Beranda blog Halaman 553

Rudi Mangunsong Soroti Jalan Pedalaman Kecamatan Segah yang Belum Tersentuh Aspal

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Rudi Mangunsong, menyoroti kondisi akses jalan menuju sejumlah kampung di pedalaman Kecamatan Segah yang hingga kini belum tersentuh pembangunan aspal. Rudi menilai, kondisi ini menghambat aktivitas dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.

Menurutnya, banyak warga pedalaman yang mengeluhkan sulitnya akses jalan, terutama di kampung-kampung seperti Long Laay, Long Ayap, Long Ayan, Punan Malinau, dan Long Pay. Ia menekankan perlunya perhatian serius untuk membangun infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

“Di sana ada orang hidup, banyak kebutuhan mereka yang terhambat hanya karena akses jalan tidak bagus,” katanya.

Rudi mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam pembangunan jalan di wilayah tersebut adalah statusnya yang masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Namun, ia menegaskan hal ini bukan alasan untuk membiarkan kondisi jalan tetap tidak memadai.

“Walaupun itu kawasan KBK, bukan berarti tidak bisa diurus. Jangan dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Rudi mendorong pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait solusi yang memungkinkan, seperti pembebasan lahan atau penggunaan lahan KBK untuk pembangunan jalan melalui mekanisme pinjam pakai kawasan.

“Ini menyangkut hajat hidup banyak orang. Pemerintah pusat pasti mengerti jika diajak berkomunikasi. Mereka pasti mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Rudi menegaskan pentingnya membangun akses jalan yang layak di kampung-kampung terisolir, agar masyarakat di wilayah pedalaman dapat menikmati pelayanan yang sama dengan wilayah lain di Kabupaten Berau.

“Mereka juga butuh akses yang bagus supaya bisa mendapatkan pelayanan seperti masyarakat di tempat lain,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedalaman Berau. “Jangan tunggu lama, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat kita,” pungkasnya. (ADV/KN)

Thamrin Dorong Pemkab Berau Perkuat Sosialisasi dan Layanan Administrasi Kependudukan di Kampung

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Thamrin, meminta pemerintah daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), untuk memperkuat sosialisasi dan pelayanan dokumen kependudukan mulai awal 2025.

Thamrin menilai masih banyak masyarakat di kampung-kampung Kabupaten Berau yang kesulitan mengurus dokumen kependudukan, seperti e-KTP dan dokumen lainnya.

“Awal Januari tahun depan, saya harap Bupati dan Disdukcapil konsisten melakukan sosialisasi administrasi kependudukan ke kampung-kampung. Jangan menunggu masyarakat datang, tapi jemput bola,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama masyarakat di kampung adalah sulitnya akses ke kantor Disdukcapil, yang sering memaksa mereka bolak-balik untuk mengurus dokumen.

“Kalau masyarakat tidak punya handphone atau sulit jaringan internet, kepala kampung dan RT harus proaktif membantu warganya. Tingkatkan sinergitas agar pengurusan dokumen lebih mudah,” sarannya.

Thamrin juga menyoroti pentingnya anggaran yang memadai untuk mendukung pengadaan fasilitas perekaman e-KTP hingga ke tingkat kampung.

“Pemerintah daerah harus lebih bijak menyusun anggaran untuk memenuhi kebutuhan perekaman e-KTP. Pastikan perangkat perekaman tersedia di kantor camat, lurah, dan bahkan di kampung,” ujarnya.

Menurut politisi PKS tersebut, pengadaan fasilitas perekaman e-KTP di kampung merupakan solusi konkret untuk mendekatkan layanan kependudukan kepada masyarakat pedalaman.

“Dengan perekaman langsung di kampung, kita bisa membantu warga mendapatkan KTP elektronik tanpa harus jauh-jauh ke kota,” imbuhnya.

Thamrin mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran yang cukup demi menyukseskan program ini.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Disdukcapil, dan perangkat kampung dapat meningkatkan efisiensi layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Berau di tahun mendatang.

“Anggarkan dengan maksimal untuk jemput bola ke kampung-kampung. Ini bukan hanya tentang pelayanan, tapi juga hak masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan dengan mudah,” pungkasnya. (ADV/KN)

Sutami Ingin Pembangunan Gedung Baru Untuk KONI dan KNPI

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Sutami berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat membangun gedung baru untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau.

Pembangunan gedung baru KONI, menurutnya sangat penting dalam menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik bagi para atlet. Sehingga, memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga di Bumi Batiwakkal.

“Kondisi gedung KONI saat ini sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Ke depan itu menjadi salah satu yang akan kita perjuangkan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya gedung baru para atlet bisa lebih fokus dalam berlatih, serta memiliki fasilitas yang memadai, sehingga melahirkan atlet-altet berprestasi di Kabupaten Berau.

Selain itu, dirinya juga meminta pembangunan gedung baru untuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Hal itu juga penting agar para pemuda-pemuda Berau dapat melaksanakan kegiatan kepemudaan dan berbagai kegiatan lainnya di gedung tersebut.

“Meskipun anggarannya terbatas, tetapi kita bayangkan ketika kita punya gedung KNPI, mereka mau melaksanakan kegiatan kesenian gedungnya ada, tidak perlu tumpang tindih pinjam dengan gedung lain,” ucapnya.

Selain itu, gedung tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan tetapi tidak mampu untuk menyewa gedung.

“Ini kan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Mereka mungkin ada yang berhajatan dan tidak mampu sewa gedung bisa pakai gedung KNPI, begitupun dengan gedung KONI,” pungkasnya. (ADV/KN)

Atasi Genangan Air Saat Hujan, Pemerintah Diminta Bertindak

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Oktavia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mengatasi permasalahan banjir ketika terjadi hujan. Sebab, beberapa titik di pusat kota masih sering terjadi genangan air sehabis hujan.

Menurutnya, genangan air tersebut sangat berdampak buruk terhadap aktivitas masyarakat. Selain itu, juga berdampak pada infrastruktur dan kondisi lingkungan.

“Kasian masyarakat banyak yang motornya rusak akibat genangan air itu,” ujarnya.

Dikatakannya, permasalahan genangan air itu sudah cukup lama terjadi, namun belum ada solusi pasti dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Sehingga setelah diguyur hujan genangan air muncul, seperti di kawasan Gatot Subroto, Pemuda, maupun kawasan lainnya. Ini sudah penyakit lama. Harusnya sudah bisa diatasi,” ucapnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang yang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Kasihan masyarakat,” tegasnya.

Adapun solusi jangka pendek yang bisa dilakukan, kata dia, yaitu dengan melakukan pengerukan atau pembersihan saluran drainase secara rutin agar aliran air tidak terhambat.

“Harus ada langkah cepat untuk mengatasi masalah ini. Sebagai salah satu penyangga IKN harusnya terus berbenah. Baik segi infrastruktur maupun sektor pendukung lainnya,” pungkasnya. (ADV/KN)

Cegah Stunting, Dedy Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

TANJUNG REDEB – Sebagai salah satu langkah strategis dalam mengurangi angka stunting di Kabupaten Berau, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Dedy Okto Nooryanto mengajak masyarakat Berau untuk rutin mengkonsumsi ikan.

Dikatakannya, stunting merupakan masalah serius yang saat ini dihadapi masyarakat akibat kurangnya gizi pada anak. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat Berau untuk gemar makan ikan, yang merupakan sumber protein yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

“Saya berharap kepada masyarakat, terutama ibu hamil dan anak-anak, dapat terhindar dari masalah kekurangan gizi dan risiko stunting,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat juga sangat penting sebagai langkah konkret mengatasi kekurangan gizi.

“Kita harus biasakan anak-anak kita untuk rutin mengonsumsi ikan sejak dini,” ucapnya.

Dedy mengatakan, stunting adalah kasus penting yang saat ini menjadi fokus pemerintah pusat dan harus segera ditangani karena akan berdampak pada perkembangan anak dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Sehingga, ia menekankan pentingnya pola makan sehat dengan asupan bergizi, seperti ikan, yang mampu membantu pertumbuhan anak secara optimal.

“Ikan mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil,” jelasnya.

Ia berharap ajakan gemar makan ikan ini dapat disambut baik oleh masyarakat Berau, khususnya para orang tua yang memiliki anak dalam usia tumbuh kembang.

“Saya harap, Berau bisa mewujudkan generasi emas yang sehat dan cerdas,” pungkasnya. (ADV/KN)

Kembali Lakukan Reses, Grace Akan Perjuangkan Usulan Masyarakat

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Grace Warastuty Langsa kembali menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses yang dilaksanakan di Gang Pelita, Jalan Durian II, Kecamatan Tanjung Redeb, Sabtu (30/11/2024).

Grace mengatakan bahwa kegiatan Reses ini merupakan wujud kerja nyata dirinya sebagai anggota DPRD Berau untuk turun langsung kepada konstituennya guna menyerap aspirasi atau usulan dan masukan, serta untuk memperkuat hubungan silaturahmi kepada masyarakat.

“Kami akan menerima usulan dan masukan dari bapak/ibu semua, tetapi kami akan pilih yang lebih urgent terlebih dahulu,” ujarnya.

Adapun usulan masyarakat yang menjadi prioritas yaitu terkait pengaspalan gang, lampu penerang jalan, drainase, dan pelatihan keterampilan seperti menjahit, tata boga, dan tata rias.

Terkait pengaspalan jalan dan drainase, Grace mengatakan bahwa hal itu merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun, dirinya akan tetap menampung usulan tersebut dan akan dibahas pada rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Berau nantinya.

Kemudian, untuk penerangan jalan dan pelatihan keterampilan, dirinya meminta kepada warga Gang Pelita untuk bekerja sama dengan RT setempat membuat proposal dan mengajukan kepada dirinya agar segera ditindaklanjuti.

“Kalau penerangan jalan, itu bisa kerja sama dengan RT nanti membuat proposal dan ajukan kepada saya, nanti akan kita bantu. Untuk pelatihan keterampilan, ibu-ibu nanti bisa buat kelompok dan Laporkan kepada saya, nanti dianggarkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Grace mengatakan bahwa dirinya akan terus memperjuangkan usulan-usulan tersebut dan meminta masyarakat untuk bersabar. Sebab, usulan tersebut akan dilakukan secara bertahap, tidak bisa langsung terealisasi secara bersamaan.

“Mungkin pada tahun ini satu, kemudian tahun berikutnya satu. Jadi kalau diajukan awal tahun, kemungkinan bisa terealisasi di tahun berikutnya,” pungkasnya. (ADV/KN)

Minta Pemerintah Perhatikan Petani Kakao

TANJUNG REDEB – Masih sulitnya para petani kakao dalam mendapatkan bantuan bibit dan pupuk bersubsidi mendapat sorotan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Rahman.

Rahman menekankan pentingnya pembentukan kelompok tani di setiap kampung guna memaksimalkan bantuan tersebut dan benar-benar sampai ke tangan para petani.

“Ini yang perlu kita tekankan, karena sangat penting kelompok tani bagi perkebunan kakao. Manfaat lainnya para petani bisa lebih mudah dapat bantuan pupuk,” ujarnya.

Hal ini, kata dia, tentunya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dalam mengembangkan komoditas kakao. Apalagi, kakao menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Berau.

Rahman mengatakan, bantuan bibit dan pupuk bersubsidi untuk para petani merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kakao di Kabupaten Berau.

“Bagaimana kakao kita mau berkembang kalau petani masih kesulitan mendapat bantuan,” tuturnya.

Sehingga bantuan dan dukungan pemerintah daerah sangat diharapkan agar para petani semakin sejahtera. Tentunya perekonomian masyarakat pun juga meningkat.

“Jangan sampai petani kakao kita beralih. Kita harus beri dukungan dengan dibarengi bantuan yang maksimal,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rahman mengimbau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perkebunan Berau segera mengambil tindakan untuk membantu permasalahan yang dialami para petani kakao di Bumi Batiwakkal.

“Saya berharap pemerintah juga bisa mensosialisasikan pentingnya kelompok tani bagi petani kakao,” pungkasnya. (ADV/KN)

Thamrin Minta Objek Wisata Diberi Rambu Keselamatan

TANJUNG REDEB – Guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Thamrin meminta agar di setiap objek wisata diberi fasilitas keselamatan seperti rambu-rambu peringatan.

Apalagi, menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru) jumlah wisatawan sangat berpotensi mengalami peningkatan. Sehingga, dirinya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menganggarkan dana untuk penambahan rambu-rambu keselamatan tersebut.

“Saya minta pemerintah daerah bisa menganggarkan itu (rambu keselamatan), terutama di daerah pesisir selatan Berau sebelum masuk libur natal dan tahun baru,” ucapnya.

Dikatakannya, Kabupaten Berau memiliki berbagai objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, fasilitas keselamatan seperti rambu-rambu peringatan masih sangat minim. Hal itu dikhawatirkan menambah risiko kecelakaan para pengunjung.

“Saya dulu pernah menjabat sebagai kepala BPBD, kemudian meminta usulan kepada bupati dan selalu mendapatkan anggaran terbatas bahkan tidak mendapat bantuan sarpras yang memadai untuk menunjang keselamatan dini para wisatawan atau masyarakat,” bebernya.

Untuk itu, Thamrin berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. Menurutnya, BPBD Berau sampai saat ini masih sering dikesampingkan dalam mendapat bantuan anggaran murni maupun Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

“Sehingga saya mengusulkan kepada BPBD agar memberikan informasi lengkap kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan anggaran bantuan sarana dan prasarana fisik di lokasi wisata,” pungkasnya. (ADV/KN)

Masih Sering Terjadi Banjir, Ichsan Rapi Minta Pemerintah Ambil Tindakan

TANJUNG REDEB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Ichsan Rapi, meminta pemerintah daerah menyusun masterplan penanganan banjir yang komprehensif untuk jangka panjang di Kabupaten Berau.

“Yang jelas, instansi terkait harus segera membuat masterplan untuk mengatasi persoalan banjir ini secara sistematis,” ujar Ichsan Rapi.

Kemudian, dirinya menekankan perlunya penegakan yang lebih ketat terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Menurutnya, jika suatu wilayah telah ditetapkan sebagai daerah resapan air, seharusnya tidak ada lagi izin pembangunan perumahan atau infrastruktur lainnya yang dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air hujan.

“Salah satu penyebab utama banjir yaitu semakin berkurangnya daerah resapan air di wilayah Berau,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah instansi terkait yang terus berupaya membangun sistem drainase untuk mengatasi genangan air di jalan-jalan utama. Namun,  ia menekankan bahwa solusi banjir tidak bisa hanya bergantung pada pembangunan drainase.

“Drainase memang penting, tetapi itu hanya mengalirkan air ke sungai. Jika debit air di sungai meningkat, banjir bisa kembali terjadi. Kita harus berpikir lebih jauh, bagaimana mencegah banjir, bukan hanya menangani dampaknya,” bebernya.

Lebih lanjut, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, perilaku warga yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah juga turut memperburuk kondisi drainase dan mempercepat terjadinya genangan air.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jika kita ingin mencegah banjir, semua pihak harus terlibat, baik dari pemerintah maupun masyarakat,” pungkasnya. (ADV/KN)

Jawab Keluhan Masyarakat Bukit Makmur, Pertanian dan Perkebunan Jadi Fokus Arman

TANJUNG REDEB – Serap aspirasi masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Arman Nofriansyah melakukan Reses di RT 1, Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah.

Arman mengatakan bahwa dirinya akan menjawab beberapa kebutuhan masyarakat khususnya terkait kebutuhan pertanian dan perkebunan. Sebab, mayoritas warga RT 1 Kampung Bukit Makmur adalah petani dan pekebun.

“Kami akan usahakan permintaan masyarakat yang kiranya memerlukan pupuk untuk perkebunan kelapa sawit dalam bentuk stimulan,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga akan mendukung para warga yang memiliki niat untuk melakukan ternak sapi di wilayah tersebut.

“Perlu adanya bantuan untuk ternak sapi. Namun, jikalau bisa dalam bentuk kelompok. Maka akan diperjuangkan agar produksi daging sapi tidak lagi berasal dari luar,” jelasnya.

Dikatakannya, perkembangan di Kampung Bukit Makmur, akan menjadi motivasi DPRD Berau untuk mengakomodir hal yang kiranya masih dianggap kurang.

“Nantinya akan kita kembangkan lagi, maka, apa yang menjadi keluhan masyarakat dan aspirasi akan kita perjuangkan,” ucapnya.

Selain itu, Arman mengaku bahwa dirinya ingin menjadi perpanjangan tangan masyarakat agar dapat bermanfaat untuk semua orang.

Sehingga, apa yang telah disampaikannya, bukan hanya sekedar janji belaka, tetapi bentuk perhatian dirinya kepada masyarakat.

“Ketika saya lupa dengan kepentingan masyarakat yang berdampak untuk kepentingan umum, maka ke depan jangan pilih lagi saya. Karena saya ingin memajukan Kabupaten Berau melalui legislatif,” pungkasnya. (ADV/KN)