Beranda blog Halaman 59

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan Golkar, Sudah Diskusi dengan Bahlil

0
Politisi Golkar sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya

JAKARTA — Nusron Wahid mengungkapkan bahwa keputusan dirinya mundur dari kepengurusan DPP Partai Golkar telah lebih dahulu dibicarakan dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sejak 2025.

Politisi Golkar yang juga menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu mengatakan pembahasan mengenai pengunduran dirinya dengan Bahlil telah berlangsung cukup lama.

“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,” kata Nusron saat ditemui usai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Namun, Nusron tidak menjelaskan alasan dirinya memilih mundur dari kepengurusan Partai Golkar. Ia juga enggan membeberkan fokus yang akan dijalankannya setelah tidak lagi menduduki posisi dalam struktur kepengurusan partai.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar M. Sarmuji membenarkan bahwa Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

“Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” ujar Sarmuji saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu (19/9).

Nusron sebelumnya tercatat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.

Setelah mengundurkan diri dari kepengurusan, Nusron tetap berstatus sebagai anggota atau kader biasa Partai Golkar.

Menurut Sarmuji, pengunduran diri tersebut disampaikan Nusron langsung kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Meski demikian, Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron mengundurkan diri dari struktur kepengurusan partai.

“Mungkin ingin fokus ke hal lain,” kata Sarmuji. (ANT/KN)

Menkeu Suahasil Minta DJP-DJBC Perketat Pengawasan Berbasis Risiko

0
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara usai menghadiri pelantikan pejabat tinggi pratama dan Sekretariat KSSK di Jakarta, Senin (21/9/2026) (ANTARA/Bayu Saputra)

JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta para pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak hanya berorientasi pada target penerimaan, tetapi juga mampu membaca perkembangan ekonomi dan perilaku wajib pajak untuk menghasilkan kebijakan yang tepat.

Pesan tersebut disampaikan Suahasil saat melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (21/9/2026).

“Target penerimaan sangat penting dan kita penting untuk membangun sistem perpajakan yang kredibel, adil, dan mampu menopang keuangan negara secara berkelanjutan,” kata Suahasil.

Kepada para pejabat DJBC, Suahasil meminta pengawasan diperketat untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal. Menurut dia, pengawasan harus dilakukan sejak awal dengan pendekatan berbasis risiko sehingga tidak hanya mengandalkan penindakan setelah pelanggaran terjadi.

“Saya minta pengawasan Direktorat Jenderal Bea Cukai menjadi semakin tajam, berbasis risiko, mampu membaca pola, bukan hanya menindak setelah pelanggaran terjadi,” ujarnya.

Suahasil menekankan pentingnya membaca kegiatan ekonomi sejak awal agar potensi aktivitas ilegal dapat ditekan.

“Jadi harus mulai dari awal, dari dulunya, dari kegiatan ekonominya diperhatikan, dan karena itu kita mengurangi nantinya kegiatan-kegiatan ilegal yang tidak perlu,” katanya.

Di sisi lain, Suahasil mengingatkan DJBC tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan. Institusi tersebut juga memiliki peran dalam mengumpulkan penerimaan negara, terutama melalui aktivitas ekspor.

Sementara itu, kepada para pejabat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Suahasil meminta pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dijaga sebagai instrumen yang turut menggerakkan perekonomian.

Untuk pejabat Sekretariat KSSK, Suahasil meminta peran mereka diperkuat dari sekadar mengelola forum menjadi penggerak koordinasi antarpilar stabilitas sistem keuangan.

Pilar KSSK terdiri atas Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menurut Suahasil, koordinasi juga perlu melibatkan Danantara sejak awal, terutama dalam pembahasan yang berkaitan dengan pengelolaan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan.

“Di dalam beberapa rapat terakhir kita mulai melibatkan elemen penting dari pengelolaan republik ini, yaitu Danantara, maka harus bisa dikoordinasikan sejak awal, bukan hanya sekadar menjadi penyelenggara rapat tetapi menjadi betul-betul penggerak koordinasi,” jelasnya.

Ia menegaskan koordinasi KSSK harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari memantau kondisi ekonomi, membaca risiko, bertukar informasi antarinstansi, hingga menyiapkan sistem peringatan dini.

“Artinya harus dilakukan secara berkelanjutan, dari sejak memantau kondisi ekonomi, membaca risiko, menghubungkan informasi antar lembaga, menyiapkan early warning, dan memastikan tiap rapat menghasilkan tindak lanjut dan monitoring,” kata Suahasil. (ANT/KN)

Karhutla Tenggarong Tak Lagi Ditangani Sendiri-sendiri, Pemkab Kukar Bentuk Posko Terpadu

0
Posko Karhutla di Kecamatan Tenggarong. (Foto: Ady/Media Kaltim Network)

TENGGARONG – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), kini dipusatkan melalui satu posko terpadu. Langkah ini dilakukan untuk memutus pola penanganan yang berjalan sendiri-sendiri sekaligus mempercepat pengerahan personel, logistik, dan sumber daya saat kebakaran terjadi.

Posko Karhutla Kecamatan Tenggarong tersebut berada di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Baru. Posko tidak hanya difungsikan sebagai titik berkumpul, tetapi juga menjadi pusat kendali atau koordinasi sekaligus tempat penyiapan kebutuhan operasional bagi relawan yang diterjunkan ke lapangan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan pembentukan posko merupakan inisiatif untuk membuat penanganan karhutla di Tenggarong lebih terkoordinasi.

“Kenapa hari ini dibentuk? Ini merupakan inisiasi dari kami supaya untuk penanganan di Tenggarong lebih terpadu,” ujar Aspianur, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, keberadaan satu titik koordinasi akan memudahkan pengaturan personel ketika laporan kebakaran masuk. Posko juga berfungsi menyiapkan logistik bagi relawan yang telah maupun akan turun ke lapangan.

Dengan pola tersebut, relawan yang selesai melakukan penanganan kebakaran dapat kembali ke posko untuk mendapatkan kebutuhan konsumsi dan logistik lainnya tanpa harus mencari sendiri.

“Posko ini kita tetapkan tidak hanya untuk tempat berkumpul, tetapi juga untuk penyiapan bahan logistiknya nanti di sini. Jadi relawan setelah penanganan tidak repot-repot lagi mencari makan,” jelasnya.

Sistem koordinasi dari posko tersebut juga tidak dibatasi hanya untuk kejadian karhutla di wilayah Kelurahan Baru maupun Kecamatan Tenggarong.

Aspianur mengatakan, apabila kondisi membutuhkan, jangkauan operasi dapat diperluas hingga Kelurahan Loa Tebu dan Kecamatan Loa Kulu.

Dengan demikian, posko diharapkan dapat menjadi titik koordinasi untuk mempercepat pengerahan personel dan sumber daya ketika terjadi kebakaran di wilayah sekitar Tenggarong.

Posko melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kodim 0609, Polres, OPD terkait, Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur serta relawan Balakarcana.

Lokasi Jalan AM Sangaji dipilih karena dinilai strategis dan representatif untuk mendukung aktivitas penanganan. Halamannya cukup luas dan sebelumnya telah sering digunakan sebagai titik berkumpul relawan.

Fasilitas dapur yang tersedia juga menjadi salah satu pertimbangan. Nantinya, lokasi tersebut akan dilengkapi tenda untuk mendukung aktivitas personel yang menjalankan tugas.

Pemerintah juga memasukkan aspek kesehatan dalam sistem operasional posko. Para relawan yang bertugas akan mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkala melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan.

“Nanti secara berkala untuk rekan-rekan relawan kita lakukan pengecekan kesehatan, bekerja sama dengan Dinkes,” kata Aspianur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan personel mengingat relawan bekerja langsung di lokasi kebakaran dengan risiko paparan asap, panas dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sementara untuk memastikan posko tetap memiliki personel yang siap merespons laporan, relawan akan diberlakukan sistem piket.

Perwakilan masing-masing kelompok relawan akan bertugas secara bergantian. Piket disusun mulai pagi hingga malam sehingga setiap waktu tetap tersedia personel yang dapat menerima informasi dan bergerak ketika dibutuhkan.

“Dan mereka akan ditetapkan jam piketnya. Nanti dari piket pagi sampai sore, malam sampai siapa nanti. Setiap perwakilan relawan nanti katanya hanya dua-dua untuk piketnya,” ujarnya.

Aspianur mengatakan konsep posko terpadu tersebut nantinya juga akan diterapkan di sejumlah kecamatan lain di Kukar. Namun, lokasi dan bentuk posko akan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik wilayah masing-masing.

Khusus di Tenggarong, posko ditempatkan di luar kantor pemerintahan. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa terganggu oleh kegiatan penanganan karhutla. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Bersama Karang Taruna Kaltim, Bupati Kukar Pastikan Dukungan untuk Relawan Karhutla

0
Suana penyaluran Bantuan Untuk Relawan Karhutla di Kelurahan Baru, Tenggarong (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG – Ketika Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi, relawan menjadi salah satu unsur yang bergerak paling awal di tengah masyarakat. Mereka dituntut tidak hanya sigap menuju lokasi, tetapi juga memiliki perlengkapan dan kondisi fisik yang memadai untuk menghadapi situasi di lapangan.

Kesiapan itulah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di tengah ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyalurkan bantuan perlengkapan dan logistik kepada relawan Barisan Relawan Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Balakarcana) di Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkab Kukar bersama Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) melalui Karang Taruna Kaltim dalam mendukung relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.

Dukungan ini sekaligus memperkuat kesiapsiagaan Posko Balakarcana Kelurahan Baru yang telah ditetapkan sebagai salah satu pusat penanganan karhutla di Kecamatan Tenggarong.

Aulia mengatakan, Posko Balakarcana Kelurahan Baru memiliki sumber daya yang cukup kuat untuk mendukung penanganan karhutla.

“Balakarcana di sini merupakan salah satu balakar yang cukup lengkap dan memiliki sumber daya yang kuat. Di sini juga sudah ditetapkan oleh Kecamatan Tenggarong sebagai salah satu pusat atau posko penanganan karhutla Kecamatan Tenggarong,” ujar Aulia.

Menurutnya, keberadaan relawan memiliki peran penting karena mereka dapat bergerak langsung ketika kebakaran terjadi di lingkungan masyarakat.

Karena itu, dukungan terhadap relawan tidak hanya dibutuhkan ketika api sudah muncul. Kesiapan personel, perlengkapan dan logistik juga perlu dijaga agar relawan dapat langsung bergerak ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bantuan yang disalurkan antara lain berupa tenda, obat-obatan, bahan makanan serta sejumlah perlengkapan lapangan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan relawan selama menjalankan tugas penanganan karhutla.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Kaltim, Hendra mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Kolaborasi antara pemerintah, Karang Taruna dan relawan dinilai penting agar upaya pencegahan maupun penanganan di lapangan dapat berjalan lebih optimal.

Ia mengatakan dukungan yang diberikan tidak hanya menyasar kebutuhan penanganan kebakaran, tetapi juga memastikan relawan tetap memiliki kondisi fisik yang prima ketika harus turun ke lapangan.

“Bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan, penanganan ketika karhutla terjadi, sekaligus menjaga relawan agar tetap fit, bugar dan selalu siap siaga ketika bencana datang,” kata Hendra.

Menurutnya, kondisi fisik relawan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, mereka berhadapan langsung dengan kondisi lapangan yang penuh tantangan ketika melakukan pemadaman.

Sementara itu, Koordinator Relawan Balakarcana Rahmad Hidayat menyambut baik dukungan dari Pemkab Kukar, PNKT dan Karang Taruna Kaltim.

Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para relawan yang selama ini aktif membantu penanganan karhutla di wilayah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Kukar yang telah berkontribusi dan mendukung kami, rekan-rekan relawan, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Rahmad.

Rahmad menyebut perlengkapan dan logistik menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesiapan relawan. Terlebih, mereka harus siap bergerak sewaktu-waktu ketika menerima informasi adanya kebakaran.

Bantuan yang diterima mencakup kebutuhan logistik dan perlengkapan lapangan, di antaranya masker, pakaian penanganan, sepatu dan suplemen.

“Alhamdulillah, kami mendapat support penuh dari Bapak Bupati bersama Karang Taruna Provinsi. Bantuan ini sangat membantu teman-teman yang selama ini siaga,” katanya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

Camat Sepaku Apresiasi Otorita IKN Bantu Air Bersih untuk Warga Sukaraja

0
Camat Sepaku, Abimanyu Arliandito, Saat rapat bersama OIKN. (Ist)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kecamatan Sepaku mengapresiasi langkah Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui program pengeboran air tanah di Desa Sukaraja sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Camat Sepaku, Abimanyu Arliandito, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan dasar yang semakin penting, terutama di tengah perkembangan Kecamatan Sepaku sebagai bagian dari kawasan IKN.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Otorita IKN dalam melaksanakan program pengeboran air tanah di Desa Sukaraja sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya dilaksanakan di Desa Sukaraja. Pemerintah Kecamatan Sepaku berharap dukungan serupa dapat diperluas ke desa dan kelurahan lain yang masih menghadapi kendala dalam pemenuhan air bersih.

“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di Desa Sukaraja saja, tapi bisa ke desa dan kelurahan lainnya yang masih kesulitan air bersih,” katanya.

Ia menegaskan Kecamatan Sepaku siap mendukung sinergi antara Otorita IKN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat agar program penyediaan air bersih dapat berjalan optimal.

Ia berharap program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Sukaraja secara khusus serta masyarakat Kecamatan Sepaku secara umum.

“Kecamatan Sepaku siap mendukung sinergi antara Otorita IKN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat agar program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sukaraja khususnya dan masyarakat Sepaku pada umumnya,” pungkasnya. (ADV)

Pewarta : DeddyPz

Atlet Kukar Diminta Fokus Bertanding, Dispora Kejar Pencairan Uang Saku H-3

0
Suasana RDP Dispora Kukar Bersama DPRD Kukar (Foto: Ady/Koran Nusantara)

TENGGARONG — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan uang saku atlet kontingen Kukar sudah diterima paling lambat tiga hari sebelum keberangkatan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser.

Target pencairan tersebut menjadi salah satu perhatian Dispora Kukar menjelang keberangkatan kontingen. Selain kesiapan latihan dan pertandingan, kebutuhan atlet selama berada di Paser juga dipastikan melalui koordinasi dengan cabang olahraga (cabor) dan DPRD Kukar.

Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni mengatakan persiapan kontingen telah dibahas bersama sejumlah cabor dan DPRD Kukar melalui rapat dengar pendapat (RDP), Senin (21/9/2026).

Menurut Aji, berbagai kebutuhan kontingen telah dipetakan, mulai dari administrasi, akomodasi hingga transportasi selama berada di Paser.

Namun, untuk memastikan uang saku dapat segera diterima atlet, Dispora Kukar masih perlu berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Dispora Kukar selanjutnya akan menyusun telaahan kepada Sekretaris Daerah Kukar selaku Ketua TAPD. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan anggaran pelaksanaan Porprov dapat segera diproses.

“Untuk uang saku, masing-masing Rp400 ribu dikalikan jumlah hari,” kata Aji.

Besaran tersebut merupakan standar yang digunakan Dispora Kukar. Total uang yang diterima masing-masing atlet nantinya menyesuaikan jumlah hari mereka bertanding berdasarkan jadwal yang dirilis Panitia Besar (PB) Porprov.

Dispora Kukar menargetkan uang tersebut sudah berada di tangan atlet sebelum mereka bertolak ke Paser.

“H-3 targetnya. Sesuai permintaan teman-teman, mereka meminta agar H-3 uang saku sudah sampai ke tangan para atlet,” kata Aji.

Selain uang saku, Dispora Kukar juga memberikan keleluasaan kepada masing-masing cabor untuk mengatur transportasi atlet dari Tenggarong menuju Paser dan sebaliknya.

Skema ini dipilih karena setiap cabor memiliki jadwal pertandingan yang berbeda. Dengan pengelolaan langsung oleh cabor, perjalanan atlet dapat disesuaikan dengan waktu pertandingan sekaligus kebutuhan fisik mereka.

Mulai dari waktu keberangkatan, waktu istirahat selama perjalanan hingga kebutuhan makan dan minum selama berada di Paser dapat diatur sesuai kondisi masing-masing cabor.

Menurut Aji, pola tersebut dinilai lebih fleksibel dibandingkan apabila seluruh kebutuhan transportasi diserahkan kepada pihak ketiga.

“Kalau kita serahkan kepada pihak ketiga, tentunya pihak ketiga akan mengejar target. Sementara kalau mereka sendiri yang mengatur, mereka bisa menyesuaikan waktu perjalanan, termasuk kapan harus beristirahat untuk menjaga kondisi fisik atlet,” ujarnya.

Aji memastikan skema transportasi tersebut telah dibicarakan bersama cabor. Dengan demikian, masing-masing cabang olahraga dapat mengatur kebutuhan kontingennya sesuai jadwal dan karakter pertandingan.

Sejauh ini, persiapan administrasi, akomodasi dan transportasi telah dikoordinasikan. Dispora Kukar kini fokus memastikan kebutuhan anggaran, khususnya uang saku, dapat diproses sesuai target.

Dengan uang saku yang diupayakan cair H-3 dan pola transportasi yang lebih fleksibel, Dispora Kukar berharap para atlet dapat berangkat ke Paser dengan persiapan yang lebih matang dan memusatkan perhatian pada pertandingan. (Adv)

 

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

IKN Jadi Arena KRTI 2026, 94 Tim Mahasiswa Adu Teknologi Pesawat Nirawak

0
Ilustrasi kampus ITK.

BALIKPAPAN – Sebanyak 94 tim dari 43 perguruan tinggi se-Indonesia akan bertarung dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan. ITK dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi teknologi pesawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) tersebut.

Kompetisi yang diinisiasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 September 2026.

Rektor ITK Prof. Agus Rubiyanto mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah KRTI 2026 merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi ITK sebagai perguruan tinggi teknologi yang berada di kawasan penyangga IKN.

“Sebagai perguruan tinggi teknologi yang tumbuh di kawasan penyangga IKN, kami ingin memastikan ajang ini berjalan lancar dan menjadi ruang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menampilkan karya terbaik mereka,” kata Agus di Balikpapan, Minggu (20/9/2026).

Sejumlah perguruan tinggi ternama mengirimkan tim terbaiknya untuk mengikuti babak final KRTI 2026. Dari Kalimantan, di antaranya terdapat Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Peserta lainnya berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Airlangga, Telkom University, BINUS University, hingga Universitas Islam Indonesia (UII).

Sebanyak 373 mahasiswa akan terlibat dalam kompetisi tersebut. Mereka ditantang untuk merancang, membangun, hingga menguji sistem UAV secara mandiri.

Agus berharap KRTI 2026 tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi dapat menjadi ruang pengembangan talenta muda di bidang teknologi pesawat nirawak.

Menurut dia, pengembangan teknologi UAV memiliki potensi pemanfaatan yang luas untuk mendukung kebutuhan kota masa depan.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemetaan wilayah, pemantauan kawasan, navigasi, mitigasi bencana, hingga distribusi logistik.

Penyelenggaraan kompetisi di kawasan IKN juga memberikan konteks tersendiri karena mempertemukan inovasi mahasiswa di bidang UAV dengan pengembangan kawasan ibu kota yang mengusung pemanfaatan teknologi.

Untuk memastikan aspek keselamatan dan kelancaran penerbangan selama kompetisi, ITK telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Salah satunya adalah Pangkalan TNI AU (Lanud) Dhomber Balikpapan. Koordinasi dilakukan untuk mendukung aspek penerbangan, keselamatan, perizinan, serta kesiapan teknis di lapangan.

“ITK telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Lanud Dhomber, untuk mendukung aspek penerbangan, keselamatan, perizinan, hingga kesiapan teknis di lapangan,” ujar Agus.

KRTI 2026 diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menguji kemampuan teknologi UAV sekaligus memperkuat ekosistem inovasi teknologi kedirgantaraan di Indonesia. (ANT/KN)

Panglima TNI Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Tangani Konflik di Papua

0
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) memberikan keterangan pers usai TNI Run 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan penanganan konflik di Papua membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya TNI. Ia meminta pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait memperkuat kolaborasi untuk mendukung upaya penanganan di wilayah tersebut.

“Menyelesaikan Papua saya rasa tidak hanya oleh TNI, semuanya harus berkolaborasi: pemerintah daerah, kementerian-kementerian,” kata Agus saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026).

Menurut Agus, keterlibatan lintas sektor diperlukan untuk mendukung operasi yang telah dilakukan TNI. Kondisi geografis Papua yang luas dan didominasi wilayah pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sejumlah insiden kekerasan di wilayah Papua. Salah satunya kasus sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Bapak Tasya, yang ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Komando Operasi Habema TNI menyebut kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama sebagai pihak yang melakukan kekerasan terhadap Aris Sanda.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan Aris saat itu membawa sejumlah penumpang menggunakan mobil bak terbuka sebelum kendaraannya dicegat kelompok bersenjata.

Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang diminta kembali ke Wamena, sedangkan Aris ditahan dan dibawa berjalan menuju arah Danau Habema.

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada 16 September 2026.

Dalam pencarian tersebut, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah Aris.

Koops TNI Habema menyatakan akan mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat sekaligus memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.

“Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Wirya.

Di tengah kondisi tersebut, Panglima TNI menekankan bahwa penanganan konflik di Papua memerlukan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait.

Menurut Agus, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung upaya penanganan di wilayah Papua yang memiliki kondisi geografis luas dan kompleks. (ANT/KN)

Pajak Marketplace Berlaku 1 November, INDEF Minta Pemungutan Pajak Otomatis

0
Konsumen mengakses aplikasi belanja daring (lokapasar) di Cimahi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nym.

JAKARTA – Pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi di platform lokapasar atau marketplace akan berlaku mulai 1 November 2026. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mendorong agar penerapannya dilakukan secara otomatis dan tidak menambah beban administrasi pelaku UMKM.

Ekonom INDEF M Rizal Taufikurahman mengatakan sistem pemungutan perlu terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta data transaksi untuk mencegah pajak berganda.

“Pemungutan perlu otomatis dan terintegrasi dengan NIK/NPWP serta data transaksi agar tidak terjadi pajak berganda dan UMKM tidak dibebani prosedur baru,” kata Rizal saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Menurut Rizal, tarif PPh sebesar 0,5 persen tergolong relatif rendah. Namun, karena pengenaan pajak diperhitungkan berdasarkan omzet, dampaknya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi UMKM yang memiliki margin usaha tipis.

Karena itu, batas omzet hingga Rp500 juta per tahun dinilai perlu diterapkan secara efektif untuk memberikan perlindungan bagi usaha mikro.

Rizal mengatakan penerapan pajak marketplace perlu dirancang agar tidak menggerus margin pelaku usaha, mendorong kenaikan harga, maupun membuat pedagang mengalihkan transaksi ke luar ekosistem marketplace formal.

Selain mekanisme pemungutan, Rizal menilai administrasi perpajakan perlu dibuat sesederhana mungkin dengan memanfaatkan sistem otomatis dan terintegrasi.

Dalam skema tersebut, pelaku UMKM dapat menjalankan aktivitas penjualan seperti biasa, sedangkan platform marketplace menangani pemungutan pajak, penyediaan bukti potong, hingga integrasi pelaporan.

“Keberhasilannya bukan hanya diukur dari tambahan penerimaan, tetapi dari meningkatnya kepatuhan dengan compliance cost serendah mungkin,” ujarnya.

Dengan mekanisme tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak menghadapi tambahan prosedur administratif ketika kebijakan pemungutan PPh Pasal 22 mulai diterapkan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyatakan pemungutan PPh Pasal 22 atas transaksi di platform marketplace mulai berlaku pada 1 November 2026.

Pemberlakuan tersebut mengikuti berakhirnya masa penundaan kebijakan yang ditetapkan hingga 31 Oktober 2026.

Bimo menjelaskan Menteri Keuangan Suahasil Nazara belum memberikan instruksi khusus terkait penerapan pemungutan PPh Pasal 22 terhadap pedagang oleh penyedia marketplace.

Karena itu, kebijakan tersebut masih mengacu pada keputusan terakhir yang menunda pemungutan hingga 31 Oktober 2026.

“Ini berdasarkan aturan yang sudah ada dan pengumuman kami. Kalau arahan Pak Suahasil, nanti wait and see, saya belum dapat arahan,” kata Bimo saat dikonfirmasi wartawan seusai konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9).

Dengan berakhirnya masa penundaan tersebut, pemungutan PPh Pasal 22 atas transaksi marketplace dijadwalkan mulai diterapkan pada 1 November 2026, dengan mekanisme administrasi dan pemungutan menjadi perhatian penting bagi pelaku UMKM. (ANT/KN)

Karhutla Meluas, Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel

0
Ilustrasi

JAKARTA – Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia sejak Agustus 2026. Pengerahan tersebut dilakukan melalui operasi pemadaman dari udara dan darat untuk menekan perluasan kebakaran serta dampak asap terhadap masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan seluruh kekuatan dikerahkan untuk mempercepat pemadaman dan melindungi masyarakat di wilayah terdampak.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” kata Teddy dalam unggahan resmi yang dikutip di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Menurut Teddy, sebanyak 64 pesawat telah digunakan untuk mendukung operasi water bombing sejak Agustus. Jumlah tersebut terdiri atas 55 pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sembilan pesawat TNI.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” ujarnya.

Selain operasi udara, puluhan ribu personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan karhutla.

Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.

Sebanyak 14.759 personel terlibat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat, 14.382 personel di Riau dan Kepulauan Riau, serta 11.026 personel di Sumatera Selatan.

Selanjutnya, sebanyak 5.984 personel dikerahkan di Jambi, 4.686 personel di Kalimantan Tengah, dan 3.557 personel di Kalimantan Selatan.

Teddy mengatakan luas wilayah Indonesia dan kondisi lahan gambut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” katanya.

Di tengah operasi penanganan tersebut, jumlah titik panas (hotspot) terdeteksi mengalami peningkatan.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Sabtu (19/9) pukul 23.59 WIB terdeteksi 1.323 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional.

Jumlah tersebut meningkat 777 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 546 titik pada Jumat (18/9).

Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah dalam memantau aktivitas kebakaran dan menentukan langkah penanganan di sejumlah wilayah.

Pemerintah melalui operasi darat dan udara terus melakukan pemadaman, pencegahan perluasan kebakaran, serta penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat. (ANT/KN)