau siap menjalankan keputusan yang nantinya dihasilkan melalui pembahasan bersama tersebut.

“Ketika apa yang diputuskan nanti oleh kawan-kawan di Dewan, benar-benar akan kita eksekusi,” tegas Gamalis.

Pemkab Berau berharap persoalan kuota dapat segera diselesaikan sehingga ketersediaan BBM di daerah lebih terjamin dan masyarakat tidak lagi menghadapi ketidakpastian ketika membutuhkan bahan bakar.

“Pemkab Berau memastikan kuota sesuai kebutuhan bukan sekadar upaya mengurai antrean di SPBU. Lebih dari itu, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (adv)

Sinergi Penanganan Karhutla Bontang, Pupuk Kaltim Salurkan Ribuan Masker hingga Extra Fooding

0

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program PKT Proaktif menyalurkan dukungan lanjutan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Bontang. Dukungan kali ini berupa 1.400 masker untuk masyarakat terdampak, serta extra fooding bagi petugas yang terlibat dalam penanganan Karhutla di lapangan.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengungkapkan dukungan ini bagian dari komitmen Pupuk Kaltim untuk terus hadir dalam menyikapi persoalan Karhutla, yang tidak hanya berfokus pada penanganan langsung, tapi juga dampak yang ditimbulkan.

Melalui bantuan masker, Pupuk Kaltim mendorong perlindungan masyarakat dari paparan asap akibat kebakaran lahan yang terjadi. Sementara extrafooding, bentuk dukungan bagi petugas Karhutla yang menjalankan tugas dalam kondisi medan dan cuaca menantang, serta membutuhkan stamina maupun daya tahan selama proses penanganan.

“Kami memahami penanganan Karhutla butuh kolaborasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha. Untuk itu, Pupuk Kaltim hadir memberi dukungan lanjutan agar persoalan ini bisa ditangani bersama,” ujar Anggono, Selasa (1/9/2026).

Menurut Anggono, dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat. Maka dukungan masker yang disalurkan diharapkan menjadi perlindungan tambahan saat kualitas udara terdampak asap. Di sisi lain, penggunaan masker juga bagian dari upaya menjaga keselamatan petugas yang harus bekerja dekat dengan lokasi kebakaran.

“Bagi masyarakat, masker dapat menjadi perlindungan tambahan dari paparan asap. Begitu juga extra fooding, kami ingin memberi dukungan sederhana namun berarti bagi rekan-rekan yang terus bekerja di lapangan,” lanjut Anggono.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, menyebut keterlibatan dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat, serta memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui PKT Proaktif, perusahaan berupaya merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, termasuk dalam kondisi darurat dan kebencanaan.

Sebelumnya, Pupuk Kaltim memberi dukungan berupa akses pengisian air bagi armada pemadam kebakaran di dua lokasi, yang dapat dimanfaatkan kapan pun dibutuhkan. Dua titik tersebut berada di area parkir GOR Pupuk Kaltim, berdekatan dengan Pos Fire & Rescue Perusahaan, serta Pool Bus di samping Wisma KIE.

Akses pengisian air telah dibuka dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan armada pemadam dalam penanganan Karhutla. Di mana ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan vital dalam operasi pemadaman, terutama saat armada harus bergerak secara cepat dan berulang untuk menjangkau sejumlah titik kebakaran.

“Pupuk Kaltim akan terus berupaya maksimal mendukung penanganan Karhutla di Kota Bontang, sesuai dengan kapasitas yang kami miliki. Ini wujud komitmen kami untuk mengambil bagian bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Teguh.

Dirinya menegaskan, Pupuk Kaltim akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Bontang dan seluruh pihak terkait untuk melihat kebutuhan lainnya yang dapat didukung perusahaan dalam penanganan Karhutla. Termasuk penguatan sinergi bersama masyarakat, dalam menciptakan Bontang yang semakin tangguh menghadapi berbagai risiko kebencanaan.

“Dukungan ini kami harap tidak hanya memberi manfaat, tapi juga memperkuat semangat gotong royong menghadapi Karhutla. Namun demikian, pencegahan tetap menjadi yang utama. Mari bersama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” tambah Teguh.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim dalam penanganan Karhutla di Kota Bontang. Menurut Neni, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu kekuatan penting, sekaligus menunjukkan penanganan kondisi kebencanaan butuh keterlibatan seluruh elemen.

“Sebelumnya Pupuk Kaltim juga telah membantu akses air bagi armada pemadam untuk penanganan Karhutla. Ini bentuk kepedulian dan kolaborasi yang sangat kami apresiasi,” ucap Neni, usai menerima bantuan secara simbolis di Posko Karhutla Bontang Lestari.

Neni berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif. Termasuk upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan, yang diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap potensi kebakaran hingga meminimalkan dampak bagi masyarakat dan lingkungan.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan perusahaan, relawan, dan masyarakat sangat penting agar Karhutla dapat kita tangani dengan baik dan tidak berkembang lebih luas,” tutup Neni. (adv)

Disnakertrans Tutup Pengaduan Upah Inti Boga, Hak Mantan Pekerja Tetap Dibayar

0
Kuasa hukum PT Inti Boga Mandiri, Yuvina Ariestanti, S.H., M.H., CIRP., memperlihatkan surat undangan kepada pekerja dan mantan pekerja untuk menyelesaikan pembayaran hak terkait pengaduan upah. (MKN)

SAMARINDA – Pengaduan kekurangan pembayaran upah minimum dan upah kerja lembur pekerja PT Inti Boga Mandiri dinyatakan selesai oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Namun, perusahaan masih membuka pembayaran bagi sejumlah pekerja dan mantan pekerja yang belum menerima haknya.

Penyelesaian pengaduan tertuang dalam surat Disnakertrans Kaltim Nomor 500.15.16.1/452/DTKT.Srk-III/2026 tertanggal 8 Mei 2026 tentang Pemberitahuan Hasil Penanganan Pengaduan Pekerja PT Inti Boga Mandiri.

Surat tersebut ditujukan kepada pimpinan PT Inti Boga Mandiri dan Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Borneo Indonesia (SBBI) yang diwakili Nason Nadeak, S.H., M.H.

Kuasa hukum PT Inti Boga Mandiri, Yuvina Ariestanti, S.H., M.H., CIRP., mengatakan surat Disnakertrans tersebut menjadi penegasan bahwa perusahaan telah menindaklanjuti persoalan upah minimum dan upah lembur yang sebelumnya dilaporkan.

“Perusahaan telah melaksanakan penyelesaian dan menyerahkan bukti pembayaran serta dokumen pendukung kepada pengawas ketenagakerjaan. Setelah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi, Disnakertrans Kaltim menyatakan pengaduan tersebut telah selesai,” kata Yuvina dalam jumpa pers di Fugo Hotel Samarinda, Senin (7/9/2026).

Persoalan ini bermula dari laporan DPP SBBI Provinsi Kalimantan Timur kepada Disnakertrans Kaltim pada 13 November 2023. Pengaduan berkaitan dengan pembayaran upah di bawah upah minimum dan upah lembur terhadap pekerja PT Inti Boga Mandiri.

Dalam proses penanganannya tercatat 45 nama pekerja. Namun, Yuvina mengatakan jumlah orang sebenarnya 44 karena terdapat satu nama yang tercatat dua kali. “Sebetulnya bukan 45 orang, tapi 44 orang. Ada yang ter-double namanya,” jelasnya.

Pada Desember 2024 hingga Januari 2025, Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kaltim menerbitkan penetapan mengenai perhitungan kekurangan upah minimum dan upah kerja lembur.

PT Inti Boga Mandiri kemudian mengajukan banding dan penetapan ulang kepada Kementerian Ketenagakerjaan pada 11 Februari 2025.

Kemenaker kemudian menerbitkan dua penetapan ulang pada 28 November 2025.

Penetapan Ulang Nomor 5/35/AS.00.02/XI/2025 mencatat kekurangan pembayaran upah kerja lembur sebesar Rp667.721.932.

Sementara Penetapan Ulang Nomor 5/36/AS.00.02/XI/2025 menetapkan kekurangan pembayaran upah minimum sebesar Rp792.453.176. Total keduanya mencapai Rp1.460.175.108.

Yuvina mengatakan selama proses pemeriksaan dan penetapan ulang berlangsung, perusahaan tetap berkomunikasi dengan pekerja dan mantan pekerja.

Sebanyak 37 pekerja dan mantan pekerja kemudian mencapai kesepakatan dengan perusahaan. Penyelesaian dituangkan dalam Perjanjian Bersama, pembayaran dilakukan, kemudian perjanjian didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda.

“Penyelesaian dengan 37 pekerja dilakukan melalui mekanisme yang sah. Ada Perjanjian Bersama yang telah didaftarkan ke PHI dan bukti pembayaran,” jelas Yuvina.

Ia juga membantah anggapan bahwa perjanjian tersebut tidak sah karena dilakukan langsung dengan pekerja tanpa melalui kuasa hukum.

“Bahkan kalau di luar ada narasi perjanjian tidak sah karena tidak melalui kuasa, kami pastikan itu adalah asumsi yang keliru. Kami tidak mungkin tanda tangan dengan prinsipal jika tidak ada surat pencabutan kuasa dari karyawan dan eks karyawan,” katanya.

Sementara terhadap Jamsuri, perusahaan menyatakan telah membayar kekurangan upah lembur sebesar Rp19.071.477 melalui transfer bank pada 25 Februari 2026.

Menurut Yuvina, pembayaran dilakukan langsung ke rekening Jamsuri karena data rekeningnya masih tercatat di perusahaan.

MASIH ADA YANG BELUM MENERIMA

Meski pengaduan dinyatakan selesai, masih terdapat pekerja atau mantan pekerja yang belum menerima pembayaran.

Yuvina mengatakan perusahaan telah mengirimkan undangan ke alamat yang tercatat dalam data perusahaan. Kendalanya, sebagian sudah lama tidak bekerja sehingga perusahaan tidak lagi memiliki nomor telepon maupun data rekening terbaru.

“Perusahaan tidak menolak membayar. Mereka telah diundang datang agar haknya dapat dibayarkan secara penuh sesuai angka dalam penetapan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia juga membantah adanya perlakuan berbeda terhadap pekerja dalam penyelesaian perkara tersebut. “Jadi tidak ada ya, klien kami diskriminatif atas penyelesaian masalah ini. Semua kami lakukan dengan menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan itikad baik,” kata Yuvina.

PT Inti Boga Mandiri meminta pekerja dan mantan pekerja yang belum menerima pembayaran menghubungi perusahaan atau Firma Hukum Ansugi Law dengan membawa identitas dan dokumen pendukung.

Perusahaan menyatakan pembayaran akan dilakukan sesuai nilai yang tercantum dalam penetapan ulang Kementerian Ketenagakerjaan.

Dalam surat 8 Mei 2026, Disnakertrans Kaltim menyebut pengawas ketenagakerjaan telah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi atas pengaduan. Pengawas juga telah menerima bukti pembayaran dan dokumen pendukung penyelesaian.

“Berdasarkan hasil penanganan dan pemeriksaan yang telah dilakukan, Disnakertrans Kaltim menyatakan pengaduan terkait tuntutan pembayaran upah dan upah kerja lembur PT Inti Boga Mandiri dianggap telah selesai,” kata Yuvina.

PT Inti Boga Mandiri menyatakan tetap membuka komunikasi dengan pekerja dan mantan pekerja yang belum menerima hak karena kendala data maupun komunikasi. (KN)

Mutasi ke Pangkalan Bun Berujung PHK, PHI Menangkan Inti Boga, Jamsuri Kasasi

0
Kuasa hukum PT Inti Boga Mandiri, Yuvina Ariestanti, S.H., M.H., CIRP. (kiri), saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Fugo Hotel Samarinda, Senin (7/9/2026). (MKN)

SAMARINDA – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda menyatakan mutasi Jamsuri dari Samarinda ke Pangkalan Bun serta pemutusan hubungan kerja (PHK) karena mangkir sah menurut hukum. Dari tuntutan Rp160,5 juta, majelis hanya mengabulkan uang pisah sebesar Rp6,46 juta.

Putusan perkara Nomor 16/Pdt.Sus-PHI/2026/PN Smr dibacakan pada 30 Juli 2026. Jamsuri tercatat sebagai penggugat dan PT Inti Boga Mandiri sebagai tergugat. Perkara tersebut terdaftar di PHI Samarinda sejak 26 Februari 2026.

Jamsuri telah bekerja di PT Inti Boga Mandiri sejak 5 Oktober 1997. Perselisihan bermula ketika perusahaan memutasinya dari Kantor Cabang Samarinda ke Depo Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Mutasi dilakukan melalui Surat Keputusan Nomor IBM.01/44/HS.6.25 tertanggal 30 Mei 2025 dan berlaku mulai Juni 2025. Jamsuri tetap ditempatkan sebagai auditor lapangan.

Kuasa hukum PT Inti Boga Mandiri, Yuvina Ariestanti, S.H., M.H., CIRP., mengatakan mutasi dilakukan karena kebutuhan operasional. Depo Pangkalan Bun saat itu membutuhkan auditor lapangan untuk melakukan audit stok dan pengawasan setelah terjadi pergantian sales supervisor.

“Mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional. Jabatan, upah, tunjangan, dan hak normatif Jamsuri tidak ada yang dikurangi,” kata Yuvina dalam konferensi pers di Fugo Hotel Samarinda, Senin (7/9/2026).

Menurut Yuvina, berdasarkan pertimbangan putusan, majelis tidak menemukan fakta bahwa mutasi tersebut mengurangi upah, jenjang jabatan maupun hak normatif Jamsuri.

Majelis juga menilai mutasi diterbitkan pejabat yang berwenang, didasarkan pada kebutuhan operasional dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, perjanjian kerja maupun peraturan perusahaan.

Atas pertimbangan itu, mutasi Jamsuri ke Pangkalan Bun dinyatakan sah dan mengikat.

Jamsuri tidak menjalankan penempatan di Pangkalan Bun. Ia tetap hadir dan melakukan absensi di Kantor Cabang Samarinda.

Namun, kehadiran di kantor lama tidak dinilai sebagai pelaksanaan kewajiban kerja karena berdasarkan keputusan mutasi, tempat kerjanya telah berpindah ke Pangkalan Bun.

PT Inti Boga Mandiri kemudian melayangkan dua panggilan kerja.

Panggilan pertama diterbitkan 10 Juni 2025 melalui Surat Nomor IBM.01/45/HS.6.25. Jamsuri diminta hadir bekerja di Pangkalan Bun pada 12 Juni 2025.

Panggilan kedua diterbitkan 16 Juni 2025 melalui Surat Nomor IBM.01/47/HS.6.25 dan meminta Jamsuri hadir pada 17 Juni 2025.

Menurut Yuvina, bukti pengiriman dan penerimaan kedua surat tersebut diperiksa dalam persidangan.

“Perusahaan telah menyampaikan dua panggilan secara tertulis dan patut. Pengadilan memeriksa surat panggilan, bukti pengiriman, bukti penerimaan, serta seluruh dokumen pendukungnya,” jelas Yuvina.

Jamsuri tetap tidak datang bekerja di Pangkalan Bun. Perusahaan kemudian menerbitkan surat PHK pada 19 Juni 2025 dengan alasan mangkir.

Majelis menilai unsur mangkir sebagaimana diatur dalam Pasal 36 huruf j juncto Pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 telah terpenuhi.

PHK kemudian dinyatakan sah dan hubungan kerja Jamsuri dengan PT Inti Boga Mandiri dinyatakan putus sejak 19 Juni 2025.

TUNTUT Rp160,5 JUTA

Dalam gugatannya, Jamsuri meminta pembayaran pesangon, uang penghargaan masa kerja dan upah proses dengan total sekitar Rp160,5 juta.

Majelis hanya mengabulkan sebagian gugatan.

PT Inti Boga Mandiri diwajibkan membayar uang pisah sebesar satu bulan upah atau Rp6.460.000. Tuntutan selain dan selebihnya ditolak.

“Pokok persoalan dalam perkara ini adalah keabsahan mutasi dan PHK. Putusan telah menyatakan mutasi sah dan mengikat serta PHK karena mangkir sah menurut hukum,” kata Yuvina.

Putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap.

Jamsuri melalui kuasa hukumnya mengajukan kasasi pada 13 Agustus 2026. PT Inti Boga Mandiri sedang menyiapkan kontra memori kasasi yang dijadwalkan disampaikan paling lambat 13 September.

“Kami menghormati hak Jamsuri mengajukan kasasi. Kami akan menyampaikan kontra-memori dan mengikuti proses hukum sampai terdapat putusan Mahkamah Agung,” ujar Yuvina.

Hingga Senin (7/9/2026), belum ada putusan kasasi Mahkamah Agung. Karena itu, putusan PHI Samarinda masih menjadi objek upaya hukum dan belum inkracht. (KN)

8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 170 Ribu Penumpang Tertahan

0

JAKARTA — Aktivitas vulkanik Anak Krakatau berdampak besar terhadap penerbangan. Sebanyak delapan bandara ditutup akibat sebaran abu vulkanik, menyebabkan sekitar 170 ribu penumpang tertahan dan perjalanan udara terganggu.

Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan karena abu vulkanik berisiko membahayakan mesin pesawat. Maskapai harus melakukan penyesuaian jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan selama kondisi belum memungkinkan.

Kementerian Perhubungan menegaskan hak penumpang yang terdampak penutupan sementara bandara tetap harus dipenuhi maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

Koran Digital Koran Nusantara

Baca Koran Nusantara Edisi 7 September 2026

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Antrean Ketapang-Gilimanuk Capai 3 Km, Dua Kapal ASDP Dikerahkan

0
Kapal feri penyeberangan milik PT ASDP berlabuh di pelabuhan. ANTARA/HO-ASDP

JAKARTA — Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai sekitar 3 kilometer pada Minggu pagi. Untuk mengurai kepadatan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan dua kapal, yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0, guna memperkuat kapasitas layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran konektivitas Jawa-Bali.

“ASDP terus melakukan langkah operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk,” kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9).

Berdasarkan pemantauan pada sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di sisi Ketapang mencapai sekitar 3 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Terminal Sri Tanjung.

Sementara di sisi Gilimanuk, Bali, antrean tercatat sekitar 1,6 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Masjid Gilimanuk.

Heru mengatakan kepadatan tersebut berdampak langsung terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Karena itu, ASDP melakukan berbagai langkah mitigasi secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, dan aspek keselamatan pelayaran.

“Karena itu, kami terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya menambah kapasitas layanan, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9).

Setibanya di Tanjung Wangi, KMP Jatra I akan memperkuat layanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sementara itu, KMP Portlink 0 akan melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar melalui Pelabuhan Gili Mas. Pengaturan tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengurangi tekanan kendaraan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pihaknya bersama regulator, termasuk KSOP dan BPTD, terus mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari dengan pola operasi hingga delapan trip.

“Kami akan terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala agar setiap kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini dapat secara bertahap mempercepat penguraian kepadatan,” kata Media.

Tingginya kepadatan terjadi di tengah pergerakan pengguna jasa yang cukup besar pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, sebanyak 36.218 kendaraan dan 7.197 penumpang telah diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang.

Dari sisi Gilimanuk, tercatat 33.810 kendaraan dan 4.213 penumpang berhasil diseberangkan dalam periode yang sama.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengatur arus kendaraan yang menuju maupun keluar dari pelabuhan agar pergerakan tetap berlangsung tertib dan aman.

Perusahaan mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan.

Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas serta menjaga ketertiban selama berada di area pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan.

Melalui penguatan armada, optimalisasi pola operasi, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga kelancaran penyeberangan sekaligus memastikan konektivitas Jawa-Bali tetap berjalan maksimal. (ANT/KN)

Abu Vulkanik Tinggi, Sekolah di Banten dan Lampung Diminta Terapkan PJJ

0
Arsip - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan tanya jawab dengan media usai membuka Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Jakarta Pusat pada Jumat (4/9/2026). (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta sekolah di wilayah yang terdampak parah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk menjaga keselamatan siswa dan guru.

Abdul Mu’ti mengatakan skema pembelajaran dari rumah secara daring dapat diterapkan di daerah dengan paparan abu vulkanik tinggi. Sekolah juga dapat menyelenggarakan pembelajaran daring dari lokasi lain yang dinilai aman.

“Di daerah yang terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring, atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring,” kata Mu’ti dalam konferensi pers Pembaruan Informasi Layanan Pendidikan Pasc erupsi Krakatau yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu (6/9).

Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Serang, Banten, serta Kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.

Sementara bagi sekolah yang kondisi lingkungannya masih dinilai aman untuk pembelajaran tatap muka, Mu’ti meminta penerapan protokol kesehatan dan keselamatan secara ketat.

“Pembelajaran dapat tetap diselenggarakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, tidak melaksanakan kegiatan di luar kelas, menutup pintu, jendela, dan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan keselamatan bagi seluruh murid,” ujarnya.

Mendikdasmen memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk menyesuaikan durasi pembelajaran apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan kegiatan belajar berlangsung seperti biasa.

Sekolah tidak diwajibkan menjalankan jam belajar penuh seperti dalam kondisi normal apabila hal tersebut berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Selain penyesuaian kegiatan belajar, para guru juga diimbau menyisipkan materi pendidikan kebencanaan dalam proses pembelajaran.

Materi tersebut diharapkan membantu siswa memahami situasi erupsi, tetap tenang, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri apabila kondisi darurat terjadi.

Mengenai berapa lama pembelajaran dari rumah diberlakukan, Abdul Mu’ti menyerahkan keputusan kepada pemerintah daerah karena otoritas setempat dinilai paling memahami kondisi dan perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayah masing-masing.

“Jadi kalau di Jakarta sudah ditetapkan bahwa pembelajaran di Jakarta mulai besok diselenggarakan secara daring, maka semuanya harus mengikuti aturan pemerintah daerah. Nah untuk daerah-daerah lain yang belum membuat keputusan, kami sangat mengharapkan agar dapat sesegera mungkin memberikan informasi sebagai panduan bagi masyarakat,” katanya.

Hingga saat ini, Abdul Mu’ti menyebut belum ada laporan mengenai korban jiwa dari kalangan murid maupun guru akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Tidak terdapat pula laporan kerusakan infrastruktur sekolah di wilayah terdampak, termasuk di Banten dan Lampung.

Meski demikian, pemerintah tetap menempatkan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah sebagai prioritas dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama kondisi erupsi berlangsung. (ANT/KN)

Pesawat Aerosport Jatuh dan Terbakar di Blora, Dua Awak Selamat

0
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin meninjau lokasi pesawat aerosport jenis fixed-wing Sky Ranger yang jatuh dan terbakar di area persawahan Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Gunawan)

SEMARANG — Pesawat aerosport jenis fixed-wing Sky Ranger jatuh dan terbakar di area persawahan Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (6/9) sekitar pukul 12.10 WIB. Dua awak pesawat selamat setelah berhasil keluar sebelum pesawat terbakar.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan pesawat mengalami gangguan mesin saat melakukan penerbangan dari Pangandaran, Jawa Barat, menuju Malang, Jawa Timur.

“Pesawat mengalami gangguan dalam penerbangan sehingga melakukan pendaratan darurat di lahan persawahan,” kata Zaenul di Blora, Minggu (6/9/2026).

Pesawat tersebut sebelumnya sempat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan penerbangan menuju Malang.

Namun, setelah kembali mengudara dan melintas di wilayah Kabupaten Blora, pesawat mengalami kendala pada mesin.

Pilot kemudian berupaya melakukan pendaratan darurat di area persawahan. Pesawat jatuh dan terbakar setelah melakukan pendaratan tersebut.

Dua awak pesawat, yakni pilot Dhoni Vasmin A (39) dan kopilot Ignatius Andreas (31), berhasil menyelamatkan diri sebelum pesawat terbakar.

Keduanya dilaporkan selamat dengan mengalami luka ringan. Setelah kejadian, pilot dan kopilot mendapat perawatan di Puskesmas Ngawen.

Sementara itu, pesawat mengalami kerusakan berat akibat benturan dan kebakaran. Badan pesawat dalam kondisi ringsek dan hangus sehingga sebagian besar hanya menyisakan puing-puing di lokasi kejadian.

Polisi bersama instansi terkait masih melakukan pengamanan dan pemeriksaan di lokasi kecelakaan untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat.

Petugas Inafis Polres Blora juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan memasang garis polisi.

Zaenul menegaskan pesawat yang jatuh tersebut merupakan pesawat aerosport dan bukan pesawat militer.

“Penerbangan dilakukan dalam rangka latihan dan pengecekan kondisi armada menjelang kegiatan pertunjukan udara atau air show,” ujarnya.

Pesawat aerosport jenis Sky Ranger tersebut berada di bawah naungan Federasi Aerosport Indonesia (FASI).

Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab gangguan mesin yang kemudian menyebabkan pesawat melakukan pendaratan darurat hingga akhirnya jatuh dan terbakar. (ANT/KN)

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Rampung Oktober

0
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (6/9/2026). (ANTARA/Aji Cakti)

JAKARTA — Pemerintah bersama DPR RI menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan tuntas pada akhir Oktober 2026. Regulasi baru tersebut diharapkan memperkuat perlindungan pekerja, termasuk mereka yang berada di sektor informal.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah dan DPR RI saat ini masih menyelesaikan pembahasan RUU tersebut agar dapat segera diwujudkan.

“Saat ini kami beserta DPR RI, kita sedang menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru. Targetnya selesai Oktober, akhir Oktober ini semoga bisa terwujud,” ujar Yassierli di Jakarta, Minggu (6/9).

Yassierli berharap regulasi tersebut nantinya menjadi legasi baru dalam upaya memperkuat perlindungan ketenagakerjaan di Indonesia.

“Dan ini InsyaAllah akan menjadi legasi baru terkait dengan perlindungan ketenagakerjaan di Indonesia,” katanya.

Menurut Yassierli, salah satu perhatian utama pemerintah dalam penyusunan regulasi tersebut adalah perlindungan terhadap pekerja sektor informal.

Dari sekitar 155 juta angkatan kerja di Indonesia, sekitar 60 persen di antaranya berada di sektor informal. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian agar pekerja informal tetap memperoleh perlindungan sosial.

“Ini menjadi perhatian (concern) buat kami, concern buat kita bagaimana mereka juga tetap mendapatkan perlindungan sosial. Karena hak setiap warga negara untuk mendapatkan perlindungan sosial,” ujarnya.

Yassierli mengatakan pemerintah berharap RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dapat menghasilkan regulasi yang lebih berkeadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Regulasi tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pembangunan ketenagakerjaan sekaligus mendukung pembangunan Indonesia secara keseluruhan.

Dalam proses penyusunannya, Kemnaker membuka ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.

Pemerintah menerima masukan dari dunia usaha dan industri hingga perwakilan serta serikat buruh atau pekerja.

Menurut Yassierli, berbagai aspirasi tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan regulasi agar aturan yang dihasilkan dapat mengakomodasi kepentingan para pihak dalam ekosistem ketenagakerjaan.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, KBPBI menyampaikan sejumlah masukan dan rekomendasi terkait penguatan regulasi ketenagakerjaan. Masukan tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan bagi pekerja sekaligus tetap mendukung kepentingan dunia usaha.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Menaker dan jajaran kepada perwakilan buruh untuk menyampaikan aspirasi.

Andi berharap berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan bersama DPR RI.

Pembahasan regulasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat menghasilkan aturan ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan lebih luas sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan pekerja, dunia usaha, dan pemerintah. (ANT/KN)

Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Bisa Refund 100 Persen

0

JAKARTA — Penumpang pesawat yang penerbangannya terdampak penutupan delapan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dipastikan berhak mendapatkan pengembalian tiket atau refund 100 persen. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi juga meminta seluruh maskapai memfasilitasi pilihan refund maupun penjadwalan ulang atau reschedule bagi penumpang terdampak.

“Kami sudah menyampaikan bahwa semua airlines harus memfasilitasi hak-hak penumpang untuk melakukan reschedule maupun refund tiketnya,” kata Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Dudy mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan hak penumpang tetap terpenuhi selama operasional sejumlah bandara dihentikan sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Meski demikian, hingga Minggu, Dudy mengaku belum menerima laporan mengenai maskapai yang telah memproses pengembalian dana kepada penumpang terdampak.

“Kami belum mendapat laporan (maskapai yang sudah melayani refund),” ujarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa menegaskan pengembalian tiket bagi penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi operasional bandara terdampak abu vulkanik berlaku penuh sebesar 100 persen.

“Terkait pembatalan atau refund penerbangan itu berlaku 100 persen,” kata Lukman.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat agar penumpang tidak mengalami kerugian akibat pembatalan penerbangan yang terjadi karena faktor keselamatan penerbangan.

Selain refund dan reschedule, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk menjaga konektivitas masyarakat selama operasional delapan bandara terdampak masih dihentikan sementara.

Bandara alternatif tersebut meliputi Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), serta Bandara Adi Soemarmo di Solo.

Menhub mempersilakan maskapai menggunakan bandara-bandara tersebut sebagai lokasi keberangkatan maupun pendaratan sesuai kebutuhan operasional dan perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik.

Bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pemerintah bersama InJourney Airports juga menyiapkan transportasi darat gratis berupa bus dan kereta api menuju bandara alternatif.

Informasi mengenai pengalihan penerbangan akan disampaikan langsung kepada penumpang oleh masing-masing maskapai.

Penumpang selanjutnya dapat memilih melanjutkan perjalanan melalui bandara alternatif yang ditetapkan maskapai atau membatalkan perjalanan dengan menggunakan fasilitas refund sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga Minggu (6/9/2026) malam, delapan bandara masih ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kedelapan bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Radin Inten II Lampung.

Selanjutnya, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik dan berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, serta pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan aspek keselamatan sekaligus pelayanan kepada penumpang tetap terjaga. (ANT/KN)