Beranda blog Halaman 60

Bapanas Minta Bulog Perkuat Pasokan Beras Premium di Ritel Modern

0
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Perum Bulog memperkuat pasokan beras premium melalui jaringan ritel modern untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, optimalisasi distribusi diperlukan untuk menjaga ketersediaan beras premium di tengah pengawasan pemerintah terhadap sejumlah produk beras yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

“Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras premium kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern,” kata Amran di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Amran memastikan ketersediaan beras nasional tetap terjaga. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), penyaluran beras premium, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Berdasarkan catatan Bapanas, stok CBP yang dikelola Bulog per 18 September 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton. Sementara penyaluran sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan September mencapai sekitar 2,3 juta ton.

Pemerintah juga tengah memproses penambahan kuantum SPHP beras sebanyak 1 juta ton yang akan diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan tinggi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras sekaligus memperkuat intervensi pemerintah ketika terjadi tekanan harga maupun gangguan distribusi.

Di sisi lain, pemerintah memperketat pengawasan terhadap produk beras yang beredar di pasar. Amran menyebut terdapat dugaan perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium.

“Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya,” ujar Amran.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah memperkuat distribusi beras premium melalui jaringan ritel modern.

Menurut Rizal, penyaluran tersebut diarahkan untuk memudahkan masyarakat di kota-kota besar dan wilayah perkotaan memperoleh beras premium.

“Penyaluran ini diarahkan untuk memastikan masyarakat di berbagai kota besar dan wilayah perkotaan dapat memperoleh beras premium dengan mudah,” kata Rizal.

Distribusi beras premium Bulog saat ini telah menjangkau sejumlah kota, antara lain Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, dan Kupang.

Bulog selanjutnya akan memperluas distribusi ke berbagai kota lainnya di Indonesia.

Berdasarkan data alokasi penyaluran, Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75 ribu ton per bulan untuk sejumlah jaringan ritel modern.

Pasokan tersebut dialokasikan melalui sejumlah perusahaan ritel, di antaranya PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya, PT Inti Cakrawala Citr, PT Sumber Alfaria Trijaya, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Hero Retail Nusantara.

“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota,” kata Rizal.

Penguatan distribusi tersebut menjadi bagian dari strategi Bulog untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras premium sekaligus menjaga ketersediaan produk di berbagai kanal distribusi, terutama di wilayah dengan kebutuhan konsumsi yang tinggi. (ANT/KN)

Jaga Harga Pangan Tetap Stabil, PPU Perluas Sumber Pasokan hingga Sumut

0
Pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (Antaranews Kaltim/Bagus Purwa)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memperluas sumber pasokan bahan pangan untuk menjaga ketersediaan komoditas sekaligus membantu mempertahankan stabilitas harga di pasar.

Langkah tersebut dilakukan dengan membuka akses pasokan dari sejumlah daerah, baik di Kalimantan maupun luar pulau. Diversifikasi sumber pasokan dinilai penting agar distribusi pangan tetap berjalan ketika terjadi kekurangan komoditas dari salah satu daerah pemasok.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten PPU Marlina mengatakan kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan pangan di pasar.

“Kelancaran distribusi komoditas pangan perlu dijaga agar ketersediaan komoditas di pasar diharapkan tidak terganggu,” ujar Marlina saat dikonfirmasi mengenai ketersediaan bahan pangan di PPU, Minggu (20/9/2026).

Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, sejumlah kebutuhan pokok masih tersedia di pasaran. Beras, minyak goreng, dan gula menjadi beberapa komoditas yang persediaannya masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Saat ini, pasokan pangan ke PPU antara lain berasal dari distributor di Kota Balikpapan dan sejumlah daerah lainnya. Beberapa komoditas juga didatangkan dari Makassar, Malino, dan Enrekang.

Untuk memperkuat ketahanan pasokan, Pemkab PPU terus memperluas jaringan pemasok. Pedagang diarahkan untuk mencari sumber pasokan alternatif dari daerah yang masih memiliki ketersediaan komoditas ketika terjadi kekurangan di daerah pemasok utama.

Salah satu sumber pasokan baru yang tengah disiapkan berasal dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Marlina mengatakan, komoditas dari Kabupaten Karo akan dikirim melalui Kota Balikpapan. Distribusinya dikoordinasikan dengan Perusda Manuntung Sukses untuk kemudian ditawarkan kepada distributor maupun pedagang di Kabupaten PPU.

“Pemerintah kabupaten menyiapkan lagi sumber pasokan bahan pangan dari Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara,” kata Marlina.

Sejumlah komoditas yang berpotensi didatangkan dari Kabupaten Karo antara lain kentang, wortel, cabai, dan berbagai jenis sayuran.

Menurut Marlina, penambahan daerah pemasok memberikan alternatif bagi pedagang dalam memenuhi kebutuhan pasar. Dengan sumber pasokan yang lebih beragam, distribusi diharapkan tetap berjalan ketika terjadi gangguan ketersediaan dari daerah tertentu.

Pemkab PPU juga terus memantau kondisi pasokan dan harga komoditas pangan di pasar sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat. (ANT/KN)

Menkeu: Surat Utang Penanganan Krisis 1997–1998 Sudah Lunas

0
Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara.

JAKARTA – Pemerintah menyatakan kewajiban surat utang yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis 1997–1998 telah tuntas dilunasi pada Agustus 2026. Pelunasan dilakukan menggunakan surplus Bank Indonesia (BI) yang disetorkan ke Kas Negara.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pelunasan tersebut menjadi bagian dari penyelesaian kewajiban surat utang yang diterbitkan pemerintah ketika menangani krisis keuangan 1997–1998, termasuk yang berkaitan dengan penanganan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“Sekarang, surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97–98 kemarin tuntas kami selesaikan pada bulan Agustus. Ini juga adalah suatu prestasi kita,” kata Suahasil dalam pernyataannya melalui kanal resmi YouTube Kementerian Keuangan, dikutip di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Menurut Suahasil, pembayaran kewajiban tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima surplus BI yang disetorkan kepada Kas Negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, berdasarkan proses audit buku 2025, diketahui terdapat surplus pada Bank Indonesia. Dana tersebut kemudian disetorkan kepada pemerintah sebagai penerimaan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND).

Kementerian Keuangan, kata Suahasil, telah menerima pendapatan KND sebesar Rp58 triliun.

“Penggunaannya diatur untuk membayar kewajiban atau membayar penyelesaian surat utang RI. Surat utang negara yang ketika itu dikeluarkan dalam rangka penanganan krisis 97–98,” ujarnya.

Surplus BI tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran surat utang yang diterbitkan pemerintah dalam rangka penanganan krisis keuangan 1997–1998.

Suahasil menjelaskan, surat utang yang diterbitkan pemerintah dalam penanganan krisis 1997–1998 terdiri atas beberapa jenis. Sebagian kewajiban telah lebih dahulu diselesaikan melalui pelunasan obligasi rekapitalisasi atau obligasi rekap pada Juli 2020.

“Ada beberapa jenis obligasi kami keluarkan ketika itu (krisis 1997–1998). Nah, ada yang sudah lunas di Juli 2020, ada yang lunas di (Agustus) kemarin,” kata Suahasil.

Dengan pelunasan pada Agustus 2026 tersebut, pemerintah menyatakan kewajiban surat utang yang dimaksud dalam rangka penanganan krisis 1997–1998 telah diselesaikan.

Pelunasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelesaian kewajiban pemerintah yang muncul dari kebijakan penanganan krisis keuangan pada akhir 1990-an. (ANT/KN)

Expo Erau 2026 Jadi Etalase Produk Lokal Kukar, UMKM Didorong Manfaatkan Peluang

0
Suasana di Expo Erau yang diisi banyak UMKM (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Festival Adat Erau 2026 tak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Kutai. Kehadiran Expo Erau di halaman parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal sekaligus memperluas pasar.

Expo Erau Adat Kutai 2026 berlangsung pada 20–27 September 2026 dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengatakan, pelaksanaan Expo merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong perekonomian masyarakat.

“Sebagai bagian dari upaya kita meningkatkan perekonomian di Kukar, Erau ini kita laksanakan secara seremonial sekaligus dengan pelaksanaan Expo di halaman parkir Stadion Rondong Demang,” ujar Aulia, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, pelibatan UMKM dalam Expo Erau menjadi salah satu elemen penting agar kemeriahan festival turut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“UMKM banyak sekali yang terlibat di sana. Kita berharap ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan kualitas UMKM kita,” katanya.

Melalui Expo tersebut, produk-produk lokal memiliki ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Tenggarong selama rangkaian Erau berlangsung.

Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, memperkenalkan produknya, sekaligus berinteraksi langsung dengan calon konsumen dari luar daerah.

Salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku usaha ditunjukkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dengan menggandeng Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) dalam mengisi stan mereka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pihaknya menampilkan beragam produk yang dibawa pelaku usaha yang tergabung dalam APJI.

“Alhamdulillah, kita bisa ikut meramaikan Erau ini dengan menampilkan kawan-kawan dari APJI, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia,” ujar Awang.

Berbagai produk UMKM, makanan, hingga minuman ditampilkan di stan Dispar Kukar.

“Seperti yang dilihat di display tadi, semua yang dari APJI kita tampilkan di stan Dinas Pariwisata. Ada produk-produk UMKM, produk makanan, dan produk minuman,” jelasnya.

Menurut Awang, kehadiran pelaku usaha dalam Expo Erau sekaligus memperkuat fungsi festival sebagai ruang pertemuan antara produk lokal dengan masyarakat dan wisatawan.

Namun, partisipasi OPD dalam Expo Erau tahun ini belum sepenuhnya dapat dilakukan. Awang menyebut keterbatasan anggaran pada masing-masing OPD menjadi salah satu kendalanya.

“Kalau Erau-nya sih lebih ramai lagi dari yang ada. Tapi sayang mungkin karena keterbatasan anggaran di tiap-tiap OPD, jadi tidak semua OPD bisa ikut expo,” katanya.

Meski demikian, sejumlah OPD tetap ambil bagian dalam Expo Erau 2026, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata Kukar. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar: Identitas Kutai Harus Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

0
Suasana pembukaan ERAU 2026 (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Festival Adat Erau 2026 resmi dibuka di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (20/9/2026). Di tengah perubahan zaman, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan Erau bukan sekadar festival tahunan, melainkan warisan leluhur yang menjadi bagian dari identitas dan perjalanan peradaban masyarakat Kutai.

Menurut Aulia, Erau memiliki nilai penting karena menjadi ruang untuk menjaga dan meneruskan adat serta kebudayaan Kutai kepada generasi berikutnya.

“Selamat datang di Kutai Kartanegara, tempat adat, sejarah, agama, kebudayaan dan kehidupan masyarakat, hidup berdampingan dari generasi ke generasi,” ujar Aulia, dalam pembukaan Festival Adat Erau 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kabupaten Kukar, Minggu (20/9/2026).

Menurut Aulia, keberadaan Erau menjadi pengingat bahwa nilai-nilai adat dan kebudayaan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Erau adalah warisan leluhur, fondasi identitas dan mata rantai peradaban yang melintasi zaman,” katanya.

Ia mengatakan, berbagai nilai kehidupan masyarakat Kutai juga tercermin dalam pelaksanaan Erau.

Di dalamnya terdapat penghormatan kepada leluhur, kesetiaan terhadap adat, kebersamaan masyarakat, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Di dalam Erau, tersimpan penghormatan kepada leluhur, kesetiaan kepada adat, kebersamaan masyarakat, serta prinsip harmoni antara manusia, alam dan Sang Pencipta,” pungkasnya.

Pembukaan Erau 2026 sendiri ditandai dengan pembacaan Titah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian festival.

Ribuan masyarakat, tamu undangan, dan wisatawan turut menyaksikan pembukaan festival adat yang menjadi salah satu agenda budaya penting di Kabupaten Kukar tersebut.

Pembukaan Erau 2026 turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, serta sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kukar.

Dwi Marhen Yono mengapresiasi pelaksanaan Erau yang dinilai telah menjadi salah satu magnet pariwisata di Kukar dan Kalimantan Timur.

Menurutnya, budaya menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Karena itu, kekayaan budaya dan adat istiadat di berbagai daerah perlu terus dijaga dan dilestarikan.

“Kenapa orang memilih ke Indonesia, bukan Malaysia, bukan Vietnam, Thailand. Alasan utamanya, bukan karena pantainya, keindahan alamnya, tapi budaya,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Festival Adat Erau dapat terus menjadi bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Kukar, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Erau dan Identitas Kutai, Bupati Aulia Bersama Kesultanan Kawal Persiapan hingga Pembukaan

0

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura terus mematangkan persiapan Erau Adat Kutai 2026, mulai dari rangkaian adat, persiapan spiritual, koordinasi teknis hingga penyesuaian terhadap kondisi yang berkembang menjelang pembukaan.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri terlibat dalam rangkaian persiapan tersebut bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, Forkopimda, perangkat daerah dan panitia.

Aulia sendiri lahir di Kota Bangun dan menempuh pendidikan dasar hingga SMP di wilayah tersebut. Dalam sejumlah kesempatan menjelang Erau, ia menempatkan tradisi itu sebagai bagian dari identitas masyarakat Kutai Kartanegara.

Menurut Aulia, Erau telah memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat Kutai. Ia menyebut tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas daerah dan berpandangan bahwa ketidakhadiran Erau dalam satu tahun dapat meninggalkan rasa kehilangan bagi masyarakat yang merasa menjadi bagian dari orang Kutai.

Pandangan itu berjalan beriringan dengan persiapan yang dilakukan Pemkab bersama Kesultanan.

Pada Selasa (15/9/2026), Aulia bersama Sultan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan perangkat daerah mengikuti rapat final persiapan Erau di Tenggarong.

Pertemuan tersebut membahas kesiapan rangkaian prosesi adat, jadwal dan lokasi kegiatan, pelayanan masyarakat, keamanan hingga fasilitas pendukung. Dalam rapat itu, persiapan juga mempertimbangkan kondisi kemarau dan kualitas udara yang berkembang menjelang pelaksanaan Erau.

Persiapan tidak hanya dilakukan melalui koordinasi teknis.

Pada Rabu (16/9/2026), Aulia mengikuti Salat Istisqa bersama Kesultanan di halaman Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Salat digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau dan dirangkai dengan doa untuk para raja serta kerabat Kesultanan terdahulu.

Aulia menyebut rangkaian tersebut sebagai bagian dari persiapan spiritual menjelang Erau. Menurut dia, penyelenggaraan Erau tidak hanya berkaitan dengan pelestarian seni dan budaya, tetapi juga nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat.

Sehari kemudian, Kamis (17/9/2026), Aulia kembali mengikuti rangkaian di Kedaton melalui prosesi adat Beluluh bersama Sultan, kerabat Kesultanan, pemangku adat dan unsur terkait.

Rangkaian persiapan itu berlanjut hingga sehari menjelang pembukaan.

Persiapan Kembali Dievaluasi

Sabtu (19/9/2026), Aulia bersama Sultan dan Forkopimda kembali melakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi terakhir di lapangan dan menyesuaikannya dengan rangkaian kegiatan yang telah disusun.

Salah satu kondisi yang menjadi perhatian ialah kualitas udara.

Aulia mengatakan kabut asap sempat pekat beberapa hari sebelumnya dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) cukup tinggi. Namun, berdasarkan pemantauan Pemkab, nilainya menunjukkan kecenderungan menurun.

“Empat hari yang lalu itu terjadi asap pekat di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan ISPU yang cukup tinggi. Akan tetapi, pantauan kami setiap hari memperlihatkan nilai atau angka ISPU yang cenderung menurun,” kata Aulia.

Pembukaan Erau tetap dijadwalkan berlangsung Minggu (20/9/2026). Rangkaian sakral akan dilaksanakan di dalam ruangan, sementara seremoni pembukaan tetap digelar di Stadion Rondong Demang.

Sejumlah langkah antisipasi turut disiapkan untuk kegiatan di luar ruangan.

Masker akan dibagikan kepada pengunjung. Durasi kegiatan juga akan dioptimalkan untuk mengurangi paparan udara luar selama rangkaian acara.

“Sebagai bentuk mitigasi, kami tadi menyepakati bahwa tindakan-tindakan protokol kesehatan tetap kita utamakan. Alat pelindung diri tetap kita berikan kepada para pengunjung besok hari,” ujar Aulia.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan panitia Erau dan menyiapkan masker untuk didistribusikan melalui panitia.

“Kami juga berkoordinasi dengan panitia. Ada masker yang kami distribusikan ke panitia untuk dipergunakan untuk masyarakat mungkin, atau untuk penonton, atau mungkin juga untuk panitia,” kata Ismi.

Dinkes turut mengimbau masyarakat menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi berasap.

Selain pembagian masker, Pemkab akan melanjutkan pemantauan kondisi kualitas udara selama rangkaian kegiatan, termasuk nilai ISPU serta konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10.

Aulia mengatakan koordinasi bersama Kesultanan dan Forkopimda akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan di lapangan. Pelaksanaan kegiatan dapat kembali disesuaikan apabila kondisi berubah.

“Insya Allah kami akan menyesuaikan dan mengutamakan keselamatan para pengunjung, masyarakat yang akan berpartisipasi, yang akan bersama-sama mengikuti kegiatan Erau ini,” katanya.

Di tengah berbagai kondisi yang menyertai persiapan tahun ini, Aulia mengatakan keberlangsungan rangkaian adat tetap menjadi bagian yang dijaga.

“Ini semua kita lakukan untuk menjaga rangkaian kegiatan Erau ini bisa berjalan sebagaimana mestinya dan kita menjaga kelestarian adat budaya yang ada di tempat kita,” ujarnya.

Erau Adat Kutai 2026 mulai memasuki rangkaian utama pada Minggu. Sebelum pembukaan, persiapannya telah berlangsung melalui koordinasi Pemkab dan Kesultanan, rangkaian adat dan spiritual, hingga penyesuaian teknis terhadap kondisi di lapangan. (Adv)

Editor: Agus S

TKD Rp18,9 Triliun untuk 540 Daerah, Mendagri Tegaskan Gaji PPPK Aman

0

JAKARTA — Pemerintah mengalokasikan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp18,9 triliun untuk 540 daerah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap aman di tengah penyesuaian anggaran daerah.

Kepastian tersebut menjadi perhatian karena banyak pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal akibat perubahan alokasi transfer pusat. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga belanja pegawai dan pelayanan publik agar tidak terganggu oleh kebijakan efisiensi anggaran.

Koran Nusantara edisi ini juga mengulas operasi tangkap tangan (OTT) Polda Sumatera Selatan yang mengamankan 28 kepala sekolah asal Banyuasin saat mengikuti bimbingan teknis di sebuah hotel.

Pembaca Setia Koran Nusantara!

Ingin tahu kabar terkini Digital Koran Nusantara? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

https://koran.koranusantara.com
https://digital.koranusantara.com/kn19sept2026/mobile/

Koran Nusantara – Aktual dan Terpercaya.

Lagi, Prabowo Beri Sinyal Gaji Hakim Bakal Diperbaiki

0
Ilustrasi

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menilai perbaikan gaji hakim menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memberantas korupsi. Menurut Prabowo, peningkatan kesejahteraan hakim diperlukan agar integritas lembaga peradilan tetap terjaga dan hakim tidak mudah dipengaruhi melalui suap.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.

“Gaji-gaji guru harus diperbaiki, gaji-gaji hakim harus diperbaiki karena kita mau menghabiskan korupsi,” kata Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin hakim terpengaruh atau dibeli melalui praktik suap.

“Kita tidak mau hakim-hakim kita disogok. Kita tidak mau hakim-hakim kita dibeli,” tegasnya.

Selain hakim, Prabowo menyoroti kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan.

Menurut dia, peningkatan kesejahteraan tenaga yang menjalankan fungsi pelayanan publik juga perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Perawat-perawat kita harus diurus, dokter-dokter kita harus diurus,” ujarnya.

Prabowo kemudian menjelaskan berbagai pekerjaan yang dilakukan pemerintah selama hampir dua tahun terakhir.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat karena kebutuhan publik tidak dapat ditunda.

“Keberhasilan kita banyak karena kita kerja terus, kita kerja terus dua tahun ini,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengakui pemerintah mendapat penilaian kurang berkomunikasi dengan masyarakat.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena pemerintah lebih banyak mencurahkan perhatian untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan di lapangan.

Ia mencontohkan pembangunan jembatan di desa hingga perbaikan sekolah sebagai bagian dari pekerjaan yang dikejar pemerintah.

“Kurang berkomunikasi karena kita kerja terus. Kita ngejar rakyat tidak bisa menunggu lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan penghasilan hakim setelah selama sekitar 12 tahun tidak mengalami kenaikan.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Juli 2026, Prabowo mengatakan kenaikan penghasilan hakim pada sejumlah jenjang mencapai sekitar 280 persen.

Prabowo saat itu mengaitkan peningkatan kesejahteraan hakim dengan kebutuhan untuk menjaga kelayakan hidup sekaligus kehormatan profesi hakim.

Pemerintah juga mengarahkan penyediaan rumah bagi hakim dan aparatur peradilan sebagai bagian dari kebijakan peningkatan kesejahteraan.

Dalam pernyataan terbarunya, Prabowo kembali menempatkan kesejahteraan hakim sebagai salah satu bagian dari upaya pemerintah memperkuat integritas peradilan dan pemberantasan korupsi. (ANT/KN)

Menteri ATR Nusron Wahid Tegaskan Tak Tahu Duduk Perkara Suap HGB Summarecon

0
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Jumat (18/9/2026). ANTARA/Harianto

JAKARTA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya buka suara mengenai kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk yang tengah ditangani KPK. Nusron mengaku tidak mengetahui duduk perkara yang menyeret sejumlah pejabat dan pihak terkait di lingkungan ATR/BPN tersebut.

“Enggak tahu (duduk perkara kasus suap di Summarecon itu seperti apa),” kata Nusron saat ditemui di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Nusron ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai substansi perkara dugaan suap dalam pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Nusron memberikan jawaban singkat dan menegaskan dirinya tidak mengetahui duduk perkara kasus tersebut.

Nusron juga menanggapi pertanyaan mengenai keberadaannya yang sempat disebut tidak terlihat setelah kasus tersebut mencuat.

Ia membantah anggapan bahwa dirinya menghilang.

“Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?,” ujar Nusron sembari tertawa kecil.

Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Nusron menegaskan Kementerian ATR/BPN menghormati sepenuhnya penanganan perkara oleh KPK.

Menurut dia, kementeriannya akan mengikuti proses hukum yang berlangsung serta memberikan dukungan yang diperlukan kepada aparat penegak hukum selama penyidikan berjalan sesuai ketentuan.

Nusron juga memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh ketika ditanya mengenai penyebutan namanya dalam konferensi pers KPK.

Ia menyerahkan proses pembuktian perkara tersebut kepada lembaga antirasuah.

Nusron menegaskan penanganan perkara merupakan kewenangan KPK sebagai aparat penegak hukum. Sementara itu, Kementerian ATR/BPN akan berfokus mendukung proses hukum dan melanjutkan pembenahan pelayanan pertanahan di internal kementerian.

Ia berharap pengungkapan perkara tersebut dapat menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan pelayanan di kantor pertanahan.

Menurut Nusron, pembenahan diperlukan agar tata kelola administrasi pertanahan semakin baik dan akuntabel.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026.

OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Mereka adalah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, serta Rizal Pahlevi yang disebut sebagai pihak swasta atau perantara Summarecon.

Lima tersangka lainnya yang disebut dalam perkara tersebut adalah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq, serta pihak swasta bernama Erwin dan Muhammad Fakhry.

KPK menyebut Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz, Erwin, dan Muhammad Fakhry diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK pada 17 September 2026 menggeledah sejumlah ruangan di Kementerian ATR/BPN.

Penggeledahan dilakukan terhadap ruangan Lampri, Dirjen Survei, Pemetaan Pertanahan dan Ruang ATR/BPN Virgo Eresta Jaya, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah ATR/BPN Asnaedi, serta ruangan direktorat yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Namun, KPK menegaskan tidak melakukan penggeledahan terhadap ruangan Nusron Wahid.

KPK masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap konstruksi perkara serta peran masing-masing pihak dalam dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk tersebut. (ANT/KN)

Basarnas Temukan Lagi 3 Jasad Korban KM Virgo

0
Tim SAR gabungan mengevakuasi satu jasad dari total tiga korban meninggal dunia yang baru ditemukan, yang merupakan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa, Jumat (18/9/2026). ANTARA/HO-Basarnas

BANJARMASIN — Basarnas dan tim gabungan kembali menemukan tiga jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di dalam badan kapal yang terbalik di Laut Jawa. Hingga hari keenam operasi SAR, sembilan korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara 126 orang lainnya masih dalam pencarian.

Ketiga jasad ditemukan pada Jumat (18/9/2026) setelah kondisi cuaca memungkinkan tim melakukan penyelaman di lokasi kapal pada kedalaman sekitar 24 meter.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan satu korban laki-laki dievakuasi pada pukul 12.28 Wita. Selanjutnya, TNI AL menemukan dua korban lainnya pada pukul 13.10 Wita dari kedalaman yang sama.

“Satu korban laki-laki dievakuasi pada pukul 12.28 Wita, kemudian TNI AL kembali menemukan dua korban lainnya pada pukul 13.10 Wita dari kedalaman yang sama,” kata Yudhi dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keenam di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat (18/9/2026) malam.

Yudhi menjelaskan ketiga korban ditemukan di dalam ruangan kapal dalam kondisi terjebak.

Tim penyelam kemudian harus memecahkan kaca untuk mengevakuasi jasad dari bagian dalam kapal.
Ketiga korban terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan.

Pada pukul 18.30 Wita, ketiganya dipindahkan ke KN SAR Kamajaya untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Menurut Yudhi, keberhasilan penyelaman dan evakuasi korban tidak terlepas dari kondisi cuaca yang membaik.

Sebelumnya, cuaca buruk menjadi salah satu kendala dalam operasi pencarian di sekitar lokasi kapal.

Pada Jumat, kondisi gelombang dan kecepatan angin berada dalam batas normal sesuai standar keamanan tim SAR sehingga operasi penyelaman dapat dilakukan.

Operasi penyelaman melibatkan dua tim TNI AL, yakni 10 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan 10 personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II TNI AL.

Kedua tim tersebut dikerahkan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban dari badan KM Virgo Transport 8.

Dengan ditemukannya tiga jasad tersebut, hingga Jumat (18/9) pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat sebanyak 117 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan sembilan orang meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 126 orang lainnya masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan membawa 243 orang pada 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.

Pada hari yang sama, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Operasi SAR kini memasuki tahap pencarian dan evakuasi korban yang masih berada di sekitar lokasi kapal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan personel di lapangan. (ANT/KN)