Beranda blog Halaman 74

Erupsi Anak Krakatau, ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal

0
Kapal penyeberangan feri milik PT ASDP berlabuh di dermaga. ANTARA/HO-ASDP

JAKARTA — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) belum mengganggu operasional penyeberangan Merak-Bakauheni. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan tetap berjalan normal dengan memperketat pemantauan kondisi cuaca dan perairan serta menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan layanan penyeberangan sekaligus mengambil langkah antisipatif menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah layanan transportasi.

“Kami mengoptimalkan layanan penyeberangan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta pelayaran tetap menjadi prioritas, menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah layanan transportasi,” kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Heru, operasional lintasan Merak-Bakauheni pada Minggu masih berjalan normal. Meski demikian, ASDP meningkatkan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan lingkungan perairan serta memastikan kesiapan armada dan petugas di lapangan.

“Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran merupakan prioritas utama kami,” ujarnya.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan regulator, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan setiap keputusan operasional mempertimbangkan kondisi terkini.

Dari sisi kesiapan armada, sebanyak 32 kapal disiapkan di sisi Merak untuk melayani pengguna jasa. Sementara dari sisi Bakauheni, terdapat 28 kapal yang beroperasi.

Data ASDP menunjukkan Cabang Merak melayani 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan pada Jumat (4/9). Jumlah tersebut kemudian tercatat sebanyak 28.826 penumpang dan 8.075 kendaraan pada Sabtu (5/9/2026).

Dengan demikian, volume kendaraan di Cabang Merak pada Sabtu turun sekitar 6,42 persen dibandingkan sehari sebelumnya, meski layanan penyeberangan tetap berlangsung sesuai kondisi operasional.

Sementara itu, Cabang Bakauheni mencatat 1.361 penumpang dan 7.371 kendaraan pada Jumat (4/9/2026). Pada Sabtu, jumlahnya menjadi 1.365 penumpang dan 6.736 kendaraan.

Selain memperkuat pemantauan operasional, ASDP juga mengambil langkah perlindungan terhadap kru kapal dan pengguna jasa di tengah potensi paparan debu atau abu vulkanik.

Pada Minggu siang, ASDP membagikan masker kepada kru KMP Jatra III serta pengguna jasa yang turun dan naik melalui kapal tersebut.

Penggunaan masker diimbau sebagai langkah perlindungan apabila terdapat paparan debu atau abu vulkanik di sekitar wilayah operasional.

ASDP mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan penyeberangan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik serta memantau informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum berangkat.

Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan perjalanan apabila terjadi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan.

“Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” kata Heru. (ANT/KN)

Penerbangan ke Jakarta Dialihkan ke Kertajati, Pemerintah Siapkan Bus dan Whoosh

0
Tampak depan tampilan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (ANTARA/Fathnur Rohman)

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai alternatif pendaratan sejumlah penerbangan menuju Jakarta yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penumpang yang dialihkan ke Kertajati akan mendapat akses bus dan kereta cepat Whoosh menuju Jakarta.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan penyesuaian penerbangan dilakukan seiring perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 17.30 WIB pada Minggu (6/9/2026).

“Beberapa penerbangan menuju Jakarta terutama maskapai Garuda ada yang dialihkan untuk mendarat di Bandara Kertajati, Jawa Barat. Untuk selanjutnya disiapkan layanan bus dan Whoosh dari Kertajati menuju Jakarta,” kata Teddy dalam siaran Sekretariat Kabinet yang dikutip di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Teddy, penyediaan transportasi lanjutan tersebut dilakukan untuk memastikan penumpang yang penerbangannya dialihkan tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Selain melalui Kertajati, pemerintah juga menyiapkan alternatif transportasi darat bagi masyarakat dari sejumlah daerah lain yang terdampak gangguan penerbangan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menambah perjalanan kereta menuju Jakarta dari Surabaya, Malang, Semarang, dan Yogyakarta. Bandara di kota-kota tersebut masih beroperasi dalam kondisi normal.

Selain mengantisipasi gangguan transportasi, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri dari potensi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Teddy mengimbau masyarakat menggunakan masker dan kacamata ketika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta mencuci tangan dan wajah setelah kembali dari luar rumah.

Debu yang menempel di sekitar rumah juga dianjurkan untuk dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan agar tidak mudah beterbangan dan terhirup.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengumumkan penutupan sementara enam bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah kondisi ruang udara yang terdampak material vulkanik.

Enam bandara tersebut yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Budiarto Curug Tangerang, serta Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Pemerintah terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan transportasi untuk menyesuaikan operasional penerbangan sekaligus memastikan konektivitas penumpang tetap terjaga. (ANT/KN)

Tiga Mantan Kader Demokrat Gabung NasDem, Siap Maju Pileg 2029

0
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat M Rachmat saat memberi keterangan pers di Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta, Minggu (6/9/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

JAKARTA — Tiga mantan kader Partai Demokrat yang sebelumnya aktif berpolitik di Jawa Barat bergabung dengan Partai NasDem dan langsung menyatakan kesiapan untuk maju pada Pemilu Legislatif 2029.

Ketiga politisi tersebut yakni Achdar Sudrajat, Wawan Setiawan, dan Toto Purwanto. Mereka merupakan mantan anggota legislatif di Jawa Barat yang kini ditetapkan sebagai kader Partai NasDem.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat M Rahmat mengatakan bergabungnya ketiga politisi tersebut menjadi bagian dari dinamika politik sekaligus penguatan kader NasDem menjelang Pemilu 2029.

“Ada yang keluar, ada yang masuk. Nah, sekarang NasDem hari ini ada yang masuk menjadi, bergabung menjadi anggota Partai NasDem,” kata Rahmat di Akademi Bela Negara NasDem, Jakarta, Minggu (6/9).

Ketiga politisi tersebut ditetapkan sebagai kader NasDem oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim.

Rahmat mengatakan Wawan Setiawan sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Ketiganya juga telah mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pemilu Legislatif 2029.

Menurut Rahmat, ketiga kader baru tersebut menyatakan NasDem akan menjadi pelabuhan terakhir dalam perjalanan politik mereka.

“Karena mungkin ada hal-hal yang belum terlaksana, tapi sekarang akan mencoba merealisasikannya di Partai NasDem,” ujarnya.

Sementara itu, Toto Purwanto mengungkapkan ketertarikannya bergabung dengan NasDem salah satunya karena gagasan politik tanpa mahar yang diusung partai tersebut.

Menurut Toto, prinsip politik tanpa mahar dapat membuat politisi yang diusung partai tidak terbebani ketika nantinya menjalankan jabatan publik.

“Ketertarikan terhadap Partai NasDem sejak tahun 2019, dan baru terealisasi tahun 2026. Akibat apa? Akibat ideologi politik tanpa mahar,” kata Toto.

Toto meyakini gagasan politik tanpa mahar yang diusung NasDem dapat mendukung perkembangan partai sekaligus memberikan ruang bagi kader untuk menjalankan fungsi politik dan pelayanan publik tanpa beban politik transaksional.

Bergabungnya tiga mantan kader Demokrat tersebut menambah kekuatan politik NasDem di Jawa Barat sekaligus menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi kontestasi Pemilu Legislatif 2029. (ANT/KN)

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

0
Petugas berjibaku memadamkan karhutla di Gunung Semeru (ANTARA/HO-BPBD Lumajang)

LUMAJANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, berhasil dipadamkan setelah melanda area yang diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 hektare. Petugas gabungan kini melanjutkan patroli untuk memastikan tidak muncul kembali titik api di kawasan terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan kegiatan penanganan karhutla dinyatakan selesai pada Sabtu (5/9) setelah petugas memastikan tidak lagi menemukan titik api.

“Kami berkoordinasi dengan Seksi PTN Wilayah III TNBTS Ranupani di Lumajang karena per tanggal 5 September 2026, kegiatan dinyatakan selesai karena sudah tidak ada titik api dan selanjutnya akan dilaksanakan patroli oleh pihak TNBTS,” kata Isnugroho di Lumajang, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan informasi dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), luas area yang terbakar hingga 1 September 2026 mencapai 3.072 hektare. Sementara luas area terdampak hingga Sabtu (5/9) masih dalam proses penghitungan petugas di lapangan.

Area yang terbakar tersebar di sejumlah blok kawasan TNBTS. Di antaranya Blok Dingklik, Pacis Bincil, Kedaluh, dan Penanjakan dengan luas 211,24 hektare.

Kemudian, area Bantengan, Watangan, Jantur, dan B29 terdampak seluas 881,78 hektare. Sementara kawasan Ranu Kumbolo dan sekitarnya menjadi wilayah dengan area terdampak paling luas, yakni mencapai sekitar 1.887 hektare.

Isnugroho mengatakan penghitungan luasan karhutla di Blok Krepelan, Desa Ranupani, masih dilakukan oleh petugas TNBTS. Karena itu, angka luas area terdampak hingga 5 September belum dapat dipastikan.

Untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman, regu siaga BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan melakukan penyisiran dan pembasahan di sejumlah lokasi.

“Tim regu siaga BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya berangkat menuju area pembasahan di Blok Krepelan arah ke Ranupani dengan menggunakan alat jet shoter dan blower,” ujarnya.

Selain penanganan melalui jalur darat, proses pemadaman sebelumnya juga didukung operasi water bombing menggunakan helikopter untuk menjangkau area yang sulit diakses petugas.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga melakukan patroli untuk memonitor kemungkinan munculnya titik api baru di jalur pendakian Gunung Semeru hingga pos 2. Dari hasil pemantauan, petugas tidak menemukan titik api baru.

Penanganan karhutla Gunung Semeru melibatkan berbagai unsur, antara lain TNBTS, Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Manggala Agni, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, ABI Jatim di Lumajang, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Kementerian Kehutanan.

Kondisi cuaca juga mulai membantu upaya pemadaman. Sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang dilaporkan mulai diguyur hujan, antara lain Kecamatan Pronojiwo dan kawasan Kota Lumajang.

Meski kegiatan pemadaman dinyatakan selesai, patroli dan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di kawasan Gunung Semeru. (ANT/KN)

BNPB Siapkan OMC dan Water Mist untuk Luruhkan Abu Vulkanik Anak Krakatau

0
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi

JAKARTA — Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung hingga berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan material vulkanik dari atmosfer.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan OMC akan dilaksanakan setelah kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan memungkinkan. Pesawat yang akan digunakan untuk operasi tersebut telah disiapkan di Pondok Cabe.

“Kalau kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe,” kata Suharyanto di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Ia menjelaskan OMC menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk membantu menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer melalui pembentukan atau penyemaian hujan.

Selain penyemaian awan, BNPB juga menyiapkan teknik water mist sebagai upaya untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Suharyanto menegaskan pelaksanaan OMC tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan, terutama karena abu vulkanik masih berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Sejumlah bandara masih ditutup atau mengalami gangguan operasional sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang ditimbulkan material vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menyikapi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, BNPB telah melakukan koordinasi secara daring dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.

“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujar Suharyanto.

BNPB juga mengirimkan personel ke sejumlah lokasi terdampak untuk memantau situasi masyarakat secara langsung dan memastikan kesiapan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan dampak lanjutan aktivitas vulkanik.

Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap digunakan, termasuk sistem peringatan dini seperti sirine, lokasi evakuasi, serta rencana kontingensi.

Selain itu, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota diminta memastikan ketersediaan stok pangan serta kebutuhan dasar bagi masyarakat apabila kondisi berkembang dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,” katanya.

Hingga Senin (7/9/2026), belum ada pemerintah daerah di wilayah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meski demikian, BNPB akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik serta mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemerintah pusat dan daerah dapat merespons secara cepat apabila sebaran abu vulkanik meluas atau aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. (ANT/KN)

8 Bandara Ditutup akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 170 Ribu Penumpang Tertahan

0
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

TANGERANG — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali mengganggu operasional penerbangan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan sementara delapan bandar udara terdampak hingga Minggu (6/9/2026) pukul 24.00 WIB.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan kondisi abu vulkanik dan arah angin menunjukkan masih adanya risiko terhadap keselamatan penerbangan.

“Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke Barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet. Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB,” ujar Dudy di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (6/9/2026).

Delapan bandara yang terdampak penutupan sementara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, BMKG, dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Gangguan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik tersebut berdampak besar terhadap perjalanan udara.

Hingga Minggu pukul 17.00 WIB, tercatat 1.558 penerbangan tertunda dengan sekitar 170.000 penumpang terdampak di delapan bandara tersebut.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, tercatat 963 penerbangan terdampak, terdiri atas 453 penerbangan kedatangan dan 510 penerbangan keberangkatan berdasarkan pembaruan monitoring pada pukul 17.06 WIB.

Dudy menegaskan hak-hak penumpang yang terdampak penutupan sementara bandara tetap harus dipenuhi oleh maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.

Maskapai wajib memberikan informasi kepada penumpang terkait perubahan status penerbangan sekaligus menyediakan penanganan sesuai aturan yang berlaku.

Untuk mengurangi dampak gangguan penerbangan, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif bagi maskapai.

Bandara yang dapat digunakan sebagai alternatif antara lain Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta sejumlah bandara di Semarang dan Solo.

Dudy mengatakan penumpang yang penerbangannya dialihkan ke bandara alternatif akan mendapatkan dukungan transportasi lanjutan melalui jalur darat.

“Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines. Penumpang akan diinfo oleh airlines jika airlines mau take off landing di bandara alternatif,” katanya.

Pemerintah memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi ruang udara dan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan aspek keselamatan penerbangan. (KN)

BUMK Didorong Naik Kelas, Pemkab Berau Ingin Potensi Kampung Jadi Kekuatan Ekonomi

0
Bupati Berau, Sri Juniarsih.

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) tidak berhenti pada fungsi administratif, tetapi mampu berkembang menjadi penggerak aktivitas ekonomi sekaligus sumber pendapatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang menilai keberadaan BUMK memiliki posisi strategis dalam memperkuat perekonomian dari tingkat kampung.

Menurut Sri Juniarsih, setiap kampung di Kabupaten Berau memiliki potensi yang berbeda-beda. Perbedaan karakteristik tersebut seharusnya menjadi dasar bagi pengelola BUMK dalam menentukan jenis usaha yang dikembangkan.

“Potensi setiap kampung tentu berbeda. Karena itu, BUMK harus mampu melihat apa yang menjadi keunggulan di wilayahnya dan kemudian mengelolanya menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menegaskan, pengembangan BUMK tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama di seluruh kampung. Pengelola perlu memahami kondisi lokal, melihat peluang pasar, sekaligus menyesuaikan jenis usaha dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, BUMK diharapkan tidak hanya menjalankan usaha yang bersifat sementara, tetapi mampu membangun kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Sri Juniarsih mengatakan, keberhasilan BUMK nantinya tidak hanya diukur dari keberadaan unit usaha, tetapi dari sejauh mana aktivitas tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi di kampung.

“Jangan sampai BUMK hanya ada secara kelembagaan, tetapi kegiatan usahanya tidak berkembang. Yang kita harapkan adalah BUMK benar-benar hidup dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Karena itu, profesionalisme menjadi salah satu faktor yang dinilai penting. Pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, inovasi, hingga kemampuan membaca peluang ekonomi perlu menjadi perhatian para pengelola.

Pemkab Berau pun berharap BUMK dapat menjadi ruang bagi kampung untuk mengembangkan potensi lokal, baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, perdagangan maupun bidang usaha lainnya yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Menurut Bupati, ketika potensi tersebut dikelola melalui kelembagaan usaha yang baik, manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“BUMK ini merupakan bagian dari upaya kita membangun ekonomi dari kampung. Potensi yang ada jangan dibiarkan begitu saja, tetapi harus dikelola sehingga bisa memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Lebih jauh, Sri Juniarsih melihat penguatan BUMK sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari kampung dinilai dapat memperkuat perekonomian Kabupaten Berau secara keseluruhan.

Ia pun meminta seluruh pihak terkait memberikan perhatian terhadap pengembangan kapasitas BUMK, termasuk pendampingan kepada pengelola agar mampu menjalankan usaha secara profesional dan bertanggung jawab.

“Kalau BUMK bisa berjalan dengan baik, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya. Pada akhirnya, ini juga menjadi salah satu penopang bagi kemajuan dan perkembangan Kabupaten Berau,” pungkasnya. (adv)

Abimanyu; Car Free Day Sepaku Harus Jadi Ruang Tumbuhnya Ekonomi Warga

0
Camat Sepaku, Abimanyu Arliandito, saat menyapa masyarakat di Car Free Day Desa Bukit Raya Sepaku. (Ist)

Penajam Paser Utara – Pemerintah Kecamatan Sepaku resmi meluncurkan Car Free Day (CFD) di Desa Bukit Raya. Kegiatan yang diresmikan Camat Sepaku, Abimanyu Arliandito, itu diharapkan menjadi ruang publik untuk berolahraga, bersosialisasi, sekaligus memperkenalkan produk lokal dan mendukung pelaku UMKM.

Ia mengatakan, keramaian CFD dapat dimanfaatkan warga untuk membuka usaha kuliner, menjual produk UMKM, serta menawarkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

“Pasti Kami inginkan kegiatan ini akan menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Bukit Raya, khususnya Masyarakat di Kecamatan Sepaku secara luas,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan agar CFD dapat berlangsung berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus berkembang menjadi agenda rutin yang memberi manfaat nyata bagi warga.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat, baik untuk berolahraga, bersilaturahmi, maupun memperkenalkan produk-produk lokal,” ungkapnya.

Seiring perkembangan Sepaku sebagai kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Ia berharap CFD dapat memperkuat interaksi sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kecamatan Sepaku memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus membangun kebersamaan di tengah perkembangan wilayah,” pungkasnya. (Adv)

Pewarta : Deddypz

Husein Sastranegara Ikut Ditutup, AirNav Total Tutup Enam Bandara akibat Erupsi Anak Krakatau

0
Ilustrasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

TANGERANG – Hingga Minggu (6/9/2026), enam bandar udara tercatat berstatus closed akibat kondisi ruang udara yang terdampak abu vulkanik.

Perkembangan terbaru terjadi di Bandung. AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM C1086/26 yang menetapkan ruang udara Bandara Husein Sastranegara (WICC) berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengatakan penutupan Bandara Husein Sastranegara mulai berlaku pukul 12.07 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 16.00 WIB.

“Penutupan Bandara Husein Sastranegara berlaku mulai pukul 12.07 WIB dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 16.00 WIB pada 6 September 2026,” ujar Hermana dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Selain Husein Sastranegara, sejumlah bandara lain juga terdampak. Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, serta Bandara Budiarto masih berstatus closed berdasarkan NOTAM yang diterbitkan AirNav Indonesia.

Bandara Budiarto (WIRR) tercatat berstatus closed berdasarkan NOTAM C1079/26, dengan estimasi pembukaan kembali pada pukul 13.30 WIB.

Sementara itu, Bandara Pondok Cabe (WIHP) juga berstatus closed berdasarkan NOTAM C1080/26 dan diperkirakan kembali dibuka pada pukul 14.00 WIB.

Dengan perkembangan tersebut, enam bandara yang saat ini tercatat berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yakni Bandara Husein Sastranegara, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Budiarto, dan Pondok Cabe.

AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara serta pergerakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkala menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

“AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu,” kata Hermana.

Status penutupan maupun pembukaan kembali bandara bersifat dinamis dan mengikuti hasil pemantauan kondisi ruang udara serta sebaran abu vulkanik.

Perkembangan ini terjadi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung di Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik sebelumnya terpantau mencapai ketinggian sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut dan bergerak dominan ke arah barat hingga barat daya. (*/rls)

Pewarta/ Editor : Nicha R

Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Abu Vulkanik Menjulang hingga 14,6 Km

0
Ilustrasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, terus berlangsung. Erupsi menerus yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau terpantau sejak pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten.

Berdasarkan pemantauan PVMBG pada Sabtu (5/9/2026), aktivitas erupsi juga ditandai dengan munculnya lava fountain atau lontaran lava pijar. Sementara berdasarkan pengamatan satelit Himawari dan informasi Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, abu vulkanik terpantau mencapai sekitar FL480 atau sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut.

Sebaran abu tersebut bergerak dominan ke arah barat hingga barat daya dan mulai berdampak terhadap sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Kondisi ini juga menjadi perhatian sektor penerbangan karena abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat.

“Pada periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB tanggal 5 September 2026 tercatat satu kali gempa letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik atau sekitar enam jam,” jelas Berton dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Cahaya merah akibat aktivitas erupsi juga terpantau secara terus-menerus. Sementara kolom erupsi tidak selalu terlihat secara visual, namun aktivitas lava fountain dan suara gemuruh masih terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran.

Lontaran material vulkanik bahkan dilaporkan berdampak terhadap perangkat kamera pengamatan di sekitar gunung. Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hanya untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar.

Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga, setelah status aktivitasnya dinaikkan dari Level II Waspada pada 2 Juli 2026.

Dampak sebaran abu vulkanik telah dirasakan di sejumlah wilayah Banten. BNPB mencatat wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, dan Padarincang di Kabupaten Serang.

Wilayah pesisir Anyer dan Cinangka menjadi salah satu kawasan yang turut terdampak sebaran abu. Selain itu, suara gemuruh dan getaran juga dilaporkan terdengar atau dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Lampung dan Banten hingga Bandung.

PVMBG menduga fenomena tersebut berkaitan dengan energi akustik dari erupsi menerus yang merambat melalui atmosfer. Pemerintah juga memastikan tidak terdapat gempa tektonik signifikan di wilayah Jawa Barat yang dapat menjelaskan fenomena suara dentuman tersebut.

*Empat Bandara Sempat Ditutup*

Aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik juga berdampak terhadap operasional penerbangan. Pada Minggu (6/9/2026), sejumlah bandara sempat ditutup sementara sebagai langkah keselamatan penerbangan akibat keberadaan abu vulkanik di ruang udara.

Empat bandara yang terdampak yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, dan Budiarto Curug.

Penutupan bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik, kondisi ruang udara, serta hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

Di tengah meningkatnya aktivitas Anak Krakatau, BNPB meminta masyarakat, khususnya di pesisir Banten dan Lampung, tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Kekhawatiran terkait potensi tsunami juga menjadi perhatian pemerintah. Namun, berdasarkan evaluasi PVMBG, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau setelah erupsi 2018 masih relatif kecil sehingga saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan masif yang dapat memicu tsunami.

BNPB dan PVMBG tetap meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Nelayan, wisatawan, maupun masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan tersebut karena masih terdapat potensi lontaran material vulkanik.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu juga diimbau menggunakan masker dan pelindung mata, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila konsentrasi abu meningkat, serta memastikan makanan dan sumber air terlindungi.

BNPB bersama PVMBG, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan hasil pengamatan terbaru. (*/rls)

Pewarta/ Editor : Nicha R